Desain Jembatan Beton Bentang 20 Meter DWG

Table of Contents

Desain Jembatan Beton Bentang 20 Meter DWG

Dokumen desain ini memuat spesifikasi teknis dan gambar kerja (shop drawing) untuk konstruksi jembatan beton bertulang dengan bentang 20 meter dan lebar efektif 4,3 meter. Cakupan desain meliputi analisis rinci struktur atas (superstructure) yang terdiri dari balok girder utama berdimensi 500x1100 mm, balok diafragma, dan pelat lantai kendaraan setebal 200 mm. Selain itu, dokumen ini menguraikan struktur bawah (substructure) berupa abutment dan wing wall yang menggunakan konstruksi beton siklop (campuran beton dengan batu mangga), serta sistem pondasi cerucuk kayu keras untuk berbagai kondisi tanah (mineral dan pasir). Seluruh elemen struktural dirancang menggunakan mutu beton K-175 dan baja tulangan deform (ulir) fy 390 MPa serta polos fy 240 MPa sesuai standar Bina Marga.

Ringkasan Spesifikasi Teknis


Komponen Spesifikasi
Bentang Bersih 20.000 mm (20 Meter)
Lebar Total 4.300 mm
Balok Induk 500 x 1.100 mm
Balok Diafragma 200 x 600 mm
Tebal Pelat Lantai 20 cm
Mutu Beton K-175
Pondasi Cerucuk Kayu Keras (Diameter 150 mm)

Informasi Umum File

Berikut adalah parameter administratif dan teknis dari berkas gambar kerja yang tersedia:

  • Klasifikasi Visual Dokumen
    Konten mencakup proyeksi ortogonal (denah, tampak, potongan), detail sambungan struktural, skema penulangan (bar bending schedule), dan tabel volume material.
  • Sistematika Penyajian Gambar
    Gambar disusun secara hierarkis mulai dari layout umum, detail struktur beton, hingga variasi desain pondasi berdasarkan kedalaman tanah keras.
  • Kuantitas Lembar Kerja
    Dokumen terdiri dari 15 lembar gambar yang terintegrasi secara teknis, mencakup seluruh aspek arsitektural dan struktural jembatan.

Uraian Teknis Per Halaman

1. Denah dan Spesifikasi Umum


Layout denah jembatan beton bentang 20 meter dengan lebar jalur 4.3 meter spek K-175.

Halaman ini menyajikan denah layout utama jembatan dengan skala 1:100, memperlihatkan konfigurasi bentang sepanjang 20.000 mm dan lebar jalur 4.300 mm. Tertera spesifikasi material utama dimana struktur atas menggunakan beton bertulang K-175, sedangkan struktur bawah (abutment dan wing wall) menggunakan kombinasi beton 1:3:5 dengan 60% batu mangga. Halaman ini juga mendefinisikan dimensi balok induk 500x1100 mm, balok anak 200x600 mm, serta penggunaan elastomeric bearing sebagai tumpuan.

  • Spesifikasi Material Struktur
    Definisi mutu beton K-175 dan penggunaan batu pecah 2-3 cm untuk pengecoran pelat lantai serta balok.
  • Geometri Planar Jembatan
    Representasi visual lebar total jembatan 4,3 meter dan pembagian segmen balok diafragma setiap 2,5 meter.
  • Kelas Pembebanan Jalan
    Penetapan klasifikasi jembatan sebagai Kelas 1 sesuai standar 100% Bina Marga.
  • Parameter Tulangan Baja
    Pembedaan spesifikasi tulangan polos diameter 12mm (fy 240 MPa) dan ulir 13mm (fy 390 MPa).

2. Tampak Samping dan Potongan Melintang


Potongan melintang struktur jembatan menampilkan elevasi muka air banjir HWL dan dimensi balok girder.

Bagian ini memberikan visualisasi elevasi samping jembatan dan detail potongan melintang (cross-section) skala 1:100. Gambar memperlihatkan posisi Muka Air Normal (N.W.L) dan Muka Air Banjir (H.W.L), serta ketentuan jarak dasar balok minimal 800 mm dari H.W.L. Terdapat pula detail "chamber" atau lawan lendut, serta instruksi kedalaman dasar abutment yang bervariasi antara 1200 mm hingga 1500 mm di bawah dasar sungai tergantung jenis tanah.

