Desain Jembatan Beton Bentang 13 Meter DWG

Daftar Isi

Desain Jembatan Beton Bentang 13 Meter DWG

Halaman teknis ini menguraikan spesifikasi dan detail konstruksi dari dokumen gambar kerja (engineering drawing) untuk jembatan beton bertulang dengan bentang 13 meter. Desain ini dirancang sebagai infrastruktur permanen dengan klasifikasi Kelas 1 (100% Bina Marga), yang mencakup struktur atas (superstructure) berupa balok T (T-beam) dan pelat lantai, serta struktur bawah (substructure) yang menggunakan kombinasi beton bertulang dan beton siklop. Dokumen ini menyajikan variasi desain fondasi yang adaptif terhadap kondisi tanah mineral maupun tanah pasir dengan rentang ketinggian timbunan 3 hingga 8 meter, didukung oleh detail penulangan besi, sistem perletakan elastomer, dan spesifikasi material beton mutu K-175 serta sistem pondasi cerucuk kayu keras berdiameter 150 mm.

Informasi Umum File

Berikut adalah ringkasan administratif dan teknis dari dokumen sumber yang dianalisis:

  • Karakteristik Visual Gambar
    menampilkan proyeksi ortogonal 2D meliputi denah, potongan memanjang, potongan melintang, dan detail pembesian dengan skala 1:10 hingga 1:100.
  • Struktur Konten Dokumentasi
    disusun secara sistematis mulai dari tata letak umum, detail elemen struktural atas, hingga seri variasi dimensi fondasi berdasarkan parameter geoteknik.
  • Total Lembar Gambar
    terdiri dari 16 halaman yang masing-masing berfungsi sebagai lembar instruksi konstruksi mandiri.

Uraian Teknis Per Halaman

1. Denah dan Spesifikasi Jembatan


Visualisasi tata letak balok induk 450x900 dan diafragma pada bentang jembatan 13 meter.

Halaman ini menyajikan pandangan atas (plan view) struktur jembatan yang menggambarkan tata letak elemen utama dengan skala 1:100. Gambar mendefinisikan bentang aksial sepanjang 13.000 mm dengan lebar total terukur 4.300 mm. Struktur ditopang oleh tiga jalur balok induk berdimensi 450x900 mm yang dihubungkan oleh balok diafragma 200x500 mm.

  • Geometri Planar Struktur
    memperlihatkan pembagian segmen bentang menjadi lima bagian dengan jarak antar diafragma 2.600 mm.
  • Spesifikasi Beton dan Batu
    menetapkan penggunaan beton K-175 untuk struktur atas dan campuran beton 1:3:5 dengan 60% batu mangga untuk abutment.
  • Grid Balok Diafragma
    menunjukkan susunan balok pengaku melintang yang ditempatkan tegak lurus terhadap balok utama untuk kekakuan lateral.
  • Parameter Kelas Jembatan
    mengklasifikasikan beban rencana sesuai standar Bina Marga Kelas 1 dengan lebar jalur lalu lintas yang spesifik.
  • Sistem Drainase Lantai
    mengindikasikan kemiringan permukaan (slope) 2% dan penempatan pipa PVC diameter 2 inci untuk saluran pembuangan air hujan.

2. Tampak Samping dan Detail Chamber


Profil elevasi memanjang jembatan memperlihatkan posisi muka air banjir HWL dan kemiringan oprit.

Bagian ini memvisualisasikan elevasi samping dan potongan melintang jembatan. Fokus teknis meliputi hubungan vertikal antara elevasi muka air banjir (H.W.L), dasar balok, dan kedalaman penanaman fondasi yang bervariasi tergantung jenis tanah dasar sungai.

