Detail Box Culvert 1.5x1.5x5 m DWG Tanah Mineral, Gambut, Pasir
Table of Contents
Detail Box Culvert 1.5x1.5x5 m DWG Tanah Mineral, Gambut, Pasir
Dokumen teknis ini menyajikan analisis komprehensif mengenai desain standar Box Culvert (gorong-gorong kotak) dengan dimensi bersih 1.5 x 1.5 meter dan panjang bentang efektif 5 meter. Gambar kerja ini dirancang untuk mengakomodasi tiga kondisi tanah dasar yang berbeda, yaitu tanah mineral (keras), tanah gambut (lunak), dan tanah pasir (granular). Secara struktural, dokumen ini menguraikan konfigurasi beton bertulang mutu K-175 yang terintegrasi dengan elemen pendukung seperti wing wall (dinding sayap), pelat lantai kerja campuran 1:3:5 (lean concrete), serta sistem pondasi khusus berupa cerucuk kayu untuk varian tanah lunak. Desain ini menekankan pada stabilitas hidrolis melalui kemiringan (slope) saluran sebesar 2% dan perlindungan terhadap gerusan air melalui cut-off wall di sisi hulu dan hilir. Detail pembesian, sambungan konstruksi, serta elevasi rencana jalan terhadap dasar sungai disajikan secara presisi untuk memandu pelaksanaan konstruksi di lapangan.
Ringkasan Spesifikasi Teknis
| Parameter Teknis | Detail Spesifikasi |
|---|---|
| Jenis Struktur | Box Culvert Tunggal (Single Cell) |
| Dimensi Bersih | 1500 mm x 1500 mm (Internal) |
| Panjang Bentang | 5000 mm (Per Segmen) |
| Mutu Material | Beton K-175 & Lantai Kerja 1:3:5 |
| Kondisi Tanah | Tanah Mineral, Gambut, Pasir |
| Pondasi Tanah Lunak | Cerucuk Kayu φ15 cm, L=4 m, Grid 50 cm |
| Kemiringan Saluran | 2% (Slope untuk Aliran Gravitasi) |
| Fitur Pendukung | Wing Wall 25-45°, Weep Holes PVC 2" |
Informasi Umum File
Dokumen ini merupakan representasi digital dari gambar teknik sipil yang mencakup denah, potongan, dan detail struktur gorong-gorong persegi yang siap untuk tahap konstruksi.
- Identifikasi Berkas Utama
Mencakup rangkaian gambar kerja Detailed Engineering Design (DED) untuk struktur Box Culvert tunggal yang merinci tiga skenario geoteknik berbeda dalam satu paket dokumen terintegrasi. - Karakteristik Visual Gambar
Menampilkan grafis garis teknis (line art) monokromatik dengan skala presisi 1:20, 1:25, dan 1:50, dilengkapi notasi dimensi detail, spesifikasi material K-175, dan simbol elevasi standar. - Struktur Konten Dokumentasi
Terbagi secara sistematis mulai dari tata letak umum (General Arrangement), detail penulangan beton (Reinforcement Detailing) dengan notasi BBS, hingga skema perbaikan tanah (Soil Improvement). - Total Lembar Gambar
Terdiri dari 7 halaman format lansekap yang masing-masing merepresentasikan sub-sistem konstruksi spesifik untuk kondisi tanah Mineral, Gambut, dan Pasir.
Box Culvert 1.5x1.5x5 m Tanah Mineral
1. Denah dan Potongan Memanjang Box Culvert Tanah Mineral
Halaman ini menyajikan tata letak dasar (general layout) dan potongan memanjang (longitudinal section) dari struktur box culvert pada tanah stabil. Ilustrasi menunjukkan dimensi geometri utama struktur dengan lebar dan tinggi bersih 1500 mm, serta panjang total struktur utama 5000 mm. Penekanan visual diberikan pada elevasi struktur terhadap level jalan rencana, di mana dasar saluran didesain dengan slope lantai 2% untuk menjamin kelancaran aliran gravitasi dan mencegah sedimentasi.
