Desain Menara Tandon Air Beton Tangki Fiber 1100 Liter DWG
Table of Contents
Desain Menara Tandon Air Beton Tangki Fiber 1100 Liter DWG
Desain Menara Tandon Air Beton ini menyajikan analisis struktural dan spesifikasi konstruksi untuk menara air (water tower) berstruktur beton bertulang, yang dirancang khusus untuk menopang tangki air fiber berkapasitas 1100 liter. Menara ini berfungsi sebagai infrastruktur pendukung elevasi (tower structure) guna menghasilkan tekanan gravitasi hidrostatis yang memadai untuk distribusi air bersih pada bangunan fasilitas sosial. Sistem struktur utama mengandalkan portal beton bertulang (Reinforced Concrete Frame) dengan konfigurasi kolom 20/20 cm dan balok pengikat (sloof) yang terintegrasi, mendukung plat lantai beton setebal 8 cm pada elevasi +3.60 meter. Desain ini menawarkan efisiensi ruang dengan jejak tapak (footprint) yang kompak serta penggunaan pondasi dangkal yang disesuaikan untuk beban vertikal terpusat. Uraian berikut mencakup interpretasi data visual dari gambar kerja yang meliputi Denah, Tampak, Potongan, dan Detail Penulangan (Rebar Schedule).
Informasi Umum File
Berdasarkan tinjauan pada kop gambar dan data teknis yang tertera pada dokumen digital, berikut adalah spesifikasi umum dari proyek konstruksi ini:
- Identifikasi Proyek dan Kepemilikan: Bangunan ini merupakan bagian dari Fasilitas Sosial Konvensional Standar (seperti Poliklinik atau fasilitas umum lainnya) yang membutuhkan dukungan distribusi air bersih.
- Spesifikasi Tandon Air: Struktur dirancang untuk menopang Tangki Fiber dengan kapasitas nominal 1.100 Liter dan dimensi tinggi fisik tangki 1.300 mm.
- Dimensi Struktur Utama: Menggunakan sistem rangka kolom beton berdimensi 200x200 mm dengan elevasi lantai kerja tandon berada pada level +3.60 meter dari muka tanah.
- Sistem Pondasi: Mengadopsi sistem pondasi telapak (footplate foundation) beton bertulang yang diletakkan pada kedalaman -0.75 meter.
Tinjauan Teknis dan Analisis Struktural
1. Desain Pondasi dan Struktur Bawah (Substructure)
Stabilitas menara air ini bertumpu pada sistem transfer beban ke tanah melalui pondasi telapak (pad foundation) tipe bujur sangkar dengan dimensi 50x50 cm. Berdasarkan Detail Pondasi, dasar pondasi diletakkan pada elevasi -0.75 meter dari muka tanah (±0.00), yang dikategorikan sebagai pondasi dangkal. Struktur bawah ini diperkuat dengan tulangan utama deform (ulir) atau polos—sesuai notasi Ï•10-150 yang mengindikasikan penggunaan besi diameter 10 mm dengan jarak antar tulangan 150 mm pada dua arah (x dan y). Untuk menjaga rigiditas antar kolom dan meminimalisir penurunan diferensial (differential settlement), terdapat balok pengikat (tie beam/sloof) berukuran 10/15 cm pada elevasi dasar yang menghubungkan keempat titik pondasi.
- Dimensi Tapak Pondasi: 500 x 500 mm dengan ketebalan plat tapak yang proporsional terhadap beban tandon 1,1 ton.
- Kedalaman Galian Efektif: Galian tanah dilakukan hingga elevasi -0.75 m untuk mencapai lapisan tanah keras yang memadai.
- Spesifikasi Tulangan Utama: Menggunakan besi ϕ10 dengan jarak spasial 150 mm (mesh) pada bagian bawah tapak.
- Konfigurasi Sloof Pengikat: Balok sloof beton bertulang ukuran 100 x 150 mm menghubungkan antar kolom pada level pondasi.
- Tulangan Sloof: Menggunakan tulangan utama 4ϕ10 (empat batang diameter 10 mm) dengan sengkang ϕ6-150.
- Detail Kolom Pedestal: Kolom diteruskan dari tapak pondasi hingga sloof dengan dimensi konsisten.
- Lapisan Pasir Urug: Terdapat indikasi lapisan perbaikan tanah di bawah pondasi (sesuai standar Detail Pondasi).
