Detail Titi Panen Pondasi Batu Mangga 7-12 Meter DWG
Table of Contents
Detail Titi Panen Pondasi Batu Mangga 7-12 Meter DWG
Dokumen teknis ini menyajikan spesifikasi desain struktur bawah (sub-structure) untuk infrastruktur Titi Panen dengan bentang 7 hingga 12 meter. Desain abutment jembatan ini mengadopsi mekanisme dinding penahan tanah tipe gravitasi (gravity wall), yang mengandalkan massa material lokal berupa Pasangan Batu Mangga yang disatukan dengan campuran Cor 1:3:5. Mengingat kondisi tanah dasar perkebunan yang diasumsikan lunak atau gambut, stabilitas vertikal struktur ditingkatkan menggunakan sistem perbaikan tanah hibrida, mengombinasikan pondasi dangkal menerus dengan cerucuk kayu (micropile) diameter 10cm. Konstruksi ini juga menampilkan detail arsitektural fungsional berupa dudukan jembatan (beam seat) yang terintegrasi langsung pada pasangan batu melalui teknik "coakan".
| Parameter Teknis | Spesifikasi Detail |
|---|---|
| Jenis Struktur | Abutment Gravitasi (Gravity Wall) |
| Material Utama | Pasangan Batu Mangga + Cor Beton |
| Campuran Spesi | Rasio 1:3:5 (Semen : Pasir : Agregat) |
| Perbaikan Tanah | Cerucuk Kayu Ø10 cm, Panjang 4 m |
| Lebar Tapak Pondasi | 1200 mm (1.2 Meter) |
| Lebar Atas Abutment | 1000 mm (1.0 Meter) |
| Fitur Dudukan | Sistem Coakan (Notched Beam Seat) |
Denah dan Potongan Pondasi Batu Mangga
Pada gambar kerja Denah Pondasi (Skala 1:10) dan Potongan A/B, terlihat bahwa struktur utama abutment dibangun menggunakan Pasangan Batu Mangga dengan spesi campuran beton 1:3:5. Penggunaan rasio campuran ini mengindikasikan penggunaan beton mutu rendah (lean concrete) atau mortar kuat yang berfungsi sebagai pengikat massa batu kali agar monolit dan mampu menahan gaya lateral tanah aktif. Elemen krusial dalam desain ini adalah penerapan cerucuk kayu sebagai solusi geoteknik untuk stabilisasi tanah lunak, yang berfungsi mentransfer beban vertikal jembatan melewati lapisan tanah permukaan menuju lapisan yang lebih padat melalui gesekan kulit (skin friction).
- Stone Masonry Construction
Penggunaan pasangan batu mangga (batu belah) menciptakan massa struktur yang besar, memberikan stabilitas terhadap guling dan geser melalui berat sendiri (prinsip gravitasi) tanpa memerlukan tulangan tarik yang masif. - Lean Concrete 1:3:5 Mix
Spesifikasi campuran 1 semen : 3 pasir : 5 batu pecah/kerikil digunakan sebagai pengisi (filler) antar batu mangga, memastikan tidak ada rongga udara yang dapat memicu infiltrasi air dan pelapukan struktur dari dalam. - Cerucuk Stabilization
Implementasi cerucuk kayu dengan diameter 10cm dan panjang 4 meter di bawah tapak pondasi berfungsi meningkatkan daya dukung tanah (bearing capacity) dan mengurangi potensi penurunan (settlement) pada tanah lunak. - Beam Seat Mechanism
Detail "Pondasi di Coak" dengan kedalaman tertentu pada kepala abutment berfungsi sebagai pengunci (key) untuk dudukan balok jembatan, mencegah pergeseran lateral struktur atas akibat getaran dinamis kendaraan panen. - Base Dimensioning
Lebar dasar pondasi sebesar 1200 mm dirancang untuk mendistribusikan beban terpusat dari jembatan ke area tanah yang lebih luas, sehingga tegangan tanah yang terjadi tidak melebihi daya dukung izin. - Soil Interface Level
Posisi tapak pondasi diletakkan di bawah Level Tanah Asli, memastikan dasar pondasi terlindung dari gerusan air permukaan (scouring) dan cerucuk kayu tetap berada dalam kondisi jenuh air (submerged) agar awet. - Load Path Distribution
Sistem ini menciptakan jalur beban yang efektif: Beban Jembatan → Balok → Dudukan Coakan → Pasangan Batu → Matras Beton → Kelompok Cerucuk → Tanah Keras.
File DWG
Berikut adalah tautan untuk mengunduh file gambar kerja format DWG CAD yang dapat digunakan sebagai referensi perencanaan teknis di lapangan.

Post a Comment