Pos Jaga 2x2m Pondasi Batu Kali DWG
Table of Contents
Pos Jaga 2x2m Pondasi Batu Kali DWG
Dokumen ini merupakan engineering drawing hasil plot dari CAD untuk bangunan kecil bertajuk (Pos Jaga 2x2m Pondasi Batu Kali), disajikan sebagai paket gambar kerja arsitektur--struktur yang menggabungkan denah, tampak, denah pondasi, potongan, detail pondasi batu kali, detail elemen beton bertulang (sloof, kolom praktis, ring balok), serta denah instalasi listrik dan detail rangka atap (denah perkayuan kap dan tipe kuda-kuda). Elemen struktur bawah yang tampak meliputi pondasi batu kali, lapisan pasir urug, tanah urug dipadatkan, serta lantai beton campuran 1:3:5 (dihaluskan) pada elevasi acuan ±0.00 dengan penanda elevasi lain seperti -0.10; sedangkan struktur atas ditunjukkan melalui konfigurasi dinding pasangan bata (termasuk keterangan pas. bata rolaag), kolom praktis, ring balok 15×15, serta sistem atap zincalum berikut komponen rabung dan listplank. Tujuan rekayasa yang terbaca dari konfigurasi komposit ini adalah menghadirkan bangunan pos jaga berukuran 2×2 m yang stabil melalui jalur beban yang jelas dari rangka atap ke ring balok/kolom praktis dan diteruskan ke sloof serta pondasi batu kali, sekaligus memastikan keterbacaan detail pelaksanaan melalui potongan teknis, detail penulangan/angkur yang digambar, dan layout utilitas listrik pada denah terpisah. Istilah seperti mini pile, abutment, wing wall, shear connector, plate deck, pelat lantai (jembatan), heling, dan saluran drainase tidak tercantum/tergambar pada lembar-lembar dokumen ini; karena itu bagian tersebut tidak dapat diuraikan sebagai komponen dari sistem pada gambar.
Ringkasan Spesifikasi Teknis
| Parameter | Nilai (sesuai dokumen) |
|---|---|
| Nama paket gambar | (POS JAGA 2x2) |
| Ukuran bangunan (denah) | 2×2 m (modul utama terbaca 2.000 mm / 200) |
| Total lembar gambar | 3 lembar (Lembar 01--03) |
| Ukuran kertas | A4 (layout terplot; tampil lanskap/rotasi) |
| Skala gambar | 1:50 (denah/tampak/denah pondasi/potongan), 1:20 (detail pondasi & tipe kuda-kuda), 1:10 (detail sloof/ring balok/kolom praktis), 1:100 (denah instalasi listrik) |
| Elevasi acuan lantai | ±0.00 |
| Elevasi lain yang ditandai | -0.10 (area tepi tertentu) |
| Pondasi | Pondasi batu kali |
| Lapisan bawah lantai | Pasir urug; tanah urug dipadatkan |
| Lantai | Lantai beton 1:3:5 (dihaluskan) |
| Sloof | Sloof (detail tulangan disajikan) |
| Ring balok | Ring balok 15×15 |
| Kolom | Kolom praktis (detail tulangan disajikan) |
| Notasi tulangan (contoh) | 4 Ø10; Ø6-150 |
| Penutup atap | Atap zincalum; rabung zincalum |
| Rangka atap (detail) | Denah perkayuan kap; tipe kuda-kuda K1 dan 1/2 K1 |
| Pengikat rangka atap | Besi stek Ø10 pengikat kuda-kuda |
| Finishing tepi atap | Listplank 3/25 |
| Denah instalasi listrik | TL 10W merk Phillips; saklar tunggal inbow merk Broco; kabel NYA 2×2,5 mm² |
Informasi Umum File
Berkas merupakan DWG hasil plot CAD berisi tiga lembar A4 yang menata beberapa tampilan gambar kerja pos jaga 2×2 m (denah, tampak, potongan, detail pondasi, detail elemen beton bertulang, instalasi listrik, dan detail kuda-kuda/kap) dengan skala bervariasi sesuai kebutuhan keterbacaan detail.