  • Profil Vertikal Abutment
    menggambarkan bentuk trapesium dinding penahan tanah yang dibangun menggunakan beton siklop.
  • Elevasi Dasar Fondasi
    menentukan kedalaman footing minimal 1.200 mm untuk tanah mineral dan 1.500 mm untuk tanah pasir di bawah dasar sungai terendah.
  • Dimensi Ruang Bebas Air
    menetapkan jarak aman minimal 800 mm dari muka air banjir tertinggi ke sisi bawah balok utama.
  • Lapisan Perkerasan Oprit
    merinci komposisi urugan tanah dengan kemiringan maksimum 8% di belakang kepala jembatan.
  • Geometri T-Beam Komposit
    menampilkan integrasi monolitik antara pelat lantai setebal 200 mm dengan balok induk dan trotoar samping.

3. Detail Wing Wall dan Pembesian Abutment


Konstruksi pembesian dinding sayap dan sambungan stek tiang pancang pada kepala abutment.

Halaman ini menguraikan detail konstruksi dinding sayap (wing wall) dan kepala jembatan. Gambar kerja ini fokus pada detail penulangan (reinforcement) dan metode penyambungan antara struktur beton dengan fondasi tiang pancang kayu (cerucuk).

  • Komposisi Beton Siklop
    menjelaskan proporsi campuran material batu belah dan mortar beton untuk badan abutment tipe gravitasi.
  • Koneksi Tiang Pancang
    memperlihatkan detail stek besi diameter 12 mm yang dimasukkan ke dalam coakan kayu sedalam 2 cm untuk transfer beban.
  • Penulangan Dinding Sayap
    menyajikan konfigurasi besi tulangan D16 dan D25 pada elemen dinding penahan tanah samping.
  • Sistem Pipa Suling
    menunjukkan instalasi pipa PVC per 1 meter ketinggian lengkap dengan ijuk, kerikil, dan tanah berbutir kasar untuk drainase air tanah di belakang dinding.
  • Konstruksi Pile Cap
    menggambarkan dimensi dan pembesian tapak beton yang menyatukan kepala tiang pancang kayu keras diameter 150 mm.

4. Detail Pelat dan Elastomeric Bearing


Spesifikasi teknis perletakan elastomer karet dan angkur baja pada tumpuan balok jembatan.

Gambar ini memberikan spesifikasi teknis untuk sistem perletakan jembatan yang berfungsi mentransfer beban struktur atas ke bangunan bawah sekaligus mengakomodasi pergerakan termal.

  • Dimensi Bantalan Karet
    merinci ukuran Elastomeric Bearing 450x450x30 mm yang ditempatkan di bawah setiap balok induk.
  • Spesifikasi Pelat Baja
    menunjukkan penggunaan pelat landasan atas dan bawah dengan ketebalan 16 mm (dimensi 450x450 mm dan 450x550 mm).
  • Mekanisme Pengangkuran
    mendetailkan penggunaan angkur diameter 16 mm sepanjang 250 mm yang tertanam pada beton.
  • Rakitan Sambungan Las
    menginstruksikan penyambungan komponen logam melalui pengelasan untuk kesatuan struktural perletakan.
  • Orientasi Tumpuan Balok
    menampilkan potongan melintang dan memanjang area tumpuan balok pada abutment.

5. Pembesian Pelat Lantai


Pemasangan besi tulangan diameter 10mm jarak 150mm untuk pelat lantai kendaraan tebal 200mm.

Dokumen ini menampilkan rencana penulangan pelat lantai kendaraan secara komprehensif. Denah dan potongan memperlihatkan pola penyebaran besi tulangan untuk menahan momen lentur lapangan dan tumpuan.

  • Konfigurasi Jaring Tulangan
    menggunakan kombinasi besi diameter 10 mm dengan jarak spasi bervariasi (100, 150, 300 mm).
  • Tebal Selimut Beton
    diperlihatkan secara implisit melalui posisi tulangan dalam potongan 5-5 untuk perlindungan korosi.
  • Distribusi Besi Bagi
    menunjukkan tulangan arah memanjang jembatan yang berfungsi sebagai pembagi beban dan tulangan susut.
  • Potongan Melintang Pelat
    memvisualisasikan ketebalan pelat 200 mm dan posisinya relatif terhadap balok induk.
  • Skema Pembebanan Lantai
    tersirat dari kerapatan tulangan yang lebih tinggi pada area tumpuan balok dan kantilever.

