Desain Masjid Lengkap Rangka Atap Baja Ringan DWG

Table of Contents

Desain Masjid Lengkap Rangka Atap Baja Ringan DWG

Dokumen teknis ini menyajikan sebuah desain masjid lengkap yang mengadopsi teknologi konstruksi modern berupa rangka atap baja ringan (light gauge steel truss). Desain ini menggabungkan ketahanan struktur bawah berbasis beton bertulang dan pondasi batu kali dengan efisiensi struktur atas menggunakan profil baja ringan Zinc-Coated. Konfigurasi rekayasa mencakup tata letak ruang ibadah utama, area mihrab, fasilitas wudhu terpisah, serta infrastruktur pendukung vital seperti menara air beton dan sistem pengolahan limbah on-site. Dokumen ini berfungsi sebagai panduan pelaksanaan konstruksi yang menjamin presisi pemasangan komponen prefabrikasi atap, instalasi mekanikal-elektrikal yang aman, serta standar finishing arsitektural yang higienis dan durabel untuk penggunaan jangka panjang.

Informasi Umum File

Berkas ini merupakan satu set lengkap gambar kerja (shop drawing) yang diterbitkan oleh Divisi Infrastruktur untuk proyek fasilitas sosial. Berikut adalah spesifikasi umum dokumen:

  • Identitas Perencana dan Kepemilikan
    Mengacu pada standar teknis bangunan fasilitas sosial yang disusun sebagai referensi perencanaan konstruksi umum yang dapat diadopsi untuk berbagai lokasi.
  • Klasifikasi Dokumen Teknis
    Mencakup total 20 lembar gambar yang mengintegrasikan disiplin arsitektur, struktur baja ringan, struktur beton, dan MEP (Mekanikal, Elektrikal, Plambing).
  • Spesifikasi Material Utama
    Menonjolkan penggunaan rangka atap baja ringan, penutup atap Zincalum gelombang, plafon kalsium silikat (Kalsiboard), dan lantai keramik.
  • Standarisasi Desain
    Dirancang untuk kemudahan replikasi, efisiensi biaya perawatan, dan kontrol kualitas yang ketat.

Data Teknis & Spesifikasi Material

Tabel berikut merangkum parameter teknis kunci yang diekstraksi langsung dari notasi gambar kerja, mencakup dimensi dan standar material.

Komponen / Item PekerjaanSpesifikasi & Dimensi TeknisReferensi / Keterangan
I. UMUM
Luas Bangunan158 m² (13.00 m x 13.00 m)Kapasitas ±100-120 Jamaah
Elevasi LantaiUtama: ±0.00Teras: -0.025
II. STRUKTUR
Pondasi UtamaBatu Kali Menerus & Pondasi SetempatBeton Bertulang
Struktur BetonKolom 15x15, Sloof 15/20, Ring Balok 12/15Tulangan Utama Ø10, Begel Ø6
Menara AirKonstruksi Beton Bertulang (Kolom 20/20)Plat Beton t=8cm
III. ATAP
Rangka Kuda-KudaBaja Ringan (Light Gauge Steel) Profil CZincalume / Galvalume
Penutup AtapZincalum GelombangWarna Standar Pabrik
LisplankKalsium Silikat Board (Kalsiplank) t=12mmLebar 30 cm
PlafonKalsium Silikat Board (Kalsiboard) t=4.5mmRangka Hollow 40x20 & 40x40
IV. ARSITEKTUR
DindingBatako / Bata Merah diplester & aciFinishing Cat Tembok
Lantai UtamaKeramik 30 x 30 cm (Polished/Mengkilap)Warna Putih/Krem
Lantai ToiletKeramik 20 x 20 cm (Unpolished/Kasar)Anti-slip
Pintu & JendelaRangka Kayu Kelas II & Pintu PVC (Toilet)Kaca Es 5mm & Rayben 5mm
V. MEP
ListrikDaya PLN, Lampu SL 11W & 18WKabel NYM & Pipa Conduit
Sanitasi AirTangki Fiber 1100 Liter, Pipa PVC AW/DSistem Gravitasi
LimbahSeptictank Beton + Sumur ResapanPipa Solid Ø4", Waste Ø3"

Uraian Teknis Per Halaman

1. Denah Utama dan Spesifikasi Bangunan


Layout ruang sholat utama masjid dimensi 13 kali 13 meter lengkap dengan area mihrab dan teras.

