Desain Menara Toren Air Struktur Baja dengan Tangki Air Baja Kapasitas 5 Ton DWG

Table of Contents

Desain Menara Toren Air Struktur Baja dengan Tangki Air Baja Kapasitas 5 Ton DWG

Dokumen teknis ini menyajikan detail rekayasa komprehensif mengenai Desain Menara Toren Air Struktur Baja dengan Tangki Air Baja Kapasitas 5 Ton yang dirancang menggunakan material utama baja profil dan pelat baja. Sistem struktur mengadopsi konfigurasi rangka batang (truss structure) dengan profil utama H-Beam dan Wide Flange (WF) untuk menjamin stabilitas vertikal dan lateral terhadap beban dinamis fluida serta beban angin. Desain ini mencakup integrasi sistem pondasi beton bertulang mutu K-225, struktur penyangga menara setinggi kurang lebih 6 meter, serta tangki silinder baja dengan spesifikasi pelat dinding dan dasar yang disambung menggunakan metode pengelasan. Komponen utilitas pendukung meliputi sistem perpipaan (inlet, outlet, drain), tangga akses vertikal dengan pengaman (safety cage), serta indikator level air mekanis, yang kesemuanya dirancang mengacu pada standar ASTM A36/BJ 37 untuk elemen baja dan spesifikasi pengecatan anti-korosi.

Informasi Umum File


  • Identifikasi Berkas Utama
    Menyajikan satu set gambar kerja teknik sipil (DED) lengkap berjumlah 13 halaman yang mencakup denah, tampak, potongan, dan detail sambungan struktur menara air.
  • Spesifikasi Material Struktur
    Menetapkan penggunaan mutu beton K-225 untuk pondasi dan mutu baja ASTM A36/BJ 37 untuk profil rangka serta pelat tangki, dilengkapi lapisan pelindung Zinc Chromate Primer.
  • Lingkup Dokumentasi Teknis
    Meliputi desain arsitektural dan struktural menara, detail fabrikasi tangki baja, sistem sambungan baut mutu tinggi (HTB A325), serta tata letak sistem pemipaan.
  • Standar Referensi Proyek
    Mengacu pada standar teknis dan spesifikasi umum yang berlaku untuk perencanaan fasilitas bangunan pendukung dan struktur menara air.

Data Teknis & Spesifikasi Material

Tabel ini mengklasifikasikan komponen berdasarkan kategori pekerjaan sipil, struktur baja, mekanikal, dan arsitektural untuk memudahkan estimasi biaya (RAB) dan pengadaan logistik proyek.

KategoriKomponen / ItemSpesifikasi Teknis & Dimensi
I. STRUKTUR BETON & PONDASIMutu Beton StrukturalK-225 (Untuk Pondasi, Sloof, Pedestal)
Lantai Kerja (Lean Concrete)Campuran 1 : 3 : 5 (Tebal 50 mm)
Besi Tulangan UtamaBesi Ulir (Deformed) D13
Besi Tulangan SengkangBesi Polos Ø8 mm (Jarak 200 mm)
Grouting Base PlateNon-shrink Grout tebal 25 mm
II. STRUKTUR BAJA (RANGKA MENARA)Standar Mutu BajaASTM A 36 / BJ 37
Kolom Utama (Main Column)Profil Baja H-Beam 100 x 100 x 6 x 8 mm
Balok Pengaku (Beam)Profil Baja WF 100 x 50 x 5 x 7 mm
Pengaku Silang (Bracing)Pipa Medium Black Steel Ø 1 inch
Pelat Buhul (Gusset Plate)Pelat Baja tebal 6 mm & 8 mm
Sambungan Baut (Main)Baut Mutu Tinggi (HTB) A325 Ø 1/2" & 5/8"
Angkur PondasiAngkur Baja Ø 12 mm, Panjang Penyaluran 500 mm
III. TANGKI AIR BAJA (FABRIKASI)Material Dinding TangkiHot Rolled Steel Sheets (4' x 8') tebal 4 mm
Material Dasar TangkiPelat Baja tebal 4 mm
Penutup Atap TangkiPelat Baja tebal 3 mm
Rangka AtapProfil Siku L 50 x 50 x 5 mm
Pengaku Keliling (Stiffener)Profil Siku L 50 x 50 x 5 mm
Ventilasi UdaraPipa Hitam STK 41 Ø 6 inch (Leher Angsa)
Manhole AtapDiameter Ø 600 mm
IV. ARSITEKTUR & UTILITASPagar Pengaman (Handrail)Pipa Medium Black Steel Ø 1 1/4 inch
Lantai PlatformPelat Bordes (Checkered Plate) tebal 4,5 mm
Tangga Vertikal (Struktur)Profil Siku L 50 x 50 x 6 mm
Pengaman Tangga (Cage)Pelat Strip 4 x 30 mm
Tangga Dalam TangkiBesi Beton Polos (Round Bar) Ø 16 mm
Pipa Inlet & OutletPipa Baja Sch. 40 Ø 3 inch
Flange SambunganANSI #150 Standard
Indikator Level AirSistem Katrol Ø 65 mm & Guide Rail CNP 125
V. SPESIFIKASI PENGECATANCat Dasar (Tangki Luar)Zinc Chromate Primer (Ketebalan 30 Micron)
Cat Akhir (Tangki Luar)Synthetic High Gloss / Platune 8000 (40 Micron)
Cat Dasar (Tangki Dalam)Epoxy Cupon EA 9 Prime (Ketebalan 40 Micron)
Cat Akhir (Tangki Dalam)Epoxy Cupon EA 9 Finish (Ketebalan 40 Micron)
Merek ReferensiNippon Paint (Sesuai notasi gambar)

