TITOREISTA

TITOREISTA

Referensi teknik sipil: file DWG, kalkulator RAB, dan panduan konstruksi

TITOREISTA TITOREISTA
  • Aplikasi RAB
    Tanah & Persiapan
    • Bowplank
    • Galian Tanah
    • Urugan Tanah Awal (Fill)
    • Urugan Tanah Kembali (Backfill)
    Pondasi
    • Pondasi Rollag Bata
    • Pondasi Batu Kali
    • Pondasi Footplate
    • Pondasi Cerucuk
    Struktur Beton
    • Sloof
    • Kolom
    • Balok
    • Plat Lantai Beton
    • Cor Rabat Beton
    Dinding & Finishing
    • Dinding Bata
    • Plesteran & Acian
    • Keramik Lantai
    • Pengecatan
    • Plafond
    Rangka Atap
    • Rangka Atap Kayu
    • Rangka Atap Baja Ringan
    Kalkulator Lainnya
    • Gorong-gorong
    • Kuat Tekan Beton Hot
  • Teknis & Metode
    Teknologi Beton
    • Uji Slump Beton
    • Tabel Slump Test SNI
    • Hammer Test Beton
    • Curing (Perawatan) Beton
    Metode Pelaksanaan
    • Teknik Pasangan Bata
    • Cetakan Batako
    • Cara Pasang Baja Ringan
    • Teknik Pengecatan Tembok
    MEP & Sanitasi
    • Instalasi Listrik Rumah
    • Septic Tank & Resapan
    • Septic Tank Biofil
    Struktur JembatanDesain jembatan, geoteknik, dan hidraulika dalam satu pembahasan lengkap.Baca Selengkapnya →
  • Dasar & Manajemen
    Pengetahuan Dasar
    • Apa itu Teknik Sipil?
    • Materi Dasar
    • Kaidah Tangan Kanan
    Standar & Dokumen
    • Standar Konstruksi
    • FIDIC Contracts
    • Ukuran Kertas ISO
    • Standar HSE Proyek New
    Supervisi Proyek
    • Pengawasan Rumah Tinggal
    • Pengawasan Jembatan
    • Pengawasan Box Culvert
  • Survey & Alat Berat
    Surveying
    • Surveyor Tanah
    • Windsock
    Pekerjaan Tanah
    • Cut and Fill
    • Produktivitas Alat Berat
    • Pemindahan Tanah Mekanis
    • Jenis Alat Berat
    • Pekerjaan Tanah Jalan
  • BOQ & Material
    Analisa Biaya
    • RAB (Bill of Quantity) Contoh RAB bangunan format Excel
    • Harga Bahan Bangunan
    • Satuan Volume Pekerjaan
    • AHSP (Analisa Harga Satuan)
    Tabel Berat Besi
    • Berat Besi Beton
    • Berat Wiremesh
  • Gambar DWG
    Jembatan
    • Jembatan Beton
    • Jembatan Girder Baja
    • Jembatan Bailey
    • Jembatan Komposit
    Drainase & Gorong-gorong
    • Box Culvert
    • Gorong-gorong Buis Beton
    • Saluran Drainase
    • Dermaga / Jetty
    Menara & Tandon Air
    • Tower Air Beton
    • Menara Air Baja
    • Storage Tank
    Bangunan & Fasilitas
    • Gudang Baja WF
    • Masjid New
    • Mushola
    • Pos Jaga
    Rumah & Arsitektur
    • Desain Rumah DWG
    • Desain Arsitektur
    • Pagar BRC
    • Kusen & Pintu New
    Koleksi File DWG LengkapRatusan gambar kerja siap edit: jembatan, drainase, bangunan, hingga detail arsitektur.Jelajahi Semua DWG →
  • Software & Tools
    • Software Teknik Sipil
    • Convert PDF to DWG
    • Rumus Excel Sipil
    • Contoh Laporan Proyek

Hubungi Kami

Ada pertanyaan, saran, atau penawaran kerja sama? Silakan kirim pesan melalui formulir berikut.