Halaman ini menyajikan tata letak horizontal bangunan seluas 158 m² dengan dimensi utama 1300 cm x 1300 cm. Denah menunjukkan zonasi jelas antara Ruang Jamaah (+0.00), Mihrab, dan area servis (Tempat Wudhu & Bak Air) dengan elevasi lantai yang diturunkan (-0.05) untuk pengendalian air. Spesifikasi bangunan di sisi kanan memberikan parameter material kunci seperti pondasi batu kali dan atap zincalume.

  • Zonasi Ruang Ibadah
    Menempatkan Mihrab menjorok keluar untuk orientasi kiblat yang jelas dan memaksimalkan area shaf jamaah.
  • Manajemen Elevasi Lantai
    Menetapkan selisih ketinggian antara teras, ruang utama, dan tempat wudhu untuk mencegah intrusi air dan debu.
  • Posisi Tangki Air
    Ditempatkan terpisah di sisi bangunan di atas menara beton untuk memberikan tekanan gravitasi yang cukup ke kran wudhu.
  • Sistem Grid Kolom
    Terdistribusi secara simetris dengan jarak bentang 3-4 meter untuk mendukung balok ring dan beban atap secara merata.
  • Spesifikasi Lantai Kerja
    Menggunakan beton cor campuran 1:3:5 di bawah keramik untuk mencegah penurunan lantai (settlement).
  • Aksesibilitas Sirkulasi
    Dirancang dengan bukaan pintu ganda di sisi kiri, kanan, dan belakang untuk kelancaran arus jamaah saat jam sibuk.
  • Perlindungan Keliling
    Berupa rabat beton lebar 50 cm berfungsi sebagai apron untuk mengalirkan air hujan menjauhi pondasi bangunan.

2. Tampak Depan dan Belakang Bangunan


Visualisasi fasad depan bangunan menampilkan atap zincalum gelombang bertingkat dan ventilasi roster dinding.

Visualisasi eksterior bangunan menampilkan estetika arsitektur tropis sederhana dengan atap pelana bertingkat. Tampak depan menonjolkan simetri fasad, sementara tampak belakang memperlihatkan integrasi area servis tanpa mengganggu visual utama.

  • Geometri Atap Bertingkat
    Dirancang untuk memfasilitasi sirkulasi udara panas (stack effect) keluar dari ruang utama masjid.
  • Proporsi Bukaan Dinding
    Menggunakan jendela ventilasi (roster/jalusi) di atas pintu untuk pencahayaan alami dan penghawaan silang (cross ventilation).
  • Estetika Fasad
    Didominasi oleh garis-garis tegas dari struktur kolom praktis dan lisplank yang memberikan kesan kokoh namun rapi.
  • Elevasi Puncak Atap
    Dirancang proporsional terhadap lebar bangunan untuk memastikan kemiringan atap yang cukup guna mengalirkan air hujan deras.
  • Pelindung Teras
    Menggunakan atap tambahan yang menjorok keluar (overstek) untuk melindungi pintu masuk dari tampias hujan.
  • Detail Lisplank Rata
    Memberikan finishing tepi atap yang bersih dan melindungi rangka baja ringan dari eksposur cuaca langsung.
  • Komposisi Material Dinding
    Kombinasi plesteran halus dan profil garis air (tali air) menambah tekstur visual pada bidang dinding yang luas.

3. Tampak Samping dan Potongan C-C


Irisan melintang area wudhu dengan kran air dinding keramik setinggi 150 cm dan lantai bertekstur kasar.

Gambar ini menguraikan profil lateral bangunan dan potongan melintang pada area wudhu. Terlihat jelas elevasi vertikal struktur atap baja ringan (+3.83 main truss height) dan detail area wudhu yang dilengkapi kran air dinding.

