Desain Jembatan Beton Bentang 5 Meter DWG
Daftar Isi
Desain Jembatan Beton Bentang 5 Meter DWG
Dokumen ini memuat Detail Engineering Design (DED) lengkap untuk struktur jembatan beton bertulang dengan bentang 5 meter dan lebar 4,3 meter. Dokumen mencakup spesifikasi teknis material, detail penulangan (pembesian), konfigurasi abutment, wing wall, serta rencana pondasi cerucuk kayu yang disesuaikan dengan berbagai kondisi kedalaman tanah keras dan jenis tanah (mineral dan pasir). Desain ini mengacu pada standar Bina Marga Kelas 1.
| ITEM | KETERANGAN |
|---|---|
| KELAS JEMBATAN | KELAS 1, 100% BINA MARGA |
| STRUKTUR ATAS | BETON BERTULANG K-175 |
| STRUKTUR BAWAH | ABUTMENT & WING WALL (BATU KALI) |
| LEBAR JEMBATAN | 4.3 METER |
Jenis Gambar Teknik:
-
Denah (Plan View)
-
Tampak Samping (Elevation)
-
Potongan Melintang & Memanjang (Sections)
-
Detail Penulangan (Reinforcement Details)
-
Denah Pondasi & Cerucuk (Foundation Layout)
Pratinjau Gambar
1. Denah Utama Jembatan
- Halaman ini menampilkan denah layout jembatan yang digambarkan dengan skala 1:50.
- Informasi kunci meliputi dimensi panjang jembatan 5.000 mm serta lebar jalur 4.300 mm.
- Spesifikasi material menggunakan beton bertulang K-175 untuk pelat lantai dan balok, serta pasangan batu kali untuk abutment dan wing wall.
- Detail drainase terlihat menggunakan pipa PVC 2 inci dengan slope kemiringan lantai sebesar 2% untuk aliran air.
2. Tampak Samping & Elevasi
- Gambar tampak samping dengan skala 1:50 mengilustrasikan elevasi jembatan terhadap muka air banjir (H.W.L) dan dasar sungai.
- Ketentuan teknis memberikan informasi mengenai jarak minimum dasar balok dari muka air banjir yaitu minimal 600 mm.
- Kedalaman dasar abutment terhadap dasar sungai direncanakan minimal 80-150 cm tergantung jenis tanah.
- Struktur pondasi digambarkan menggunakan kayu keras berdiameter min. 15 cm yang dipancang hingga tanah keras.
3. Denah Penulangan & Potongan Melintang
- Fokus halaman ini adalah pada detail struktural pelat lantai jembatan.
- Denah Penulangan Pelat menunjukkan konfigurasi besi tulangan lapisan atas (D10-200) dan lapisan bawah (D19-100).
- Potongan melintang memperlihatkan ketebalan pelat lantai 300 mm serta posisi pipa drainase dan lapisan aspal.
- Detail perletakan menggunakan bantalan elastomeric bearing karet dengan ketebalan 20 mm.
4. Detail Abutment & Wing Wall
- Detail konstruksi untuk abutment dan dinding sayap (wing wall) disajikan dengan skala 1:40.
- Gambar kerja memperlihatkan detail penulangan vertikal dan horizontal yang lengkap.
- Sistem drainase dinding penahan tanah menggunakan pipa resapan PVC untuk mencegah kejenuhan air.
- Sambungan struktur antara tiang pancang kayu dengan beton abutment menggunakan stek besi D10 mm.
5. Layout Cerucuk (Tanah Mineral, H 2-3m)
- Gambar rencana pondasi ini ditujukan untuk kondisi tanah mineral dengan ketinggian abutment 2,0–3,0 meter.
- Formasi titik pancang ditampilkan secara jelas beserta dimensi pile cap 1.650 x 2.000 mm pada modul sayap.
- Potongan 1-1 dan 2-2 menunjukkan elevasi dan susunan tulangan D16-500 serta D19-500.
6. Layout Cerucuk (Tanah Mineral, H 3-4m)
- Konfigurasi pondasi lanjutan diterapkan untuk tanah mineral dengan ketinggian abutment 3,0–4,0 meter.
- Penyesuaian desain dilakukan pada dimensi dasar serta jumlah cerucuk untuk mengakomodasi beban struktur yang lebih tinggi.