Uraian Teknis Per Halaman

1. Spesifikasi Teknis dan Tata Letak Dasar


Layout denah menara air grid 1600mm dengan spesifikasi cat zinc chromate 30 mikron pada profil baja.

Halaman ini berfungsi sebagai lembar data utama yang memuat spesifikasi material, prosedur pengecatan, dan denah orientasi struktur. Uraian teknis menekankan pada persyaratan durabilitas material, di mana sistem pengecatan tangki sisi luar dan dalam dibedakan spesifikasinya untuk mencegah korosi akibat kontak air maupun cuaca, menggunakan lapisan dasar Zinc Chromate dan finish cat sintetis. Secara geometris, denah menunjukkan konfigurasi empat kolom utama dengan jarak as ke as 1600 mm, yang didukung oleh balok pengaku horizontal.

  • Spesifikasi Lapisan Pelindung
    Merinci ketebalan cat primer 30 mikron dan cat finish 40 mikron untuk menjamin ketahanan korosi jangka panjang pada elemen baja.
  • Konfigurasi Grid Kolom
    Menampilkan tata letak struktur bujur sangkar dengan dimensi 1600 x 1600 mm sebagai basis distribusi beban vertikal.
  • Standarisasi Material Baja
    Menetapkan penggunaan baja profil ASTM A36 atau BJ 37 sebagai material konstruksi utama untuk menjamin daktilitas struktur.
  • Dimensi Profil Balok
    Mengidentifikasi penggunaan profil WF 100x50x5x7 sebagai balok pengaku horizontal pada level dasar menara.
  • Prosedur Pengecatan Interior
    Menetapkan penggunaan cat dasar epoksi khusus (Cupon EA 9 Prime) untuk sisi dalam tangki agar aman terhadap kualitas air.
  • Orientasi Tampak Bangunan
    Memberikan referensi arah pandang (Tampak a, b, c, d) untuk memudahkan interpretasi gambar elevasi pada halaman selanjutnya.
  • Kualitas Beton Struktural
    Mensyaratkan kuat tekan beton karakteristik K-225 untuk elemen struktur bawah guna menahan beban reaksi tumpuan.

2. Detail Platform dan Pagar Pengaman


Konstruksi pagar pengaman pipa 1,25 inci dan lantai pelat bordes tebal 4,5mm pada elevasi atas menara.

Bagian ini menguraikan desain area kerja di puncak menara, mencakup denah pagar (guardrail) dan lantai kerja pelat bordes (checkered plate). Fungsi rekayasa dari komponen ini adalah menyediakan akses pemeliharaan yang aman pada elevasi +6.3495 m. Struktur lantai menggunakan pelat baja bertekstur tebal 4,5 mm yang ditumpu oleh balok WF, sementara pagar pengaman dikonstruksi menggunakan pipa medium black steel diameter 1 1/4 inci untuk perlindungan jatuh.

