Gambar Patok Batas Tanah HGU Standar BPN CAD dan Analisa Material
Daftar Isi
Gambar Patok Batas Tanah HGU Standar BPN dengan Detail CAD dan Analisa Material
Dalam kegiatan survei dan pemetaan kadastral, penanaman tanda batas fisik merupakan implementasi langsung dari titik koordinat batas konsesi. Pekerjaan teknis ini diawali dengan penggalian lubang pondasi berukuran 70 × 70 cm untuk menjamin kekokohan struktur. Secara definisi, patok batas tanah HGU standar BPN adalah elemen geospasial vital yang berfungsi menegaskan area legalitas Hak Guna Usaha di lapangan.
Objek ini dirancang dengan spesifikasi teknis yang ketat, mencakup koordinat presisi, geometri CAD, detail penulangan, serta mutu material konstruksi. Seluruh parameter tersebut diterapkan untuk menjamin stabilitas fisik patok sehingga batas tanah memiliki kepastian hukum dan tidak mudah diperdebatkan di kemudian hari.
Fungsi Patok Batas HGU Standar BPN
Patok batas HGU adalah elemen fisik permanen yang digunakan untuk menandai batas resmi tanah berstatus Hak Guna Usaha. Menurut praktik umum BPN, patok dibuat dari beton bertulang agar tahan cuaca, stabil terhadap geseran tanah, dan tidak mudah dipindahkan.
Fungsi utamanya:
- Menjadi titik penentu batas legal berdasarkan data pengukuran geodesi
- Menjamin akurasi penggambaran peta bidang
- Mempermudah verifikasi ulang oleh BPN atau pemilik lahan
- Menjadi referensi fisik ketika terjadi sengketa batas
Penjabaran Detail CAD Patok Batas HGU
Gambar CAD patok batas tanah menampilkan kombinasi denah, tampak, dan potongan untuk memberi gambaran lengkap mengenai dimensi dan tulangannya.
a. Dimensi Pondasi
- Ukuran: 0.70 × 0.70 m
- Tinggi pondasi: 0.40 m
- Beton digunakan sebagai ballast agar patok tidak mudah bergeser akibat hujan, akar, atau getaran.
b. Dimensi Badan Patok
- Penampang: 0.30 × 0.30 m
- Tinggi: 1.00 m di atas tanah
- Bentuknya dibuat dengan permukaan rata, umumnya memiliki tanda atau nomor identifikasi.
c. Tulangan
- Struktur tulangan menggunakan besi Ø8-100 (jarak antar sengkang 10 cm).
- Rangka utama menggunakan besi D6 atau D8 sepanjang 12 m yang dipotong sesuai kebutuhan.
- Tulangan ini memastikan patok tetap utuh meski terpapar perubahan suhu dan kelembapan.
d. Baut Angkur ¾″
- Digunakan sebagai titik pengikat atau penanda pada bagian kepala patok.
- Dipasang presisi pada sumbu patok.
e. Mutu Campuran
- Pengecoran memakai komposisi 1 : 3 : 5 (semen : pasir : kerikil).
- Mutu ini cukup untuk elemen struktural non-beban seperti patok tanah.
f. Penjelasan Gambar Potongan
Adapun dalam gambar CAD, umumnya ditemukan:
- Potongan A-A yang memperlihatkan tulangan vertikal dan sengkang
- Potongan B-B pada kepala patok yang menampilkan baut angkur
- Denah pondasi 70 × 70 cm dengan jarak tulangan teratur
Seluruh detail ini memastikan pembangunan patok dapat direplikasi seragam di seluruh bidang HGU.
Analisa Material (Material Take-Off)
Berdasarkan dimensi dan gambar CAD, kebutuhan material untuk 1 unit patok HGU standar BPN adalah sebagai berikut:
A. Beton
- Volume beton: 0.25 m³
(gabungan pondasi dan badan patok)
B. Tulangan
- Besi beton D6 atau D8 panjang 12 m: ± 2.40 batang
- Bendrat: ± 0.35 kg
C. Aksesoris
- Baut angkur ¾″: 1 buah
D. Bekisting
- Luas area bekisting: 1.84 m²
- Kayu 2/20 – 4 m: 2.60 lembar
- Paku 2.5″ : 0.10 kg
E. Bahan Pengecoran
- Semen: 1.50 zak
- Pasir: 0.16 m³
- Split 2/3: 0.21 m³
Setiap material muncul melalui perhitungan langsung dari geometri di gambar CAD. Misalnya, volume beton diperoleh dari tinggi dan luas penampang pondasi serta kolom, sedangkan kebutuhan tulangan didapat dari jumlah batang utama dan sengkang pada jarak 10 cm.
Standar Umum BPN yang Berkaitan
Meskipun BPN tidak menerbitkan satu standar teknis tunggal untuk bentuk patok, di lapangan dikenal beberapa prinsip yang selalu digunakan:
- Patok harus permanen dan sulit dipindahkan
- Terbuat dari beton bertulang
- Memiliki nomor identifikasi atau marking
- Dipasang tepat pada koordinat hasil pengukuran
- Ketinggian patok harus terlihat jelas di atas permukaan tanah
- Penempatan harus disertai dokumentasi koordinat dan foto lapangan
Struktur patok dalam halaman ini mengikuti best practice yang lazim dipakai pada proyek-proyek penegasan batas lahan HGU skala besar.
Download File Kerja (DWG & Excel)
Untuk mendukung akurasi pekerjaan di lapangan, tersedia paket file pendukung yang berisi gambar kerja format CAD (DWG) serta tabel perhitungan volume material (Excel). Paket ini telah disatukan untuk memudahkan proses pengunduhan dan pengarsipan data proyek.
Dokumen referensi tersebut dapat diunduh melalui tautan berikut:
Kesimpulan
Gambar Patok Batas Tanah HGU Standar BPN dengan Detail CAD dan Analisa Material menggambarkan bahwa sebuah patok bukan hanya objek kecil di tanah, tetapi bagian penting dari sistem tata batas dan legalitas lahan.
Dengan dimensi yang presisi, tulangan yang teratur, volume beton yang cukup, serta detail CAD yang lengkap, patok batas menjadi bukti fisik yang dapat dipertanggungjawabkan secara teknis maupun hukum.
Struktur kecil ini berdiri sebagai penjaga koordinat nan diam, sederhana, namun penuh makna dalam dunia pengukuran tanah dan ketertiban batas lahan.

Posting Komentar