Desain Jembatan Rangka Baja 40 Meter Mini Pile 250x250 mm L = 12 Meter K-400 DWG
Table of Contents
Desain Jembatan Rangka Baja 40 Meter Mini Pile 250x250 mm L = 12 Meter K-400 DWG
Dokumen teknis ini mempresentasikan Detailed Engineering Design (DED) untuk struktur jembatan rangka baja (steel truss bridge) dengan bentang 40 meter. Desain ini menggabungkan suprastruktur baja yang kokoh dengan sistem lantai kendaraan beton bertulang, ditopang oleh struktur bawah abutment beton yang berdiri di atas fondasi dalam. Spesifikasi fondasi menggunakan Mini Pile beton pracetak berukuran 250x250 mm dengan panjang efektif 12 meter dan mutu beton K-400, yang dirancang untuk mentransfer beban aksial jembatan ke lapisan tanah keras. Dokumen ini juga merinci elemen pendukung vital seperti dinding penahan tanah (wing wall) yang melengkung, pelat injak (approach slab) untuk transisi jalan, sistem drainase terpadu, serta proteksi tebing sungai menggunakan pasangan batu kali dan cerucuk kayu untuk memitigasi risiko gerusan air (scouring) pada elevasi banjir rencana +100.65.
Ringkasan Spesifikasi Teknis
| Komponen | Spesifikasi Teknis |
|---|---|
| Jenis Konstruksi | Jembatan Rangka Baja (Steel Truss Type Warren) |
| Bentang Utama | 40 Meter |
| Lebar Jembatan | Total 6000 mm (Jalur Lalu Lintas 4500 mm) |
| Jenis Pondasi | Mini Pile Beton Pracetak 250x250 mm |
| Kedalaman Pondasi | Panjang Efektif 12 Meter |
| Mutu Beton Tiang Pancang | K-400 |
| Mutu Beton Struktur (Abutment) | K-225 |
| Elevasi Banjir Rencana | +100.65 |
| Struktur Penahan Tanah | Wing Wall Melengkung (Curvilinear) & Pasangan Batu Kali |
Informasi Umum File
Dokumen gambar kerja ini menyajikan rangkaian informasi teknis visual yang komprehensif, mencakup denah, potongan, dan detail pembesian yang diperlukan untuk konstruksi jembatan kelas 1 Bina Marga.
- Identifikasi Berkas Utama
Merupakan satu set gambar teknik format DWG, berisi spesifikasi dimensi, material, dan elevasi proyek infrastruktur jembatan. - Karakteristik Visual Gambar
Menampilkan garis teknik presisi tinggi dengan notasi standar, arsiran material (beton, tanah, batu), dan dimensi dalam satuan milimeter. - Struktur Konten Dokumentasi
Disusun secara sistematis mulai dari peta situasi (layout), profil memanjang dan melintang, detail penulangan struktur bawah, hingga data survei hidrologi. - Total Lembar Gambar
Terdiri dari 12 halaman yang saling terintegrasi untuk memberikan panduan konstruksi yang utuh.
Uraian Teknis Per Halaman
1. Layout Denah Situasi Jembatan
Lembar ini menampilkan tata letak horizontal (plan view) jembatan dengan skala 1:200. Gambar mendefinisikan alinyemen jembatan sepanjang 40.000 mm yang melintasi sungai, dengan orientasi tegak lurus terhadap aliran air. Fitur utama yang terlihat adalah geometri wing wall melengkung pada keempat sudut abutment, yang berfungsi untuk mengarahkan aliran air dan menahan timbunan tanah oprit dengan rasio kemiringan heling 1:1.5.
