Desain Tower Air Beton Kapasitas 5 Ton DWG
Table of Contents
Desain Tower Air Beton Kapasitas 5 Ton DWG (Struktur & Pemipaan)
Desain tower air beton atau yang sering disebut sebagai menara air (elevated water tank) ini dirancang sebagai fasilitas infrastruktur sanitasi vital yang berfungsi untuk menampung dan mendistribusikan air bersih secara gravitasi ke bangunan fasilitas sosial (poliklinik). Secara struktural, bangunan ini mengadopsi sistem Rangka Beton Bertulang (Reinforced Concrete Frame) yang kaku, terdiri dari kolom utama berdimensi 25x25 cm dan balok pengikat 20/30 cm yang dihitung untuk menahan beban mati struktur serta beban hidrostatis dari volume air 5 ton. Fitur teknis utama dari konstruksi ini adalah penggunaan spesifikasi beton kedap air dengan campuran 1:1.5:2.5 pada dinding dan lantai tangki, serta penerapan kemiringan lantai (slope) 1% untuk efisiensi pengurasan (washout). Dokumen teknis ini mencakup analisis komprehensif mulai dari denah arsitektural tangki, potongan elevasi, detail pondasi dengan perkuatan cerucuk, hingga detail pembesian (rebar detailing) yang presisi.
Informasi Umum File
Dokumen gambar kerja ini merepresentasikan standar konstruksi bangunan air untuk fasilitas konvensional standar dengan spesifikasi sebagai berikut:
- Identifikasi Proyek Bangunan: Bagian dari infrastruktur fasilitas sosial (seperti Poliklinik atau Fasilitas Umum) yang membutuhkan sistem distribusi air bersih standar.
- Spesifikasi Material Struktur: Menggunakan beton bertulang dengan campuran 1 : 1.5 : 2.5 (Semen : Pasir : Kerikil) yang setara dengan mutu beton K-225/K-250 untuk menjamin kekedapan air (watertightness).
- Sistem Pondasi & Perbaikan Tanah: Menggunakan Pondasi Telapak (Footplate) tipe P1 yang didukung oleh sistem perbaikan tanah lunak menggunakan Cerucuk Kayu Keras.
- Kelengkapan Sistem Pemipaan: Integrasi pipa PVC kelas AW untuk distribusi air dan Pipa Hitam Medium untuk elemen arsitektural (railing/tangga).
1. Desain Arsitektural dan Skema Pemipaan (Analisis Hal 1)
Pada tinjauan arsitektural, denah tangki menunjukkan dimensi bersih ruang air dengan ketebalan dinding beton seragam 15 cm untuk menahan tekanan lateral air (hydrostatic pressure). Lantai dasar tangki didesain dengan elevasi miring 1% mengarah ke lubang kuras (washout hole), memastikan tidak ada sedimentasi air mati saat pemeliharaan. Skema mekanikal dan pemipaan (plumbing schematic) dirancang terintegrasi menembus pelat lantai beton, mencakup Pipa Outlet (PVC AW 4" dan 2") untuk distribusi, serta Pipa Kuras (PVC AW 3") untuk pembuangan. Pengendalian aliran diatur menggunakan Gate Valve yang ditempatkan pada posisi strategis untuk kemudahan operasional manuver katup.
- Mekanisme Gravitasi Pipa Outlet
Pemanfaatan elevasi menara untuk distribusi air tanpa pompa pendorong melalui pipa PVC AW 4 inci dan 2 inci. - Sistem Drainase Dasar Tangki
Penerapan kemiringan lantai (floor slope) 1% menuju pipa kuras untuk memfasilitasi pembersihan total. - Spesifikasi Dinding Kedap Air
Dinding beton bertulang tebal 150mm (15cm) dengan campuran rapat air 1:1.5:2.5. - Konfigurasi Balok Penopang
Balok struktur 20/30 dan 20/25 yang menopang beban pelat lantai tangki secara grid. - Instalasi Gate Valve
Penempatan katup pengontrol tipe Gate Valve pada jalur outlet dan kuras untuk isolasi aliran. - Posisi Pipa Inlet
Jalur pipa masuk diposisikan pada elevasi atas tangki untuk mencegah aliran balik (backflow). - Dimensi Planar Tangki
Geometri tangki persegi dengan jarak as-ke-as kolom yang simetris (250 cm).
