Cara Pasang Spiral Pipe HDPE

Daftar Isi

Cara Pasang Spiral Pipe HDPE

Cara Pasang Spiral Pipe HDPE adalah panduan kerja teknis untuk instalasi gorong-gorong pipa spiral, mulai dari penerimaan material, persiapan lahan, perakitan, hingga penyelesaian dengan struktur wing wall. Instruksi ini wajib diikuti untuk memastikan sistem drainase berfungsi optimal, aman, dan tahan lama sesuai standar konstruksi.

Penerimaan Material di Lapangan

Pemeriksaan Material

Lakukan pemeriksaan pada saat penerimaan material di lapangan, apakah sudah sesuai dengan yang tertera di surat jalan dan gambar kerja untuk memastikan bahwa material sudah lengkap. Contoh pemeriksaan meliputi:

  • Pemeriksaan Spiral Pipe: Diameter spiral pipe harus sesuai antara material yang datang dengan gambar kerja.
  • Baut, Besi Beton, dan Plat Strip: Pada surat jalan tertera jumlah dan dimensi untuk baut, besi beton, serta plat strip, pastikan sudah sesuai dengan material yang diterima.

Penyimpanan Material di Lapangan

Untuk menjaga kualitas dari spiral pipe sebelum material dipasang diperlukan sistem penyimpanan yang baik dan sistematis, antara lain:

Metode pengangkatan aman pipa spiral HDPE menggunakan sabuk belt crane di lapangan konstruksi.

  • Bilamana pipa diangkat dengan menggunakan Katrol/Crane, maka harus menggunakan sabuk/belt, bukan dengan rantai besi atau kawat seling yang bisa merusak pipa.
  • Penempatan pipa haruslah dijauhkan dari benda-benda bersuhu tinggi karena dapat mengakibatkan pipa meleleh dan rusak.
  • Jauhkan pipa dari benda-benda tajam seperti batu, serpihan besi, paku, dan lain sebagainya.
  • Susunan tumpukan pipa dibuat secara berlawanan arah sesuai dengan posisi socket-nya, dengan ketinggian tidak lebih dari 2 (dua) meter.
  • Pipa ditempatkan di lapangan yang rata untuk menghindari pembebanan setempat.
  • Pipa dapat ditumpuk di tempat terbuka tanpa penutup karena mengandung Carbon Black.

Persiapan Lahan

Pembersihan Lokasi

Semua unsur-unsur pengganggu yang terdapat di dalam atau di dekat tanah galian seperti akar pohon, tunas pohon, sisa kayu-kayuan, bekas bongkaran, batu-batuan dan sebagainya harus dikeluarkan dan disingkirkan dari areal proyek.

Galian

  • Galian tanah harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga struktur Wing Wall dan Spiral Pipe dapat dibangun pada lokasi dan elevasi yang ditunjukkan gambar rencana.
  • Lubang galian dibuat lurus dan sesuai dengan ukuran dalam gambar rencana.

Landasan

Kondisi lapisan tanah sebagai landasan spiral pipe sangat memegang peranan penting terhadap kestabilan pipa. Pastikan pendukung dan penyaluran beban sepanjang pipa benar-benar merata. Lapisan tanah pada dasar galian harus dipadatkan menggunakan stamper dan bebas dari bongkahan batuan.

Jika dasar galian berupa tanah lunak dan kurang stabil, maka perlu adanya perkuatan agar tidak terjadi penurunan struktur, diantaranya:

Cerucuk

  • Jumlah dan jarak cerucuk kayu dikerjakan sesuai dengan gambar rencana.
  • Cerucuk kayu terbuat dari kayu keras dengan diameter 120 mm (kualitas baik).
  • Cerucuk kayu harus dipancang sampai menemui lapisan tanah keras.

Tanah Urug

  • Bilamana ada mata air, lubang tersebut haruslah dikuras sehingga pada saat pipa dipasang lubang relatif kering.
  • Landasan berupa tanah urug setebal 200mm yang sudah dipadatkan dengan menggunakan stamper.
  • Tebal urugan pada gambar rencana menunjukkan tebal urugan tanah setelah pemadatan sesuai spesifikasi.

Geo Textile

Geo Textile yang digunakan adalah tipe Non Woven GT 400, dipasang di atas tanah urug yang sudah dipadatkan.

Timbunan Awal (Initial Backfill)

Timbunan tahap pertama menggunakan sirtu yang kemudian dipadatkan menggunakan stamper tepat di atas Geo Textile yang sudah dipasang sesuai gambar rencana. Timbunan tahap pertama ini dilakukan untuk mengatur level dari perletakan spiral pipe, sehingga tebal timbunan harus disesuaikan dengan elevasi dasar/perletakan Spiral Pipe yang akan dipasang.

Perakitan Spiral Pipe

Pipa Spiral HDPE adalah pipa yang fleksibel dan dirancang untuk tahan terhadap defleksi atas beban dari luar, kemudian memindahkan beban tersebut dari dinding pipa ke tanah di sekitarnya. Sangat penting untuk menerapkan tata cara pemasangan berikut guna menghindari defleksi prematur.

