Desain Jembatan Beton Bentang 14 Meter DWG
Daftar Isi
Desain Jembatan Beton Bentang 14 Meter DWG
Dokumen ini menyajikan desain teknis komprehensif untuk struktur jembatan beton bertulang dengan bentang bersih 14 meter dan lebar total 4,3 meter. Desain ini diklasifikasikan sebagai jembatan permanen Kelas 1 standar Bina Marga yang dirancang untuk mengakomodasi beban lalu lintas berat pada infrastruktur perkebunan atau jalan raya. Spesifikasi mencakup struktur atas (superstructure) yang terdiri dari balok induk tipe T-Beam berdimensi 500x900 mm, balok diafragma, dan pelat lantai kendaraan setebal 20 cm. Selain itu, dokumen ini memuat rancangan struktur bawah (substructure) berupa abutment tipe gravitasi yang dikombinasikan dengan pondasi cerucuk kayu keras (micropiles) untuk berbagai kondisi tanah (mineral dan pasir) serta variasi ketinggian dinding penahan tanah mulai dari 3 meter hingga 9 meter. Detail teknis mencakup sistem perletakan elastomer, sambungan siar muai, sistem drainase, serta konfigurasi penulangan besi untuk seluruh elemen struktural.
Ringkasan Spesifikasi Teknis
| Komponen | Spesifikasi |
|---|---|
| Klasifikasi Standar | Permanen Kelas 1 Bina Marga (Beban Berat) |
| Bentang Bersih | 14.000 mm (14 Meter) |
| Lebar Total | 4.300 mm (4,3 Meter) |
| Balok Induk (Girder) | T-Beam 500 x 900 mm (3 buah) |
| Pelat Lantai | Tebal 20 cm, Mutu Beton K-175 |
| Material Agregat | Batu Pecah 2-3 cm |
| Jarak Antar Balok | 1.400 mm |
| Jarak Diafragma | 2.300 mm - 2.400 mm |
| Freeboard (Jarak Bebas) | Min. 800 mm dari Muka Air Banjir (HWL) |
| Pondasi | Cerucuk Kayu Keras (Micropiles) |
Informasi Umum File
Berikut adalah tinjauan administratif dan teknis mengenai berkas gambar kerja yang dianalisis:
- Karakteristik Visual Gambar
Visualisasi disajikan dalam format gambar teknik standar teknik sipil (engineering drawing) dengan skala teknis bervariasi (1:10, 1:20, 1:50, hingga 1:100), meliputi denah, tampak samping, potongan melintang, serta detail khusus (blown-up details) untuk komponen krusial seperti sambungan dan pembesian. - Struktur Konten Dokumentasi
Urutan gambar disusun secara logis mulai dari tata letak umum (General Arrangement), diikuti detail struktur beton, skema penulangan (Shop Drawing), hingga variasi desain pondasi berdasarkan klasifikasi tanah dan ketinggian timbunan. - Total Lembar Gambar
Dokumen terdiri dari 18 lembar halaman teknis yang saling terintegrasi, memberikan panduan konstruksi yang menyeluruh dari elevasi dasar sungai hingga permukaan lantai jembatan.
Uraian Teknis Per Halaman
1. Denah Struktur dan Tata Letak Balok Jembatan
Halaman ini menampilkan denah pandangan atas jembatan yang menggambarkan konfigurasi geometri utama. Terlihat susunan tiga balok induk (girder) yang membentang sepanjang 14.000 mm dengan jarak antar as balok sebesar 1.400 mm. Gambar juga memperlihatkan posisi balok diafragma yang dipasang pada tumpuan dan area bentang tengah dengan jarak antar diafragma 2.300 mm hingga 2.400 mm untuk memberikan kekakuan lateral. Orientasi dinding sayap (wing wall) terlihat membentuk sudut terhadap as jembatan, disesuaikan dengan kondisi lapangan untuk mengarahkan aliran air dan menahan timbunan tanah oprit.
