Desain Pagar BRC Dinding Batako dengan Kawat Duri DWG

Table of Contents

Desain Pagar BRC Dinding Batako dengan Kawat Duri DWG

Dokumen ini menyajikan analisis teknis komprehensif mengenai desain pagar BRC dinding batako dengan kawat duri sebagai solusi pagar perimeter (perimeter fence) yang menggabungkan struktur dinding masif pada bagian bawah dan transparansi visual menggunakan modul pagar BRC pada bagian tengah, serta fitur keamanan tinggi pada bagian atas. Sistem konstruksi ini dirancang untuk fungsi pembatas area yang memerlukan stabilitas tinggi pada kondisi tanah lunak, terlihat dari penggunaan perkuatan cerucuk kayu dan sirip beton. Struktur utama terdiri dari pondasi menerus beton bertulang, dinding pasangan batako yang diplester dan diaci, serta elemen hot-dip galvanized BRC. Fitur keamanan ditingkatkan melalui penambahan 3 baris kawat duri (barbed wire) yang ditopang oleh tiang besi siku L 50x50x5. Dokumen ini mencakup pembahasan mendalam mengenai Detail Pondasi, Potongan Melintang (Cross-Section), Detail Penulangan, dan Spesifikasi Material berdasarkan gambar kerja DWG.

Informasi Umum File


  • Identifikasi Proyek
    Gambar kerja ini diterbitkan sebagai dokumen acuan teknis standar untuk pelaksanaan konstruksi pagar perimeter di berbagai lokasi proyek.
  • Spesifikasi Modul Pagar
    Menggunakan Pagar BRC standar dengan dimensi modul 120 x 240 cm yang dipasang monolit atau dijepit pada kolom.
  • Sistem Pondasi
    Mengadopsi Pondasi Menerus dengan opsi tambahan Sirip Beton (Concrete Fin) dan perkuatan tanah lunak menggunakan Cerucuk Kayu.
  • Material Dinding
    Pasangan Batako dengan spesifikasi spesi 1:4, diplester dan diaci pada sisi luar dan dalam, serta finishing cat.

Uraian Teknis Per Bagian

1. Desain Pondasi dan Perkuatan Tanah


Detail potongan pondasi tapak pagar dengan perkuatan cerucuk kayu diameter 10 cm panjang 4 meter untuk stabilitas di lahan gambut. Skema teknis pemasangan tiga baris kawat duri pada besi siku L 50x50x5 sebagai fitur keamanan tambahan di kepala pagar. Potongan melintang pondasi yang dilengkapi sirip beton tebal 15 cm untuk menahan gaya guling lateral pada kondisi tanah lunak.

Berdasarkan analisis Sub-structure pada halaman 1, 3, dan 5, desain ini menerapkan sistem pondasi yang adaptif terhadap kondisi tanah. Terdapat dua varian detail pondasi: tipe standar dan tipe dengan Sirip Beton (t = 15 cm). Sirip beton berfungsi sebagai penahan gaya lateral (counterweight) untuk mencegah guling (overturning) pada dinding pagar yang panjang. Mengingat beban struktur dan kondisi tanah yang diantisipasi lunak, digunakan "Cerucuk Foundation" berupa kayu diameter 10 cm dengan panjang minimum 4 meter yang ditanam hingga mencapai lapisan tanah keras. Sloof beton bertulang ukuran 15/20 cm berfungsi sebagai balok pengikat (tie beam) yang meratakan beban dinding ke seluruh panjang pondasi. Lantai kerja menggunakan beton mutu persiapan (campuran 1:3:5) setebal 5 cm di bawah sloof.

  • Mekanisme Stabilisasi Cerucuk
    Penggunaan cerucuk kayu diameter 10 cm (L=4m) untuk meningkatkan daya dukung tanah melalui gesekan selimut (skin friction).
  • Fungsi Sirip Beton Penahan Guling
    Penambahan elemen sirip tebal 15 cm pada pondasi untuk meningkatkan Shear Strength dan stabilitas lateral.
  • Spesifikasi Tulangan Sloof
    Sloof 15/20 diperkuat dengan tulangan utama 4 diameter 10 mm (4 D10) dan sengkang diameter 6 mm jarak 150 mm (D6-150).
  • Lapisan Lantai Kerja
    Pengaplikasian lean concrete (beton 1:3:5) setebal 5 cm sebagai dasar pengecoran yang rata dan bersih.
  • Dimensi Sloof Beton
    Penampang balok sloof berukuran 150 x 200 mm yang menghubungkan antar kolom.
  • Detail Angkur Vertikal
    Besi angkur diameter 10 mm dengan panjang penyaluran 500 mm yang tertanam dari kolom ke pondasi.
  • Elevasi Galian
    Galian tanah dilakukan hingga kedalaman tertentu (-1.50 dari nol struktur) untuk mengakomodasi cerucuk dan pasir urug.

