Tabel Berat Besi Beton Ulir & Polos SNI per Meter dan Batang
Tabel Berat Besi Beton Ulir & Polos SNI per Meter dan Batang
Berat besi beton dihitung dari diameter nominalnya: berat per meter ≈ 0,00617 × d² (kg/m, d dalam mm). Contohnya besi ulir S 10 beratnya 0,617 kg/m (7,40 kg per batang 12 m), S 13 beratnya 1,042 kg/m (12,50 kg), dan S 16 beratnya 1,578 kg/m (18,94 kg). Tabel di bawah mengacu pada SNI 2052:2024 untuk baja tulangan polos (BjTP) dan sirip atau ulir (BjTS), lengkap dengan berat per meter, berat per batang 12 m, toleransi, dan rumus perhitungannya.
Data berat ini dipakai oleh insinyur sipil, kontraktor, supplier, dan pengawas lapangan untuk menghitung kebutuhan material dan memeriksa berat tulangan yang diterima di proyek.
Tabel Berat Besi Beton Ukuran Umum
Berat per meter hanya bergantung pada diameter, sehingga besi polos dan ulir dengan diameter sama memiliki berat sama. Kolom terakhir menunjukkan jenis yang tersedia pada ukuran itu menurut daftar ukuran SNI 2052:2024.
| Diameter nominal (mm) | Berat per meter (kg/m) | Berat per batang 12 m (kg) | Perkiraan batang per ton | Tersedia sebagai |
|---|---|---|---|---|
| 6 | 0,222 | 2,66 | 375 | P dan S |
| 8 | 0,395 | 4,74 | 211 | P dan S |
| 10 | 0,617 | 7,40 | 135 | P dan S |
| 12 | 0,888 | 10,66 | 94 | P |
| 13 | 1,042 | 12,50 | 80 | S |
| 14 | 1,208 | 14,50 | 69 | P |
| 16 | 1,578 | 18,94 | 53 | P dan S |
| 19 | 2,226 | 26,71 | 37 | P dan S |
| 22 | 2,984 | 35,81 | 28 | P dan S |
| 25 | 3,853 | 46,24 | 22 | P dan S |
| 29 | 5,185 | 62,22 | 16 | S |
| 32 | 6,313 | 75,76 | 13 | P dan S |
Batang per ton dibulatkan dan mengabaikan toleransi berat. Berat per batang untuk panjang lain = berat per meter × panjang batang. Daftar lengkap tersedia pada tabel polos dan tabel ulir di bawah.
Rumus Menghitung Berat Besi Beton
Penampang besi beton berbentuk lingkaran, dengan massa jenis baja sekitar 7.850 kg/m³. Dari sini diperoleh:
Berat per meter W = 0,785 × A / 100 ≈ 0,00617 × d² ≈ d² / 162,2 (kg/m), dengan d dalam mm
Berat per batang = W × panjang batang (m)
Cara menghitungnya:
- Tentukan jenis dan diameter nominal. Misalnya besi ulir S 16 (diameter nominal 16 mm).
- Ambil berat per meter dari tabel, atau hitung 0,00617 × 16² ≈ 1,58 kg/m (nilai tabel 1,578 kg/m).
- Kalikan dengan panjang batang. Untuk batang 12 m: 1,578 × 12 ≈ 18,94 kg.
- Kalikan dengan jumlah batang untuk mendapatkan total berat kebutuhan.
- Tambahkan faktor kehilangan material (waste) sesuai kebijakan proyek, misalnya 5% untuk pemotongan dan sambungan.
Jenis dan Penamaan Ukuran
SNI 2052 membagi baja tulangan beton menjadi BjTP (polos) dengan ukuran ditulis P (P 6 sampai P 50) dan BjTS (sirip atau ulir) dengan ukuran ditulis S (S 6 sampai S 57). Pada gambar kerja, ukuran lazim ditulis Ø untuk polos (misalnya Ø10) dan D untuk sirip (misalnya D13). Daftar ukuran sirip tidak memuat S 12, sehingga ukuran terdekat adalah S 13. Kelas mutu (BjTP 280 dan BjTS 280, 420, 520, 550, 690), sifat mekanis, dan kode warna ujung diuraikan pada Baja Tulangan Beton: Mutu BjTP dan BjTS Menurut SNI 2052. Pada tabel di bawah, berat per meter dihitung dari diameter nominal tanpa memandang kelas mutu.
