Desain Jembatan Beton Bentang 12 Meter DWG
Daftar Isi
Desain Jembatan Beton Bentang 12 Meter DWG
Dokumen ini menyajikan desain teknis komprehensif untuk struktur jembatan beton bertulang dengan bentang 12 meter yang dirancang untuk aplikasi infrastruktur perkebunan atau jalan akses. Desain ini mencakup rincian lengkap mengenai struktur atas (superstructure) yang terdiri dari sistem balok T (T-beam) dan pelat lantai beton bertulang, serta struktur bawah (substructure) yang meliputi abutment tipe gravitasi, sayap jembatan (wing wall), dan fondasi tiang pancang kayu (cerucuk). Konfigurasi teknis memperhitungkan variasi kondisi tanah (tanah mineral dan tanah pasir) serta variasi ketinggian timbunan, yang didukung oleh gambar kerja detail mulai dari denah, potongan melintang, profil memanjang, hingga detail penulangan besi (bar bending schedule) dan sistem perletakan elastomer. Seluruh elemen struktural dirancang menggunakan spesifikasi material beton K-175 dan baja tulangan deform fy=390 MPa serta polos fy=240 MPa sesuai standar Bina Marga Kelas 1.
Informasi Umum File
Berikut adalah ringkasan karakteristik dokumen teknis yang menjadi acuan analisis:
- Identifikasi Berkas Utama
merujuk pada file digital berjudul Desain Jembatan Beton Bentang 12 Meter, yang merupakan gambar yang dihasilkan dengan perangkat lunak Computer-Aided Design (CAD). - Karakteristik Visual Gambar
menampilkan rangkaian gambar teknik 2D yang mencakup proyeksi ortogonal, potongan struktural, dan detail pembesian dengan skala bervariasi antara 1:10 hingga 1:50. - Struktur Konten Dokumentasi
disusun secara sistematis mulai dari tata letak umum, detail struktur atas, detail struktur bawah, hingga variasi desain fondasi berdasarkan parameter geoteknik. - Total Lembar Gambar
terdiri dari 17 halaman yang masing-masing merepresentasikan lembar kerja konstruksi (shop drawing) mandiri.
Uraian Teknis Per Halaman
1. Denah dan Spesifikasi Jembatan
Halaman ini menyajikan pandangan atas (plan view) dari struktur jembatan yang menampilkan konfigurasi geometris bentang 12.000 mm dengan lebar total 4.300 mm. Gambar denah mengilustrasikan tata letak balok induk berdimensi 400x900 mm dan balok diafragma berdimensi 200x500 mm yang disusun membentuk grid struktural untuk menopang pelat lantai.
- Geometri Struktur Utama
mendefinisikan dimensi bentang bersih 12 meter yang dibagi menjadi segmen-segmen oleh balok diafragma dengan jarak antar as 2.400 mm. - Spesifikasi Teknis Material
menetapkan penggunaan beton bertulang mutu K-175 untuk pelat lantai dan balok, serta beton siklop (campuran batu mangga 60%) untuk struktur abutment. - Sistem Drainase Permukaan
menunjukkan adanya kemiringan lantai (slope) sebesar 2% dan pipa PVC diameter 2 inci untuk saluran pembuangan air hujan. - Standar Kelas Jembatan
mengklasifikasikan struktur ini sebagai Jembatan Kelas 1 dengan kapasitas beban 100% sesuai standar Bina Marga. - Konfigurasi Balok Diafragma
memperlihatkan penempatan balok pengaku melintang ukuran 200x500 mm pada setiap interval segmen untuk kekakuan lateral.
2. Tampak Samping dan Detail Chamber
Bagian ini memberikan visualisasi elevasi samping jembatan yang menunjukkan hubungan vertikal antara struktur atas, abutment, dan level tanah dasar sungai. Terdapat informasi krusial mengenai elevasi dasar abutment yang bervariasi antara 1.200 mm hingga 1.500 mm di bawah dasar sungai terendah, tergantung pada jenis tanah (mineral atau pasir) untuk mencegah gerusan (scouring).