  • Profil Elevasi Hidrologis
    Penentuan level aman struktur terhadap elevasi muka air sungai normal dan kondisi banjir.
  • Detail Potongan Transversal
    Konfigurasi posisi balok memanjang 500x1100 dan balok tepi terhadap pelat lantai.
  • Sistem Drainase Vertikal
    Penempatan pipa PVC diameter 2 inci setiap ketinggian 1 meter untuk drainase dinding penahan.
  • Elevasi Dasar Abutment
    Ketentuan teknis kedalaman penggalian pondasi relatif terhadap dasar sungai terendah.

3. Detail Abutment dan Wing Wall


Konstruksi dinding abutment dan sayap menggunakan beton siklop campuran batu mangga dengan pipa resapan.

Halaman ini memuat detail konstruksi abutment dan dinding sayap (wing wall) dengan skala 1:50. Struktur ini dirancang menggunakan beton siklop (beton cor 1:3:5 + 60% batu mangga) untuk efisiensi material pada struktur masif. Terlihat adanya penggunaan pipa resapan PVC untuk mengurangi tekanan hidrostatik di belakang dinding, serta detail penulangan angkur horizontal D16-500 dan vertikal D25-500.

  • Konstruksi Beton Siklop
    Penerapan metode pengisian batu mangga 60% pada matriks beton untuk struktur gravitasi.
  • Manajemen Tekanan Tanah
    Penggunaan tanah berbutir kasar yang dipadatkan di belakang dinding abutment untuk stabilitas.
  • Sistem Angkur Dinding
    Detail tulangan horizontal D16 dan vertikal D25 yang tertanam dalam struktur beton.
  • Lapisan Kerja Pondasi
    Spesifikasi lantai kerja setebal 50 mm dan pasir urug padat 100 mm di bawah tapak abutment.

4. Pembesian Kepala Jembatan dan Elastomer


Rincian sambungan dudukan elastomer pad 500x500mm dan metode stek besi pada tiang pancang kayu.

Fokus halaman ini adalah detail sambungan antara struktur atas dan bawah, mencakup pembesian kepala jembatan (backwall) dan dudukan elastomer. Ditampilkan detail pelat landasan berukuran 500x500x22 mm dan elastomeric bearing 500x500x40 mm. Terdapat juga detail sambungan (stek) antara tiang pancang kayu dan struktur beton, dimana batang kayu dicoak sedalam 2 cm untuk integrasi besi stek diameter 12 mm.

  • Detail Tumpuan Perletakan
    Spesifikasi dimensi dan material bantalan karet elastomer serta pelat baja pendukung.
  • Mekanisme Transfer Beban
    Penggunaan angkur diameter 16 mm panjang 250 mm untuk mengikat pelat tumpuan ke beton.
  • Integrasi Tiang Pancang
    Teknik penyambungan kepala tiang kayu dengan struktur beton menggunakan stek besi yang diikat bendrat.
  • Geometri Backwall
    Dimensi dan penulangan dinding kepala jembatan untuk menahan tanah timbunan oprit.

5. Denah Pembesian Pelat Lantai


Skema penulangan pelat lantai kendaraan tebal 200mm menggunakan besi diameter 10mm jarak 150mm.

Gambar kerja ini menunjukkan rencana penulangan pelat lantai jembatan dengan tebal 200 mm. Tulangan utama menggunakan diameter 10 mm dengan jarak spasi bervariasi (100 mm, 150 mm, dan 300 mm) tergantung pada momen yang bekerja. Potongan 5-5 memperlihatkan posisi tulangan rangkap (atas dan bawah) serta hubungannya dengan balok girder.

