Desain Masjid Sederhana Rangka Atap Kayu DWG
Table of Contents
Desain Teknis Masjid Sederhana dengan Konstruksi Rangka Atap Kayu dan Utilitas Terpadu DWG
Dokumen ini menyajikan Detail Engineering Design (DED) untuk sebuah bangunan masjid satu lantai yang mengintegrasikan struktur beton bertulang konvensional dengan sistem rangka atap kayu (timber truss). Desain ini mencakup denah arsitektural, detail struktur bawah (pondasi batu kali dan footplate), struktur atas (kolom, balok, ring balk), serta sistem mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) yang mencakup menara air dan area wudhu terpisah. Tujuan rekayasa dari dokumen ini adalah menyediakan panduan konstruksi yang presisi untuk bangunan peribadatan dengan bentang menengah, mengutamakan efisiensi material kayu kelas II pada kuda-kuda serta durabilitas struktur beton pada area basah dan kering. Gambar kerja ini juga merinci hubungan elemen struktural seperti angkur, pelat buhul, dan sambungan gigi berkait untuk menjamin kekakuan lateral dan distribusi beban yang merata dari atap ke tanah keras.
Informasi Umum File
- Identifikasi Dokumen Teknis
Berkas ini merupakan kumpulan gambar kerja arsitektur dan struktur (Shop Drawing/For Construction) untuk pembangunan masjid, area wudhu, dan menara air dengan standar skala teknik sipil yang bervariasi (1:20 hingga 1:100). - Lingkup Rekayasa Desain
Cakupan gambar meliputi perancangan struktur sipil (pondasi, beton), arsitektur (tampak, pola lantai, plafon), serta utilitas (listrik, sanitasi, air bersih/kotor) yang saling terintegrasi dalam satu paket dokumen konstruksi. - Spesifikasi Material Utama
Dokumen menetapkan penggunaan material spesifik seperti batu kali untuk pondasi menerus, beton bertulang untuk kolom utama, kayu kelas II untuk elemen kuda-kuda, dan penutup atap Zincalume gelombang untuk efisiensi beban mati. - Volume Dokumentasi Gambar
File DWG ini memuat 23 halaman visual yang disusun secara sistematis mulai dari denah layout hingga detail sambungan terkecil.
Analisis Detail Lembar Gambar Teknik
1. Denah Layout Arsitektural dan Spesifikasi Bangunan
Halaman ini menyajikan denah lantai utama masjid dengan skala 1:100, memperlihatkan grid struktural dan pembagian zonasi ruang antara area suci (ruang jamaah dan mihrab) dengan area servis (bak air dan tempat wudhu). Penjelasan teknis mencakup elevasi lantai yang berbeda untuk memisahkan area kering dan area basah, serta penempatan kolom praktis dan kolom utama ukuran cm. Tabel spesifikasi teknis memberikan parameter mutu konstruksi, menetapkan luas bangunan total 158 m2 dan penggunaan pondasi gabungan (batu kali dan beton bertulang) untuk stabilitas tanah.
- Zonasi Elevasi Lantai menjelaskan perbedaan ketinggian m hingga m yang berfungsi mengendalikan aliran air permukaan dari area wudhu agar tidak mengintrusi ruang sholat.
- Grid Kolom Struktural menunjukkan modul jarak antar kolom (misalnya 250 cm, 275 cm) yang menentukan bentang balok dan distribusi beban atap ke pondasi.
- Spesifikasi Teknis Material merinci penggunaan kayu kelas II dan atap Zincalume untuk mengoptimalkan rasio kekuatan terhadap berat struktur atap.
- Konfigurasi Ruang Mihrab menampilkan dimensi area imam yang menjorok keluar dari bangunan utama, memerlukan detail penulangan khusus pada balok di atasnya.
- Lokasi Tangki Air menetapkan posisi beban titik dari tandon air 1 ton yang memerlukan perkuatan pondasi setempat di area wudhu.
- Dimensi Bukaan Arsitektur memberikan informasi lebar kusen pintu dan jendela yang mempengaruhi perhitungan volume dinding bata merah.
- Sistem Rabat Beton menguraikan perlindungan keliling bangunan dengan beton 1:3:5 selebar 50 cm untuk mencegah gerusan air hujan pada tanah dasar pondasi.
2. Tampak Depan dan Belakang Bangunan
Lembar ini mengilustrasikan visualisasi ortografis dari fasad depan dan belakang, memperlihatkan geometri atap tajug (pyramid) bertingkat yang khas untuk tipologi masjid vernakular. Gambar ini krusial untuk menentukan elevasi vertikal, kemiringan atap, dan posisi bukaan ventilasi serta pencahayaan alami. Terlihat pula integrasi visual antara bangunan utama dengan menara air yang terpisah, serta penggunaan lisplank kayu sebagai elemen finishing tepi atap.