- Elevasi Muka Air
menetapkan jarak bebas minimum (freeboard) sebesar 800 mm dari muka air banjir tertinggi (H.W.L) ke dasar balok utama. - Konstruksi Dinding Penahan
menggambarkan struktur abutment beton siklop dengan kemiringan sisi luar dan pipa drainase suling-suling (PVC 2") setiap jarak vertikal 1 meter. - Sistem Fondasi Tiang
mengindikasikan penggunaan tiang pancang kayu keras berdiameter minimal 150 mm yang dipancang hingga tanah keras, minimal kedalaman 4 meter. - Detail Timbunan Oprit
memperlihatkan kemiringan urugan tanah maksimum 8% di belakang abutment untuk akses kendaraan. - Perlindungan Kaki Abutment
menjelaskan posisi penanaman dasar struktur bawah relatif terhadap jenis tanah dasar sungai untuk stabilitas hidrolik.
3. Potongan Melintang dan Detail Balok Tepi
Gambar ini menampilkan irisan melintang struktur jembatan yang memperlihatkan profil T-Beam komposit dengan pelat lantai. Detail ini mencakup konfigurasi empat buah balok induk yang menopang lantai kendaraan selebar 4.300 mm, lengkap dengan kanstin dan tiang sandaran pada kedua sisi.
- Profil Melintang Struktur
menunjukkan susunan balok induk dengan jarak bersih antar badan balok sebesar 1.000 mm dan lebar sayap efektif yang menyatu dengan pelat lantai. - Detail Penulangan Kerb
memperbesar bagian balok tepi (Detail A) yang menunjukkan pembesian kanstin dengan tulangan utama diameter 10 mm dan sengkang diameter 10 mm. - Lapisan Perkerasan Lantai
mengidentifikasi adanya lapisan pasir urug dipadatkan setebal 100 mm dan lantai kerja 50 mm di bawah struktur approach slab atau pelat injak. - Sistem Pipa Cucuran
menggambarkan instalasi pipa PVC diameter 2 inci yang tertanam pada balok tepi untuk membuang air dari permukaan lantai jembatan. - Dimensi Elemen Pengaku
memberikan rincian ukuran balok diafragma yang menghubungkan balok-balok induk pada arah melintang.
4. Detail Wing Wall dan Pembesian Abutment
Halaman ini menguraikan konstruksi dinding sayap (wing wall) dan kepala abutment beserta detail penulangannya. Fokus utama adalah pada integrasi antara pasangan batu beton siklop dengan struktur beton bertulang pada bagian pile cap dan dinding penahan tanah.
- Material Komposit Dinding
menjelaskan komposisi beton cor perbandingan 1:3:5 yang dicampur dengan 60% batu mangga (batu belah) untuk badan abutment. - Detail Sambungan Tiang
menunjukkan metode penyambungan tiang pancang kayu dengan struktur beton menggunakan stek besi diameter 12 mm yang dimasukkan ke dalam coakan kayu sedalam 2 cm. - Penulangan Kepala Jembatan
merinci konfigurasi besi tulangan D25 dan D16 pada bagian breast wall dan pile cap untuk menahan beban suprastruktur. - Manajemen Air Tanah
menampilkan sistem pipa rembesan (suling-suling) yang dipasang menembus dinding wing wall disertai lapisan ijuk dan kerikil di sisi belakang untuk filtrasi. - Geometri Dinding Sayap
menggambarkan bentuk trapesium dinding penahan tanah samping dengan dimensi lebar atas 300 mm dan pelebaran ke bawah untuk stabilitas guling.
5. Pembesian Pelat Lantai
Dokumen ini mempresentasikan denah penulangan pelat lantai kendaraan (deck slab) dengan skala 1:50. Gambar menunjukkan pola pemasangan tulangan atas dan bawah yang disusun secara ortogonal untuk menahan beban lalu lintas.
- Konfigurasi Jaring Tulangan
memperlihatkan penggunaan besi diameter 10 mm dengan jarak spasi 100 mm, 150 mm, dan 300 mm tergantung lokasi momen (tumpuan atau lapangan). - Potongan Penulangan 5-5
menyajikan pandangan melintang yang memperjelas posisi selimut beton dan jarak efektif tulangan terhadap permukaan beton. - Tulangan Bagi dan Susut
mengidentifikasi besi polos diameter 10 mm yang dipasang tegak lurus terhadap tulangan utama untuk distribusi beban dan kontrol retak. - Penebalan Pelat Lantai
menunjukkan variasi ketebalan pelat pada pertemuan dengan balok utama dan area kantilever (overstek) samping. - Dimensi Bentang Bersih Pelat
memberikan informasi lebar bersih antar balok sebesar 1.000 mm yang menjadi acuan perhitungan momen pelat.
6. Pembesian Balok Memanjang dan Melintang
Halaman ini berisi gambar kerja detail untuk penulangan elemen balok, meliputi balok induk memanjang dan balok diafragma melintang. Diagram elevasi balok menampilkan profil pembesian sepanjang bentang jembatan.
