Desain Jembatan Beton Bentang 15 Meter DWG

Daftar Isi

Desain Jembatan Beton Bentang 15 Meter DWG

Dokumen ini memuat detail teknis komprehensif mengenai desain jembatan beton bertulang dengan bentang 15 meter. Desain ini mencakup spesifikasi lengkap untuk struktur atas (superstructure) yang terdiri dari balok induk (girder) berdimensi 500x950 mm dan pelat lantai kendaraan setebal 20 cm, serta struktur bawah (substructure) berupa abutment dan wing wall. Dokumen ini juga menyajikan variasi desain pondasi cerucuk kayu yang disesuaikan dengan dua jenis kondisi tanah (tanah mineral dan tanah pasir) serta berbagai variasi ketinggian timbunan mulai dari 3 meter hingga 9 meter. Gambar kerja ini dirancang dengan standar Bina Marga Kelas 1, menggunakan mutu beton K-175 dan baja tulangan deform fy 390 MPa serta polos fy 240 MPa.

Ringkasan Spesifikasi Teknis


Komponen Spesifikasi
Standar Desain Bina Marga Kelas 1
Bentang Bersih 15.000 mm (15 Meter)
Lebar Total 4.300 mm
Balok Induk 500 x 950 mm
Balok Diafragma 200 x 500 mm (Interval 2.500 mm)
Tebal Pelat Lantai 20 cm
Mutu Beton K-175
Mutu Baja Tulangan U-39 (Ulir) & U-24 (Polos)
Pondasi Cerucuk Kayu Keras (Diameter 150 mm)

Informasi Umum File

Berkas ini merupakan representasi digital dari gambar teknik format DWG yang digunakan sebagai acuan pelaksanaan konstruksi jembatan. Dokumen mencakup denah, tampak, potongan melintang, detail penulangan, serta tata letak pemancangan cerucuk yang sistematis.

  • Karakteristik Visual Gambar
    menyajikan proyeksi ortogonal, potongan detail, dan denah struktural dengan skala yang bervariasi (1:100, 1:50, 1:20) serta notasi dimensi yang presisi.
  • Struktur Konten Dokumentasi
    disusun mulai dari denah umum jembatan, detail pembesian struktur atas, detail perletakan, hingga variasi pondasi cerucuk untuk berbagai kondisi ketinggian dan jenis tanah.
  • Total Lembar Gambar
    terdiri dari 18 halaman yang masing-masing memuat informasi spesifik terkait elemen konstruksi jembatan.

Uraian Teknis Per Halaman

1. Denah Struktur dan Tata Letak Balok


Tampak atas susunan balok induk beton dimensi 500x950 mm pada bentang bersih jembatan 15 meter.

Halaman ini menampilkan pandangan atas (denah) jembatan yang menggambarkan konfigurasi geometri utama. Terlihat susunan balok memanjang dan melintang yang menopang pelat lantai kendaraan. Informasi mengenai dimensi bentang bersih, jarak antar balok, serta spesifikasi material dasar dicantumkan dengan jelas untuk memberikan gambaran umum tata letak struktur.

  • Konfigurasi Geometri Denah
    menunjukkan bentang jembatan sepanjang 15.000 mm dengan lebar total 4.300 mm yang dibagi menjadi beberapa segmen balok.
  • Spesifikasi Balok Utama
    mengidentifikasi penggunaan profil Balok 500 x 950 mm sebagai penopang beban utama struktur.
  • Spesifikasi Balok Diafragma
    menjelaskan elemen pengaku melintang dengan dimensi 200 x 500 mm yang dipasang pada jarak interval tertentu (2.500 mm).
  • Data Material Konstruksi
    mencantumkan mutu beton K-175 dan spesifikasi tulangan U-24 dan U-39 yang digunakan pada elemen struktur.

2. Tampak Samping dan Potongan Melintang Jembatan


Potongan melintang jembatan memperlihatkan elevasi dasar abutment 1200mm di bawah dasar sungai dan kemiringan lantai 2 persen.

Halaman ini menyajikan visualisasi elevasi samping jembatan dan irisan melintang yang memperlihatkan hubungan antara struktur atas dan kepala jembatan (abutment). Terdapat detail elevasi muka air banjir (HWL) dan penyesuaian kedalaman dasar abutment terhadap dasar sungai berdasarkan jenis tanah (mineral atau pasir).

