Desain Jembatan Komposit 24 Meter Mini Pile 250x250 mm L = 12 Meter K-400 DWG
Table of Contents
Desain Jembatan Komposit 24 Meter Mini Pile 250x250 mm L = 12 Meter K-400 DWG
Dokumen teknis ini menyajikan rancangan detail rekayasa struktur jembatan komposit dengan bentang 24 meter yang dirancang untuk melintasi sungai dengan stabilitas tinggi. Sistem struktur atas mengadopsi mekanisme komposit yang menggabungkan kekuatan profil baja (girder) dan pelat lantai beton bertulang, disatukan melalui shear connector untuk menjamin kesatuan aksi pemikulan beban. Struktur bawah didukung oleh pondasi dalam berupa mini pile berukuran 250x250 mm dengan kedalaman pancang 12 meter dan mutu beton K-400, yang ditanam pada abutment tipe dinding penuh. Rancangan ini dilengkapi dengan elemen pendukung vital seperti wing wall (dinding sayap) untuk menahan tekanan tanah lateral, approach slab (pelat injak) untuk transisi kelancaran kendaraan, serta sistem proteksi tebing sungai menggunakan pasangan batu kali dan cerucuk kayu untuk mencegah gerusan (scouring). Seluruh konfigurasi elemen struktural, mulai dari plate deck hingga sistem drainase sub-permukaan, diintegrasikan untuk mencapai umur layan infrastruktur yang optimal.
Ringkasan Spesifikasi Teknis
| Komponen | Spesifikasi Teknis |
|---|---|
| Tipe Struktur Utama | Jembatan Komposit (Gelagar Baja & Beton) |
| Bentang Total | 24 Meter (24.000 mm) |
| Jenis Fondasi | Mini Pile (Tiang Pancang) 250x250 mm |
| Kedalaman Tiang | 12 Meter |
| Mutu Beton Tiang | K-400 |
| Tipe Abutment | Dinding Penuh (Full Height Wall) |
| Elevasi Muka Air Banjir (MAB) | +86.952 |
| Elevasi Muka Air Normal (MAN) | +83.637 |
| Gradien Jalan Pendekat | 8% pada Oprit |
| Penghubung Geser | Shear Connector Diameter 16 mm |
| Proteksi Tebing | Pasangan Batu Kali & Cerucuk Kayu Ø120 mm |
Informasi Umum File
Berkas ini merupakan kumpulan gambar kerja teknik (engineering drawing) yang disusun secara sistematis untuk keperluan konstruksi jembatan kelas standar. Dokumen mencakup spektrum visualisasi mulai dari tinjauan makro berupa tata letak lokasi hingga tinjauan mikro berupa detail penulangan dan sambungan struktural. Setiap lembar gambar dilengkapi dengan kop standar, notasi dimensi, level elevasi, dan spesifikasi material yang menjadi acuan bagi kontraktor pelaksana.
- Identifikasi Berkas Utama
Menyajikan satu set lengkap desain jembatan dari layout hingga detail penulangan. - Karakteristik Visual Gambar
Menampilkan garis teknis presisi, notasi material, elevasi, dan potongan ortogonal. - Struktur Konten Dokumentasi
Terbagi secara sistematis mulai dari tinjauan makro lokasi hingga detail mikro pembesian. - Total Lembar Gambar
Terdiri dari 10 halaman file CAD asli yang saling berkaitan membentuk satu kesatuan instruksi teknis pembangunan.
Uraian Teknis Per Halaman
1. Tata Letak dan Orientasi Geometrik Jembatan
Halaman ini menyajikan peta situasi atau site layout yang menggambarkan posisi jembatan terhadap kondisi eksisting sungai dan jalan akses. Tampilan ini krusial untuk menentukan orientasi struktur terhadap aliran air guna meminimalkan hambatan hidrolis serta memastikan kelurusan alinyemen jalan (road alignment). Gambar mendefinisikan batas area kerja dan titik referensi koordinat yang menjadi dasar pengukuran (stake-out) di lapangan.
- Konfigurasi Spasial Lokasi
Memperlihatkan hubungan geometris antara jembatan, sungai, dan kontur tanah sekitar. - Orientasi Kardinal Proyek
Memberikan petunjuk arah mata angin (U-S-T-B) untuk keperluan pencahayaan dan aliran angin. - Integrasi Jalan Akses
Menjelaskan pertemuan antara approach road dengan struktur utama jembatan. - Batas Area Konstruksi
Mendefinisikan zona kerja aman dan batas pembebasan lahan yang diperlukan. - Skala Representasi Visual
Menggunakan rasio 1:150 untuk memberikan gambaran proporsional area proyek. - Identitas Proyek Infrastruktur
Memuat informasi administratif mengenai pemilik proyek, lokasi, dan konsultan perencana. - Klarifikasi Status Desain
Mencatat bahwa gambar struktur atas bersifat ilustratif dan memerlukan desain ulang kontraktor sesuai standar.