2. Struktur Menara dan Arsitektur (Superstructure)
Struktur atas (superstructure) menara didesain dengan modul grid as-ke-as sejauh 150 cm, menciptakan bentuk menara yang ramping namun stabil. Elemen vertikal utama terdiri dari empat buah Kolom Beton 20/20 (200x200 mm) yang menjulang hingga ketinggian +3.60 m. Secara arsitektural, sebagaimana terlihat pada Tampak A dan Tampak B, menara ini tidak hanya berupa rangka terbuka, namun dilengkapi dengan elemen dinding atau sirip penutup yang memberikan estetika lebih rapi serta perlindungan terhadap pipa plambing. Aksesibilitas untuk perawatan tandon diakomodasi melalui sisi yang terbuka atau tangga inspeksi (implisit pada desain fasilitas standar). Dimensi kolom 20/20 cm dinilai sangat memadai untuk menahan beban aksial dari tandon air berkapasitas 1100 liter beserta beban angin yang bekerja pada ketinggian tersebut.
- Spesifikasi Kolom Utama: Kolom beton bertulang dimensi 200 x 200 mm (K1).
- Ketinggian Efektif Menara: Elevasi plat lantai tandon berada pada level +3.60 m di atas muka tanah.
- Modul Grid Struktur: Jarak antar sumbu kolom adalah 1500 mm (1,5 m), menghasilkan footprint yang efisien.
- Tulangan Utama Kolom: Menggunakan 4 batang besi diameter 12 mm (4ϕ12) pada setiap kolom utama.
- Penulangan Geser Kolom: Sengkang (begel) menggunakan besi polos diameter 6 mm dengan jarak 150 mm (ϕ6-150).
- Estetika Tampak Bangunan: Fasad bangunan menampilkan garis vertikal tegas dengan penutup parsial pada sisi-sisi tertentu.
- Komponen Atap Pelindung: Terlihat adanya struktur penutup/atap ringan di atas tandon untuk melindungi tangki fiber dari paparan sinar UV langsung.
3. Detail Plat Lantai dan Penulangan (Connection Details)
Plat lantai beton (Concrete Slab) pada elevasi +3.60 m berfungsi sebagai diafragma kaku sekaligus penopang langsung beban tangki air. Berdasarkan Denah Plat Bordes dan Potongan 1-1, plat beton ini memiliki ketebalan 8 cm (T=8 cm). Ketebalan ini dirancang untuk menahan beban mati struktur dan beban hidup (air) secara aman. Sistem penulangan plat menggunakan besi diameter 8 mm dengan jarak 100 mm (ϕ8-100), yang dipasang secara menyilang (dua arah). Detail sambungan balok ke kolom (Beam-Column Joint) pada Detail A menunjukkan penyaluran gaya momen yang monolit, di mana tulangan balok dan plat ditanamkan ke dalam inti kolom untuk menjamin kekakuan portal (frame rigidity) terhadap gaya lateral.
- Ketebalan Plat Beton: Plat lantai dirancang dengan ketebalan 80 mm (8 cm).
- Detail Penulangan Plat: Menggunakan besi ϕ8 dengan jarak 100 mm (rapat) untuk menahan momen lentur akibat beban air.
- Koneksi Balok ke Plat: Balok penopang plat terintegrasi secara monolit dengan plat lantai pada elevasi +3.60.
- Dimensi Balok Atas: Balok yang menopang plat memiliki dimensi yang kompatibel dengan lebar kolom (terlihat pada Detail A).
- Tulangan Balok Atas: Menggunakan konfigurasi tulangan utama yang serupa dengan sloof atau disesuaikan dengan momen positif/negatif tumpuan.
- Kolom Praktis Tambahan: Terdapat spesifikasi "Kolom Praktis Menara" dan "Kolom Praktis 10/10" untuk pengaku dinding arsitektural.
- Detail Angkur: Penjangkaran tulangan plat kedalam balok/kolom dilakukan dengan panjang penyaluran yang standar.
File DWG
Untuk keperluan referensi desain, studi detail sambungan, atau implementasi konstruksi menara air beton skala kecil, Anda dapat mengunduh file gambar kerja asli (CAD Format) melalui tautan di bawah ini. File ini menyajikan skala yang presisi (1:50, 1:20, 1:10) untuk setiap elemen struktur yang telah dibahas di atas.

Post a Comment