  • Konfigurasi Atap Samping
    Memperlihatkan kemiringan atap utama dan atap teras yang menggunakan gording baja ringan.
  • Sistem Penyangga Atap
    Menggunakan penyokong (bracing) baja ringan untuk menstabilkan gording dan mencegah puntir (buckling).
  • Detail Dinding Wudhu
    Dilapisi keramik 20x25 setinggi 1.50 m untuk perlindungan terhadap kelembapan ekstrem dan jamur.
  • Plat Beton Topi
    (Canopy) setebal 8 cm di atas jendela berfungsi sebagai shading device dan pelindung hujan.
  • Tanggul Penahan Air
    Setinggi 25 cm di area wudhu mencegah luapan air bekas wudhu masuk ke area suci atau tanah sekitarnya.
  • Konstruksi Lantai Gantung
    Pada area wudhu (implied structure) atau peninggian level tanah timbun memastikan aliran drainase lancar.
  • Lubang Ventilasi Dinding
    Ditempatkan pada elevasi tinggi untuk membuang udara panas yang terperangkap di bawah plafon.

4. Potongan A, Potongan B, dan Detail Struktur


Gambar potongan struktur memperlihatkan kolom beton bertulang 15x15 cm dan elevasi puncak kubah 6 meter.

Bagian ini adalah irisan vertikal utama bangunan yang memperlihatkan hierarki struktur dari pondasi hingga kubah. Detail 1 memperbesar sambungan antara kolom, sloof, dan lantai, memberikan panduan kritis untuk pengecoran.

  • Struktur Kubah Enamel
    Atau material ringan dipasang di puncak atap sebagai simbol ikonik masjid, ditumpu oleh rangka baja khusus.
  • Detail Hubungan Lantai-Dinding
    Menunjukkan lapisan pasir urug, lantai kerja, dan spesi perekat keramik untuk stabilitas lantai.
  • Sistem Kolom Beton
    15x15 cm berfungsi sebagai pengikat dinding bata (confinement) dan penyalur beban atap ke sloof.
  • Elevasi Plafon
    Ditetapkan pada +4.00 m di ruang utama dan +3.00 m di teras, menciptakan hierarki ruang spasial.
  • Detail Penulangan Sloof
    Dan balok memperlihatkan besi tulangan utama yang tertanam untuk menahan gaya tarik dan geser tanah.
  • Lapisan Kedap Air (Trasraam)
    Terlihat pada dinding bagian bawah untuk mencegah rising damp (kapilaritas air tanah) merusak cat dinding.
  • Sistem Drainase Tepi
    (Rabat Beton) dengan kemiringan keluar memastikan area sekeliling bangunan tetap kering.

5. Denah Pondasi dan Detail Tulangan


Rencana jalur pondasi batu kali menerus dan detail penulangan sloof dengan 4 besi diameter 10 mm.

Rencana struktur bawah (sub-structure) yang memetakan jalur pondasi batu kali menerus di bawah seluruh dinding. Detail penulangan sloof, ring balok, dan kolom praktis disajikan dengan notasi pembesian yang spesifik (4Ø10, Ø6-200).

  • Jalur Pondasi Menerus
    Mengikuti denah dinding, memberikan dukungan linear yang merata untuk beban dinding batako/bata.
  • Pondasi Rollag
    Bata dipasang pada area teras atau dinding ringan untuk efisiensi biaya dibandingkan batu kali penuh.
  • Spesifikasi Tulangan Utama
    Menggunakan besi polos diameter 10 mm (4Ø10) untuk sloof, kolom praktis, dan ring balok sebagai standar bangunan 1 lantai.
  • Jarak Sengkang (Begel)
    Diatur 150-200 mm (Ø6-200) untuk menahan gaya geser, dengan pemadatan di area tumpuan jika diperlukan.
  • Kemiringan Saluran
    (Slope 0.5%) diindikasikan pada denah drainase keliling untuk menjamin aliran air gravitasi.
  • Penebalan Selimut Beton
    Pada detail sloof (implied 2-3 cm) melindungi tulangan dari korosi akibat kontak dengan tanah lembap.
  • Integrasi Angkur
    (Stek) dari sloof ke kolom praktis memastikan transfer beban momen yang kaku antar elemen struktur.

6. Detail Potongan Dinding dan Penulangan Mihrab


Komposisi lapisan lantai kerja beton dan dinding trasraam kedap air campuran 1 banding 2 pada area basah.

Halaman ini berisi detail potongan dinding (Wall Section) yang memperbesar lapisan konstruksi dinding dan lantai. Detail penulangan khusus pada area Mihrab menunjukkan penguatan struktur untuk fitur arsitektural ini.

