Desain Jembatan Girder Baja 14 Meter Abutment Beton Bertulang Cerucuk Kayu DWG

Table of Contents

Desain Jembatan Girder Baja Lantai Kayu 14 Meter Abutment Beton Bertulang Cerucuk Kayu

Dokumen ini memuat rincian teknis komprehensif mengenai desain jembatan girder baja lantai kayu 14 meter abutment beton bertulang cerucuk kayu komposit yang menggabungkan struktur atas berupa girder baja profil WF dengan sistem lantai kayu, serta didukung oleh struktur bawah abutment beton bertulang yang diperkuat pondasi cerucuk kayu ulin. Desain ini dirancang untuk bentang 14 meter dengan lebar jembatan 3,2 meter, menggunakan spesifikasi pembebanan Kelas 2 (70% Bina Marga). Dokumen teknis mencakup tata letak umum (General Arrangement), detail sambungan baja (steel connections), konfigurasi ikatan angin (bracing), sistem perletakan (elastomeric bearing), serta detail pondasi yang disesuaikan untuk dua kondisi tanah berbeda, yaitu tanah mineral dan tanah gambut. Seluruh gambar kerja disajikan sebagai acuan konstruksi sipil yang mengutamakan stabilitas struktural dan efisiensi material.

Ringkasan Spesifikasi Teknis


Komponen Spesifikasi
Tipe Jembatan Girder Baja Lantai Kayu
Bentang Bersih 14.000 mm (14 Meter)
Lebar Jalur 3.200 mm (3,2 Meter)
Gelagar Induk WF 600x250x12x20
Gelagar Melintang WF 248x124x5x8
Lantai Papan Kayu Kelas II (5/20)
Abutment Beton Bertulang K-175
Pondasi Cerucuk Kayu Ulin 15/15

Informasi Umum File

Dokumen PDF ini berfungsi sebagai representasi digital dari kumpulan gambar kerja teknik (engineering drawing) yang diekspor dari format DWG, menyediakan data visual presisi untuk fabrikasi dan konstruksi lapangan.

  • Identifikasi Berkas Utama
    File DWG berjudul Desain Jembatan Girder Baja Lantai Kayu 14 Meter Abutment Beton Bertulang Cerucuk Kayu memuat 7 lembar gambar teknis yang mencakup elemen struktural atas dan bawah.
  • Karakteristik Visual Gambar
    Visualisasi disajikan dalam format proyeksi ortogonal 2D yang meliputi denah (plan view), potongan memanjang (longitudinal section), potongan melintang (cross section), serta detail perbesaran (blown-up details) untuk sambungan kritis.
  • Struktur Konten Dokumentasi
    Urutan halaman disusun sistematis mulai dari spesifikasi umum dan tata letak jembatan, dilanjutkan dengan detail fabrikasi baja dan lantai kayu, hingga detail penulangan pondasi dan pemancangan cerucuk.
  • Total Lembar Gambar
    Dokumen terdiri dari 7 halaman dokumen yang masing-masing memuat informasi spesifik terkait komponen jembatan.

Uraian Teknis Per Halaman

1. Tata Letak Umum dan Spesifikasi Jembatan


Potongan memanjang jembatan bentang 14 meter menampilkan elevasi girder WF 600 dan susunan lantai papan kayu kelas II.

Halaman pertama menyajikan pandangan menyeluruh desain jembatan melalui potongan memanjang dan denah. Jembatan memiliki bentang total 14.000 mm (14 meter) dengan struktur utama menggunakan Girder Baja WF 600x250x12x20 mutu ASTM A36/JIS SS400. Lantai jembatan menggunakan papan kayu Kelas II berukuran 5/20 yang dipasang di atas cross girder WF 248x124x5x8. Posisi abutment beton bertulang K-175 ditempatkan menjorok 1,5 hingga 2 meter dari tepi sungai untuk menjaga kestabilan lereng, didukung oleh tiang pancang cerucuk kayu ulin berukuran 15/15 dengan panjang 4 meter atau sampai tanah keras.

  • Spesifikasi Material Struktur
    Rincian material mencakup baja profil untuk struktur utama, kayu kelas II untuk lantai kendaraan, dan beton mutu K-175 untuk struktur bawah, sesuai standar Kelas 2 Bina Marga.
  • Geometri Potongan Memanjang
    Visualisasi elevasi samping memperlihatkan susunan girder utama, posisi diafragma, elevasi muka air banjir dan normal, serta kedalaman rencana pondasi cerucuk.
  • Konfigurasi Denah Lantai
    Denah menggambarkan pola pemasangan papan lantai kayu 5/20, jarak antar cross girder sebesar 1.800 mm, dan dimensi lebar jalur lalu lintas sebesar 3.200 mm ditambah trotoar/kerb.
  • Parameter Stabilitas Lereng
    Catatan teknis memberikan panduan penempatan abutment relatif terhadap bibir sungai untuk memitigasi risiko gerusan atau kelongsoran tanah.

