Desain Mushola Sederhana 4x5 Meter DWG

Table of Contents

Desain Mushola Sederhana 4x5 Meter DWG

Dokumen ini menyajikan Detail Engineering Design (DED) untuk bangunan peribadatan mushola sederhana 4x5 meter skala mikro dengan luas bangunan efektif 23.00 m2, yang dirancang untuk lahan terbatas. Desain ini menerapkan sistem struktur hibrida yang menggabungkan pondasi menerus batu kali untuk stabilitas pada tanah dasar, struktur rangka beton bertulang (sloof, kolom praktis, ring balok), dan konstruksi atap rangka kayu kelas II. Tujuan rekayasa dari konfigurasi ini adalah menciptakan bangunan yang efisien secara biaya, mudah dikerjakan (constructible), namun tetap memenuhi standar kekakuan lateral dan kenyamanan termal. Gambar kerja merinci integrasi elemen arsitektural seperti pasangan dinding bata dan kusen kayu dengan komponen struktural, serta sistem utilitas mekanikal-elektrikal yang lengkap.

Informasi Umum File

  • Identifikasi Berkas Utama
    Dokumen ini merupakan satu set gambar kerja konstruksi (For Construction Drawing) lengkap untuk mushola sederhana, mencakup disiplin arsitektur, struktur, dan elektrikal dengan skala teknis bervariasi (1:10 hingga 1:50).
  • Karakteristik Visual Gambar
    Menampilkan representasi garis teknis 2D monokromatik dengan notasi dimensi presisi, simbol material (arsir), level elevasi, dan tabel spesifikasi material (Bill of Materials) pada setiap lembar.
  • Struktur Konten Dokumentasi
    Disusun secara hierarkis mulai dari denah layout, tampak ortografis, potongan prinsip, detail pondasi dan beton, rencana atap, plafon, instalasi listrik, hingga detail joinery kusen.
  • Total Lembar Gambar
    Terdiri dari 12 halaman dokumen teknis yang merepresentasikan seluruh aspek teknis yang diperlukan untuk pelaksanaan konstruksi fisik di lapangan.

Uraian Teknis Per Halaman

1. Denah Arsitektural dan Spesifikasi Teknis


Layout denah lantai mushola dimensi 4x5 meter dengan teras turun 5cm dan ruang sholat utama elevasi nol.

Halaman ini memuat denah lantai dasar dengan skala 1:50 yang mendefinisikan tata letak ruang dan grid struktur. Ruang utama (Ruang Jama'ah) memiliki elevasi , sedangkan area teras didesain lebih rendah pada level -0.05 untuk mencegah intrusi air hujan. Tabel spesifikasi teknis mencantumkan parameter material utama seperti pondasi batu kali, dinding bata merah, dan atap Zincalume gelombang.

  • Zonasi Ruang Fungsional membagi area menjadi ruang sholat utama berdimensi cm (grid as) dan area teras selebar 80-100 cm.
  • Spesifikasi Material Struktur menetapkan penggunaan beton bertulang untuk kolom dan balok, serta kayu kelas II untuk elemen kuda-kuda atap.
  • Dimensi Total Bangunan mencatat luas bangunan total sebesar 23.00 m2, mengindikasikan efisiensi penggunaan lahan untuk fungsi ibadah.
  • Elevasi Lantai menetapkan finished floor level (FFL) untuk ruang dalam dan penurunan 5 cm (-0.05) untuk area luar sebagai barrier air.
  • Jenis Pondasi menspesifikasikan pondasi menerus batu kali untuk dinding dan pondasi setempat beton (jika ada) untuk titik beban terpusat.
  • Material Penutup Atap menggunakan Zincalume gelombang yang ringan, mengurangi beban mati yang harus dipikul oleh rangka atap kayu.
  • Grid Kolom menunjukkan jarak antar kolom praktis sepanjang 300 cm dan 500 cm yang menjadi acuan utama setting-out di lapangan.

2. Tampak Elevasi Bangunan


Visualisasi tampak depan bangunan mushola atap pelana penutup zincalume dan ventilasi roster kayu yang simetris.

Lembar ini menyajikan proyeksi ortografis dari empat sisi bangunan (Depan, Belakang, Samping Kiri, Kanan) pada skala 1:50. Visualisasi ini memberikan informasi mengenai proporsi vertikal, geometri atap pelana, posisi bukaan ventilasi, dan estetika fasad yang sederhana namun fungsional.