  • Komposisi Lapisan Lantai
    Terdiri dari (bawah ke atas): Tanah urug dipadatkan, Pasir urug, Lantai kerja (Lean concrete), Spesi, dan Keramik.
  • Detail Balok Lintel
    Atau pengaku di atas kusen pintu/jendela untuk menahan beban bata di atas bukaan.
  • Konstruksi Trasraam
    Campuran 1:2 setinggi 20-30 cm di atas sloof ditegaskan kembali sebagai standar wajib area basah.
  • Penulangan Sudut Mihrab
    Membutuhkan detail khusus (Detail 2) untuk mencegah keretakan pada pertemuan dinding sudut.
  • Kedalaman Pondasi
    Batu kali (misal -0.75 m) dirancang untuk mencapai lapisan tanah keras (tanah asli) di bawah lapisan humus.
  • Penyaluran Beban Atap
    Dari ring balok ke kolom lalu ke pondasi digambarkan sebagai jalur beban vertikal yang kontinu.
  • Spesifikasi Mortar Dinding
    Menggunakan campuran biasa 1:4 atau 1:5 untuk area dinding di atas trasraam.

7. Denah Rencana Atap Baja Ringan


Konfigurasi penempatan kuda-kuda baja ringan tipe KK-1 hingga KK-4 beserta sistem ikatan angin menyilang.

Layout ini sangat krusial, menampilkan konfigurasi kompleks rangka atap baja ringan. Kode-kode KK-1a, KK-2, dst., menunjukkan tipe kuda-kuda yang berbeda berdasarkan bentang dan posisinya. Sistem Bracing dan Outrigger terlihat mengikat struktur.

  • Distribusi Tipe Kuda-Kuda
    Memetakan posisi setiap truss prefabrikasi untuk panduan aplikator baja ringan di lapangan.
  • Sistem Ikatan Angin (Bracing)
    Dipasang diagonal (silang) pada bidang atap bawah untuk mencegah deformasi rangka akibat beban angin lateral.
  • Pengaku Sudut (Outrigger)
    Memperkuat pertemuan atap di sudut jurai luar (hip) dan jurai dalam (valley).
  • Modul Jarak Kuda-Kuda
    Tampak rapat (standar 1-1.2 meter) untuk menopang beban penutup atap zincalume dan plafon.
  • Struktur Penopang Kubah
    Di pusat atap memerlukan susunan balok ring atau truss khusus (K-3b) untuk mendistribusikan beban terpusat.
  • Jalur Talang Jurai
    (jika ada) diidentifikasi pada pertemuan bidang atap untuk mencegah kebocoran air hujan ke dalam plafon.
  • Konsol Atap Teras
    Menggunakan struktur cantilever atau tumpuan tambahan dari kolom teras untuk overstek.

8. Detail Tampak Kuda-Kuda KK-1 (Seri)


Shop drawing fabrikasi kuda-kuda bentang 8 meter menggunakan profil c dan reng baja ringan galvanis.

Gambar kerja fabrikasi (shop drawing) untuk profil kuda-kuda utama tipe KK-1a, KK-1b, dan KK-1c. Menampilkan geometri truss, sistem gantung plafon, dan dimensi vertikal.

  • Geometri Howe/Pratt Truss
    Menggunakan batang diagonal dan vertikal untuk membagi beban atap menjadi gaya tarik dan tekan pada batang profil.
  • Sistem Gantung Plafon
    Menggunakan Wire Rod Ø4.5mm yang dikaitkan ke kuda-kuda untuk menahan rangka hollow plafon di bawahnya.
  • Profil Baja Ringan C-Channel
    Digunakan untuk Top Chord (batang atas) dan Bottom Chord (batang bawah) kuda-kuda.
  • Koneksi Lisplank
    Menggunakan papan Kalsium Silikat 12mm lebar 30cm yang disekrup pada ujung batang bawah kuda-kuda.
  • Ketinggian Apex
    (Puncak) bervariasi (+5.86, +5.30) sesuai posisi kuda-kuda untuk membentuk kemiringan atap perisai/limasan.
  • Penyokong (Web)
    Disusun zig-zag untuk efisiensi material namun tetap memberikan kekuatan struktural maksimal.
  • Leveling Rangka Plafon
    Pada elevasi +4.00 m digantung rata menggunakan adjustable hanger system.