2. Profil Memanjang dan Elevasi Vertikal Struktur
Bagian ini menampilkan potongan memanjang (longitudinal section) yang menguraikan elevasi vertikal kritis, termasuk Muka Air Banjir (MAB) dan Muka Air Normal (MAN). Informasi ini sangat vital untuk menentukan tinggi bebas (freeboard) jembatan agar aman dari potensi banjir. Selain itu, gambar ini memvisualisasikan kedalaman penetrasi tiang pancang ke dalam tanah keras serta kemiringan memanjang jalan (grade) sebesar 8% pada oprit jembatan.
- Elevasi Muka Air
Menetapkan posisi vertikal MAB +86.952 dan MAN +83.637 sebagai acuan hidrologi. - Dimensi Bentang Utama
Mengonfirmasi panjang total struktur jembatan sejauh 24.000 mm (24 meter). - Penetrasi Pondasi Dalam
Menggambarkan kedalaman tiang pancang mini pile sepanjang 12 meter di bawah pile cap. - Gradien Profil Jalan
Menunjukkan kemiringan 8% pada akses masuk untuk manajemen drainase permukaan. - Komposisi Lapisan Tanah
Mengindikasikan posisi tanah urug dan tanah asli di sekitar abutment. - Posisi Abutmen Vertikal
Menjelaskan ketinggian dinding kepala jembatan relatif terhadap dasar sungai. - Spesifikasi Tiang Pancang
Mendetailkan penggunaan tiang beton pracetak 250x250 mm mutu K-400.
3. Potongan Melintang Substruktur dan Stabilisasi Lereng
Halaman ini berfokus pada irisan melintang (cross-section) yang memperlihatkan lebar jembatan dan sistem proteksi tebing sungai. Detail teknis mencakup penggunaan pasangan batu kali yang diperkuat dengan cerucuk kayu diameter 120 mm untuk meningkatkan daya dukung tanah lunak dan mencegah kelongsoran lereng. Konfigurasi pipa drainase (PVC) juga ditampilkan untuk mengatur aliran air dari struktur jalan.
- Proteksi Lereng Sungai
Menguraikan penggunaan pasangan batu kali untuk mencegah erosi tebing. - Konfigurasi Cerucuk Kayu
Menjelaskan peran tiang kayu sebagai perbaikan tanah dasar di bawah pasangan batu. - Geometri Pasangan Batu
Menampilkan dimensi dan kemiringan dinding penahan tanah tipe gravitasi. - Sistem Drainase Lereng
Menunjukkan penempatan pipa suling untuk membuang air tanah di belakang dinding. - Dimensi Lebar Efektif
Menetapkan lebar total jalur lalu lintas dan bahu jalan pada potongan melintang. - Elevasi Dasar Sungai
Menjadi referensi titik nol vertikal untuk pekerjaan galian dan timbunan. - Distribusi Beban Lateral
Menggambarkan bagaimana struktur menahan tekanan tanah aktif dari sisi tebing.
4. Denah Pelat Lantai dan Detail Komposit Struktur Atas
Subbab ini menguraikan denah penulangan pelat lantai kendaraan dan detail mekanisme komposit. Terlihat jelas penggunaan shear connector D16 yang dilas pada flange atas balok baja, berfungsi menyatukan beton dan baja agar bekerja sebagai satu kesatuan memikul momen lentur. Gambar juga menampilkan penggunaan plate deck sebagai bekisting tetap (stay-in-place formwork) dan tulangan rangkap untuk menahan beban lalu lintas.
- Mekanisme Aksi Komposit
Menjelaskan penyatuan balok baja dan beton melalui penghubung geser. - Konfigurasi Shear Connector
Mendetailkan jarak dan dimensi konektor D16-150/200 mm. - Spesifikasi Tulangan Lantai
Menunjukkan diameter dan jarak besi tulangan D10 pada pelat beton. - Sistem Bracing Diafragma
Memperlihatkan ikatan angin antar-gelagar untuk stabilitas lateral struktur baja. - Kemiringan Transversal Jalan
Menetapkan kemiringan 2% ke arah luar untuk drainase air hujan. - Detail Pipa Drainase
Menunjukkan posisi pipa pembuangan air hujan diameter 3 inci setiap jarak 4 meter. - Integrasi Plate Deck
Menggambarkan posisi lembaran baja bergelombang di bawah pelat beton.