  • Sistem Lantai Kerja
    Menggunakan pelat bordes (checkered plate) tebal 4,5 mm untuk memberikan permukaan anti-selip bagi operator pemeliharaan.
  • Konstruksi Pagar Pengaman
    Memanfaatkan pipa baja hitam diameter 1 1/4 inci yang dilas pada tiang siku untuk membentuk barikade fisik yang kokoh.
  • Elevasi Platform Kerja
    Menetapkan ketinggian lantai kerja pada level +6.3495 m dari muka tanah, sejajar dengan dasar tangki air.
  • Detail Sambungan Las
    Memperlihatkan metode penyambungan pagar pipa ke tiang siku L 50x50x6 untuk kekakuan lateral pagar.
  • Pengaku Tepi Lantai
    Menggunakan profil siku L 50x50x5 sebagai edge angle untuk menahan tepi pelat lantai dan mencegah lendutan lokal.
  • Posisi Tangga Akses
    Mengindikasikan titik masuk tangga vertikal yang terintegrasi dengan celah bukaan pada pagar pengaman.
  • Dukungan Balok Lantai
    Menjelaskan peran profil WF 100x50x5x7 sebagai balok anak yang menopang langsung beban hidup dan mati dari platform.

3. Rangka Atap Tangki dan Ventilasi


Rangka atap kerucut tangki menggunakan besi siku 50x50x5 dengan ventilasi leher angsa diameter 6 inci.

Halaman ini memvisualisasikan struktur penutup tangki berbentuk kerucut landai (conical roof) yang didukung oleh rangka siku radial. Tujuan teknis desain ini adalah untuk mengalirkan air hujan secara efektif dan mencegah akumulasi beban di atas tangki. Terlihat adanya pipa ventilasi diameter 6 inci di puncak atap untuk menjaga keseimbangan tekanan udara saat pengisian dan pengosongan tangki, serta pelat penutup atap setebal 3 mm.

  • Geometri Rangka Atap
    Menampilkan susunan radial profil siku L 50x50x5 yang membagi beban atap secara merata ke dinding tangki.
  • Sistem Ventilasi Udara
    Menggunakan pipa STK 41 diameter 6 inci dengan desain leher angsa untuk sirkulasi udara sekaligus mencegah masuknya air hujan.
  • Spesifikasi Pelat Penutup
    Menetapkan ketebalan pelat baja 3 mm untuk penutup atap, cukup ringan namun kaku untuk bentang tangki.
  • Detail Tumpuan Atap
    Memperlihatkan cincin siku keliling L 50x50x5 pada elevasi +8.7884 m sebagai dudukan rangka atap pada dinding tangki.
  • Pelat Dudukan Nok
    Menjelaskan penggunaan pelat tebal 4 mm di pusat pertemuan rangka atap untuk menyatukan profil-profil radial.
  • Dimensi Diameter Tangki
    Mengonfirmasi diameter tangki sebesar 1746 mm berdasarkan denah rangka atap.
  • Hubungan Dinding-Atap
    Menggambarkan sambungan las antara pelat dinding tangki tebal 4 mm dengan cincin tumpuan atap.

4. Potongan Elevasi dan Sistem Bracing


Potongan vertikal struktur menara setinggi 6 meter menggunakan kolom H-beam 100 dan pengaku silang pipa 1 inci.

Dokumen ini menyajikan potongan vertikal menara (Potongan 1-2 dan A-B) yang memperlihatkan sistem struktur penopang utama. Menara menggunakan empat kolom profil H 100x100x6x8 setinggi 6 meter yang distabilkan oleh sistem pengaku silang (cross bracing) dari pipa baja. Konfigurasi X-bracing ini memberikan kekakuan lateral yang diperlukan untuk menahan beban angin dan gaya gempa, mendistribusikan gaya geser ke pondasi.