- Geometri Bentang Total
Menetapkan panjang struktur utama 40 meter sebagai parameter desain utama untuk fabrikasi rangka baja. - Konfigurasi Dinding Sayap
Memperlihatkan bentuk kurvilinear pada wing wall yang dirancang untuk efisiensi hidrolis dan stabilitas tanah timbunan. - Lebar Jalur Lalu Lintas
Mengindikasikan lebar bersih jembatan 6000 mm yang mengakomodasi kendaraan standar perkebunan atau jalan raya. - Integrasi Topografi
Menghubungkan struktur jembatan dengan kontur tanah asli dan rencana timbunan heling pada sisi jalan pendekat. - Posisi Pilar Abutment
Menentukan titik tumpu beban vertikal pada kedua sisi tebing sungai dengan jarak bersih antar muka dinding. - Skala Referensi Horizontal
Memberikan acuan visual 1:200 untuk estimasi luas area kerja dan kebutuhan lahan pembebasan. - Identifikasi Lokasi Proyek
Memuat data legalitas gambar, nomor revisi, dan persetujuan pihak berwenang.
2. Potongan Memanjang Jembatan
Halaman ini menyajikan profil vertikal (longitudinal section) skala 1:50, yang mengilustrasikan elevasi komponen struktur terhadap muka air banjir (MAB) +100.65. Gambar memperlihatkan rangka baja tipe Warren yang menumpu pada abutment beton, serta sistem fondasi mini pile 250x250 mm L=12 m beton K-400 yang dipancang miring (batter pile) untuk menahan gaya lateral. Terlihat pula gradien jalan pendekat sebesar 8%.
- Elevasi Bebas Banjir
Memvalidasi clearance struktur atas terhadap Muka Air Banjir +100.65 untuk keamanan operasional. - Spesifikasi Tiang Pancang
Menetapkan penggunaan mini pile beton mutu tinggi K-400 untuk memaksimalkan kapasitas dukung aksial. - Desain Kelandaian Jalan
Menunjukkan kemiringan oprit 8% yang memerlukan perhatian pada traksi kendaraan dan drainase permukaan. - Struktur Pelindung Tebing
Menggambarkan pasangan batu kosong dan batu kali di depan abutment untuk mencegah erosi kaki dinding. - Koneksi Struktur-Tanah
Memperlihatkan interaksi antara pile cap, dinding abutment, dan tanah urug padat di belakangnya. - Elevasi Lantai Kendaraan
Memberikan datum vertikal +102.38 sebagai referensi finishing permukaan jalan jembatan. - Stabilitas Tiang Miring
Mengindikasikan penggunaan tiang pancang dengan kemiringan tertentu untuk meningkatkan tahanan terhadap gaya rem dan gempa.
3. Potongan Melintang Jembatan
Lembar ini menampilkan irisan melintang (transverse section) skala 1:50, memperlihatkan lebar jalur lalu lintas 4500 mm dan trotoar/kerb samping. Gambar mendetailkan posisi gelagar memanjang (stringer) dan melintang (cross girder) baja, serta pelat lantai beton. Di bagian bawah, terlihat detail proteksi tebing menggunakan pasangan batu kali dan perkuatan cerucuk kayu diameter 120 mm panjang 4 meter setiap jarak 500 mm.
- Konfigurasi Lantai Kendaraan
Menampilkan lebar bersih 4,5 meter diapit oleh kerb beton selebar 750 mm di kedua sisi. - Detail Drainase Dinding
Menunjukkan pipa PVC 2 inci (suling-suling) untuk membuang air tanah di belakang abutment. - Stabilisasi Tanah Dasar
Menjelaskan fungsi cerucuk kayu sebagai friction pile untuk meningkatkan daya dukung tanah di bawah pasangan batu. - Konstruksi Pasangan Batu
Merinci pelindung tebing miring yang terintegrasi dengan struktur pondasi untuk stabilitas lereng. - Dimensi Pile Cap
Memperlihatkan lebar pile cap 6000 mm yang mengikat kelompok tiang pancang menjadi satu kesatuan kaku. - Sistem Pagar Pengaman
Mengindikasikan posisi tiang sandaran (railing) pada sisi terluar trotoar jembatan. - Lapisan Lantai Kerja
Menspesifikasikan beton cor 1:2:3 setebal 5-8 cm di bawah pondasi sebagai perata beban.
