TITOREISTA

TITOREISTA

Referensi teknik sipil: file DWG, kalkulator RAB, dan panduan konstruksi

TITOREISTA TITOREISTA
  • Aplikasi RAB
    Tanah & Persiapan
    • Bowplank
    • Galian Tanah
    • Urugan Tanah Awal (Fill)
    • Urugan Tanah Kembali (Backfill)
    Pondasi
    • Pondasi Rollag Bata
    • Pondasi Batu Kali
    • Pondasi Footplate
    • Pondasi Cerucuk
    Struktur Beton
    • Sloof
    • Kolom
    • Balok
    • Plat Lantai Beton
    • Cor Rabat Beton
    Dinding & Finishing
    • Dinding Bata
    • Plesteran & Acian
    • Keramik Lantai
    • Pengecatan
    • Plafond
    Rangka Atap
    • Rangka Atap Kayu
    • Rangka Atap Baja Ringan
    Kalkulator Lainnya
    • Gorong-gorong
    • Kuat Tekan Beton Hot
  • Teknis & Metode
    Teknologi Beton
    • Uji Slump Beton
    • Tabel Slump Test SNI
    • Hammer Test Beton
    • Curing (Perawatan) Beton
    Metode Pelaksanaan
    • Teknik Pasangan Bata
    • Cetakan Batako
    • Cara Pasang Baja Ringan
    • Teknik Pengecatan Tembok
    MEP & Sanitasi
    • Instalasi Listrik Rumah
    • Septic Tank & Resapan
    • Septic Tank Biofil
    Struktur JembatanDesain jembatan, geoteknik, dan hidraulika dalam satu pembahasan lengkap.Baca Selengkapnya →
  • Dasar & Manajemen
    Pengetahuan Dasar
    • Apa itu Teknik Sipil?
    • Materi Dasar
    • Kaidah Tangan Kanan
    Standar & Dokumen
    • Standar Konstruksi
    • FIDIC Contracts
    • Ukuran Kertas ISO
    • Standar HSE Proyek New
    Supervisi Proyek
    • Pengawasan Rumah Tinggal
    • Pengawasan Jembatan
    • Pengawasan Box Culvert
  • Survey & Alat Berat
    Surveying
    • Surveyor Tanah
    • Windsock
    Pekerjaan Tanah
    • Cut and Fill
    • Produktivitas Alat Berat
    • Pemindahan Tanah Mekanis
    • Jenis Alat Berat
    • Pekerjaan Tanah Jalan
  • BOQ & Material
    Analisa Biaya
    • RAB (Bill of Quantity) Contoh RAB bangunan format Excel
    • Harga Bahan Bangunan
    • Satuan Volume Pekerjaan
    • AHSP (Analisa Harga Satuan)
    Tabel Berat Besi
    • Berat Besi Beton
    • Berat Wiremesh
  • Gambar DWG
    Jembatan
    • Jembatan Beton
    • Jembatan Girder Baja
    • Jembatan Bailey
    • Jembatan Komposit
    Drainase & Gorong-gorong
    • Box Culvert
    • Gorong-gorong Buis Beton
    • Saluran Drainase
    • Dermaga / Jetty
    Menara & Tandon Air
    • Tower Air Beton
    • Menara Air Baja
    • Storage Tank
    Bangunan & Fasilitas
    • Gudang Baja WF
    • Masjid New
    • Mushola
    • Pos Jaga
    Rumah & Arsitektur
    • Desain Rumah DWG
    • Desain Arsitektur
    • Pagar BRC
    • Kusen & Pintu New
    Koleksi File DWG LengkapRatusan gambar kerja siap edit: jembatan, drainase, bangunan, hingga detail arsitektur.Jelajahi Semua DWG →
  • Software & Tools
    • Software Teknik Sipil
    • Convert PDF to DWG
    • Rumus Excel Sipil
    • Contoh Laporan Proyek

Hubungi Kami

Ada pertanyaan, saran, atau penawaran kerja sama? Silakan kirim pesan melalui formulir berikut.