9. Detail Tampak Kuda-Kuda KK-2, KK-3, KK-4 & Lisplank


Teknik sambungan papan lisplank kalsium silikat tebal 12 mm pada ujung gording atap zincalume.

Lanjutan detail kuda-kuda untuk bentang yang lebih pendek dan area khusus. Termasuk detail vital pertemuan lisplank dan jurai luar (hip rafter).

  • Kuda-Kuda Terpotong (Truncated Truss)
    Tipe KK-3a dan KK-3b digunakan pada area pertemuan atap bertingkat atau di bawah struktur kubah.
  • Detail Jurai Luar
    (Detail A) memperlihatkan pertemuan sudut tiga dimensi antar bidang atap yang kompleks, menggunakan profil rafter ganda atau boks.
  • Teknik Pemasangan Lisplank
    Pada sudut pertemuan (miter joint) digambarkan presisi untuk estetika eksterior yang rapi.
  • Penggunaan Profil Siku
    (Angle) 30x30x2mm sebagai dudukan tambahan atau perkuatan pada sambungan lisplank.
  • Spesifikasi Fastener
    (Sekrup) jenis Self-Drilling Screw (SDS) untuk koneksi logam-ke-logam dan Gypsum Screw untuk papan-ke-logam.
  • Lapisan Plafon Miring
    Pada bagian tertentu (KK-3a) mengikuti kemiringan atap (raaked ceiling) untuk efek visual ruang yang lebih luas.
  • Detail List Plafon Kayu
    1x5 cm digunakan sebagai cornice atau pemanis pertemuan dinding dan plafon.

10. Denah & Detail Rangka Plafond


Skema rangka plafon hollow galvanis ukuran 40 kali 20 milimeter dengan modul grid 60 sentimeter.

Rencana pemasangan rangka plafon menggunakan profil hollow galvanis/meni. Grid modul 60x60 cm atau 60x120 cm terlihat pada pola rangka utama dan anak rangka (cross tee/main tee concept).

  • Modul Rangka Hollow
    Ukuran 40x20x0.6mm dan 40x40mm disusun membentuk grid kaku untuk menahan lembaran kalsiboard.
  • Detail Penggantung (Suspension)
    (Detail R) menunjukkan klem atau bracket yang menghubungkan rangka plafon ke wire rod dari kuda-kuda.
  • Sambungan Hollow
    (Detail Pertemuan) menggunakan sekrup wafer head atau rivet untuk mengunci persilangan profil hollow.
  • Pola Plafon Drop/Naik
    (jika ada) atau plafon datar di area utama dan miring di area teras didefinisikan dengan jelas.
  • Kompon Sambungan
    (Compound) pada pertemuan lembaran kalsiboard (Tanpa Naad) dispesifikasikan untuk hasil permukaan yang mulus (seamless).
  • Perkuatan Tepi Dinding
    Menggunakan profil siku atau wall angle yang dipaku ke dinding sebagai tumpuan tepi rangka plafon.
  • Jarak Penggantung
    (misal 120 cm) diatur agar rangka hollow tidak melendut akibat berat sendiri plafon.

11. Denah Pola Lantai


Peta pemasangan keramik lantai ruang utama ukuran 30x30 cm warna putih dengan titik awal as tengah.

Panduan pemasangan keramik (tiling layout) untuk memastikan estetika grid lantai yang simetris, terutama di ruang sholat. Titik awal pasang (Starting Point) ditentukan di as tengah bangunan.

  • Starting Point Sentral
    Memastikan potongan keramik sisa (las-lasan) berada di tepi dinding, bukan di tengah ruang, menjaga simetri shaf.
  • Material Keramik Utama
    Ukuran 30x30 cm warna terang/putih (standar masjid) untuk kesan bersih dan luas.
  • Keramik Area Basah
    (KM/WC/Wudhu) ukuran 20x20 cm dengan tekstur kasar (unpolished/matt) untuk keamanan anti-selip.
  • Pola Grid Lurus
    (Straight lay) digunakan untuk kemudahan pemasangan dan efisiensi material (minim waste).
  • Plint Lantai
    Ukuran 8x30 cm atau 10x30 cm dipasang keliling dinding untuk melindungi dinding dari benturan alat pel.
  • Border Lantai
    (jika ada) mungkin digunakan untuk menandai batas shaf atau area suci mihrab.
  • Lantai Rabat Beton
    Di keliling luar bangunan juga digambarkan polanya untuk kerapian eksterior.

