Ukuran Gelanggang Pencak Silat Adalah 10 x 10 Meter
Table of Contents
Ukuran Gelanggang Pencak Silat Adalah 10 x 10 Meter
Gelanggang pencak silat, yang oleh masyarakat umum sering disebut juga lapangan pencak silat, bukan sekadar arena bertanding, melainkan ia adalah ruang sakral kehormatan, tempat pesilat menguji bukan hanya kekuatan tubuh, tetapi juga kematangan jiwa.
Setiap garis, lingkaran, dan sudut di gelanggang mengandung makna filosofis tentang batas, keseimbangan, dan kesadaran diri.
Dalam pertandingan resmi, ukuran gelanggang ditetapkan secara nasional oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan secara internasional oleh Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat) dengan standar ukuran 10 meter x 10 meter.
Namun di dalamnya terdapat pengaturan lebih rinci yang penuh simbol dan ketelitian teknik.
Makna Filosofis dari Gelanggang
Dalam pandangan tradisi silat, gelanggang adalah palagan diri, yaitu tempat seseorang menaklukkan nafsu, bukan semata lawan.
Secara jelas, gelanggang pencak silat berbentuk persegi, yang mencerminkan keseimbangan empat unsur kehidupan: bumi, air, api, dan angin.
Sementara lingkaran di tengah melambangkan pusat kesadaran, titik hening di mana tenaga, niat, dan etika berpadu menjadi satu kesatuan harmoni.
Spesifikasi Teknis Gelanggang (Standar IPSI – Persilat)
Berdasarkan ketentuan resmi IPSI dan Persilat, ukuran dan susunan gelanggang adalah sebagai berikut:
| Bagian Gelanggang | Ukuran / Keterangan Teknis |
|---|---|
| Ukuran Total Gelanggang Pertandingan | 10 meter x 10 meter |
| Area Bertanding Aktif (zona hijau) | 8 meter x 8 meter |
| Zona Aman (buffer zone di sekeliling gelanggang) | 1 meter di setiap sisi luar |
| Jarak antar sudut (pojok) | Persegi simetris 10 m x 10 m |
| Lingkaran tengah kecil (titik pusat) | Diameter 3 meter |
| Lingkaran tengah besar (batas gerak utama) | Diameter 8 meter |
| Ketebalan Matras | Ketebalan 2,5 cm s.d. 5 cm. Bahan eva spon, padat, tidak memantul dan tidak licin. |
| Warna Dasar Matras | Hijau terang, biru, atau merah muda. Warna ini dipilih agar kontras, mengingat warna pakaian yang digunakan dalam pertandingan pencak silat adalah hitam sebagai standar utama. |
| Garis Pembatas & Lingkaran | Putih dengan lebar 3–5 cm |
| Sudut Pesilat | - Merah (sudut selatan/kanan bawah) - Biru (sudut kiri atas) |
| Sudut Wasit & Juri | Dua sudut berwarna kuning (penanda posisi juri/wasit cadangan) |
| Jarak antara dua lingkaran | 2,5 meter antara lingkaran kecil dan besar |
| Permukaan Gelanggang | Datar, keras, dan berlapis matras standar IPSI |
Gelanggang ini biasanya diletakkan di atas lantai datar, dengan permukaan bertekstur lembut agar aman untuk gerakan jatuhan, sapuan, dan bantingan.
Warna hijau menandakan kedamaian dan keseimbangan, sementara garis putih menjadi batas moral yang mengingatkan pesilat agar selalu sadar ruang dan kendali diri.
Fungsi Setiap Unsur Gelanggang
- Lingkaran dalam (diameter 3 m):
Titik pusat pertandingan, tempat awal pesilat memberi hormat dan siap bertanding.
Melambangkan pusat kesadaran batin. - Lingkaran luar (diameter 8 m):
Batas gerak utama pesilat; keluar dari lingkaran ini menunjukkan kehilangan kendali langkah, baik secara fisik maupun mental. - Zona 10x10 meter:
Batas akhir gelanggang yang dijaga ketat oleh wasit. Jika pesilat melangkah keluar sepenuhnya, akan diberikan peringatan atau pengurangan nilai. - Sudut merah dan biru:
Tempat pesilat menunggu aba-aba mulai pertandingan.
Warna merah melambangkan semangat, dan biru melambangkan ketenangan, yaitu dua sifat yang harus diseimbangkan dalam diri pesilat. - Sudut kuning:
Titik juri dan wasit, penegak aturan dan keadilan di gelanggang. Dalam formasi standar, sebuah pertandingan pencak silat dipimpin oleh 1 wasit dan 5 juri yang mengawasi dari area ini.
Perlengkapan Pendukung Gelanggang
Selain gelanggang utama, area pertandingan dilengkapi dengan:
- Meja Dewan Juri dan Wasit, yang bertugas menilai teknik, irama, dan etika pesilat.
- Meja Waktu dan Skor, berfungsi untuk memantau durasi dan hasil pertandingan.
- Peralatan Pelindung, meliputi body protector, head guard, dan sarung tangan.
- Senjata Tradisional, yang digunakan dalam kategori seni: golok, toya, keris, kipas, cambuk, atau samping.
- Penanda Pertandingan, seperti peluit atau alat sejenisnya.
- Lampu Babak, untuk menentukan ronde yang sedang berjalan.
- Lampu Pemenang, (merah dan biru) untuk penandaan skor.
- Peralatan Kebersihan, untuk menjaga kebersihan area tanding.
- Sound System, untuk pengumuman dan musik (pada kategori seni).
Semua unsur ini mencerminkan disiplin, keselamatan, dan penghormatan terhadap nilai-nilai luhur silat.
Etika dan Tata Tertib di Gelanggang
Setiap pesilat wajib menghormati gelanggang sebelum memasuki arena.
Langkah pertama dimulai dari doa dan penghormatan kepada lawan serta wasit sebagai simbol pengendalian diri dan kesadaran spiritual.
Ketika berada di dalam lingkaran, setiap gerakan harus mencerminkan tiga hal:
- Ketepatan Teknik,
- Keindahan Gerak, dan
- Kebersihan Niat.
Karena dalam ajaran PSHT, kemenangan sejati bukan pada menjatuhkan lawan, tetapi menundukkan ego dalam diri sendiri.
Penutup
Jadi, ukuran gelanggang pencak silat adalah 10x10 meter secara total, namun lingkaran pusat 3 meter dan batas utama 8 meter juga menjadi bagian penting yang bukan hanya pedoman teknis, melainkan ia adalah simbol filosofi pencak silat yang menyatukan aturan, harmoni, dan kesadaran batin. Ini adalah jawaban standar untuk pertanyaan teknis seputar ukuran lapangan pencak silat.
Setiap pesilat yang berdiri di sana, hakikatnya sedang memasuki ruang pembelajaran diri.
Dalam keseimbangan antara garis dan lingkaran itu, seorang pesilat memahami makna hidupnya:
Bahwa kekuatan sejati tidak diukur dari lebar gelanggang, tetapi dari kedalaman jiwa yang bergerak di dalamnya.



Post a Comment