As Built Drawing adalah Gambar Aktual dengan Semua Perubahan Konstruksi
Daftar Isi
As Built Drawing
As Built Drawing adalah gambar teknik final yang menunjukkan kondisi aktual bangunan setelah seluruh pekerjaan konstruksi selesai, termasuk setiap perubahan, revisi, deviasi, atau modifikasi yang terjadi selama proses pelaksanaan. Gambar ini merupakan representasi nyata (actual condition) dari apa yang benar-benar dibangun di lapangan, bukan sekadar rencana pada gambar kerja (working drawing) maupun gambar pelaksanaan (shop drawing).
As Built Drawing disusun berdasarkan:
- Pengukuran langsung di lapangan.
- Pemeriksaan visual.
- Catatan revisi (redline correction).
- Serta koordinasi arsitektur, struktur, dan MEP.
Dokumen ini memiliki kedudukan legal dan teknis, menjadi dokumen resmi yang menggantikan seluruh gambar sebelum konstruksi. Dalam praktik Teknik Sipil dan arsitektur, As Built Drawing berfungsi sebagai dokumen akhir proyek (final project documentation) yang menjadi acuan penting untuk operasi, pemeliharaan, audit, renovasi, dan serah-terima bangunan.
Fungsi Utama dalam Proyek Konstruksi
As Built Drawing memiliki peran krusial dalam tahap akhir proyek konstruksi karena berfungsi sebagai dokumen resmi yang mencatat seluruh kondisi aktual bangunan. Fungsi utamanya meliputi:
1. Dokumen Serah-Terima (Handover Document)
As Built Drawing menjadi syarat wajib pada proses serah-terima proyek kepada pemilik (owner). Dokumen ini membuktikan bahwa pekerjaan telah dilaksanakan sesuai hasil akhir di lapangan, termasuk seluruh perubahan yang terjadi selama konstruksi.
2. Acuan untuk Operasi dan Pemeliharaan (Operation & Maintenance)
Pemilik dan tim pengelola bangunan membutuhkan As Built Drawing sebagai pedoman dalam:
- Pengecekan utilitas (listrik, plumbing, HVAC).
- Perawatan rutin.
- Troubleshooting sistem mekanikal dan elektrikal.
- Pelacakan posisi elemen tersembunyi seperti pipa, ducting, dan kabel.
Tanpa As Built Drawing yang akurat, risiko kerusakan saat perawatan atau instalasi baru akan meningkat.
3. Referensi Renovasi, Modifikasi, atau Pengembangan Bangunan
As Built Drawing memberikan informasi posisi aktual elemen arsitektur, struktur, dan MEP. Hal ini sangat penting untuk mencegah:
- Pembongkaran elemen struktural secara tidak sengaja.
- Kerusakan instalasi tersembunyi.
- Konflik antar utilitas pada renovasi.
Dokumen ini menjadi dasar perencanaan renovasi atau perluasan di masa depan.
4. Verifikasi Kualitas dan Deviasi Konstruksi
Gambar ini digunakan untuk menilai apakah terdapat perbedaan signifikan antara desain dan pelaksanaan. As Built Drawing membantu:
- Audit mutu konstruksi.
- Mengevaluasi perubahan yang disetujui.
- Memverifikasi kepatuhan terhadap standar teknis dan regulasi.
5. Dokumen Legalitas dan Arsip Proyek
As Built Drawing merupakan bagian dari final project documentation, diperlukan dalam:
- Pemeriksaan kelayakan fungsi bangunan dan penyederhanaan proses perizinan pemerintah.
- Pengajuan asuransi konstruksi.
- Audit keselamatan.
- Pembuktian pekerjaan dalam kontrak konstruksi.
Dokumen ini menjadi arsip resmi yang wajib disimpan selama umur bangunan.