  • Geometri Atap Pelana menampilkan bentuk atap dua sisi yang efisien untuk drainase air hujan, dilengkapi dengan nok pada puncaknya.
  • Proporsi Bukaan menunjukkan penempatan jendela dan ventilasi (bouven) yang simetris untuk memaksimalkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara.
  • Ketinggian Bangunan memberikan gambaran visual elevasi dinding dan atap relatif terhadap muka tanah dasar.
  • Detail Lisplank memperlihatkan penggunaan papan lisplank pada tepi atap untuk perlindungan ujung kaso dan estetika.
  • Tritisan Atap menggambarkan overstek yang melindungi dinding luar dari tampias air hujan dan radiasi matahari langsung.
  • Leveling Lantai memvisualisasikan posisi lantai bangunan yang diangkat dari tanah sekitarnya untuk keamanan terhadap banjir permukaan.
  • Simbol Material menggunakan notasi garis untuk merepresentasikan tekstur material dinding dan penutup atap.

3. Potongan Prinsip Struktur


Potongan vertikal menampilkan elevasi ring balok beton plus 2.90 meter dan konstruksi kuda-kuda kayu kelas dua.

Gambar potongan A-A dan B-B (Skala 1:50) membedah konstruksi vertikal bangunan. Terlihat jelas hubungan antara pondasi, dinding, ring balok (+2.90), dan konstruksi kuda-kuda kayu. Elevasi puncak atap mencapai +4.40 dan plafon pada +3.00, memberikan volume ruang yang cukup untuk kenyamanan termal.

  • Sistem Kuda-Kuda Kayu memperlihatkan konfigurasi batang tarik ganda, kaki kuda-kuda, dan tiang andher.
  • Elevasi Vertikal Kunci menetapkan ketinggian ring balok pada +2.90, plafon +3.00, dan nok atap +4.40.
  • Detail Pondasi menggambarkan kedalaman pondasi batu kali (-0.70) dan lapisan pasir urug di bawah lantai.
  • Konstruksi Plafon menunjukkan rangka kayu penggantung dan penutup triplek 4mm yang dipasang datar.
  • Posisi Balok Penguat menampilkan penggunaan balok sokong dan penguat ukuran untuk kekakuan rangka atap.
  • Lapisan Lantai merinci urutan konstruksi lantai dasar mulai dari tanah urug, pasir urug, hingga keramik.
  • Grid Struktur Vertikal mengonfirmasi jarak bentang antar dinding penumpu beban atap.

4. Denah Pondasi dan Detail Beton


Skema pondasi menerus batu kali trapesium dan detail penulangan sloof beton bertulang ukuran 15x20 cm.

Halaman ini adalah panduan teknis pekerjaan struktur bawah (sub-structure). Denah pondasi memetakan jalur pasangan batu kali dan rollag bata. Detail penulangan (Skala 1:10) memberikan spesifikasi pembesian untuk Sloof, Kolom, dan Ring Balok.

  • Pondasi Menerus Batu Kali digunakan di bawah dinding utama untuk mendistribusikan beban bangunan ke tanah keras.
  • Pondasi Rollag Bata diaplikasikan pada area teras atau beban ringan sebagai alternatif ekonomis pengganti batu kali.
  • Penulangan Sloof merinci penggunaan besi utama dan sengkang untuk balok pengikat bawah.
  • Detail Kolom Praktis menspesifikasikan dimensi cm dengan tulangan dan begel.
  • Konstruksi Dinding Trasraam menunjukkan pasangan bata kedap air di atas sloof untuk mencegah kapilaritas air tanah.
  • Detail Ring Balok memberikan spesifikasi balok pengikat atas yang menumpu kuda-kuda atap.
  • Lapisan Pasir Urug berfungsi sebagai perata beban dan peredam gaya di bawah pondasi dan lantai kerja.

5. Denah Rencana Rangka Atap


Peta rencana kap atap kayu meliputi posisi gording 5/10, balok nok, dan jurai luar pada grid bangunan.

Gambar ini memetakan tata letak elemen kayu pada struktur atap (Roof Framing Plan). Denah menunjukkan posisi Kuda-kuda Utuh (KK), Setengah Kuda-kuda (1/2 KK), dan elemen balok lainnya. Ini menjadi panduan instalasi bagi tukang kayu.

  • Distribusi Tipe Kuda-Kuda membedakan posisi pemasangan kuda-kuda tipe KK di tengah dan 1/2 KK di bagian tepi/teras.
  • Dimensi Kayu Struktur mencantumkan ukuran kayu untuk kaki kuda-kuda dan untuk balok tarik.
  • Posisi Andher menandai lokasi tiang penggantung vertikal pada as kuda-kuda.
  • Grid Rangka Atap menunjukkan jarak dan perletakan elemen struktur terhadap grid bangunan 100 dan 500 cm.
  • Jalur Lisplank menggambarkan keliling tepi atap yang akan dipasangi papan lisplank 3/25.
  • Tumpuan Dinding mengindikasikan posisi dinding yang menopang beban rangka atap.
  • Skala Gambar menggunakan skala 1:50 untuk kejelasan layout keseluruhan atap.