  • Distribusi Tulangan Lentur
    Pengaturan jarak tulangan diameter 10 mm rapat di area tumpuan dan lapangan.
  • Konfigurasi Tebal Efektif
    Visualisasi ketebalan pelat lantai kendaraan dan lapisan selimut beton pada potongan melintang.
  • Grid Penulangan Transversal
    Tata letak besi tulangan arah melintang jembatan sepanjang 20.710 mm.
  • Posisi Balok Penumpu
    Relasi geometris antara pelat lantai dengan balok memanjang pada jarak as ke as 1.400 mm.

6. Penulangan Balok


Detail penempatan tulangan ulir diameter 25mm pada balok girder memanjang 500x1100 dan diafragma.

Halaman ini merinci skema penulangan balok memanjang (500x1100 mm) dan balok melintang. Balok memanjang diperkuat dengan tulangan utama 6 buah diameter 25 mm (6 D25) pada sisi tarik dan tekan, serta sengkang diameter 12 mm dengan jarak bervariasi (100 mm di tumpuan, 200 mm di lapangan). Ditampilkan juga detail panjang penyaluran (overlap) tulangan sepanjang 1000 mm.

  • Detail Tulangan Longitudinal
    Spesifikasi besi utama ulir diameter 25 mm yang menerus sepanjang bentang balok.
  • Zona Geser Sengkang
    Pengaturan kerapatan sengkang diameter 12 mm pada area tumpuan untuk menahan gaya geser.
  • Sambungan Lewatan Besi
    Ketentuan teknis panjang overlap 1000 mm pada sambungan tulangan memanjang.
  • Penampang Balok Diafragma
    Rincian tulangan balok melintang dengan dimensi tulangan utama 3 D12.

7. Cerucuk Abutment & Wing Wall (Tanah Mineral 1)


Pola pemancangan pondasi cerucuk kayu diameter 150mm untuk tanah mineral kedalaman 4 hingga 5 meter.

Halaman ini adalah yang pertama dari seri gambar rencana pondasi cerucuk untuk tanah mineral dengan kedalaman tanah keras 4-5 meter. Layout menampilkan susunan tiang pancang kayu diameter 150 mm dengan jarak antar tiang 450 mm hingga 500 mm. Pondasi cerucuk mencakup area di bawah abutment dan wing wall yang membentuk sudut 45 derajat.

  • Pola Pemancangan Dasar
    Grid tiang pancang vertikal dengan jarak pusat ke pusat 450-500 mm.
  • Geometri Sayap Pondasi
    Bentuk denah pondasi wing wall yang menyudut untuk menahan tanah timbunan samping.
  • Spesifikasi Tiang Kayu
    Penggunaan kayu diameter 150 mm yang dipancang hingga mencapai tanah keras minimal 4 meter.
  • Tulangan Pengikat Pile Cap
    Detail pembesian horizontal D16-500 pada tapak pondasi untuk menyatukan kepala tiang.

8. Cerucuk Abutment & Wing Wall (Tanah Mineral 2)


Konfigurasi tiang pancang miring pada pondasi abutment untuk stabilitas lateral tanah mineral kedalaman menengah.

Variasi desain pondasi untuk kondisi tanah mineral dengan kedalaman tanah keras 5-6 meter. Terlihat penambahan jumlah baris cerucuk dan perluasan dimensi tapak pondasi untuk mengakomodasi kedalaman yang lebih besar. Potongan melintang memperlihatkan kombinasi tiang tegak dan tiang miring (batter piles) untuk menahan gaya lateral.

  • Adaptasi Kedalaman Menengah
    Penyesuaian konfigurasi cerucuk untuk lapisan tanah keras pada kedalaman 5,0 - 6,0 meter.
  • Stabilitas Gaya Lateral
    Penerapan tiang pancang miring pada bagian depan abutment untuk melawan tekanan tanah aktif.
  • Densitas Grid Tiang
    Peningkatan jumlah titik pancang dalam matriks pondasi dibanding tipe mineral dangkal.
  • Dimensi Tapak Efektif
    Perluasan area dasar beton bertulang menjadi lebar 4.350 mm.

9. Cerucuk Abutment & Wing Wall (Tanah Mineral 3)


Perluasan dimensi tapak beton pondasi menjadi 5.25 meter untuk kondisi tanah mineral dalam.

