Titoreista

Titoreista

Referensi teknik sipil: file DWG, kalkulator RAB, dan panduan konstruksi

Titoreista Titoreista
  • Aplikasi RAB
    Tanah & Persiapan
    • Bowplank
    • Galian Tanah
    • Urugan Tanah Awal (Fill)
    • Urugan Tanah Kembali (Backfill)
    Pondasi
    • Pondasi Rollag Bata
    • Pondasi Batu Kali
    • Pondasi Footplate
    • Pondasi Cerucuk
    Struktur Beton
    • Sloof
    • Kolom
    • Balok
    • Plat Lantai Beton
    • Cor Rabat Beton
    Dinding & Finishing
    • Dinding Bata
    • Plesteran & Acian
    • Keramik Lantai
    • Pengecatan
    • Plafond
    Rangka Atap
    • Rangka Atap Kayu
    • Rangka Atap Baja Ringan
    Kalkulator Lainnya
    • Gorong-gorong
    • Kuat Tekan Beton Hot
  • Teknis & Metode
    Teknologi Beton
    • Uji Slump Beton
    • Tabel Slump Test SNI
    • Hammer Test Beton
    • Curing (Perawatan) Beton
    Metode Pelaksanaan
    • Teknik Pasangan Bata
    • Cetakan Batako
    • Cara Pasang Baja Ringan
    • Teknik Pengecatan Tembok
    MEP & Sanitasi
    • Instalasi Listrik Rumah
    • Septic Tank & Resapan
    • Septic Tank Biofil
    Struktur JembatanDesain jembatan, geoteknik, dan hidraulika dalam satu pembahasan lengkap.Baca Selengkapnya →
  • Dasar & Manajemen
    Pengetahuan Dasar
    • Apa itu Teknik Sipil?
    • Materi Dasar
    • Kaidah Tangan Kanan
    Standar & Dokumen
    • Standar Konstruksi
    • FIDIC Contracts
    • Ukuran Kertas ISO
    • Standar HSE Proyek New
    Supervisi Proyek
    • Pengawasan Rumah Tinggal
    • Pengawasan Jembatan
    • Pengawasan Box Culvert
  • Survey & Alat Berat
    Surveying
    • Surveyor Tanah
    • Windsock
    Pekerjaan Tanah
    • Cut and Fill
    • Produktivitas Alat Berat
    • Pemindahan Tanah Mekanis
    • Jenis Alat Berat
    • Pekerjaan Tanah Jalan
  • BOQ & Material
    Analisa Biaya
    • RAB (Bill of Quantity) Contoh RAB bangunan format Excel
    • Harga Bahan Bangunan
    • Satuan Volume Pekerjaan
    • AHSP (Analisa Harga Satuan)
    Tabel Berat Besi
    • Berat Besi Beton
    • Berat Wiremesh
  • Gambar DWG
    Jembatan
    • Jembatan Beton
    • Jembatan Girder Baja
    • Jembatan Bailey
    • Jembatan Komposit
    Drainase & Gorong-gorong
    • Box Culvert
    • Gorong-gorong Buis Beton
    • Saluran Drainase
    • Dermaga / Jetty
    Menara & Tandon Air
    • Tower Air Beton
    • Menara Air Baja
    • Storage Tank
    Bangunan & Fasilitas
    • Gudang Baja WF
    • Masjid New
    • Mushola
    • Pos Jaga
    Rumah & Arsitektur
    • Desain Rumah DWG
    • Desain Arsitektur
    • Pagar BRC
    • Kusen & Pintu New
    Koleksi File DWG LengkapRatusan gambar kerja siap edit: jembatan, drainase, bangunan, hingga detail arsitektur.Jelajahi Semua DWG →
  • Tools
    • Software Teknik Sipil
    • Convert PDF to DWG
    • Rumus Excel Sipil
    • Contoh Laporan Proyek

Hubungi Kami

Ada pertanyaan, saran, atau penawaran kerja sama? Silakan kirim pesan melalui formulir berikut.

