Desain Jembatan Beton Bentang 11 Meter DWG
Daftar Isi
Desain Jembatan Beton Bentang 11 Meter DWG
Dokumen ini menyajikan detail teknis komprehensif mengenai desain jembatan beton bertulang dengan bentang 11 meter, yang dirancang untuk mengakomodasi beban lalu lintas standar Bina Marga Kelas 1. Uraian teknis mencakup analisis mendalam terhadap struktur atas (superstructure) yang terdiri dari balok gelagar induk, balok diafragma, dan pelat lantai kendaraan, serta struktur bawah (substructure) yang meliputi abutment tipe gravitasi pasangan batu dan wing wall. Desain ini mengintegrasikan spesifikasi material beton mutu K-175, pasangan batu kali (batu mangga), serta sistem pondasi cerucuk kayu keras yang disesuaikan dengan variasi kondisi tanah (mineral dan pasir) serta ketinggian timbunan yang berbeda. Dokumen ini berfungsi sebagai referensi engineering drawing lengkap mulai dari denah, potongan memanjang, detail penulangan, hingga tata letak titik pancang.
Informasi Umum File
Berkas ini merupakan kumpulan gambar kerja teknis yang diekspor dari format CAD, menyajikan dokumentasi visual presisi untuk keperluan konstruksi infrastruktur jembatan. Berikut adalah parameter identifikasi dokumen:
- Identifikasi Berkas Utama
mengacu pada dokumen digital yang memuat keseluruhan desain jembatan beton bentang 11 meter sebagai representasi data vektor DWG. - Karakteristik Visual Gambar
menampilkan serangkaian proyeksi ortogonal termasuk denah layout, tampak samping, potongan melintang, serta detail pembesian komponen struktural secara spesifik. - Struktur Konten Dokumentasi
disusun secara sistematis mulai dari gambaran umum arsitektural, detail elemen struktural beton, skema penulangan, hingga variasi desain pondasi berdasarkan parameter tanah. - Total Lembar Gambar
mencakup 14 halaman dokumen yang masing-masing merepresentasikan sheet gambar kerja dengan kop gambar standar proyek infrastruktur.
Uraian Teknis Per Halaman
1. Denah Struktur dan Spesifikasi Jembatan
Halaman pertama menyajikan denah rencana jembatan yang menggambarkan tata letak balok utama berdimensi 400x800 mm dan balok anak 200x500 mm. Visualisasi ini mencakup dimensi total bentang 11.000 mm dengan lebar jalur lalu lintas efektif 4.300 mm. Terdapat informasi krusial mengenai spesifikasi teknis, termasuk penggunaan beton K-175 untuk pelat lantai dan balok, serta campuran beton 1:3:5 dengan 60% batu mangga untuk abutment.
- Konfigurasi Grid Struktur
memetakan posisi balok memanjang dan melintang yang membentuk sistem grid penahan beban pelat lantai. - Spesifikasi Material Konstruksi
merincikan mutu beton, campuran adukan pasangan batu, serta persyaratan finishing plesteran pada wing wall. - Sistem Drainase Permukaan
menjelaskan penempatan pipa PVC diameter 2 inci sepanjang jembatan dengan kemiringan (slope) 2% untuk aliran air hujan.
2. Tampak Samping dan Detail Elevasi
Bagian ini menampilkan elevasi samping jembatan yang memperlihatkan hubungan vertikal antara struktur atas, bearing pad, dan abutment. Gambar kerja ini memberikan panduan mengenai penentuan tinggi jembatan (H) relatif terhadap Muka Air Banjir Tertinggi (HWL), dengan jarak bebas minimum 800 mm. Terdapat pula detail chamber dan kemiringan oprit maksimum 8%.
- Geometri Vertikal Struktur
mengilustrasikan elevasi dasar balok, posisi elastomeric bearing, dan profil memanjang jembatan. - Ketentuan Elevasi Hidrologis
menjabarkan aturan penanaman dasar abutment berdasarkan jenis tanah (1200 mm untuk mineral, 1500 mm untuk pasir) di bawah dasar sungai. - Detail Tiang Pancang Kayu
menunjukkan penggunaan kayu keras diameter 150 mm yang dipancang hingga mencapai tanah keras dengan kedalaman minimum 4 meter.
3. Potongan Melintang dan Detail Perletakan
Halaman ini fokus pada irisan melintang jembatan yang mempertegas ketebalan pelat lantai 200 mm dan detail balok tepi. Terdapat detail spesifik mengenai Elastomeric Bearing berdimensi 450x400x30 mm yang diletakkan di atas pelat landasan baja. Detail pembesian untuk trotoar dan angkur pengikat juga disajikan dengan skala pembesaran untuk kejelasan fabrikasi.
- Detail Potongan Transversal
memperlihatkan komposisi lapisan perkerasan, pelat beton bertulang, dan dimensi bersih jalur kendaraan. - Mekanisme Transfer Beban
menguraikan susunan bearing pad, pelat baja, dan angkur diameter 16 mm sebagai penyalur beban ke abutment. - Konstruksi Balok Tepi
menyajikan dimensi dan penulangan khusus pada bagian pinggir pelat lantai untuk menahan beban railing dan trotoar.