  • Profil Kolom Utama
    Mengidentifikasi penggunaan baja profil H 100x100x6x8 yang menerus dari base plate hingga balok platform.
  • Sistem Pengaku Lateral
    Menjelaskan aplikasi cross bracing menggunakan pipa medium black steel diameter 1 inci pada setiap segmen ketinggian.
  • Segmentasi Vertikal
    Membagi tinggi menara menjadi tiga segmen @1900 mm untuk memendekkan panjang tekuk kolom.
  • Pelat Kopel Simpul
    Menunjukkan penggunaan pelat buhul (gusset plate) di titik pertemuan bracing untuk mentransfer gaya aksial batang tarik/tekan.
  • Elevasi Dasar Struktur
    Menetapkan elevasi ±0.000 sebagai muka tanah referensi untuk pengecoran pondasi pedestal.
  • Balok Utama Platform
    Memperlihatkan profil ganda WF dan siku yang menopang tangki dan mendistribusikan beban ke kolom H-beam.
  • Proporsi Dimensi Struktur
    Menggambarkan rasio kelangsingan menara dengan lebar dasar 3000 mm (total lebar pondasi) terhadap tinggi total struktur.

5. Detail Tangga dan Angkur Pondasi


Detail tumpuan base plate angkur M12 pada pedestal beton serta pengaman tangga vertikal pelat strip 4x30.

Halaman ini menguraikan detail fabrikasi tangga vertikal dan sambungan tumpuan ke beton. Tangga dirancang dengan profil siku L 50x50x6 dan pelat strip pengaman untuk aksesibilitas operator. Bagian bawah menampilkan detail sambungan kolom ke pondasi (base plate connection) yang menggunakan angkur diameter 12 mm dan grouting untuk memastikan transfer beban yang monolitik.

  • Konstruksi Tangga Vertikal
    Menggunakan profil siku L 50x50x6 sebagai induk tangga yang dilas ke struktur utama.
  • Sistem Pengaman Tangga
    Menjelaskan detail safety cage dari pelat strip 4x30 mm untuk mencegah risiko jatuh pada ketinggian.
  • Detail Sambungan Kolom
    Menguraikan penggunaan Base Plate tebal 8 mm dan angkur M12 panjang 150 mm untuk menambat kolom H-beam ke pedestal.
  • Material Grouting
    Mensyaratkan lapisan non-shrink grout setebal 25 mm di bawah base plate untuk meratakan tumpuan.
  • Penyokong Tangga
    Memperlihatkan penggunaan siku L 50x50x6 horizontal yang menghubungkan tangga ke kolom struktur utama setiap interval tertentu.
  • Dimensi Pedestal Beton
    Menunjukkan ukuran pedestal 200x200 mm yang menonjol dari muka tanah sebagai dudukan kolom baja.
  • Jarak Anak Tangga
    Menetapkan jarak vertikal antar anak tangga sebesar 300 mm untuk kenyamanan pendakian.

6. Denah dan Potongan Dinding Tangki


Skema penyambungan dinding tangki pelat baja 4mm ukuran 4x8 kaki dengan metode las sudut kedap air.

Subbab ini berfokus pada fabrikasi dinding tangki silinder. Analisis gambar menunjukkan penggunaan pelat baja lembaran ukuran 4' x 8' dengan ketebalan 4 mm. Detail potongan dinding memperlihatkan metode penyambungan pelat dasar ke pelat dinding menggunakan las sudut (fillet weld) pada sisi dalam dan luar untuk menjamin kekedapan air sepenuhnya.

  • Modulasi Pelat Dinding
    Menjelaskan penggunaan pelat standar 4 kaki x 8 kaki tebal 4 mm yang disusun melingkar membentuk selubung tangki.
  • Detail Sambungan Sudut
    Memperlihatkan teknik pengelasan dua sisi (luar dan dalam) pada pertemuan dinding dan dasar tangki untuk kekuatan struktural.
  • Dimensi Diameter Dalam
    Mengonfirmasi diameter efektif tangki sebesar 1552 mm (berdasarkan dimensi visual terkait) atau sesuai proporsi gambar denah.
  • Pengaku Tepi Bawah
    Menggunakan profil siku L 50x50x5 melingkar di dasar tangki untuk menjaga bentuk sirkularitas dinding.
  • Tumpang Tindih Pelat
    Mengindikasikan metode penyambungan pelat dinding vertikal dan horizontal untuk mencapai tinggi tangki yang direncanakan.
  • Ketinggian Segmen Tangki
    Menunjukkan pembagian segmen dinding berdasarkan lebar pelat standar 1219.2 mm (4 kaki).
  • Spesifikasi Las Kedap Air
    Menekankan pentingnya kualitas las penuh pada sambungan pelat untuk mencegah kebocoran pada tekanan hidrostatis maksimum.