- Geometri Dimensi Struktur
Menetapkan ukuran ruang bersih saluran air sebesar 1.5 x 1.5 meter dengan panjang total 5 meter yang mampu mengakomodasi debit rencana tanpa hambatan. - Konfigurasi Dinding Sayap
Menguraikan bentuk wing wall yang membuka dengan sudut 25-45 derajat, berfungsi vital menahan tanah timbunan samping dan mengarahkan aliran inlet-outlet. - Spesifikasi Kemiringan Lantai
Menunjukkan gradien hidrolis 2% pada dasar saluran, sebuah detail krusial untuk menjaga kecepatan aliran air (velocity) dan mencegah endapan lumpur. - Lapisan Dasar Konstruksi
Memperlihatkan susunan lapisan pasir urug yang dipadatkan dan lantai kerja beton campuran 1:3:5 di bawah pelat utama sebagai perataan beban ke tanah keras. - Sistem Saringan Masuk
Mengidentifikasi posisi saringan ijuk dan kerikil pada sambungan dinding untuk filtrasi air tanah, mencegah butiran halus tergerus di belakang struktur. - Stabilitas Tanah Mineral
Mengindikasikan bahwa pada jenis tanah ini tumpuan beban dilakukan langsung pada tanah keras tanpa memerlukan perkuatan tiang pancang (shallow foundation).
2. Detail Potongan Melintang dan Skema Penulangan Struktur
Bagian ini membedah struktur melalui potongan melintang (Potongan B-B dan C) serta detail pembesian tipikal. Fokus utama adalah pada konfigurasi tulangan beton yang menggunakan besi polos diameter 10 mm dengan jarak spasi bervariasi, yakni D10-100 pada area momen maksimal dan D10-200 pada area lapangan. Terlihat pula detail haunch (penebalan sudut) berdimensi 150 x 150 mm yang berfungsi mendistribusikan tegangan momen negatif secara efektif pada pertemuan dinding dan lantai.
- Distribusi Tulangan Utama
Memetakan posisi besi beton D10 dengan jarak rapat 100 mm (D10-100) pada zona tarik kritis di pelat atas dan dinding samping untuk menahan beban lalu lintas. - Pipa Drainase Dinding
Menjelaskan spesifikasi pipa PVC diameter 2 Inci sebagai weep holes yang dipasang menembus dinding untuk membuang tekanan hidrostatik air tanah. - Penebalan Sudut Pertemuan
Menggambarkan detail haunch segitiga ukuran 150 x 150 mm yang memperkaku sambungan portal (rigid frame) antar elemen pelat dan dinding. - Kanstin Pengaman Jalan
Menunjukkan detail trotoar atau kerb beton setinggi minimal 20 cm pada bagian atas struktur yang sejajar dengan jalan sebagai pengarah roda kendaraan. - Spesifikasi Selimut Beton
Memberikan informasi mengenai tebal selimut beton yang memadai untuk melindungi tulangan baja dari risiko korosi akibat kontak dengan air sungai. - Material Beton Struktural
Menegaskan penggunaan mutu beton K-175 sebagai material utama penyusun elemen gorong-gorong untuk menjamin durabilitas jangka panjang.
3. Skema Pemotongan dan Profil Pembesian Struktur
Lembar ini berfungsi sebagai Bar Bending Schedule (BBS) visual yang menguraikan bentuk, dimensi potongan, dan jumlah kebutuhan besi tulangan secara presisi. Setiap batang tulangan, baik tulangan pokok bentuk U maupun sengkang, dikodekan untuk memandu fabrikasi. Detail ini memastikan efisiensi pemotongan besi (meminimalkan waste) dan ketepatan panjang penyaluran (development length) pada sambungan.
