Desain Jembatan Beton Bentang 22 Meter DWG
Table of Contents
Desain Jembatan Beton Bentang 22 Meter DWG
Dokumen teknis ini mencakup desain komprehensif untuk struktur jembatan beton bertulang dengan bentang total 22 meter. Materi gambar kerja menyajikan detail lengkap mulai dari struktur bawah (substructure) yang terdiri dari kombinasi pondasi tiang pancang beton dan kayu ulin, hingga struktur atas (superstructure) berupa balok girder beton bertulang dimensi 600x1200 mm dan pelat lantai kendaraan. Dokumen ini juga menguraikan spesifikasi teknis elemen pendukung seperti wing wall (dinding sayap), sistem perletakan elastomeric bearing pad, abutment, serta plat injak. Seluruh penyajian visual disusun dalam format gambar teknik standar (engineering drawing) yang mencakup denah, tampak, potongan melintang, dan detail penulangan yang presisi untuk kebutuhan konstruksi sipil.
Ringkasan Spesifikasi Teknis
| Komponen | Spesifikasi |
|---|---|
| Bentang Total | 22 Meter |
| Balok Induk (Girder) | 600 x 1200 mm |
| Balok Diafragma | 200 x 800 mm |
| Pilar | Kolom Beton 60 x 60 cm |
| Pondasi | Komposit: Tiang Pancang Beton 25/25 & Kayu Ulin 15/15 |
| Elastomer Bearing | 600 x 500 x 40 mm |
Informasi Umum File
Dokumen ini merupakan representasi digital dari kumpulan gambar kerja teknik sipil yang terorganisir secara sistematis untuk keperluan fabrikasi dan pelaksanaan lapangan.
- Karakteristik Visual Gambar
Menyajikan kombinasi tampilan denah (plan), potongan (section), dan detail pembesian (reinforcement detail) dengan notasi dimensi yang lengkap. - Struktur Konten Dokumentasi
Terbagi menjadi tujuh lembar kerja yang mengurutkan informasi dari tata letak umum hingga detail komponen terkecil. - Total Lembar Gambar
Terdiri dari 7 halaman dokumen teknis yang siap dijadikan acuan konstruksi.
Uraian Teknis Per Halaman
1. Denah Situasi dan Potongan Memanjang Jembatan
Halaman pertama menyajikan gambaran umum geometri jembatan melalui denah lokasi dan potongan memanjang. Visualisasi ini mendefinisikan bentang bersih antar tumpuan serta elevasi rencana terhadap muka air banjir (HWL) dengan freeboard minimum 800mm. Terlihat konfigurasi pondasi yang menggunakan sistem tiang pancang komposit, yaitu tiang pancang beton 25/25 pada bagian atas yang disambung dengan tiang pancang kayu ulin 15/15 sepanjang 6 meter di bagian bawah untuk memaksimalkan daya dukung pada kondisi tanah lunak.
- Geometri Umum Struktur
Memaparkan dimensi total panjang jembatan 22 meter dengan konfigurasi abutment di kedua sisi. - Elevasi Muka Air
Menunjukkan batas ketinggian air tertinggi (High Water Level) sebagai acuan elevasi dasar balok. - Konfigurasi Tiang Pancang
Memperlihatkan susunan tiang pondasi beton dan kayu ulin dalam format potongan samping. - Dimensi Bentang Bersih
Menjelaskan jarak antar as perletakan dan panjang total struktur termasuk oprit.
2. Tampak Melintang dan Detail Komponen Penunjang
Halaman ini berfokus pada irisan melintang jembatan yang memperlihatkan susunan balok induk (girder), pelat lantai, dan kolom pilar berukuran 60x60 cm. Terdapat detail spesifik mengenai dinding sayap (wing wall) untuk menahan tanah timbunan, serta sistem drainase vertikal menggunakan pipa PVC 2 inci. Gambar ini juga menyertakan detail teknis sambungan tiang pancang kayu dan desain kanstin pembatas jalan, lengkap dengan angkur besi untuk pengikatan ke struktur utama.
- Profil Melintang Struktur
Menggambarkan posisi elevasi lantai kendaraan, balok, dan pilar terhadap muka tanah. - Detail Sambungan Tiang Kayu
Menguraikan metode penyambungan elemen pancang kayu ulin dengan struktur beton di atasnya. - Sistem Drainase Vertikal
Menunjukkan penempatan pipa resapan PVC untuk mencegah genangan air pada lantai jembatan. - Spesifikasi Geometri Kanstin
Memvisualisasikan bentuk dan tulangan pembatas jalan serta trotoar inspeksi.
3. Denah Pondasi dan Penulangan Pelat Injak
Bagian ini menguraikan rencana tata letak titik pondasi dan struktur pelat injak (approach slab) yang berfungsi sebagai transisi antara jalan raya dan jembatan. Denah pondasi memperlihatkan kelompok tiang pancang di bawah pile cap dengan penulangan kolom utama menggunakan besi ulir D16. Detail pelat injak menyajikan konfigurasi tulangan rangkap (D13 dan D8) untuk menahan beban lalu lintas di area oprit, serta detail potongan yang menunjukkan ketebalan pasir urug dan lantai kerja.