12. Denah Instalasi Listrik


Posisi titik lampu hemat energi 18 watt dan jalur kabel nym dalam pipa conduit pelindung.

Skema sistem penerangan dan daya listrik. Titik lampu didistribusikan merata di ruang jamaah, sementara saklar dikelompokkan di dekat pintu masuk.

  • Distribusi Penerangan
    Menggunakan lampu SL (Hemat Energi) atau LED 18 Watt untuk ruang utama dan 11 Watt untuk area servis.
  • Sirkuit Saklar Ganda
    Memungkinkan efisiensi energi dengan menyalakan lampu secara parsial (zona depan/belakang) sesuai kebutuhan jamaah.
  • Posisi MCB Box
    (Panel Hubung Bagi) diletakkan di area mudah akses (biasanya dekat pintu masuk) untuk kontrol darurat.
  • Spesifikasi Kabel NYM
    3x2.5 mm² untuk jalur utama dan stop kontak menjamin keamanan beban listrik standar.
  • Sistem Pembumian (Arde)
    Menggunakan batang tembaga grounding rod yang ditanam untuk keamanan terhadap kebocoran arus.
  • Pipa Conduit PVC
    Pelindung kabel ditanam dalam dinding (inbow) untuk kerapian dan keamanan instalasi.
  • Fitting Lampu Tempel
    Atau downlight (tergantung spesifikasi gambar) dipasang pada rangka plafon dengan perkuatan tambahan.

13. Denah Instalasi Air Bersih & Air Kotor


Diagram isometri pipa pvc air bersih gravitasi dari toren menuju kran wudhu dan toilet.

Diagram isometri plambing yang memisahkan suplai air bersih dari tangki menara dan pembuangan air limbah.

  • Sistem Gravitasi
    Murni digunakan dari Tangki Air (Tower) menuju kran wudhu dan toilet, meniadakan kebutuhan pompa pendorong (booster pump).
  • Distribusi Pipa Induk
    Ukuran 3/4" mengecil ke 1/2" pada titik kran (Reducing Tee) untuk menjaga tekanan air tetap kuat.
  • Pemisahan Jalur Limbah
    Antara Grey Water (Air bekas wudhu/lantai) ke drainase parit dan Black Water (Tinja) ke Septictank.
  • Pipa Air Kotor
    Ukuran 4" (PVC tipe D) digunakan untuk saluran tinja guna mencegah penyumbatan.
  • Manhole Kontrol
    (Clean Out) disarankan pada belokan pipa 90 derajat untuk akses pembersihan (maintenance).
  • Outlet Drainase
    Air hujan dan air wudhu diarahkan langsung ke "Parit Masjid" atau saluran lingkungan.
  • Valve Utama
    (Stop Kran) dipasang pada outlet tangki air untuk keperluan perbaikan sistem tanpa mengosongkan tangki.

14. Denah & Detail Kamar Mandi


Gambar kerja interior toilet dengan pintu pvc tahan air dan kemiringan lantai ke arah floor drain.

Detail arsitektural dan mekanikal area sanitasi. Potongan 4 dan 5 menunjukkan elevasi lantai, posisi kran, dan lapisan dinding.

  • Desain Lantai Miring
    (Slope) mengarah ke Floor Drain untuk memastikan toilet cepat kering setelah digunakan.
  • Keramik Sudut
    (Corner Bead/Trim) digunakan pada pertemuan sudut dinding keramik untuk keamanan (tidak tajam) dan estetika.
  • Ketinggian Kran Wudhu
    Dan kran bak mandi diatur ergonomis (misal 80-100 cm dari lantai).
  • Lapisan Dinding Kedap
    (Waterproof) diaplikasikan di belakang keramik dinding kamar mandi untuk mencegah rembesan ke ruang sebelahnya.
  • Ventilasi Alami
    Dimaksimalkan melalui lubang angin di atas pintu dan dinding luar untuk mengurangi kelembapan dan bau.
  • Pintu PVC Tahan Air
    Digunakan standar untuk toilet karena ketahanannya terhadap cipratan air dan korosi.
  • Bak Air Mandi
    Konstruksi bata lapis keramik memberikan durabilitas tinggi dibanding bak fiber portable.

