Desain Jembatan Beton Bentang 10 Meter DWG
Daftar Isi
Desain Jembatan Beton Bentang 10 Meter DWG
Dokumen teknis ini menyajikan rincian desain rekayasa untuk jembatan beton bertulang dengan bentang 10 meter dan lebar efektif 4,3 meter. Cakupan desain meliputi analisis elemen struktur atas (superstructure) yang terdiri dari balok girder memanjang dan melintang, pelat lantai kendaraan, serta detail railing atau balok tepi. Pada bagian struktur bawah (substructure), dokumen ini memaparkan konfigurasi abutment dan wing wall yang didukung oleh sistem pondasi cerucuk kayu keras. Gambar kerja ini juga menyertakan variasi desain pondasi berdasarkan klasifikasi tanah (mineral dan pasir) serta variasi ketinggian timbunan tanah, dilengkapi dengan spesifikasi material beton K-175, baja tulangan U-24 dan U-39, serta detail sambungan struktural yang sesuai dengan standar Bina Marga Kelas 1.
Informasi Umum File
Berikut adalah ringkasan administratif dan teknis dari dokumen gambar kerja yang dianalisis:
- Karakteristik Visual Gambar
Dokumen menyajikan proyeksi ortografis lengkap meliputi denah (plan view), tampak samping (elevation), potongan melintang (cross-section), serta detail penulangan (reinforcement details) yang presisi. - Struktur Konten Dokumentasi
Urutan gambar dimulai dari tata letak umum, diikuti oleh detail elevasi, potongan struktural, pembesian komponen atas, hingga seri variasi desain pondasi dan dinding penahan tanah. - Total Lembar Gambar
Set gambar kerja ini terdiri dari 14 lembar halaman yang komprehensif, mencakup seluruh aspek konstruksi dari struktur atas hingga pondasi terdalam.
Uraian Teknis Per Halaman
1. Tata Letak dan Spesifikasi Material
Halaman pertama menampilkan denah utama jembatan yang memberikan pandangan top-down terhadap konfigurasi balok dan lantai. Gambar ini menjadi acuan utama untuk dimensi horizontal dan spesifikasi material dasar yang harus dipenuhi selama konstruksi.
- Geometri Denah Jembatan
Jembatan memiliki panjang total 10.000 mm dengan lebar struktur total 5.000 mm, yang terdiri dari dua jalur simetris masing-masing 2.500 mm dari as tengah. - Spesifikasi Material Utama
Beton untuk struktur atas (pelat lantai dan balok) ditetapkan menggunakan mutu K-175 dengan agregat batu pecah 2-3 cm, sedangkan tulangan menggunakan baja polos fy 240 MPa (untuk diameter <12mm) dan baja ulir fy 390 MPa (untuk diameter >13mm). - Sistem Drainase Lantai
Permukaan lantai didesain dengan kemiringan (slope) 2% ke arah tepi untuk penyaluran air, dilengkapi pipa pembuangan PVC diameter 2 inci dengan panjang 2-2,5 meter. - Dimensi Balok Struktur
Teridentifikasi penggunaan balok induk dengan dimensi penampang 350x800 mm serta balok diafragma ukuran 200x500 mm untuk kekakuan lateral.
2. Elevasi Samping dan Kriteria Hidrologi
Bagian ini menyajikan tampak samping jembatan yang memvisualisasikan hubungan vertikal antara struktur jembatan, abutment, dan muka air sungai. Informasi ini krusial untuk menentukan elevasi aman konstruksi terhadap potensi banjir.
- Profil Tampak Samping
Gambar memperlihatkan elevasi memanjang jembatan dengan bentang 10 meter yang ditumpu oleh dua abutment masif di kedua sisi sungai. - Kriteria Elevasi Banjir
Ditentukan bahwa jarak bersih minimum dari dasar balok ke Muka Air Banjir Tertinggi (HWL) harus mencapai 800 mm untuk keamanan struktur terhadap hanyutan benda apung. - Elevasi Dasar Abutment
Kedalaman dasar pondasi ditentukan berdasarkan jenis tanah: minimal 1.200 mm di bawah dasar sungai untuk tanah mineral, dan 1.500 mm untuk tanah pasir. - Konstruksi Beton Siklop
Struktur bawah (substructure) menggunakan spesifikasi beton siklop, yaitu campuran beton 1:3:5 dengan tambahan 60% batu mangga maksimum 200 mm.