- Kodeifikasi Batang Tulangan
Menyediakan sistem penomoran unik untuk setiap bentuk potongan besi, membedakan antara tulangan sisi luar, sisi dalam, dan tulangan bagi. - Geometri Bengkokan Besi
Mendeskripsikan sudut tekukan dan panjang kait (hook) standar untuk menjamin angkur yang kuat di dalam beton K-175. - Penulangan Dinding Sayap
Merinci anyaman besi vertikal dan horizontal yang diperlukan untuk menahan gaya lateral tanah aktif pada struktur wing wall. - Tulangan Sepatu Struktur
Memvisualisasikan perkuatan ekstra pada bagian kaki dinding (toe) di area inlet dan outlet untuk mencegah retak akibat tegangan tumpuan. - Kuantitas Besi Terpasang
Memberikan gambaran visual mengenai kerapatan besi per meter lari, memvalidasi penggunaan spasi D10-100 dan D10-200 sesuai diagram momen. - Overlap Sambungan Besi
Menentukan panjang lewatan (overlap) minimal antar batang tulangan untuk menjamin kontinuitas transfer beban tarik yang sempurna.
Box Culvert 1.5x1.5x5 m Tanah Gambut
4. Konfigurasi Pondasi Cerucuk pada Tanah Lunak Gambut
Halaman ini merupakan adaptasi desain khusus untuk lokasi tanah gambut atau tanah lunak (soft soil). Perbedaan fundamental adalah penambahan sistem pondasi cerucuk kayu diameter 150 mm dengan panjang minimal 4 meter. Denah pondasi memperlihatkan pola grid pemancangan cerucuk dengan jarak spasi rapat 500 mm (c/c) di bawah seluruh area pelat dasar dan wing wall untuk dukungan maksimal.
- Mekanisme Transfer Beban
Menjelaskan peran cerucuk kayu φ15 cm sebagai friction pile yang memindahkan beban struktur ke lapisan tanah melalui gesekan selimut tiang. - Pola Grid Pemancangan
Menetapkan jarak antar tiang pancang (grid) sebesar 500 mm ke arah memanjang dan melintang untuk distribusi dukungan yang merata dan kaku. - Dimensi Tiang Kayu
Menspesifikasikan penggunaan kayu log utuh dengan diameter 15 cm dan panjang 4 meter sebagai elemen perbaikan tanah standar. - Integrasi Wing Wall
Menunjukkan bahwa area dinding sayap juga didukung penuh oleh grid cerucuk untuk mencegah guling atau patah akibat penurunan diferensial (differential settlement). - Stabilisasi Tanah Gambut
Menguraikan strategi rekayasa pondasi dalam mengatasi sifat kompresibilitas tinggi pada tanah organik agar struktur tetap datar (level). - Ketinggian Kepala Tiang
Mengatur level pemotongan cerucuk agar tepat berada di bawah elevasi dasar lantai kerja beton, menciptakan bidang tumpu yang rata.
5. Detail Sambungan Tiang Pancang dan Stek Tulangan
Bagian ini memberikan instruksi teknis mendetail mengenai metode koneksi komposit antara kepala tiang kayu dan pelat beton. Gambar Detail Stek memperlihatkan teknik takikan (notch) sedalam 2 cm pada kepala kayu, serta pemasangan besi stek (dowel) diameter 12 mm yang ditekuk dan dimasukkan ke dalam kayu, menjamin ikatan mekanis yang kuat.
- Teknik Penakikan Kayu
Mendeskripsikan prosedur pembuatan coakan sedalam 2 cm pada kepala tiang yang berfungsi sebagai kunci geser mekanis (shear key). - Pemasangan Dowel Besi
Menjelaskan instalasi besi stek φ12 mm yang ditanam ke dalam kayu dan ditekuk ke dalam pelat beton sebagai penghubung fisik permanen. - Integrasi Lantai Kerja
Menunjukkan posisi lapisan beton campuran 1:3:5 setebal 5-10 cm yang membungkus kepala tiang sebagai lantai kerja bersih sebelum pembesian pelat. - Detail Penjangkaran Lateral
Menguraikan bagaimana kombinasi coakan dan stek besi membantu menahan gaya geser dasar (base shear) akibat tekanan tanah aktif. - Variasi Level Pemancangan
Memberikan toleransi teknis terhadap perbedaan kedalaman pemancangan di lapangan, dengan tetap menjaga panjang penjangkaran stek besi. - Transisi Material Struktur
Menjelaskan pertemuan antara material organik (kayu) dan anorganik (beton) agar bekerja sebagai satu kesatuan struktur (komposit).
