Pos Jaga 3x3,5m Atap Dak Beton DWG
Table of Contents
Pos Jaga 3x3,5m Atap Dak Beton DWG
Gambar kerja ini mendokumentasikan rancangan pos jaga berukuran 3,0 × 3,5 m dengan atap dak beton, disajikan sebagai engineering drawing hasil plotting CAD yang memadukan representasi arsitektural (tampak, kusen/pintu) dengan representasi struktur bawah (denah pondasi, sloof, kolom) serta utilitas (instalasi air kotor & bersih, instalasi listrik, dan sistem septictank). Elemen struktur atas yang tampak terutama berupa bidang atap/dak dengan tepi overstek, sedangkan struktur bawah divisualkan melalui pondasi batu kali, sloof 15×20, dan kolom 20×20 (dengan finishing 25×25) yang diturunkan pada detail potongan serta penulangan yang dinyatakan dengan diameter dan jarak tulangan. Konfigurasi ini menunjukkan tujuan rekayasa berupa integrasi komponen beton bertulang, pasangan dinding, serta sistem utilitas drainase agar bangunan kecil memiliki kekakuan memadai, elevasi lantai terkontrol (ditunjukkan dengan level ±0.00 dan -0.10), serta jalur layanan dasar yang terdefinisi. Pada set lembar ini ditampilkan saluran, septictank, pipa PVC, pralon 2", dan elemen akses (manhole), sedangkan tidak ditemukan anotasi/representasi mini pile, abutment, wing wall, shear connector, plate deck, pelat lantai, maupun heling; oleh karena itu pembahasan komponen difokuskan pada elemen yang benar-benar muncul pada lembar.
Ringkasan Spesifikasi Teknis
| Parameter | Nilai (sesuai dokumen) |
|---|---|
| Ukuran bangunan | 3,0 × 3,5 m |
| Jenis atap | Atap dak beton (overstek pada tepi dak) |
| Total lembar gambar | 5 lembar (A4, orientasi lanskap; rotasi 270°) |
| Perangkat lunak sumber | Plot CAD dari AutoCAD LT |
| Level/elevasi acuan | ±0.00 dan -0.10 (tertera pada tampak/potongan) |
| Referensi level pada tampak | +330 dan +270 (tertera pada lembar tampak) |
| Pondasi | Pondasi batu kali |
| Sloof | Sloof 15×20 |
| Kolom | Kolom 20×20 dengan finishing 25×25 |
| Notasi tulangan kolom (contoh) | 6Ø10; Ø6-150; Ø6-200 |
| Lapisan lantai kerja | Beton cor 1:3:5 t = 5 cm |
| Lapisan urug | Pasir urug dipadatkan t = 5 cm; tanah urug |
| Panel bukaan (tampak) | Kaca mika 12 mm; ukuran teranotasi 120×200×8 mm dan 80×120×8 mm |
| Pralon pada tepi atap | Pralon 2" |
| Pipa air kotor (utama) | Pipa PVC Ø4" (terhubung ke septictank) |
| Pipa air bersih (contoh) | PVC Ø1/2"; kran 1/2" |
| Septictank | Buis beton Ø100 cm tanpa tulangan |
| Pelat penutup septictank | Beton bertulang tebal 8 cm; tulangan Ø8-150 |
| Akses septictank | Manhole Ø5" |
| Pipa terkait septictank | Pipa PVC Ø1,5"; pipa peresapan Ø4" |
| Media resapan | Pasir urug, kerikil, dan tanah timbun |
| Perlengkapan KM/WC (teranotasi) | Closet jongkok, bak mandi, FD (floor drain), kran 1/2" |
| Skala lembar (contoh per lembar) | Tampak 1:40; denah pondasi 1:30; utilitas 1:40; KM/WC 1:20; detail kusen/pintu 1:20 |
Informasi Umum File
Berkas DWG ini merupakan hasil plot dari AutoCAD LT yang berisi lima lembar gambar A4 orientasi lanskap (rotasi 270°), dengan komposisi konten yang konsisten: setiap lembar memuat judul gambar, skala, serta blok informasi proyek "POS JAGA 3x3,5 M ATAP DAK BETON", sehingga dapat dibaca sebagai satu paket dokumentasi konstruksi yang mencakup tampak, pondasi, utilitas, sanitasi, dan detail bukaan.