  • Elevasi Struktur Vertikal
    menggambarkan posisi dasar abutment yang harus berada 1.200 mm (tanah mineral) atau 1.500 mm (tanah pasir) di bawah dasar sungai terendah.
  • Detail Balok Tepi
    memperlihatkan konstruksi pembatas samping jembatan yang terintegrasi dengan pipa handrail PVC.
  • Sistem Drainase Lantai
    menunjukkan kemiringan slope 2% dan penempatan pipa PVC diameter 2 inci untuk pembuangan air hujan.
  • Profil Potongan Melintang
    menampilkan susunan balok girder, pelat lantai, dan trotoar inspeksi dalam satu kesatuan struktur.

3. Detail Penulangan Abutment dan Wing Wall


Skema sambungan stek besi pada kepala tiang pancang kayu 150mm yang masuk ke beton bertulang K-175.

Bagian ini fokus pada detail konstruksi beton bertulang untuk kepala jembatan dan dinding sayap. Gambar teknis memperlihatkan konfigurasi tulangan utama dan sengkang, serta metode penyambungan antara struktur beton dengan pondasi tiang pancang kayu di bawahnya.

  • Konstruksi Kepala Jembatan
    merinci penggunaan tulangan diameter 16 mm dan 25 mm dengan jarak pasang tertentu untuk menahan beban lateral dan vertikal.
  • Sistem Resapan Air
    menjelaskan pemasangan pipa suling-suling PVC pada dinding abutment setiap ketinggian 1 meter untuk mengurangi tekanan air tanah.
  • Mekanisme Sambungan Tiang
    mendetailkan metode "coak" sedalam 2 cm pada kepala tiang kayu untuk memasukkan stek besi pengikat.
  • Geometri Dinding Sayap
    menampilkan bentuk dan dimensi dinding penahan tanah samping dengan skala 1:50.

4. Skema Pembesian Pelat Lantai Kendaraan


Tata letak tulangan besi diameter 10mm pada pelat lantai tebal 20cm dengan variasi jarak pasang 100mm.

Halaman ini menguraikan secara spesifik tata letak tulangan pada pelat lantai jembatan. Denah dan potongan 5-5 memperlihatkan lapisan tulangan atas dan bawah yang dirancang untuk menahan beban lalu lintas, termasuk jarak antar tulangan dan ketebalan selimut beton.

  • Pola Pemasangan Tulangan
    menunjukkan penggunaan besi diameter 10 mm dengan variasi jarak 100 mm, 150 mm, dan 300 mm sesuai momen yang bekerja.
  • Potongan Melintang Pelat
    memvisualisasikan ketebalan pelat 200 mm dan posisi tulangan relatif terhadap balok penumpu.
  • Grid Distribusi Beban
    menggambarkan penyebaran tulangan lapangan dan tumpuan di area antar balok (jarak bersih 900 mm).
  • Dimensi Bersih Lantai
    menetapkan lebar jalur lalu lintas efektif dan posisi kerb pada sisi jembatan.

5. Detail Perletakan Elastomer dan Angkur


Rincian pemasangan bantalan elastomer ukuran 450x500x30 mm beserta angkur baja diameter 16mm.

Gambar kerja ini memberikan spesifikasi teknis mengenai sistem perletakan jembatan yang berfungsi mentransfer beban dari struktur atas ke abutment. Detail mencakup dimensi bantalan karet (elastomeric bearing), pelat baja, dan sistem pengangkuran.

  • Spesifikasi Bantalan Jembatan
    menetapkan penggunaan Elastomeric Bearing ukuran 450 x 500 x 30 mm.
  • Sistem Pengangkuran Pelat
    memperlihatkan detail angkur diameter 16 mm dengan panjang penyaluran 250 mm.
  • Konfigurasi Pelat Dasar
    menjelaskan dimensi pelat baja landasan ukuran 450 x 500 x 16 mm.
  • Posisi Dudukan Balok
    menggambarkan elevasi dan penempatan bearing pad di bawah balok utama.

6. Penulangan Balok Induk dan Balok Melintang


Potongan memanjang balok 500x950 memperlihatkan tulangan utama ulir D25 dan sengkang geser D12 jarak 200mm.

Halaman ini memuat detail fabrikasi tulangan untuk balok utama (girder) dan balok diafragma. Terdapat potongan memanjang dan beberapa potongan melintang (1-1 hingga 4-4) yang menunjukkan perubahan konfigurasi tulangan pada daerah tumpuan dan lapangan.