4. Denah Pondasi dan Titik Pancang
Dokumen ini memuat rencana tata letak fondasi (foundation plan) skala 1:25. Gambar memperlihatkan susunan kelompok tiang (pile group) untuk satu abutment, terdiri dari mini pile 250x250 mm. Tiang disusun dalam grid dengan jarak spasi 700 mm antar as, diikat oleh pile cap berukuran 2000 mm x 6000 mm.
- Matriks Kelompok Tiang
Mengatur distribusi tiang pancang untuk menahan beban vertikal eksentris dan momen guling dari struktur atas. - Spesifikasi Dimensi Tiang
Menegaskan kembali penggunaan penampang 250x250 mm yang efisien untuk jembatan bentang menengah. - Jarak Antar Tiang
Menetapkan spasi 700 mm untuk meminimalkan efek group efficiency reduction pada kapasitas dukung tanah. - Dimensi Tapak Pondasi
Memberikan acuan ukuran poer 2000 mm (lebar) untuk kestabilan guling struktur abutment. - Posisi Kolom Tumpuan
Mengindikasikan letak dinding atau kolom abutment relatif terhadap pusat berat kelompok tiang. - Material Beton Mutu Tinggi
Mensyaratkan beton K-400 pada tiang pancang untuk ketahanan terhadap tegangan pemancangan. - Grid Referensi Konstruksi
Menyediakan koordinat lokal untuk stake-out posisi pemancangan di lapangan.
5. Detail Penulangan Abutment (Potongan A & B)
Halaman ini menyajikan detail pembesian (rebar detailing) struktur abutment dengan skala 1:25. Struktur menggunakan beton mutu K-225. Penulangan utama menggunakan besi ulir D13-150 dan D13-200, sedangkan angkur fondasi menggunakan D22. Gambar juga memperlihatkan detail sambungan antara tiang pancang dan pile cap.
- Spesifikasi Mutu Beton
Menetapkan kelas K-225 untuk struktur abutment, berbeda dengan tiang pancang yang K-400. - Detail Penulangan Dinding
Merinci tulangan vertikal D13-200 dan D13-150 untuk menahan tekanan tanah lateral. - Sistem Angkur Pondasi
Menunjukkan besi D22 yang tertanam dalam untuk mentransfer gaya tarik/tekan dari dinding ke pile cap. - Penyaluran Beban Tiang
Menggambarkan stek besi tiang pancang yang masuk ke dalam pile cap untuk koneksi monolitik. - Tulangan Sengkang Ikat
Memperlihatkan besi D13-300 sebagai pengikat geser pada pile cap dan dinding. - Lapisan Dasar Pondasi
Mensyaratkan pasir urug 10 cm dan lantai kerja 5 cm di bawah beton struktur. - Geometri Dinding Penahan
Memperlihatkan penebalan dinding di bagian bawah (breast wall) untuk momen guling maksimum.
6. Detail Pembesian Dinding Sayap (Wingwall)
Lembar ini fokus pada struktur Wing Wall dengan skala 1:25. Dinding sayap ini menggunakan beton K-225 dan tulangan utama D16-125, D16-200, dan D16-250. Struktur ini krusial untuk menahan tanah timbunan di sisi oprit agar tidak longsor ke sungai.
- Hierarki Diameter Tulangan
Menunjukkan penggunaan besi D16 yang lebih besar untuk menahan momen lentur pada dinding kantilever. - Variasi Jarak Tulangan
Menjelaskan pengaturan spasi tulangan (125mm hingga 250mm) sesuai distribusi beban tanah. - Tulangan Bagi Horizontal
Mengidentifikasi besi ikat diameter 10 mm jarak 40 cm untuk pengendalian retak susut. - Koneksi Struktural Sudut
Mendetailkan pertemuan tulangan antara sayap dan badan abutment utama. - Geometri Penampang Miring
Memperlihatkan profil dinding yang menipis ke atas untuk efisiensi material beton. - Mutu Material Konsisten
Menegaskan penggunaan beton K-225 yang sama dengan struktur abutment utama. - Detail Panjang Penyaluran
Memberikan informasi panjang lewatan tulangan (1L) untuk sambungan yang aman.