- Geometri Atap Tajug memvisualisasikan sistem atap limasan bertumpuk yang efektif untuk penghawaan alami dan estetika bangunan peribadatan.
- Elevasi Puncak Kubah menentukan titik tertinggi bangunan yang berpengaruh pada pemasangan penangkal petir dan visibilitas visual.
- Komposisi Bukaan Fasad menunjukkan ritme penempatan jendela dan ventilasi roster untuk memaksimalkan sirkulasi udara silang (cross-ventilation).
- Struktur Menara Air Eksternal memperlihatkan posisi elevasi tandon air relatif terhadap bangunan utama untuk menjamin tekanan gravitasi air bersih.
- Detail Lisplank Kayu menjelaskan penyelesaian tepi atap menggunakan papan kayu dimensi cm yang melindungi ujung kaso dari cuaca.
- Proporsi Estetika Bangunan memberikan panduan visual mengenai rasio tinggi dinding terhadap kemiringan atap untuk harmoni arsitektural.
- Leveling Tanah Dasar menggambarkan hubungan antara garis tanah asli (existing ground) dengan lantai dasar bangunan (FFL) pada tampak luar.
3. Tampak Samping dan Potongan Prinsip C-C
Bagian ini menggabungkan tampak samping dengan potongan melintang C-C (Skala 1:50), memberikan informasi vertikal mendetail mengenai lapisan konstruksi dari tanah hingga nok atap. Potongan C-C secara spesifik membedah area wudhu dan toilet, memperlihatkan konstruksi dinding keramik, lapisan kedap air, serta struktur plat beton atap dak untuk area servis yang berbeda material dengan atap ruang utama.
- Stratifikasi Lapisan Lantai merinci urutan konstruksi mulai dari tanah urug dipadatkan, pasir urug, lantai kerja, spesi, hingga finishing keramik.
- Konstruksi Atap Dak Beton menunjukkan penggunaan plat beton bertulang tebal 8 cm dengan tulangan untuk area servis flat roof.
- Detail Dinding Keramik menetapkan ketinggian pelapis dinding area basah setinggi m untuk perlindungan terhadap kelembaban dan kemudahan pemeliharaan.
- Sistem Kuda-Kuda Kayu memperlihatkan konfigurasi batang tarik dan kaki kuda-kuda pada potongan melintang bangunan pendukung.
- Posisi Kran Air menentukan ketinggian instalasi kran wudhu yang ergonomis relatif terhadap lantai dan bak air.
- Tangga Akses Wudhu mengilustrasikan perbedaan level lantai yang diakomodasi oleh anak tangga untuk keamanan pengguna.
- Spesifikasi Andher menunjukkan penggunaan batang vertikal kayu cm sebagai tiang penggantung utama pada kuda-kuda.
4. Potongan Struktural A, B dan Detail Pondasi
Lembar ini menyajikan potongan memanjang dan melintang utama (A dan B) yang memotong ruang sholat utama, memberikan gambaran utuh tentang sistem rangka atap bentang lebar. Detail 1 (Skala 1:20) memperbesar area kaki kolom, memperlihatkan hubungan antara pondasi batu kali, sloof beton, dan kolom, serta lapisan pasir urug di bawah lantai untuk mencegah capillary rise (naiknya air tanah).
- Sistem Rangka Atap Utama menguraikan konfigurasi kuda-kuda bentang penuh dengan balok tarik, tiang raja, dan skur penyokong untuk kestabilan lateral.
- Detail Penulangan Sloof memperlihatkan posisi balok pengikat di atas pondasi batu kali untuk meratakan beban dinding dan mencegah penurunan diferensial.
- Ketinggian Plafon menetapkan elevasi bersih ruang (m) yang mempengaruhi volume ruang dan kenyamanan termal jamaah.
- Konstruksi Lantai Kerja menjelaskan spesifikasi beton cor 1:3:5 di bawah keramik sebagai sub-base yang stabil.
- Hubungan Kolom dan Balok menggambarkan simpul pertemuan struktur beton bertulang pada elevasi ring balok (m).
- Spesifikasi Kubah Alumunium menunjukkan dudukan kubah pada puncak atap yang didukung oleh rangka kayu tambahan.
- Detail Urugan Pasir menegaskan kebutuhan pasir urug minimal 10-15 cm di bawah pondasi dan lantai untuk stabilitas tanah dasar.