  • Detail Tulangan Memanjang
    merinci jumlah dan posisi tulangan utama diameter 25 mm (ulir) pada sisi tarik dan tekan balok.
  • Konfigurasi Tulangan Geser
    menjelaskan penggunaan sengkang diameter 12 mm dengan variasi jarak 100 mm hingga 200 mm sepanjang bentang balok.
  • Potongan Balok Melintang
    menampilkan susunan tulangan pinggang dan pengikat pada penampang balok 500x950 mm.
  • Geometri Tumpuan dan Lapangan
    membedakan jumlah tulangan yang terpasang di area momen negatif dan positif.

7. Denah Cerucuk Tanah Mineral Tinggi 3-4 Meter


Konfigurasi tiang pancang kayu keras untuk dinding penahan setinggi 4 meter pada kondisi tanah mineral padat.

Mulai halaman ini, dokumen menyajikan variasi pondasi berdasarkan kondisi tanah dan tinggi timbunan. Halaman 7 menampilkan denah pemancangan cerucuk kayu untuk tanah mineral dengan ketinggian dinding penahan 3-4 meter.

  • Formasi Tiang Pancang
    menunjukkan pola grid penempatan cerucuk kayu diameter 150 mm di bawah tapak abutment dan wing wall.
  • Kedalaman Penanaman Tiang
    mensyaratkan pemancangan minimum 4 meter mencapai tanah keras.
  • Profil Dinding Penahan
    menggambarkan potongan vertikal abutment untuk rentang ketinggian 3 hingga 4 meter.
  • Spesifikasi Kayu Cerucuk
    menetapkan penggunaan kayu keras dengan diameter minimal 150 mm.

8. Tata Letak Pondasi Cerucuk Mineral Tinggi 4-5 Meter


Perluasan tapak pondasi selebar 3450mm untuk menopang beban timbunan setinggi 5 meter di tanah mineral.

Halaman ini menyesuaikan desain pondasi untuk dinding penahan yang lebih tinggi (4-5 meter) pada tanah mineral. Terlihat penambahan dimensi lebar tapak dan jumlah titik pancang untuk mengimbangi beban guling dan geser yang lebih besar.

  • Ekspansi Grid Tiang
    memperlihatkan peningkatan jumlah baris cerucuk dibandingkan desain sebelumnya untuk stabilitas ekstra.
  • Dimensi Tapak Pondasi
    menunjukkan lebar dasar pondasi yang diperbesar menjadi 3.450 mm.
  • Ketinggian Dinding Abutment
    mencakup detail geometri untuk elevasi struktur antara 4 hingga 5 meter.
  • Distribusi Beban Vertikal
    mengatur jarak antar tiang pancang (450 mm) untuk penyebaran beban yang merata.

9. Konfigurasi Pondasi Dalam Tanah Mineral 5-6 Meter


Susunan cerucuk yang lebih rapat pada bagian tumit dinding abutment setinggi 6 meter dengan beton cor 1:3:5.

Desain ini diperuntukkan bagi abutment dengan ketinggian 5-6 meter pada tanah mineral. Gambar memperlihatkan penebalan dinding dan perluasan area pemancangan pada bagian wing wall untuk menahan tekanan tanah lateral yang meningkat.

  • Kepadatan Titik Pancang
    menampilkan formasi cerucuk yang lebih rapat, terutama pada sisi depan (toe) pondasi.
  • Geometri Struktur Bawah
    merinci dimensi lebar dasar pondasi yang mencapai 4.350 mm.
  • Penulangan Dinding Penahan
    mengindikasikan penggunaan tulangan D16 dan D25 dengan jarak rapat untuk menahan momen lentur dinding.
  • Stabilitas Tanah Urug
    memperlihatkan skema urugan tanah di belakang dinding penahan.

10. Rencana Pemancangan Mineral Ketinggian 6-7 Meter


Potongan vertikal dinding setinggi 7 meter menunjukkan tulangan horizontal D16 dan lebar dasar 5250mm.

Halaman ini menampilkan detail teknis untuk struktur setinggi 6-7 meter. Kompleksitas tulangan dan luas area pondasi meningkat signifikan untuk menjaga kestabilan struktur terhadap gaya eksternal.