3. Potongan Melintang dan Detail Perletakan
Halaman ini membedah struktur secara melintang (transverse section), memperlihatkan susunan gelagar dan detail teknis perletakan beban pada kepala jembatan.
- Potongan Melintang Struktur
Terdapat tiga gelagar utama yang diposisikan dengan jarak antar as sebesar 1.400 mm, menopang pelat lantai selebar total efektif 4.300 mm. - Konfigurasi Perletakan Elastomer
Transfer beban vertikal difasilitasi oleh bantalan karet (elastomeric bearing) berdimensi 450x350x30 mm yang ditempatkan di bawah setiap balok utama. - Detail Penulangan Balok Tepi
Balok tepi (curb) berukuran 350x270 mm diperkuat dengan tulangan sengkang diameter 10 mm jarak 200 mm (D10-200) dan tulangan memanjang 2 D10. - Detail Angkur Perletakan
Stabilitas bearing pad dijaga oleh angkur diameter 16 mm sepanjang 250 mm yang tertanam pada beton, dilengkapi pelat baja ukuran 450x350x16 mm.
4. Detail Pembesian Sub-Struktur
Fokus halaman ini adalah pada detail penulangan elemen wing wall (dinding sayap) dan abutment (kepala jembatan), serta detail koneksi antara struktur beton dengan pondasi kayu.
- Skema Tulangan Dinding Sayap
Dinding sayap diperkuat dengan jaring tulangan diameter 16 mm jarak 500 mm (D16-500) untuk menahan tekanan tanah lateral. - Detail Pembesian Kepala Abutment
Struktur kepala jembatan menggunakan tulangan utama D22-500 dan D16-500, dilengkapi dengan sengkang diameter 12 mm jarak 100 mm (Skg 12-100) pada area kritis. - Koneksi Tiang Pancang Kayu
Detail khusus memperlihatkan ujung tiang pancang kayu (cerucuk) yang dicoak sedalam 2 cm, tempat besi stek diameter 12 mm dimasukkan untuk mengunci hubungan dengan beton. - Sistem Drainase Dinding
Pipa rembesan (weep holes) dari PVC 2 inci dipasang setiap ketinggian 1 meter pada dinding penahan untuk mengurangi tekanan hidrostatis tanah.
5. Rencana Penulangan Pelat Lantai
Halaman ini menguraikan konfigurasi pembesian untuk pelat lantai jembatan (deck slab), termasuk tata letak tulangan rangkap atas dan bawah.
- Susunan Tulangan Pelat Lantai
Pelat lantai menggunakan tulangan pokok diameter 10 mm dengan jarak 100 mm (D10-100) dan tulangan bagi diameter 10 mm. - Grid Besi Beton
Pada lapisan atas, tulangan memanjang dipasang dengan jarak 300 mm (D10-300), sedangkan pada lapisan bawah jaraknya lebih rapat yaitu 150 mm (D10-150). - Potongan Tebal Pelat
Ketebalan pelat lantai beton teridentifikasi sebesar 200 mm pada bagian tengah, yang dicor menyatu dengan balok utama. - Lapisan Selimut Beton
Gambar potongan memperlihatkan selimut beton setebal 50 mm di bagian atas dan bawah untuk perlindungan terhadap korosi.
6. Penulangan Balok Induk dan Diafragma
Lembar kerja ini menyajikan detail pembesian elemen pemikul beban utama, yaitu balok memanjang (girder) dan balok melintang (diaphragm).
- Penulangan Balok Girder
Balok memanjang 350x800 mm diperkuat dengan tulangan tarik masif, terdiri dari kombinasi 5 D22 di lapis bawah, 2 D22 di tengah, dan 4 D22 di sisi atas. - Detail Sengkang Geser
Untuk menahan gaya geser, digunakan sengkang diameter 12 mm dengan jarak variatif: 100 mm di area tumpuan (D12-100) dan 200 mm di area lapangan (D12-200). - Tulangan Balok Diafragma
Balok melintang menggunakan tulangan utama 4 D22 dan sengkang D12-200, berfungsi memberikan kekakuan transversal pada struktur. - Konfigurasi Potongan Balok
Terdapat tiga potongan detail (Pot 1-1, 2-2, 3-3) yang menjelaskan perubahan formasi tulangan sepanjang bentang balok dari tumpuan ke tengah bentang.