Beranda Label:architecture civil engineering dwg Desain Jembatan Komposit 24 Meter Tiang Pancang Beton 200x200 mm DWG

Desain Jembatan Komposit 24 Meter Tiang Pancang Beton 200x200 mm DWG

Diposting oleh Tito Reista Terverifikasi Februari 10, 2026 Posting Komentar
Dengarkan Artikel

Desain Jembatan Komposit 24 Meter Tiang Pancang Beton 200x200 mm DWG

Dokumen perencanaan ini menyajikan desain teknis jembatan komposit baja-beton dengan bentang 24 meter yang dirancang untuk mengakomodasi beban lalu lintas pada kawasan Bumi Palma Estate. Sistem struktur atas memanfaatkan balok girder baja profil WF 1100x300x16x28 mm yang disatukan dengan pelat lantai beton bertulang melalui mekanisme shear connector untuk mencapai aksi komposit yang efisien. Struktur bawah ditopang oleh fondasi dalam berupa tiang pancang beton bertulang berukuran 200x200 mm yang mencapai kedalaman 42 meter, memastikan transfer beban ke lapisan tanah keras secara efektif. Konfigurasi desain mencakup integrasi elemen pendukung vital seperti abutment beton bertulang, wing wall untuk stabilitas tanah timbunan, serta penggunaan cerucuk kayu sebagai stabilisasi tanah lunak di area oprit dan tebing sungai. Detail rekayasa juga mencakup sistem drainase pipa PVC dan perletakan elastomeric bearing pad untuk mengakomodasi pergerakan termal dan rotasi struktur. Dokumen ini ditujukan sebagai referensi konstruksi sipil yang komprehensif, mencakup denah, potongan, dan detail fabrikasi baja.

Ringkasan Spesifikasi Teknis


Komponen Struktur Spesifikasi Teknis
Panjang Bentang 24.000 mm (24 Meter)
Balok Induk (Girder) Baja Profil WF 1100x300x16x28 mm
Balok Diafragma Baja Profil WF 250x125x6x9 mm
Pelat Lantai Beton Bertulang K-225, Tebal 200 mm
Fondasi Tiang Pancang Beton Bertulang 200x200 mm
Kedalaman Tiang 42 Meter (Tanah Lunak Dalam)
Perletakan Elastomeric Bearing Pad 400x400x40 mm
Stabilisasi Oprit Cerucuk Kayu Dia. 20 cm, Panjang 8 m
Lebar Jalur 4.500 mm

Informasi Umum File

Dokumen ini merupakan satu set gambar kerja teknik (engineering drawing) yang terdiri dari 8 halaman, mencakup seluruh aspek geometri, struktural, dan detail sambungan jembatan.

  • Identifikasi Berkas Utama
    File menyajikan data vektor presisi tinggi yang merepresentasikan layout, elevasi, dan detail konstruksi jembatan komposit kelas jalan lokal/estate.
  • Karakteristik Visual Gambar
    Penyajian grafis menggunakan standar gambar teknik sipil dengan notasi dimensi milimeter, simbol material (beton, baja, tanah), serta hatch khusus untuk membedakan elemen potongan.
  • Struktur Konten Dokumentasi
    Hierarki informasi disusun mulai dari tata letak lokasi (site plan), denah fondasi, potongan memanjang-melintang, hingga detail sambungan baja dan penulangan beton.
  • Total Lembar Gambar
    Terdapat 8 lembar gambar teknis yang saling terintegrasi untuk membentuk satu kesatuan desain struktur jembatan bentang tunggal.

Uraian Teknis Per Halaman

1. Tata Letak dan Orientasi Lokasi Jembatan


Peta situasi rencana jembatan baru yang bersebelahan dengan struktur kayu eksisting di area tebing sungai yang diperkuat cerucuk.

Halaman ini menyajikan Layout Jembatan dalam skala 1:200 yang menggambarkan posisi geografis jembatan baru relatif terhadap jembatan kayu eksisting dan topografi sungai. Peta situasi ini sangat krusial untuk menentukan alignment jalan akses (oprit) dan posisi abutment (A dan B) agar sesuai dengan kondisi hidrologi sungai. Gambar menunjukkan adanya proteksi tebing menggunakan cerucuk diameter 20 cm sepanjang 8 meter di sepanjang tepi sungai untuk mencegah gerusan atau scouring yang dapat membahayakan stabilitas struktur bawah. Desain layout ini juga mempertimbangkan elevasi rencana jalan (+0.039) dan integrasi dengan dinding penahan tanah untuk memastikan kelandaian oprit yang aman bagi kendaraan.