15. Detail Septic Tank & Resapan


Struktur septictank beton dua ruang pengolahan limbah dilengkapi pipa hawa 1,5 inci dan sumur resapan.

Gambar teknis unit pengolahan limbah biologis. Desain konvensional 2 ruang (pengendap & resapan) dengan konstruksi beton/bata.

  • Sistem Dua Kompartemen
    Memisahkan proses sedimentasi padatan dan filtrasi cairan untuk hasil olahan yang lebih ramah lingkungan.
  • Pipa Ventilasi (Hawa)
    Galvanis Ø1.5" mutlak diperlukan untuk membuang gas metana dan menjaga bakteri pengurai tetap hidup.
  • Sumur Resapan
    Berisi lapisan ijuk, pasir, dan kerikil (batu koral) berfungsi menyaring air limbah sebelum meresap ke tanah.
  • Konstruksi Dinding Septictank
    Pasangan bata trasraam dan plesteran kedap air mencegah pencemaran air tanah sekitar.
  • Plat Tutup Beton
    Bertulang tebal 8 cm dengan tulangan praktis Ø8 mm mampu menahan beban orang di atasnya.
  • Pipa Transfer
    Antar ruang menggunakan pipa PVC T-shape untuk mencegah scum (lapisan atas) ikut mengalir ke resapan.
  • Lubang Kontrol
    (Manhole) disediakan untuk penyedotan lumpur tinja secara berkala.

16. Detail Finishing Dinding Luar


Spesifikasi teknis plesteran dinding eksterior tebal 15 mm dengan aksen tali air minimalis.

Spesifikasi teknis plesteran dan acian dinding eksterior. Menampilkan ketebalan adukan dan teknik finishing.

  • Ketebalan Plesteran
    Standar 15mm menjamin perlindungan fisik bata dan kerataan permukaan dinding.
  • Profil Tali Air
    (Groove) dibuat pada plesteran untuk memutus aliran air hujan di fasad dan fungsi estetika.
  • Lapisan Acian
    Semen halus diaplikasikan setelah plester kering untuk persiapan pengecatan.
  • Cat Eksterior
    (Weather Shield) disarankan (implied) untuk melindungi dinding dari jamur dan cuaca ekstrem.
  • Detail Kamprotan
    (jika ada tekstur kasar) mungkin diaplikasikan pada area bawah dinding (plinth) untuk kamuflase cipratan tanah.
  • Sudutan Dinding
    (Corner) harus siku dan tajam, menggunakan bantuan corner bead atau teknik plesteran presisi.
  • Water Drip
    (Tetesan Air) dibuat pada bawah balok topi/kanopi jendela untuk mencegah air hujan mengalir balik ke kusen.

17. Denah Perletakan Kusen & Pintu


Denah penempatan tipe kusen pintu p-07k dan jendela ventilasi pada keliling bangunan masjid.

Peta lokasi tipe-tipe pintu (P), jendela (J), dan bouvenlicht (BV). Kode seperti K-15K, P-07K, PV-02K merujuk pada detail spesifik.

  • Kodifikasi Tipe Bukaan
    Memudahkan logistik dan pemasangan kusen yang tepat pada lubang dinding yang sesuai.
  • Orientasi Bukaan Pintu
    (Swing) digambarkan jelas (buka kiri/kanan) untuk tidak menghalangi sirkulasi darurat.
  • Kusen Gendong
    (Gabungan Pintu-Jendela) digunakan pada fasad depan untuk efisiensi balok lintel dan estetika.
  • Simetri Penempatan
    Bukaan jendela di ruang utama menjamin distribusi cahaya dan udara yang seimbang.
  • Posisi Pintu PVC
    Dikhususkan untuk area basah (Toilet/Wudhu) sesuai kode PV.
  • Jumlah Unit
    Per tipe (misal 2x, 4x) tertera untuk keperluan perhitungan Bill of Quantity (BoQ).
  • Kusen Jendela Tinggi
    (High-level windows) mungkin digunakan untuk ventilasi terus-menerus (stack effect).