Home Label:architecture civil engineering dwg Pos Jaga 3x3m Pondasi Cerucuk DWG

Pos Jaga 3x3m Pondasi Cerucuk DWG

Posted by Tito Reista Terverifikasi April 11, 2026 Post a Comment
Dengarkan Artikel

Pos Jaga 3x3m Pondasi Cerucuk DWG

Dokumen ini merupakan engineering drawing untuk bangunan kecil bertajuk "Pos Jaga 3 × 3" yang disajikan sebagai satu paket gambar kerja arsitektur--struktur--utilitas. Secara visual tampak konfigurasi struktur atas berupa sistem atap pelana (dengan anotasi elemen kayu seperti kaso, reng, gording, serta penutup atap "atap zincalum model genteng"), dan struktur bawah berupa sistem pondasi yang memadukan pondasi batu kali dengan cerucuk kayu Ø10 (pola jarak cerucuk ditampilkan pada detail). Tujuan rekayasa yang terlihat adalah memastikan jalur beban dari rangka atap--dinding bata--balok pengikat (ring balok/sloof) diteruskan ke pondasi dan tanah melalui komponen yang berdimensi, sekaligus memperlihatkan detail konstruksi pendukung seperti plafon dan instalasi listrik. Dalam set gambar ini tidak terdapat anotasi/lembar yang menunjukkan mini pile, abutment, wing wall, shear connector, plate deck, maupun heling (istilah tersebut tidak muncul pada lembar gambar), sehingga pembahasan difokuskan pada komponen yang benar-benar ditampilkan: pelat/lantai cor beton, dinding pasangan bata, balok pengikat, pondasi batu kali dan cerucuk, detail rangka atap, detail plafon, detail kusen--pintu--jendela, serta catatan utilitas sederhana berupa penentuan arah buangan air.

Ringkasan Spesifikasi Teknis


ParameterNilai (sesuai dokumen)
Nama objekPos Jaga 3 × 3 m Pondasi Cerucuk
Total lembar gambar5 lembar (LEMBAR 1 sampai LEMBAR 5)
Asal plotPlot CAD (AutoCAD LT 2022)
Skala overview1:100 (denah, tampak, potongan)
Notasi elevasi+0.00, +3.00, +4.10 (tertera pada potongan)
Jenis atapAtap pelana; penutup atap zincalum model genteng
KasoKaso 5/7 @60 cm (tertera pada potongan)
GordingGording 6/12
RengReng 3/4
NokNok 6/12
RuiterRuiter 2/20
LisplankLisplank 2×3/25
Pelat pengikat (logam)Pelat U strip 38×4 mm
LantaiLantai cor beton 1:2:3 (dihaluskan)
PondasiPondasi batu kali (tertera pada potongan/denah pondasi)
CerucukCerucuk kayu Ø10
Jarak cerucuk@50 cm (tertera pada anotasi detail jarak cerucuk)
Panjang cerucuk minimumMin. panjang = 4 m (tertera pada salah satu anotasi)
SloofSloof 20×20 (tertera pada detail penampang)
Instalasi listrikLP = lampu pijar; saklar ganda; MCB 2 amp. & arde; kabel NYA 2×2,5 mm²
Plafon (panel)Triplek ukuran 60/120 tebal 4 mm
Plafon (gantung)Balok penggantung 5/7 @120; galang pembantu 5/5
List dindingList kayu 1×5 cm
Pintu (material)Pintu plywood t = 6 mm
Engsel pintuEngsel 3" (tertera pada detail)
Jendela (kaca)Kaca rayben t = 5 mm
Perangkat jendela/pintu (antik)Grendel antik 2"; handle jendela antik 3"; gantungan hak angin antik
Catatan utilitas airArah buangan air disesuaikan di lapangan

Informasi Umum File

Berkas yang dianalisis adalah keluaran plot CAD (AutoCAD LT 2022) yang memuat rangkaian gambar kerja "Pos Jaga 3 × 3" dalam beberapa layout sheet; tiap lembar menampilkan judul gambar, skala, serta susunan tampilan (denah/tampak/potongan/detail) yang saling melengkapi sebagai satu kesatuan dokumentasi konstruksi.

