Desain Jembatan Girder Baja 6 Meter Abutment Beton Bertulang Cerucuk Kayu DWG

Table of Contents

Desain Jembatan Girder Baja Lantai Kayu 6 Meter Abutment Beton Bertulang Cerucuk Kayu

Dokumen teknis ini menyajikan engineering drawing komprehensif untuk konstruksi jembatan girder baja lantai kayu 6 meter semi-permanen dengan struktur atas kombinasi baja profil dan lantai kayu, serta struktur bawah berupa abutment beton bertulang yang didukung oleh pondasi cerucuk. Desain ini dikhususkan untuk bentang 6 meter dengan lebar jalur lalu lintas 3,2 meter, dirancang mampu mengakomodasi beban kendaraan standar perkebunan atau akses pedesaan (Kelas 2, 70% Bina Marga). Elemen struktural utama mencakup Main Girder menggunakan profil WF 400x200 dan Cross Girder WF 248x124 yang diikat dengan sistem bracing siku. Struktur bawah mengandalkan kekuatan beton mutu K-175 dengan variasi kedalaman pondasi cerucuk kayu keras (Ulin) menyesuaikan kondisi tanah, baik mineral maupun gambut. Dokumentasi ini berfungsi sebagai acuan fabrikasi (shop drawing) dan pedoman pelaksanaan konstruksi di lapangan.

Ringkasan Spesifikasi Teknis


Komponen Spesifikasi
Tipe Jembatan Girder Baja Lantai Kayu (Semi-Permanen)
Bentang Total 6.000 mm (6 Meter)
Lebar Jalur 3.200 mm (3,2 Meter)
Standar Beban Kelas 2 (70% Bina Marga)
Main Girder WF 400x200x8x13 (ASTM A36/SS400)
Cross Girder WF 248x124x5x8
Lantai Kayu Kelas II (Papan 5/20)
Struktur Bawah Abutment Beton Bertulang K-175
Pondasi Cerucuk Kayu Ulin (Diameter min. 150 mm)

Informasi Umum File

Berikut adalah rincian administratif dan karakteristik fisik dari dokumen gambar kerja yang tersedia:

  • Identifikasi Berkas Utama
    menjelaskan file DWG ini sebagai representasi digital dari data vektor DWG asli yang memuat instruksi visual pembangunan jembatan.
  • Karakteristik Visual Gambar
    menampilkan proyeksi ortogonal standar teknik sipil yang meliputi denah, potongan memanjang, potongan melintang, serta detail sambungan struktural.
  • Struktur Konten Dokumentasi
    tersusun secara sistematis mulai dari lembar spesifikasi material, detail struktur baja, detail sambungan (connection), hingga detail tulangan pondasi dan abutment.
  • Total Lembar Gambar
    terdiri dari 6 halaman dokumen yang masing-masing memuat informasi teknis spesifik untuk setiap segmen konstruksi.

Uraian Teknis Per Halaman

1. Spesifikasi Teknis dan Data Umum Jembatan


Sketsa elevasi samping jembatan bentang 6 meter menampilkan posisi muka air banjir terhadap balok girder.

Halaman pembuka ini berfungsi sebagai lembar informasi dasar yang merangkum parameter desain dan spesifikasi material yang digunakan dalam proyek. Terdapat tabel spesifikasi yang menegaskan penggunaan standar ASTM A36/JIS SS400 untuk baja dan Kayu Kelas II untuk lantai. Visualisasi potongan memanjang memberikan gambaran elevasi jembatan terhadap muka tanah dan muka air banjir, serta posisi abutment yang disarankan berjarak 1,5 hingga 2,0 meter dari tepi sungai untuk stabilitas lereng.

  • Klasifikasi dan Standar Desain
    mencantumkan kategori jembatan sebagai Kelas 2 dengan referensi pembebanan 70% standar Bina Marga.
  • Spesifikasi Material Struktur Utama
    mendefinisikan mutu baja profil, jenis kayu lantai, dan mutu beton K-175 untuk struktur bawah.
  • Parameter Dimensi Geometris
    menetapkan panjang bentang total 6.000 mm dan lebar bersih jembatan 3.200 mm.
  • Identitas Proyek dan Administratif
    memuat kop gambar resmi dengan logo Sinarmas Agribusiness and Food, judul proyek, serta tanggal rencana (Januari 2026).

2. Denah Rangka Baja dan Potongan Melintang Lantai


Susunan balok induk profil WF 400x200 yang menopang lantai papan kayu ulin tebal 5 cm.

Halaman ini menguraikan tata letak elemen struktur atas (superstructure). Denah rangka baja memperlihatkan konfigurasi balok induk dan balok anak, sementara potongan melintang mendetailkan susunan lantai kayu yang terdiri dari papan lajur roda dan papan lantai dasar. Detail ini sangat krusial untuk memastikan distribusi beban roda kendaraan tersalurkan dengan baik ke balok baja melalui perantara bantalan kayu.

  • Konfigurasi Balok Girder Baja
    menunjukkan penggunaan profil WF 400x200x8x13 sebagai gelagar utama dan WF 248x124x5x8 sebagai gelagar melintang.
  • Susunan Lantai Kayu Jembatan
    menguraikan lapisan papan kayu ukuran 5/20 dan balok pengapit ukuran 10/25 serta 15/25 untuk menahan beban lalu lintas.
  • Sistem Sambungan Mekanis Kayu
    menjelaskan penggunaan paku ulin/baja 4 inci dan baut diameter 5/8 inci untuk mengunci elemen kayu.
  • Detail Perpanjangan Elemen Balok
    memberikan instruksi visual mengenai metode penyambungan balok kayu memanjang dengan pelat baut.