5. Denah dan Detail Pondasi
Halaman ini adalah panduan teknis pekerjaan sub-structure. Denah pondasi (Skala 1:100) memetakan jalur galian pondasi menerus dan titik pondasi setempat (footplate). Detail penulangan (Skala 1:10) memberikan spesifikasi pembesian untuk Sloof (cm), Ring Balok (cm), dan Kolom Praktis, termasuk jumlah tulangan utama dan jarak sengkang (begel).
- Layout Pondasi Menerus menunjukkan jalur beban dinding yang didukung oleh pasangan batu kali sepanjang keliling bangunan dan sekat ruang.
- Detail Pembesian Sloof merinci tulangan utama dan sengkang untuk menahan gaya geser dan lentur pada balok pengikat bawah.
- Pondasi Rollag Bata menginstruksikan penggunaan pasangan bata rollag pada area teras atau beban ringan untuk efisiensi biaya.
- Spesifikasi Ring Balok menetapkan dimensi dan tulangan balok pengikat atas untuk menahan gaya lateral dari kuda-kuda atap.
- Konfigurasi Kolom Praktis menjelaskan penulangan kolom non-struktural (cm) yang berfungsi sebagai pengaku dinding bata luasan besar.
- Kemiringan Saluran menunjukkan notasi slope 0.5% pada lantai drainase keliling untuk memastikan air mengalir ke pembuangan.
- Dimensi Galian memberikan informasi lebar dasar dan kedalaman galian pondasi batu kali yang diperlukan untuk mencapai tanah keras.
6. Detail Potongan Pondasi dan Penulangan Mihrab
Lembar ini memberikan detail zoom-in (Skala 1:20) dari berbagai tipe potongan pondasi (Potongan 1, 2, 3) yang disesuaikan dengan beban di atasnya (dinding penuh vs dinding trasraam). Fitur utamanya adalah detail penulangan khusus untuk balok gantung atau lintel di area Mihrab yang memiliki bentuk pelengkung (arch) atau bukaan lebar.
- Pasangan Trasraam mendetailkan penggunaan adukan kedap air (1:2) pada dinding di atas sloof setinggi 20-50 cm untuk mencegah rembesan air tanah naik ke dinding (kapilaritas).
- Detail Penulangan Pelengkung memperlihatkan konfigurasi tulangan besi pada balok mihrab untuk membentuk geometri lengkung yang struktural.
- Variasi Kedalaman Pondasi menunjukkan adaptasi kedalaman pondasi batu kali berdasarkan kontur tanah dan posisi (tengah vs tepi bangunan).
- Lapisan Pasir Bawah Pondasi menegaskan fungsi lapisan pasir 5-10 cm sebagai peredam gaya gempa dan perata beban ke tanah.
- Hubungan Lantai ke Dinding menggambarkan detail pertemuan siku antara keramik lantai dan dinding (plint) untuk kebersihan.
- Konstruksi Balok Gantung menjelaskan penulangan balok di atas bukaan mihrab yang tidak menumpu langsung pada kolom di semua sisi.
- Spesifikasi Beton Bertulang merujuk pada campuran 1:2:3 untuk elemen struktural beton yang memerlukan kuat tekan lebih tinggi.
7. Denah dan Detail Rangka Plafon
Gambar ini menyajikan rencana pemasangan langit-langit (plafond). Denah (Skala 1:100) menunjukkan pola pemasangan triplek, sedangkan detail (Skala 1:20) memperlihatkan sistem penggantung yang terhubung ke kuda-kuda. Desain ini menggunakan rangka kayu grid dengan balok induk dan anak untuk menahan lembaran penutup plafon.
- Grid Rangka Plafon memetakan modul rangka utama (cm) dan pembagi (cm) dengan jarak standar (cm) sesuai ukuran lembar triplek.
- Elevasi Langit-Langit menetapkan ketinggian plafon rata pada m dan m, serta bagian yang mengikuti kemiringan atap (sloped ceiling).
- Detail Penggantung mengilustrasikan bagaimana balok plafon digantungkan ke balok tarik kuda-kuda menggunakan kayu gantung ukuran cm.
- List Profil Tepi menunjukkan pemasangan list kayu cm pada pertemuan dinding dan plafon untuk menutup celah dan estetika.
- Material Penutup Plafon menspesifikasikan penggunaan triplek tebal 4 mm sebagai material penutup yang ringan dan ekonomis.
- Integrasi dengan Struktur Atap menjelaskan posisi rangka plafon yang diletakkan menumpu atau digantung pada balok tarik (lower chord) kuda-kuda.