  • Identifikasi berkas utama
    Menyatakan judul set gambar "Pos Jaga 3 × 3" dengan fokus utama pada denah--tampak--potongan, denah pondasi dengan cerucuk, rangka atap, instalasi listrik & plafon, serta detail kusen/pintu/jendela.
  • Karakteristik visual gambar
    Menunjukkan gaya linework CAD dengan simbol potongan (A--A, B--B, C--C), notasi elevasi (mis. +0.00, +3.00, +4.10), hatch material/tanah, garis dimensi bernilai angka, serta blok judul di kanan bawah.
  • Struktur konten dokumentasi
    Menata informasi dari tampilan umum (denah/tampak/potongan) menuju detail spesifik (detail cerucuk, detail rangka atap, detail plafon--list, detail kusen/pintu/jendela) sehingga hubungan antar elemen dapat ditelusuri lintas lembar.
  • Total lembar gambar
    Terdiri atas 5 lembar yang masing-masing diberi nomor "LEMBAR 1" sampai "LEMBAR 5" pada blok judul.

Uraian Teknis Per Halaman

1. Denah--Tampak--Potongan Bangunan Pos Jaga 3×3 (Skala 1:100)


Tampak dan potongan pos jaga 3x3 dengan atap zincalum.

Lembar ini berfungsi sebagai overview sheet yang menyatukan denah ruang 3×3, empat tampak (TAMPAK--1 s.d. TAMPAK--4), dan dua potongan (POTONGAN A--A dan POTONGAN B--B) pada skala 1:100. Denah memperlihatkan batas bangunan dan dinding bertanda "DINDING BATA", bukaan pintu/jendela, serta garis potongan yang mengarahkan pembacaan ke potongan A--A dan B--B. Pada potongan, struktur atas ditunjukkan sebagai rangka atap pelana dengan anotasi komponen kayu (mis. kaso 5/7 @60 cm, gording 6/12, reng 3/4, kaki kuda-kuda) serta penutup atap zincalum model genteng; keberadaan notasi elevasi +0.00, +3.00, dan +4.10 memperjelas strata ketinggian dari lantai ke puncak atap. Secara struktural, lembar ini menghubungkan perilaku sistem dari geometri arsitektural (tampak) ke jalur beban (potongan): beban atap diteruskan ke elemen rangka, lalu ke dinding/kolom praktis yang tampak pada potongan, selanjutnya ke elemen pondasi yang divisualkan sebagai komponen bawah tanah. Catatan "ARAH BUANGAN AIR DISESUAIKAN DILAPANGAN" menegaskan bahwa utilitas aliran air hujan/permukaan menjadi pertimbangan yang harus diselaraskan dengan kondisi lapangan pada saat pelaksanaan.

  • Matriks tampak-ortografik
    Empat tampak (1--4) menyediakan verifikasi simetri, posisi bukaan, dan bentuk atap pelana terhadap keliling bangunan, sehingga konsistensi geometri denah dapat diuji secara visual.
  • Jejak potongan A--A
    Garis potongan A--A pada denah mengunci orientasi pembacaan potongan terhadap ruang, sekaligus menunjukkan titik kritis tempat rangka atap bertemu elemen vertikal.
  • Jejak potongan B--B
    Garis potongan B--B menjadi kontrol silang terhadap potongan A--A untuk memastikan bahwa konfigurasi struktur bawah (bagian tertanam) terbaca pada lebih dari satu arah.
  • Notasi elevasi bertingkat
    Penandaan +0.00, +3.00, +4.10 mengurai perbedaan level lantai, garis atas dinding, dan puncak atap sebagai basis pengukuran vertikal pada engineering drawing.
  • Anotasi rangka penutup atap
    Label atap zincalum, reng 3/4, gording 6/12, dan kaso 5/7 @60 cm menampilkan urutan komponen dari penutup hingga elemen penyangga yang mempengaruhi kekakuan dan jarak tumpuan.
  • Indikasi struktur bawah pada potongan
    Visualisasi elemen bawah tanah pada potongan (dengan hatch tanah dan elemen pondasi) memberi konteks bahwa sistem tidak berhenti di lantai, tetapi terikat ke pondasi.
  • Catatan arah buangan permukaan
    Pernyataan penyesuaian arah buangan air di lapangan merupakan penanda bahwa detail drainase tidak digambar rinci di lembar ini, namun tetap harus diakomodasi pada konstruksi.

2. Denah Pondasi, Potongan C--C, Detail Sloof--Ring Balok--Kolom Praktis, dan Pola Cerucuk (Multi-skala)


Skema pondasi batu kali memakai cerucuk kayu Ø10 @50cm.

