Desain Tempat Wudhu dan Toilet Masjid DWG
Table of Contents
Desain Tempat Wudhu dan Toilet Masjid DWG
Dokumen teknis ini memuat Detail Engineering Design (DED) untuk bangunan fasilitas sosial berupa tempat wudhu dan toilet masjid yang dirancang dengan standar konstruksi konvensional. Konfigurasi rekayasa bangunan ini mengintegrasikan sistem struktur bawah berupa pondasi batu kali menerus dan pondasi setempat beton bertulang untuk mendukung beban dinding bata merah serta struktur rangka atap. Secara fungsional, desain ini bertujuan memisahkan area suci (wudhu) dan area servis (toilet) melalui manajemen tata letak yang higienis serta sistem utilitas air bersih dan air kotor yang terpisah secara ketat. Elemen kunci yang diuraikan meliputi detail sambungan kayu pada kuda-kuda, spesifikasi finishing keramik, sistem septic tank dengan sumur resapan, serta diagram instalasi elektrikal yang menjamin operasional fasilitas secara efisien.
Informasi Umum File
Berkas ini merupakan kumpulan gambar kerja arsitektur dan struktur yang diterbitkan oleh departemen infrastruktur untuk proyek fasilitas sosial. Berikut adalah spesifikasi umum dokumen:
- Identitas Proyek dan Kepemilikan
Mengacu pada standar bangunan konvensional fasilitas sosial yang digambar oleh Titoreista sebagai referensi perencanaan konstruksi yang dapat diadopsi secara umum. - Spesifikasi Material Utama
Mencakup penggunaan pondasi batu kali, dinding bata merah/batako, kusen kayu kelas II, dan atap zincalume gelombang sebagai standar durabilitas bangunan. - Skala dan Dimensi
Disajikan secara bervariasi mulai dari 1:100 untuk denah utama hingga 1:10 untuk detail penulangan, memastikan presisi pelaksanaan di lapangan. - Cakupan Dokumen Teknis
Meliputi total 10 lembar gambar yang mengintegrasikan aspek arsitektur, struktur beton, struktur kayu, mekanikal, dan plambing (MEP).
Data Teknis & Spesifikasi Material
Tabel berikut merangkum parameter teknis, dimensi komponen, dan standar material yang digunakan dalam konstruksi Tempat Wudhu dan Toilet Masjid ini. Spesifikasi ini mengacu pada Bill of Quantities (BoQ) visual yang tertera pada lembar kerja.
| Komponen / Item Pekerjaan | Spesifikasi & Dimensi Teknis | Referensi Material / Merk |
|---|---|---|
| I. UMUM & DIMENSI | ||
| Luas Bangunan | 16 m² (4.00 m x 4.00 m) | - |
| Elevasi Puncak Atap | +3.90 m dari muka tanah | - |
| Elevasi Lantai Utama | ±0.00 (Teras) & -0.05 (Area Wudhu) | - |
| II. STRUKTUR BAWAH | ||
| Pondasi Utama | Batu Kali Menerus | Batu Belah / River Stone |
| Pondasi Penopang | Pondasi Setempat Beton Bertulang | Beton K-Structured |
| Stabilisasi Tanah | Pasir Urug t=10 cm | Pasir Urug |
| III. STRUKTUR BETON | ||
| Sloof (Tie Beam) | Dimensi 15/20 cm, 4Ø10, Begel Ø6-150 | Beton Bertulang |
| Ring Balok | Dimensi 15/15 cm | Beton Bertulang |
| Campuran Beton | Cor Lantai Kerja 1:3:5 | Semen : Pasir : Kerikil |
| Adukan Kedap Air | Plesteran Trasraam 1:2 | Semen : Pasir |
| IV. DINDING & LANTAI | ||
| Material Dinding | Bata Merah / Batako | - |
| Keramik Lantai (Basah) | 20 x 20 cm (Anti-slip/Unpolished) | Roman / Asia Tile |
| Keramik Dinding | 20 x 25 cm (Tinggi pasang 1.50 m) | Roman / Asia Tile |
| Dinding Bak Mandi | Lapis Keramik 20 x 25 cm (Dalam) | Accura |
| V. KONSTRUKSI ATAP | ||
| Rangka Kuda-Kuda | Kayu Kelas II (Konstruksi KK-3) | Kayu Borneo/Kamper |