  • Adaptasi Lebar Tapak
    menunjukkan dimensi lebar total pondasi sebesar 5.250 mm untuk mencegah penggulingan.
  • Pola Tulangan Tarik
    menggambarkan detail pembesian pada tumit (heel) dinding penahan.
  • Elevasi Dinding Wing Wall
    memvisualisasikan kemiringan dinding sayap yang disesuaikan dengan kontur tanah rencana.
  • Dukungan Lateral Tanah
    memperhitungkan tekanan tanah aktif yang bekerja pada dinding setinggi 7 meter.

11. Formasi Tiang dan Dinding Mineral 7-8 Meter


Grid pemancangan masif mencakup seluruh area tapak selebar 5700mm untuk stabilitas tanah mineral 8 meter.

Gambar kerja ini mencakup desain untuk ketinggian kritis 7-8 meter. Struktur pondasi cerucuk dan beton bertulang dirancang sangat masif untuk mengakomodasi beban tanah timbunan yang tinggi.

  • Kompleksitas Grid Cerucuk
    menampilkan matriks tiang pancang yang ekstensif mencakup seluruh area di bawah abutment dan sayap.
  • Volume Beton Struktur Bawah
    mengindikasikan kebutuhan volume pengecoran yang besar dengan lebar tapak 5.700 mm.
  • Detail Sambungan Dinding
    memperlihatkan perkuatan pada pertemuan sudut antara abutment dan wing wall.
  • Kapasitas Dukung Tanah
    menyiratkan ketergantungan pada friksi dan daya dukung ujung tiang pancang kelompok.

12. Detail Pondasi Tanah Mineral Maksimal 8-9 Meter


Desain pondasi terluas 6150mm dengan kerapatan tiang maksimal untuk ketinggian ekstrem 9 meter tanah mineral.

Ini adalah variasi tertinggi untuk tanah mineral (8-9 meter). Halaman ini menampilkan spesifikasi pondasi paling robust dalam seri tanah mineral, dengan jumlah tiang pancang terbanyak.

  • Kerapatan Maksimum Tiang
    menunjukkan penggunaan jumlah cerucuk kayu maksimal dalam satu kesatuan tapak pondasi.
  • Proporsi Geometris Dinding
    menampilkan rasio kelangsingan dinding penahan yang diimbangi dengan lebar tapak 6.150 mm.
  • Sistem Kekakuan Struktur
    menekankan pada integrasi tulangan vertikal dan horizontal yang padat.
  • Spesifikasi Kedalaman Akhir
    menegaskan elevasi dasar pondasi yang dalam untuk keamanan struktur.

13. Denah Cerucuk Tanah Pasir Tinggi 3-4 Meter


Skema pondasi khusus tanah pasir dengan syarat penetrasi tiang minimal 1,5 meter ke lapisan tanah keras.

Halaman ini beralih ke variasi desain untuk kondisi tanah pasir (Sandy Soil). Terdapat perbedaan mendasar pada persyaratan kedalaman pemancangan dibandingkan tanah mineral.

  • Karakteristik Pondasi Pasir
    mencatat syarat pemancangan tiang minimum 1,5 meter masuk ke tanah keras (berbeda dengan 4m pada mineral).
  • Konfigurasi Tiang Adaptif
    menampilkan penyesuaian jarak antar cerucuk (500 mm) yang lebih lebar dibanding tanah mineral.
  • Profil Dinding Pasir
    menunjukkan geometri dinding penahan untuk ketinggian 3-4 meter pada media pasir.
  • Kriteria Stabilitas Geser
    memperhitungkan karakteristik geser tanah pasir yang berbeda dalam desain tapak.

14. Layout Pemancangan Tanah Pasir 4-5 Meter


Penyesuaian lebar tapak menjadi 3800mm untuk mengatasi sifat geser tanah pasir pada ketinggian 5 meter.

Gambar ini menyajikan desain pondasi pada tanah pasir untuk ketinggian dinding 4-5 meter. Lebar tapak dan jumlah tiang disesuaikan dengan daya dukung tanah pasir yang spesifik.

  • Penyesuaian Grid Pasir
    memperlihatkan tata letak tiang pancang yang optimal untuk kondisi tanah berbutir kasar.
  • Dimensi Dasar Pondasi
    menetapkan lebar tapak 3.800 mm, berbeda dengan variasi tanah mineral pada ketinggian sama.
  • Tulangan Dinding Penahan Pasir
    merinci penggunaan besi beton D16 dan D25.
  • Elevasi Rencana Dasar
    menunjukkan posisi dasar abutment terhadap muka tanah asli.