- Identifikasi berkas utama
"Pos Jaga 3x3,5 M Atap Dak Beton" (plot CAD) sebagai representasi gambar kerja DWG. - Karakteristik visual gambar
Dominasi garis vektor tajam, dimensi numerik, hatch/arsir material, serta penandaan skala per-viewport. - Struktur konten dokumentasi
Pengelompokan lembar per disiplin: arsitektur (tampak, kusen/pintu), struktur (pondasi--sloof--kolom), utilitas (plumbing & listrik), sanitasi (KM/WC & septictank). - Total lembar gambar
5 halaman dengan judul lembar yang berbeda dan saling melengkapi.
Uraian Teknis Per Halaman
1. Komposisi Tampak Arsitektural Empat Sisi dengan Indikasi Level
Lembar ini menyajikan empat tampak bangunan pada skala 1:40: Tampak Depan -- F, Tampak Belakang -- C, Tampak Samping Kiri -- B, dan Tampak Samping Kanan -- D. Massa bangunan divisualkan sebagai struktur sederhana dengan atap/dak beton ber-overstek, elemen kolom pada sudut, serta bidang dinding berlapis garis horizontal. Pada tampak depan dan samping kiri terlihat anotasi kaca mika 12 mm dengan ukuran 120 cm × 200 cm × 8 mm dan 80 cm × 120 cm × 8 mm, menunjukkan bukaan yang diperlakukan sebagai panel transparan/tembus pandang. Di tepi atap pada tampak samping dicantumkan pralon 2", dan terdapat penandaan elevasi +330, +270, serta referensi -0.10 pada garis tanah/permukaan---membingkai hubungan antara posisi atap dan datum lantai/peil yang digunakan pada lembar lain.
- Parameter ketinggian atap
Menunjukkan keberadaan level +330 dan +270 sebagai rujukan vertikal terhadap elemen atap/dak. - Definisi bukaan transparan mika
Mendeskripsikan panel kaca mika 12 mm beserta ukuran teranotasi sebagai komponen pengisi bidang tampak. - Jejak konduit atap pralon
Menandai pralon 2" pada tepi atap sebagai indikasi jalur utilitas yang dibawa pada zona atas bangunan. - Konsistensi grid kolom sudut
Memperlihatkan elemen kolom pada empat sudut yang menjadi pembaca awal sistem rangka terhadap dinding pengisi. - Artikulasi lapisan dinding berlist
Menggambarkan pola garis horizontal pada bidang dinding sebagai penanda perlakuan permukaan yang seragam di berbagai sisi. - Pengaturan overstek dak beton
Menekankan fungsi proyeksi atap terhadap perlindungan tampak, sesuai geometri tepi dak yang konsisten. - Referensi datum permukaan -0.10
Mengaitkan garis permukaan tanah/peil pada tampak dengan informasi level pada lembar struktur pondasi.
2. Denah Pondasi Batu Kali, Sloof 15×20, dan Detail Kolom--Penulangan
Lembar struktur ini memuat Denah Pondasi Pos Satpam (skala 1:30) beserta rangkaian detail dan potongan (umumnya skala 1:20, serta Detail Type P1 skala 1:25). Pada denah, perimeter dan jalur internal menandai sistem sloof 15×20 yang mengikuti garis dinding/penyokong, dengan anotasi pondasi batu kali sebagai tumpuan di bawahnya. Titik-titik sudut diberi kode (mis. K.1, P.1, Kp) yang berkorespondensi dengan detail terpisah: detail penampang kolom 20×20 dengan finishing 25×25, serta notasi tulangan seperti 6Ø10, Ø6-150, dan Ø6-200. Potongan A--A dan B--B memperlihatkan stratifikasi elemen di bawah dinding pasangan 1/2 bata, termasuk lapisan beton cor 1:3:5 t=5 cm, pasir urug dipadatkan t=5 cm, dan tanah urug, sehingga hubungan antara struktur beton, pasangan dinding, dan tanah dasar ditampilkan secara eksplisit.