| Kaki Kuda-Kuda | Dimensi 5/10 cm | - |
| Balok Tarik | Dimensi 2 x 5/10 cm (Double beam) | - |
| Gording | Dimensi 5/10 cm | - |
| Penutup Atap | Zincalum Gelombang | Zincalume |
| Lisplank | Papan Kayu ukuran 3/25 cm | Kayu Kelas II |
| VI. KUSEN & PINTU | ||
| Kusen & Pintu | Kayu Kelas II | - |
| Daun Pintu Toilet | Plywood t=6 mm dilapis Seng BJLS 20 | Lapis Seng anti-air |
| Kunci & Engsel | Kunci Tanam 2 Slot & Engsel 4" | Ex. Bellucci |
| VII. ELEKTRIKAL | ||
| Kabel Listrik | NYA 2 x 2.5 mm² & Arde 1 x 2.5 mm² | Ex. Supreme / Eterna |
| Armatur Lampu | Lampu SL 11 Watt & 20 Watt | Ex. Philips |
| Saklar & Stop Kontak | Saklar Tunggal/Ganda & Stop Kontak | Ex. Broco |
| Pelindung Kabel | Pipa Conduit Ø5/8" & Inbow Dos | Clipsal / Setara |
| VIII. SANITASI (MEP) | ||
| Pipa Air Bersih | PVC Ø1/2" (Inlet) & Ø3/4" (Distribusi) | Standar AW |
| Pipa Air Kotor | PVC Ø4" (Solid Waste) ke Septictank | Standar D |
| Pipa Air Bekas | PVC Ø3" (Grey Water) ke Drainase | Standar D |
| Closet | Closet Jongkok | Toto / Ina |
| Septictank | Konstruksi Batu Bata, Tutup Beton t=8cm | - |
| Perpipaan Hawa | Pipa Galvanize Ø1.5" | Galvanis Medium A |
Uraian Teknis Per Halaman
1. Denah Utama, Tampak, dan Spesifikasi Bangunan
Halaman pertama menyajikan tata letak fundamental bangunan dengan dimensi 400 cm x 400 cm, yang mencakup area wudhu terbuka dan bilik toilet tertutup. Analisis visual pada potongan A memperlihatkan elevasi vertikal bangunan, mulai dari level tanah dasar (±0.00) hingga puncak atap (+3.90), yang dirancang untuk memastikan sirkulasi udara dan limpasan air hujan yang efektif. Penempatan bak air wudhu di sisi sentral memudahkan aksesibilitas, sementara spesifikasi material di sisi kanan memberikan panduan mutu konstruksi yang kaku.
- Zoning Fungsional Ruang
Membagi area basah (wudhu) dengan elevasi lantai -0.05 dan area kering untuk meminimalisir genangan air ke area sekitarnya. - Sistem Elevasi Lantai
Menetapkan perbedaan ketinggian (levelling) antara teras, area wudhu, dan toilet untuk mendukung aliran gravitasi air buangan. - Spesifikasi Struktur Atap
Menggunakan penutup atap Zincalum Gelombang yang ditopang oleh rangka kayu kelas II, memberikan beban mati yang ringan pada struktur. - Dimensi Komponen Struktural
Mendefinisikan ukuran balok tarik 2x5/10 dan kaki kuda-kuda 5/10 sebagai elemen penyalur beban utama atap. - Orientasi Fasad Bangunan
Terlihat pada Tampak Depan dan Belakang yang menampilkan ventilasi roster atau lubang angin untuk penghawaan alami maksimal pada area toilet. - Konstruksi Dinding Pembatas
Menggunakan pasangan bata merah atau batako dengan finishing plester dan keramik setinggi 1.50 meter untuk perlindungan terhadap kelembapan. - Perlindungan Area Luar
Ditunjukkan dengan adanya rabat beton campuran 1:3:5 selebar 50 cm di sekeliling bangunan untuk mencegah erosi tanah di sekitar pondasi.
2. Detail Struktur Pondasi dan Penulangan Beton
Bagian ini menguraikan rekayasa struktur bawah (sub-structure) dan detail penulangan beton (reinforcement). Gambar Potongan C, Potongan 2, dan Potongan 3 memperlihatkan hubungan antara pondasi batu kali menerus dengan balok sloof beton bertulang 15/20 cm. Detail ini krusial untuk stabilitas bangunan di atas tanah timbun, memastikan transfer beban merata ke tanah keras.