6. Akselerasi Orientasi Tim (Team Orientation)
Dokumen ini juga berfungsi meningkatkan orientasi bagi sub-kontraktor baru atau tim manajemen fasilitas. Dengan data visual yang akurat, tim baru dapat memahami kondisi bangunan dengan cepat tanpa perlu survei ulang yang memakan waktu.
Komponen Penting dalam As Built Drawing
As Built Drawing harus memuat semua elemen teknis yang menunjukkan kondisi nyata bangunan setelah konstruksi selesai. Komponen-komponen ini mencakup disiplin Arsitektur, Struktur, dan MEP (Mechanical, Electrical, Plumbing), serta dokumentasi revisi lapangan.
A. Arsitektur (Architectural As Built)
Dokumen arsitektur berisi kondisi aktual seluruh elemen non-struktural yang tampak dan terukur di lapangan, meliputi:
- Denah aktual yang secara presisi menggambarkan penempatan ruang, konfigurasi partisi, koordinat kolom, serta sirkulasi yang telah terealisasi sepenuhnya di lapangan.
- Tampak dan potongan akhir guna memastikan setiap elevasi, level ketinggian lantai (FFL), serta detail fasad bangunan sesuai dengan hasil pelaksanaan fisik.
- Material aktual yang meliputi spesifikasi finishing interior maupun eksterior yang benar-benar terpasang pada bangunan.
- Dimensi final yang mencakup segala perubahan pada ukuran bukaan pintu, jendela, maupun elemen arsitektural lainnya dari desain awal.
- Detail arsitektural revisi seperti halnya perubahan layout ruangan, pergeseran titik partisi, ataupun modifikasi pada elemen dekoratif.
B. Struktur (Structural As Built)
Gambar struktur menunjukkan seluruh elemen penopang bangunan sesuai pelaksanaan di lapangan. Komponen pentingnya mencakup:
- Dimensi dan elevasi struktur aktual yang merekam adanya perubahan pada ukuran balok, kolom, ketebalan pelat, tangga, hingga posisi pondasi.
- Detail tulangan (rebar detail) khususnya apabila terdapat modifikasi signifikan pada jumlah, diameter, maupun jarak penempatan tulangan di lapangan.
- Perubahan desain struktural yang telah mendapatkan persetujuan resmi akibat kondisi lapangan, seperti pergeseran as kolom, penyesuaian dimensi balok, atau penguatan elemen struktur.
- As Built pondasi yang memuat data faktual mengenai titik koordinat, kedalaman galian, serta dimensi pondasi sesuai hasil pekerjaan.
- Koordinat struktur yang bersifat final setelah melalui proses pengukuran ulang (surveying) dan leveling di lokasi.
C. MEP (Mechanical, Electrical, and Plumbing) As Built
Gambar MEP adalah bagian paling kritis karena utilitas sering mengalami perubahan selama pelaksanaan. Komponen pentingnya meliputi:
- Mechanical (HVAC & Fire Protection) yang merinci jalur ducting aktual lengkap dengan elevasi, lokasi unit AHU/FCU, serta instalasi sistem proteksi kebakaran seperti sprinkler dan hydrant.
- Electrical yang memetakan penempatan panel listrik (MDB/SDB), jalur kabel tray, titik lampu, CCTV, serta kapasitas peralatan yang terpasang.
- Plumbing yang menunjukkan jalur pipa air bersih, air kotor, dan vent yang tertanam, lengkap dengan lokasi valve, pompa, dan bak kontrol (manhole).
D. Redline Drawing dan Revisi Lapangan
Komponen ini adalah dasar penyusunan As Built Drawing final. Isinya berupa:
- Catatan revisi di lapangan: Biasanya ditandai dengan tinta merah pada gambar kerja.
- Koreksi dimensi, penyesuaian elevasi, perubahan layout, atau modifikasi teknis lain.
- Revisi yang disetujui oleh konsultan perencana atau pengawas (approved change).
- Dokumentasi perubahan desain yang tidak tercantum dalam gambar awal namun sudah terpasang.