- Pola Pemasangan memberikan arah pemasangan lembar plafon untuk efisiensi pemotongan material dan kerapian visual.
8. Denah Rencana Kap Atap (Perkayuan)
Halaman ini adalah peta komprehensif struktur atap (Roof Framing Plan). Gambar ini mengidentifikasi lokasi semua elemen kayu: Kuda-kuda utuh (KK-1, KK-2, KK-4), setengah kuda-kuda (1/2 KK), jurai luar/dalam, dan gording. Ini adalah panduan utama bagi tukang kayu untuk merakit rangka atap sebelum pemasangan penutup.
- Distribusi Tipe Kuda-Kuda memetakan lokasi spesifik untuk setiap jenis kuda-kuda (KK-1 s/d KK-4) berdasarkan bentang dan posisi beban.
- Jalur Jurai (Hip Rafter) menunjukkan pertemuan bidang atap diagonal yang memerlukan balok jurai ukuran cm sebagai penopang gording.
- Penempatan Gording menggambarkan jarak antar gording (purlin) ukuran cm yang menjadi tumpuan langsung lembaran atap Zincalume.
- Posisi Nok/Bubungan menentukan garis punggung atap tertinggi tempat pertemuan kaso dari dua sisi bidang atap.
- Ring Balok sebagai Tumpuan memvisualisasikan jalur ring balok beton yang menjadi tumpuan akhir seluruh kaki kuda-kuda kayu.
- Lisplank Keliling menunjukkan jalur papan lisplank selebar 25 cm yang mengelilingi overhang atap.
- Konsol Overstek memperlihatkan perpanjangan gording atau kaso yang membentuk tritisan atap untuk perlindungan dinding dari hujan.
9. Detail Kuda-Kuda KK-1 dan KK-2
Lembar ini menyajikan shop drawing mendetail (Skala 1:50) untuk kuda-kuda utama tipe KK-1 (bentang 800 cm) dan KK-2. Gambar ini menguraikan geometri rangka batang (truss), dimensi kayu, dan sistem sambungan. Terdapat juga detail tumpuan kubah di puncak kuda-kuda.
- Geometri Howe Truss menampilkan konfigurasi batang diagonal dan vertikal yang dirancang untuk menahan gaya tekan dan tarik pada bentang 8 meter.
- Dimensi Batang Kayu merinci ukuran kayu: Kaki kuda-kuda, Balok tarik, Tiang raja/Andher, dan Sokong.
- Sambungan Gigi Berkait menginstruksikan penggunaan sambungan takikan pada pertemuan batang miring dan datar untuk menahan gaya geser horizontal.
- Struktur Penopang Kubah memperlihatkan rangka tambahan heksagonal atau persegi di puncak untuk mendudukkan kubah aluminium diameter 150 cm.
- Plat Buhul dan Baut menunjukkan penggunaan plat strip besi dan baut sebagai pengaku sambungan simpul utama kuda-kuda.
- Balok Gapit menjelaskan penggunaan balok ganda untuk menjepit batang tunggal demi kestabilan dan kekuatan sambungan.
- Jalusi Ventilasi menggambarkan integrasi lubang angin kayu pada segitiga pelana atap untuk sirkulasi udara ruang atap (attic).
10. Detail Kuda-Kuda KK-3 dan Detail Sambungan
Halaman ini fokus pada kuda-kuda tipe KK-3 (bentang lebih pendek, 400 cm) dan detail potongan sambungan (A, B, C, D). Detail ini sangat teknis, memperlihatkan cara paku, baut, dan besi stek dipasang untuk menyatukan kayu dengan kayu serta kayu dengan beton.
- Konstruksi Kuda-Kuda Kecil mendetailkan rangka atap untuk area teras atau mihrab dengan bentang 4 meter menggunakan dimensi kayu yang proporsional.
- Detail Tumpuan ke Beton (Detail A) memperlihatkan penggunaan besi stek mm yang ditanam ke ring balok untuk mengangkur kaki kuda-kuda agar tidak terangkat angin.
- Sambungan Kaki ke Balok Tarik (Detail B) mengilustrasikan pertemuan sudut kaki kuda-kuda dengan balok tarik menggunakan paku 4" dan takikan sedalam 2-3 cm.
- Sambungan Puncak (Detail D) menunjukkan pertemuan di nok antara dua kaki kuda-kuda dan tiang gantung, diperkuat dengan plat strip dan baut.