- Detail Penulangan Sloof
Menggunakan tulangan utama 4 diameter 10 mm (4Ø10) dengan sengkang (begel) diameter 6 mm jarak 150 mm (Ø6-150) untuk menahan gaya geser dan lentur. - Konfigurasi Kolom Praktis
Berdimensi 15x15 cm berfungsi sebagai pengaku dinding bata, mencegah keretakan dinding akibat pergerakan tanah atau beban lateral. - Lapisan Trasraam
Diinstalisasikan pada dinding bata di atas sloof dengan campuran kedap air 1:2 untuk mencegah naiknya air tanah (kapilaritas) ke dinding. - Stabilisasi Tanah Dasar
Dilakukan menggunakan lapisan pasir urug setebal 10 cm di bawah lantai kerja dan pondasi untuk meratakan distribusi beban. - Sistem Sambungan Ring Balok
Pada elevasi +3.00 mengikat seluruh dinding bagian atas menjadi satu kesatuan kaku (rigid) sebelum menerima beban atap. - Pondasi Setempat Plat Beton
Terlihat pada detail tulangan, kemungkinan untuk menopang kolom utama atau area dengan beban terpusat lebih besar. - Dinding Keramik Interior
Dipasang setinggi 1.50 m dari lantai pada area basah untuk menjaga kebersihan dan kemudahan perawatan fasilitas sanitasi.
3. Detail Rangka Atap dan Kuda-Kuda Kayu
Halaman ini menyajikan shop drawing terperinci untuk konstruksi atap kayu tipe KK-3. Denah Perkayuan Kap menggambarkan layout gording, balok tarik, dan nok, sementara detail potongan A, B, C, dan D memperjelas teknik sambungan kayu (joinery) yang menggunakan paku 4 inchi dan baut.
- Konfigurasi Kuda-Kuda KK-3
Dirancang dengan sistem rangka batang (truss) kayu yang membentuk segitiga stabil untuk menahan beban angin dan beban atap. - Detail Sambungan Titik Buhul
(Detail A & B) Menunjukkan pertemuan kaki kuda-kuda, balok tarik, dan balok gapit yang diperkuat untuk mencegah kegagalan sambungan. - Dimensi Material Kayu
Ditentukan secara spesifik, seperti gording 5/10, balok tarik 2x5/10, dan nok 5/10 untuk efisiensi penggunaan material namun tetap struktural. - Angkur Penahan Atap
(Detail C) Memperlihatkan penggunaan besi stek Ø10 mm yang tertanam pada ring balok untuk mengikat kuda-kuda agar tidak terangkat oleh angin. - Pemasangan Lisplank
Papan 3/25 cm pada ujung atap berfungsi estetis dan melindungi ujung kaso dari tampias air hujan. - Jarak Antar Kuda-Kuda
Diatur sedemikian rupa pada denah kap untuk mendukung gording agar lendutan tidak melebihi batas izin. - Teknik Pengaku Balok Gapit
Digunakan untuk menjepit kaki kuda-kuda, memberikan kekakuan ekstra pada struktur rangka bidang.
4. Detail Sambungan Arsitektural dan Lisplank
Fokus halaman ini adalah detail hubungan antara struktur beton dengan struktur kayu (roof-to-wall connection) dan finishing atap. Detail besi stek pengikat kuda-kuda memberikan visualisasi bagaimana beban atap ditransfer ke ring balok 15/15 cm.
- Mekanisme Pengikatan Kuda-Kuda
Menggunakan besi stek Ø10 yang dibengkokkan dan dicor ke dalam ring balok, memberikan ikatan mati yang kuat. - Detail Sambungan Lisplank
Memperlihatkan teknik sambungan ekor burung atau takikan pada papan kayu 3/25 cm untuk penyambungan memanjang yang rapi dan kuat. - Posisi Pasangan Bata
Di atas ring balok (Rollag) berfungsi sebagai penjepit celah antara dinding dan atap, mencegah masuknya hewan atau tampias air. - Ketebalan Papan Lisplank
3 cm dipilih untuk menjamin kekakuan papan agar tidak melengkung akibat perubahan cuaca panas dan hujan. - Integrasi Struktur Komposit
Terlihat pada pertemuan antara material beton (ring balok), pasangan bata, dan elemen kayu dalam satu detail konstruksi. - Dimensi Efektif Sambungan
7.5 cm dan 10 cm pada detail lisplank menunjukkan presisi pemotongan kayu yang dibutuhkan tukang. - Standarisasi Skala Detail
1:20 dan 1:25 memudahkan pekerja memahami kompleksitas sambungan kecil di lapangan.
5. Denah Instalasi Listrik dan Pola Lantai
Dokumen ini memetakan utilitas elektrikal dan finishing arsitektur lantai. Denah instalasi listrik mengatur titik lampu dan saklar untuk efisiensi energi, sedangkan denah lantai mengatur pola pasang keramik dan kemiringan lantai.