4. Detail Abutment dan Dinding Sayap
Fokus teknis pada halaman ini adalah konstruksi struktur bawah, khususnya detail penulangan pada kepala jembatan (abutment cap) dan dinding sayap (wing wall). Gambar menunjukkan metode penyambungan antara tiang pancang kayu dengan struktur beton menggunakan stek besi diameter 12 mm yang ditekuk dan dicor menyatu dengan pile cap.
- Sistem Drainase Sub-Struktur
menjelaskan pemasangan pipa rembesan PVC dan lapisan ijuk atau tanah berbutir kasar di belakang dinding penahan untuk mereduksi tekanan air pori. - Teknik Sambungan Pondasi
memvisualisasikan metode coak pada kepala tiang pancang kayu untuk penyaluran gaya geser dan momen ke struktur beton. - Skema Penulangan Abutment
menampilkan konfigurasi besi tulangan horizontal dan vertikal (D16-500) pada badan dinding penahan tanah.
5. Denah Pembesian Pelat Lantai
Halaman ini merupakan shop drawing khusus untuk pekerjaan pembesian pelat lantai kendaraan. Denah menampilkan pola penyebaran tulangan rangkap (atas dan bawah) dengan diameter 10 mm. Jarak antar tulangan bervariasi antara 150 mm hingga 300 mm tergantung pada momen desain di daerah lapangan maupun tumpuan.
- Pola Distribusi Tulangan
memetakan pemasangan besi beton arah memanjang dan melintang pada seluruh segmen pelat lantai. - Potongan Memanjang Pelat
memberikan pandangan samping mengenai posisi selimut beton dan jarak efektif tulangan terhadap permukaan beton. - Detail Tulangan Tumpuan
menyoroti penambahan kerapatan tulangan atau penggunaan tulangan ekstra pada area di atas balok penumpu.
6. Pembesian Balok Induk dan Diafragma
Dokumen ini merincikan penulangan elemen balok utama (memanjang) dan balok diafragma (melintang). Detail mencakup jumlah tulangan utama tarik dan tekan, serta konfigurasi sengkang (stirrup) untuk menahan gaya geser. Spesifikasi tulangan ulir (D25 dan D16) digunakan secara dominan untuk menahan beban lentur yang besar.
- Skema Tulangan Balok Utama
menunjukkan susunan besi D25 pada serat bawah (tarik) dan serat atas (tekan) sepanjang bentang balok 400x800. - Detail Sengkang Geser
menjelaskan variasi jarak sengkang diameter 12 mm pada daerah tumpuan (jarak rapat) dan lapangan (jarak renggang). - Penulangan Balok Diafragma
menguraikan konfigurasi tulangan pada balok pengaku melintang untuk menjamin integritas kesatuan struktur jembatan.
7. Rencana Cerucuk Abutment (Tanah Mineral H=3-4m)
Gambar ini memulai seri variasi desain pondasi, menampilkan denah titik pancang (cerucuk) untuk abutment dan wing wall pada kondisi tanah mineral dengan tinggi struktur 3-4 meter. Grid pemancangan disusun untuk mengoptimalkan daya dukung kelompok tiang terhadap beban vertikal dan lateral tanah.
- Grid Pondasi Mineral Rendah
menampilkan tata letak tiang pancang kayu dengan jarak antar titik yang disesuaikan untuk beban tanah timbunan rendah. - Geometri Dinding Penahan
memperlihatkan dimensi lebar dasar dan kemiringan sisi luar abutment untuk stabilitas guling. - Detail Angkur Vertikal
menunjukkan posisi besi D16-500 vertikal yang menghubungkan pondasi dengan badan dinding.
8. Rencana Cerucuk Abutment (Tanah Mineral H=4-5m)
Halaman ini menyajikan penyesuaian desain pondasi cerucuk untuk ketinggian struktur 4-5 meter pada tanah mineral. Terlihat adanya penambahan jumlah baris atau kerapatan tiang pancang dibandingkan desain sebelumnya untuk mengimbangi peningkatan tekanan tanah aktif.
- Formasi Tiang Menengah
mengilustrasikan penambahan kerapatan cerucuk pada area tumit (heel) dan ujung kaki (toe) abutment. - Dimensi Tapak Pondasi
merinci pelebaran dimensi footing beton untuk mendistribusikan beban struktur yang lebih besar ke tanah dasar. - Stabilitas Lereng Timbunan
merepresentasikan hubungan antara panjang wing wall dengan ketinggian timbunan oprit yang meningkat.
9. Rencana Cerucuk Abutment (Tanah Mineral H=5-6m)
Desain pondasi untuk ketinggian dinding 5-6 meter pada tanah mineral ditampilkan di sini. Kompleksitas grid pemancangan meningkat, dengan formasi yang lebih padat untuk menahan momen guling yang signifikan akibat tingginya struktur penahan tanah.