2. Struktur Bawah: Pondasi dan Cerucuk (Analisis Hal 2)
Stabilitas global menara air sangat bergantung pada struktur bawah (sub-structure) yang didesain untuk kondisi tanah lunak. Analisis pada halaman 2 menunjukkan penggunaan Pondasi Telapak (P1) berukuran 120 x 120 cm. Untuk memitigasi penurunan tanah (settlement), pondasi ini diperkuat dengan Cerucuk Kayu Keras berdiameter 10 cm dengan panjang 3 meter yang dipasang setiap jarak 300 mm sampai mencapai tanah keras. Sistem ini bekerja sebagai tiang pancang gesek (friction pile) mini. Seluruh elemen pondasi diikat oleh Sloof (Tie Beam) ukuran 20/30 cm untuk menjamin kekakuan lateral terhadap gaya gempa atau angin. Dasar galian dilapisi oleh Lantai Kerja (Lean Concrete) campuran 1:3:5 setebal 5 cm.
- Konfigurasi Tiang Pancang Mini
Penggunaan cerucuk kayu keras ϕ10 cm L=3m sebagai soil improvement pada tanah dasar. - Detail Penulangan Tapak P1
Tulangan pokok pondasi menggunakan besi deform ϕ12 dengan jarak 150 mm (D12-150) dua arah. - Fungsi Sloof Pengikat
Balok pengikat (Sloof) 20/30 cm menghubungkan antar kolom untuk mencegah penurunan diferensial. - Lapisan Lantai Kerja
Penggunaan beton kurus (lean concrete) 1:3:5 di bawah footplate sebagai pemisah tanah dan struktur. - Elevasi Galian Pondasi
Kedalaman dasar pondasi dipatok pada level -1.00 meter dari muka tanah asli (±0.00). - Tulangan Geser Kolom Pedestal
Penerapan sengkang rapat ϕ8-150 pada area leher kolom yang tertanam. - Dimensi Efektif Footplate
Luas penampang dasar pondasi 1.44 m² (120x120 cm) untuk mendistribusikan beban titik kolom.
3. Detail Pembesian dan Aksesoris Tangga (Analisis Hal 3-4)
Integritas struktur beton bertulang dipastikan melalui detail pembesian (rebar detailing) yang ketat sesuai kaidah SNI beton. Pada pertemuan sudut dinding tangki dan lantai (Detail 1), terdapat penulangan ekstra untuk menahan momen jepit akibat tekanan air. Balok utama 20/30 diperkuat dengan tulangan tarik dan tekan kombinasi diameter 16mm (misal: 3 D16 atau 5 D16) dengan sengkang ϕ8-150. Kolom struktur 25/25 menggunakan tulangan utama 8 D16. Selain struktur, dokumen merinci akses pemeliharaan berupa tangga monyet (cat ladder) dari Pipa Hitam Medium 1 inci yang ditanam ke kolom menggunakan angkur besi 12mm, serta railing pengaman pada area servis di puncak menara.
- Detail Penulangan Sudut Tangki
Pembesian khusus pada pertemuan dinding-lantai untuk menahan gaya tarik diagonal akibat beban air. - Sistem Angkur Tangga Besi
Pemasangan tangga vertikal menggunakan angkur diameter 12mm L=150mm yang di-grouting ke kolom beton. - Konfigurasi Tulangan Balok
Penggunaan besi ulir utama D16 pada balok 20/30 dengan variasi jumlah tulangan tumpuan dan lapangan. - Spesifikasi Pipa Railing
Pagar pengaman menggunakan Pipa Hitam Medium diameter 1 inci dengan finishing cat anti-karat. - Penulangan Sengkang Kolom
Penggunaan stirrups diameter 8mm jarak 150mm untuk menahan gaya geser (shear force). - Detail Base Plate Railing
Plat landasan (base plate) tebal 8mm untuk dudukan tiang railing di atas beton. - Selimut Beton
Penerapan concrete cover setebal 20-25mm (tergantung elemen) untuk melindungi tulangan dari korosi.
File DWG
Bagian ini menyediakan akses ke data teknis asli untuk keperluan referensi teknik, studi struktur, atau pemodelan ulang. File ini berisi gambar kerja lengkap mencakup denah, potongan, dan detail pembesian menara air.


Post a Comment