- Distribusi Titik Cahaya
Menempatkan lampu SL 11W di dalam bilik toilet dan lampu SL 20W di area wudhu untuk pencahayaan optimal. - Pola Grid Lantai
Menggunakan keramik ukuran 20x20 cm tipe kasar (unpolished) untuk area basah guna mencegah pengguna tergelincir (anti-slip). - Posisi Saklar
(Tunggal & Ganda) Diletakkan di dekat pintu masuk pada ketinggian ergonomis, mengontrol pencahayaan secara terzonasi. - Spesifikasi Kabel
Menggunakan tipe NYA 2x2.5 mm² dan kabel arde 1x2.5 mm² di dalam pipa conduit 5/8" untuk keamanan instalasi dari korsleting. - Hierarki Material Lantai
Membedakan keramik lantai KM/WC (20x20) dan keramik dinding (20x25) untuk estetika visual dan fungsi teknis. - Manajemen Kemiringan Lantai
Diarahkan menuju floor drain (walaupun tidak tergambar eksplisit di denah ini, pola grid mengindikasikan arah buangan). - Perlindungan Mekanikal
Komponen listrik menggunakan inbow-dos dan pipa conduit melindungi kabel dari kelembapan dinding toilet.
6. Denah Instalasi Air Bersih
Halaman ini adalah skema plambing air bersih (clean water supply) yang menunjukkan distribusi air dari sumber utama ke titik-titik keran. Menggunakan sistem perpipaan PVC dengan diameter bervariasi untuk menjaga tekanan air.
- Distribusi Jalur Pipa
Menggunakan pipa PVC diameter 3/4" sebagai jalur utama (header) dan reducer ke 1/2" untuk cabang ke keran (inlet/outlet). - Titik Kran Air Wudhu
Ditempatkan berderet dengan jarak proporsional, disuplai oleh pipa horizontal yang tertanam atau menempel pada dinding. - Spesifikasi Fitting Pipa
Mencakup Elbow 90, Tee, dan Socket drat dalam untuk koneksi kran, memastikan sambungan rapat air. - Kontrol Aliran Air
Disediakan melalui stop kran (gate valve) pada inlet utama untuk keperluan maintenance tanpa mematikan seluruh sistem. - Material Pipa PVC
Tipe AW atau D (implied) dipilih karena ketahanan terhadap korosi dan kemudahan instalasi untuk fasilitas umum. - Koneksi Sanitair
Menghubungkan instalasi air bersih ke bak mandi dalam toilet menggunakan kran dinding standar 1/2". - Efisiensi Jalur Pipa
Dirancang sesingkat mungkin (direct routing) dari input pipa 3/4" untuk meminimalisir head loss atau kehilangan tekanan.
7. Denah Instalasi Air Kotor dan Sanitasi
Diagram ini fokus pada manajemen limbah cair (wastewater management). Terlihat jelas pemisahan jalur pembuangan antara grey water (air bekas wudhu/mandi) dan black water (kotoran toilet) menuju unit pengolahan.
- Segregasi Jalur Limbah
Mengarahkan pipa Ø4" dari closet jongkok menuju Septictank, dan pipa Ø3" dari floor drain menuju saluran drainase/parit. - Sistem Pengolahan Limbah
Terdiri dari Septictank sebagai pengurai primer dan Resapan sebagai tempat infiltrasi cairan hasil olahan ke tanah. - Koneksi Drainase Eksternal
Menyalurkan air bekas wudhu (yang relatif bersih) langsung "KE PARIT MASJID" untuk mengurangi beban kerja septictank. - Dimensi Pipa Buangan
Ø4" (100 mm) untuk saluran tinja adalah standar teknis untuk mencegah penyumbatan pada benda padat. - Layout Instalasi
Menempatkan septictank di bagian belakang bangunan, menjauhi sumber air bersih untuk mencegah kontaminasi silang. - Simbol Arah Aliran
Menunjukkan gravitasi sebagai tenaga penggerak utama sistem penyaluran air kotor. - Akses Pemeliharaan
Biasanya diakomodasi melalui lubang kontrol pada septictank dan bak kontrol pada belokan pipa (implied in standard design).
8. Detail Septictank dan Sumur Resapan
Detail konstruksi unit pengolahan limbah on-site. Gambar Potongan dan Tampak Atas Septictank (Skala 1:25) memberikan panduan konstruksi beton kedap air dan lapisan filtrasi.