Home Label:building materials civil engineering construction Tabel Berat Besi Beton SNI Lengkap

Tabel Berat Besi Beton SNI Lengkap

Posted by Tito Reista Terverifikasi June 01, 2025 Post a Comment
Dengarkan Artikel

Tabel Berat Besi Beton SNI Lengkap

Tabel berat besi beton SNI adalah daftar referensi teknis yang memuat berat teoritis baja tulangan beton per meter dan per batang berdasarkan diameter nominal, mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 2052:2017 tentang Baja Tulangan Beton Canai Panas Ulir. Tabel ini menjadi acuan wajib bagi insinyur sipil, kontraktor, supplier material, dan pengawas lapangan dalam menghitung kebutuhan material, mengontrol mutu pengadaan, dan menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek konstruksi beton bertulang.

Perhitungan berat besi beton didasarkan pada rumus universal W = d² / 162,2 kg/m dengan d adalah diameter nominal dalam milimeter, menggunakan densitas baja 7850 kg/m³. Tabel berat mencakup dua kelas utama yaitu BJTP 24 (Baja Tulangan Polos, tegangan leleh 240 MPa) dan BJTU 40 (Baja Tulangan Ulir, tegangan leleh 400 MPa) untuk diameter 6 mm hingga 57 mm. SNI 2052:2017 juga menetapkan toleransi berat ±4,5% untuk pengiriman tunggal dan ±2,5% untuk pengiriman rata-rata, sebagai jaminan konsistensi mutu material yang sampai ke lokasi proyek.


Besi Beton SNI
Inspeksi besi ulir atau besi sirip diameter 15.63 mm sesuai SNI
Bahasa InggrisDeformed bar / Rebar
Standar acuanSNI 2052:2017
Rumus berat/mW = d² / 162,2 kg/m
Densitas baja7.850 kg/m³
Panjang standar12 meter per batang
Kelas BJTP 24fy min. 240 MPa (polos)
Kelas BJTU 40fy min. 400 MPa (ulir)
Toleransi tunggal±4,5%
Toleransi rata-rata±2,5%
RegulatorBSN, Kementerian PUPR

Peran Besi Beton dan Standarisasi

Besi beton (deformed bar atau rebar) merupakan komponen fundamental dalam konstruksi beton bertulang modern. Fungsi utamanya adalah menahan gaya tarik yang tidak mampu ditanggung oleh beton itu sendiri, menjadikan struktur seperti gedung, jembatan, jalan, dan infrastruktur vital lainnya memiliki kekuatan, daktilitas, dan ketahanan yang tinggi. Dalam dunia konstruksi yang menuntut presisi, mengetahui berat besi beton secara akurat menjadi fondasi krusial bagi berbagai aspek proyek.

Berat besi beton menjadi dasar dalam lima aspek utama perencanaan dan pelaksanaan konstruksi:

  1. Perhitungan Kebutuhan Material (Quantity Take-Off): Menghitung total berat besi yang diperlukan untuk suatu proyek, menjadi fondasi penyusunan RAB proyek yang akurat dan pengendalian biaya material.
  2. Pengendalian Mutu (Quality Control): Memverifikasi apakah besi beton yang tiba di lapangan memenuhi spesifikasi dimensi dan berat sesuai standar.
  3. Optimasi Penggunaan Material: Menghindari pemborosan (waste) atau kekurangan (shortage) material melalui perencanaan yang tepat.
  4. Estimasi Biaya Logistik dan Pemasangan: Menghitung biaya transportasi dan kebutuhan alat berat seperti crane berdasarkan total berat besi.
  5. Perencanaan Struktur: Parameter berat berperan dalam analisis beban mati (dead load) struktur, terutama pada elemen besar seperti balok induk, kolom, dan fondasi.

Di sinilah peran Standar Nasional Indonesia (SNI) menjadi sentral. SNI 2052:2017 — yang menggantikan SNI 07-2052-2002 — menetapkan spesifikasi teknis yang ketat untuk besi beton ulir, termasuk toleransi dimensi (diameter, tinggi sirip, jarak sirip) dan toleransi berat per satuan panjang. Tabel berat besi beton SNI menjadi panduan wajib bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kepatuhan terhadap standar nasional dan menjamin kualitas konstruksi.