- Distribusi Tulangan Geser
merinci pengaturan jarak sengkang (begel) diameter 12 mm yang lebih rapat di area tumpuan (jarak 100 mm) dan lebih renggang di area lapangan (jarak 200 mm). - Penulangan Balok Induk
menampilkan penggunaan besi ulir diameter besar sebagai tulangan lentur utama pada serat bawah dan atas balok 400x900 mm. - Detail Sambungan Lewatan
menunjukkan lokasi overlap tulangan sepanjang 1.000 mm yang diizinkan pada area momen minimum. - Geometri Penulangan Diafragma
menggambarkan pembesian balok melintang dengan tulangan utama dan sengkang diameter 10 mm. - Potongan Kritis Balok
menyediakan visualisasi posisi tulangan pada berbagai segmen (potongan 1-1, 2-2, 3-3) untuk memverifikasi jumlah batang besi.
7. Detail Pelat dan Elastomeric Bearing
Bagian ini menguraikan spesifikasi sistem perletakan jembatan yang berfungsi mentransfer beban dari struktur atas ke abutment sekaligus mengakomodasi pergerakan termal dan rotasi.
- Spesifikasi Bantalan Karet
mendetailkan dimensi Elastomeric Bearing ukuran 450x400x30 mm yang dipasang di bawah setiap balok induk. - Konstruksi Pelat Landasan
menunjukkan penggunaan pelat baja ukuran 450x500x16 mm dan 450x400x16 mm sebagai dudukan bantalan. - Sistem Pengangkuran
merinci penggunaan angkur diameter 16 mm dengan panjang 250 mm untuk mengikat pelat landasan ke beton. - Detail Penulangan Balok Tumpuan
menampilkan potongan detail (Pot. 1-1 hingga 4-4) dari ujung balok yang diperkuat dengan tulangan ekstra diameter 25 mm dan 12 mm untuk menahan tegangan tumpuan. - Metode Sambungan Logam
mengindikasikan instruksi pengelasan (dilas) antara komponen pelat baja dan angkur untuk kekakuan sambungan.
8. Cerucuk Abutment & Wingwall (Tanah Mineral, H 3-4m)
Halaman ini adalah yang pertama dari seri gambar rencana fondasi, spesifik untuk kondisi tanah mineral dengan ketinggian struktur (H) 3 hingga 4 meter.
- Layout Tiang Pancang Dangkal
menampilkan pola penempatan cerucuk kayu pada area abutment dan sayap untuk beban struktural moderat. - Dimensi Tapak Fondasi
memberikan ukuran dasar pile cap dan dinding penahan tanah yang disesuaikan dengan ketinggian 3-4 meter. - Konfigurasi Tulangan Vertikal
merinci penggunaan besi D16-500 pada dinding tegak abutment dengan panjang penyaluran tertentu. - Pola Grid Cerucuk
menunjukkan jarak antar tiang (pitch) sebesar 450 mm dalam susunan matriks di bawah tapak beton. - Penulangan Horizontal Dinding
menetapkan penggunaan besi D16-500 untuk menahan tekanan tanah lateral pada dinding abutment.
9. Cerucuk Abutment & Wingwall (Tanah Mineral, H 4-5m)
Gambar ini menyesuaikan desain fondasi untuk kondisi tanah mineral dengan ketinggian dinding penahan 4 hingga 5 meter, yang memerlukan stabilitas lebih tinggi.
- Peningkatan Kepadatan Tiang
memperlihatkan penambahan jumlah baris atau kerapatan cerucuk kayu dibandingkan desain H 3-4m untuk menahan momen guling yang lebih besar. - Geometri Dinding Menengah
menampilkan dimensi lebar dasar tapak 3.000 mm untuk mengimbangi ketinggian dinding hingga 5 meter. - Detail Penulangan Badan
menunjukkan skema pembesian D16 dan D25 yang disesuaikan dengan peningkatan gaya dalam akibat beban tanah yang lebih tinggi. - Potongan Melintang Fondasi
mengilustrasikan elevasi pile cap selebar 3.000 mm dengan susunan tiang pancang yang merata. - Spesifikasi Kayu Fondasi
menegaskan kembali syarat penggunaan kayu keras diameter 150 mm dengan penetrasi minimal 4 meter ke tanah keras.