- Sambungan Tengah (Detail C) memperlihatkan simpul bawah di mana tiang gantung bertemu balok tarik, menggunakan klem besi atau baut tembus.
- Penggunaan Paku Konstruksi menspesifikasikan jumlah dan ukuran paku (4 inchi) untuk setiap titik buhul sederhana.
- Posisi Gording pada Kaki menggambarkan takikan atau klos kayu penahan gording agar tidak meluncur turun akibat gravitasi.
11. Detail Sambungan Plat dan Baut (Lanjutan)
Lembar ini merupakan lanjutan detail sambungan yang lebih spesifik pada penggunaan alat sambung mekanis. Detail 1 s/d 5 memperlihatkan penggunaan plat besi U, plat strip, dan baut diameter 1/2 inchi serta 5/8 inchi. Ini adalah detail heavy timber engineering untuk memastikan transfer beban yang efektif.
- Spesifikasi Plat Baja merinci penggunaan plat strip tebal 4 mm lebar 38 mm sebagai pengubung batang tarik dan gantung.
- Konfigurasi Baut Mur menunjukkan penggunaan baut dengan ring plat untuk mengencangkan sambungan kayu tanpa merusak serat kayu.
- Detail Ikatan Angin memperlihatkan pemasangan balok ikatan angin silang antar kuda-kuda untuk mencegah gaya lateral (tiupan angin).
- Detail Sambungan Gording mengilustrasikan cara menyambung dua batang gording di atas kuda-kuda menggunakan pola "bibir miring" atau plat penguat.
- Angkur Ring Balok memperjelas visualisasi besi tulangan yang dibengkokkan dari balok beton untuk memegang balok kayu (Detail 3).
- Klos Kayu Penguat menunjukkan balok kayu pendek (klos) yang dipaku pada balok tarik untuk menahan geseran batang diagonal.
- Detail Sambungan Lisplank menggambarkan konstruksi rangka gantung untuk papan lisplank agar tegak lurus dan rapi.
12. Denah Rencana Pola Lantai
Gambar ini adalah panduan instalasi keramik (finishing lantai). Denah ini menentukan titik awal pemasangan (starting point) untuk meminimalisir potongan keramik di area visual utama. Tabel material merinci tipe keramik: 30x30 cm untuk ruang utama (putih/polos) dan 20x20 cm untuk area basah (kasar/unpolished).
- Titik Start Pemasangan menetapkan center line atau sudut ruangan sebagai acuan awal pasang keramik agar pola simetris.
- Spesifikasi Keramik Ruang Utama menentukan penggunaan ubin ukuran cm kualitas 1 (KW 1) dengan permukaan licin/mengkilap.
- Spesifikasi Keramik Toilet menentukan penggunaan ubin ukuran cm dengan tekstur kasar anti-selip untuk keamanan.
- Plint Lantai menunjukkan pemasangan keramik dinding bawah setinggi 8-10 cm keliling ruangan untuk melindungi dinding dari pelan.
- Batas Material memperlihatkan garis demarkasi antar jenis keramik yang berbeda pada pintu masuk atau perubahan elevasi.
- Lantai Beton Ekspos mengindikasikan area selasar atau rabat yang menggunakan finishing plesteran acian halus (tanpa keramik).
- Arah Kemiringan Lantai memberikan panduan visual arah buangan air pada lantai kamar mandi menuju floor drain.
13. Denah Instalasi Listrik dan Titik Lampu
Dokumen ini memetakan sistem pencahayaan dan daya. Denah menunjukkan posisi titik lampu (TL 20W, SL 11W), saklar (tunggal/ganda), dan stop kontak. Diagram garis tunggal (Single Line Diagram) sederhana menjelaskan pembagian grup MCB untuk menyeimbangkan beban listrik.
- Distribusi Titik Cahaya mengatur penempatan lampu TL balok di ruang utama untuk pencahayaan merata dan lampu pijar/SL di area servis.
- Grouping MCB membagi instalasi menjadi 2 grup utama (misal: penerangan dan daya) dengan pengaman 4A dan 10A.
- Posisi Saklar Ergonomis menempatkan saklar lampu di dekat pintu masuk pada ketinggian standar (biasanya 150 cm dari lantai).
- Spesifikasi Kabel menetapkan penggunaan kabel jenis NYA dan dalam pipa conduit PVC.
- Sistem Grounding (Arde) mewajibkan pemasangan batang tembaga (copper rod) yang ditanam ke tanah untuk keamanan instalasi dari kebocoran arus.
- Stop Kontak Utilitas menyediakan titik daya di dinding untuk peralatan elektronik (kipas angin, sound system masjid).