6. Pembesian Balok Memanjang dan Melintang


Detail penulangan lentur balok girder utama dan sengkang geser diameter 12mm jarak rapat.

Halaman ini berisi gambar kerja detail (shop drawing) untuk penulangan elemen balok utama dan balok diafragma. Diagram elevasi menyajikan profil pembesian sepanjang bentang jembatan.

  • Tulangan Lentur Utama
    merinci penggunaan besi ulir D25 pada sisi tarik dan tekan balok 450x900 mm.
  • Pengaturan Sengkang Geser
    menampilkan variasi jarak sengkang diameter 12 mm (jarak 100 mm di tumpuan, 200 mm di lapangan).
  • Potongan Kritis Balok
    menyediakan detail irisan (Potongan 1-1 s.d 4-4) untuk memverifikasi jumlah dan posisi batang tulangan.
  • Detail Sambungan Lewatan
    menunjukkan panjang penyaluran overlap sebesar 1.000 mm pada area momen minimum.
  • Geometri Balok Melintang
    menggambarkan penulangan balok diafragma 200x500 mm dengan tulangan utama D12 dan sengkang D10.

7. Cerucuk Abutment & Wingwall (Tanah Mineral, H 3-4m)


Denah titik pancang cerucuk kayu pada tanah mineral untuk dinding penahan 3-4 meter.

Ini adalah variasi desain pertama untuk fondasi pada kondisi tanah mineral dengan ketinggian dinding 3 hingga 4 meter.

  • Layout Cerucuk Dangkal
    menampilkan pola penempatan tiang pancang kayu pada tapak fondasi untuk beban vertikal moderat.
  • Dimensi Tapak Mineral Kecil
    menunjukkan lebar dasar fondasi yang efisien untuk menahan gaya guling pada ketinggian rendah.
  • Tulangan Vertikal Dinding
    merinci penggunaan besi D16-500 pada sisi tegak abutment.
  • Kerapatan Tiang Kayu
    menggambarkan grid pemancangan dengan jarak antar tiang sekitar 450-500 mm yang disesuaikan untuk tanah mineral.
  • Profil Geoteknik Mineral
    (Implisit) Desain ini mengasumsikan daya dukung tanah dasar yang lebih baik dibanding varian tanah pasir.

8. Cerucuk Abutment & Wingwall (Tanah Mineral, H 4-5m)


Susunan tiang pancang rapat untuk stabilitas abutment setinggi 4 hingga 5 meter tanah keras.

Desain fondasi untuk tanah mineral dengan ketinggian struktur 4 hingga 5 meter, memperlihatkan penyesuaian dimensi tapak.

  • Ekspansi Lebar Tapak
    menampilkan pelebaran dimensi dasar fondasi untuk meningkatkan stabilitas terhadap guling.
  • Peningkatan Baris Tiang
    menunjukkan penambahan jumlah cerucuk tegak lurus sumbu jembatan.
  • Tulangan Horizontal Dinding
    merinci pembesian arah memanjang D16 untuk menahan retak susut dan tekanan tanah.
  • Spesifikasi Angkur Vertikal
    detail tulangan vertikal D16-500 yang menghubungkan pile cap dengan dinding badan abutment.
  • Stabilitas Guling Menengah
    memperlihatkan proporsi geometri dinding yang lebih tebal pada bagian bawah.
  • Penampang Melintang Fondasi
    mengilustrasikan elevasi pile cap relatif terhadap rencana ketinggian timbunan.

9. Cerucuk Abutment & Wingwall (Tanah Mineral, H 5-6m)


Desain tapak pondasi lebar 3.9 meter untuk menahan beban dinding 5-6 meter di tanah mineral.

Varian desain untuk tanah mineral dengan ketinggian 5 hingga 6 meter, memerlukan struktur penahan yang lebih masif.