Memahami Standar SNI 2052:2017

SNI 2052:2017 dikeluarkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan merupakan acuan utama di Indonesia untuk baja tulangan beton ulir yang diproduksi melalui proses canai panas (hot rolled). Standar ini mengatur empat aspek kritis terkait spesifikasi dan berat besi beton.

Kelas Kekuatan

SNI 2052:2017 mengakomodasi dua kelas kekuatan utama yang umum di pasaran Indonesia:

  • BJTP 24 (Baja Tulangan Polos): Memiliki tegangan leleh minimum (fy) 240 MPa. Diameter tersedia umumnya mulai 6 mm hingga 16 mm. Istilah "polos" tetap dipakai walaupun beberapa varian memiliki ulir minor.
  • BJTU 40 (Baja Tulangan Ulir): Memiliki tegangan leleh minimum (fy) 400 MPa. Diameter tersedia umumnya mulai 10 mm hingga 32 mm atau lebih besar. Kelas BJTU 40 saat ini lebih disarankan untuk struktur utama karena kekuatan dan daktilitasnya yang lebih baik.

Catatan: Kelas lain seperti BJTD 40 (Cold Worked) diatur dalam standar berbeda, SNI 8967:2021.

Toleransi Berat

Aspek terpenting untuk tabel berat adalah toleransi yang diizinkan. SNI 2052:2017 mengizinkan dua jenis penyimpangan berat per satuan panjang dari berat teoritis:

  • ±4,5% untuk pengiriman tunggal: Toleransi maksimum yang diizinkan untuk satu batang besi.
  • ±2,5% untuk pengiriman rata-rata: Rata-rata berat dari seluruh pengiriman (misalnya satu truk) harus berada dalam toleransi ini.

Toleransi ini mempertimbangkan variasi alami dalam proses manufaktur canai panas tetapi memastikan konsistensi secara keseluruhan. Tabel berat teoritis SNI menjadi patokan untuk menghitung toleransi ini.

Diameter Nominal dan Panjang Standar

Diameter yang tercantum dalam tabel (misalnya 10 mm, 12 mm, 16 mm) adalah diameter nominal. Diameter aktual yang diukur bisa sedikit berbeda, tetapi SNI menetapkan toleransi diameter dan dimensi deformasi (tinggi dan jarak sirip) untuk menjamin kekuatan lekatan (bond strength) dengan beton. Besi beton umumnya diproduksi dalam panjang standar 12 meter per batang, dengan panjang lain seperti 6 m tersedia berdasarkan permintaan khusus.


Rumus Perhitungan Berat Besi Beton

Berat besi beton dihitung berdasarkan volume silinder dan densitas baja, menghasilkan rumus praktis yang digunakan secara konsisten di seluruh standar internasional.

Parameter Dasar Perhitungan

  • Densitas baja: Densitas baja yang digunakan untuk perhitungan berat teoritis adalah 7850 kg/m³ (7,85 gram/cm³). Nilai ini merupakan konsensus internasional untuk baja karbon.
  • Diameter nominal: Besi beton ulir memiliki penampang yang tidak seragam karena adanya sirip deformasi. Namun untuk keperluan praktis perhitungan berat, diameter nominal (d) digunakan seolah-olah besi tersebut berbentuk silinder polos. Perhitungan dengan diameter nominal ini sudah mengkompensasi keberadaan sirip.

Rumus Utama Berat Teoritis

Rumus standar berat teoritis besi beton per meter adalah:

W = d² / 162,2 kg/m
atau
W = d² × 0,006165 kg/m

dengan d = diameter nominal besi beton dalam milimeter (mm).

Penurunan Rumus

Rumus berat teoritis diturunkan dari prinsip dasar fisika dan geometri sebagai berikut:

  • Luas Penampang: A = π × (d/2)² = π × d² / 4 (mm²)
  • Volume per meter: V = A × 1000 = (π × d² / 4 × 1000) mm³ = (π × d² / 4 × 10⁻⁶) m³
  • Berat per meter: W = V × Densitas = (π × d² / 4 × 10⁻⁶) × 7850 kg/m
  • Penyederhanaan: W = (π × 7850 / 4.000.000) × d² ≈ 0,006165 × d² kg/m
  • Atau ekuivalen: W = d² / 162,2 (karena 1 / 0,006165 ≈ 162,2)

Untuk menghitung berat per batang standar 12 meter, gunakan rumus turunan:

Berat per Batang = W × 12 (kg/batang)

Tabel Berat Besi Beton Polos (BJTP 24)

Tabel berikut menyajikan berat teoritis per meter dan per batang 12 meter untuk besi beton polos kelas BJTP 24, sesuai prinsip perhitungan SNI 2052:2017. Kolom berat minimum dan maksimum mencerminkan batas toleransi ±4,5% untuk pengiriman tunggal.