7. Tampak Atas Kepala Jembatan & Detail Dudukan
Halaman ini menampilkan denah Abutment Seat skala 1:50 dan detail dudukan (pedestal). Terlihat posisi blok tumpuan (bearing pad) yang disesuaikan dengan desain struktur atas jembatan. Detail angkur D16 dan penulangan pedestal D13 juga disajikan untuk menahan gaya geser horizontal.
- Fleksibilitas Desain Dudukan
Mencatat bahwa posisi dan dimensi bearing akan menyesuaikan dengan spesifikasi rangka baja. - Penulangan Blok Tumpuan
Merinci penggunaan besi D13 dan D16 untuk memperkuat pedestal beton terhadap beban terpusat. - Mekanisme Penahan Gempa
Mengindikasikan adanya blok penahan lateral (seismic stop) pada gambar potongan. - Sistem Drainase Dudukan
Memperlihatkan pipa PVC untuk membuang genangan air di area perletakan jembatan. - Dimensi Geometri Kepala
Memberikan ukuran lebar total abutment 6000 mm dan jarak antar tumpuan. - Detail Panjang Penyaluran
Menunjukkan spesifikasi panjang penjangkaran tulangan pedestal ke dalam badan abutment. - Posisi Lubang Angkur
Menentukan lokasi pemasangan baut angkur untuk mengikat base plate jembatan baja.
8. Detail Drainase dan Pelindung Lereng
Lembar ini merinci pekerjaan pendukung mencakup saluran drainase beton, heling (pelindung lereng), dan kepala cerucuk. Saluran drainase menggunakan beton cor 1:2:3 tebal 8 cm dengan wiremesh M6. Detail cerucuk memperlihatkan stek besi 10 mm yang dibor ke dalam kayu untuk ikatan dengan beton.
- Konstruksi Saluran Drainase
Menetapkan saluran terbuka beton bertulang wiremesh untuk mengalirkan air permukaan oprit. - Teknik Komposit Cerucuk
Menjelaskan metode penyatuan tiang kayu dan beton menggunakan stek besi yang di-bor. - Sistem Filter Drainase
Menunjukkan penggunaan ijuk dan kerikil di belakang pipa suling untuk mencegah penyumbatan tanah. - Perlindungan Lereng Miring
Menguraikan konstruksi heling beton tipis yang diperkuat wiremesh untuk mencegah erosi permukaan. - Lapisan Pemisah Material
Memperlihatkan penggunaan plastik cor untuk memisahkan beton segar dari tanah dasar. - Manajemen Air Tanah
Menegaskan kembali pemasangan pipa PVC 2" per 150 cm pada dinding penahan. - Dimensi Penahan Kaki
Menggambarkan pasangan batu kali di kaki lereng sebagai kunci kestabilan heling.
9. Detail Pelat Injak dan Isometri
Halaman ini memvisualisasikan bentuk tiga dimensi abutment (Isometrik) dan detail pelat injak (approach slab). Pelat injak bertulang D10-150 berfungsi sebagai transisi kekakuan antara jembatan dan jalan tanah. Gambar isometrik memperjelas hubungan antara wing wall, dudukan kolom, dan lateral stop.
- Fungsi Pelat Transisi
Menjelaskan peran pelat injak dalam mencegah penurunan tanah (settlement) di belakang abutment. - Visualisasi Ruang 3D
Memberikan pemahaman spasial mengenai geometri kompleks wing wall dan back wall. - Detail Siar Muai
Menunjukkan penggunaan aspal dilatasi 2 cm dan siku baja 50x50x5 pada sambungan jembatan. - Penulangan Pelat Injak
Merinci besi D10-150 rangkap untuk menahan beban lalu lintas pada pelat transisi. - Persiapan Tanah Dasar
Mensyaratkan pasir urug padat 100 mm di bawah pelat injak untuk dukungan merata. - Komponen Penahan Lateral
Memperlihatkan bentuk fisik blok beton penahan pergerakan samping jembatan. - Tumpuan Pelat Injak
Menggambarkan satu sisi pelat menumpu pada konsol abutment dan sisi lain pada tanah (sleeper beam).