Peralatan yang Dibutuhkan

  • Meteran
  • Pensil putih (White Dermatograph) sebagai penanda
  • Pengganjal pipa (Kayu, bambu, dll)
  • Kunci rantai (Chain Wrench) untuk memutar socket pipa diameter besar
  • Kunci pas

Pemasangan Ring Angkur

Kestabilan penyangga pada ujung-ujung pipa sangat krusial. Langkah perakitan angkur sebelum pipa diletakkan ke galian:

  • Pasang plat strip (30x3mm) pada bagian dalam dan luar dinding spiral pipe menjadi setengah ring (1/2 lingkaran) pada ujung penampang.
  • Untuk plat strip bagian luar, diberi tambahan besi beton dia. 6mm yang dilas ke plat strip dan dipasang stek besi dia. 6mm sesuai gambar rencana.
  • Pasang baut dari bagian dalam ke arah luar dinding spiral pipe.
  • Kencangkan bolt and nut dengan kunci pas/ring.
  • Lanjutkan dengan cara yang sama untuk sisi 1/2 lingkaran yang lain.

Penyambungan

Langkah penyambungan spiral pipe adalah sebagai berikut:

  • Pasangkan salah satu pipa (pipa 1) dengan socket, kemudian putar socket tersebut dengan tangan atau kunci rantai hingga akhir ulirnya.

Proses pemasangan awal socket ulir pada ujung pipa spiral HDPE secara manual.

  • Letakkan pipa kedua (II) yang akan disambung secara berhadapan dengan diberi pengganjal bawah.
  • Rapatkan kedua ujungnya hingga saling bertemu/menempel rapat.

Menyejajarkan dan merapatkan dua ujung pipa spiral HDPE sebelum penguncian socket.

  • Ukur panjang socket yang telah terpasang pada pipa I dengan meteran, lalu pipa II diberi tanda dengan pensil putih sejarak separuh dari panjang socket-nya.

Pengukuran dan penandaan batas masuk socket pada pipa HDPE menggunakan pensil putih.

  • Putar socket dengan kunci rantai berlawanan arah dari pemasangan pipa pertama hingga ujung socket tepat pada tanda pensil putih pipa kedua. Tahan kedua pipa agar tidak ikut berputar.

Tampilan detail sambungan pipa spiral HDPE yang telah terkunci rapat dan kedap air.

Perbaikan Bilamana Terjadi Kerusakan

Bilamana terjadi kerusakan pada pipa, beberapa cara dapat ditempuh untuk mengatasinya:

  • Dengan Rod/Extrusion Welding.
  • Dengan memasang coupling dengan sistem socketing.

Kondisi Spiral Pipe yang Rusak.

Contoh visual kerusakan fisik atau cacat pada dinding pipa spiral HDPE di lokasi proyek.

Segemen yang Rusak dipotong.

Proses pemotongan segmen pipa spiral HDPE yang mengalami kerusakan struktural.

Segmen yang dipotong diganti dengan segmen baru dan disambung dengan socket.

Penyambungan kembali pipa spiral menggunakan segmen baru dan coupling socket sebagai solusi perbaikan.

Lantai / Apron

Lantai atau apron beton berfungsi sebagai tempat limpasan air yang keluar dari ujung penampang spiral pipe. Lantai dibuat di kedua ujung penampang dari Spiral Pipe setebal 100 mm dengan mutu beton K-175 dan tulangan rebar Ф8-200.

Wing Wall

Wing Wall atau dinding beton berfungsi sebagai dinding penahan tanah, dibuat di ujung-ujung penampang dari Spiral Pipe setebal 70 mm dengan ferrocement dan tulangan kawat ayam.

Timbunan Akhir & Pemadatan

Timbunan Akhir (Final Backfill)

Timbunan akhir dilakukan untuk menyediakan pendukung pada bagian atas pipa menggunakan material sirtu (sama dengan timbunan awal).

Alat berat melakukan penimbunan tanah sirtu di atas instalasi pipa spiral HDPE secara bertahap.

Penimbunan dan pemadatan akhir sangat penting untuk mencegah deformasi. Untuk pipa spiral diameter 0.1 m s.d 1.2 m, tinggi timbunan akhir di atas timbunan awal minimal 0.3 m (total tinggi tanah di atas pipa minimal 0.6 m).

Gambar teknik potongan melintang (cross section) standar pemasangan spiral pipe dan lapisan tanah.

Pemadatan

Petunjuk acuan pekerjaan pemadatan:

  • Apabila timbunan sudah ditebarkan, sebelum dipadatkan harus dibantu dengan penyiraman air agar mendapatkan kepadatan optimal.

Metode penyiraman air pada lapisan timbunan tanah pipa untuk mencapai kepadatan maksimal.

  • Pemadatan harus dikerjakan secara bersamaan baik sisi kiri maupun kanan (selalu sama tinggi) untuk menghindari perubahan bentuk.
  • Pemadatan dilakukan setiap ketebalan urugan max. 15 cm layer per layer menggunakan stamper.

Pengontrolan Keseimbangan Bentuk

Pengontrolan dilakukan untuk melihat apakah terjadi rolling (puntir) karena pemadatan tidak serentak, atau peaking (pemuncakan) karena tekanan berlebih pada kedua sisi struktur.
Tito Reista
Tito Reista project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Postingan Lama Postingan Lebih Baru

Posting Komentar