- Konfigurasi Balok Induk
Spesifikasi balok utama menggunakan dimensi 500 x 900 mm dengan tata letak memanjang yang simetris terhadap sumbu tengah jembatan. - Spesifikasi Pelat Lantai
Pelat lantai kendaraan dirancang dengan ketebalan 20 cm dan memiliki kemiringan melintang (slope) sebesar 2% untuk memfasilitasi drainase permukaan. - Geometri Dinding Sayap
Dinding sayap didesain dengan sudut bukaan 25 hingga 45 derajat, yang catatan teknisnya menyebutkan fleksibilitas penyesuaian terhadap kondisi lapangan. - Material Beton Struktural
Anotasi material menegaskan penggunaan beton bertulang mutu K-175 dengan agregat batu pecah 2-3 cm untuk struktur pelat lantai dan balok perletakan.
2. Tampak Samping dan Potongan Melintang Jembatan
Bagian ini menyajikan elevasi samping jembatan yang menunjukkan hubungan vertikal antara muka air banjir (HWL), dasar sungai, dan elevasi struktur bawah. Desain menetapkan freeboard (jarak bebas) minimum 800 mm antara muka air banjir tertinggi dengan dasar balok untuk keamanan hidrolik. Terdapat detail potongan melintang yang memperlihatkan profil abutment masif serta skema urugan tanah di belakangnya. Gambar ini sangat krusial untuk menentukan level dasar pondasi (footing) agar aman dari potensi gerusan (scouring), dengan ketentuan jarak aman tertentu di bawah dasar sungai terendah.
- Elevasi Abutment Terhadap Sungai
Dasar abutment ditentukan berada minimal 1.200 mm (tanah mineral) atau 1.500 mm (tanah pasir) di bawah dasar sungai terendah. - Detail Struktur Balok Tepi (Detail A)
Terdapat detail pembesian khusus untuk kerb atau balok tepi yang menunjukkan integrasi tulangan D10 dan pipa cucuran PVC 2 inci. - Sistem Drainase Vertikal
Pipa PVC berdiameter 2 inci dipasang menembus dinding abutment dan sayap setiap ketinggian 1 meter untuk membuang air tanah (weep holes). - Lapisan Perkerasan Jalan
Struktur jalan pendekat terdiri dari lapisan pasir urug padat setebal 100 mm dan lantai kerja 50 mm di bawah struktur beton.
3. Detail Pembesian dan Struktur Dinding Penahan Tanah
Halaman ini membedah konstruksi internal abutment dan wing wall. Struktur utama menggunakan kombinasi beton siklop (beton dengan campuran batu mangga/batu kali) yang efisien untuk struktur gravitasi, ditutup dengan cap beton bertulang. Detail sambungan antara tiang pancang kayu (cerucuk) dan struktur beton diperlihatkan dengan jelas, menggunakan stek besi yang diangkur ke dalam kepala tiang kayu.
- Komposisi Campuran Beton Siklop
Spesifikasi teknis abutment menggunakan campuran beton 1:3:5 dengan tambahan 60% batu mangga (maksimum 200 mm) untuk efisiensi volume. - Mekanisme Sambungan Cerucuk
Kepala tiang kayu keras ("kayu ulin" atau setara) dicoak sedalam 2 cm untuk mendudukkan stek besi diameter 12 mm sebagai penghubung geser. - Sistem Pipa Peresapan
Pipa rembesan PVC 2 inci dilengkapi dengan ijuk dan kerikil di sisi belakang dinding untuk menyaring butiran tanah agar tidak menyumbat saluran. - Konfigurasi Tulangan Cap
Detail pembesian kepala jembatan menunjukkan penggunaan tulangan diameter 16 mm dan sengkang diameter 12 mm untuk mengikat struktur atas abutment.
4. Detail Perletakan Elastomer dan Angkur
Fokus halaman ini adalah mekanisme transfer beban dari balok jembatan ke abutment melalui Elastomeric Bearing Pad. Gambar teknik memperlihatkan dimensi karet perletakan, pelat baja atas dan bawah, serta sistem pengangkuran yang tertanam dalam beton. Detail ini penting untuk mengakomodasi pergerakan termal dan rotasi balok tanpa merusak struktur abutment.