Lembar ini memusatkan pembacaan pada struktur bawah melalui DENAH PONDASI (skala 1:100), POTONGAN C--C (skala 1:20), detail penampang SLOOF, RING BALOK, dan KOLOM PRAKTIS (skala 1:10), serta dua gambar pola DETAIL JARAK CERUCUK (skala 1:25). Potongan C--C memperlihatkan stratigrafi elemen lantai dan urugan, termasuk anotasi "LANTAI COR BETON 1:2:3 (DIHALUSKAN)" serta lapisan seperti pasir urug dan tanah urug, yang secara langsung mengaitkan pelat/lantai beton dengan media tanah di bawahnya. Di bawah sistem pasangan bata/trasram, pondasi ditunjukkan sebagai pondasi batu kali dengan elemen besi (terbaca sebagai BESI Ø10 pada anotasi), dan perkuatan tanah menggunakan cerucuk kayu Ø10 dengan jarak @50 cm (pola grid ditampilkan pada detail), disertai keterangan panjang minimum yang tertulis pada gambar (mis. "MIN. PANJANG = 4 m" pada salah satu anotasi). Kombinasi denah pondasi dan detail jarak cerucuk menjelaskan bahwa distribusi beban dari sloof/kolom praktis tidak hanya mengandalkan massa pondasi batu kali, tetapi juga memanfaatkan elemen cerucuk sebagai perkuatan pada tanah yang memerlukan peningkatan daya dukung/penurunan.

  • Denah perimeter pondasi 5--3--5
    Rantai dimensi pada denah pondasi memperlihatkan pembagian ukuran (mis. 500 total dengan segmen 100--300--100) yang mengendalikan posisi elemen pondasi terhadap garis bangunan.
  • Potongan C--C sebagai profil tanah
    Potongan menampilkan hatch tanah asli/urugan dan posisi elemen pondasi terhadap level +0.00 serta penurunan level (terlihat notasi −0.35) sebagai rujukan pekerjaan galian--urugan.
  • Spesifikasi lantai cor 1:2:3
    Notasi campuran beton "1:2:3 (dihaluskan)" pada lapisan lantai mengikat keputusan material finishing terhadap fungsi ruang dan kebutuhan permukaan kerja.
  • Keterangan cerucuk kayu Ø10 @50 cm
    Anotasi diameter dan jarak pemasangan cerucuk menjadi parameter utama untuk pembentukan matriks perkuatan tanah, dan berhubungan langsung dengan gambar detail pola cerucuk.
  • Detail grid cerucuk pondasi menerus
    Gambar pola cerucuk untuk pondasi menerus menegaskan keteraturan jarak antar titik cerucuk sebagai kontrol pelaksanaan di lapangan.
  • Penampang sloof 20×20
    Detail sloof yang menampilkan dimensi penampang (terbaca "SLOOF 20×20") menjelaskan elemen pengikat bawah sebagai penghubung beban dinding/kolom menuju pondasi.
  • Trinitas ring balok--kolom praktis
    Detail ring balok dan kolom praktis (dengan penandaan diameter/spacing besi pada gambar) menunjukkan kesinambungan rangka beton bertulang pada perimeter dinding sebagai pengaku struktural terhadap gaya lateral/retak susut.

3. Denah Rangka Atap dan Detail Kuda-Kuda (Skala 1:100 / 1:50 / 1:20)


Detail kuda-kuda menampilkan gording 6/12, kaso 5/7, reng 3/4.

Lembar ini menguraikan sistem rangka atap melalui satu denah rangka dan beberapa detail kuda-kuda yang memfokuskan titik-titik sambungan dan susunan elemen. Denah (pola garis rangka) menunjukkan persebaran elemen memanjang--melintang pada bidang atap, sementara potongan kuda-kuda (skala 1:50) memvisualkan geometri segitiga kuda-kuda serta posisi elemen penahan (balok tarik) terhadap garis atap. Dua detail skala 1:20 (DETAIL--1 dan DETAIL--2) memperlihatkan pertemuan komponen seperti gording 6/12, kaso 5/7 (dengan jarak yang ditulis pada gambar), reng 3/4, serta elemen tambahan seperti lisplank 2×3/25, pelat U strip 38×4 mm, dan komponen puncak (mis. nok 6/12, ruiter 2/20). Secara teknis, lembar ini menunjukkan bagaimana engineering drawing memecah sistem atap menjadi hirarki: dari tata letak (denah), lalu bentuk utama (kuda-kuda), hingga detail sambungan yang menentukan transfer gaya tekan--tarik dan kestabilan rangka.