7. Pondasi Tanah Mineral (Tinggi 3-4m)
Mulai halaman ini, dokumen merinci variasi desain pondasi. Halaman 7 diperuntukkan bagi kondisi tanah mineral dengan ketinggian abutment (H) 3-4 meter.
- Geometri Dasar Tipe 1
Pondasi didesain dengan lebar dasar tapak 2.100 mm, menggunakan konstruksi beton siklop bertingkat. - Tata Letak Cerucuk Kayu
Tiang pancang kayu (cerucuk) disusun dengan jarak grid 450 mm x 450 mm di bawah tapak pondasi. - Dimensi Tapak 3-4 Meter
Profil dinding abutment memiliki kemiringan di sisi depan dengan lebar puncak 850 mm untuk dudukan balok. - Detail Tulangan Horizontal
Dasar pondasi diperkuat dengan tulangan horizontal D16-500 untuk menahan tegangan tarik pada beton siklop.
8. Pondasi Tanah Mineral (Tinggi 4-5m)
Variasi desain untuk tanah mineral dengan ketinggian abutment (H) 4-5 meter, memerlukan stabilitas guling yang lebih besar.
- Perluasan Basis Abutment
Lebar dasar pondasi ditingkatkan menjadi 3.000 mm untuk mengimbangi momen guling akibat ketinggian tanah timbunan yang bertambah. - Grid Tiang Tipe 2
Jumlah baris cerucuk ditambah mengikuti pelebaran tapak, dengan tetap mempertahankan pola jarak 450 mm antar tiang. - Profil Dinding Penahan 4-5M
Struktur dinding penahan dirancang lebih lebar di bagian bawah dengan sisi belakang tegak lurus untuk efisiensi struktur gravitasi. - Penulangan Vertikal Dinding
Dinding sayap dan abutment menggunakan tulangan vertikal D16-500 (P=800) yang ditanam hingga ke dasar pondasi.
9. Pondasi Tanah Mineral (Tinggi 5-6m)
Desain pondasi untuk struktur dengan ketinggian (H) 5-6 meter pada tanah mineral.
- Lebar Tapak Signifikan
Dasar abutment diperlebar hingga 3.900 mm, memberikan area dukung yang luas untuk mendistribusikan beban vertikal yang besar. - Stabilitas Guling 5-6M
Desain mengandalkan massa beton siklop yang besar dan lengan momen yang panjang dari tapak belakang (heel) untuk melawan tekanan tanah aktif. - Kerapatan Cerucuk Tipe 3
Matriks cerucuk menjadi lebih padat dan luas, mencakup seluruh area di bawah struktur utama dan dinding sayap. - Detail Potongan Memanjang
Potongan 1-1 memperlihatkan dimensi dinding yang semakin masif di bagian bawah untuk menurunkan pusat gravitasi struktur.
10. Pondasi Tanah Mineral (Tinggi 6-7m)
Konfigurasi pondasi masif untuk ketinggian abutment (H) 6-7 meter pada tanah mineral.
- Ekspansi Dimensi Tapak
Lebar dasar pondasi mencapai 4.800 mm, dimensi ini diperlukan untuk menjaga eksentrisitas beban agar tetap berada di dalam inti struktur. - Penguatan Kaki Abutment
Bagian kaki depan (toe) diperpanjang hingga 700 mm dari sisi dinding vertikal untuk meningkatkan stabilitas terhadap guling. - Layout Tiang Masif
Cerucuk dipasang dalam formasi grid penuh di bawah tapak 4.800 mm, memberikan dukungan merata ke tanah keras. - Geometri Sayap Lebar
Denah menunjukkan bentangan dinding sayap yang luas untuk menahan volume timbunan tanah yang sangat tinggi.
11. Pondasi Tanah Mineral (Tinggi 7-8m)
Desain untuk kondisi paling ekstrem pada tanah mineral dengan ketinggian abutment (H) 7-8 meter.