2. Struktur Dinding dan Modul Pagar BRC


Tampak depan pemasangan modul pagar BRC ukuran 120 kali 240 cm yang dipasang di atas dinding pasangan batako plester aci. Gambar kerja penulangan sloof beton ukuran 15/20 dan ring balok pengaku 15/15 menggunakan besi tulangan utama diameter 10 mm.

Bagian Superstructure yang diuraikan pada halaman 2 dan 4 menampilkan integrasi antara pekerjaan sipil basah dan fabrikasi metal. Dinding pagar dibangun menggunakan pasangan batako setinggi kurang lebih 1 meter dari sloof, yang kemudian dilanjutkan dengan pemasangan "BRC Fence Module" berukuran 120 x 240 cm di atasnya. Modul BRC ini dipasang di antara kolom praktis beton bertulang dengan jarak as-ke-as (center-to-center) kolom sebesar 2450 mm. Struktur dinding diperkuat dengan Ring Balok 15/15 pada elevasi tertentu untuk mengikat pasangan batako. Detail sambungan pagar BRC dicor menyatu dengan kolom (embedded) untuk memastikan kekakuan hubungan antar elemen dan mencegah pembongkaran paksa. Dinding batako di-finishing dengan plesteran dan acian pada kedua sisi (luar-dalam) serta dicat untuk perlindungan cuaca.

  • Konfigurasi Modul BRC
    Dimensi panel pagar standar 120 cm (tinggi) x 240 cm (lebar) galvanis.
  • Integrasi Kolom Praktis
    Kolom beton yang berfungsi sebagai pengaku vertikal dan pemegang modul BRC.
  • Jarak Bentang Kolom
    Spasi antar kolom didesain 2450 mm untuk mengakomodasi lebar modul BRC ditambah toleransi sambungan.
  • Spesifikasi Plesteran Dinding
    Pasangan batako diplester dan diaci pada sisi luar dan dalam untuk durabilitas.
  • Detail Ring Balok
    Balok pengaku horizontal ukuran 15/15 cm dengan tulangan 4 D8 dan sengkang D6-200.
  • Tulangan Dinding
    Penggunaan wiremesh atau besi tulangan praktis #8-200 dan #6-400 secara vertikal dan horizontal pada dinding.
  • Elevasi Pemasangan
    Pagar BRC dipasang mulai dari elevasi di atas dinding batako, memberikan visibilitas sekaligus keamanan fisik.

3. Detail Pengamanan Kawat Duri dan Potongan Melintang


Mekanisme sambungan dilatasi antar kolom pagar menggunakan angkur besi polos diameter 10 mm dengan panjang penyaluran 500 mm. Susunan lapisan urugan tanah kembali dan lantai kerja beton campuran 1:3:5 setebal 5 cm di atas permukaan tanah keras.

Analisis fitur keamanan pada halaman 6 dan 7 ("Barbed Wire Security") menunjukkan mekanisme perlindungan area vertikal. Pada bagian puncak setiap kolom beton, dipasang tiang besi siku profil L 50x50x5 mm yang berfungsi sebagai lengan penyangga. Lengan ini menopang 3 baris kawat duri yang dipasang dengan jarak vertikal (C/C) 150 mm. Potongan melintang 7-7, 8-8, dan 9-9 memperlihatkan kontinuitas beban vertikal dari kawat duri, ke kolom, dinding, sloof, hingga ke cerucuk di tanah keras. Terdapat detail khusus pada perbatasan tanah (Batas Tanah), di mana pondasi didesain eksentris (rata tepi luar) agar tidak melewati batas lahan kepemilikan.

  • Sistem Kawat Duri
    Instalasi 3 jalur kawat duri (barbed wire) untuk mencegah pemanjatan (anti-climb).
  • Profil Tiang Penyangga
    Menggunakan besi siku "Angle Bar Post" L 50x50x5 mm yang kuat dan kaku.
  • Jarak Vertikal Kawat
    Spasi antar kawat duri diatur 150 mm untuk kerapatan keamanan optimal.
  • Detail Angkur Tiang
    Besi siku ditanam/diangkur ke dalam kolom beton paling atas untuk kekuatan cabut yang maksimal.
  • Posisi Batas Tanah
    Desain pondasi tepi (Potongan 8-8) menyesuaikan garis sempadan lahan.
  • Spesifikasi Beton Struktur
    Campuran beton 1:2:3 atau setara mutu struktural digunakan untuk komponen utama.
  • Sistem Drainase Timbunan
    Potongan melintang menunjukkan adanya tanah timbun di sisi dalam pagar untuk leveling.

File DWG

Bagian ini menyediakan akses ke file asli sebagai referensi teknis bagi insinyur dan drafter. File ini memuat seluruh detail gambar kerja, dimensi presisi, dan notasi material yang diperlukan untuk pelaksanaan konstruksi pagar BRC.

Tito Reista
Tito Reista project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Newer Posts Older Posts

Post a Comment