Desain Mushola Sederhana 3x3 Meter DWG

Table of Contents

Desain Mushola Sederhana 3×3 Meter Struktur Atap Kayu dan Pondasi Cerucuk DWG

Dokumen ini menyajikan Detail Engineering Design (DED) untuk bangunan peribadatan skala mikro (mushola sederhana 3x3m) dengan dimensi utama ruang dalam meter. Desain ini mengintegrasikan struktur beton bertulang konvensional dengan sistem pondasi adaptif tanah lunak menggunakan cerucuk kayu dan rangka atap kayu (timber truss). Dokumen teknis ini secara spesifik merinci elemen struktur bawah (sub-structure) berupa pondasi batu kali yang diperkuat tiang pancang mini (cerucuk) 10 cm, serta struktur atas (super-structure) yang terdiri dari kolom praktis, balok sloof, dan ring balok pengikat. Tujuan rekayasa dari konfigurasi ini adalah menyediakan stabilitas struktural pada bangunan bentang pendek di atas kondisi tanah yang memerlukan perbaikan daya dukung, sekaligus memberikan panduan presisi untuk fabrikasi elemen arsitektural seperti kusen dan kuda-kuda.

Informasi Umum File

  • Identifikasi Berkas Utama
    Dokumen merupakan set gambar kerja konstruksi (Construction Drawing) yang mencakup denah, tampak, potongan, dan detail struktur untuk mushola, digambar dengan skala standar teknik 1:10 hingga 1:100.
  • Karakteristik Visual Gambar
    Menampilkan representasi garis teknis 2D yang lengkap dengan notasi dimensi, spesifikasi material (misal: "Besi 10", "Kayu Kelas II"), elevasi, dan simbol-simbol mekanikal-elektrikal.
  • Struktur Konten Dokumentasi
    Disusun secara sistematis meliputi arsitektur bangunan, detail pembesian beton bertulang, skema sambungan kayu kuda-kuda, pola plafon, instalasi listrik, hingga detail joinery pintu dan jendela.
  • Total Lembar Gambar
    Terdiri dari 5 halaman dokumen teknis yang merepresentasikan volume pekerjaan sipil dan arsitektur secara utuh.

Uraian Teknis Per Halaman

1. Denah Layout, Tampak, dan Potongan Prinsip


Layout denah arsitektur mushola dimensi 300x300 cm menampilkan elevasi lantai nol dan desain fasad atap pelana penutup zincalume.

Halaman ini menyajikan informasi geometris dasar bangunan yang mendefinisikan ruang lingkup pekerjaan fisik. Denah (Skala 1:100) menunjukkan dimensi as-ke-as ruang utama cm dengan teras selebar 75 cm. Potongan A-A dan B-B memberikan informasi vertikal mengenai elevasi lantai (+0.00), tinggi plafon (+3.00), hingga puncak atap (+4.10). Gambar ini berfungsi sebagai acuan utama setting-out di lapangan untuk menentukan posisi bangunan dan level lantai kerja.

  • Zonasi Elevasi Lantai menetapkan perbedaan ketinggian lantai utama () dan teras (-0.05) serta tanah dasar (-0.40) untuk mitigasi intrusi air permukaan.
  • Konfigurasi Atap Pelana memperlihatkan kemiringan atap dengan penutup Zincalume yang didukung oleh gording kayu dan kaso untuk efisiensi beban mati.
  • Grid Dinding Bata menunjukkan layout dinding setengah bata yang diplester sebagai penyekat non-struktural namun kaku.
  • Sistem Drainase Keliling mengindikasikan arah buangan air di sekeliling bangunan untuk menjaga stabilitas tanah di sekitar pondasi.
  • Dimensi Bukaan Ventilasi menentukan posisi lubang angin di atas kusen untuk menjamin sirkulasi udara silang (cross ventilation) pada ruang sempit.
  • Spesifikasi Keramik menetapkan penggunaan ubin cm dan cm yang mempengaruhi ketebalan spesi lantai kerja.
  • Hubungan Struktur-Tanah memvisualisasikan kedalaman galian pondasi relatif terhadap muka tanah asli untuk mencapai lapisan tanah stabil.

2. Denah Pondasi dan Detail Penulangan Beton


Gambar teknis pondasi jalur batu kali dengan perkuatan tiang pancang cerucuk kayu diameter 100mm panjang 4 meter untuk tanah lunak.

Lembar ini adalah panduan teknis pekerjaan struktur bawah (sub-structure). Fokus utamanya adalah pada sistem pondasi menerus batu kali yang dikombinasikan dengan cerucuk kayu untuk tanah lunak. Detail penulangan menyajikan spesifikasi besi untuk Sloof (cm), Ring Balok, dan Kolom Praktis, lengkap dengan konfigurasi sengkang (begel).

  • Mekanisme Transfer Beban Cerucuk menjelaskan penggunaan tiang kayu 10 cm panjang 4 meter sebagai elemen friction pile untuk meningkatkan daya dukung tanah lunak.
  • Konfigurasi Sloof Beton merinci tulangan utama dan sengkang yang berfungsi meratakan beban dinding ke pondasi dan mencegah penurunan diferensial.
  • Detail Pembesian Kolom menunjukkan tulangan kolom praktis yang menerus dari sloof hingga ring balok untuk kekakuan lateral bangunan.
  • Lapisan Lantai Komposit menguraikan stratifikasi lantai mulai dari pasir urug, lantai kerja beton 1:5, lapisan BRC M6, hingga finishing keramik.
  • Angkur Besi Pengikat memperlihatkan detail koneksi antara sloof dan pondasi batu kali menggunakan stek besi 10 mm setiap jarak 50 cm.
  • Perlindungan Dinding Trasraam menspesifikasikan pasangan bata kedap air setinggi 25 cm di atas sloof untuk mencegah kapilaritas air tanah.
  • Pola Pemancangan memberikan panduan jarak antar cerucuk (titik pusat ke pusat) baik pada jalur pondasi maupun di bawah lantai kerja.