  • Konfigurasi Geometrik Jalan
    Menentukan lebar jalur lalu lintas 4.500 mm dan bahu jalan yang terintegrasi dengan struktur jembatan untuk kenyamanan manuver kendaraan.
  • Posisi Abutment Struktural
    Menetapkan lokasi titik as tumpuan Abutment A dan Abutment B dengan jarak bentang bersih struktur yang telah diperhitungkan.
  • Proteksi Tebing Sungai
    Menggambarkan penggunaan cerucuk kayu sebagai solusi geoteknik untuk menahan stabilitas lereng sungai di area kritis dekat jembatan.
  • Integrasi Struktur Lama
    Memperlihatkan posisi jembatan kayu eksisting di sisi jembatan baru, yang kemungkinan digunakan sebagai akses sementara atau akan dibongkar.
  • Zonasi Area Komersial
    Mengidentifikasi bangunan "KEDAI" di sekitar lokasi proyek yang menjadi kendala spasial (constraint) yang harus diperhatikan selama konstruksi.
  • Elevasi Rencana Jalan
    Menyajikan data ketinggian permukaan jalan rencana (+0.039) relatif terhadap muka tanah atau muka air untuk perencanaan vertikal alinyemen.
  • Batas Kepemilikan Lahan
    Garis batas visual yang memisahkan area konstruksi infrastruktur dengan lahan privat atau bangunan lain di sekitarnya.

2. Denah Rencana Pondasi dan Dinding Penahan Tanah


Skema denah pondasi abutment tipe A dan B yang dilengkapi dinding sayap penahan tanah selebar 7 meter.

Halaman ini memuat Denah Pondasi Jembatan yang memberikan pandangan horizontal terhadap konfigurasi struktur bawah dan pekerjaan tanah. Fokus teknis utama adalah pada penempatan abutment yang dilengkapi dengan wing wall (dinding sayap) untuk menahan tekanan tanah lateral dari timbunan jalan pendekat. Terlihat pola penyebaran cerucuk 20 cm (L=8m) dan tiang pancang yang membentuk formasi grid untuk mendistribusikan beban vertikal jembatan ke tanah dasar. Dimensi lebar total area fondasi (7.000 mm) dan panjang bentang (24.000 mm) tergambar jelas untuk memandu pekerjaan staking out di lapangan.

  • Distribusi Beban Struktural
    Mengatur letak titik-titik tumpuan beban dari struktur atas ke kepala jembatan (pile cap) secara merata.
  • Konfigurasi Wing Wall
    Menjelaskan geometri dinding sayap yang berfungsi mengarahkan aliran air dan menahan kelongsoran tanah timbunan oprit.
  • Peran Cerucuk Stabilisasi
    Menunjukkan penggunaan cerucuk tambahan di luar fondasi utama untuk meningkatkan daya dukung tanah lunak di sekitar abutment.
  • Dimensi Area Tumpuan
    Memberikan informasi ukuran fisik area abutment yang diperlukan untuk mengakomodasi lebar jembatan dan sistem perletakan.
  • Koordinasi Abutment A-B
    Memastikan keselarasan (alignment) antara kedua sisi tumpuan jembatan agar balok girder dapat duduk presisi.
  • Sistem Retaining Wall
    Menggambarkan dinding penahan tanah di belakang abutment untuk menjaga integritas struktur jalan pendekat.
  • Garis Sempadan Sungai
    Menandai batas aman jarak konstruksi dari tepi sungai untuk kepatuhan terhadap regulasi lingkungan dan keselamatan.

3. Tampak Atas Jembatan dan Detail Penulangan Lantai


Tampak atas susunan balok induk baja WF 1100 yang disatukan dengan pelat beton bertulang wiremesh M10 dan konektor geser.

Subbab ini menganalisis Tampak Atas Jembatan dan detail struktural pelat lantai kendaraan. Gambar teknis memperlihatkan susunan balok induk (Girder WF 1100x300x16x28) yang dipasang dengan jarak antar as 2.000 mm, serta diperkaku oleh diafragma baja WF 250x125x6x9. Detail Potongan Melintang memperlihatkan sistem lantai komposit dengan pelat beton K-225 setebal 200 mm yang diperkuat wiremesh M10. Kunci dari aksi komposit ini adalah Shear Connector (penghubung geser) berupa besi beton diameter 12 mm yang dilas ke sayap atas girder, mencegah slip antara baja dan beton.