6. Detail Konstruksi Kuda-Kuda


Gambar kerja kuda-kuda kayu bentang 5 meter menggunakan balok tarik ganda dimensi 2x5/10 cm dan tiang ander.

Lembar ini menyajikan shop drawing kuda-kuda kayu (Skala 1:20). Gambar memperlihatkan geometri rangka, dimensi batang, dan sistem sambungan gigi berkait. Terdapat detail spesifik mengenai hubungan antara kaki kuda-kuda, balok tarik, dan tiang andher.

  • Geometri Truss Kayu menampilkan susunan segitiga stabil yang terdiri dari batang tekan dan tarik.
  • Sambungan Gigi Berkait menginstruksikan teknik takikan pada pertemuan batang untuk menahan gaya geser (Notasi 5).
  • Dimensi Elemen Kayu merinci ukuran: Balok Tarik, Kaki, Andher, dan Sokong.
  • Besi Stek Pengikat menunjukkan penggunaan besi mm untuk mengangkur kuda-kuda ke ring balok beton.
  • Posisi Gording menggambarkan tumpuan gording di atas kaki kuda-kuda.
  • Elevasi Tumpuan mengonfirmasi level perletakan kuda-kuda pada ketinggian +2.90.
  • Penggantung Plafon menunjukkan balok kayu yang digantungkan pada balok tarik kuda-kuda.

7. Detail Sambungan Struktur Atap


Zoom teknis sambungan gigi berkait pada kaki kuda-kuda yang diperkuat paku konstruksi ukuran 4 inchi.

Halaman ini memuat detail zoom-in (Skala 1:20) dari berbagai simpul sambungan kuda-kuda (Detail 1-5). Fokusnya adalah pada teknik penyambungan, penggunaan paku, dan konstruksi lisplank.

  • Simpul Puncak (Nok) memperlihatkan pertemuan kaki kuda-kuda dan tiang andher.
  • Sambungan Kaki-Balok Tarik (Detail 1) menunjukkan takikan dan penggunaan paku 4" pada sudut bawah truss.
  • Balok Gapit (Detail 4) mengilustrasikan penggunaan balok ganda untuk menjepit batang vertikal/diagonal.
  • Detail Lisplank (Detail 3) memperlihatkan konstruksi papan lisplank dan dukungannya.
  • Perkuatan Paku menspesifikasikan penggunaan paku 4" pada setiap titik buhul sambungan kayu.
  • Klos Penahan Gording menunjukkan balok kayu kecil yang dipaku untuk menahan gording agar tidak meluncur.
  • Detail Angkur Dinding memperjelas pengikatan kuda-kuda ke ring balok menggunakan angkur 4 diameter 10.

8. Rencana dan Detail Plafon


Pola pemasangan rangka plafon kayu grid 60x120 cm untuk penutup triplek tebal 4mm yang digantung rata.

Gambar ini mengintegrasikan rencana pola langit-langit dengan detail konstruksinya. Denah (Skala 1:50) menunjukkan grid rangka, sedangkan detail potongan (Skala 1:25) memperlihatkan sistem penggantung dan list tepi.

  • Modul Rangka Plafon mengatur grid kayu utama dan pembantu dengan jarak 120 cm.
  • Material Penutup menetapkan penggunaan lembar triplek tebal 4 mm ukuran cm.
  • Sistem Penggantung menjelaskan bahwa rangka plafon digantung ke balok tarik kuda-kuda atau balok dinding.
  • Detail List Profil menunjukkan pemasangan list kayu cm pada pertemuan dinding dan plafon.
  • Ketinggian Plafon menegaskan elevasi bersih plafon pada level +2.90 atau +3.00 m.
  • Hierarki Rangka membedakan antara galang utama dan galang pembantu dalam susunan grid.
  • Detail Potongan memperlihatkan hubungan fisik antara rangka plafon, penutup triplek, dan dinding.

9. Denah Instalasi Elektrikal


Diagram instalasi titik lampu TL 20 Watt dan jalur kabel NYA 2x2.5mm dalam pipa conduit pelindung.

Dokumen ini memetakan sistem pencahayaan dan daya listrik. Denah menunjukkan posisi titik lampu (TL 20W, SL 11W), saklar, dan stop kontak. Diagram garis tunggal menjelaskan spesifikasi kabel NYA dan pengaman MCB.