7. Detail Rangka dan Sambungan Baut


Teknik sambungan balok ke kolom menggunakan baut mutu tinggi HTB A325 dan pelat buhul tebal 8mm presisi.

Halaman ini menyajikan detail teknis sambungan balok-ke-kolom (beam-to-column connection) dan sambungan bracing. Struktur menggunakan baut mutu tinggi (HTB) tipe A325 dengan berbagai diameter untuk menjamin transfer momen dan gaya geser yang efektif. Detail pelat buhul (gusset plate) dan siku penyambung (cleat angle) digambarkan secara presisi untuk panduan fabrikasi.

  • Spesifikasi Baut Struktural
    Menetapkan penggunaan baut mutu tinggi ASTM A325 diameter 1/2 inci dan 5/8 inci untuk sambungan utama.
  • Sambungan Balok WF
    Memperlihatkan detail sambungan profil WF 100x50 ke kolom H 100x100 menggunakan pelat end-plate tebal 8 mm.
  • Geometri Pelat Buhul
    Menggambarkan bentuk dan dimensi pelat simpul tebal 6 mm untuk pertemuan batang bracing diagonal.
  • Konfigurasi Baut Bracing
    Menunjukkan pola baut pada sambungan batang tarik pipa dan siku pengaku L 40x40x4.
  • Jarak Antar Baut
    Memberikan dimensi presisi jarak pusat-ke-pusat lubang baut (misal: 40, 50, 40 mm) untuk mencegah kegagalan sobek pelat.
  • Pengaku Badan Kolom
    Menampilkan pelat stiffener pada kolom H-beam di lokasi sambungan balok untuk mencegah tekuk lokal pada badan kolom.
  • Detail Sambungan Pedestal
    Memperbesar tampilan antarmuka antara pelat dasar baja dengan angkur pada kepala kolom beton.

8. Detail Pondasi dan Sloof


Penulangan pondasi tapak dan balok sloof ukuran 150x250 menggunakan beton mutu K-225 dan besi ulir D13.

Bagian ini memuat desain struktur bawah (sub-structure). Pondasi menggunakan sistem telapak setempat yang diikat oleh balok sloof beton bertulang ukuran 150/250 mm. Penulangan beton dirancang menggunakan besi ulir D13 untuk tulangan utama dan besi polos diameter 8 mm untuk sengkang, memastikan integritas struktur terhadap penurunan tanah dan gaya lateral.

  • Konfigurasi Balok Pengikat
    Menjelaskan fungsi sloof 150x250 mm yang menghubungkan keempat pondasi telapak untuk mencegah penurunan diferensial.
  • Penulangan Balok Sloof
    Merinci penggunaan tulangan utama 4 diameter 13 mm (4 D13) dan sengkang diameter 8 mm jarak 200 mm.
  • Detail Penulangan Pedestal
    Menunjukkan tulangan kolom pendek pedestal 200x200 mm dengan tulangan vertikal 8 diameter 13 mm.
  • Kedalaman Pondasi
    Menetapkan elevasi dasar pondasi pada -0.400 m dari muka tanah, dengan lapisan pasir urug atau lantai kerja.
  • Lapisan Lantai Kerja
    Mensyaratkan penggunaan beton lean concrete campuran 1:3:5 di bawah sloof dan pondasi setebal 50 mm.
  • Sistem Angkur Tanam
    Memperlihatkan panjang penyaluran angkur baut M12 sepanjang 500 mm ke dalam beton pedestal.
  • Jarak Sengkang Tumpuan
    Mengatur jarak sengkang yang seragam (200 mm) sepanjang balok sloof untuk menahan gaya geser.

9. Detail Manhole dan Nozzle Pipa


Instalasi manhole atap diameter 600mm dan nozzle pipa inlet outlet 3 inci standar flange ANSI 150.

Halaman ini berfokus pada detail mekanikal tangki, khususnya akses pemeliharaan (manhole) dan titik sambungan pipa (nozzles). Manhole atap berdiameter 600 mm disediakan untuk akses orang ke dalam tangki. Sistem perpipaan mencakup inlet dan outlet diameter 3 inci serta pipa drain yang dilengkapi dengan gate valve dan klem penyangga yang menempel pada struktur menara.

