Desain Jembatan Beton Bentang 8 Meter DWG
Daftar Isi
Desain Jembatan Beton Bentang 8 Meter DWG
Dokumen ini memuat Detail Engineering Design (DED) lengkap untuk struktur jembatan beton bertulang dengan bentang 8 meter dan lebar 4,3 meter. Desain mencakup spesifikasi struktur atas (superstructure) berupa balok T-girder dan pelat lantai, serta struktur bawah (substructure) yang terdiri dari abutment, wing wall, dan pondasi cerucuk kayu keras. Dokumen ini juga menyediakan variasi detail pondasi berdasarkan klasifikasi tanah (mineral dan pasir) serta variasi ketinggian abutment (H) mulai dari 3 meter hingga 8 meter. Keseluruhan detail desain ini terangkum dalam dokumen dengan Jumlah Halaman 15 Halaman.
| ITEM | KETERANGAN |
|---|---|
| KELAS JEMBATAN | KELAS 1, BINA MARGA (PERKEBUNAN/PEDESAAN) |
| STRUKTUR ATAS | BETON BERTULANG K-175 |
| STRUKTUR BAWAH | ABUTMENT & WING WALL (BATU KALI/COR) |
| LEBAR JEMBATAN | 4.3 METER |
| PANJANG BENTANG | 8.0 METER |
Jenis Gambar Teknik:
-
Gambar Teknik Sipil
-
Denah
-
Potongan Melintang & Memanjang
-
Detail Penulangan (Reinforcement)
-
Detail Sambungan
-
Rencana Titik Pancang
Pratinjau Gambar & Analisis Teknis
Berikut adalah rincian teknis untuk setiap lembar gambar yang terdapat dalam dokumen desain ini:
1. Denah Utama Jembatan
- Halaman ini menampilkan Denah Utama Jembatan yang digambarkan dengan skala 1:50.
- Tata letak struktur menyajikan posisi balok induk (girder) berukuran 350x700 mm serta balok diafragma ukuran 200x400 mm.
- Konfigurasi lantai dirancang dengan kemiringan (slope) 2% untuk drainase air hujan yang dilengkapi penempatan pipa saluran air PVC.
- Dimensi jalur lalu lintas memiliki lebar bersih 3.500 mm yang diapit oleh kanstin pada kedua sisinya.
- Spesifikasi teknis struktur atas menggunakan beton bertulang mutu K-175 dengan agregat batu pecah 2-3 cm.
2. Tampak Samping & Detail Chamber
- Gambar ini memuat Tampak Samping & Detail Chamber jembatan yang disajikan dalam skala 1:50.
- Fokus utama terletak pada elevasi vertikal yang memperlihatkan hubungan antara muka air banjir (HWL), dasar sungai, dan elevasi dasar abutment.
- Instruksi teknis menetapkan kedalaman abutment minimum 120 cm di bawah dasar sungai untuk tanah mineral dan 150 cm untuk tanah pasir.
- Pelindung tebing menggunakan struktur pasangan batu kosong (batu mangga) dengan spesi campuran beton 1:3:5.
3. Potongan Melintang
- Gambar kerja ini menyajikan Potongan Melintang serta detail elemen perletakan (bearing) secara komprehensif.
- Visualisasi struktur memperlihatkan dimensi tulangan sengkang pada balok, lapisan lantai kerja, dan konfigurasi pipa PVC untuk weep holes.
- Detail khusus pada Potongan a-a dan b-b dengan skala 1:10 menguraikan spesifikasi Elastomeric Bearing Pad ukuran 450x360x30 mm.
- Sistem pengangkuran bantalan ditumpu oleh pelat baja dan diikat menggunakan baut berdiameter 16 mm sepanjang 250 mm ke dalam abutment.
4. Detail Abutment, Wing Wall, dan Stek Tiang Pancang
- Isi halaman mencakup Detail Abutment, Wing Wall, serta spesifikasi Stek Tiang Pancang.
- Gambar potongan memperlihatkan konstruksi dinding penahan tanah (wing wall) yang dilengkapi sistem drainase pipa PVC dan material timbunan berbutir kasar.
- Detail sambungan tiang pancang skala 1:20 menunjukkan metode koneksi antara kepala tiang kayu keras diameter 150 mm dengan beton pile cap.
- Teknis penyambungan menggunakan stek besi diameter 12 mm yang dicoak masuk ke dalam kepala tiang kayu.
5. Pembesian Pelat Lantai
- Fokus utama halaman ini adalah pada Pembesian Pelat Lantai (Potongan 5-5) yang digambar dengan skala 1:20.
- Instruksi teknis mengatur susunan tulangan rangkap baik sisi atas maupun bawah pada pelat lantai jembatan setebal 200 mm.
- Rincian gambar mencakup jarak antar tulangan, tebal selimut beton, serta posisi tulangan susut dan utama.
- Penempatan tulangan disesuaikan dengan momen positif dan negatif yang bekerja pada bentang pelat tersebut.
6. Pembesian Balok Memanjang dan Melintang
- Lembar ini memuat detail lengkap mengenai Pembesian Balok Memanjang dan Melintang.
- Profil tulangan utama balok girder menggunakan kombinasi besi ulir diameter 22 mm (D22) serta sengkang diameter 12 mm.
- Potongan memanjang memperlihatkan konfigurasi tulangan tumpuan dan lapangan beserta detail penjangkaran pada ujung balok.
- Visualisasi penampang melalui Potongan 1-1, 2-2, dan 3-3 memperjelas posisi tulangan di dalam beton.