2. Denah Rangka Baja dan Detail Lantai Kayu


Konfigurasi denah rangka baja WF 248 serta detail sambungan perpanjangan balok kayu ukuran 10/25 menggunakan baut 5/8 inci.

Halaman ini fokus pada detail framing baja dan konstruksi lantai kayu. Denah rangka baja (skala 1:100) memperlihatkan susunan balok induk dan balok anak serta sistem pengaku lateral (bracing) menggunakan profil siku 50x50x5. Potongan melintang (skala 1:20) menunjukkan elevasi girder WF 600x250 terhadap cross girder WF 248x124, serta detail sambungan baut HTB A325 diameter 5/8 inci. Terdapat pula detail khusus untuk perpanjangan balok kayu ukuran 10/25 dan 15/25 menggunakan pelat penyambung dan baut.

  • Tata Letak Rangka Baja
    Penggambaran grid struktur baja mencakup posisi main girder, cross girder, dan stringer yang membentuk kerangka kaku untuk menopang beban lantai.
  • Detail Konstruksi Lantai Kayu
    Potongan melintang memperlihatkan lapisan papan kayu 5/20, balok ganjal kayu 10/25 dan 15/25, serta cara pengikatan ke struktur baja di bawahnya.
  • Dimensi Komponen Melintang
    Informasi dimensi vertikal dan horizontal elemen struktur, termasuk jarak antar balok dan ketebalan komponen lantai secara presisi.
  • Skema Sambungan Balok Kayu
    Detail perpanjangan balok menampilkan metode penyambungan kayu menggunakan baut 5/8 inci dengan pola jarak lubang baut yang spesifik (100-150-100 mm) untuk transfer beban aksial.

3. Detail Ikatan Angin dan Pengaku Badan


Detail teknis ikatan angin siku 50x50 dan pelat pengaku badan girder tebal 12mm dengan las sudut fillet.

Lembar ini menyajikan detail fabrikasi baja, khususnya pada sistem bracing (ikatan angin) dan stiffener (pengaku). Detail A dan B (skala 1:10) menguraikan pertemuan antara bracing siku 50x50x5 dengan pelat buhul (gusset plate) 10 mm yang dilas pada badan girder utama. Gambar juga menunjukkan sambungan diafragma WF 248x124 ke girder utama menggunakan baut HTB A325 dan siku penyambung 70x70x7. Detail pelat pengaku vertikal tebal 12 mm diberikan untuk mencegah tekuk pada badan girder.

  • Detail Konfigurasi Ikatan Angin
    Visualisasi geometri pertemuan batang diagonal bracing tipe X pada pelat buhul sentral dan pelat buhul tepi untuk kekakuan lateral jembatan.
  • Spesifikasi Pelat Pengaku
    Rincian dimensi dan posisi pelat stiffener vertikal (8 mm dan 12 mm) yang dipasang pada web girder untuk meningkatkan kapasitas geser dan tumpuan.
  • Mekanisme Sambungan Diafragma
    Potongan teknis 1-1 dan 2-2 memperlihatkan perakitan diafragma ke main girder menggunakan profil siku ganda dan baut mutu tinggi.
  • Geometri Las dan Sayap
    Detail sambungan sayap dan badan memberikan informasi mengenai ketebalan las sudut (fillet weld) 6 mm dan 12 mm pada pertemuan pelat.

4. Detail Sambungan dan Perletakan Baja


Tampilan close-up dudukan elastomeric bearing pad 400x300mm dan angkur baja diameter 3/4 inci tertanam pada abutment.

Halaman ini menguraikan interaksi antara berbagai material struktur. Detail sambungan kayu dan baja (skala 1:10) menunjukkan penggunaan klem atau baut untuk memegang balok kayu pada flange baja. Fokus utama lainnya adalah detail perletakan (bearing) yang menggunakan bantalan elastomerik berukuran 400x300x40 mm. Base plate baja berukuran 400x300x20 mm diangkur ke beton abutment menggunakan angkur L diameter 3/4 inci.

  • Mekanisme Perletakan Elastomer
    Sistem tumpuan jembatan digambarkan menggunakan elastomeric bearing pad untuk mengakomodasi rotasi dan pergerakan termal struktur atas.
  • Detail Base Plate dan Angkur
    Konfigurasi pelat landasan baja yang dilas keliling dan ditanamkan ke beton menggunakan angkur L untuk transfer beban vertikal dan horizontal ke pondasi.
  • Hubungan Girder ke Lantai
    Potongan detail memperlihatkan integrasi antara balok kayu pemikul lantai dengan profil baja WF melalui pelat sambung dan baut.
  • Dimensi Dudukan Baja
    Ukuran geometris presisi untuk dudukan girder, termasuk jarak ke tepi beton dan posisi lubang angkur pada base plate.

5. Detail Sambungan Utama Girder


Skema sambungan momen girder WF 600 menggunakan pola grid baut HTB A325 dan pelat penyambung badan ganda.