Tabel Berat Besi Beton Polos (BjTP)
Baja tulangan polos berpermukaan licin. SNI menetapkan toleransi diameter dan kebundaran untuk jenis ini.
| Ukuran | Luas nominal (mm²) | Berat (kg/m) | Berat per batang 12 m (kg) | Toleransi diameter (mm) |
|---|---|---|---|---|
| P 6 | 28 | 0,222 | 2,66 | ± 0,3 |
| P 8 | 50 | 0,395 | 4,74 | ± 0,4 |
| P 10 | 79 | 0,617 | 7,40 | ± 0,4 |
| P 12 | 113 | 0,888 | 10,66 | ± 0,4 |
| P 14 | 154 | 1,208 | 14,50 | ± 0,4 |
| P 16 | 201 | 1,578 | 18,94 | ± 0,5 |
| P 19 | 284 | 2,226 | 26,71 | ± 0,5 |
| P 22 | 380 | 2,984 | 35,81 | ± 0,5 |
| P 25 | 491 | 3,853 | 46,24 | ± 0,5 |
| P 28 | 616 | 4,834 | 58,01 | ± 0,6 |
| P 32 | 804 | 6,313 | 75,76 | ± 0,6 |
| P 36 | 1.018 | 7,990 | 95,88 | ± 0,8 |
| P 38 | 1.134 | 8,903 | 106,84 | ± 0,8 |
| P 40 | 1.257 | 9,865 | 118,38 | ± 0,8 |
| P 50 | 1.963 | 15,413 | 184,96 | ± 0,8 |
Tabel Berat Besi Beton Ulir atau Sirip (BjTS)
Baja tulangan sirip memiliki sirip melintang untuk meningkatkan lekatan dengan beton. Pada jenis ini, diameter nominal tidak diukur langsung; kesesuaian ukuran dikonfirmasi lewat berat per satuan panjang menurut toleransi berat berikut.
| Ukuran | Luas nominal (mm²) | Berat (kg/m) | Berat per batang 12 m (kg) | Toleransi berat | Rentang berat per batang 12 m (kg) |
|---|---|---|---|---|---|
| S 6 | 28 | 0,222 | 2,66 | ± 7% | 2,48 – 2,85 |
| S 8 | 50 | 0,395 | 4,74 | ± 7% | 4,41 – 5,07 |
| S 10 | 79 | 0,617 | 7,40 | ± 6% | 6,96 – 7,85 |
| S 13 | 133 | 1,042 | 12,50 | ± 6% | 11,75 – 13,25 |
| S 16 | 201 | 1,578 | 18,94 | ± 5% | 17,99 – 19,88 |
| S 19 | 284 | 2,226 | 26,71 | ± 5% | 25,38 – 28,05 |
| S 22 | 380 | 2,984 | 35,81 | ± 5% | 34,02 – 37,60 |
| S 25 | 491 | 3,853 | 46,24 | ± 5% | 43,92 – 48,55 |
| S 29 | 661 | 5,185 | 62,22 | ± 5% | 59,11 – 65,33 |
| S 32 | 804 | 6,313 | 75,76 | ± 4% | 72,73 – 78,79 |
| S 36 | 1.018 | 7,990 | 95,88 | ± 4% | 92,04 – 99,72 |
| S 40 | 1.257 | 9,865 | 118,38 | ± 4% | 113,64 – 123,12 |
| S 43 | 1.452 | 11,400 | 136,80 | ± 4% | 131,33 – 142,27 |
| S 50 | 1.963 | 15,413 | 184,96 | ± 4% | 177,56 – 192,35 |
| S 54 | 2.290 | 17,978 | 215,74 | ± 4% | 207,11 – 224,37 |
| S 57 | 2.552 | 20,031 | 240,37 | ± 4% | 230,76 – 249,99 |
Rentang berat = berat per batang 12 m × (1 ± toleransi). Batang yang beratnya di luar rentang ini berarti tidak memenuhi toleransi berat SNI untuk ukurannya.
