Water Treatment Plant Design DWG
Table of Contents
Water Treatment Plant Design DWG
Dokumen teknis ini menyajikan detail rekayasa sipil untuk instalasi pengolahan air (Water Treatment Plant) dengan kapasitas 20 ton, yang dirancang untuk memenuhi standar kebutuhan pengolahan air bersih skala industri. Desain ini mengintegrasikan struktur beton bertulang komposit dengan sistem pemipaan gravitasi dan mekanis untuk memastikan efisiensi proses pengadukan, pengendapan, dan penampungan air bersih. Konfigurasi struktur mencakup elemen struktur bawah berupa pondasi pelat setempat (foot plate) yang terintegrasi dengan balok sloof, serta struktur atas yang terdiri dari dinding beton bertulang kedap air (watertight concrete walls), pelat lantai, dan sistem drainase terpadu. Tujuan rekayasa dari desain ini adalah menciptakan sistem hidrolis yang stabil terhadap tekanan hidrostatik internal maupun eksternal, didukung oleh detail penulangan spesifik dan lapisan waterproofing membrane untuk menjamin durabilitas jangka panjang struktur terhadap korosi dan kebocoran.
Informasi Umum File
Berikut adalah spesifikasi administratif dan teknis dari dokumen gambar kerja yang dianalisis:
- Identifikasi Berkas Utama
Merujuk pada dokumen gambar kerja teknis untuk sistem instalasi pengolahan air bersih dengan standar konstruksi sipil yang memadai. - Karakteristik Visual Gambar
Menyajikan proyeksi ortogonal lengkap meliputi denah struktur, denah pondasi, potongan melintang dan memanjang, serta detail penulangan elemen struktural. - Struktur Konten Dokumentasi
Terbagi menjadi tiga segmen utama: desain struktur bak dan kompartemen, detail pondasi dan lapisan tanah dasar, serta skematik sistem pemipaan dan tampak arsitektural. - Total Lembar Gambar
Terdiri dari 3 halaman dokumen teknis yang digambar dengan skala referensi 1:100, 1:25, dan 1:50.
Data Teknis & Spesifikasi Material
Tabel ini berfungsi sebagai referensi cepat untuk kebutuhan estimasi biaya (Bill of Quantities) maupun kontrol kualitas di lapangan.
| Kategori | Item Spesifikasi | Detail Teknis / Data Referensi |
|---|---|---|
| Identitas Proyek | Tipe Fasilitas | Water Treatment System (Kapasitas 20 Ton) |
| Spesifikasi Struktur | Material Utama | Beton Bertulang (Reinforced Concrete) |
| Pelapis Dinding | Waterproofing Membrane + Plester | |
| Tulangan Dinding & Lantai | Besi φ12-200, φ8-200, φ8-150 | |
| Struktur Pondasi | Foot Plate / Pelat Setempat dengan Tie Beam | |
| Lapisan Dasar (Subgrade) | Pasir Urug Dipadatkan & Lantai Kerja | |
| Geometri & Dimensi | Elevasi Puncak Dinding | +2.00 meter dari muka tanah |
| Elevasi Dasar Struktur | ±0.00 (Elevasi Struktur) hingga -1.05 (Drain) | |
| Kemiringan Lantai (Slope) | 2% (miring ke arah pipa drainase) | |
| Sistem Mekanikal (MEP) | Spesifikasi Pipa | Pipa PVC Kelas "AW" (Pressure Pipe) |
| Jenis Pipa Terpasang | Pipa Overflow, Pipa Outlet, Pipa Drain, Pipa Berlubang | |
| Diameter Pipa Utama | 3" (Overflow), 4" (Drain/Outlet - estimasi dari kode '04') |
Uraian Teknis Per Halaman
1. Denah Layout Struktur Bak dan Detail Penulangan
Halaman ini menguraikan konfigurasi spasial dari unit pengolahan yang terbagi menjadi tiga kompartemen utama: Ruang Pengaduk, Ruang Pengendapan, dan Ruang Penampungan, yang dihubungkan oleh sistem sirkulasi internal. Fungsi komponen dinding beton bertulang dirancang tidak hanya sebagai pemisah antar ruang, tetapi juga sebagai elemen penahan beban lateral akibat tekanan air. Gambar kerja menampilkan elevasi struktur kritis pada level +2.00 untuk bibir atas dan variasi level dasar hingga -1.05 untuk area drain, yang menunjukkan adanya manajemen aliran gravitasi melalui kemiringan lantai (slope) sebesar 2%. Interaksi antar elemen terlihat pada detail pertemuan dinding dan pelat lantai yang diperkuat dengan tulangan diameter 8mm dan 12mm jarak 200mm, serta aplikasi waterproofing membrane dan plesteran untuk mencegah seepage. Dampak struktural dari konfigurasi ini menjamin kekakuan bak terhadap beban dinamis fluida selama operasional.