7. Rencana Cerucuk Abutment (Tanah Mineral, H 3-4m)
- Rencana ini ditujukan untuk Cerucuk Abutment & Wing Wall pada kondisi tanah mineral dengan ketinggian dinding 3,0–4,0 meter.
- Denah pondasi menunjukkan pola penempatan tiang pancang cerucuk kayu secara grid dan diagonal pada area wing wall.
- Potongan teknis 1-1 dan 2-2 memperlihatkan elevasi tulangan D16 dan D22 pada dinding abutment serta dimensi tapak pondasi.
8. Rencana Cerucuk Abutment (Tanah Mineral, H 4-5m)
- Lanjutan detail pondasi ini menampilkan Rencana Cerucuk untuk kondisi tanah mineral setinggi 4,0–5,0 meter.
- Konfigurasi cerucuk disesuaikan jumlahnya untuk mengantisipasi beban lateral dan vertikal yang bertambah.
- Detail tulangan vertikal dan horizontal pada dinding abutment disajikan lengkap dengan notasi jarak P-500 dan P-800.
9. Rencana Cerucuk Abutment (Tanah Mineral, H 5-6m)
- Desain ini menampilkan Rencana Cerucuk Abutment & Wing Wall untuk ketinggian 5,0–6,0 meter pada tanah mineral.
- Lebar tapak pondasi ditambah menjadi 3.900 mm guna menjaga stabilitas terhadap guling dan geser.
- Kepadatan tiang pancang cerucuk ditingkatkan jumlah barisnya untuk mengakomodasi beban struktur yang lebih besar.
10. Rencana Cerucuk Abutment (Tanah Mineral, H 6-7m)
- Dokumen ini menyajikan Rencana Cerucuk untuk ketinggian struktur 6,0–7,0 meter pada tanah mineral.
- Dasar pile cap diperluas dimensinya hingga mencapai 4.800 mm.
- Detail penulangan dinding dibuat lebih rapat dengan skema pemancangan cerucuk intensif di area tumit (heel) dan ujung (toe) untuk melawan gaya tanah aktif.
11. Rencana Cerucuk Abutment (Tanah Mineral, H 7-8m)
- Desain pondasi ini diperuntukkan bagi kondisi paling ekstrem pada tanah mineral dengan ketinggian 7,0–8,0 meter.
- Lebar pondasi dimaksimalkan hingga mencapai 5.700 mm.
- Detail teknis mencakup penggunaan tulangan D22 dan D16 dengan jarak P=500 untuk menahan momen lentur besar pada dinding yang tinggi.
12. Rencana Cerucuk Abutment (Tanah Pasir, H 3-4m)
- Variasi kondisi tanah ini menampilkan Rencana Cerucuk Abutment & Wing Wall untuk Tanah Pasir setinggi 3,0–4,0 meter.
- Catatan teknis menegaskan kewajiban pemancangan cerucuk kayu keras minimum sedalam 1,5 meter hingga tanah keras.
- Perbedaan spesifikasi ini ditekankan sebagai pembeda utama dari desain untuk kondisi tanah mineral.
13. Rencana Cerucuk Abutment (Tanah Pasir, H 4-5m)
- Halaman ini menyajikan detail pondasi khusus untuk Tanah Pasir dengan ketinggian dinding 4,0–5,0 meter.
- Penyesuaian dimensi dilakukan pada tapak pondasi yang ukurannya menjadi 3.400 mm.
- Pola cerucuk diatur kembali agar sesuai dengan karakteristik daya dukung tanah pasir yang berbeda.
14. Rencana Cerucuk Abutment (Tanah Pasir, H 5-6m)
- Lembar ini memuat Rencana Cerucuk untuk ketinggian struktur 5,0–6,0 meter pada kondisi Tanah Pasir.
- Dasar pondasi didesain dengan lebar mencapai 4.300 mm.
- Detail penulangan menunjukkan penggunaan besi vertikal D16 dan horizontal D16-500 serta angkur pengaku untuk stabilitas di tanah non-kohesif.
15. Rencana Cerucuk Abutment (Tanah Pasir, H 6-7m)
- Halaman terakhir menampilkan desain pondasi untuk ketinggian 6,0–7,0 meter pada Tanah Pasir.
- Dimensi terbesar untuk varian tanah pasir ini memiliki lebar tapak mencapai 5.300 mm.
- Rincian gambar mencakup susunan tiang pancang yang padat serta skema pembesian dinding komprehensif untuk keamanan terhadap beban gempa dan tekanan lateral.
Representasi Teknis
Dokumen ini merepresentasikan standar gambar kerja (shop drawing) profesional untuk infrastruktur jembatan kelas Bina Marga. Konten mencakup aspek struktural, geoteknik, dan detail konstruksi yang esensial bagi kontraktor dan konsultan pengawas.
Lingkup Teknis Mencakup:
-
Struktur Beton Bertulang: Analisis pembesian balok T, pelat lantai, dan dinding penahan (retaining wall).
-
Sistem Pondasi: Detail pondasi dangkal yang diperkuat dengan cerucuk kayu (micropiles) untuk perbaikan tanah lunak/gambut atau mineral.
-
Detail Sambungan: Koneksi rigid antara pile cap dan tiang pancang, serta dudukan elastomer.
-
Manajemen Air: Sistem drainase lantai jembatan dan weep holes pada dinding abutment.















Posting Komentar