  • Titik Pencahayaan merencanakan penggunaan lampu TL 20 Watt dan SL 11 Watt untuk penerangan ruang.
  • Jalur Kabel Instalasi menspesifikasikan kabel NYA mm dan mm (untuk arde) dalam pipa pelindung.
  • Sistem Pengaman mencantumkan penggunaan MCB 2 Ampere atau 4 Ampere sesuai beban total.
  • Komponen Saklar menempatkan saklar tunggal dan ganda pada lokasi yang mudah dijangkau.
  • Sistem Grounding mendetailkan koneksi kabel arde ke batang tembaga 1/2" yang ditanam.
  • Stop Kontak menyediakan titik daya untuk peralatan elektronik pada dinding.
  • Daftar Material merekapitulasi kebutuhan komponen listrik seperti box MCB, fitting, dan pipa conduit.

10. Denah Kusen Pintu dan Jendela


Peta perletakan tipe kusen pintu P-07K dan jendela J-02K pada dinding bangunan sesuai kodefikasi gambar kerja.

Lembar ini adalah schedule atau daftar perletakan kusen. Denah (Skala 1:50) memberi kode identifikasi (K-15K, J-02K, P-07K) pada setiap bukaan dinding, dilengkapi dengan daftar material kunci dan engsel.

  • Kodefikasi Kusen memberikan identitas unik (misal K-15K, J-02K) untuk setiap tipe unit guna fabrikasi yang akurat.
  • Posisi Bukaan memetakan lokasi pintu dan jendela pada denah bangunan sesuai fungsi ruang.
  • Daftar Perangkat Keras merinci kebutuhan kunci tanam, grendel, engsel (3" dan 4"), dan hak angin.
  • Tipe Bukaan membedakan antara pintu (P), jendela (J), dan ventilasi/bouven (BV).
  • Jumlah Unit secara implisit menentukan volume pekerjaan kusen berdasarkan denah.
  • Arah Buka (tersirat dalam denah) menunjukkan arah ayunan pintu untuk sirkulasi.
  • Spesifikasi Sekrup mencantumkan ukuran paku/sekrup 3/4" untuk pemasangan hardware.

11. Detail Profil Kusen


Detail profil balok kusen kayu 6/12 cm dengan sponing pintu 1cm dan angkur besi tanam dinding bata.

Halaman ini berisi gambar detail profil dan dimensi kusen kayu (Skala 1:20). Tipe K-07K, K-15K, dan K-14K digambar lengkap dengan ukuran sponing dan sistem angkur ke dinding.

  • Dimensi Profil menetapkan ukuran balok kayu kusen (misal 6/12 cm atau sesuai gambar) dan sponing.
  • Sistem Angkur memperlihatkan besi cm yang ditanam di belakang kusen untuk kekuatan pegangan ke bata.
  • Detail Sponing menunjukkan takikan sedalam 1 cm atau 1.2 cm untuk dudukan daun pintu/jendela.
  • Ukuran Bukaan memberikan dimensi bersih (opening) kusen, misalnya lebar 60 cm atau 70 cm.
  • Ventilasi Atas (tersirat pada K-15K) menunjukkan adanya ruang untuk ventilasi di bagian atas kusen.
  • Sambungan Sudut menggambarkan hubungan antara ambang atas dan tiang kusen.
  • Skala Detail menggunakan skala 1:20 untuk memperjelas dimensi profil kayu.

12. Detail Daun Pintu dan Jendela


Konstruksi daun pintu flush door rangka kayu solid internal ditutup plywood tebal 4mm lapis cat minyak.

Lembar terakhir menyajikan shop drawing untuk daun pintu (P-07K) dan jendela. Gambar merinci konstruksi daun pintu plywood dan bingkai jendela kaca, lengkap dengan posisi perangkat keras.

  • Konstruksi Pintu Plywood mendetailkan rangka kayu internal yang ditutup lembar plywood tebal 4-6 mm.
  • Posisi Hardware menentukan letak pemasangan kunci tanam, pegangan pintu, dan grendel.
  • Detail Engsel menunjukkan penggunaan engsel pintu yang dipasang pada sisi tebal daun.
  • Ketebalan Daun memberikan informasi tebal total daun pintu (misal 3-4 cm).
  • Bingkai Jendela (pada halaman terkait) akan menunjukkan rangka kayu pemegang kaca.
  • Spesifikasi Kaca (jika ada pada halaman ini atau sebelumnya) biasanya menetapkan kaca bening atau rayben tebal 5mm.
  • List Tepi memperlihatkan edging kayu solid pada sekeliling pintu plywood.

File DWG

Bagian ini menyediakan akses ke berkas gambar kerja asli dalam format DWG AutoCAD. File ini mengandung seluruh data vektor, layer, dan dimensi yang presisi, sangat berguna sebagai referensi teknis bagi kontraktor, drafter, atau insinyur sipil dalam pengembangan desain atau perhitungan volume material (Bill of Quantities).

Tito Reista
Tito Reista project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Newer Posts Older Posts

Post a Comment