- Zonasi Kompartemen Fungsional
Menjelaskan pembagian area proses menjadi ruang pengaduk, pengendapan, dan penampungan untuk optimalisasi tahapan treatment air. - Hierarki Elevasi Vertikal
Menetapkan acuan level struktur dari +0.00 hingga +2.00 meter untuk kontrol ketinggian air dan akses perawatan. - Spesifikasi Tulangan Dinding
Merinci penggunaan besi beton diameter 8mm dan 12mm dengan jarak sengkang 150-200mm untuk menahan momen lentur dinding. - Manajemen Kemiringan Lantai
Mendetailkan penerapan slope 2% pada lantai dasar bak untuk memfasilitasi pengurasan lumpur menuju titik drain. - Proteksi Kedap Air
Menguraikan lapisan waterproofing membrane dan plester pada dinding beton sebagai barier utama terhadap kebocoran air. - Analisis Potongan Melintang
Memvisualisasikan ketebalan struktur dan hubungan vertikal antar elemen melalui Potongan I-I dan II-II. - Detail Sambungan Sudut
Memperlihatkan teknik penulangan pada pertemuan dinding (haunch) untuk mendistribusikan tegangan sudut secara efektif.
2. Denah Pondasi dan Stratigrafi Lapisan Dasar
Subbab ini berfokus pada sistem transfer beban dari struktur atas ke tanah dasar melalui konfigurasi pondasi grid yang simetris. Gambar Denah Pondasi menampilkan penggunaan balok pengikat (tie beam) yang menghubungkan titik-titik kolom untuk meningkatkan kekakuan lateral struktur terhadap potensi penurunan diferensial. Uraian teknis pada potongan detail memperlihatkan komposisi lapisan bawah tanah yang terdiri dari pasir urug dipadatkan setebal 10 cm dan lantai kerja (lean concrete) setebal 5 cm sebagai persiapan alas cor. Penulangan elemen pondasi menggunakan besi diameter 8mm dengan jarak 150mm secara menyilang, dirancang untuk menahan gaya angkat (uplift) tanah maupun beban gravitasi struktur. Tujuan rekayasa dari detail ini adalah menciptakan basis yang stabil dan rata (elevasi ±0.00 struktur) bagi konstruksi bak air di atasnya.
- Konfigurasi Grid Pondasi
Menjelaskan tata letak sumbu struktural yang membentuk pola kotak untuk distribusi beban yang merata ke tanah. - Stratigrafi Lapisan Pendukung
Merinci urutan lapisan pasir urug padat dan lantai kerja beton kurus di bawah pelat pondasi. - Detail Penulangan Plat
Menguraikan spesifikasi besi tulangan rangkap diameter 8mm-150mm pada pelat pondasi. - Integritas Balok Sloof
Menjelaskan fungsi balok pengikat dengan tulangan utama diameter 12mm untuk mengunci pergerakan horizontal antar kolom. - Elevasi Dasar Desain
Menetapkan titik acuan ±0.00 sebagai level referensi utama konstruksi struktur bawah. - Sistem Proteksi Bawah Tanah
Mendetailkan penggunaan membran kedap air di bawah struktur beton untuk mencegah kapilaritas air tanah. - Dimensi Elemen Struktural
Menyajikan ukuran geometri pelat dan balok yang proporsional terhadap kapasitas beban 20 ton.
3. Skematik Pemipaan dan Tampak Arsitektural
Halaman terakhir menyajikan aspek MEP (Mechanical, Electrical, Plumbing) dan estetika visual bangunan melalui gambar tampak dan diagram isometri pipa. Sistem utilitas dirancang menggunakan pipa PVC kelas AW yang tahan tekanan, mencakup Pipa Overflow berdiameter 3 inci, Pipa Outlet 4 inci, dan Pipa Drain 4 inci. Diagram juga memperlihatkan penggunaan pipa berlubang (perforated pipe) diameter 4 inci yang berfungsi dalam proses filtrasi atau distribusi air baku. Tampak A, B, dan C memberikan visualisasi elevasi luar dinding bak, memperlihatkan posisi manhole atau akses pemipaan yang menembus dinding struktur. Integrasi antara pekerjaan sipil (lubang sparing) dan mekanikal sangat krusial di sini untuk menghindari pembobokan beton pasca-konstruksi yang dapat merusak lapisan kedap air.
- Mekanisme Kontrol Level
Menjelaskan fungsi pipa Overflow 3 inci untuk mencegah meluapnya air melebihi kapasitas tangki. - Sistem Distribusi Outlet
Merinci jalur pipa keluaran utama berdiameter 4 inci untuk menyalurkan air bersih hasil olahan. - Jalur Pengurasan Dasar
Menguraikan konfigurasi pipa Drain 4 inci yang terhubung dengan kemiringan lantai untuk pembersihan endapan. - Teknologi Pipa Perforasi
Menjelaskan peran pipa berlubang dalam mendistribusikan aliran air secara merata di dalam media filter. - Visualisasi Tampak Eksterior
Menyajikan perspektif ortogonal dari sisi A, B, dan C untuk verifikasi estetika dan posisi utilitas luar. - Spesifikasi Material Pipa
Menetapkan standar pipa PVC kelas AW yang memiliki ketahanan tekanan kerja tinggi untuk sistem WTP. - Integrasi Sipil-Mekanikal
Menjelaskan koordinasi posisi lubang pipa pada dinding beton untuk memastikan kerapian instalasi.
File DWG
Bagian ini menyediakan akses langsung bagi para insinyur, arsitek, dan drafter untuk mengunduh file gambar kerja asli dalam format CAD. File ini berfungsi sebagai referensi teknis yang dapat diedit untuk keperluan studi, modifikasi desain, atau referensi proyek sejenis.



Post a Comment