- Lebar Dasar Maksimum
Tapak pondasi dirancang dengan lebar 5.700 mm, merupakan dimensi terbesar untuk kategori tanah mineral dalam dokumen ini. - Detail Dinding 7-8 Meter
Ketinggian dinding vertikal sangat dominan, didukung oleh volume beton siklop yang sangat besar sebagai dinding gravitasi. - Matriks Cerucuk Padat
Jumlah titik pancang cerucuk dimaksimalkan dengan pola grid rapat di seluruh luasan dasar yang lebar. - Tulangan Pengikat Dasar
Terdapat tulangan D16-500 arah horizontal dan vertikal yang saling mengikat di dasar pondasi untuk integritas struktur.
12. Pondasi Tanah Pasir (Tinggi 3-4m)
Mulai halaman ini, desain beralih ke kondisi tanah pasir (sand). Ini adalah variasi untuk ketinggian H 3-4 meter.
- Adaptasi Lebar Tapak Pasir
Pondasi didesain dengan lebar dasar 2.500 mm, lebih lebar dibandingkan tipe tanah mineral setara (2.100 mm) untuk mengurangi tekanan kontak tanah. - Profil Kaki Tipe Pasir 1
Bentuk tapak lebih lebar dan pipih untuk mengantisipasi daya dukung tanah pasir yang cenderung lebih rendah dibanding tanah mineral. - Syarat Kedalaman Pancang
Spesifikasi teknis mensyaratkan cerucuk kayu ditanam hingga mencapai tanah keras minimal 1,5 meter, berbeda dengan syarat 4 meter pada tanah mineral. - Sebaran Beban Lateral
Desain dinding sayap disesuaikan untuk mengurung tanah pasir di bawah oprit agar lebih padat dan stabil.
13. Pondasi Tanah Pasir (Tinggi 4-5m)
Variasi desain pondasi untuk tanah pasir dengan ketinggian abutment (H) 4-5 meter.
- Peningkatan Lebar Dasar Pasir
Lebar tapak pondasi diperbesar menjadi 3.400 mm, memberikan area kontak yang lebih luas untuk mencegah penurunan berlebih pada pasir. - Geometri Penahan Tanah Lunak
Dinding abutment memiliki dasar yang sangat lebar relatif terhadap tingginya, khas desain untuk tanah dengan sudut geser internal rendah. - Sebaran Tiang Tipe Pasir 2
Pola cerucuk diatur dengan jarak 500 mm (sedikit lebih lebar dari mineral 450 mm) namun mencakup area yang jauh lebih luas. - Dimensi Sayap Pasir
Sayap jembatan memanjang hingga 1.800 mm ke samping untuk menahan lereng timbunan pasir yang landai.
14. Pondasi Tanah Pasir (Tinggi 5-6m)
Halaman terakhir menampilkan desain pondasi terbesar untuk kategori tanah pasir dengan ketinggian (H) 5-6 meter.
- Dimensi Tapak Pasir Besar
Lebar dasar abutment mencapai 4.800 mm, setara dengan pondasi tanah mineral setinggi 7 meter, menunjukkan kebutuhan stabilitas tinggi di tanah pasir. - Kestabilan Tanah Granular
Desain ini sangat mengandalkan berat sendiri struktur (gravitasi) dan lebar tapak untuk melawan gaya guling tanpa mengandalkan kohesi tanah. - Konfigurasi Akhir Cerucuk Pasir
Cerucuk kayu keras diameter 150 mm dipasang merata di seluruh dasar galian selebar 4.800 mm untuk mentransfer beban ke lapisan tanah keras. - Detail Tulangan Pengaku
Penggunaan tulangan D22-500 dan D16-500 tetap dipertahankan untuk memastikan kekakuan elemen beton bertulang di atas pasangan batu.
File DWG
Bagian ini menyediakan akses unduhan ke file sumber asli dalam format DWG. File ini memuat seluruh data vektor presisi tinggi yang dapat digunakan untuk keperluan shop drawing, perhitungan volume (bill of quantities), atau analisis struktur lanjutan menggunakan perangkat lunak CAD.














Posting Komentar