- Spesifikasi Elastomeric Bearing
Bantalan karet elastomer yang digunakan berdimensi 450 x 500 x 30 mm, dirancang untuk meredam getaran dan mendistribusikan beban vertikal. - Dimensi Pelat Landasan
Terdapat dua pelat baja: pelat atas berukuran 450x500x16 mm dan pelat bawah berukuran 450x600x16 mm sebagai dudukan bantalan. - Detail Pengelasan Angkur
Angkur baja diameter 16 mm dengan panjang 250 mm dilas pada sisi samping pelat baja (dengan simbol las spesifik) untuk mengunci posisi perletakan pada beton. - Posisi Baut Pengunci
Tata letak angkur ditempatkan pada sisi luar dudukan elastomer untuk memudahkan inspeksi dan mencegah pergeseran lateral berlebih.
5. Denah dan Potongan Pembesian Pelat Lantai
Gambar ini menyajikan rencana penulangan pelat lantai jembatan (slab reinforcement plan). Terlihat pola pemasangan besi tulangan rangkap (atas dan bawah) dengan diameter 10 mm. Denah ini juga menunjukkan potongan melintang yang memperjelas posisi tulangan relatif terhadap balok induk (dengan jarak bersih antar balok 900 mm), termasuk ketebalan selimut beton yang harus dijaga.
- Pola Pemasangan Tulangan Lantai
Menggunakan besi polos diameter 10 mm yang dipasang tegak lurus (orthogonal) membentuk jaring-jaring tulangan atas dan bawah. - Jarak Antar Besi Tulangan
Variasi jarak tulangan diterapkan, mulai dari jarak 100 mm hingga 150 mm tergantung pada momen lentur di area tumpuan atau lapangan. - Posisi Selimut Beton Pelat
Gambar potongan menegaskan posisi tulangan yang terlindungi oleh selimut beton (concrete cover) untuk mencegah korosi dan memastikan durabilitas. - Integrasi Pelat dan Balok
Tulangan pelat terlihat menyatu monolit di atas balok induk, menciptakan aksi diafragma kaku pada struktur atas jembatan.
6. Detail Penulangan Balok Memanjang dan Melintang
Halaman ini berisi shop drawing pembesian untuk balok induk (memanjang) dan balok diafragma (melintang). Potongan memanjang balok menampilkan distribusi sengkang yang lebih rapat di area tumpuan untuk menahan gaya geser maksimal. Potongan melintang balok memperlihatkan jumlah dan posisi tulangan utama tarik dan tekan, serta tulangan pinggang untuk menahan torsi atau susut.
- Profil Tulangan Utama Balok
Balok induk 500x900 mm diperkuat dengan kombinasi tulangan diameter 25 mm (D25) sebagai tulangan tarik utama di serat bawah. - Distribusi Sengkang Geser
Pemasangan sengkang diameter 12 mm bervariasi jaraknya, yaitu 100 mm di daerah tumpuan dekat pilar dan 200 mm di daerah lapangan (tengah bentang). - Tulangan Balok Diafragma
Balok melintang dimensi 200x500 mm memiliki penulangan yang lebih ringan namun esensial untuk stabilitas lateral antar girder. - Zona Sambungan Lewatan
Detail overlap tulangan sepanjang 1000 mm ditunjukkan pada posisi yang aman, menghindari area momen maksimum.
7. Rencana Pondasi Cerucuk Tanah Mineral Tinggi 3-4 Meter
Mulai halaman ini, dokumen menyajikan variasi desain pondasi cerucuk (tiang pancang kayu). Halaman ini spesifik untuk kondisi tanah mineral dengan ketinggian dinding (H) 3 hingga 4 meter. Gambar denah tapak menunjukkan grid tiang pancang yang menopang abutment dan sayap.
- Pola Grid Tiang Pancang Mineral Rendah
Formasi tiang pancang disusun dengan jarak yang relatif renggang (450 mm antar as) sesuai beban dinding yang belum terlalu besar. - Dimensi Tapak Pondasi
Lebar dasar tapak abutment direncanakan selebar 2000 mm untuk menjamin kestabilan terhadap guling dan geser pada ketinggian ini. - Jarak Antar Titik Cerucuk
Denah menunjukkan koordinat pemasangan cerucuk yang teratur, mencakup area di bawah dinding badan dan dinding sayap. - Spesifikasi Kayu Pondasi
Menggunakan kayu keras diameter minimum 150 mm dengan kedalaman pemancangan minimal 4 meter hingga mencapai tanah keras.