  • Mekanisme Aksi Komposit
    Menjelaskan penyatuan kinerja balok baja dan pelat beton melalui konektor geser untuk meningkatkan kekakuan dan kapasitas beban jembatan.
  • Konfigurasi Shear Connector
    Detail pemasangan angkur geser (stud/rebar) dengan jarak dan dimensi spesifik (dia 12-150) pada flange atas girder.
  • Spesifikasi Wiremesh Lantai
    Penggunaan tulangan anyaman M10 pada lapisan atas dan bawah pelat untuk menahan momen lentur dan retak susut beton.
  • Jarak Antar Girder
    Penetapan spasi balok induk selebar 2.000 mm yang optimal untuk efisiensi material dan distribusi beban roda kendaraan.
  • Detail Tulangan Kaki Ayam
    Penggunaan tulangan kursi (support chair) untuk menjaga jarak vertikal antar lapisan tulangan agar selimut beton terjaga sesuai rencana.
  • Fungsi Pipa Drainase
    Sistem pembuangan air hujan (pipa drain 3 inch) yang tertanam pada pelat lantai untuk mencegah genangan air di permukaan jalan.
  • Batas Cor Bekisting
    Indikasi teknis mengenai batasan pengecoran beton bertahap atau posisi bekisting samping pada struktur kantilever trotoar.

4. Potongan Memanjang dan Melintang Struktur Utama


Potongan memanjang struktur menampilkan tiang pancang beton 200x200 milimeter yang menembus tanah sedalam 42 meter hingga tanah keras.

Halaman ini menyajikan Potongan Jembatan yang memberikan pandangan vertikal menyeluruh terhadap elevasi struktur. Potongan memanjang memperlihatkan profil tiang pancang beton 200x200 mm dengan panjang total 42 meter, yang mengindikasikan kondisi tanah lunak yang dalam. Terlihat jelas lapisan tanah asli, urugan tanah puru, dan lantai kerja beton di bawah pile cap. Elevasi dasar sungai rata-rata tercatat pada level -3.30, sedangkan dasar tiang pancang menembus jauh ke bawah. Detail potongan melintang juga memperlihatkan stiffener (pengaku) pelat pada badan girder untuk mencegah tekuk lokal (web buckling).

  • Profil Elevasi Vertikal
    Menyajikan data ketinggian kritis seperti elevasi lantai jembatan, dudukan bearing pad, dan level tanah dasar sungai.
  • Kedalaman Tiang Pancang
    Spesifikasi teknis panjang tiang pancang (42 m) yang diperlukan untuk mencapai lapisan tanah keras atau gesekan selimut yang cukup.
  • Stratigrafi Lapisan Tanah
    Visualisasi lapisan tanah asli dan tanah urug yang mempengaruhi desain daya dukung fondasi dan stabilitas lereng.
  • Dimensi Balok Girder
    Konfirmasi ukuran profil baja WF 1100x300x16x28 sebagai elemen pemikul beban utama jembatan.
  • Sistem Lantai Kerja
    Lapisan beton kurus (1:3:5) dan pasir urug di bawah fondasi untuk memberikan permukaan kerja yang bersih dan rata.
  • Elevasi Muka Air
    Informasi level air sungai yang menjadi acuan untuk menentukan tinggi bebas (freeboard) jembatan terhadap banjir.
  • Geometri Sandaran Railing
    Desain pagar pengaman jembatan yang terintegrasi dengan struktur trotoar untuk keselamatan pengguna jalan.

5. Detail Penulangan Pile Cap dan Kepala Jembatan


Rincian penulangan pile cap menggunakan besi ulir D16-150 serta pemasangan angkur baut baja diameter 3/4 inci.

Subbab ini menguraikan Detail Pile Cap / Perletakan yang berfokus pada konstruksi beton bertulang struktur bawah. Gambar menunjukkan detail penulangan pile cap dengan besi ulir D16 dan D13, serta susunan angkur baut diameter 3/4 inch untuk mengikat base plate girder ke beton. Terdapat informasi mengenai cut off level tiang pancang yang masuk ke dalam pile cap untuk memastikan transfer beban momen dan gaya geser yang monolitik. Dimensi pile cap dirancang masif untuk menyatukan kepala tiang pancang dalam satu kesatuan struktur kaku (rigid).