10. Cerucuk Abutment & Wingwall (Tanah Mineral, H 5-6m)
Desain ini ditujukan untuk struktur dengan ketinggian 5 hingga 6 meter pada tanah mineral, menampilkan dimensi tapak yang lebih lebar.
- Ekspansi Lebar Tapak
menunjukkan pelebaran dasar abutment menjadi 3.900 mm untuk menjaga stabilitas terhadap guling dan geser. - Intensitas Tulangan Utama
merinci penggunaan besi pokok yang lebih rapat atau berdiameter lebih besar pada sisi belakang dinding penahan. - Matriks Tiang Masif
menggambarkan formasi cerucuk yang lebih luas, mencakup area di bawah wing wall dan abutment utama secara terintegrasi. - Profil Dinding Tinggi
menampilkan potongan vertikal dinding setinggi 5-6 meter dengan kemiringan sisi luar yang konsisten. - Penulangan Kaki Fondasi
memperlihatkan detail pembesian pada bagian toe dan heel dari tapak fondasi kantilever.
11. Cerucuk Abutment & Wingwall (Tanah Mineral, H 6-7m)
Halaman ini menyajikan desain untuk kondisi tanah mineral paling ekstrem dalam seri ini, yaitu ketinggian dinding 6 hingga 7 meter.
- Dimensi Tapak Maksimum Mineral
menampilkan lebar dasar fondasi mencapai 4.800 mm untuk mendistribusikan beban vertikal yang besar. - Kerapatan Tiang Sayap
menunjukkan konsentrasi tiang pancang yang tinggi pada area pertemuan wing wall dan abutment untuk mencegah keretakan diferensial. - Struktur Penahan Tanah Tinggi
menguraikan dimensi dinding vertikal yang sangat tebal pada bagian bawah dan menipis ke atas (tapered). - Sistem Angkur Tulangan
merinci panjang penyaluran dan kait pada tulangan D16 dan D25 untuk memastikan ikatan beton yang kuat. - Layout Cerucuk Ekstensif
menggambarkan penyebaran titik pemancangan kayu yang mencakup seluruh area tapak seluas 4.800 mm x panjang abutment.
12. Cerucuk Abutment & Wingwall (Tanah Pasir, H 3-4m)
Bagian ini memulai variasi desain untuk kondisi Tanah Pasir, dimulai dengan ketinggian 3-4 meter. Desain pada tanah pasir umumnya memerlukan penyesuaian kedalaman dan konfigurasi tiang.
- Adaptasi Fondasi Pasir
menampilkan konfigurasi tiang pancang yang disesuaikan untuk karakteristik gesekan kulit (skin friction) dan dukung ujung pada tanah berpasir. - Geometri Tapak Pasir Dangkal
menunjukkan lebar dasar 2.500 mm, yang berbeda dari varian tanah mineral setara, mencerminkan perbedaan daya dukung tanah. - Kedalaman Pemancangan Minimum
menetapkan syarat pemancangan sampai tanah keras minimal 1,5 meter untuk varian pasir, berbeda dengan syarat 4 meter pada tanah mineral. - Pola Tulangan Dinding Pasir
menyajikan detail pembesian D16 dan D25 yang dirancang untuk tekanan tanah aktif karakteristik material pasir. - Layout Tiang Terpusat
menggambarkan konsentrasi cerucuk di bawah garis beban dinding utama.
13. Cerucuk Abutment & Wingwall (Tanah Pasir, H 4-5m)
Desain ini mencakup struktur setinggi 4-5 meter pada lokasi dengan tanah dasar pasir.
- Pelebaran Tapak Pasir
menunjukkan peningkatan lebar dasar menjadi 3.400 mm untuk meningkatkan area kontak dengan tanah dasar. - Konfigurasi Tulangan Geser
merinci penempatan sengkang dan tulangan bagi untuk menahan gaya geser pada tapak fondasi yang lebar. - Distribusi Tiang Merata
menampilkan susunan cerucuk dengan jarak spasi yang konsisten di seluruh lebar tapak 3.400 mm. - Detail Stabilitas Guling
memperlihatkan proporsi dimensi dinding dan tapak yang dirancang untuk keamanan terhadap guling pada tanah granuler. - Spesifikasi Pemancangan Pasir
menegaskan kembali elevasi ujung tiang yang harus mencapai lapisan tanah keras dengan penetrasi minimum spesifik.
14. Cerucuk Abutment & Wingwall (Tanah Pasir, H 5-6m)
Halaman ini menyajikan detail teknis untuk dinding penahan setinggi 5-6 meter pada tanah pasir.