  • Matriks Pemancangan Masif
    menggambarkan formasi tiang pancang yang padat di bawah seluruh area tapak.
  • Geometri Dinding Tapered
    menampilkan profil dinding abutment yang mengecil ke arah atas untuk efisiensi material.
  • Pembesian Kaki Fondasi
    menunjukkan detail tulangan lentur pada bagian toe dan heel tapak beton.
  • Lebar Dasar Efektif
    mendefinisikan dimensi tapak 4.350 mm yang diperlukan untuk distribusi tekanan tanah.
  • Dukungan Tanah Keras
    menegaskan syarat pemancangan tiang hingga lapisan tanah keras minimal 4 meter.

10. Cerucuk Abutment & Wingwall (Tanah Mineral, H 6-7m)


Rencana pondasi masif tanah mineral dengan lebar dasar 4.8 meter yang ekstrem untuk beban maksimal.

Gambar kerja untuk struktur setinggi 6 hingga 7 meter pada tanah mineral, dengan kompleksitas penulangan yang lebih tinggi.

  • Konstruksi Tapak Lebar
    memperlihatkan dasar fondasi selebar 5.250 mm.
  • Intensitas Tulangan Tarik
    merinci penggunaan besi diameter besar pada sisi belakang dinding penahan.
  • Tulangan Pengaku Diagonal
    indikasi adanya penulangan ekstra pada pertemuan dinding dan tapak untuk menahan momen lentur yang besar.
  • Distribusi Beban Aksial
    diakomodasi oleh jumlah tiang pancang yang signifikan di bawah dinding utama.
  • Skema Penjangkaran Dinding
    menunjukkan detail panjang penyaluran tulangan dinding ke dalam pile cap.
  • Profil Wingwall Tinggi
    menyesuaikan dimensi dinding sayap untuk menahan timbunan oprit yang tinggi.

11. Cerucuk Abutment & Wingwall (Tanah Mineral, H 7-8m)


Konstruksi pondasi terlebar 5.7 meter untuk tanah mineral dengan ketinggian dinding 8 meter.

Desain maksimum untuk kategori tanah mineral dengan ketinggian dinding 7 hingga 8 meter.

  • Dimensi Maksimum Mineral
    menampilkan lebar tapak 5.700 mm sebagai varian terbesar untuk tanah mineral.
  • Volume Beton Gravitasi
    mengindikasikan massa struktur yang besar untuk melawan gaya geser lateral.
  • Kepadatan Tulangan Ekstra
    menggunakan besi D25 dan D16 dengan spasi rapat.
  • Jangkauan Tiang Sayap
    memperluas area pemancangan hingga ke ujung dinding sayap.
  • Mekanisme Tahan Geser
    mengandalkan gesekan dasar dan tahanan pasif tanah di depan tapak.

12. Cerucuk Abutment & Wingwall (Tanah Pasir, H 3-4m)


Adaptasi susunan cerucuk pada tanah pasir untuk ketinggian dinding abutment 3-4 meter.

Memulai seri variasi untuk kondisi Tanah Pasir, dimulai dengan ketinggian 3-4 meter.

  • Adaptasi Fondasi Granuler
    menyesuaikan desain untuk karakteristik tanah dengan kohesi rendah.
  • Geometri Tapak Pasir
    menampilkan dimensi tapak 3.300 mm, berbeda dari varian tanah mineral setara.
  • Kedalaman Penetrasi Minimum
    mensyaratkan pemancangan cerucuk minimal 1,5 meter ke tanah keras untuk varian pasir.
  • Tulangan Geser Dinding
    merinci sengkang dan tulangan ikat pada badan abutment.
  • Pola Tiang Terpusat
    memfokuskan dukungan tiang pada area resultan beban vertikal terbesar.

13. Cerucuk Abutment & Wingwall (Tanah Pasir, H 4-5m)


Grid pondasi jembatan tanah pasir dengan lebar tapak 3.4 meter untuk stabilitas guling.