- Box MCB menentukan lokasi kotak sekering utama yang mudah diakses namun aman dari jangkauan anak-anak.
14. Denah Instalasi Air Bersih (Plumbing)
Halaman ini menggambarkan sistem distribusi air bersih dari tangki atas (toren) menuju titik-titik kran wudhu dan toilet secara gravitasi. Diameter pipa divariasikan (reducing) untuk menjaga tekanan air.
- Sistem Gravitasi memanfaatkan ketinggian menara air untuk mengalirkan air tanpa pompa pendorong tambahan ke titik kran.
- Jalur Pipa Distribusi memetakan rute pipa PVC dari outlet tangki menuju percabangan ke kamar mandi dan tempat wudhu.
- Reduksi Diameter Pipa menunjukkan perubahan ukuran pipa dari 3/4" (induk) menjadi 1/2" (cabang) untuk mempertahankan kecepatan aliran.
- Titik Kran Wudhu menetapkan jarak antar kran wudhu (umumnya 60-80 cm) untuk kenyamanan pengguna saat berwudhu bersamaan.
- Instalasi Tangki Air menggambarkan posisi inlet (pengisian dari pompa sumur) dan outlet (distribusi) serta pipa peluap (overflow).
- Spesifikasi Fitting merinci penggunaan elbow, tee, dan socket PVC standar dalam penyambungan pipa.
- Kran Kontrol (Gate Valve) disarankan dipasang pada pangkal distribusi untuk memudahkan perbaikan tanpa mematikan seluruh aliran.
15. Denah Instalasi Air Kotor dan Sanitasi
Lembar ini memisahkan sistem pembuangan menjadi dua jalur: Grey Water (air bekas wudhu/mandi) menuju saluran drainase/peresapan, dan Black Water (tinja dari kloset) menuju Septic Tank.
- Separasi Jalur Limbah memisahkan pipa tinja (4") dan pipa air mandi (3") untuk mencegah bau dan penyumbatan sistem.
- Rute Menuju Septic Tank menunjukkan jalur terpendek dan lurus dari kloset ke tangki septik untuk kelancaran aliran limbah padat.
- Pembuangan Air Wudhu mengarahkan volume air sisa wudhu yang besar langsung ke parit/selokan umum atau sumur resapan terpisah.
- Bak Kontrol (Control Box) ditempatkan pada belokan pipa air kotor untuk mempermudah pembersihan (rodding) jika terjadi mampet.
- Slope Pipa Drainase mensyaratkan kemiringan minimal 1-2% pada pemasangan pipa horizontal agar air mengalir lancar.
- Floor Drain menentukan lokasi saringan lantai di titik terendah kamar mandi untuk menangkap kotoran rambut/sampah.
- Pipa Udara (Vent) diperlukan pada saluran tinja untuk melepas gas metana dan menjaga tekanan udara dalam pipa agar aliran lancar.
16. Denah dan Detail Kamar Mandi/WC
Gambar ini memberikan detail arsitektural dan mekanikal khusus untuk unit toilet. Terdapat potongan vertikal yang memperlihatkan konstruksi bak air beton berlapis keramik dan posisi kloset jongkok.
- Konstruksi Bak Mandi memperlihatkan dinding bata bak air yang dilapisi keramik luar dalam dan adukan kedap air.
- Posisi Kloset Jongkok menggambarkan instalasi kloset yang ditanam pada peninggian lantai (raised floor) atau level lantai dasar.
- Lapisan Kedap Air menegaskan perlunya waterproofing pada seluruh lantai dan dinding setinggi minimal 20-30 cm di area basah.
- Pola Dinding Keramik menunjukkan pemasangan keramik dinding dengan pola tertentu dan list pemanis.
- Pintu PVC/Aluminium biasanya dispesifikasikan untuk area ini agar tahan terhadap cipratan air dan karat.
- Sirkulasi Udara memastikan adanya ventilasi (bouven) di atas pintu atau dinding luar untuk membuang bau.
- Sistem Leher Angsa pada kloset dan floor drain untuk menjebak bau agar tidak masuk kembali ke ruangan.
17. Detail Septic Tank dan Resapan
Halaman ini adalah gambar teknik sanitasi lingkungan. Septic tank dirancang dengan sistem konvensional dua ruang (pengendap dan penyaring) yang dilanjutkan ke sumur resapan. Material dinding adalah pasangan bata kedap air dengan penutup plat beton.
- Chamber Pengendap merancang ruang pertama untuk sedimentasi lumpur tinja padat dengan proses anaerobik.
