Apakah yang Dimaksud dengan Tangkisan dalam Pencak Silat?
Daftar Isi
Apakah yang Dimaksud dengan Tangkisan dalam Pencak Silat?
Dalam perjalanan belajar dasar pencak silat, ada satu teknik yang selalu muncul sejak langkah pertama seorang pesilat memasuki gelanggang: tangkisan. Ia adalah tameng, pengalih, sekaligus penentu keselamatan tubuh. Ketika serangan datang, tangkisan menjadi jawaban cepat yang memisahkan pesilat dari bahaya.
Secara umum, tangkisan dipahami sebagai gerak menahan, mengalihkan, atau mematahkan serangan lawan. Namun di balik kesederhanaannya, teknik ini menyimpan seni ketepatan, struktur tubuh, dan kecermatan membaca arah tenaga.
Pengertian Tangkisan
Menurut perspektif teknik IPSI, pengertian tangkisan adalah gerakan defensif yang menggunakan lengan atau anggota tubuh lain untuk mengalihkan, menghentikan, atau meredam serangan lawan melalui kontak fisik terkontrol.
Prinsip utamanya adalah adanya kontak. Hal ini membedakannya dari elakan, di mana elakan adalah teknik membela diri dengan cara memindahkan tubuh dari lintasan serangan tanpa terjadi kontak.
Teknik tangkisan pencak silat bekerja melalui beberapa prinsip utama:
- Kontak fisik yang terukur, tidak membabi buta.
- Arah gerak yang memotong atau menggeser lintasan serangan.
- Pemindahan tenaga lawan ke jalur yang aman.
- Perlindungan tubuh tanpa kehilangan keseimbangan.
Tangkisan bukan sekadar refleks; ia adalah kombinasi struktur tubuh yang tepat, ritme napas, dan kecerdikan taktis.
Fungsi dan Tujuan Tangkisan
Dalam kerangka dasar pencak silat IPSI, fungsi tangkisan dapat diringkas sebagai berikut:
- Melindungi diri dari serangan langsung.
- Membuka peluang serangan balasan (counter attack) dengan aman.
- Mengatur jarak dan tempo pertarungan agar tetap menguntungkan.
- Menetralisir momentum dan kekuatan lawan.
Dengan demikian, tangkisan tidak hanya bertugas menahan, tetapi mengelola ritme pertempuran.
Macam-Macam Tangkisan dalam Pencak Silat
Berikut macam macam tangkisan yang diajarkan dalam lintasan dasar IPSI, masing-masing dengan mekanisme ringkas dan fungsinya:
1. Tangkisan Luar
Mengalihkan serangan ke arah luar tubuh.
Digunakan menghadapi pukulan lurus atau tendangan samping.
2. Tangkisan Dalam
Menggeser serangan ke arah dalam garis tubuh pesilat.
Cocok untuk serangan dari samping atau lintasan diagonal.
3. Tangkisan Atas
Menangkis serangan dari arah tinggi, termasuk pukulan melingkar dan sabetan atas.
4. Tangkisan Bawah
Digunakan menghadapi serangan rendah seperti tendangan sabit atau tusukan bawah.
5. Tangkisan Serong
Menggunakan lengan secara diagonal untuk memotong lintasan serangan.
Efektif untuk serangan cepat yang datang dari sisi.
6. Tangkisan Sapu / Sabit
Gerakan melingkar dari bawah-bawah atau samping untuk “menyapu” serangan masuk.
7. Tangkisan Dua Lengan
Menggunakan kedua lengan serentak untuk menahan serangan kuat atau serangan ganda.
8. Tangkisan Menyongsong
Gerakan menangkis yang justru maju ke arah serangan, mematahkan tenaga lawan dengan timing yang tepat.
Semua bentuk tersebut masuk dalam standar teknik menangkis serangan yang digunakan dalam latihan dan bela diri.
Prinsip Dasar Teknik Tangkisan
Untuk dapat menangkis dengan aman dan efisien, pesilat harus menguasai sejumlah prinsip penting:
- Posisi kuda-kuda yang stabil sebagai fondasi tenaga.
- Kelenturan pergelangan, siku, dan bahu agar tangkisan tidak kaku.
- Pengalihan tenaga, bukan sekadar “menahan kepala lawan dengan tembok”.
- Keamanan sendi, memastikan pergelangan dan siku tidak mengunci berlebihan.
- Sinkronisasi antara mata, napas, dan langkah untuk menghasilkan reaksi cepat.
Inilah prinsip tangkisan yang menuntun pesilat bukan hanya kuat, tetapi cerdas.
Tangkisan dalam Pertandingan IPSI
Dalam konteks pertandingan:
- Tangkisan digunakan untuk mengantisipasi serangan langsung tanpa kehilangan poin.
- Pesilat yang mampu menangkis dengan efisien dapat mempertahankan ritme, menggagalkan serangan lawan, dan membuka celah serangan balasan.
- Gerak tangkisan harus hemat tenaga; setiap gerakan berlebih dapat mengganggu stabilitas dan menurunkan efektivitas.
Dalam scoring, tangkisan yang bersih membantu pesilat menjaga kontrol atas pertarungan.
Filosofi Tangkisan
Dalam tradisi pencak silat, tangkisan adalah cerminan falsafah inti:
bukan kekuatan yang menentukan, melainkan kecerdasan mengarahkan kekuatan.
Tangkisan mengajarkan pesilat untuk tetap tenang, tidak terburu-buru membalas, dan selalu membaca ruang. Ia menjadi simbol kedewasaan seorang pesilat: mengamankan diri terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan berikutnya.
Teknik ini juga mengajarkan pengendalian diri, yang esensinya bahwa kekuatan terbesar tidak selalu terletak pada pukulan, tetapi pada kemampuan untuk tetap kokoh menghadapi tekanan.
Penutup
Apakah yang Dimaksud dengan Tangkisan dalam Pencak Silat?
Tangkisan adalah teknik dasar untuk menahan atau mengalihkan serangan lawan melalui kontak lengan yang terkontrol.
Ia berfungsi untuk melindungi tubuh, mengatur jarak, membuka peluang serangan balasan, sekaligus mencerminkan falsafah pencak silat: mengubah kekuatan menjadi kelemahan lawan.
Sebagai dua fondasi utama belaan, tangkisan dan elakan adalah teknik yang wajib dikuasai oleh setiap pesilat, sebab dari sanalah lahir kemampuan bertahan yang cermat, aman, dan penuh strategi.

Posting Komentar