15. Struktur Bawah Tanah Pasir Ketinggian 5-6 Meter


Potongan struktur dinding beton bertulang setinggi 6 meter dengan tulangan rangkap di area tanah pasir.

Halaman ini mendetailkan desain abutment setinggi 5-6 meter di lokasi bertanah pasir. Fokus utama adalah pada penyebaran beban melalui tapak yang lebar untuk menghindari penurunan (settlement).

  • Densitas Tiang Struktural
    mengatur jumlah cerucuk yang diperlukan untuk menopang beban vertikal pada pasir.
  • Geometri Tapak Pasir
    menampilkan lebar dasar pondasi 4.800 mm.
  • Penulangan Geser Dinding
    memperlihatkan detail tulangan sengkang dan pengikat pada dinding vertikal.
  • Kapasitas Cabut Tiang
    mempertimbangkan gaya angkat (uplift) yang mungkin terjadi pada tumit dinding.

16. Rencana Pondasi Cerucuk Pasir 6-7 Meter


Perluasan dasar pondasi signifikan hingga 5800mm untuk mencegah guling pada tanah pasir setinggi 7 meter.

Untuk ketinggian 6-7 meter pada tanah pasir, desain ini menampilkan struktur pondasi yang diperlebar secara signifikan.

  • Ekspansi Lebar Dasar
    menunjukkan dimensi tapak selebar 5.800 mm untuk menjamin faktor keamanan terhadap guling.
  • Konfigurasi Tulangan Vertikal
    merinci jarak antar tulangan tegak D16-500 pada dinding.
  • Stabilitas Lereng Pasir
    mengantisipasi sudut geser dalam tanah pasir melalui desain geometri dinding.
  • Kedalaman Efektif Pancang
    tetap mengacu pada penetrasi 1,5 meter ke dalam lapisan tanah keras.

17. Formasi Struktur Pasir Ketinggian 7-8 Meter


Matriks tiang pancang diameter 150mm yang sangat padat menopang beban dinding 8 meter di media pasir.

Desain ini menangani beban tanah yang sangat besar pada ketinggian 7-8 meter dengan kondisi tanah dasar pasir. Struktur tapak pondasi dirancang sangat luas.

  • Kerapatan Grid Tiang Pasir
    menampilkan pola pemancangan yang intensif di seluruh area tapak.
  • Volume Struktur Beton
    mengimplikasikan massa beton yang besar dengan lebar tapak 6.300 mm.
  • Detail Pertemuan Sudut
    menunjukkan kontinuitas pembesian antara dinding depan dan dinding sayap.
  • Tahanan Ujung Tiang
    menjadi mekanisme utama transfer beban pada desain ini.

18. Detail Akhir Pondasi Tanah Pasir 8-9 Meter


Profil struktur bawah terbesar dengan lebar 6800mm dan tulangan ekstra untuk kondisi tanah pasir 9 meter.

Halaman terakhir menyajikan desain paling ekstrem untuk tanah pasir dengan ketinggian timbunan 8-9 meter. Ini adalah struktur dengan dimensi terbesar dalam dokumen.

  • Formasi Maksimal Cerucuk Pasir
    memperlihatkan matriks tiang pancang penuh dengan jarak rapat.
  • Dimensi Dinding Tertinggi
    menampilkan potongan dinding penahan setinggi 9 meter dengan tulangan rangkap.
  • Sistem Penjangkaran Bawah
    memastikan stabilitas global struktur terhadap gaya geser dan guling yang masif.
  • Spesifikasi Tanah Keras
    mengulangi catatan penting mengenai penetrasi tiang ke lapisan pendukung.

File DWG

Bagian ini menyediakan akses langsung ke file sumber DWG asli yang digunakan untuk menghasilkan dokumen PDF di atas. File ini berisi data vektor presisi yang dapat diedit menggunakan perangkat lunak CAD, memungkinkan insinyur dan drafter untuk melihat lapisan (layer), dimensi asli, dan properti objek secara mendetail untuk keperluan analisis lebih lanjut atau modifikasi desain.

Tito Reista
Tito Reista project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Postingan Lama

Posting Komentar