Desain pondasi untuk tanah mineral dengan kedalaman 6-7 meter. Denah menunjukkan pola pemancangan yang lebih padat dan luas tapak yang membesar menjadi 5.250 mm x 4.300 mm pada area utama. Struktur wing wall juga memiliki jangkauan cerucuk yang lebih panjang untuk stabilitas lereng.

  • Ekspansi Tapak Pondasi
    Pembesaran dimensi lebar dasar abutment untuk distribusi beban pada tanah yang lebih dalam.
  • Matriks Cerucuk Padat
    Susunan tiang pancang yang rapat pada seluruh luasan tapak abutment dan dinding sayap.
  • Reinforcement Tapak Bawah
    Penulangan lapis bawah D16 dan D25 untuk menahan momen lentur pada pile cap.
  • Integrasi Struktur Sayap
    Kesinambungan pola cerucuk dari abutment utama ke area wing wall.

10. Cerucuk Abutment & Wing Wall (Tanah Mineral 4)


Desain struktur bawah jembatan paling masif dengan lebar dasar 5.7 meter dan angkur besi D16.

Varian terdalam untuk tanah mineral (7-8 meter). Gambar ini menampilkan konfigurasi pondasi paling masif dalam seri tanah mineral, dengan lebar tapak mencapai 5.700 mm. Jumlah cerucuk dimaksimalkan untuk memastikan daya dukung ujung (end bearing) dan gesekan (friction) yang memadai.

  • Konfigurasi Deep Foundation
    Desain khusus untuk kondisi tanah keras yang berada pada kedalaman 7,0 - 8,0 meter.
  • Optimalisasi Lebar Dasar
    Dimensi transversal tapak pondasi diperlebar hingga 5,7 meter untuk stabilitas guling.
  • Kerapatan Tiang Maksimum
    Penggunaan jumlah tiang terbanyak dalam satu baris potongan untuk beban maksimal.
  • Tulangan Geser Vertikal
    Detail penulangan sengkang D16-500 untuk memperkuat hubungan kolom dinding dan tapak.

11. Cerucuk Abutment & Wing Wall (Tanah Pasir 1)


Grid seragam tiang pancang kayu diameter 150mm pada tanah pasir dengan jarak antar titik 500mm.

Halaman ini memulai seri desain pondasi untuk kondisi tanah pasir (non-kohesif) kedalaman 4-5 meter. Karakteristik pondasi pasir berbeda dengan mineral, terlihat dari jarak antar tiang yang disesuaikan menjadi 500 mm secara lebih seragam. Kedalaman pemancangan tiang kayu minimal 1,5 meter ke dalam tanah keras.

  • Desain Tanah Non-Kohesif
    Penyesuaian teknis pondasi untuk karakteristik mekanika tanah berpasir.
  • Penetrasi Tiang Minimum
    Syarat pemancangan cerucuk minimal 1,5 meter memasuki lapisan tanah keras.
  • Uniformitas Grid Pasir
    Penggunaan spasi tiang yang konsisten sebesar 500 mm pada arah transversal.
  • Geometri Tapak Pasir
    Dimensi dasar pondasi selebar 3.800 mm untuk kedalaman dangkal tanah pasir.

12. Cerucuk Abutment & Wing Wall (Tanah Pasir 2)


Potongan teknis pondasi pasir kedalaman 6 meter menampilkan perkuatan sisi miring abutment lebar 4.8 meter.

Desain pondasi tanah pasir untuk kedalaman 5-6 meter. Lebar tapak abutment bertambah menjadi 4.800 mm. Gambar potongan memperlihatkan cerucuk miring pada bagian depan dan belakang untuk menahan potensi likuifaksi atau pergeseran lateral pada tanah pasir.

  • Ekstensi Lebar Tapak
    Penambahan dimensi lebar dasar menjadi 4,8 meter untuk stabilitas pada tanah pasir medium.
  • Sistem Cerucuk Raker
    Aplikasi tiang pancang miring untuk meningkatkan tahanan lateral pada tanah granuler.
  • Pola Grid Wingwall
    Tata letak cerucuk pada dinding sayap yang mengikuti kontur menyudut.
  • Reinforcement Horizontal
    Penggunaan besi D16-500 sebagai tulangan susut dan pengikat pada tapak.