3. Rencana Rangka Atap dan Detail Kuda-Kuda


Detail sambungan simpul kuda-kuda kayu kelas II menggunakan plat besi strip tebal 4mm dan baut diameter setengah inchi sebagai pengaku.

Gambar ini membedah sistem struktur atap (roof truss) yang menggunakan material kayu. Denah rangka atap memetakan posisi kuda-kuda, gording, jurai, dan kaso. Detail Kuda-Kuda (Skala 1:50 dan 1:20) secara spesifik memperlihatkan sambungan buhul, dimensi batang tarik/tekan, dan penggunaan pelat sambung metal.

  • Geometri Kuda-Kuda Kayu menampilkan susunan batang diagonal dan vertikal (ander) yang membentuk segitiga kaku untuk menahan beban atap.
  • Sambungan Mekanis Baut merinci penggunaan baut 1/2" dan plat strip besi mm sebagai pengaku simpul sambungan kayu.
  • Dimensi Elemen Kayu menetapkan ukuran penampang balok tarik (), kaki kuda-kuda, dan gording untuk efisiensi material kayu kelas II.
  • Detail Tumpuan Ring Balok menunjukkan angkur besi 10 mm yang mengikat kuda-kuda ke struktur beton agar tidak terlepas akibat gaya angin (uplift).
  • Konstruksi Lisplank Ganda memperlihatkan penyelesaian tepi atap menggunakan papan kayu cm untuk estetika dan perlindungan ujung kaso.
  • Pola Ikatan Angin (tersirat dalam denah) menjamin stabilitas rangka atap terhadap gaya lateral yang bekerja pada bidang atap.
  • Klos Penguat Gording mendetailkan penggunaan balok kayu pendek (klos) untuk menahan gording agar tidak meluncur pada bidang miring kaki kuda-kuda.

4. Denah Plafon dan Instalasi Listrik


Skema jalur instalasi kabel listrik NYA 2x2.5mm dalam pipa conduit dan modul rangka plafon kayu 5x7 cm penutup triplek.

Halaman ini mengintegrasikan rencana penutup langit-langit dengan skema utilitas elektrikal. Gambar kerja menunjukkan grid rangka plafon yang disesuaikan dengan modul triplek, serta titik-titik lampu dan saklar. Detail potongan plafon memperlihatkan teknik penggantungan rangka ke struktur atap.

  • Modul Rangka Plafon mengatur jarak balok penggantung (cm) dan galang pembantu (cm) agar sesuai dengan ukuran lembar triplek cm.
  • Sistem Penggantung Vertikal menjelaskan bagaimana rangka plafon digantungkan pada balok tarik kuda-kuda untuk mendapatkan permukaan yang rata.
  • Titik Pencahayaan merencanakan posisi lampu pijar (25W) di tengah ruang untuk distribusi cahaya yang merata.
  • Spesifikasi Kabel Instalasi menetapkan penggunaan kabel NYA mm dalam pipa pelindung untuk keamanan instalasi listrik.
  • Detail List Profil menunjukkan pemasangan list kayu cm pada pertemuan dinding dan plafon untuk menutup celah ekspansi.
  • Posisi Saklar dan Stopkontak menentukan letak komponen elektrikal pada dinding dengan ketinggian ergonomis.
  • Sirkuit Pengaman MCB mencantumkan kapasitas MCB 2 Ampere yang sesuai untuk beban listrik mushola sederhana.

5. Detail Kusen, Pintu, dan Jendela


Spesifikasi fabrikasi kusen pintu model flush door plywood tebal 16mm dan detail sponing kaca jendela rayben tebal 5mm.

Lembar terakhir ini adalah dokumen shop drawing untuk fabrikasi elemen pintu dan jendela. Terdapat denah perletakan (schedule) yang memberi kode pada setiap tipe bukaan, diikuti dengan detail elevasi dan potongan profil kusen kayu.

  • Konstruksi Pintu Panel mendetailkan daun pintu P02-K menggunakan rangka kayu solid yang ditutup plywood 16 mm (flush door).
  • Profil Kusen Kayu memperlihatkan dimensi balok kusen dan sponing (takikan) untuk dudukan pintu serta kaca jendela.
  • Spesifikasi Kaca Rayben menetapkan penggunaan kaca gelap (rayben) tebal 5 mm untuk privasi dan reduksi silau matahari.
  • Hardware Pengunci merinci tipe engsel (3 buah/daun), grendel tanam, dan hak angin untuk operasional jendela.
  • Ventilasi Terintegrasi menunjukkan adanya lubang angin (bouvenlist) di bagian atas unit jendela untuk sirkulasi udara permanen.
  • Dimensi Fabrikasi memberikan ukuran presisi tinggi dan lebar kusen yang harus diproduksi oleh tukang kayu.
  • Detail Angkur Kusen (tersirat pada simbol) menunjukkan penguat besi yang ditanam ke kolom praktis untuk memegang kusen secara kaku.

File DWG

Bagian ini menyediakan akses langsung ke berkas gambar kerja asli dalam format CAD (DWG). File ini berisi seluruh layer garis, dimensi, dan blok atribut yang dapat diedit oleh tenaga ahli teknik sipil atau arsitek untuk keperluan adaptasi desain, perhitungan volume material (RAB), atau referensi proyek sejenis.

Tito Reista
Tito Reista project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Newer Posts Older Posts

Post a Comment