8. Formasi Cerucuk Abutment Tanah Mineral Tinggi 4-5 Meter
Desain pondasi untuk tanah mineral dengan ketinggian abutment 4-5 meter. Terlihat adanya penyesuaian dimensi tapak dan jumlah cerucuk dibandingkan halaman sebelumnya untuk mengimbangi peningkatan tekanan tanah lateral.
- Penyesuaian Kepadatan Tiang Mineral Sedang
Jumlah baris cerucuk arah transversal bertambah untuk meningkatkan kapasitas daya dukung vertikal dan tahanan geser. - Geometri Dasar Wing Wall
Tapak pada area wing wall mengikuti pola sudut dinding, dengan penyebaran cerucuk yang merata hingga ke ujung sayap. - Tulangan Vertikal Dinding
Terlihat kode penulangan D16-500 pada sisi vertikal dinding penahan untuk menahan momen lentur akibat tekanan tanah. - Dimensi Horizontal Tapak
Lebar dasar tapak abutment diperlebar menjadi 2250 mm untuk menjaga eksentrisitas beban tetap dalam batas aman.
9. Tata Letak Pondasi Kayu Tanah Mineral Tinggi 5-6 Meter
Untuk ketinggian 5-6 meter pada tanah mineral, desain tapak abutment semakin besar. Gambar memperlihatkan penambahan panjang "toe" (kaki depan) dan "heel" (kaki belakang) pada plat beton pondasi.
- Ekspansi Lebar Tapak Pondasi
Lebar total tapak ditingkatkan menjadi 2950 mm, memberikan area kontak yang lebih luas untuk distribusi tegangan ke tanah. - Konfigurasi Cerucuk Area Sayap
Penyebaran cerucuk pada dinding sayap semakin intensif, terutama di area pertemuan dengan dinding badan (abutment stem). - Detail Tulangan Horizontal Dinding
Penulangan horizontal menggunakan besi diameter 16 mm dengan jarak 500 mm untuk mengontrol retak akibat susut dan temperatur. - Ketinggian Efektif Struktur
Desain memperhitungkan tinggi timbunan tanah yang signifikan, sehingga struktur dinding badan menjadi lebih tebal di bagian bawah.
10. Desain Pondasi Dalam Tanah Mineral Tinggi 6-7 Meter
Pada ketinggian 6-7 meter, struktur abutment menjadi sangat masif. Gambar denah memperlihatkan grid cerucuk yang sangat rapat. Potongan melintang menunjukkan dinding penahan yang tinggi dengan kemiringan sisi depan (batter) untuk stabilitas.
- Kerapatan Grid Pondasi Mineral Tinggi
Jumlah cerucuk per meter persegi meningkat signifikan, membentuk blok pondasi tiang yang kaku. - Proyeksi Kaki Abutment
Proyeksi kaki depan tapak (toe projection) diperpanjang untuk meningkatkan faktor keamanan terhadap guling (overturning). - Volume Pasangan Batu Kosong
Terlihat indikasi area pasangan batu kosong atau material drainase yang lebih tebal di belakang dinding untuk mengurangi tekanan hidrostatis. - Distribusi Beban Vertikal
Beban struktur atas ditransfer secara sentris ke tapak yang kini memiliki lebar dasar 3450 mm.
11. Skema Cerucuk Penahan Tanah Mineral Tinggi 7-8 Meter
Dokumen ini menampilkan desain untuk kondisi timbunan sangat tinggi (7-8 meter). Struktur bawah dirancang menyerupai dinding penahan tanah tipe kantilever dengan bantuan massa gravitasi beton siklop.
