Teknik Guntingan Pencak Silat PSHT
Table of Contents
Teknik Guntingan Pencak Silat PSHT
Dalam tradisi Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), teknik guntingan pencak silat muncul bukan hanya sebagai gerakan fisik, tetapi juga sebagai cerita tentang kecermatan, timing, dan keberanian. Seorang pesilat yang menguasai guntingan belajar membaca ritme lawan, menempatkan kaki dan panggulnya dengan tepat, serta memadukan tenaga dan keseimbangan agar lawan kehilangan poros dan jatuh dengan terkendali. Halaman ini mengurai teknik guntingan secara ensiklopedis dengan gaya penceritaan yang mengalir, sehingga pembaca mendapat gambaran teknis sekaligus makna filosofis di balik setiap gerakan.
Filosofi dan Konteks Teknik Guntingan
Guntingan dalam PSHT merupakan salah satu variasi takedown yang menuntut kehati-hatian dan kontrol. Secara etis teknik ini diajarkan untuk mengakhiri konflik dengan minimal kekerasan, serta untuk melatih ketenangan dan rasa tanggung jawab. Dalam latihan, guntingan melatih koordinasi kaki, kekuatan paha, dan sensitivitas terhadap pusat berat lawan. Secara historis, guntingan berkembang sebagai adaptasi teknik perang dan bergulat yang disesuaikan dengan prinsip kesatria PSHT, yaitu menjaga martabat dan keselamatan semua pihak.
Gambar Teknik Guntingan PSHT 1
Gambar ini menggambarkan urutan awal teknik guntingan yang sederhana dan mendasar. Instruksi visual menunjukkan langkah-langkah berikut secara umum, tanpa penomoran formal agar alur bacaan tetap natural:
- Kedua tangan memegang tangan kanan lawan, kemudian bertransisi ke posisi kontrol yang memudahkan pesilat memasang kaki.
- Kedua tangan memegang tangan kiri lawan pada variasi lain, sebagai persiapan untuk memasukkan kaki yang akan menjepit paha lawan.
Penekanan pada gambar ini adalah pada posisi tangan yang stabil dan peluang masuknya kaki untuk melakukan guntingan. Gerakan digambarkan sebagai rangkaian manuver takedown yang bertahap, lengkap dengan catatan kecil mengenai sudut tubuh dan arah dorongan.
Gambar Teknik Guntingan PSHT 2
Gambar kedua memperlihatkan variasi guntingan yang lebih dinamis, sering dikaitkan dengan istilah tendangan gunting atau scissoring takedown. Diagram menampilkan urutan gerakan dari posisi awal hingga lawan terjatuh, dengan fokus pada elemen-elemen berikut:
- Persiapan, termasuk penempatan kaki kiri terhadap kaki lawan sehingga betis lawan menyentuh lutut pesilat, dan posisi kaki kiri yang diarahkan ke dada lawan.
- Putaran tubuh yang memanfaatkan momentum untuk menjatuhkan lawan, sambil menjaga satu lutut menempel di punggung lawan sebagai penopang kontrol.
- Variasi lompat di mana ujung kaki diarahkan ke atas dan kaki satunya menyerang sehingga lawan kehilangan keseimbangan.
Gambar ini menekankan sinkronisasi antara loncatan, sisipan kaki, dan putaran badan untuk menghasilkan takedown yang efektif dan aman.
Gambar Teknik Guntingan PSHT 3
Gambar ketiga memperdalam aplikasi guntingan pada fase pengendalian di tanah dan kuncian lanjutan. Ilustrasi menampilkan langkah-langkah berikut secara berurutan:
- Persiapan tendangan gunting kiri dari atas, dengan lawan berada di sisi kanan pesilat. Pesilat melompat dengan kaki kiri lalu menyelipkan di antara kedua kaki lawan, menjepit paha kanan lawan.
- Putaran badan yang menyebabkan lawan terjatuh ke belakang, sambil menjaga jepitan paha agar kontrol tidak terlepas. Pesilat juga menekan pangkal paha lawan dengan tangan untuk memperkuat kendali.
- Pengulangan dan variasi yang menunjukkan bahwa jepitan kedua kaki dan tekanan pangkal paha dapat dipadukan dengan lemparan tangan kiri untuk memastikan lawan tetap terkontrol saat mendarat.
Gambar ini menonjolkan bagaimana guntingan tidak berhenti pada jatuhnya lawan, tetapi berlanjut pada pengamanan posisi dan pencegahan lawan bangkit kembali.
Prinsip Teknis dan Aplikasi Latihan
Teknik guntingan efektif bila didukung oleh beberapa prinsip teknis berikut: keselarasan antara gerak tangan dan kaki, penggunaan poros pinggul untuk menghasilkan putaran, serta kemampuan membaca berat badan lawan. Latihan progresif dianjurkan mulai dari gerakan lambat, drill berulang, hingga sparring bertahap dengan pengawasan pelatih. Dalam pelatihan, penekanan diberikan pada keselamatan, sehingga latihan guntingan harus dilakukan pada matras yang sesuai dan dengan partner yang saling menjaga.
Keselamatan, Etika, dan Latihan Bertanggung jawab
Guntingan termasuk teknik yang berisiko jika dilakukan sembarangan. Oleh karena itu, latihan harus mengikuti aturan keselamatan, antara lain pemanasan yang memadai, penggunaan pelindung bila perlu, dan pengawasan instruktur berpengalaman. Secara etika, pesilat PSHT diajarkan hanya menerapkan guntingan dalam konteks pertahanan diri yang sah atau di arena latihan terkontrol. Mengingat potensi cedera pada pangkal paha, leher, dan punggung, kontrol teknik dan komunikasi antar-pesilat sangat penting.



Post a Comment