Diameter (mm) Luas Penampang (mm²) Berat/m (kg/m) Berat/batang 12m (kg) Berat Min (kg/m) Berat Maks (kg/m)
628,270,2222,6640,2120,232
850,270,3954,7400,3770,413
963,620,4995,9880,4770,521
1078,540,6167,3920,5880,644
12113,100,88810,6560,8480,928
14153,941,20814,4961,1541,262
16201,061,57818,9361,5071,649
19283,532,22626,7122,1262,326
22380,132,98435,8082,8503,118
25490,873,85446,2483,6814,027
28615,754,83558,0204,6175,053
32804,256,31375,7566,0296,597
361.017,887,99095,8807,6308,350
401.256,649,870118,4409,42610,314
501.963,5015,413184,95614,72016,106

Inspeksi besi beton polos BJTP 24 oleh kontraktor di lapangan
Inspeksi besi beton polos diameter 12.25 mm dengan kaliper
Gambar 1. Inspeksi besi beton polos BJTP 24 dan pengukuran diameter aktual di lapangan.

Tabel Berat Besi Beton Ulir (BJTU 40)

Tabel berikut menyajikan berat teoritis besi beton ulir kelas BJTU 40 lengkap dengan persyaratan minimum diameter efektif dan tinggi sirip sesuai SNI 2052:2017. Diameter efektif adalah diameter inti di bawah sirip, sedangkan tinggi sirip menjamin kekuatan lekatan (bond strength) dengan beton.

Diameter (mm) Luas (mm²) Berat/m (kg/m) Berat/batang 12m (kg) Ø Efektif Min (mm) Tinggi Sirip Min (mm) Berat Min (kg/m) Berat Maks (kg/m)
628,270,2222,664--0,2120,232
850,270,3954,740--0,3770,413
1078,540,6167,3929,300,500,5880,644
12113,100,88810,65611,100,600,8480,928
13132,731,04112,49212,000,650,9941,088
16201,061,57818,93614,700,801,5071,649
19283,532,22626,71217,300,952,1262,326
22380,132,98435,80819,901,102,8503,118
25490,873,85446,24822,601,253,6814,027
28615,754,83558,02025,201,404,6175,053
29660,525,18562,22026,001,454,9525,418
32804,256,31375,75628,601,606,0296,597
361.017,887,99095,88032,101,807,6308,350
401.256,649,870118,44035,502,009,42610,314
501.963,5015,413184,95648,802,5014,72016,106
542.290,2217,978215,73651,502,7017,17018,786
572.551,7620,031240,37254,002,8519,13020,932

Inspeksi besi beton ulir atau besi sirip BJTU 40 oleh kontraktor
Inspeksi besi beton ulir diameter 17.85 mm dengan pengukuran sirip
Gambar 2. Inspeksi besi beton ulir BJTU 40 dan pengukuran diameter aktual 17.85 mm.

Keterangan Penting Tabel

Beberapa catatan teknis untuk memahami tabel berat besi beton di atas:

  • Diameter Efektif Minimum & Tinggi Sirip Minimum: Persyaratan minimum dimensi deformasi menurut SNI 2052:2017 untuk besi ulir BJTU 40. Tidak berlaku untuk besi polos BJTP 24. Diameter efektif adalah diameter inti di bawah sirip.
  • Berat Maks dan Min per Meter: Batas toleransi berat berdasarkan SNI 2052:2017 (±4,5% dari berat teoritis). Berat Maks = W × 1,045 dan Berat Min = W × 0,955. Misal untuk D10: Maks = 0,616 × 1,045 ≈ 0,644 kg/m dan Min = 0,616 × 0,955 ≈ 0,588 kg/m.
  • Luas Penampang: Dihitung berdasarkan diameter nominal A = π × (d²) / 4.
  • Berat Teoritis: Dihitung menggunakan rumus W = d² / 162,2 atau setara W = d² × 0,006165 kg/m, sesuai metodologi SNI 2052:2017.