  • Akses Manhole Atap
    Menampilkan detail lubang masuk orang diameter 600 mm pada atap tangki lengkap dengan tutup pelat dan pegangan.
  • Spesifikasi Pipa Nozzle
    Mengidentifikasi penggunaan pipa baja Schedule 40 (SCH.40) diameter 3 inci untuk saluran masuk dan keluar air.
  • Flange Sambungan
    Mensyaratkan penggunaan flange standar ANSI #150 untuk koneksi antara nozzle tangki dengan instalasi pipa eksternal.
  • Sistem Pipa Penguras
    Merinci jalur pipa drain diameter 3 inci yang dilengkapi elbow dan gate valve di bagian bawah tangki.
  • Dudukan Pipa Vertikal
    Menjelaskan detail klem pipa (pipe clamp) dari besi plat strip yang dipasang setiap jarak 1000 mm pada tiang menara.
  • Detail Sumuran Drainase
    Menggambarkan kotak kontrol beton ukuran 630x630 mm di tanah untuk menampung buangan air dari pipa drain.
  • Penguat Dinding Nozzle
    Menunjukkan pelat penebalan (reinforcing pad) di sekeliling lubang pipa pada dinding tangki untuk mengurangi konsentrasi tegangan.

10. Detail Sambungan Rangka Lanjutan


Variasi sambungan siku pengaku L 40x40 pada elevasi berbeda menggunakan pelat penyambung 6mm tipe klem.

Halaman ini melengkapi detail sambungan struktur yang belum tercakup pada halaman 7, terutama fokus pada variasi sambungan siku-siku dan pertemuan elemen bracing di berbagai elevasi. Gambar teknis memperlihatkan konsistensi penggunaan pelat penyambung tebal 6 mm dan 8 mm serta baut A325 pada seluruh sistem rangka.

  • Variasi Tipe Sambungan
    Menguraikan detail spesifik (Detail 5, 6, 7) untuk lokasi pertemuan balok-kolom yang berbeda elevasi.
  • Konsistensi Baut Geser
    Menegaskan kembali penggunaan baut HTB A325 diameter 1/2 inci sebagai pengikat standar elemen sekunder.
  • Detail Pelat End-Plate
    Memperlihatkan dimensi dan posisi lubang pada pelat ujung balok WF untuk kemudahan ereksi di lapangan.
  • Penyambungan Siku Pengaku
    Menggambarkan cara profil siku L 40x40x4 disambungkan ke pelat buhul menggunakan baut tunggal atau ganda.
  • Geometri Potongan
    Memberikan pandangan penampang dari atas untuk memverifikasi jarak bebas antar profil baja.
  • Ketebalan Pelat Buhul
    Menetapkan tebal pelat 6 mm untuk menyatukan elemen-elemen batang diagonal yang relatif ringan.
  • Posisi Lubang Baut
    Memberikan koordinat presisi lubang baut pada pelat penyambung untuk menjamin akurasi perakitan.

11. Layout Pelat Atap dan Dasar Tangki


Pola pemotongan pelat dasar tangki diameter 1746mm untuk optimalisasi material lembaran baja tanpa banyak sisa.

Dokumen ini menyajikan pola pemotongan (cutting plan) untuk pelat lantai dasar dan pelat atap tangki. Denah ini krusial untuk meminimalkan sisa material (waste) pelat ukuran 4'x8'. Terlihat pola penyusunan pelat persegi panjang dan pemotongan segmen lingkaran untuk membentuk diameter tangki 1746 mm. Posisi inlet dan outlet juga dipetakan secara akurat terhadap pusat tangki.

  • Pola Pemotongan Pelat
    Menampilkan tata letak lembaran pelat baja standar dan potongannya untuk membentuk lingkaran dasar tangki.
  • Lokasi Nozzle Lantai
    Menentukan koordinat penetrasi pipa outlet dan drain pada pelat dasar tangki relatif terhadap sumbu pusat.
  • Geometri Segmen Atap
    Menggambarkan pembagian segmen pelat atap kerucut agar dapat dibentuk dari lembaran datar.
  • Posisi Pipa Inlet
    Menunjukkan lokasi masuknya pipa pengisi di area pelat atap, terpisah dari manhole.
  • Diameter Efektif Tangki
    Mengonfirmasi diameter luar tangki 1746 mm sesuai dengan dimensi pelat dasar yang direncanakan.
  • Detail Overlap Las
    Secara implisit menunjukkan kelonggaran dimensi untuk sambungan las tumpul (butt weld) antar pelat lantai.
  • Revisi Posisi Manhole
    Mencatat adanya riwayat revisi teknis terkait penyesuaian posisi lubang akses dan tangga pada tanggal tertentu.