- Peningkatan Jumlah Baris Tiang
Terdapat minimal 7-8 baris cerucuk dalam arah tegak lurus as jalan untuk menopang tapak yang lebar. - Stabilitas Guling Dinding Penahan
Geometri dinding bagian belakang dibuat vertikal lurus sementara bagian depan miring, mengoptimalkan berat sendiri untuk melawan guling. - Penulangan Area Toe dan Heel
Pembesian pada telapak pondasi (footing) diperkuat dengan tulangan diameter besar (D25) untuk menahan momen jepit di dasar dinding. - Dimensi Total Lebar Dasar
Lebar dasar abutment mencapai 3900 mm, dimensi yang substansial untuk struktur jembatan bentang pendek namun tinggi.
12. Layout Pondasi Ekstrem Tanah Mineral Tinggi 8-9 Meter
Ini adalah varian tertinggi untuk tanah mineral. Gambar menunjukkan tapak pondasi yang sangat luas dengan jaringan cerucuk yang kompleks, mencakup area abutment dan wing wall yang panjang.
- Formasi Maksimum Tiang Pancang Mineral
Kepadatan tiang pancang mencapai titik maksimum desain untuk memastikan tidak ada penurunan (settlement) berlebih. - Perkuatan Ekstra Kaki Dinding
Kaki dinding penahan (footing) dipertebal untuk mengakomodasi gaya geser pons yang besar dari reaksi tanah. - Detail Sambungan Sudut Pondasi
Pertemuan tulangan antara dinding sayap dan dinding badan didetailkan secara khusus untuk mencegah keretakan diagonal. - Rasio Lebar terhadap Tinggi
Lebar dasar tapak 3950 mm (dapat mencapai hingga 6.150 mm pada varian spesifikasi penuh) dirancang proporsional terhadap tinggi total dinding untuk memenuhi syarat stabilitas geoteknik.
13. Rencana Pondasi Cerucuk Tanah Pasir Tinggi 3-4 Meter
Halaman ini memulai seri variasi desain untuk jenis "Tanah Pasir". Karakteristik tanah pasir yang non-kohesif namun memiliki sudut geser dalam yang tinggi mempengaruhi konfigurasi tiang pancang dibandingkan tanah mineral.
- Adaptasi Grid pada Tanah Granular
Pola susunan cerucuk disesuaikan dengan daya dukung ujung dan gesekan selimut tiang pada media pasir. - Kedalaman Pemancangan Area Pasir
Catatan teknis menyebutkan kedalaman minimum pemancangan cerucuk 1,5 meter atau sampai tanah keras, berbeda dengan tanah mineral. - Konfigurasi Tulangan Kaki
Penulangan tapak (footing) disesuaikan untuk lebar dasar 2000 mm - 3.300 mm, serupa dengan tanah mineral namun dengan respons tanah dasar berbeda. - Stabilitas Geser Dasar
Koefisien gesek antara beton dan pasir yang lebih tinggi dimanfaatkan dalam perhitungan stabilitas geser (sliding).
14. Formasi Cerucuk Abutment Tanah Pasir Tinggi 4-5 Meter
Desain abutment pada tanah pasir untuk ketinggian 4-5 meter. Terlihat lebar tapak sedikit lebih besar dibandingkan varian tanah mineral pada ketinggian yang sama, mengindikasikan pertimbangan terhadap daya dukung pasir.
- Densitas Tiang Lapisan Pasir
Jumlah cerucuk per satuan luas diatur ulang untuk memobilisasi tahanan tanah pasir secara efektif. - Geometri Penampang Dinding Pasir
Penampang dinding tetap mempertahankan bentuk gravitasi dengan lebar dasar 2300 mm. - Detail Angkur Tulangan Vertikal
Tulangan vertikal D16 diangkur kuat ke dalam footing untuk memastikan transfer momen yang baik. - Lapisan Perbaikan Tanah
Gambar mengindikasikan perlunya lapisan pasir urug padat di bawah lantai kerja untuk meratakan reaksi tumpuan.
15. Tata Letak Pondasi Kayu Tanah Pasir Tinggi 5-6 Meter
Untuk ketinggian 5-6 meter pada tanah pasir, lebar tapak abutment diperbesar signifikan menjadi 3000 mm. Hal ini menunjukkan bahwa pada tanah pasir, lebar pondasi sangat sensitif terhadap ketinggian timbunan.