- Pencatatan Hambatan & Solusi bertujuan untuk merekam hambatan tak terduga yang ditemui (seperti kondisi tanah atau benturan pipa) beserta solusi teknis yang diimplementasikan.
- Tanggal Perubahan guna mencatat kronologi waktu secara spesifik kapan revisi tersebut dieksekusi di lapangan sebagai rekam jejak proyek.
E. Lampiran Pendukung
Untuk kelengkapan arsip, As Built Drawing sebaiknya menyertakan lampiran berupa Shop Drawing terkait yang telah disetujui, serta spesifikasi teknis dari material atau peralatan yang terpasang.
Proses Penyusunan As Built Drawing
Penyusunan As Built Drawing dilakukan melalui serangkaian tahapan terstruktur untuk memastikan bahwa gambar akhir benar-benar mewakili kondisi nyata konstruksi.
- Pengumpulan Data Lapangan (Site Verification): Pengukuran dimensi aktual, pencatatan elevasi, dan dokumentasi foto. Pemanfaatan teknologi seluler (tablet/aplikasi konstruksi) sangat disarankan di tahap ini untuk meningkatkan akurasi pencatatan data lapangan.
- Rekapitulasi Perubahan (Redline Consolidation): Menggabungkan seluruh revisi lapangan dan memvalidasi perubahan yang telah disetujui (approved change).
- Integrasi ke Gambar Digital (Drafting Process): Tim drafting memperbarui gambar kerja menjadi As Built Drawing menggunakan software CAD/BIM dengan memasukkan data aktual.
- Pemeriksaan Internal (Internal Review): Kontraktor memastikan semua revisi terintegrasi dan tidak ada konflik antar-disiplin.
- Pemeriksaan Konsultan & Pengawas: Diajukan kepada konsultan pengawas dan juga Arsitek/Desainer awal untuk memastikan perubahan masih sesuai dengan intensi desain dan spesifikasi asli.
- Finalisasi dan Pengesahan: Gambar ditandatangani dan diberi cap "AS BUILT" atau "AS CONSTRUCTED".
- Penyerahan dan Arsip: Diserahkan kepada Owner dalam format digital dan cetak sebagai referensi teknis jangka panjang.
Standar dan Prinsip Teknis
Penyusunan harus mengikuti standar teknis yang menjamin akurasi, konsistensi, dan keterbacaan gambar.
- Akurasi Dimensi Tinggi dimana setiap dimensi dan elevasi wajib mencerminkan kondisi nyata demi mencegah kesalahan fatal saat perawatan di masa depan.
- Konsistensi Format dengan cara mengikuti standar penomoran (drawing index), jenis huruf, dan simbol proyek yang telah disepakati.
- Penggunaan Simbol Standar yang mengacu pada SNI, ISO, atau standar industri terkait agar mudah dipahami secara universal oleh berbagai pihak.
- Dokumentasi Lengkap agar mampu mencatat setiap revisi sekecil apapun, baik perubahan mayor maupun minor, demi kelengkapan data teknis.
- Kejelasan Visual yang meliputi pengaturan ketebalan garis, anotasi yang terbaca jelas, serta manajemen layer yang terorganisir rapi.
- Integrasi Antar-Disiplin untuk menjamin penyelarasan grid dan elevasi yang sinkron antara gambar Arsitektur, Struktur, dan MEP.
- Hindari Frasa Ambigu seperti penggunaan kata "serupa" atau "mirip", melainkan harus menggunakan deskripsi yang terukur dan pasti secara teknis.
Manfaat As Built Drawing dalam Siklus Hidup Bangunan
Dokumen ini memberikan manfaat strategis sepanjang umur bangunan, mulai dari operasi awal hingga renovasi.
- Mendukung Operation & Maintenance karena memudahkan tim pengelola dalam mengidentifikasi jalur utilitas tersembunyi dan mempercepat proses troubleshooting.