- Geometri Tapak Lebar
Menampilkan dimensi lebar dasar 4.300 mm, memberikan lengan momen yang cukup untuk stabilitas dinding tinggi. - Penulangan Dinding Masif
Menggambarkan penggunaan besi tulangan vertikal D16 dan D25 dengan jarak rapat untuk menahan momen lentur dinding. - Matriks Cerucuk Padat
Menunjukkan peningkatan jumlah baris tiang pancang tegak lurus sumbu jembatan untuk mendukung beban aksial yang besar. - Sistem Drainase Belakang Dinding
(Implisit dalam desain dinding penahan) memastikan tekanan hidrostatis air pori tidak merusak struktur pada tanah pasir. - Potongan Struktural 1-1
Memperlihatkan ketebalan pelat dasar (base slab) dan dinding yang proporsional dengan beban tanah setinggi 6 meter.
15. Cerucuk Abutment & Wingwall (Tanah Pasir, H 6-7m)
Gambar ini adalah desain lanjutan untuk struktur tinggi 6-7 meter pada tanah pasir.
- Dimensi Tapak Ekstra Lebar
Menunjukkan lebar dasar fondasi mencapai 5.300 mm, lebar terbesar untuk kategori menengah ini. - Kompleksitas Pembesian Tapak
Merinci jaring tulangan bawah dan atas pada pile cap untuk menahan tegangan tarik akibat momen negatif dan positif. - Formasi Tiang Sayap Luas
Menggambarkan penyebaran cerucuk yang meluas hingga ke ujung sayap jembatan untuk mencegah penurunan tidak seragam. - Kekakuan Dinding Vertikal
Menampilkan profil dinding beton bertulang yang tebal untuk mencegah defleksi berlebihan pada ketinggian 7 meter. - Angkur Tulangan Dinding
Menjelaskan detail penjangkaran besi dinding ke dalam tapak fondasi untuk kontinuitas struktur.
16. Cerucuk Abutment & Wingwall (Tanah Pasir, H 7-8m)
Dokumen ini menyediakan spesifikasi untuk kondisi tanah pasir dengan ketinggian dinding sangat signifikan, 7-8 meter.
- Geometri Tapak Maksimum
Menampilkan lebar dasar fondasi sebesar 5.700 mm, diperlukan untuk menstabilkan struktur setinggi 8 meter. - Penulangan Dinding Rangkap
Mengindikasikan penggunaan tulangan rangkap yang kuat pada dinding abutment untuk menahan tekanan tanah lateral yang sangat besar. - Kerapatan Tiang Tinggi
Menunjukkan susunan cerucuk yang sangat rapat (jarak 450 mm) di seluruh area tapak yang luas. - Profil Wingwall Panjang
Menggambarkan dinding sayap yang memanjang untuk menahan timbunan tanah yang tinggi di belakang abutment. - Detail Sambungan Konstruksi
(Tersirat pada potongan) menunjukkan integrasi monolitik antara dinding dan tapak fondasi.
17. Cerucuk Abutment & Wingwall (Tanah Pasir, H 8-9m)
Halaman terakhir ini menyajikan desain untuk kondisi paling ekstrem: tanah pasir dengan ketinggian dinding penahan 8 hingga 9 meter.
- Dimensi Tapak Raksasa
Menetapkan lebar dasar fondasi sebesar 6.300 mm, struktur bawah terbesar dalam set gambar ini. - Volume Beton Siklop Besar
Mengindikasikan kebutuhan volume material beton dan batu belah yang signifikan untuk membentuk gravitasi dinding. - Sistem Cerucuk Masif
Memperlihatkan matriks tiang pancang yang luas dan padat untuk mentransfer beban vertikal raksasa ke tanah keras. - Tulangan Utama Diameter Besar
Merinci penggunaan besi D25 dan D16 dengan spasi rapat untuk kapasitas momen maksimum. - Stabilitas Lereng Timbunan
(Tersirat dari geometri) Desain ini memperhitungkan sudut geser dalam tanah pasir untuk mencegah kelongsoran global pada timbunan setinggi 9 meter.
File DWG
Bagian ini menyediakan akses langsung ke berkas sumber asli dalam format DWG. File ini memuat seluruh data vektor, layer, blok atribut, dan properti teknis yang diperlukan untuk keperluan pengeditan, analisis struktural lebih lanjut, atau integrasi ke dalam dokumen konstruksi.

















Posting Komentar