5. Denah Konfigurasi Titik Pancang Pondasi
Halaman ini adalah panduan utama untuk pemancangan, menampilkan denah pondasi dengan tata letak titik-titik mini pile. Konfigurasi kelompok tiang (pile group) dirancang untuk mendistribusikan beban vertikal dari abutment ke lapisan tanah keras. Jarak antar tiang diatur sedemikian rupa untuk meminimalkan penurunan kelompok dan memaksimalkan efisiensi daya dukung pondasi.
- Distribusi Titik Pancang
Memetakan koordinat X-Y untuk setiap tiang dalam kelompok pondasi. - Jarak Antar Tiang
Menentukan spasi minimum antar as tiang untuk menghindari overlapping tegangan tanah. - Dimensi Pile Cap
Menunjukkan ukuran poer beton yang mengikat kepala tiang menjadi satu kesatuan kaku. - Koordinat Posisi Pondasi
Menjadi acuan surveyor dalam penentuan titik pancang di lapangan. - Orientasi Sumbu Pancang
Memastikan ketepatan arah pemancangan agar sesuai dengan sumbu struktur. - Spesifikasi Beton K-400
Menegaskan mutu beton tinggi yang harus dicapai pada elemen pondasi. - Batas Area Galian
Memberikan informasi mengenai luasan tanah yang perlu digali untuk pekerjaan poer.
6. Detail Penulangan Potongan Abutmen dan Dinding Penahan
Bagian ini menyajikan detail struktur internal abutment melalui potongan vertikal (Potongan A & B). Gambar memperlihatkan skema pembesian yang rumit, termasuk tulangan utama D16 dan D22, serta sengkang D13. Detail sambungan antara kepala tiang pancang dengan pile cap (poer) diperlihatkan untuk menjamin transfer beban yang sempurna dari struktur atas ke pondasi.
- Detail Tulangan Utama
Menguraikan diameter dan konfigurasi besi ulir penahan momen lentur dinding. - Sambungan Pile ke Poer
Menjelaskan panjang penyaluran (development length) stek tiang pancang ke dalam beton poer. - Spesifikasi Angkur Baja
Menunjukkan detail angkur diameter 20 mm untuk memegang struktur baja di atasnya. - Geometri Dinding Kepala
Mendefinisikan ketebalan dan ketinggian dinding abutment secara rinci. - Lapisan Lantai Kerja
Menggambarkan penggunaan beton mutu rendah (K-225/K-175) sebagai dasar pengecoran. - Konstruksi Headwall Jembatan
Memperlihatkan bentuk dinding penahan tanah di belakang dudukan jembatan. - Posisi Pipa Weep Hole
Menunjukkan elevasi lubang drainase pada dinding vertikal abutment.
7. Detail Pembesian Sayap Jembatan (Wing Wall)
Halaman ini secara khusus membahas wing wall atau dinding sayap yang berfungsi menahan longsoran tanah timbunan oprit di samping abutment. Detail pembesian memperlihatkan penggunaan jaring tulangan rangkap D13 untuk menahan tekanan tanah aktif lateral. Geometri dinding yang miring mengikuti kontur tanah didesain untuk efisiensi material sekaligus stabilitas lereng.
- Fungsi Penahan Tanah
Menjelaskan peran dinding sayap dalam menahan timbunan jalan pendekat. - Skema Tulangan Wingwall
Mendetailkan anyaman besi D13 dengan spasi 125-250 mm. - Geometri Sayap Miring
Memperlihatkan bentuk trapesium dinding yang menyesuaikan kemiringan tanah. - Ikatan Tulangan Horizontal
Menunjukkan kontinuitas pembesian antara dinding sayap dan dinding abutment utama. - Dimensi Efektif Dinding
Memberikan ukuran tinggi dan panjang total struktur sayap. - Stabilitas Lereng Samping
Menguraikan kontribusi wing wall terhadap keamanan lereng di sisi jembatan. - Detail Sengkang Vertikal
Menggambarkan pengikat tulangan sisi muka dan belakang dinding.