Toleransi Berat, Diameter, dan Panjang
Toleransi berat per batang BjTS dihitung dengan rumus berikut dan dibandingkan dengan batas pada tabel:
| Diameter nominal (mm) | Toleransi berat per batang |
|---|---|
| 6 ≤ d ≤ 8 | ± 7% |
| 10 ≤ d ≤ 13 | ± 6% |
| 16 ≤ d ≤ 29 | ± 5% |
| d > 29 | ± 4% |
Contoh: batang S 13 sepanjang 12 m berat nominalnya 12,50 kg. Dengan toleransi ± 6%, berat aktual yang masih diterima berkisar 11,75 sampai 13,25 kg.
Untuk BjTP, SNI menetapkan toleransi diameter (diukur di tiga titik lalu dirata-rata) dan penyimpangan kebundaran:
| Diameter BjTP (mm) | Toleransi diameter (mm) | Penyimpangan kebundaran maks. (mm) |
|---|---|---|
| 6 | ± 0,3 | 0,42 |
| 8 ≤ d ≤ 14 | ± 0,4 | 0,56 |
| 16 ≤ d ≤ 25 | ± 0,5 | 0,70 |
| 28 ≤ d ≤ 32 | ± 0,6 | 0,84 |
| d ≥ 36 | ± 0,8 | 1,12 |
Toleransi panjang hanya ke arah positif, yaitu panjang tidak boleh kurang dari panjang nominal:
| Panjang P (m) | Toleransi panjang (mm) |
|---|---|
| 2 ≤ P < 6 | +40 / 0 |
| 6 ≤ P < 10 | +50 / 0 |
| 10 ≤ P ≤ 15 | +70 / 0 |
Batang 12 m yang lazim beredar di pasar termasuk rentang 10 sampai 15 m dengan toleransi +70 mm.
Cara Mengecek Berat dan Ukuran di Lapangan
Pemeriksaan material ini umumnya menjadi bagian dari tugas Quality Control. Langkah praktisnya:
- Ambil beberapa batang sampel dari tiap ukuran dan kemasan.
- Ukur panjang dan timbang batang, lalu bagi berat dengan panjangnya untuk mendapatkan kg per meter.
- Bandingkan dengan tabel. Pada BjTS, hasil harus berada dalam rentang toleransi berat ukurannya; pada BjTP, periksa juga diameter dengan kaliper.
- Catat hasil dan nomor leburan, lalu cocokkan dengan mill certificate dari pabrik.
Diameter terukur dengan kaliper bisa berbeda dari diameter nominal karena sirip dan toleransi produksi. Itulah sebabnya pada baja sirip pemeriksaan dilakukan dengan berat per meter.
Faktor yang Memengaruhi Berat Aktual
- Toleransi produksi: berat aktual per batang boleh menyimpang dari nominal sebesar toleransi di atas.
- Panjang aktual: tambahan panjang dalam toleransi (+40 sampai +70 mm) menambah berat sedikit.
- Kondisi permukaan: karat tebal atau kotoran melekat mengubah berat timbang, sedangkan karat ringan masih dapat diterima menurut standar.
- Pemotongan dan sambungan: sisa potongan dan panjang lewatan (lap) menambah kebutuhan material di luar berat teoritis.
Menghitung Kebutuhan Besi Beton untuk Proyek
Berat teoritis dari tabel menjadi dasar menghitung kebutuhan material pada beton bertulang dan menyusun RAB proyek. Contoh untuk satu elemen struktur:
| Item | Ukuran | Jumlah | Berat per batang (kg) | Total berat (kg) |
|---|---|---|---|---|
| Tulangan utama | S 16 | 120 batang | 18,94 | 2.272,32 |
| Sengkang | S 10 | 85 batang | 7,40 | 629,34 |
Total berat teoritis = 2.272,32 + 629,34 = 2.901,66 kg. Dengan tambahan waste 5%, kebutuhan pembelian menjadi sekitar 3.046,74 kg (≈ 3,05 ton), yang setara dengan sekitar 161 batang S 16 bila seluruhnya dibeli dalam ukuran itu.
