Detail Tiang Pancang dan Desain Abutment Jembatan DWG
Table of Contents
Detail Tiang Pancang dan Desain Abutment Jembatan DWG
Dokumen ini menyajikan spesifikasi teknis lengkap mengenai detail tiang pancang (spun pile) dan desain abutment untuk proyek Jembatan Komposit bentang 24 meter. Fokus utama gambar kerja ini adalah konfigurasi struktur bawah yang menggunakan fondasi tiang pancang beton prategang (prestressed concrete pile) berdiameter 300 mm sebagai elemen penopang utama. Uraian teknis mencakup denah titik pancang, metode sambungan kepala tiang (pile head) ke pile cap, detail penulangan kolom, serta integrasi sistem drainase dan pelat injak yang dirancang untuk stabilitas tanah lunak dan elevasi banjir.
Ringkasan Spesifikasi Teknis
| Parameter Teknis | Keterangan Spesifikasi |
|---|---|
| Jenis Proyek | Jembatan Komposit |
| Bentang Utama | 24 Meter |
| Jenis Fondasi | Tiang Pancang Beton Prategang (Spun Pile) |
| Diameter Tiang | 300 mm |
| Mutu Beton Struktur | K-225 |
| Dimensi Abutment (Poer) | 4900 mm x 1650 mm |
| Elevasi Lantai Jembatan | +95.50 |
| Elevasi Muka Air Banjir (MAB) | +93.30 |
Informasi Umum File
- Fokus Komponen Utama
Sistem fondasi tiang pancang beton prategang diameter 300 mm dan struktur beton bertulang K-225. - Konteks Proyek Infrastruktur
Merujuk pada pembangunan jembatan permanen dengan bentang utama 24 meter dan jembatan penghubung 5 meter. - Standar Visualisasi
Menggunakan skala detail mulai dari 1:300 untuk profil sungai hingga 1:5 untuk detail sambungan pembesian. - Kelengkapan Dokumen
Terdiri dari 6 lembar gambar teknis yang mencakup tampak samping, denah fondasi, potongan tulangan, dan skema perbaikan.
Uraian Teknis Per Halaman
1. Profil Melintang Sungai dan Posisi Vertikal Tiang Pancang
Halaman ini memvisualisasikan posisi vertikal tiang pancang dalam konteks topografi sungai dan elevasi banjir. Gambar profil memanjang (long section) memperlihatkan bagaimana tiang pancang ditanam hingga kedalaman tanah keras untuk mendukung elevasi lantai jembatan pada +95.50, aman di atas Muka Air Banjir (MAB) +93.30. Tata letak tiang pada titik P5 dan P8 menjadi acuan utama jarak bentang 24.000 mm, yang dikombinasikan dengan kemiringan slope 8% pada akses jalan untuk distribusi beban aksial yang optimal.
- Elevasi Rencana Fondasi
Menentukan panjang efektif tiang pancang yang tertanam berdasarkan level Muka Air Normal dan Banjir. - Jarak Antar Pilar
Menetapkan grid struktural sepanjang 24 meter antara titik tumpu fondasi A dan B. - Mitigasi Risiko Banjir
Merancang ketinggian freeboard jembatan agar aman dari fluktuasi air sungai yang tercatat. - Geometri Oprit Jalan
Mengatur kemiringan akses masuk sebesar 8% untuk mengurangi gaya dorong lateral pada kepala tiang. - Zonasi Area Pancang
Memetakan lokasi titik pancang pada sisi Tepi Kanan dan Tepi Kiri. - Korelasi Tanah Asli
Menggambarkan interaksi kedalaman tiang pancang menembus lapisan tanah dasar dan galian. - Skala Tinjauan Makro
Menyajikan pandangan 1:300 untuk evaluasi posisi jembatan terhadap lingkungan sekitar.