- Lebar dasar abutment pada desain ini mencapai 2.300 mm.
7. Layout Cerucuk (Tanah Mineral, H 4-5m)
- Detail pondasi untuk tanah mineral pada ketinggian abutment 4,0–5,0 meter memperlihatkan peningkatan densitas cerucuk kayu.
- Dimensi struktur bawah melebar menjadi 3.000 mm untuk menjaga stabilitas.
- Tujuan pelebaran adalah untuk mengantisipasi gaya guling dan geser yang bekerja pada dinding.
8. Layout Cerucuk (Tanah Mineral, H 5-6m)
- Gambar kerja pondasi ini dirancang untuk tanah mineral dengan ketinggian signifikan 5,0–6,0 meter.
- Lebar dasar abutment bertambah menjadi 3.900 mm sesuai kebutuhan beban.
- Detail potongan menunjukkan skema pembesian yang lebih kompleks pada dinding abutment yang tinggi.
9. Layout Cerucuk (Tanah Mineral, H 6-7m)
- Varian tertinggi untuk tanah mineral mencakup ketinggian dinding 6,0–7,0 meter.
- Dimensi dasar abutment dimaksimalkan hingga mencapai 4.800 mm.
- Isi gambar mencakup denah pola pemancangan dan detail tulangan dinding penahan tanah yang masif.
10. Layout Cerucuk (Tanah Pasir, H 2-3m)
- Memulai seri detail untuk jenis tanah pasir, halaman ini mencakup desain pondasi ketinggian 2,0–3,0 meter.
- Catatan khusus menyebutkan pemancangan cerucuk kayu keras diameter 150 mm minimal 1,5 meter sampai tanah keras.
- Lebar dasar struktur direncanakan sebesar 1.900 mm.
11. Layout Cerucuk (Tanah Pasir, H 3-4m)
- Konfigurasi pondasi pada tanah pasir untuk ketinggian abutment 3,0–4,0 meter menampilkan dimensi dasar selebar 2.500 mm.
- Pola tulangan menggunakan besi D16-500 baik secara vertikal maupun horizontal.
12. Layout Cerucuk (Tanah Pasir, H 4-5m)
- Desain struktur bawah jembatan pada tanah pasir dengan ketinggian 4,0–5,0 meter memiliki lebar dasar 3.300 mm.
- Gambar layout menunjukkan pola grid pemancangan yang disesuaikan dengan karakteristik daya dukung tanah pasir.
13. Layout Cerucuk (Tanah Pasir, H 5-6m)
- Gambar kerja untuk kondisi tanah pasir dengan ketinggian struktur 5,0–6,0 meter memerlukan lebar dasar 4.300 mm.
- Detail mencakup potongan melintang abutment yang menunjukkan kemiringan sisi luar.
- Fungsi kemiringan tersebut adalah untuk meningkatkan stabilitas tanah urug di belakang dinding.
14. Layout Cerucuk (Tanah Pasir, H 6-7m)
- Halaman terakhir menampilkan desain pondasi terbesar untuk tanah pasir dengan ketinggian 6,0–7,0 meter.
- Dasar abutment memiliki lebar maksimum 5.300 mm.
- Detail ini merupakan representasi struktur paling masif dalam dokumen untuk mengatasi beban tanah aktif yang tinggi.
Representasi Teknis
Halaman ini menyajikan gambar kerja (shop drawing) dan detail desain (DED) untuk konstruksi jembatan beton. Dokumen ini sangat relevan sebagai referensi gambar teknik sipil yang mencakup aspek struktur jembatan beton bertulang, detail pembesian (bar bending schedule basis), serta mekanika tanah dan pondasi.
Isi file mencakup komponen vital seperti:
-
Struktur Atas: Pelat lantai kendaraan, trotoar/kanstin, dan elastomeric bearing pad.
-
Struktur Bawah: Abutment tipe gravitasi, wing wall (dinding sayap), dan pondasi cerucuk kayu (micropiles).
-
Sistem Drainase: Pipa sulingan (weep holes) dan saluran pembuangan air hujan.
Dokumen ini diklasifikasikan sebagai referensi gambar konstruksi infrastruktur standar Bina Marga untuk jembatan bentang pendek.














Posting Komentar