- Identifikasi berkas utama
(POS JAGA 2x2) dan pembagian lembar 01--03. - Orientasi lembar terplot
Setiap halaman berformat A4 dengan rotasi tampilan sehingga layout gambar berada pada bidang kerja lanskap. - Pola skala multi-detail
Skala yang dituliskan mencakup 1:50 (denah/tampak/denah pondasi), 1:20 (detail pondasi dan tipe kuda-kuda), 1:10 (detail sloof/ring balok/kolom praktis), dan 1:100 (denah instalasi listrik). - Rekap jumlah lembar
Total 3 halaman/lembar gambar yang masing-masing memiliki judul lembar dan blok informasi skala AS SHOWN.
Uraian Teknis Per Halaman
1. Denah dan Empat Tampak Arsitektural Pos Jaga Skala 1:50
Lembar 01 berfungsi sebagai ringkasan bentuk arsitektural melalui satu denah dan empat tampak (Tampak-1 s.d. Tampak-4) pada skala 1:50, sehingga pembaca memperoleh pemahaman menyeluruh terhadap geometri pos jaga 2×2 m sebelum masuk ke detail struktur. Denah memperlihatkan bidang bangunan berbentuk persegi dengan garis tebal sebagai batas luar dan bidang dalam yang menampilkan ketebalan elemen dinding/struktur pada perimeter, disertai penanda elevasi ±0.00 sebagai acuan level lantai dan anotasi elevasi lain seperti -0.10 pada sisi tertentu yang mengindikasikan perbedaan level pada area tepi/sekitar lantai. Pada denah juga terlihat garis potongan dengan penanda huruf (mis. A dan B) serta simbol referensi detail bernomor yang mengarahkan pembacaan ke lembar lain, menegaskan bahwa denah ini dipakai sebagai hub koordinasi antar gambar. Empat tampak menampilkan profil atap pelana dengan garis penutup atap yang digambar dominan, serta bidang dinding/struktur vertikal yang bersih tanpa pembagian bukaan yang dirinci pada lembar ini; pendekatan ini lazim pada engineering drawing tahap koordinasi untuk memperlihatkan proporsi dan elevasi umum, sementara elemen struktural dan materialnya diuraikan pada potongan dan detail pondasi.
- Jejak dimensi denah
Rangkaian angka dimensi pada sisi denah menunjukkan modul utama 2.000 mm (dibaca sebagai 200) dengan pembagian jarak tepi 800 mm (80) pada kedua sisi, memberi kontrol ukuran bidang luar terhadap bidang dalam. - Rujukan potongan A--B
Simbol garis potongan dan penanda huruf pada denah mengikat hubungan denah--potongan agar sistem struktur atas dan bawah dapat ditelusuri sepanjang garis yang sama. - Marka elevasi lantai
Penulisan ±0.00 pada denah menegaskan datum ketinggian lantai yang kemudian konsisten dipakai pada potongan untuk membaca elevasi relatif. - Indikasi level -0.10
Anotasi -0.10 pada area tepi menunjukkan adanya bagian yang berada 0,10 m lebih rendah dari datum, yang secara konfigurasi memengaruhi detail pertemuan lantai--tepi dan pembacaan potongan. - Empat orientasi tampak
Keberadaan Tampak-1 sampai Tampak-4 memperlihatkan strategi dokumentasi 4 sisi sehingga bentuk atap dan bidang vertikal dapat diperiksa dari seluruh arah tanpa mengandalkan satu tampak saja. - Silhouette atap pelana
Profil atap segitiga simetris pada seluruh tampak mengindikasikan satu tipologi rangka atap yang kemudian dipertegas pada lembar 03 melalui detail kuda-kuda dan denah kap. - Blok judul Lembar 01
Judul DENAH & TAMPAK dan penanda LEMBAR 01 mengunci identitas konten halaman sebagai pengantar tata letak arsitektural.