Box Culvert 1.5x1.5x5 m Tanah Pasir
6. Geometri Struktur dan Tata Letak pada Kondisi Tanah Pasir
Halaman ini menyajikan desain varian untuk kondisi tanah dasar pasir (sandy soil). Meskipun geometri atas serupa, tata letak pondasi disesuaikan untuk tanah granular yang memiliki sudut geser dalam tinggi namun rentan gerusan (scour). Desain ini mengandalkan pemadatan ekstra dan perlindungan cut-off wall yang lebih dalam pada sisi inlet dan outlet untuk mencegah erosi bawah (undermining).
- Adaptasi Tanah Granular
Menjelaskan kesesuaian desain struktur pondasi dangkal di atas lapisan pasir urug padat, memanfaatkan daya dukung tanah pasir yang relatif baik. - Perlindungan Gerusan Air
Menyoroti pentingnya dinding penahan vertikal (cut-off) di ujung saluran untuk mencegah arus air menggerus pasir di bawah lantai kerja. - Pemadatan Subgrade Pasir
Mengimplikasikan perlunya pemadatan mekanis (mechanical compaction) pada tanah dasar pasir hingga kepadatan optimal sebelum penghamparan lantai kerja. - Elevasi Dasar Saluran
Mempertahankan konsistensi elevasi aliran (invert level) dengan slope 2% untuk mencegah endapan sedimen berlebih yang dapat memicu pendangkalan. - Layout Dinding Penahan
Memvisualisasikan orientasi dinding sayap yang optimal untuk mengawal aliran air masuk/keluar tanpa menimbulkan turbulensi pada tebing pasir.
7. Detail Penulangan Akhir dan Finishing Struktur Pasir
Lembar terakhir ini melengkapi detail konstruksi untuk varian tanah pasir, mencakup potongan detail C dan skema pembesian elemen pelengkap. Penekanan diberikan pada konsistensi penggunaan tulangan D10-100 pada tumpuan dan D10-200 pada lapangan, serta penggunaan lantai kerja mutu 1:3:5. Detail ini memvalidasi kekakuan struktur terhadap beban statis dan dinamis di atas tanah pasir.
- Verifikasi Tebal Pelat
Mengonfirmasi dimensi ketebalan elemen dinding dan lantai agar memenuhi syarat kapasitas lentur dan tahanan terhadap geser pons. - Detail Penulangan Sudut
Memperbesar tampilan area haunch 150x150 mm untuk memperjelas pemasangan besi tulangan pojok yang harus menerus (kontinu). - Lapisan Penutup Beton
Menegaskan kembali dimensi selimut beton pelindung (concrete cover) yang memadai sesuai standar lingkungan untuk mencegah korosi tulangan. - Kerapatan Sengkang Kritis
Menunjukkan zona-zona dekat tumpuan yang memerlukan penulangan geser lebih rapat (D10-100) untuk menahan gaya geser maksimum. - Finishing Permukaan Beton
Memberikan indikasi kualitas permukaan akhir beton exposed pada sisi dalam saluran yang harus rata dan halus (fair face) untuk kelancaran air. - Dukungan Dasar Merata
Memastikan distribusi beban dari struktur ke tanah pasir terjadi secara seragam melalui perantara lantai kerja beton 1:3:5 dan pasir urug padat.
File DWG
Bagian ini menyediakan akses langsung ke berkas sumber asli dalam format CAD untuk keperluan studi teknis lebih lanjut, perhitungan ulang, atau referensi desain. File ini berisi seluruh layer garis, dimensi, dan anotasi yang dapat diedit sesuai kebutuhan proyek.







Post a Comment