- Kompartementalisasi Tangki
Membagi septictank menjadi ruang pengendap dan ruang limpahan untuk memaksimalkan proses dekomposisi biologis anaerob. - Konstruksi Dinding Kedap
Menggunakan pasangan bata trasraam 1:2 dan plesteran kedap air untuk mencegah kebocoran limbah mentah ke tanah sekitar. - Sistem Filtrasi Resapan
Terdiri dari lapisan ijuk, kerikil, dan pasir urug yang berfungsi menyaring efluen sebelum meresap ke tanah timbun. - Plat Penutup Beton
Bertulang tebal 8 cm dengan tulangan Ø8-150 menutup tangki, dilengkapi lubang kontrol (manhole) untuk penyedotan lumpur. - Pipa Hawa/Ventilasi
Galvanize Ø1.5" dipasang untuk membuang gas metana hasil fermentasi tinja, mencegah ledakan atau bau balik. - Detail Pipa Peresapan
Menggunakan pipa PVC Ø4" yang dilubangi dan dibungkus ijuk untuk mendistribusikan air secara merata ke area resapan. - Elevasi Pipa Masuk/Keluar
Diatur bertingkat (leveling) untuk memastikan aliran one-way dari toilet ke tangki lalu ke resapan.
9. Detail Arsitektural Kamar Mandi
Halaman ini adalah pembesaran detail (zooming) dari area kamar mandi dan wudhu, meliputi Potongan 4, 5, dan 6. Menampilkan detail pengerjaan finishing interior yang presisi.
- Pemasangan Tali Air
Pada pertemuan kusen dan dinding berfungsi sebagai detil estetika dan mencegah keretakan plesteran. - Leveling Lantai Toilet
Ditunjukkan menurun ke arah floor drain untuk drainase cepat, dengan beda level signifikan (-0.05 dari lantai utama). - Ergonomi Bak Air
Dibangun dengan pasangan bata finish keramik, dilengkapi kran air pada ketinggian yang mudah dijangkau saat posisi jongkok/duduk. - Lapisan Dinding Kedap Air
Setinggi 1.50m (Dinding Keramik) mutlak diperlukan untuk melindungi struktur bata dari kerusakan akibat cipratan air. - Pondasi Rolag/Batu Kali
Di bawah sekat kamar mandi mendukung beban dinding pemisah secara mandiri. - Detail Tempat Sabun
Ditanam (recessed) atau ditempel pada dinding keramik, diatur posisinya agar tidak mengganggu ruang gerak. - Spesifikasi Spesi Mortar
Untuk pemasangan keramik dinding digambarkan pada Potongan 6 untuk memastikan daya rekat yang kuat.
10. Detail Kusen dan Pintu
Halaman terakhir merinci millwork atau pekerjaan kayu halus untuk pintu. Tipe Pintu P-04K dan K-22K dijelaskan lengkap dengan dimensi, material, dan aksesoris pengunci.
- Konstruksi Daun Pintu
Menggunakan rangka kayu lapis (plywood) tebal 6mm yang dilapisi seng BJLS 20 untuk ketahanan terhadap air (water-resistant door). - Dimensi Pintu Toilet
Didesain ramping (lebar ±70-80 cm) sesuai standar ergonomi ruang servis yang efisien. - Aksesoris Pengunci
Menggunakan kunci tanam 2 slot (merk Belucci atau setara) dan engsel gantung 4 inchi untuk durabilitas bukaan pintu. - Detail Ventilasi Pintu
(Louvre/Jalusi) Terintegrasi pada panel pintu atau di atas kusen untuk sirkulasi udara kontinu meskipun pintu tertutup (implied in elevation). - Sistem Angkur Kusen
Menggunakan besi Ø10 mm yang ditanam ke kolom praktis/dinding untuk memegang kusen agar tidak goyang. - Lapisan Pelindung Pintu
Seng BJLS (Baja Lapis Seng) pada sisi dalam pintu toilet adalah fitur spesifik untuk mencegah pelapukan kayu akibat cipratan air toilet. - Posisi Grendel dan Pegangan
(Handle) Ditentukan ukurannya secara presisi pada detail Daun Pintu P-04K untuk kenyamanan pengguna.
File DWG
Untuk keperluan referensi desain teknis lebih lanjut atau modifikasi gambar kerja, Anda dapat mengunduh dokumen sumber asli dalam format CAD. File ini berisi data vektor presisi yang dapat diedit menggunakan perangkat lunak seperti AutoCAD atau ZWCAD.










Post a Comment