  • Skema Penulangan Cap
    Rincian diameter, jarak, dan bentuk pembengkokan besi tulangan (D16-150, D13-150) pada struktur kepala jembatan.
  • Detail Angkur Baut
    Spesifikasi angkur baja diameter 3/4 inch panjang 500 mm yang tertanam dalam beton untuk memegang pelat landasan.
  • Level Cut-Off Tiang
    Posisi pemotongan kepala tiang pancang yang masuk ke dalam beton pile cap sebagai stek penyalur gaya.
  • Spesifikasi Base Plate
    Pelat baja tebal 24 mm ukuran 600x600 mm sebagai dudukan transisi antara girder baja dan beton abutment.
  • Tulangan Geser Vertikal
    Pemasangan besi sengkang atau tulangan tegak untuk menahan gaya geser yang besar pada area tumpuan balok.
  • Dimensi Kepala Jembatan
    Ukuran geometris struktur abutment yang dirancang untuk menampung dudukan balok dan dinding penahan tanah.
  • Lapisan Pasir Urug
    Material perbaikan tanah di bawah lantai kerja untuk mendistribusikan tegangan tanah dan mempermudah pelaksanaan.

6. Detail Sambungan Baja, Diafragma, dan Bracing


Gambar kerja sambungan baut mutu tinggi A325 pada diafragma baja profil WF 250 dan pelat pengaku badan girder.

Halaman ini adalah lembar kerja fabrikasi baja yang menampilkan Detail Sambungan Baja & Detail Bracing. Gambar teknis merinci sambungan baut (bolted connection) pada diafragma dan balok melintang menggunakan baut mutu tinggi A325. Terlihat detail stiffener badan (web stiffener) pelat 10 mm yang dipasang vertikal pada girder untuk mencegah web crippling. Sistem ikatan angin (bracing) menggunakan profil siku L 60x60x6 mm dipasang menyilang untuk memberikan stabilitas lateral pada jembatan terhadap beban angin atau gempa.

  • Mekanisme Sambungan Baut
    Penggunaan baut mutu tinggi (HTB A325) dengan pola lubang spesifik untuk menyambung elemen-elemen baja secara friksi atau tumpu.
  • Fungsi Pelat Stiffener
    Pelat pengaku vertikal yang dilas pada badan girder untuk mencegah tekuk pelat badan akibat beban terpusat atau geser.
  • Konfigurasi Bracing Silang
    Susunan rangka batang ikatan angin bawah untuk menjaga geometri persegi jembatan dan menahan gaya lateral.
  • Detail Sambungan Diafragma
    Cara penyambungan balok diafragma ke balok induk menggunakan pelat siku dan baut untuk kekakuan torsional.
  • Spesifikasi Baut A325
    Penetapan standar material baut struktural kekuatan tinggi yang wajib digunakan pada sambungan jembatan baja.
  • Geometri Plat Simpul
    Bentuk dan dimensi pelat buhul (gusset plate) yang menjadi titik pertemuan batang-batang bracing.
  • Stabilitas Lateral Girder
    Peran sistem diafragma dan bracing dalam mencegah balok girder terguling (lateral torsional buckling) saat pembebanan.

7. Spesifikasi Perletakan Elastomer dan Base Plate


Spesifikasi bantalan karet elastomer dimensi 400x400x40 milimeter di atas pelat landasan baja tebal 24 milimeter.

Subbab ini berfokus pada Detail Perletakan yang menggambarkan mekanisme transfer beban dari suprastruktur ke infrastruktur. Komponen utama adalah Elastomeric Bearing Pad ukuran 400x400x40 mm yang berfungsi sebagai sendi elastis, memungkinkan rotasi balok dan pergerakan horizontal akibat pemuaian termal. Bantalan ini diletakkan di atas Base Plate 600x600x24 mm yang diangkur ke pile cap. Detail ini juga memperlihatkan stiffener tumpuan (bearing stiffener) tebal 12 mm pada girder tepat di atas perletakan untuk menyalurkan reaksi tumpuan yang besar ke badan balok tanpa deformasi.