- Chamber Filter ruang kedua berisi media filter (kerikil/ijuk) untuk menyaring air limbah sebelum masuk ke tanah.
- Sumur Resapan detail konstruksi sumur tanpa dinding kedap (bata kosong) dan lapisan ijuk/batu untuk meresapkan air olahan ke tanah.
- Pipa Hawa T-Shape instalasi pipa ventilasi besi galvanis diameter 1.5" tinggi 2 meter untuk membuang gas fermentasi.
- Manhole Kontrol lubang pemeriksaan di atas plat beton untuk keperluan penyedotan lumpur (desludging) berkala.
- Lapisan Trasraam Tangki dinding septic tank diplester aci kedap air 100% untuk mencegah pencemaran air tanah sekitar.
- Pipa Transfer (Outlet) pipa leher angsa atau T antar ruang untuk mencegah buih/scum ikut mengalir ke ruang berikutnya.
18. Detail Finishing Dinding Luar
Lembar ini menjelaskan spesifikasi pelapis dinding eksterior. Fokusnya adalah pada ketebalan plesteran, acian, dan perlakuan khusus pada area kaki dinding (plinth) untuk perlindungan terhadap cuaca dan kelembaban tanah.
- Ketebalan Plesteran menetapkan standar tebal adukan 15-20 mm untuk meratakan permukaan bata sebelum diaci.
- Tali Air (Groove) detail arsitektural berupa cerukan garis pada dinding untuk memisahkan material atau estetika fasad.
- Proteksi Kaki Dinding penggunaan cat atau material yang lebih tahan air/jamur pada bagian bawah dinding eksterior.
- Spesifikasi Adukan membedakan campuran semen pasir untuk area biasa (1:5) dan area kedap air (1:3 atau 1:2).
- Finishing Kolom Ekspos detail perlakuan permukaan pada kolom teras jika diekspos (tanpa bungkus bata).
- Drip Batu Alam (jika ada) detail profil pada topi-topi jendela untuk memutus aliran air hujan agar tidak mengotori dinding.
- Sambungan Material cara pertemuan antara dinding plesteran dengan kusen kayu (biasanya diberi sealant atau tali air).
19. Jadwal dan Tipe Pintu Jendela (Kusen)
Dokumen ini disebut Door and Window Schedule. Berisi denah yang memberi kode pada setiap bukaan (misal P-01 untuk Pintu 1, J-01 untuk Jendela 1) dan jumlah unit yang dibutuhkan. Ini penting untuk perhitungan volume kayu dan pemesanan.
- Kodefikasi Bukaan memberikan identitas unik (tipe K, P, J, BV) untuk setiap jenis pintu jendela guna memudahkan fabrikasi.
- Arah Bukaan (Swing) menunjukkan arah ayunan pintu (kiri/kanan) yang mempengaruhi posisi engsel dan sirkulasi ruang.
- Jumlah Unit rekapitulasi total unit per tipe yang diperlukan (misal: "2x" berarti 2 unit).
- Tipe Kusen Gendong mengidentifikasi unit gabungan di mana pintu dan jendela menyatu dalam satu rangka kusen utama.
- Posisi Ventilasi Atas menunjukkan keberadaan ventilasi roster atau kaca mati di atas kusen pintu utama.
- Dimensi Opening ukuran lubang pasangan bata yang harus disiapkan tukang batu sebelum kusen dipasang.
- Hierarki Pintu membedakan ukuran pintu utama (double swing) dengan pintu samping atau pintu toilet.
20. Detail Kusen dan Jendela Kaca
Halaman ini merinci profil kayu untuk kusen (frame) dan daun jendela (sash). Terlihat dimensi potongan kayu balok (misal 6/12 atau 6/15 cm) dan detail sponing (takikan) untuk tempat engsel dan kaca.
- Profil Kayu Kusen detail penampang kusen dengan ukuran balok (misal cm) lengkap dengan sponing kapur dan sponing pintu.
- Sistem Angkur Kusen menunjukkan besi mm yang dipaku pada belakang kusen dan dicor ke dinding bata untuk kekuatan pegangan.
- Detail Daun Jendela konstruksi rangka daun jendela kayu dengan isian kaca rayben tebal 5 mm.
- Kaca Rayben spesifikasi kaca penyerap panas dan penahan silau (tinted glass) tebal 5mm.
- Hardware Jendela spesifikasi penggunaan engsel 3", grendel, dan hak angin (penahan bukaan) antik/standar.
- Detail Bouvenlist konstruksi jendela ventilasi atas (BV) yang mungkin menggunakan kaca nako atau kayu jalusi tetap.