2. Denah Pondasi, Potongan A--B, Detail Pondasi, Detail Beton Bertulang, dan Denah Instalasi Listrik
Lembar 02 memindahkan fokus dari bentuk umum ke sistem struktur dan utilitas melalui komposisi beberapa gambar yang saling melengkapi: Denah Pondasi (1:50), Potongan-A dan Potongan-B (1:50), Detail Pondasi (1:20), detail penampang elemen beton bertulang (Sloof, Ring Balok, Kolom Praktis masing-masing 1:10), serta Denah Instalasi Listrik (1:100). Denah pondasi memperlihatkan lapis batas berjenjang dari perimeter luar menuju bidang dalam, dengan label komponen yang terbaca seperti PONDASI BATU KALI, SLOOF, dan KOLOM PRAKTIS, serta keterangan pas. bata rolaag pada sisi tertentu; penempatan label tersebut menunjukkan jalur sistem struktur bawah--atas: pondasi batu kali sebagai tumpuan di bawah, sloof sebagai pengikat di atas pondasi, dan kolom praktis sebagai elemen vertikal yang meneruskan beban ke sloof. Potongan A dan B memperlihatkan hubungan vertikal dari rangka atap (digambar garis merah) ke RING BALOK 15×15, turun ke bidang dinding/kolom, lalu ke detail lantai dan pondasi; pada potongan, lantai diberi keterangan LANTAI BETON 1:3:5 DIHALUSKAN yang berada pada datum ±0.00, serta penanda elevasi tepi -0.10 yang konsisten dengan denah. Detail pondasi menunjukkan konfigurasi pondasi batu kali dalam galian dengan dimensi dasar yang terbaca (misalnya 40) dan kedalaman yang ditandai, ditambah lapisan PASIR URUG serta TANAH URUG DIPADATKAN, memperlihatkan bahwa stabilitas sistem dipertegas melalui pengendalian media tanah dan lapisan peralihan di bawah lantai. Pada detail sloof/ring balok/kolom praktis, terlihat simbol tulangan dengan notasi seperti 4 Ø10 dan sengkang Ø6-150, yang berperan mengendalikan kapasitas elemen beton bertulang pada penampang kecil. Sementara itu, denah instalasi listrik menyajikan legenda yang terbaca seperti TL 10W merk Phillips, saklar tunggal inbow merk Broco, dan kabel NYA 2×2,5 mm², sehingga utilitas dasar sudah dikoordinasikan pada level denah.
- Kunci label pondasi
Penempatan teks PONDASI BATU KALI pada denah pondasi menegaskan bahwa elemen tumpuan utama yang didesain adalah pondasi pasangan batu kali, bukan pondasi tiang. - Jalur beban ring balok
Notasi RING BALOK 15×15 pada potongan menunjukkan simpul distribusi beban atap menuju elemen vertikal sebelum diteruskan ke sloof dan pondasi. - Spesifikasi lantai 1:3:5
Keterangan LANTAI BETON 1:3:5 DIHALUSKAN mengikat keputusan material lantai pada potongan dan detail, sehingga pembacaan fungsi lantai tidak terlepas dari sistem pondasi dan urug. - Lapisan urug terkontrol
Kehadiran label PASIR URUG dan TANAH URUG DIPADATKAN pada detail pondasi menandakan pengendalian lapisan tanah sebagai bagian integral dari performa lantai dan pondasi. - Notasi tulangan 4Ø10
Gambar penampang sloof/ring balok/kolom praktis menampilkan tulangan pokok 4 Ø10 sebagai informasi kapasitas tarik minimum pada elemen beton bertulang yang digambarkan. - Sengkang Ø6-150
Penggambaran sengkang Ø6-150 pada penampang elemen memperlihatkan pengikatan tulangan longitudinal untuk kekangan (confinement) dan stabilitas geser sesuai detail penulangan. - Legenda utilitas listrik
Legenda TL 10W, saklar tunggal, dan kabel NYA 2×2,5 mm² menjelaskan bahwa layout konstruksi tidak hanya struktur, namun juga utilitas dasar yang dipetakan pada denah tersendiri.