- Layout Cerucuk Tinggi
menunjukkan konfigurasi matriks tiang pancang yang ekstensif untuk memaksimalkan tahanan gesek dan daya dukung ujung. - Penebalan Dinding Bawah
memvisualisasikan penyesuaian ketebalan struktur beton pasangan batu di bagian bawah untuk menahan gaya geser lateral. - Tulangan Horizontal Dinding
memperlihatkan penggunaan besi D16-500 arah horizontal sebagai pengikat massa pasangan batu dan beton.
10. Rencana Cerucuk Abutment (Tanah Mineral H=6-7m)
Ini adalah varian desain pondasi untuk kondisi tanah mineral dengan ketinggian maksimum 6-7 meter. Gambar kerja menunjukkan footprint pondasi yang paling luas dengan jumlah tiang pancang terbanyak dalam seri tanah mineral, menjamin stabilitas global struktur jembatan.
- Konfigurasi Pondasi Maksimum
menampilkan densitas tiang pancang tertinggi untuk menanggulangi beban tanah yang sangat besar pada abutment tinggi. - Ekstensi Dinding Sayap
menggambarkan perpanjangan geometri wing wall untuk menahan longsoran tanah timbunan yang tinggi. - Penguatan Kaki Abutment
merincikan detail pembesian tambahan pada bagian kaki dinding penahan untuk mencegah keretakan akibat tegangan tarik.
11. Rencana Cerucuk Abutment (Tanah Pasir H=3-4m)
Halaman ini beralih ke variasi desain untuk kondisi tanah pasir. Grid cerucuk dan dimensi footing berbeda dari varian tanah mineral dikarenakan karakteristik daya dukung dan sudut geser dalam tanah pasir yang berbeda.
- Adaptasi Pondasi Pasir
menjelaskan modifikasi jarak antar tiang pancang yang disesuaikan dengan perilaku mekanis tanah non-kohesif. - Dimensi Footing Pasir
menunjukkan lebar dasar pondasi yang dioptimalkan untuk mencegah penurunan berlebih pada tanah pasir. - Detail Angkur Pasir
menyoroti detail pengangkuran tulangan vertikal ke dalam pile cap untuk kondisi tanah berpasir.
12. Rencana Cerucuk Abutment (Tanah Pasir H=4-5m)
Gambar kerja ini menyajikan desain pondasi pada tanah pasir dengan ketinggian abutment 4-5 meter. Perubahan pola cerucuk terlihat jelas untuk mengakomodasi peningkatan beban lateral dan vertikal pada media tanah yang cenderung kurang stabil dibandingkan tanah mineral padat.
- Pengaturan Cerucuk Sedang
menampilkan tata letak tiang yang lebih rapat pada sisi luar dinding untuk menahan eksentrisitas beban. - Geometri Struktur Bawah
memperlihatkan proporsi lebar alas abutment terhadap tingginya dalam konteks stabilitas tanah pasir. - Penulangan Kaki Pasir
merinci spesifikasi tulangan tarik pada dasar pondasi untuk menahan momen lentur pelat tapak.
13. Rencana Cerucuk Abutment (Tanah Pasir H=5-6m)
Pada ketinggian 5-6 meter di tanah pasir, desain memerlukan perkuatan pondasi yang signifikan. Halaman ini menunjukkan grid cerucuk yang sangat rapat dan perluasan dimensi wing wall untuk mencegah kelongsoran tanah oprit.
- Komposisi Tiang Dalam
mengilustrasikan susunan cerucuk yang menjangkau area lebih luas untuk meningkatkan stabilitas guling dan geser. - Ekstensi Penahan Pasir
menunjukkan desain dinding sayap yang lebih panjang dan menyudut untuk menahan volume timbunan pasir yang besar. - Pengaku Horizontal Struktur
menampilkan detail besi pengikat arah horizontal yang lebih intensif pada badan abutment.
14. Rencana Cerucuk Abutment (Tanah Pasir H=6-7m)
Halaman terakhir menyajikan desain paling ekstrim untuk tanah pasir dengan ketinggian 6-7 meter. Dokumen ini menggambarkan sistem pondasi masif dengan jumlah cerucuk terbanyak dan dimensi struktur beton yang diperbesar untuk menjamin keamanan jangka panjang jembatan.
- Tata Letak Pondasi Ekstrem
memperlihatkan grid pemancangan dengan kerapatan tinggi sebagai solusi geoteknik untuk beban maksimum pada tanah pasir. - Geometri Akhir Wingwall
menampilkan bentang dinding sayap terluas untuk mengakomodasi kemiringan lereng timbunan yang tinggi. - Integrasi Struktur Masif
merangkum penyatuan sistem pondasi dalam, struktur pasangan batu, dan beton bertulang dalam satu kesatuan desain yang rigid.
File DWG
Bagian ini menyediakan akses langsung menuju file sumber gambar kerja dalam format DWG. File ini mencakup seluruh data vektor yang presisi, layer teknis, dan properti objek yang diperlukan untuk keperluan pengeditan, analisis struktur lebih lanjut, atau integrasi ke dalam dokumen konstruksi proyek. Pengguna profesional dapat mengunduh berkas asli untuk mendapatkan detail dimensi yang akurat dan skala yang sesuai.














Posting Komentar