- Tata Letak Titik Pancang
Memetakan koordinat posisi tiang pancang dalam grup pondasi untuk distribusi beban yang merata. - Detail Penulangan Kolom
Menspesifikasikan jumlah dan diameter besi tulangan utama serta sengkang pada kolom pilar. - Spesifikasi Tulangan Pelat Injak
Menguraikan susunan pembesian pelat transisi untuk mencegah penurunan tanah di ujung jembatan. - Lapisan Perkerasan Bawah
Menjelaskan komposisi lapisan pasir urug dan lean concrete di bawah struktur pondasi.
4. Denah dan Potongan Penulangan Wing Wall
Halaman ini didedikasikan untuk detail struktur wing wall yang kompleks, menampilkan denah dan berbagai potongan vertikal (C-C, D-D, E-E). Gambar kerja ini memberikan instruksi fabrikasi tulangan dinding penahan tanah dengan variasi diameter besi (D13 dan D16) serta jarak antar tulangan yang disesuaikan dengan momen guling tanah. Terlihat pula adanya sistem pipa resapan (suling-suling) pada dinding untuk mengurangi tekanan hidrostatis di belakang dinding penahan.
- Skema Penulangan Dinding Sayap
Menyajikan pola anyaman besi vertikal dan horizontal pada struktur wing wall. - Variasi Ketebalan Dinding
Menunjukkan perubahan dimensi tebal dinding beton dari bawah ke atas sesuai kebutuhan struktural. - Detail Potongan Vertikal
Memberikan pandangan internal mengenai penempatan tulangan pada berbagai segmen dinding. - Spesifikasi Besi Tulangan Dinding
Mencantumkan notasi diameter dan jarak spasi tulangan (misalnya D13-150) secara rinci.
5. Rencana Penulangan Pelat Lantai Kendaraan
Fokus halaman ini adalah shop drawing untuk penulangan pelat lantai jembatan. Denah menyajikan bar schedule visual untuk tulangan atas dan bawah dengan notasi D10 dalam berbagai jarak spasi (100mm hingga 300mm). Potongan 1-1 memperlihatkan ketebalan efektif pelat lantai, selimut beton, dan kait tulangan pada area kantilever trotoar, memastikan kekuatan pelat dalam menahan beban gandar kendaraan yang melintas.
- Distribusi Tulangan Pelat Lantai
Menggambarkan sebaran besi tulangan pokok dan bagi pada seluruh area lantai jembatan. - Layer Penulangan Atas dan Bawah
Membedakan posisi tulangan momen positif dan negatif pada penampang pelat. - Potongan Tebal Pelat
Memvisualisasikan dimensi vertikal lantai beton dan integrasinya dengan balok induk. - Konfigurasi Pembesian Kantilever
Menjelaskan detail tulangan pada bagian tepi jembatan yang menggantung (area trotoar/kanstin).
6. Detail Penulangan Balok Girder dan Diafragma
Lembar ini memuat detail krusial struktur atas, yaitu penulangan balok induk (main girder) dimensi 600x1200 mm dan balok diafragma (cross beam) dimensi 200x800 mm. Gambar memanjang balok menunjukkan zona tumpuan dan lapangan dengan variasi jarak sengkang (D12-100 di tumpuan, D12-200 di lapangan) untuk menahan gaya geser. Potongan melintang balok memperlihatkan posisi tulangan utama (D25) dan tulangan pinggang, serta area overlap sambungan besi.
- Spesifikasi Tulangan Balok Induk
Merincikan jumlah dan posisi besi tulangan utama diameter besar (D25) pada girder. - Detail Balok Diafragma
Menunjukkan pembesian balok pengaku melintang untuk stabilitas lateral struktur. - Konfigurasi Sengkang Geser
Menjelaskan kerapatan besi begel pada zona plastis tumpuan dibandingkan area tengah bentang. - Zona Overlap Tulangan Utama
Menandai lokasi yang diizinkan untuk penyambungan lewatan besi tulangan memanjang.
7. Detail Perletakan Elastomer dan Angkur Dudukan
Halaman terakhir menyajikan detail mekanikal sistem perletakan jembatan berupa Elastomeric Bearing Pad berukuran 600x500x40 mm. Gambar mendetailkan hubungan antara kepala pilar (pier head), bantalan karet, pelat baja, dan balok girder. Terdapat informasi mengenai penggunaan angkur besi D16 dan pelat baja setebal 22mm yang ditanam pada beton K225 untuk memastikan transfer beban yang efisien dari struktur atas ke struktur bawah serta mengakomodasi pergerakan termal.
- Spesifikasi Elastomeric Bearing Pad
Mendefinisikan dimensi dan material bantalan karet jembatan. - Detail Pelat Baja Penumpu
Menggambarkan pelat metal yang menjadi dudukan antara beton dan elastomer. - Sistem Pengangkuran Balok
Menunjukkan mekanisme pengikatan balok ke pilar menggunakan baut angkur tanam. - Geometri Dudukan Perletakan
Memvisualisasikan bentuk pedestal beton pada kepala kolom sebagai tumpuan balok.
File DWG
Bagian ini menyediakan akses unduhan ke berkas sumber dalam format DWG. File ini berisi data vektor presisi tinggi yang dapat digunakan sebagai referensi desain, perhitungan struktur ulang, atau basis modifikasi gambar kerja teknik sipil menggunakan perangkat lunak CAD.







Post a Comment