3. Denah Perkayuan Kap dan Tipe Kuda-Kuda untuk Atap Zincalum
Lembar 03 secara khusus menguraikan sistem atap melalui dua potongan rangka KUDA-KUDA K1 dan KUDA-KUDA 1/2 K1 (keduanya skala 1:20) serta DENAH PERKAYUAN KAP (skala 1:50). Pada potongan kuda-kuda, lapisan penutup atap diberi keterangan ATAP ZINCALUM dan pada puncak diberi RABUNG ZINCALUM, disertai dimensi elemen kayu yang ditulis berulang seperti 5/10 dan 10/10 pada batang-batang tertentu, sehingga pembaca dapat menelusuri ukuran komponen rangka yang membentuk segitiga atap pelana. Terdapat pula anotasi BESI STEK Ø10 PENGIKAT KUDA-KUDA yang menunjukkan adanya pengikat/angkur baja untuk menghubungkan rangka atap ke struktur di bawahnya, dan keterangan LISTPLANK 3/25 pada tepi atap yang mengindikasikan komponen finishing tepi sekaligus elemen penutup yang mengikuti garis overstek. Denah perkayuan kap memperlihatkan bentuk persegi dengan garis diagonal menuju titik tengah, memetakan arah elemen kap/ikat-ikat dalam rencana, serta label pembagian tipe (mis. penempatan K1 dan 1/2 K1) sehingga konsistensi antara denah dan potongan kuda-kuda dapat diverifikasi. Hubungan strukturalnya jelas: rangka kuda-kuda menyalurkan beban penutup atap ke titik tumpuan di tepi, yang pada potongan ditunjukkan bertumpu pada elemen bawah yang diberi label RING BALOK 15×15, sehingga integrasi atap--ring balok menjadi bagian dari sistem komponen beton bertulang yang telah dikenalkan pada lembar 02.
- Material penutup zincalum
Penyebutan ATAP ZINCALUM dan RABUNG ZINCALUM mendefinisikan sistem penutup atap dan komponen puncak sebagai satu kesatuan yang ditangkap langsung pada potongan kuda-kuda. - Ukuran batang 5/10
Notasi 5/10 yang muncul pada beberapa batang rangka menunjukkan dimensi elemen kayu tertentu yang berulang dalam sistem kuda-kuda. - Batang utama 10/10
Notasi 10/10 pada bagian puncak/elemen tertentu menandai adanya anggota rangka dengan dimensi lebih besar yang berperan sebagai elemen utama pada konfigurasi. - Angkur besi stek Ø10
Keterangan besi stek Ø10 sebagai pengikat kuda-kuda menyajikan mekanisme koneksi rangka atap ke struktur bawah yang memengaruhi kestabilan terhadap gaya angin/angkat. - Finishing listplank 3/25
Label listplank 3/25 menjelaskan elemen tepi atap yang sekaligus mengendalikan garis overstek dan penutupan ujung rangka. - Rencana denah kap
Denah perkayuan kap (1:50) memetakan tata letak elemen kap secara planimetris sehingga posisi kuda-kuda tipe K1 dan 1/2 K1 dapat ditelusuri pada bidang 2×2 m. - Tumpuan ring balok 15×15
Penunjukan ring balok 15×15 pada potongan kuda-kuda mengikat interaksi antara sistem rangka atap dan elemen beton bertulang pada tepi dinding/kolom.
File DWG
Bagian berikut disediakan sebagai akses ke file DWG asli yang menjadi sumber gambar kerja sehingga seluruh engineering drawing, dimensi, detail penulangan, potongan teknis, serta anotasi elemen struktural dapat ditelusuri kembali pada data desain asli.



Post a Comment