13. Cerucuk Abutment & Wing Wall (Tanah Pasir 3)


Kepadatan tinggi cerucuk kayu di bawah wing wall untuk mencegah guling pada tanah pasir dalam.

Untuk kedalaman tanah pasir 6-7 meter, lebar tapak pondasi diperbesar menjadi 5.800 mm. Layout cerucuk sangat padat dengan jarak antar tiang dijaga pada 500 mm. Anotasi menunjukkan penggunaan cerucuk diameter 150 mm dengan panjang yang disesuaikan kondisi lapangan.

  • Pondasi Pasir Dalam
    Konfigurasi struktur bawah untuk lapisan tanah keras pasir pada kedalaman 6-7 meter.
  • Dimensi Dasar Masif
    Perluasan tapak beton hingga 5,8 meter untuk menyebarkan beban jembatan.
  • Kepadatan Tiang Tinggi
    Susunan cerucuk yang memenuhi seluruh area di bawah abutment dan wing wall.
  • Detail Tulangan Utama
    Spesifikasi besi D25-500 sebagai tulangan pokok lentur pada pile cap.

14. Cerucuk Abutment & Wing Wall (Tanah Pasir 4)


Struktur pondasi terluas 6.3 meter dirancang khusus untuk kondisi tanah pasir sangat dalam dan beban berat.

Varian terdalam untuk tanah pasir (7-8 meter), dengan lebar tapak pondasi mencapai 6.300 mm. Ini adalah struktur pondasi terbesar dalam dokumen, dirancang untuk kondisi tanah yang paling tidak menguntungkan. Jumlah tiang pancang dimaksimalkan untuk menjamin keamanan struktur.

  • Stabilitas Maksimum Pasir
    Desain pondasi terluas (6,3 meter) untuk kondisi tanah pasir yang dalam.
  • Volume Cerucuk Ekstrim
    Penggunaan jumlah tiang pancang terbanyak per satuan luas tapak.
  • Struktur Dinding Tinggi
    Penyesuaian dimensi vertikal abutment untuk menahan timbunan setinggi 7-8 meter.
  • Tulangan Geser Intensif
    Peningkatan kebutuhan tulangan geser pada pertemuan dinding dan tapak.

15. Tabel Pemakaian Bahan dan Besi


Tabel rekapitulasi volume material beton 53 kubik dan daftar potong bengkok besi tulangan jembatan.

Halaman terakhir berisi rekapitulasi teknis berupa Bill of Quantities (BoQ) parsial. Terdapat tabel volume beton, kebutuhan semen (320.40 zak), pasir (29.38 m3), dan kerikil (42.72 m3). Selain itu, terdapat Bar Bending Schedule (BBS) yang merinci kode besi, diameter, panjang potongan, jumlah batang, dan berat total untuk pelat lantai, balok memanjang, balok melintang, dan balok tepi.

  • Rekapitulasi Volume Material
    Perhitungan total volume beton 53,40 m3 untuk komponen struktur utama.
  • Skedul Pembesian Detail
    Daftar potong bengkok besi (BBS) mencakup diameter, panjang, dan bentuk tekukan.
  • Analisa Berat Baja
    Kalkulasi berat besi tulangan per elemen struktur seperti balok dan pelat.
  • Komposisi Campuran Beton
    Referensi kebutuhan material dasar (semen, pasir, kerikil) untuk mutu K-175.

File DWG

Untuk kebutuhan studi lebih lanjut, modifikasi desain, atau referensi proyek konstruksi jembatan bentang 20 meter, tersedia akses ke file sumber asli dalam format CAD. File ini mencakup seluruh detail teknis, layer gambar, dan properti objek yang dapat diedit sesuai kebutuhan spesifikasi teknis proyek.

Tito Reista
Tito Reista project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Older Posts Newer Posts

Post a Comment