Desain Jembatan Beton Bentang 4 Meter DWG
Daftar Isi
Desain Jembatan Beton Bentang 4 Meter DWG
Desain Jembatan Beton Bentang 4 Meter DWG adalah dokumen teknis gambar kerja (Shop Drawing) untuk konstruksi jembatan beton bertulang dengan bentang menengah (4 meter) dan lebar 4,3 meter. Dokumen ini mencakup detail denah, potongan struktur, spesifikasi penulangan, serta detail fondasi cerucuk yang lebih kompleks untuk menahan beban pada bentang yang lebih panjang dibandingkan Desain Jembatan Beton Bentang 2,5–3,0 Meter. Gambar ini dirancang untuk memenuhi standar Bina Marga Kelas 1 (100%).
Spesifikasi Teknis Material
Berdasarkan standar spesifik pada dokumen desain bentang 4 meter ini, berikut adalah rincian spesifikasi material yang wajib digunakan:
Pekerjaan Beton
- Pelat Lantai & Balok (Kepala Jembatan) menggunakan Beton Bertulang campuran 1:2:3 (Mutu Min. K-175) dengan agregat batu pecah 2-3 cm, dimana tebal pelat lantai jembatan ditingkatkan menjadi 250 mm.
- Abutment & Wing Wall menggunakan Beton campuran 1:3:5 ditambah 60% Batu Mangga (Max. 200 mm). (Catatan: Persentase batu mangga lebih tinggi dibanding bentang pendek).
- Plesteran dilakukan pada permukaan Abutment dan Wing Wall dengan campuran 1:2 setebal 20 mm.
Penulangan (Rebar)
- Besi Diameter < 12 mm memiliki tegangan leleh (fy) = 240 MPa (Polos).
- Besi Diameter ≥ 13 mm memiliki tegangan leleh (fy) = 390 MPa (Ulir/Deform).
Denah dan Tata Letak
Jembatan didesain dengan panjang bentang bersih 4.000 mm dan lebar total 4.300 mm. Posisi abutment dapat disesuaikan dengan sudut kondisi lapangan (25°-45°). Lantai dilengkapi pipa drainase PVC Ø2" dan kanstin pengaman.
Elevasi dan Tampak Samping
Ketentuan elevasi (H) untuk jembatan bentang 4 meter meliputi:
- Jarak dasar balok jembatan dari Muka Air Banjir (HWL) minimal 600 mm.
- Pada Tanah Mineral, dasar Abutment minimal 80 cm di bawah dasar sungai terendah.
- Pada Tanah Pasir/Gambut, dasar Abutment minimal 150 cm di bawah dasar sungai terendah.
- Kemiringan urugan tanah (oprit) maksimal 8%.
Detail Struktur Pelat Lantai
Pelat lantai setebal 250 mm ditulangan dengan besi ulir D19-100 (lapis bawah) dan besi polos Ø8-200 (lapis atas). Struktur ini didesain lebih tebal untuk mengakomodasi momen lentur yang lebih besar pada bentang 4 meter.
Detail Abutment dan Wing Wall
Detail konstruksi abutment mencakup pemasangan pipa resapan (weep holes) setiap ketinggian 1 meter dan penggunaan angkur besi Ø16-500 untuk mengikat struktur ke fondasi cerucuk.
Fondasi Cerucuk (Perkuatan Tanah)
Dokumen ini menyediakan detail konfigurasi cerucuk kayu keras (Min Ø15 cm) yang sangat lengkap, mencakup 5 variasi ketinggian tebing (H) mulai dari 2 meter hingga 7 meter untuk dua jenis tanah berbeda.
A. Untuk Tanah Mineral
Pada kondisi tanah mineral yang relatif stabil, formasi cerucuk difokuskan untuk menahan gaya guling akibat tekanan tanah aktif di belakang abutment.
Pada ketinggian 2,0 - 3,0 Meter, digunakan konfigurasi dasar dengan jarak antar cerucuk yang standar, cukup untuk menahan beban vertikal jembatan dan tekanan tanah minimal.
Untuk ketinggian 3,0 - 4,0 Meter, penambahan baris cerucuk pada bagian tumit (heel) abutment diperlukan guna mengimbangi peningkatan momen guling seiring bertambahnya tinggi timbunan.
Saat mencapai ketinggian 4,0 - 5,0 Meter, kerapatan cerucuk ditingkatkan secara signifikan. Pola pemancangan mulai diperlebar ke arah sayap (wing wall) untuk menjaga stabilitas lereng samping.
Pada ketinggian 5,0 - 6,0 Meter, struktur membutuhkan perkuatan ekstra. Detail ini menunjukkan penggunaan cerucuk miring (batter piles) atau penambahan jumlah tiang vertikal untuk menahan gaya lateral yang besar.
Untuk ketinggian ekstrem 6,0 - 7,0 Meter, diterapkan formasi maksimal untuk tebing curam pada tanah mineral. Konfigurasi ini menggunakan matriks cerucuk yang sangat rapat untuk mencegah kegagalan geser global pada struktur jembatan.
B. Untuk Tanah Pasir / Gambut
Pada tanah lunak (pasir/gambut), fokus utama adalah meningkatkan daya dukung tanah dan mencegah penurunan (settlement) jangka panjang. Cerucuk dipancang lebih dalam (Min. 4 meter atau sampai tanah keras) dengan formasi grid yang lebih rapat dibanding tanah mineral.
Pada ketinggian 2,0 - 3,0 Meter (Tanah Lunak), meskipun tebing rendah, jumlah cerucuk dibuat lebih banyak dibandingkan tanah mineral untuk mengkompensasi daya dukung tanah yang rendah.
Untuk ketinggian 3,0 - 4,0 Meter (Tanah Lunak), pola grid diperketat untuk mendistribusikan beban jembatan secara lebih merata ke lapisan tanah di bawahnya, mengurangi risiko differential settlement.
Saat mencapai ketinggian 4,0 - 5,0 Meter (Tanah Lunak), diperlukan perluasan area pemancangan hingga ke luar tapak fondasi utama untuk mengikat tanah di sekitar abutment agar tidak longsor (sliding).
Pada ketinggian 5,0 - 6,0 Meter (Tanah Lunak), desain menggunakan kombinasi cerucuk vertikal yang sangat rapat. Pada level ini, stabilitas timbunan oprit di belakang abutment juga menjadi perhatian kritis.
Untuk ketinggian 6,0 - 7,0 Meter (Tanah Lunak), diterapkan desain paling ekstrem untuk kondisi tanah terburuk. Memerlukan volume kayu cerucuk yang masif untuk menciptakan "matras" fondasi yang kaku dan stabil di atas tanah gambut/pasir.
Dokumen Kerja (DWG)
File gambar kerja (CAD) ini sangat diperlukan untuk plotting skala presisi dan modifikasi desain sesuai kondisi lapangan. Unduh file format .dwg melalui tombol berikut:
Kesimpulan
Desain Jembatan Beton Bentang 4 Meter DWG adalah acuan teknis komprehensif untuk pembangunan jembatan dengan beban lalu lintas standar perkebunan (Agribusiness). Dengan peningkatan spesifikasi pada ketebalan lantai dan persentase batu mangga pada abutment, serta opsi fondasi cerucuk hingga kedalaman tebing 7 meter, desain ini menawarkan keamanan struktur yang lebih tinggi untuk bentang menengah.














Posting Komentar