12. Panduan Indikator Level Air


Mekanisme indikator ketinggian air sistem katrol 65mm dengan rel pemandu profil CNP 125 di sisi luar tangki.

Halaman ini menjelaskan mekanisme indikator ketinggian air (level indicator guide) yang bekerja secara mekanis menggunakan sistem katrol (pulley) dan pemberat. Sistem ini menggunakan pelampung di dalam tangki yang terhubung dengan indikator eksternal melalui kabel sling, bergerak naik-turun pada rel pemandu (guide rail) CNP.

  • Mekanisme Katrol
    Menjelaskan penggunaan pulley diameter 65 mm di puncak tangki untuk mengarahkan kabel sling pelampung.
  • Rel Pemandu Indikator
    Menggunakan profil CNP 125x50x20x2.3 yang dipasang vertikal di sisi luar tangki sebagai jalur pergerakan penunjuk level.
  • Sistem Pelampung
    Menggambarkan float di dalam tangki yang terhubung dengan kabel sling diameter 4 mm ke indikator luar.
  • Konstruksi Dudukan Katrol
    Merinci support pulley dari pelat tebal 6 mm yang dilas pada atap tangki.
  • Pemberat Indikator
    Berfungsi sebagai penyeimbang yang bergerak berlawanan arah dengan permukaan air untuk pembacaan visual dari tanah.
  • Detail Engsel Penutup
    Memperlihatkan mekanisme perlindungan pulley agar tidak macet akibat korosi atau kotoran.
  • Integrasi Struktur
    Menunjukkan bagaimana rel CNP diklem atau dibaut pada struktur pendukung agar tetap tegak lurus.

13. Detail Tangga Tangki (Luar dan Dalam)

Akses pemeliharaan dalam tangki menggunakan tangga besi beton polos diameter 16mm yang dilas kuat ke dinding pelat.

Bagian akhir dokumen merinci sistem akses vertikal pada tubuh tangki itu sendiri, yang terdiri dari tangga luar (outside ladder) dan tangga dalam (inside ladder). Tangga dalam diperlukan untuk akses pembersihan rutin, menggunakan besi beton polos sebagai anak tangga yang dilas ke dinding tangki.

  • Tangga Akses Internal
    Merinci penggunaan besi beton polos (Round Bar) diameter 16 mm yang dibentuk U dan dilas ke dinding dalam tangki.
  • Tangga Akses Eksternal
    Menggunakan konstruksi serupa atau pelat strip 50x10 mm sebagai induk tangga di sisi luar tangki untuk mencapai atap.
  • Jarak Anak Tangga
    Menetapkan jarak vertikal standar 300 mm antar pijakan kaki untuk kemudahan pendakian.
  • Plat Penguat Tangga
    Menunjukkan penggunaan pelat rectangular bar 50x10 mm sebagai sisi samping tangga luar.
  • Elevasi Puncak Tangki
    Mengkonfirmasi ketinggian puncak dinding tangki pada +8.7884 m dan puncak atap pada +8.9737 m.
  • Detail Sambungan Las
    Memperlihatkan metode pengelasan penuh (fillet weld) anak tangga besi beton ke pelat samping atau dinding tangki.
  • Relasi Posisi Manhole
    Menunjukkan posisi tangga yang segaris lurus dengan lubang manhole atap untuk akses langsung yang ergonomis.

File DWG

Untuk keperluan studi lebih lanjut, analisis mendalam, atau referensi penggambaran ulang, file gambar kerja asli dalam format CAD (DWG) yang menjadi dasar analisis teknis di atas dapat diakses melalui tautan berikut. File ini memuat seluruh layer, dimensi presisi, dan blok atribut yang telah dijelaskan dalam dokumen ini.

Tito Reista
Tito Reista project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Newer Posts Older Posts

Post a Comment