- Konfigurasi jalur sloof perimeter
Menjelaskan bagaimana sloof 15×20 membentuk rangka keliling yang mengikat titik kolom dan bidang dinding. - Korelasi kode elemen K.1--Kp--P.1
Menguraikan keterhubungan penandaan pada denah dengan detail/penampang yang ditempatkan di sisi lembar. - Transisi dimensi kolom ke finishing
Menegaskan perbedaan ukuran kolom 20×20 terhadap finishing 25×25 yang ditampilkan pada detail K1. - Notasi tulangan longitudinal 6Ø10
Merangkum makna penandaan 6 batang diameter 10 mm sebagai tulangan pokok pada penampang kolom. - Pengaturan sengkang Ø6-150
Menafsirkan jarak sengkang 150 mm yang ditunjukkan pada detail sebagai pengikat tulangan pokok dan pengendali tekuk lokal. - Lapisan lantai kerja beton 1:3:5
Memaparkan peran beton cor tebal 5 cm (camp. 1:3:5) sebagai lapisan kerja di atas urug dan tanah. - Integrasi pondasi batu kali terhadap dinding 1/2 bata
Menerangkan bagaimana pondasi pasangan batu kali dan sloof menjadi basis bagi dinding pengisi yang muncul pada potongan.
3. Denah Instalasi Air Kotor & Bersih serta Denah Instalasi Listrik dengan Legenda
Lembar utilitas ini membagi bidang gambar menjadi dua denah skala 1:40: Denah Instalasi Air Kotor & Bersih dan Denah Instalasi Listrik. Pada denah air, tampak anotasi septictank yang dihubungkan oleh pipa PVC Ø4" dan jalur pipa lain yang dilabeli PVC Ø1/2", termasuk arah pembuangan menuju ke saluran D3"; komponen terminal ditunjukkan dengan anotasi kran 1/2" di area basah. Pada denah listrik, rute pengkabelan digambar sebagai garis yang menghubungkan titik beban dan kontrol; legenda di sisi kanan menerangkan simbol stop kontak, saklar tunggal, saklar ganda, MCB, serta variasi lampu SL 8/14/18 watt. Di bagian atas kanan tercantum Daftar Material Listrik (mis. box MCB, MCB 2A, kabel 2,5 mm², pipa conduit 5/8", tee-dos, inbow-dos), yang menegaskan spesifikasi komponen yang dipakai pada layout.
- Arah buangan menuju saluran D3"
Memaparkan indikasi panah/label "ke saluran" sebagai penentu arah aliran air buangan. - Diferensiasi diameter pipa PVC Ø4"
Mengidentifikasi jalur pipa utama yang ditandai Ø4" sebagai koneksi antara ruang basah dan unit septictank. - Jalur distribusi PVC Ø1/2"
Menjelaskan penggunaan diameter 1/2" pada segmen pipa yang ditulis pada denah sebagai bagian dari jaringan air. - Penempatan titik kran 1/2"
Menautkan anotasi kran pada denah air sebagai titik layanan yang berada di area fasilitas. - Skema kontrol saklar tunggal--ganda
Menguraikan pembacaan legenda simbol saklar terhadap hubungan garis pengkabelan dan titik lampu. - Pengelompokan beban lampu SL bertingkat daya
Menerangkan alasan adanya tiga kelas lampu (8W, 14W, 18W) sebagaimana tercantum di legenda. - Kelengkapan bill-of-materials listrik
Menegaskan fungsi daftar material sebagai kontrol konsistensi antara gambar layout dan komponen terpasang.
4. Denah KM/WC dan Detail Septictank: Potongan, Manhole, serta Pipa Peresapan
Lembar sanitasi ini menampilkan Denah KM/WC (skala 1:20) berikut Potongan -- I (skala 1:20) dan serangkaian detail septictank: Tampak Atas Septictank (skala 1:25), Potongan -- A (skala 1:25), Potongan -- B (skala 1:10), serta Tutup Manhole (skala 1:10). Pada denah KM/WC tampak posisi closet jongkok, bak mandi, FD (floor drain), dan kran 1/2", disertai dimensi ruang dan tebal dinding pada beberapa titik. Sistem septictank digambarkan sebagai unit berbasis buis beton Ø100 cm tanpa tulangan dengan penutup atas beton bertulang tebal 8 cm berpenulangan Ø8-150; akses ditunjukkan melalui manhole Ø5". Konektivitas utilitas ditandai oleh pipa PVC Ø1,5" dan pipa PVC Ø4", termasuk pipa peresapan Ø4" yang diteruskan ke zona resapan yang berlapis pasir urug, kerikil, dan tanah timbun, sehingga alur dari ruang basah ke unit pengolahan dan ke media resapan divisualkan secara berurutan.