  • Transfer Beban Vertikal
    Alur penyaluran gaya berat sendiri dan beban hidup kendaraan dari balok baja ke abutment beton melalui bantalan karet.
  • Spesifikasi Elastomeric Pad
    Dimensi dan ketebalan bantalan karet berlapis pelat baja yang dirancang untuk menahan beban vertikal dan gaya geser horizontal.
  • Detail Dudukan Girder
    Konstruksi dudukan baja di bawah sayap girder yang rata dan kuat untuk menempel pada bantalan elastomer.
  • Fungsi Angkur Fix/Move
    Sistem pengangkuran yang mungkin didesain kaku (sendi) atau bebas (rol) tergantung pada lubang slotted pada base plate (meski gambar menunjukkan baut standar).
  • Dimensi Pelat Landasan
    Ukuran pelat baja dasar yang luas untuk menyebarkan tegangan tumpuan agar tidak menghancurkan beton abutment.
  • Stiffener Tumpuan Utama
    Pengaku pelat vertikal ganda di atas tumpuan yang krusial untuk mencegah kegagalan tekuk badan balok di area reaksi maksimum.
  • Akomodasi Rotasi Balok
    Kemampuan bantalan elastomer untuk berdeformasi mengikuti lendutan balok jembatan saat dibebani lalu lintas.

8. Konfigurasi Titik Pancang Tiang Beton


Formasi grid titik pemancangan fondasi tiang beton pracetak dengan jarak antar as 600 milimeter dan pengaku kayu sementara.

Halaman terakhir menyajikan Denah Tiang Pancang skala 1:100 yang memetakan posisi eksak setiap tiang fondasi. Untuk setiap Abutment (A dan B), digunakan kelompok tiang pancang (pile group) dengan konfigurasi grid rapat. Tiang yang digunakan adalah beton pracetak 20x20 cm. Denah ini juga menampilkan penggunaan balok kayu 50/100 sebagai "suai-suai pengaku" sementara selama konstruksi atau sebagai bagian dari sistem bekisting fondasi. Jarak antar as tiang (misal 600 mm) diatur untuk memaksimalkan efisiensi kelompok tiang dan menghindari overlapping tegangan tanah.

  • Grid Tiang Pancang
    Pola susunan matriks titik-titik pemancangan yang dirancang berdasarkan perhitungan beban aksial total jembatan.
  • Efisiensi Kelompok Tiang
    Pengaturan jarak antar tiang untuk memastikan daya dukung grup tiang tidak berkurang drastis dibanding jumlah tiang tunggal.
  • Jarak Antar Pusat
    Dimensi spesifik (spacing) antar tiang dalam arah x dan y (umumnya 3x diameter) untuk kinerja geoteknik yang optimal.
  • Dimensi Penampang Tiang
    Konfirmasi penggunaan tiang persegi ukuran 200x200 mm yang konsisten dengan spesifikasi struktur.
  • Pola Distribusi Beban
    Penempatan tiang yang simetris terhadap garis as jembatan untuk menghindari eksentrisitas beban yang besar pada fondasi.
  • Pengaku Kayu Sementara
    Elemen kayu horizontal yang digunakan untuk menjaga posisi tiang atau cetakan beton agar tetap tegak lurus selama pengecoran pile cap.
  • Toleransi Posisi Pemancangan
    Acuan koordinat titik pancang yang menjadi dasar survei lapangan untuk meminimalkan deviasi posisi tiang.

File DWG

Bagian ini menyediakan akses langsung ke berkas sumber asli dalam format DWG CAD. File ini berisi seluruh vektor gambar kerja yang telah diuraikan di atas, mencakup layer, dimensi, dan properti objek yang dapat diedit menggunakan perangkat lunak CAD standar untuk keperluan studi lebih lanjut atau referensi teknis.