18. Detail Kusen Jendela (K-07K, K-15K, dll)


Detail kusen jendela jalusi kayu dilengkapi kawat nyamuk fiber dan kaca es tebal 5mm.

Gambar detail dimensi profil kusen, daun jendela, dan aksesoris. Menampilkan penggunaan kaca es dan kawat nyamuk.

  • Kaca Es 5mm
    (Obscured Glass) digunakan untuk privasi namun tetap meneruskan cahaya.
  • Kawat Nyamuk
    (Fiber Polyester) pada ventilasi permanen mencegah serangga masuk ke dalam masjid.
  • Angkur Besi Ø10mm
    Ditanam ke kolom/dinding untuk memegang kusen kayu/aluminium agar kokoh.
  • Dimensi Kusen Kayu
    (jika kayu) standar 6/12 atau 6/15 cm sesuai ketebalan dinding bata.
  • Ventilasi Jalusi/Louvre
    Kayu atau kaca nako (implied) di bagian atas kusen untuk sirkulasi udara 24 jam.
  • Detail Sponing
    (Rebate) pada kusen memastikan daun jendela menutup rapat dan kedap air/debu.
  • Finishing Kusen
    (Cat Minyak/Politur) diperlukan untuk melindungi kayu dari pelapukan.

19. Detail Pintu (P-07K, PV-02K) & Kusen J-02K


Konstruksi daun pintu panel plywood rangka kayu kelas dua lengkap dengan kunci tanam dua slot.

Spesifikasi daun pintu panel plywood dan pintu PVC. Detail hardware pengunci (Grendel, Engsel) juga disajikan.

  • Konstruksi Pintu Panel Plywood
    Rangka kayu solid dilapis plywood ganda memberikan tampilan solid dengan bobot ringan.
  • Desain Pintu PVC
    Cetakan pabrik (molded) lengkap dengan kusennya, praktis dan tahan air untuk toilet.
  • Engsel Pintu
    Standar 3-4 buah per daun pintu (tergantung berat) ukuran 4 inci untuk ketahanan beban momen.
  • Kunci Tanam 2 Slaag
    (Double Lock) pada pintu utama untuk keamanan aset masjid.
  • Grendel Tanam
    (Flush Bolt) pada pintu ganda (kupu tarung) untuk mengunci salah satu daun pintu.
  • Handle Pintu Antik
    Dispesifikasikan untuk memberikan sentuhan estetika pada pintu utama.
  • Kaca Rayben
    (Tinted) 5mm pada jendela J-02K mengurangi silau matahari dan panas masuk ke ruangan.

20. Detail Menara Air Beton


Struktur menara air beton bertulang empat kolom penopang tangki fiber kapasitas 1100 liter.

Struktur vertikal penopang tangki air. Konstruksi beton bertulang dengan 4 tiang kolom dan balok pengikat (tie beam).

  • Struktur Rangka Beton
    (Space Frame) terdiri dari 4 kolom 20x20 cm yang kaku menahan beban air 1100 liter + beban angin.
  • Plat Bordes Beton
    Tebal 8 cm pada elevasi atas sebagai dudukan tangki air fiber.
  • Pondasi Telapak
    (Footplate) tersendiri untuk menara air, terpisah dari pondasi bangunan utama untuk mencegah penurunan diferensial.
  • Balok Pengikat Horisontal
    Dipasang pada ketinggian tertentu untuk mengurangi panjang tekuk (buckling length) kolom menara.
  • Tangga Maintenance
    (biasanya besi, implied) diperlukan untuk akses ke tangki air.
  • Ketinggian Menara
    (misal +3.60 m plat) dihitung untuk menghasilkan tekanan hidrostatis cukup bagi kran wudhu.
  • Tangki Fiber
    Kapasitas 1100 Liter dipilih karena ringan, tahan karat, dan higienis dibanding tangki beton cor.

File DWG

Bagi profesional yang membutuhkan data vektor presisi untuk analisis struktur, modifikasi desain, atau perhitungan RAB, file sumber asli dalam format CAD tersedia melalui tautan berikut.

Tito Reista
Tito Reista project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Newer Posts Older Posts

Post a Comment