Dokumen ini menyajikan detail sambungan momen (moment connection) untuk penyambungan segmen girder utama WF 600x250x12x20 jika diperlukan, atau sambungan balok memanjang lainnya. Detail (skala 1:10) menampilkan penggunaan pelat penyambung badan (web splice plate) dan pelat penyambung sayap (flange splice plate). Sambungan menggunakan baut HTB A325 dalam jumlah masif (pola grid) untuk memastikan kontinuitas transfer momen lentur dan gaya geser. Pelat sayap menggunakan dimensi 250x795x12 mm dan 100x795x12 mm.

  • Pola Sambungan Baut Mutu Tinggi
    Susunan grid baut HTB pada badan dan sayap digambarkan dengan jarak antar baut (pitch) 90 mm dan jarak ke tepi 60 mm untuk efisiensi distribusi tegangan.
  • Spesifikasi Pelat Sambung Badan
    Penggunaan pelat ganda pada sisi kiri dan kanan badan girder (dimensi 615x420x12 mm) untuk menjepit web dan menyalurkan gaya geser.
  • Konfigurasi Splice Sayap
    Detail pelat penyambung pada sisi luar dan dalam sayap girder untuk menjaga kontinuitas kapasitas momen inersia penampang.
  • Integrasi Diafragma pada Sambungan
    Gambar memperlihatkan posisi diafragma WF 248x124 yang terhubung dekat area sambungan utama menggunakan siku 70x70x7.

6. Denah dan Potongan Pondasi (Tanah Mineral)


Penampang pondasi abutment beton K-175 dengan formasi cerucuk kayu keras panjang 4 meter untuk lokasi tanah mineral.

Halaman ini memuat gambar kerja struktur bawah khusus untuk kondisi tanah mineral. Denah pondasi (skala 1:25) dan potongan P1/P2 menunjukkan konstruksi abutment tipe gravitasi/kantilever dari beton bertulang K-175. Pondasi didukung oleh cerucuk kayu keras berdiameter minimum 150 mm dengan panjang 4 meter. Detail penulangan memperlihatkan penggunaan besi ulir diameter 10 mm dengan jarak 150 mm (D10-150) untuk dinding dan pelat pondasi.

  • Denah Pondasi Tanah Mineral
    Layout penempatan titik tiang pancang cerucuk dan dimensi footing beton seluas 4.500 mm x 2.050 mm untuk distribusi beban ke tanah keras.
  • Penulangan Dinding Abutment
    Detail pembesian dinding penahan tanah dan wing wall menggunakan besi D10-150, lengkap dengan stek besi yang tertanam ke dalam cerucuk.
  • Formasi Tiang Pancang Cerucuk
    Pola pemancangan tiang kayu vertikal dengan jarak antar as tiang 500 mm pada arah memanjang dan melintang untuk daya dukung friksi dan ujung.
  • Potongan Struktural Abutment
    Tampilan irisan vertikal P1 dan P2 yang menjelaskan ketebalan lantai kerja, elevasi pile cap, dan geometri dinding abutment.

7. Detail Cerucuk dan Pondasi (Tanah Gambut)


Detail konstruksi kaki jembatan di lahan gambut menggunakan cerucuk dalam 6 meter dan stek besi tulangan diameter 10mm.

Halaman terakhir menyajikan variasi desain pondasi untuk lokasi dengan kondisi tanah gambut. Meskipun geometri beton abutment serupa dengan tipe tanah mineral, spesifikasi cerucuk disesuaikan. Cerucuk kayu keras yang digunakan memiliki diameter minimum 150 mm dengan panjang 6 meter (lebih panjang dibanding tipe mineral) untuk mencapai lapisan tanah yang lebih stabil atau meningkatkan tahanan gesek. Detail kepala cerucuk memperlihatkan stek besi diameter 10 mm yang dibor masuk ke dalam kayu untuk ikatan komposit dengan beton.

  • Adaptasi Pondasi Tanah Gambut
    Modifikasi spesifikasi teknik pondasi bawah untuk mengakomodasi daya dukung tanah lunak (gambut) dengan memperpanjang elemen tiang pancang.
  • Spesifikasi Panjang Cerucuk
    Penetapan panjang tiang pancang kayu menjadi 6 meter (L=6 M) sebagai respon terhadap karakteristik tanah gambut yang dalam.
  • Detail Penanaman Tiang
    Teknik penyambungan antara kepala tiang kayu dan pile cap beton menggunakan pasak besi (stek) untuk mencegah pergeseran lateral.
  • Layout Tulangan Beton Bawah
    Konfigurasi besi tulangan D10-150 pada telapak pondasi yang dirancang untuk menahan momen lentur akibat beban jembatan dan tekanan tanah aktif.

File DWG

Bagian ini menyediakan akses ke file sumber asli dalam format DWG. File ini mencakup seluruh geometri vektor, layer, dan metadata CAD yang presisi untuk keperluan analisis struktural lebih lanjut, perhitungan volume (BoQ), atau modifikasi desain.

Tito Reista
Tito Reista project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Older Posts Newer Posts

Post a Comment