Faktor yang Mempengaruhi Berat Aktual

Meskipun tabel SNI memberikan panduan ketat, beberapa faktor dapat menyebabkan variasi pada berat besi beton yang diterima di lapangan. Pemahaman atas faktor-faktor ini penting untuk inspeksi dan penerimaan material.

  1. Toleransi Manufaktur (±4,5%): Variasi yang diizinkan oleh standar dalam proses produksi canai panas. Pengiriman rata-rata harus memenuhi toleransi yang lebih ketat ±2,5%.
  2. Akurasi Pengukuran Diameter: Pengukuran yang tidak tepat (baik alat atau metode) akan menghasilkan perhitungan berat yang salah. Pengukuran harus dilakukan pada bagian yang tidak bersirip untuk besi polos atau mengikuti metode pengukuran diameter efektif untuk besi ulir sesuai SNI.
  3. Panjang Aktual Batang: Panjang batang dapat sedikit bervariasi dari 12 meter tepat. Kontraktor atau supplier yang ketat biasanya mengukur panjang sampel.
  4. Karat dan Kontaminasi: Lapisan karat permukaan signifikan atau kontaminasi seperti lumpur dan minyak dapat sedikit menambah berat. Namun besi beton yang sangat berkarat umumnya tidak boleh digunakan dan harus dibersihkan atau ditolak.
  5. Variasi Densitas Material: Meskipun sangat kecil, variasi komposisi kimia baja dapat menyebabkan densitas sedikit berbeda dari 7850 kg/m³. Pengaruhnya minimal dibandingkan toleransi manufaktur.

Aplikasi Praktis: Menghitung Kebutuhan Besi Beton

Penggunaan tabel berat besi beton SNI dalam proyek konstruksi mengikuti lima langkah sistematis untuk memastikan akurasi perhitungan dan efisiensi material.

Langkah Perhitungan

  1. Identifikasi Spesifikasi Teknis: Tentukan diameter, panjang per batang (biasanya 12 m), dan jumlah batang (n) yang dibutuhkan untuk setiap jenis tulangan. Contoh: tulangan pokok balok D16, sengkang D10.
  2. Hitung Berat per Batang: Lihat kolom "Berat per batang 12m" pada tabel untuk diameter yang dimaksud. Contoh: D16 = 18,936 kg/batang.
  3. Hitung Total Berat Teoritis: Total Berat = Jumlah Batang (n) × Berat per Batang.
  4. Akomodasi Toleransi dan Waste: Tambahkan faktor keamanan untuk toleransi berat dan waste (sisa pemotongan, human error). Faktor ini bervariasi 3–7% tergantung kompleksitas struktur dan pengalaman tim.
  5. Total Berat Pesanan: Total Berat Pesanan ≈ Total Berat Teoritis × (1 + Faktor Waste).

Contoh Perhitungan Lengkap

Sebuah proyek konstruksi membutuhkan 120 batang besi D16 dan 85 batang besi D10. Perhitungan berat total menggunakan tabel SNI adalah sebagai berikut:

Item Diameter Jumlah Berat/Batang (kg) Total Berat (kg)
Tulangan Utama D16 120 batang 18,936 2.272,32
Sengkang D10 85 batang 7,392 628,32
Total Berat Teoritis Keseluruhan 2.900,64
+ Faktor Waste 5% 3.045,67
Total Pesanan (dibulatkan) ≈ 3.046 kg

Hasil perhitungan menunjukkan proyek perlu memesan sekitar 3.046 kg besi beton untuk memenuhi kebutuhan tulangan utama D16 dan sengkang D10, termasuk faktor waste 5% untuk pemotongan dan human error.