- Perluasan Basis Area Pasir
Lebar tapak 3 meter diperlukan untuk menyebarkan beban agar tidak melampaui daya dukung izin tanah pasir. - Koordinat Titik Pancang
Posisi cerucuk ditentukan dengan presisi dalam grid 500x500 mm untuk memudahkan pelaksanaan di lapangan. - Spesifikasi Urugan Kembali
Persyaratan material timbunan di belakang abutment (backfill) menjadi kritis pada tanah pasir untuk mencegah penurunan jalan. - Penulangan Badan Abutment
Tulangan horizontal dan vertikal dipasang berlapis (double layer) pada bagian dinding yang paling tebal.
16. Desain Pondasi Dalam Tanah Pasir Tinggi 6-7 Meter
Desain dinding penahan tanah setinggi 6-7 meter pada lokasi tanah pasir. Struktur bawah semakin lebar dan cerucuk semakin banyak.
- Optimasi Jarak Cerucuk Pasir Dalam
Jarak antar cerucuk dijaga konsisten untuk memastikan group efficiency tiang pancang tetap optimal. - Ketebalan Dinding Struktural
Ketebalan dinding beton siklop bertambah seiring kedalaman untuk menahan momen guling yang besar. - Detail Pertemuan Dinding Sayap
Sudut pertemuan antara wing wall dan abutment diperkuat dengan tulangan ekstra untuk mencegah retak sudut. - Mekanisme Transfer Beban Pasir
Desain tapak selebar 3600 mm memanfaatkan berat tanah di atas tumit (heel) untuk membantu stabilitas.
17. Skema Cerucuk Penahan Tanah Pasir Tinggi 7-8 Meter
Gambar ini memperlihatkan pondasi masif untuk ketinggian 7-8 meter di tanah pasir. Tapak pondasi melebar hingga 4100 mm, lebih lebar dari versi tanah mineral pada ketinggian sama.
- Kepadatan Grid Maksimal Pasir
Grid cerucuk menutupi hampir seluruh area tapak pondasi untuk mencegah kegagalan daya dukung (bearing capacity failure). - Panjang Penjangkaran Dasar
Panjang dasar abutment yang besar memberikan lengan momen yang panjang untuk melawan gaya guling. - Tulangan Geser Horizontal
Sengkang atau tulangan geser dipasang pada badan dinding untuk menahan gaya geser lateral yang tinggi dari tanah pasir. - Dimensi Efektif Tapak Pasir
Lebar dasar 4100 mm (dapat mencapai hingga 6.300 mm pada varian spesifikasi penuh) menjadi parameter kunci dalam menjamin keamanan struktur jangka panjang.
18. Layout Pondasi Ekstrem Tanah Pasir Tinggi 8-9 Meter
Halaman terakhir menyajikan desain paling ekstrem untuk tanah pasir dengan ketinggian 8-9 meter. Lebar tapak tetap 4100 mm namun dengan konfigurasi detail yang dimaksimalkan.
- Konfigurasi Ultimate Pondasi Pasir
Merupakan desain batas atas (envelope) untuk kondisi tanah pasir pada proyek jembatan bentang ini dengan lebar dasar mencapai 6.800 mm pada desain optimal. - Pengaku Tambahan Struktur Bawah
Volume beton dan pasangan batu dimaksimalkan untuk memberikan berat sendiri (dead weight) yang cukup sebagai penahan. - Detail Akhir Tulangan Sudut
Pembesian pada sudut-sudut pertemuan dinding didetailkan secara konservatif. - Total Luas Area Tapak
Luas area tapak pondasi dimaksimalkan untuk mendistribusikan beban raksasa ke lapisan tanah pasir di bawahnya.
File DWG
Bagian ini menyediakan akses langsung ke berkas sumber asli dalam format DWG. File ini berisi data vektor teknis lengkap yang dapat digunakan untuk analisis struktur lanjutan, perhitungan volume (Bill of Quantities), atau penyesuaian desain.


















Posting Komentar