- Susunan perlengkapan KM/WC berlabel
Menegaskan keterbacaan posisi closet jongkok, bak mandi, FD, dan kran sesuai anotasi pada denah. - Profil lantai dengan indikasi -0.10
Menghubungkan informasi elevasi lantai pada potongan terhadap datum yang juga muncul pada lembar tampak. - Dimensi unit buis beton Ø100 cm
Menerangkan peran buis beton sebagai dinding utama septictank berdasarkan ukuran diameter yang ditulis. - Penutup atas bertulang Ø8-150
Merangkum konfigurasi pelat atas 8 cm dengan tulangan Ø8 jarak 150 mm yang ditampilkan pada potongan. - Perangkat akses manhole Ø5"
Menjelaskan fungsi manhole sebagai titik inspeksi/pemeliharaan yang divisualkan bersama detail tutup. - Konektor pipa PVC Ø1,5" terhadap ventilasi/saluran
Menguraikan jalur pipa berdiameter 1,5" yang ditunjukkan masuk/keluar dari unit. - Rangkaian media resapan kerikil--pasir urug
Menjabarkan urutan lapisan resapan yang tertulis pada gambar sebagai pengendali infiltrasi.
5. Detail Kusen dan Daun Pintu Kayu Ulin dengan Tampak dan Denah
Lembar detail bukaan ini menyajikan komponen kusen kayu ulin dan pintu ulin pada skala 1:20, dengan gambar tampak/denah yang memperlihatkan geometri bingkai, ketebalan elemen, serta ukuran bukaan. Di sisi kanan atas tampak bidang persegi panjang berdimensi 200 (horizontal) dan 120 (vertikal) yang merepresentasikan ukuran daun/bukaan pada tampak/denah. Pada bagian kusen, terdapat dimensi lebar seperti 70 dan 80 pada detail penampang, serta penandaan hardware LOCIS yang menunjukkan posisi komponen pengunci/aksesoris pada sistem pintu. Penyajian beberapa pandangan (tampak memanjang, potongan tebal, dan denah) memungkinkan pembacaan hubungan antara ukuran daun pintu, ruang bebas dalam kusen, dan ketebalan profil kayu yang direncanakan.
- Rujukan ukuran bukaan 200×120
Menyimpulkan pembacaan dimensi utama yang ditampilkan pada viewport ukuran bidang pintu. - Profil penampang kusen lebar 70--80
Menjelaskan variasi ukuran penampang kusen yang tertulis pada detail sebagai kontrol kekakuan bingkai. - Indikasi ketebalan elemen 12
Mengaitkan angka 12 pada detail dengan pengendalian tebal komponen pada tampak penampang. - Penempatan hardware LOCIS pada kusen
Menerangkan lokasi aksesoris pengunci yang ditandai pada tampak memanjang kusen. - Koherensi tampak--denah daun pintu
Menguraikan manfaat penyajian multi-pandangan untuk memverifikasi dimensi daun terhadap kusen. - Penggambaran garis putus engsel/sambungan
Menafsirkan garis putus pada tampak sebagai indikasi posisi sambungan/engsel sesuai konvensi gambar kerja. - Kontrol toleransi rapat bingkai
Memaparkan bagaimana jarak bebas yang tersirat dari garis ganda kusen membantu memastikan daun pintu dapat beroperasi tanpa interferensi.
File DWG
Bagian ini disediakan untuk memberi akses ke file DWG asli sebagai sumber gambar kerja yang menjadi dasar seluruh engineering drawing pada halaman ini, sehingga pengguna dapat meninjau layer, blok, anotasi, serta detail vektor pada resolusi CAD.





Post a Comment