Berat total ini menjadi masukan pada RAB. Contoh penyusunannya tersedia pada halaman contoh RAB bangunan Excel, sedangkan acuan harga material dapat dilihat pada daftar harga bahan bangunan. Untuk tulangan berbentuk anyaman las, lihat tabel berat wiremesh.
Besi Beton dan Baja Struktur
Besi beton dipakai sebagai tulangan di dalam beton, sedangkan profil baja seperti WF, UNP, CNP, dan siku dipakai sebagai elemen struktur baja. Untuk dimensi dan berat profil, lihat Tabel Profil Baja Lengkap SNI: WF, UNP, CNP, Siku. Untuk menghitung berat profil secara mandiri, pelajari juga cara menghitung berat baja WF per meter.
Angka yang disajikan merupakan ringkasan. Untuk keperluan kontrak, pengujian, dan sertifikasi, rujuk dokumen SNI resmi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apa rumus berat besi beton menurut SNI?
Berat per meter besi beton ≈ 0,00617 × d² kg/m (d dalam mm), atau d² / 162,2, dengan massa jenis baja sekitar 7.850 kg/m³. Berat per batang adalah berat per meter dikalikan panjang batang.
Berapa berat besi beton 10 mm?
Besi beton diameter 10 mm beratnya 0,617 kg/m, atau sekitar 7,40 kg per batang 12 m (perkiraan 135 batang per ton).
Berapa berat besi ulir 13 mm?
Besi ulir S 13 beratnya 1,042 kg/m, atau sekitar 12,50 kg per batang 12 m, dengan toleransi berat ± 6%.
Berapa berat besi beton 12 mm?
Besi polos P 12 beratnya 0,888 kg/m atau sekitar 10,66 kg per batang 12 m. Daftar ukuran sirip SNI 2052:2024 tidak memuat S 12; ukuran terdekat adalah S 13 dengan berat 1,042 kg/m.
Berapa berat besi beton 16 mm?
Besi beton diameter 16 mm beratnya 1,578 kg/m, atau sekitar 18,94 kg per batang 12 m (perkiraan 53 batang per ton).
Apa beda berat besi polos dan besi ulir?
Untuk diameter nominal yang sama, berat per meter keduanya sama karena dihitung dari rumus yang sama. Bedanya, besi polos (BjTP) berpermukaan licin dan memiliki toleransi diameter, sedangkan besi ulir (BjTS) bersirip dan dicek lewat toleransi berat.
Berapa toleransi berat besi ulir?
Toleransi berat per batang BjTS menurut SNI 2052:2024 adalah ± 7% untuk diameter 6 sampai 8 mm, ± 6% untuk 10 sampai 13 mm, ± 5% untuk 16 sampai 29 mm, dan ± 4% untuk diameter di atas 29 mm.
Berapa panjang standar besi beton?
SNI 2052:2024 mengatur toleransi panjang untuk rentang 2 sampai 15 m, yaitu +40 mm, +50 mm, atau +70 mm tanpa pengurangan. Batang 12 m adalah panjang yang lazim beredar di pasar.
Lihat Juga
- Selimut Beton (SNI 2847:2019)
- Tabel Mutu Beton K100 hingga K800
- RAB Jembatan Beton Bertulang
- RAB Box Culvert Excel
- Quality Assurance (QA): Pengertian, Komponen, dan Penerapannya
- Contoh Laporan Progress Pekerjaan Proyek Excel
Referensi
- Badan Standardisasi Nasional. SNI 2052:2024 — Baja Tulangan Beton. Jakarta: BSN.
- Badan Standardisasi Nasional. SNI 2052:2017 — Baja Tulangan Beton (edisi sebelumnya). Jakarta: BSN.