- Ketinggian Ambang elevasi ambang bawah dan atas jendela relatif terhadap lantai.
21. Detail Pintu Panel Kayu (P-07K)
Lembar ini adalah detail joinery untuk daun pintu utama. Pintu dirancang menggunakan konstruksi panel kayu solid atau plywood rangkap dengan rangka kayu solid di dalamnya. Skala detail 1:20 memperlihatkan potongan vertikal dan horizontal daun pintu.
- Konstruksi Rangka Pintu detail rangka kayu solid (stile & rail) yang menjadi tulang punggung kekuatan daun pintu.
- Isian Panel Plywood penggunaan teakwood atau plywood tebal 6 mm pada kedua sisi rangka (double plywood flush door) atau panel solid.
- Dimensi Pintu Utama ukuran lebar dan tinggi daun pintu yang proporsional untuk akses publik masjid.
- Posisi Kunci Tanam lokasi lubang lockset (kunci tanam 2 slot) dan handle pintu pada ketinggian ergonomis (90-100 cm).
- Jumlah Engsel menetapkan penggunaan 3 buah engsel per daun pintu (4" atau 5") untuk menahan beban pintu berat.
- List Tepi Pintu pemasangan list kayu solid pada sekeliling tepi plywood untuk menutup lapisan dalam dan kerapian.
- Gap Lantai (Undercut) celah antara bawah pintu dan lantai (5-10 mm) untuk kelancaran ayunan.
22. Detail Pintu Toilet dan Kaca Mati
Halaman ini menyajikan detail pintu khusus area basah (Tipe P-04K). Fitur utamanya adalah pelapisan plat seng atau aluminium pada sisi dalam pintu untuk mencegah pelapukan kayu akibat air.
- Pelapis Seng/Aluminium detail pemasangan lembar seng BJLS 20 pada sisi dalam pintu toilet setinggi 60-100 cm atau penuh.
- Konstruksi Tahan Air penggunaan kayu yang lebih tahan air atau finishing cat minyak/duco untuk pintu area basah.
- Ventilasi Jalusi Pintu integrasi kisi-kisi udara (louver) pada bagian bawah pintu toilet untuk air intake exhaust fan atau ventilasi alami.
- Ukuran Pintu Toilet dimensi lebar pintu yang lebih kecil (biasanya 70-80 cm) dibanding pintu ruang utama.
- Kaca Mati (Fixed Glass) detail pemasangan kaca mati pada kusen menggunakan list kayu (beading) dan sealant.
- Sponing Kaca kedalaman takikan pada kusen (biasanya 10-15 mm) untuk menjepit kaca dengan aman.
- Engsel Cabut opsi penggunaan engsel yang memungkinkan pintu dilepas tanpa membuka sekrup (lift-off hinge) untuk keadaan darurat di toilet.
23. Detail Struktur Menara Air Beton
Gambar ini adalah detail struktural menara air (water tower) setinggi m. Struktur menggunakan rangka beton bertulang (Portal) dengan kolom dan balok untuk menopang beban berat tangki air 1100 liter. Ini adalah struktur terpisah yang memerlukan perhitungan stabilitas terhadap guling dan gempa.
- Struktur Portal Beton rangka kaku (moment resisting frame) terdiri dari 4 kolom dan balok pengikat pada beberapa level ketinggian.
- Plat Beton Dudukan konstruksi plat lantai beton tebal 8-10 cm di puncak menara sebagai alas tangki fiber.
- Pondasi Telapak Menara pondasi footplate terpisah khusus untuk menara guna menahan beban terpusat yang besar dan momen guling angin.
- Tangga Monyet (Cat Ladder) detail tangga besi yang ditanam ke kolom beton untuk akses pemeliharaan tangki.
- Railing Pengaman pagar besi di sekeliling plat atas menara untuk keamanan petugas saat maintenance.
- Posisi Pipa Vertikal penyediaan lubang sparing pada plat beton untuk jalur pipa inlet dan outlet tangki.
- Dimensi Kolom Menara spesifikasi dimensi kolom (misal cm) dan tulangan utama () yang lebih rapat dibanding kolom praktis bangunan.
File CAD
Bagian ini menyediakan akses ke berkas gambar kerja asli dalam format DWG yang kompatibel dengan AutoCAD. File ini berisi seluruh layer, blok, dan dimensi presisi yang dapat diedit oleh insinyur atau arsitek untuk keperluan adaptasi desain, perhitungan volume (RAB), atau referensi konstruksi proyek serupa.























Post a Comment