Lokasi: Indonesia
Berbagi
Tito Reista
Tito ReistaTerverifikasi project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Postingan Sebelumnya: Postingan Lama Postingan Selanjutnya: Postingan Lebih Baru

Posting Komentar untuk "Desain Jembatan Komposit 24 Meter Tiang Pancang Beton 200x200 mm DWG"

Kategori

  • civil engineering (239)
  • architecture (138)
  • dwg (128)
  • construction (123)
  • building materials (26)
  • project management (19)
  • reference (17)
  • boq (16)
  • quality management (14)
  • academics (13)
  • energy & utilities (11)
  • quality control (8)
  • applied physics (5)
  • transportation (5)
  • general software (4)
  • heavy equipment (4)
  • interior design (3)
  • engineering software (2)
  • psht (2)

Artikel Populer

Tabel Berat Besi Beton SNI Lengkap Tabel Berat Besi Beton SNI Lengkap Desain Menara Toren Air Struktur Baja dengan Tangki Air Baja Kapasitas 5 Ton DWG Desain Menara Toren Air Struktur Baja dengan Tangki Air Baja Kapasitas 5 Ton DWG Rumus Perhitungan Hammer Test Beton Excel Rumus Perhitungan Hammer Test Beton Excel Cara Install Software AutoCAD 2007 & 2022 di Windows 10 Cara Install Software AutoCAD 2007 & 2022 di Windows 10 Contoh Laporan Progress Pekerjaan Proyek Excel Contoh Laporan Progress Pekerjaan Proyek Excel

Arsip Blog

  • 2026 190
    • September 8
    • Juli 32
    • Juni 5
    • Mei 25
    • April 30
    • Maret 31
    • Februari 28
      • Contoh Site Plan Perumahan DWG
      • Desain Dermaga Jetty DWG
      • Detail Titi Panen Beton Tulangan Kawat 3, 4, 5, 6 ...
      • Detail Jembatan Baja 10 Meter Lantai Plat Bordes D...
      • Desain Titi Panen Rangka Baja Bentang 7-12 Meter D...
      • Detail Titi Panen Pondasi Batu Mangga 7-12 Meter DWG
      • Detail Gorong-gorong Buis Beton Diameter 60, 80, 1...
      • Detail Box Culvert 3x3x15 m DWG
      • Detail Box Culvert 2x2x15 m DWG
      • Detail Box Culvert 2x2x10 m DWG
      • Detail Box Culvert 1.5x1.5x15 m DWG
      • Detail Box Culvert 1.5x1.5x10 m DWG
      • Detail Box Culvert 2x2x5 m DWG Tanah Mineral, Gamb...
      • Detail Box Culvert 1.5x1.5x5 m DWG Tanah Mineral, ...
      • Detail Box Culvert 1x1x5 m DWG Tanah Mineral, Gamb...
      • Detail Tiang Pancang dan Desain Abutment Jembatan DWG
      • Desain Jembatan Rangka Baja 40 Meter Mini Pile 250...
      • Desain Jembatan Komposit 30 Meter Mini Pile 250x25...
      • Desain Jembatan Komposit 24 Meter Tiang Pancang Be...
      • Desain Jembatan Komposit 24 Meter Mini Pile 250x25...
      • Desain Jembatan Komposit 22 Meter Mini Pile 250x25...
      • Desain Jembatan Bailey 30 Meter Panel Rangka Baja DWG
      • Desain Jembatan Bailey 27 Meter Panel Rangka Baja DWG
      • Desain Jembatan Bailey 24 Meter Panel Rangka Baja DWG
      • Desain Jembatan Bailey 21 Meter Panel Rangka Baja DWG
      • Desain Jembatan Bailey 18 Meter Panel Rangka Baja DWG
      • Desain Jembatan Bailey 15 Meter Panel Rangka Baja DWG
      • Desain Jembatan Girder Baja 20 Meter Pondasi Cor B...
    • Januari 31
  • 2025 83
    • Desember 7
    • Oktober 2
    • September 2
    • Agustus 6
    • Juli 29
    • Juni 28
    • Mei 9
Logo Website

About

Foto saya
Tito ReistaTerverifikasi Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia
project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Follow Blog Ini

Halaman

  • About
  • Contact
  • Sitemap
  • Experience
  • PDF to DWG

Aplikasi

Available in the Chrome Web StoreGet it on Google Play

Berlangganan Artikel Baru

Dapatkan pemberitahuan artikel terbaru langsung ke email Anda. Gratis, dan bisa berhenti kapan saja.

Kami menghormati privasi Anda. Tidak ada spam.

© 2026 Titoreista. All Rights Reserved.
  • Privacy Policy
  • Terms of Service
  • Disclaimer
  • DMCA
DMCA.com Protection StatusSitus terverifikasi aman