10. Penampang Melintang Lantai Jembatan
Lembar ini fokus pada detail penulangan pelat lantai jembatan (deck slab) dengan skala 1:50. Tulangan utama lantai menggunakan D16-150. Gambar ini juga memperlihatkan posisi kerb dan perkerasan lantai.
- Spesifikasi Tulangan Lantai
Menetapkan penggunaan besi ulir D16 jarak 150 mm untuk menahan momen lentur pelat lantai. - Detail Kerb Beton
Memperlihatkan pembesian area trotoar/kerb yang monolit dengan pelat lantai. - Lebar Efektif Lantai
Mengonfirmasi lebar perkerasan 4500 mm di antara kerb samping. - Posisi Tulangan Bagi
Menunjukkan besi D12-150 sebagai tulangan pembagi atau susut pada arah memanjang jembatan. - Ketebalan Selimut Beton
Menyiratkan perlindungan beton terhadap tulangan sesuai standar lingkungan jembatan. - Geometri Potongan Melintang
Memvalidasi kemiringan melintang lantai untuk drainase air hujan. - Integrasi dengan Gelagar
Menggambarkan posisi pelat lantai yang duduk di atas struktur baja (stringer).
11. Potongan Memanjang Bentang Penuh
Halaman ini menampilkan profil memanjang keseluruhan jembatan dari As 1 hingga As 11. Skala 1:175. Gambar ini memvisualisasikan rangka baja utuh (tipe Warren truss) yang membentang di atas sungai, lengkap dengan oprit di kedua sisi.
- Visualisasi Bentang Penuh
Memberikan gambaran utuh geometri rangka baja sepanjang 40 meter di atas rintangan sungai. - Profil Tanah Asli vs Rencana
Membandingkan elevasi tanah eksisting (garis merah) dengan elevasi rencana jalan (garis hitam). - Pembagian Segmen Jembatan
Menunjukkan panel-panel rangka baja yang seragam sepanjang bentang. - Posisi Oprit Timbunan
Menggambarkan volume timbunan tanah yang diperlukan di kedua sisi jembatan (As 1-5 dan As 7-11). - Clearance Vertikal
Memperlihatkan ruang bebas di bawah jembatan terhadap profil dasar sungai dan muka air. - Skala Tinjauan Makro
Menggunakan skala 1:175 untuk memuat seluruh panjang proyek dalam satu lembar gambar. - Koordinat Stationing
Menyediakan referensi jarak horizontal per 10 meter (10.000 mm) untuk kontrol pelaksanaan.
12. Profil Sungai dan Data Hidrologi
Lembar terakhir menyajikan data survei profil melintang sungai dan elevasi banjir. Tercatat "Air Banjir Tertinggi +100.650". Data ini krusial untuk menentukan elevasi bawah jembatan (soffit level) agar aman dari banjir.
- Analisis Elevasi Banjir
Menetapkan elevasi +100.650 sebagai parameter hidrologis kritis untuk desain elevasi jembatan. - Profil Dasar Sungai
Menyajikan data batimetri titik per titik untuk analisis kapasitas alur dan kedalaman gerusan. - Elevasi Puncak Lantai
Mencatat "Top Level +100.789" sebagai salah satu referensi datum vertikal. - Datum Referensi Vertikal
Menggunakan "Ref. Level = 80 M" sebagai garis dasar pengukuran elevasi. - Lebar Penampang Basah
Menggambarkan lebar sungai efektif pada kondisi banjir untuk perhitungan debit. - Posisi Pilar Terhadap Alur
Memplot posisi struktur bawah terhadap palung sungai terdalam. - Data Titik Survei
Menyediakan tabulasi elevasi tanah asli pada interval jarak tertentu untuk perhitungan volume galian/timbunan.
File DWG
Bagian ini menyediakan akses langsung ke berkas sumber Computer-Aided Design (DWG) yang memuat seluruh layer, properti objek, dan metadata asli dari gambar teknis di atas untuk keperluan analisis struktur lebih lanjut.












Post a Comment