Perbandingan dengan Standar Internasional

SNI 2052:2017 secara umum mengadopsi prinsip yang sejalan dengan standar internasional utama untuk besi beton ulir canai panas. Empat standar internasional yang paling sering dijadikan rujukan dirangkum dalam tabel berikut:

Standar Negara/Wilayah Karakteristik Utama Toleransi Berat
SNI 2052:2017 Indonesia Diameter nominal, densitas 7.850 kg/m³, kelas BJTP 24 & BJTU 40, rumus W = d²/162,2. ±4,5% tunggal, ±2,5% rata-rata
ASTM A615/A615M Amerika Serikat Diameter nominal, rumus W = d²/162,3 (mm) atau d²/2,67 (inci). Praktis identik dengan SNI. ±6% per bundle
JIS G 3112 Jepang Diameter nominal dengan densitas 7,85 g/cm³. Dimensi sirip berbeda dengan SNI/ASTM. ±4% (≤16 mm), ±3% (>16 mm)
BS 4449 Britania Raya Densitas 7.850 kg/m³ dan diameter nominal. Kelas kekuatan berbeda (B500A, B500B, B500C). ±4,5% pengiriman tunggal
ISO 6935-2 Internasional Standar harmonisasi global. Densitas 7.850 kg/m³ dan diameter nominal sebagai konsensus. Acuan harmonisasi

Konsensus global menunjukkan bahwa perhitungan berat teoritis besi beton menggunakan densitas baja 7.850 kg/m³ dan diameter nominal sebagai parameter dasar. Perbedaan antar standar terletak pada toleransi berat dan dimensi spesifikasi sirip deformasi.


Inovasi dan Penelitian Material Besi Beton

Riset dari universitas dan lembaga penelitian global terus berfokus pada peningkatan kualitas dan inovasi besi beton untuk memenuhi tuntutan konstruksi modern yang semakin kompleks. Empat arah pengembangan utama saat ini mencakup peningkatan kekuatan, ketahanan korosi, keandalan standar, dan keberlanjutan.

Peningkatan Kekuatan dan Daktilitas

Penelitian metalurgi berfokus pada komposisi kimia dengan penambahan microalloying elements seperti Vanadium dan Niobium, serta optimasi proses canai panas terkontrol (Thermo-Mechanical Controlled Process/TMCP). Tujuan utamanya adalah menghasilkan besi beton kelas tinggi (fy 500 MPa atau 600 MPa) dengan daktilitas yang memadai (rasio fu/fy dan elongasi) tanpa perlu perlakuan panas tambahan.

Ketahanan Korosi

Riset intensif dilakukan pada pelapis seperti epoxy coating dan galvanizing, baja tahan karat (stainless steel rebar), atau baja batang komposit (FRP — Fiber Reinforced Polymer) sebagai alternatif di lingkungan korosif ekstrim seperti jembatan di laut dan daerah industri. SNI saat ini masih fokus pada baja karbon, tetapi kesadaran akan ketahanan jangka panjang terus meningkat.

Pengembangan Standar dan Keandalan

Lembaga seperti Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman (Puskim) Kementerian PUPR di Indonesia terus melakukan pengujian dan pemantauan kualitas besi beton di pasaran. Penekanan pada Quality Control di pabrik dan verifikasi lapangan menjadi fokus utama, terutama untuk struktur tahan gempa.

Keberlanjutan dan Lingkungan

Industri baja global berinvestasi besar dalam teknologi produksi baja ramah lingkungan seperti Electric Arc Furnace (EAF) menggunakan scrap metal dan pengurangan emisi CO₂. Penggunaan besi beton hasil daur ulang (recycled content) menjadi pertimbangan dalam sertifikasi bangunan hijau seperti Greenship Indonesia, LEED, dan BREEAM.


Integrasi Besi Beton dengan Baja Struktur

Meskipun besi beton memegang peranan vital dalam struktur beton bertulang, konstruksi modern berskala besar seperti pabrik, gudang, jembatan bentang panjang, atau gedung bertingkat sering kali menerapkan sistem struktur komposit atau kombinasi material. Dalam sistem terpadu ini, elemen pondasi dan pelat lantai umumnya tetap mengandalkan kekuatan beton bertulang, sementara untuk bagian kolom utama, balok induk, hingga struktur rangka atap kerap menggunakan baja profil seperti WF, H-Beam, UNP, atau CNP.