3. Detail Ikatan Angin dan Sambungan Baja Struktural


Detail sambungan pelat buhul tebal 10mm pada ikatan angin silang menggunakan baut mutu tinggi A325.

Fokus halaman ini adalah pada integritas dan kekakuan struktur baja melalui detail bracing (ikatan angin) dan sambungan antar profil. Gambar teknik di sini memperbesar area pertemuan antara profil WF dengan pelat buhul (gusset plate) dan profil siku, memastikan struktur memiliki ketahanan terhadap gaya lateral. Detail las dan pembautan disajikan dengan skala 1:10 untuk kejelasan fabrikasi.

  • Geometri Bracing Horizontal
    menggambarkan pola ikatan angin tipe silang (cross bracing) menggunakan profil siku 50x50x5 mm.
  • Spesifikasi Pelat Buhul dan Pengaku
    mendetailkan penggunaan pelat baja dengan ketebalan 8 mm dan 10 mm sebagai elemen penyambung.
  • Konfigurasi Baut Kekuatan Tinggi
    menetapkan penggunaan baut tipe HTB A325 diameter 1/2 inci dan 5/8 inci pada titik-titik buhul.
  • Potongan Detail Sambungan Girder
    memperlihatkan elevasi pertemuan antara web balok induk dan balok anak yang diperkuat dengan siku 70x70x7.

4. Detail Perletakan Elastomer dan Koneksi Deck


Komponen tumpuan elastomer karet dimensi 400x240x30 mm yang terpasang di atas base plate angkur.

Halaman ini menyajikan detail vital mengenai transfer beban dari struktur atas ke struktur bawah. Terdapat gambar detail Base Plate yang dilengkapi angkur untuk menahan gaya geser dan angkat. Selain itu, diperlihatkan pula mekanisme pengikatan kayu ke flens balok baja menggunakan klem pelat strip, yang menjaga posisi lantai agar tidak bergeser akibat getaran kendaraan.

  • Mekanisme Tumpuan Elastomeric Bearing
    mengilustrasikan penggunaan bantalan karet ukuran 400x240x30 mm di bawah tumpuan baja.
  • Spesifikasi Base Plate dan Angkur
    merinci dimensi pelat landasan 400x240x16 mm yang diikat dengan 4 buah angkur berdiameter 3/4 inci.
  • Integrasi Struktur Kayu ke Baja
    memperlihatkan detail klem pelat strip 3x30 mm yang dilas atau dibaut untuk menjepit balok kayu pada profil WF.
  • Dimensi Komponen Penyalur Beban
    memberikan ukuran presisi jarak antar baut dan posisi pengelasan pada tumpuan gelagar.

5. Desain Pondasi dan Abutment pada Tanah Mineral


Potongan melintang abutment beton bertulang mutu K-175 dengan tulangan pokok diameter 16mm di tanah mineral.

Bagian ini khusus menampilkan desain struktur bawah (substructure) untuk kondisi tanah mineral. Gambar mencakup denah pondasi, potongan melintang abutment, dan detail penulangan beton. Desain ini menggunakan kombinasi beton bertulang dengan cerucuk kayu keras sebagai perbaikan tanah dasar untuk mendukung beban vertikal jembatan.

  • Konstruksi Abutment Beton Bertulang
    menampilkan geometri dinding abutment dengan beton mutu K-175 dan lantai kerja setebal 5 cm.
  • Skema Penulangan Struktur Bawah
    merinci penggunaan besi tulangan polos diameter 10 mm (D10) dan ulir diameter 16 mm (D16) dengan jarak spasi bervariasi (150-250 mm).
  • Sistem Pondasi Cerucuk Pendek
    menginstruksikan penggunaan tiang kayu keras diameter min. 150 mm dengan panjang 4 meter untuk tanah mineral.
  • Potongan Elevasi Dinding Sayap
    memvisualisasikan bentuk wing wall yang berfungsi menahan tekanan tanah timbunan di belakang abutment.

6. Penyesuaian Pondasi Jembatan pada Lahan Gambut


Konfigurasi tiang pancang kayu keras panjang 6 meter untuk stabilitas abutment di area tanah gambut.

Halaman terakhir menyajikan variasi desain pondasi khusus untuk lokasi dengan kondisi tanah lunak atau gambut. Meskipun geometri abutment beton relatif sama dengan halaman sebelumnya, terdapat perbedaan signifikan pada spesifikasi panjang tiang pancang cerucuk untuk mencapai tanah keras atau meningkatkan daya dukung gesekan (friction pile).

  • Adaptasi Panjang Tiang Pancang
    menetapkan persyaratan cerucuk kayu yang lebih panjang, yakni 6 meter, dibandingkan desain tanah mineral.
  • Detail Kepala Tiang dan Stek
    memperlihatkan metode koneksi kepala tiang kayu yang dimasukkan 150 mm ke dalam pile cap beton dilengkapi stek besi D10.
  • Tata Letak Titik Bor Cerucuk
    menggambarkan denah penyebaran titik-titik tiang pancang di bawah tapak pondasi dengan jarak antar tiang 500 mm.
  • Dimensi Vertikal Struktur Abutment
    mengonfirmasi elevasi total struktur abutment setinggi 1.650 mm dari dasar tapak hingga dudukan bearing.

File DWG

Bagian ini menyediakan akses langsung ke file sumber dalam format DWG. File ini adalah referensi primer yang memungkinkan arsitek atau insinyur sipil untuk melakukan pengukuran ulang, modifikasi desain, atau penyesuaian skala gambar kerja sesuai kebutuhan spesifik proyek konstruksi.

Tito Reista
Tito Reista project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Older Posts Newer Posts

Post a Comment