8. Tampak Atas Dudukan Bearing dan Potongan Detail
Subbab ini menampilkan tampak atas dari abutment seat (dudukan jembatan), yang merupakan area kritis tempat tumpuan girder baja. Gambar mendetailkan posisi elastomeric bearing pad (bantalan karet) dan lateral stop (blok penahan gempa) untuk mencegah pergeseran berlebih jembatan saat terjadi beban lateral. Potongan C dan E memperlihatkan penulangan lokal yang sangat rapat di area tumpuan untuk menahan beban terpusat yang besar.
- Posisi Elastomeric Bearing
Menetapkan lokasi akurat peletakan bantalan karet jembatan. - Dimensi Dudukan Girder
Memberikan ukuran area tumpuan balok baja utama. - Penulangan Balok Gendong
Mendetailkan besi tulangan ekstra pada area konsol penerima beban. - Penahan Gaya Lateral
Menjelaskan fungsi blok beton untuk menahan pergeseran samping akibat gempa. - Geometri Tampak Atas
Memvisualisasikan bentuk cap abutment dari sudut pandang udara. - Koordinat Sumbu Girder
Memastikan keselarasan posisi balok jembatan dengan sumbu tumpuan. - Detail Potongan Dudukan
Memperlihatkan ketebalan selimut beton dan kerapatan sengkang di area tumpuan.
9. Sistem Drainase Abutmen dan Proteksi Gerusan
Halaman ini berfokus pada manajemen air dan stabilitas tanah di sekitar abutment. Detail teknis mencakup lapisan filter (ijuk dan kerikil) di belakang dinding untuk mencegah penyumbatan pipa drainase (weep holes). Selain itu, terdapat detail konstruksi saluran drainase terbuka dan heling (proteksi lereng) yang menggunakan pasangan batu kali serta detail kepala cerucuk untuk memperkuat dasar saluran.
- Manajemen Tekanan Hidrostatis
Menjelaskan cara mengurangi tekanan air di belakang dinding penahan. - Material Filter Porous
Menguraikan penggunaan ijuk dan kerikil sebagai penyaring sedimen tanah. - Detail Pipa Rembesan
Menunjukkan spesifikasi pipa PVC 2 inci untuk mengalirkan air tanah keluar. - Konstruksi Saluran Drainase
Menampilkan detail penulangan beton saluran berbentuk U. - Detail Kepala Cerucuk
Memperlihatkan sambungan antara tiang kayu dan lantai kerja beton. - Integrasi Dinding Penahan
Menjelaskan hubungan antara struktur abutment dan pasangan batu pelindung. - Lapisan Beton Rabat
Menunjukkan penggunaan beton K-175 sebagai lantai kerja di bawah struktur utama.
10. Detail Pelat Injak dan Visualisasi Isometrik
Halaman terakhir menyajikan detail approach slab (pelat injak) yang berfungsi sebagai transisi kekakuan antara jalan timbunan (fleksibel) dan struktur jembatan (kaku). Pelat ini mencegah terjadinya penurunan tiba-tiba (differential settlement) di ujung jembatan. Gambar juga menyertakan visualisasi isometrik 3D dari abutment dan wing wall untuk memberikan pemahaman ruang yang lebih baik bagi pelaksana konstruksi mengenai bentuk geometri struktur beton yang kompleks.
- Fungsi Pelat Injak
Menguraikan peran pelat beton bertulang dalam mencegah anjlokan jalan di oprit. - Mitigasi Penurunan Tanah
Menjelaskan mekanisme transfer beban kendaraan ke tanah yang lebih stabil. - Visualisasi Tiga Dimensi
Memberikan pandangan isometrik bentuk abutment secara utuh tanpa tulangan. - Dilatasi Sambungan Aspal
Menunjukkan detail celah siar muai yang diisi aspal elastis. - Penulangan Pelat Transisi
Mendetailkan besi D10-150 sebagai tulangan utama pelat injak. - Geometri Spasial Abutmen
Membantu interpretasi bentuk bekisting beton yang harus dibuat. - Hubungan Struktur-Jalan
Menggambarkan koneksi fisik antara ujung jalan raya dan kepala jembatan.
File DWG
Bagian ini menyediakan akses langsung ke file sumber asli dalam format DWG CAD. File ini sangat penting bagi insinyur struktur, drafter, dan kontraktor untuk keperluan analisis lebih lanjut, perhitungan ulang, overlay desain, atau modifikasi teknis sesuai kebutuhan lapangan. Pengguna dapat mengunduh data vektor presisi tinggi yang memuat seluruh layer, blok, dan properti objek yang telah diuraikan dalam analisis di atas.










Post a Comment