Desain fondasi tanah pasir untuk ketinggian 4-5 meter.

  • Pelebaran Dasar Pasir
    meningkatkan lebar tapak menjadi 3.800 mm untuk mengurangi tekanan kontak tanah.
  • Konfigurasi Sengkang Tapak
    memperlihatkan detail penulangan geser pada elemen pile cap.
  • Jarak Spasi Cerucuk
    mengatur interval antar tiang pancang untuk efisiensi grup tiang pada pasir.
  • Desain Dinding Kantilever
    memanfaatkan berat tanah di atas tumit (heel) untuk stabilitas tambahan.
  • Stabilitas Lereng Pasir
    (Implisit) Geometri disesuaikan untuk mengantisipasi sudut geser dalam tanah pasir.

14. Cerucuk Abutment & Wingwall (Tanah Pasir, H 5-6m)


Konstruksi dinding penahan tanah pasir setinggi 6 meter dengan tulangan vertikal masif.

Struktur penahan tanah setinggi 5-6 meter pada kondisi tanah pasir.

  • Struktur Penahan Masif
    menampilkan dinding beton bertulang yang tebal dan kokoh.
  • Jaring Tulangan Rangkap
    menggunakan dua lapis tulangan pada dinding untuk kapasitas momen maksimum.
  • Formasi Tiang Padat
    menunjukkan matriks tiang pancang yang rapat di seluruh lebar tapak 4.800 mm.
  • Ketebalan Pelat Dasar
    disesuaikan untuk menahan gaya geser pons dari tiang pancang.
  • Tekanan Tanah Lateral
    Desain memperhitungkan koefisien tekanan tanah aktif yang lebih tinggi pada pasir.

15. Cerucuk Abutment & Wingwall (Tanah Pasir, H 6-7m)


Desain pondasi lebar 5.3 meter pada tanah pasir untuk menahan beban timbunan oprit tinggi.

Desain lanjut untuk tanah pasir dengan ketinggian 6-7 meter.

  • Tapak Ekstra Lebar
    mencapai dimensi 5.800 mm untuk distribusi beban yang luas.
  • Pembesian Momen Negatif
    merinci tulangan atas pada tapak fondasi.
  • Ekstensi Tiang Sayap
    memastikan stabilitas dinding sayap yang panjang terhadap penurunan diferensial.
  • Kekakuan Dinding Vertikal
    mencegah defleksi berlebihan pada ujung atas dinding.
  • Detail Angkur Bawah
    menghubungkan tulangan dinding utama ke dalam struktur fondasi bawah.

16. Cerucuk Abutment & Wingwall (Tanah Pasir, H 7-8m)


Sistem cerucuk padat untuk abutment raksasa 7-8 meter di kondisi tanah pasir labil.

Halaman terakhir menyajikan desain paling ekstrem untuk tanah pasir dengan ketinggian 7-8 meter.

  • Basis Fondasi Raksasa
    menampilkan lebar dasar 6.300 mm, struktur terbesar dalam dokumen ini.
  • Desain Gravitasi Pasir
    mengombinasikan berat sendiri struktur dan tanah untuk melawan guling pada tanah labil.
  • Tulangan Pokok Diameter Besar
    menggunakan besi ulir D25 secara ekstensif.
  • Matriks Cerucuk Luas
    menyebarkan beban ke area tanah keras yang sangat luas melalui ratusan titik tiang.
  • Integrasi Struktur Bawah
    menjamin kesatuan aksi antara dinding, tapak, dan sistem tiang pancang.

File DWG

Bagian ini menyediakan akses unduhan ke berkas asli dalam format DWG. File ini memuat data vektor teknis lengkap yang dapat digunakan untuk keperluan analisis struktural lanjutan, perhitungan volume material (Bill of Quantities), atau modifikasi desain sesuai kebutuhan lapangan.

Tito Reista
Tito Reista project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Postingan Lama Postingan Lebih Baru

Posting Komentar