  • Denah jaring gording--kaso
    Jaringan garis pada denah rangka atap memperlihatkan arah dan jarak elemen sekunder (gording/kaso) yang mengontrol jarak tumpuan penutup atap.
  • Geometri kuda-kuda skala 1:50
    Profil kuda-kuda memperlihatkan posisi balok tarik dan kaki kuda-kuda sebagai elemen yang mengikat dua bidang atap agar tidak membuka.
  • Rincian nok dan ruiter
    Label nok 6/12 dan ruiter 2/20 mengidentifikasi komponen puncak yang berfungsi sebagai pengikat sepanjang bubungan.
  • Sistem lisplank 2×3/25
    Keberadaan lisplank menunjukkan penyelesaian tepi atap (fascia) sekaligus titik ikat penutup bagian tepi.
  • Pengaku pelat U strip 38×4 mm
    Anotasi pelat U strip menandakan adanya elemen pengikat logam pada sambungan tertentu yang mempengaruhi kekakuan sambungan.
  • Kendali jarak kaso tertulis
    Keterangan jarak pemasangan kaso (mis. @50 cm atau @60 cm sebagaimana terbaca pada anotasi) merupakan parameter pelaksanaan yang mempengaruhi kemampuan memikul beban penutup atap.
  • Peralihan ring balok ke rangka atap
    Detail menunjukkan hubungan bagian atas dinding/ring balok (terbaca pada anotasi ring balok) sebagai tumpuan awal bagi elemen rangka, sehingga jalur beban vertikal dapat ditelusuri.

4. Instalasi Listrik, Denah Plafon, dan Detail Plafon--List Dinding (Skala 1:100 / 1:20)


Diagram listrik memuat MCB 2 amp, kabel NYA 2x2,5 mm2.

Lembar ini menggabungkan utilitas dan detail interior arsitektural dalam bentuk INSTALASI LISTRIK (skala 1:100), DENAH PLAFOND (skala 1:100), serta dua detail skala 1:20 untuk DETAIL PLAFOND dan DETAIL LIST DINDING. Bagian instalasi listrik menyertakan legenda KETERANGAN yang mendefinisikan simbol seperti LP = lampu pijar, simbol saklar ganda, serta perangkat proteksi MCB 2 amp. & arde, disertai spesifikasi penghantar kabel NYA 2×2,5 mm². Denah plafon menunjukkan pembagian bidang plafon (panel) yang kemudian dijelaskan oleh detail konstruksi: plafon berbahan triplek ukuran 60/120 tebal 4 mm, digantung pada balok penggantung 5/7 dengan jarak @120, dan ditopang galang (galang utama/pembantu) sesuai anotasi. Secara rekayasa, lembar ini menghubungkan keterbacaan jalur kabel dan titik beban ringan (lampu) dengan sistem penutup bawah rangka atap (plafon), sehingga koordinasi utilitas--arsitektur dapat dilakukan pada tahap gambar kerja.

  • Legenda simbol kelistrikan terdefinisi
    Bagian keterangan memetakan simbol LP, saklar ganda, dan MCB/arde, sehingga pembacaan denah instalasi tidak bergantung pada interpretasi bebas.
  • Rute kabel NYA 2×2,5 mm²
    Spesifikasi kabel yang ditulis pada gambar mengikat dimensi penghantar terhadap rancangan rangkaian dan titik beban yang digambar.
  • Penempatan MCB 2 ampere & arde
    Notasi MCB dan arde menandakan keberadaan proteksi dan pembumian pada sistem, sekaligus menunjukkan titik kontrol instalasi.
  • Modul plafon triplek 60/120 t=4 mm
    Informasi ukuran dan tebal panel plafon berfungsi sebagai kontrol material serta pola pemotongan/pemasangan.
  • Balok penggantung 5/7 @120
    Detail plafon menampilkan elemen gantung dan jarak pemasangan yang menentukan kekakuan bidang plafon dan potensi lendutan.
  • Galang pembantu 5/5 sebagai sekunder
    Anotasi galang pembantu memperjelas adanya rangka sekunder yang mendistribusikan beban panel ke elemen utama.
  • Simpul list kayu 1×5 cm
    Detail list dinding menunjukkan pertemuan plafon--dinding bata dengan list kayu sebagai elemen finishing sekaligus penutup tepi.