- Meminimalkan Risiko Renovasi dengan cara memberikan data akurat untuk menghindari pengeboran pada jalur pipa atau kabel yang tertanam saat modifikasi bangunan.
- Meningkatkan Keamanan terutama dalam mendukung identifikasi jalur evakuasi darurat dan validasi sistem proteksi kebakaran.
- Acuan Audit Teknis sebagai dasar evaluasi integritas struktur dan kelayakan fungsi bangunan oleh auditor independen.
- Perencanaan Aset yang membantu perhitungan sisa umur layanan (life cycle) serta perencanaan anggaran investasi jangka panjang.
- Legalitas yang mutlak diperlukan untuk pengurusan Sertifikat Laik Fungsi (SLF), klaim asuransi, serta audit keselamatan kerja.
- Efisiensi Orientasi guna membantu tim fasilitas atau kontraktor baru memahami kompleksitas sistem bangunan dengan lebih cepat dan efisien.
Tabel Perbandingan: As Built Drawing vs Shop Drawing
Berikut adalah perbedaan mendasar antara kedua dokumen teknis ini:
| Aspek | As Built Drawing | Shop Drawing |
|---|---|---|
| Dasar Pembuatan | Mengacu pada gambar Shop Drawing yang telah disetujui Manajemen Konstruksi (MK) serta disesuaikan dengan kondisi akhir fisik pekerjaan di lapangan. | Mengacu pada Gambar Rencana (Design Drawing) yang telah dibuat dan ditetapkan oleh konsultan perencana di awal proyek. |
| Tujuan Utama | Mendokumentasikan hasil akhir nyata beserta semua perubahan, penyesuaian, dan deviasi dari desain. | Memberikan panduan pelaksanaan yang lebih detail, operasional, dan sesuai metode kerja kontraktor. |
| Waktu Pembuatan | Disusun setelah pekerjaan selesai atau ketika konstruksi fisik telah rampung sepenuhnya. | Disusun sebelum pekerjaan dimulai sebagai acuan dasar bagi mandor dan pekerja. |
| Karakter Informasi & Isi | Berisi fakta aktual dan gambar koreksi dari pelaksanaan yang bermasalah, serta menerangkan pihak yang terlibat (sub-kontraktor/supplier) dalam pekerjaan tersebut. | Berisi detail teknis menyeluruh (dimensi, material, metode) agar bangunan yang akan dikerjakan sesuai dengan konsep desain perencana. |
| Kegunaan | Berfungsi sebagai laporan hasil pekerjaan, pedoman perawatan (maintenance), audit teknis, dan legalitas bangunan. | Berfungsi sebagai pedoman pelaksanaan di lapangan untuk memandu instalasi dan fabrikasi komponen. |
| Alur Persetujuan (Approval) | Dibuat oleh Kontraktor, kemudian disetujui secara berjenjang oleh Kontraktor Utama, Manajemen Konstruksi (MK), dan Konsultan Perencana. | Dibuat oleh Kontraktor/Drafter, kemudian diperiksa dan disetujui oleh Manajemen Konstruksi (MK) serta Konsultan Perencana sebelum didistribusikan. |
| Kop Gambar | Wajib memuat keterangan atau stempel jelas bertuliskan "AS BUILT DRAWING". | Wajib memuat keterangan atau stempel jelas bertuliskan "SHOP DRAWING". |
| Penanggung Jawab | Kontraktor utama, Site Engineer, QA/QC, dan diverifikasi oleh pengawas/owner. | Subkontraktor, teknisi fabrikasi, drafter, dan disetujui oleh konsultan pengawas/perencana. |
Perbedaan Konseptual
Shop Drawing memiliki nilai teknis pada keakuratan rencana, sedangkan As Built Drawing memiliki nilai pada keakuratan realita. Satu menggambarkan "apa yang akan dibangun", sedangkan lainnya menunjukkan "apa yang benar-benar dibangun".



Posting Komentar