2. Denah Titik Tiang Pancang dan Layout Abutment
Bagian ini menyajikan denah tiang pancang (pile layout) yang presisi, menampilkan formasi grid 10 titik tiang berdiameter 300 mm dengan jarak antar pusat 1000 mm hingga 1200 mm. Desain pile cap (poer) berdimensi 4900 mm x 1650 mm dirancang untuk mengikat kelompok tiang ini menjadi satu kesatuan monolitik dengan kolom penyangga berukuran 500 mm. Detail ini krusial untuk memastikan transfer beban dari gelagar jembatan terbagi merata ke setiap tiang pancang.
- Konfigurasi Grid Tiang
Mengatur jarak as-ke-as tiang (1000-1200 mm) untuk efisiensi daya dukung kelompok tiang. - Dimensi Pile Cap
Menetapkan ukuran poer beton 4900 mm sebagai pengikat utama kepala tiang pancang. - Spesifikasi Kolom Tumpuan
Menempatkan kolom diameter 500 mm tepat di atas titik berat kelompok tiang untuk meminimalisir eksentrisitas. - Area Dudukan Gelagar
Menyediakan landasan stabil selebar 500 mm untuk tumpuan balok memanjang jembatan. - Detail Penahan Gempa
Mensyaratkan dimensi penahan lateral yang disesuaikan dengan spesifikasi supplier untuk keamanan geser. - Mutu Material Struktur
Menegaskan penggunaan beton K-225 untuk seluruh elemen pile cap dan abutment. - Skala Denah Fondasi
Menggunakan rasio 1:50 agar posisi setiap tiang pancang terlihat jelas dan terukur.
3. Potongan Vertikal Penulangan Kolom dan Fondasi
Gambar teknik ini menguraikan potongan vertikal yang memperlihatkan hubungan tulangan antara tiang pancang prestressed dengan struktur kolom di atasnya. Melalui Potongan 1 hingga 4, terlihat jelas detail penjangkaran tulangan utama (D19) dan sengkang (D16) yang masuk ke dalam pile cap. Bagian ini sangat teknis karena menjelaskan bagaimana gaya tarik dan tekan disalurkan dari kolom beton menuju tiang pancang melalui mekanisme panjang penyaluran (development length) yang tertanam sedalam 640 mm.
- Detail Tulangan Utama
Merinci penggunaan besi ulir D19 sebagai tulangan lentur utama pada kolom dan fondasi. - Mekanisme Transfer Beban
Memvisualisasikan penyaluran gaya dari kolom 500 mm ke tiang pancang diameter 300 mm. - Spesifikasi Sengkang Geser
Mengatur jarak sengkang D16 untuk menahan gaya geser pada area hubungan balok-kolom. - Panjang Penyaluran Besi
Menetapkan kedalaman tanam tulangan minimal 640 mm untuk mencegah kegagalan cabut (pull-out). - Konfigurasi Balok Poer
Menunjukkan dimensi tinggi pile cap 650 mm yang membungkus kepala tiang pancang. - Integrasi Struktur Atas
Menyediakan dudukan jembatan yang spesifikasinya disesuaikan dengan supplier rangka jembatan. - Visualisasi Potongan Melintang
Memberikan pandangan sisi (Tampak B) untuk verifikasi elevasi dan ketebalan beton.
4. Detail Sambungan Kepala Tiang Pancang (Pile Head Detail)
Halaman ini adalah inti dari spesifikasi teknis fondasi, menampilkan Detail Tiang Pancang secara spesifik (Potongan 5 & 6). Gambar memperlihatkan metode penyambungan kepala tiang menggunakan pelat baja tebal 5 mm yang dilas ke tulangan, serta isian beton K-225 ke dalam rongga tiang pancang (hollow core). Detail penulangan spiral D10-100 dan D12-100 diperlihatkan secara eksplisit untuk memberikan kekangan (confinement) maksimal pada zona sambungan kritis antara tiang pancang dan kolom.