5. Perletakan Kusen serta Detail Kusen, Pintu, dan Jendela (Skala 1:100 / 1:20)


Detail kusen dan daun pintu plywood t6mm, kaca rayben t5mm.

Lembar ini memfokuskan detail komponen selubung bangunan berupa kusen, pintu, dan jendela melalui PERLETAKAN KUSEN (skala 1:100) dan beberapa detail skala 1:20 yang diberi kode (mis. DAUN PINTU P02--K, K--13K, K--14K, J02--K). Detail pintu menunjukkan material pintu plywood t = 6 mm serta penempatan engsel (ditandai berulang pada sisi daun), sementara detail jendela mencantumkan kaca rayben t = 5 mm dan perangkat keras seperti grendel antik 2", handle jendela antik 3", serta gantungan hak angin antik. Di sisi koordinasi gambar kerja, perletakan kusen menyajikan posisi bukaan pada denah sederhana sehingga kode detail (P02--K, K--13K, K--14K, J02--K) dapat ditautkan ke lokasi pemasangan. Dengan demikian, lembar ini bertindak sebagai penghubung antara geometri bukaan pada denah/tampak dengan detail manufaktur/pemasangan yang terukur.

  • Kode elemen P02--K pada daun pintu
    Penamaan P02--K mengunci identitas daun pintu pada set gambar, memungkinkan pelacakan dari perletakan ke detail dimensi.
  • Spesifikasi plywood t=6 mm
    Notasi tebal plywood pada pintu berfungsi sebagai kontrol material yang mempengaruhi kekakuan daun dan kompatibilitas perangkat keras.
  • Distribusi engsel 3" di sisi pintu
    Detail menampilkan posisi engsel (termasuk anotasi engsel 3") sebagai penentu perilaku bukaan dan transfer beban daun ke kusen.
  • Detail kusen K--13K
    Gambar berlabel K--13K memperlihatkan penampang/dimensi kusen sebagai parameter fabrikasi dan toleransi pemasangan.
  • Detail kusen K--14K
    Gambar berlabel K--14K menambah varian kusen dengan dimensi berbeda (terbaca angka-angka dimensi pada gambar), sehingga tidak semua bukaan diasumsikan identik.
  • Panel kaca rayben t=5 mm
    Spesifikasi kaca pada J02--K mengikat rancangan jendela pada aspek material pengisi, berat, dan kebutuhan pengikat.
  • Perangkat kunci & ventilasi antik
    Anotasi grendel, handle, dan hak angin menunjukkan perangkat operasional jendela/pintu yang harus terakomodasi pada detail kusen dan arah bukaan.

File DWG

Bagian berikut disediakan sebagai akses ke file DWG asli yang menjadi sumber gambar kerja, agar pengguna dapat meninjau ulang layer, blok CAD, dimensi, dan anotasi secara langsung pada lingkungan CAD sesuai kebutuhan koordinasi teknis.

Location: Indonesia
Share
Tito Reista
Tito ReistaTerverifikasi project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Postingan Sebelumnya: Older Posts Postingan Selanjutnya: Newer Posts

Post a Comment for "Pos Jaga 3x3m Pondasi Cerucuk DWG"

Kategori

  • civil engineering (233)
  • architecture (138)
  • dwg (128)
  • construction (120)
  • building materials (24)
  • project management (18)
  • reference (17)
  • boq (15)
  • quality management (14)
  • academics (13)
  • energy & utilities (11)
  • quality control (8)
  • applied physics (5)
  • general software (4)
  • transportation (4)
  • heavy equipment (3)
  • interior design (3)
  • engineering software (2)
  • psht (2)