Sama halnya dengan besi beton yang membutuhkan perhitungan berat presisi, perencanaan elemen baja struktural juga mutlak bergantung pada keakuratan data dimensi dan berat spesifik material. Untuk melengkapi referensi teknis perhitungan material baja struktur yang mendampingi pekerjaan beton, lihat panduan lengkap pada Tabel Profil Baja Lengkap SNI: WF, UNP, CNP, Siku.

Penguasaan referensi data dari kedua material penopang struktur ini — baik besi beton maupun baja profil — akan memberikan fondasi quantity take-off dan perencanaan anggaran proyek yang jauh lebih solid, efisien, dan akurat bagi engineer maupun estimator konstruksi.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa rumus berat besi beton menurut SNI?

Rumus berat teoritis besi beton per meter menurut SNI 2052:2017 adalah W = d² / 162,2 kg/m atau W = d² × 0,006165 kg/m, dengan d adalah diameter nominal besi beton dalam milimeter. Rumus ini didapat dari kombinasi luas penampang lingkaran dan densitas baja 7850 kg/m³.

Apa perbedaan besi beton BJTP 24 dan BJTU 40?

BJTP 24 adalah Baja Tulangan Polos dengan tegangan leleh minimum 240 MPa, umumnya tersedia diameter 6-16 mm. BJTU 40 adalah Baja Tulangan Ulir dengan tegangan leleh minimum 400 MPa, umumnya tersedia diameter 10-32 mm atau lebih besar. BJTU 40 lebih disarankan untuk struktur utama karena kekuatan dan daktilitasnya yang lebih baik.

Berapa toleransi berat besi beton menurut SNI 2052:2017?

SNI 2052:2017 mengizinkan toleransi berat ±4,5% untuk pengiriman tunggal dan ±2,5% untuk pengiriman rata-rata. Toleransi ini mempertimbangkan variasi alami dalam proses canai panas tetapi memastikan konsistensi keseluruhan.

Berapa panjang standar besi beton di Indonesia?

Besi beton di Indonesia umumnya diproduksi dalam panjang standar 12 meter per batang. Panjang lain seperti 6 meter juga tersedia berdasarkan permintaan khusus. Perhitungan berat per batang selalu merujuk pada panjang standar 12 meter.

Berapa berat besi beton diameter 10 mm dan 16 mm?

Berat teoritis besi beton diameter 10 mm adalah 0,616 kg/m atau 7,392 kg per batang 12 meter. Sedangkan besi beton diameter 16 mm beratnya 1,578 kg/m atau 18,936 kg per batang 12 meter. Kedua nilai dihitung menggunakan rumus W = d²/162,2 sesuai SNI 2052:2017.


Lihat Juga

  • Tabel Profil Baja Lengkap SNI: WF, UNP, CNP, Siku
  • Manajemen Konstruksi: Pengertian, Aspek, dan Tahapannya
  • Quality Assurance (QA): Pengertian, Komponen, dan Penerapannya
  • Contoh Laporan Progress Pekerjaan Proyek Excel

Referensi

  1. Badan Standardisasi Nasional. SNI 2052:2017 — Baja Tulangan Beton Canai Panas Ulir. Jakarta: BSN.
  2. Badan Standardisasi Nasional. SNI 8967:2021 — Baja Tulangan Beton Hasil Pengerjaan Dingin. Jakarta: BSN.
  3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. Jakarta: Sekretariat Negara.
  4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Bangunan Gedung. Jakarta: Sekretariat Negara.
  5. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Pedoman Pengawasan Mutu Material Konstruksi Beton Bertulang. Jakarta: Kementerian PUPR.
  6. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman (Puskim), Kementerian PUPR. Kajian Kualitas dan Kinerja Baja Tulangan Beton di Indonesia. Bandung: Puskim.
Location: Indonesia
Share
Tito Reista
Tito ReistaTerverifikasi project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Postingan Sebelumnya: Older Posts Postingan Selanjutnya: Newer Posts

Post a Comment for "Tabel Berat Besi Beton SNI Lengkap"