- Metode Sambungan Las
Mewajibkan penggunaan pelat baja 5 mm yang dilas untuk menyatukan tulangan tiang dengan struktur atas. - Isian Beton Tiang
Menginstruksikan pengisian rongga tiang pancang diameter 300 mm dengan beton mutu K-225. - Penulangan Spiral Pengekang
Merinci penggunaan spiral diameter 10-12 mm jarak 100 mm untuk daktilitas sambungan. - Lantai Kerja Fondasi
Menetapkan lapisan beton kurus setebal 50 mm di bawah pile cap sebagai dasar perakitan. - Penampang Kolom Bulat
Menyajikan distribusi 10 batang tulangan D19 dalam format lingkaran kolom diameter 500 mm. - Detail Angkur Tulangan
Memperlihatkan tekukan tulangan utama yang masuk ke dalam inti beton untuk kekuatan tarik optimal. - Skala Makro Sambungan
Menggunakan skala besar 1:10 dan 1:20 untuk akurasi fabrikasi sambungan kepala tiang.
5. Detail Pelat Injak dan Utilitas Drainase Jembatan
Bagian ini menjelaskan elemen pendukung yang melindungi kinerja tiang pancang dari gerusan air, yaitu sistem drainase dan pelat injak (approach slab). Pelat beton tebal 300 mm ini berfungsi mendistribusikan beban kendaraan di area oprit agar tidak membebani tiang pancang abutment secara mendadak. Terlihat juga detail pemasangan pipa PVC 2 inci setiap jarak 1500 mm untuk membuang air hujan, menjaga tanah di sekitar tiang pancang tetap stabil.
- Fungsi Pelat Injak
Meratakan beban lalu lintas pada transisi jalan ke jembatan untuk melindungi kestabilan abutment. - Sistem Pipa Drainase
Mengatur pembuangan air permukaan melalui pipa PVC 2 inci agar tidak menggenangi kepala tiang. - Dudukan Elastomer
Menggunakan bantalan karet tebal 20 mm sebagai peredam getaran antara gelagar dan tumpuan beton. - Geometri Jembatan Penghubung
Menampilkan dimensi bentang 5 meter yang menghubungkan struktur utama dengan jalan akses. - Profil Kemiringan Jalan
Menerapkan kemiringan transversal 2% pada lantai jembatan untuk kelancaran aliran air. - Perlindungan Sudut Beton
Menggunakan profil baja siku L50x50x5 mm lengkap dengan angkur untuk mencegah gompal. - Detail Penulangan Pelat
Menggambarkan anyaman besi D10 dan D16 sebagai tulangan lentur pelat lantai.
6. Detail Perbaikan dan Penambahan Tiang Pancang
Halaman terakhir menyajikan skema teknis untuk perkuatan struktur, yaitu "Denah Poer Perbaikan" yang melibatkan penambahan tiang pancang tambahan di luar grid asli. Detail ini menunjukkan metode perluasan pile cap dengan grouting dan penyambungan tulangan baru (stek) untuk mengikat tiang pancang baru ke struktur lama. Ini merupakan solusi rekayasa untuk meningkatkan faktor keamanan atau memperbaiki kapasitas dukung fondasi pada Sisi Mandang.
- Penambahan Titik Dukung
Memvisualisasikan posisi tiang pancang baru untuk menambah kapasitas daya dukung lateral dan aksial. - Teknik Perluasan Poer
Merinci dimensi beton tambahan yang disatukan dengan pile cap eksisting melalui metode grouting. - Integrasi Beton Lama-Baru
Menggunakan detail sambungan tulangan (stek) D19 untuk menjamin kesatuan struktur perbaikan. - Modifikasi Dimensi Abutment
Menampilkan perubahan lebar total fondasi menjadi 5500 mm setelah adanya perkuatan. - Pola Tulangan Tambahan
Menunjukkan konfigurasi besi tulangan baru yang dianyam menyatu dengan tulangan lama. - Verifikasi Lapangan
Mewajibkan penyesuaian dimensi penahan lateral dengan kondisi aktual di lapangan. - Skala Detail Perbaikan
Menyajikan potongan 1:25 untuk memperjelas area sambungan kritis beton perbaikan.
File DWG
Bagian ini menyediakan akses langsung ke berkas CAD asli yang memuat seluruh layer, dimensi, dan properti objek dari Detail Tiang Pancang dan struktur jembatan ini. File ini sangat berguna untuk referensi pengukuran presisi atau pemodelan ulang struktur bawah jembatan.






Post a Comment