Artikel Populer

Tabel Berat Besi Beton SNI Lengkap Tabel Berat Besi Beton SNI Lengkap Tabel Berat Besi Beton SNI Lengkap Tab… Rumus Perhitungan Hammer Test Beton Excel Rumus Perhitungan Hammer Test Beton Excel Rumus Perhitungan Hammer Test Beton Excel … Desain Menara Toren Air Struktur Baja dengan Tangki Air Baja Kapasitas 5 Ton DWG Desain Menara Toren Air Struktur Baja dengan Tangki Air Baja Kapasitas 5 Ton DWG Desain Menara Toren Air Struktur Baja dengan Tangki Air Baj… Contoh Laporan Progress Pekerjaan Proyek Excel Contoh Laporan Progress Pekerjaan Proyek Excel Contoh Laporan Progress Pekerjaan Proyek E… Cara Install AutoCAD 2007 & 2022 (File Software Terlengkap) Cara Install AutoCAD 2007 & 2022 (File Software Terlengkap) Cara Install AutoCAD Versi 2007 & 2022 dan File Softwar…

Arsip Blog

  • 2026 182
    • July 32
    • June 5
    • May 25
    • April 30
      • Detail Canopy Gudang & Selasar DWG — Kolom Beton, ...
      • Paket Detail CAD Taman DWG — Peralatan Bermain, Pe...
      • Detail Roof Garden (Taman di Atas Rumah) DWG — Den...
      • Detail Pintu Air Fastifaset DWG — Type PA-FGI 100,...
      • Detail Pintu Gerbang Geser DWG — Ukuran, Rangka, R...
      • Desain Daun Pintu & Jendela Kayu DWG
      • Gambar Kusen Pintu dan Jendela Kayu DWG
      • Detail Kusen dan Pintu Kasir DWG — Skala 1:20, Kac...
      • Furniture Meja Meeting dan Meja Resepsionis (ALT 1...
      • Detail Meja Bundar Kayu DWG — Ø100 cm, Multiplek 1...
      • Detail Tiang Listrik dan Lampu Jalan DWG — Skala 1...
      • Detail Penangkal Petir DWG — Denah, Sambungan, dan...
      • Detail Tiang Bendera DWG (Skala 1:25) — Denah, Pot...
      • Pos Jaga 3x3m Panggung DWG
      • Pos Jaga 2x2m Panggung DWG
      • Pos Jaga 2x2m Pondasi Batu Kali DWG
      • Pos Jaga 3x3,5m Atap Dak Beton Limas DWG
      • Pos Jaga 3x3,5m Atap Limas DWG
      • Pos Jaga 3x3,5m Atap Dak Beton DWG
      • Pos Jaga 3x3m Pondasi Cerucuk DWG
      • Pos Jaga 3x3m Pondasi Batu Kali DWG
      • Pos Jaga Menara Api 14 M Kayu DWG
      • Pos Jaga 2 Lantai Include Menara Pantau DWG
      • Desain Mushola Sederhana 6x6 Meter Panggung DWG
      • Desain Mushola Sederhana 4x5 Meter DWG
      • Desain Mushola Sederhana 3x3 Meter DWG
      • Desain Masjid Sederhana Struktur Ferrocement DWG
      • Desain Masjid Sederhana Rangka Atap Kayu DWG
      • Desain Masjid Lengkap Rangka Atap Baja Ringan DWG
      • Desain Tempat Wudhu dan Toilet Masjid DWG
    • March 31
    • February 28
    • January 31
  • 2025 83
    • December 7
    • October 2
    • September 2
    • August 6
    • July 29
    • June 28
    • May 9
Logo Website

About

My photo
Tito ReistaTerverifikasi Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia
project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
View my complete profile
Follow Blog Ini

Halaman

  • About
  • Contact
  • Sitemap
  • Experience
  • PDF to DWG

Aplikasi

Available in the Chrome Web StoreGet it on Google Play

Berlangganan Artikel Baru

Dapatkan pemberitahuan artikel terbaru langsung ke email Anda. Gratis, dan bisa berhenti kapan saja.

Kami menghormati privasi Anda. Tidak ada spam.

© 2026 TITOREISTA. All Rights Reserved.
  • Privacy Policy
  • Terms of Service
  • Disclaimer
  • DMCA
DMCA.com Protection StatusSitus terverifikasi aman