Kategori

  • civil engineering (233)
  • architecture (138)
  • dwg (128)
  • construction (120)
  • building materials (24)
  • project management (18)
  • reference (17)
  • boq (15)
  • quality management (14)
  • academics (13)
  • energy & utilities (11)
  • quality control (8)
  • applied physics (5)
  • general software (4)
  • transportation (4)
  • heavy equipment (3)
  • interior design (3)
  • engineering software (2)
  • psht (2)

Artikel Populer

Tabel Berat Besi Beton SNI Lengkap Tabel Berat Besi Beton SNI Lengkap Tabel Berat Besi Beton SNI Lengkap Tab… Rumus Perhitungan Hammer Test Beton Excel Rumus Perhitungan Hammer Test Beton Excel Rumus Perhitungan Hammer Test Beton Excel … Desain Menara Toren Air Struktur Baja dengan Tangki Air Baja Kapasitas 5 Ton DWG Desain Menara Toren Air Struktur Baja dengan Tangki Air Baja Kapasitas 5 Ton DWG Desain Menara Toren Air Struktur Baja dengan Tangki Air Baj… Contoh Laporan Progress Pekerjaan Proyek Excel Contoh Laporan Progress Pekerjaan Proyek Excel Contoh Laporan Progress Pekerjaan Proyek E… Cara Install AutoCAD 2007 & 2022 (File Software Terlengkap) Cara Install AutoCAD 2007 & 2022 (File Software Terlengkap) Cara Install AutoCAD Versi 2007 & 2022 dan File Softwar…

Arsip Blog

  • 2026 182
    • July 32
    • June 5
    • May 25
    • April 30
    • March 31
    • February 28
    • January 31
  • 2025 83
    • December 7
    • October 2
    • September 2
    • August 6
    • July 29
    • June 28
      • Gambar Detail Pondasi Footplat AutoCAD
      • Cara Menghitung Volume Pondasi Batu Kali Sesuai St...
      • Gambar Rumah Semi Permanen Setengah Tembok Terbaik
      • Gambar Pondasi Dangkal
      • Gambar Detail Pondasi Batu Kali dan Pondasi Telapak
      • Windsock Adalah Petunjuk Arah Mata Angin
      • Civil Engineering adalah Cabang Ilmu Teknik
      • Analisa Pekerjaan Cut and Fill Tanah sesuai Standa...
      • Standar Cara Uji Slump Beton Segar
      • Contoh S Curve Time Schedule Proyek Excel Kurva S
      • Kode Bangunan Sipil Jalan Pada Pekerjaan Jasa Kons...
      • Perhitungan Produktivitas Alat Berat Excel
      • Teknik Pemindahan Tanah Mekanis
      • Macam Jenis Alat Berat Konstruksi yang Fungsional ...
      • Curing Beton adalah Perawatan Beton setelah Pengec...
      • Pemasangan Rumah Prefabrikasi
      • Gambar Rangka Kayu Rumah Atap Limas Sederhana
      • Spesifikasi Cetakan Batako Manual Tumbuk Berkualit...
      • LPJK adalah Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi
      • Perbedaan Pasir Urug dan Tanah Urug
      • Rumus Perhitungan Hammer Test Beton Excel
      • Kaidah Tangan Kanan Serta Sistem Koordinat
      • Materi Dasar Teknik Sipil
      • Panduan Pasangan Bata Dinding Bangunan
      • Gambar Konstruksi Bangunan: Pengertian dan Klasifi...
      • Surveyor Adalah Pekerjaan Tanah: Memahami Tugas, F...
      • Tabel Berat Wiremesh SNI Terlengkap
      • Tabel Berat Besi Beton SNI Lengkap
    • May 9
Logo Website

About

My photo
Tito ReistaTerverifikasi Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia
project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
View my complete profile
Follow Blog Ini

Halaman

  • About
  • Contact
  • Sitemap
  • Experience
  • PDF to DWG

Aplikasi

Available in the Chrome Web StoreGet it on Google Play

Berlangganan Artikel Baru

Dapatkan pemberitahuan artikel terbaru langsung ke email Anda. Gratis, dan bisa berhenti kapan saja.

Kami menghormati privasi Anda. Tidak ada spam.

© 2026 TITOREISTA. All Rights Reserved.
  • Privacy Policy
  • Terms of Service
  • Disclaimer
  • DMCA
DMCA.com Protection StatusSitus terverifikasi aman