Desain Jembatan Girder Baja 12 Meter Pondasi Cor Beton Batu Mangga DWG

Table of Contents

Desain Jembatan Girder Baja Lantai Kayu 12 Meter Pondasi Cor Beton Batu Mangga

Dokumen teknis ini menguraikan spesifikasi desain struktur jembatan girder baja lantai kayu 12 meter yang menerapkan sistem struktur komposit baja dan kayu dengan karakteristik pondasi tipe gravitasi. Desain ini mengintegrasikan gelagar utama profil baja WF 600x200x11x17 dan sistem lantai kayu papan 5/20, yang ditumpu oleh abutment beton kombinasi. Fitur utama dari infrastruktur ini adalah penggunaan pondasi cor beton campuran 1:3:5 dengan isian 30% batu mangga (beton siklop) yang berfungsi sebagai massa penahan beban vertikal dan lateral, menggantikan sistem tiang pancang pada kondisi tanah tertentu. Dokumentasi ini mencakup detail lengkap mulai dari tata letak umum, konfigurasi rangka baja, sambungan baut mutu tinggi (HTB), hingga detail pembesian abutment beton bertulang mutu K-175, yang disajikan dalam format gambar kerja teknik sipil standar (engineering drawing).

Ringkasan Spesifikasi Teknis


Komponen Spesifikasi
Tipe Jembatan Girder Baja Lantai Kayu
Bentang Bersih 12.000 mm (12 Meter)
Lebar Jalur 3.200 mm (3,2 Meter)
Gelagar Induk WF 600x200x11x17
Gelagar Melintang WF 248x124x5x8
Lantai Papan Kayu 5/20 & Balok Ganjal
Struktur Bawah Beton Bertulang K-175 (Dinding)
Pondasi Beton Siklop (1:3:5 + 30% Batu Mangga)

Informasi Umum File

Berkas ini merupakan representasi digital dari kumpulan gambar kerja konstruksi (shop drawing) yang disusun secara sistematis untuk keperluan fabrikasi dan pelaksanaan lapangan.

  • Identifikasi Berkas Utama
    File ini berisi data vektor presisi hasil ekspor perangkat lunak CAD, memuat dimensi, notasi material, dan simbol teknis yang diperlukan untuk interpretasi struktural jembatan.
  • Karakteristik Visual Gambar
    Dokumen menampilkan proyeksi ortogonal yang meliputi denah situasi, potongan memanjang, potongan melintang, serta pembesaran detail elemen struktural baja dan beton.
  • Struktur Konten Dokumentasi
    Penyajian informasi dimulai dari gambaran umum geometris jembatan, dilanjutkan dengan detail rangka baja dan lantai, kemudian diakhiri dengan spesifikasi struktur bawah dan pondasi masif.
  • Total Lembar Gambar
    Terdapat 6 (enam) lembar halaman yang masing-masing merepresentasikan aspek spesifik dari desain jembatan, mulai dari arsitekural hingga detail sambungan struktural.

Uraian Teknis Per Halaman

1. Denah dan Potongan Memanjang Tata Letak Umum


Potongan memanjang jembatan bentang 12 meter yang menggunakan pondasi campuran beton dan batu mangga 30 persen.

Halaman pertama menyajikan konfigurasi global jembatan dengan bentang efektif 12.000 mm. Gambar Potongan Memanjang (Skala 1:50) memperlihatkan elevasi struktur terhadap muka tanah asli dan posisi hidrologis sungai, mencakup Muka Air Normal dan Muka Air Banjir. Elemen struktural utama yang teridentifikasi meliputi girder WF 600x200x11x17 sebagai balok induk dan WF 248x124x5x8 sebagai balok anak. Struktur bawah menggunakan abutment beton yang duduk di atas pondasi cor beton batu mangga.

  • Layout Global Jembatan
    Menjelaskan dimensi panjang bentang total dan posisi relatif abutment terhadap timbunan tanah akses (oprit).
  • Spesifikasi Material Struktur Bawah
    Identifikasi penggunaan material komposit "Cor Beton 1:3:5 + 30% Batu Mangga" sebagai solusi pondasi tipe gravitasi yang ekonomis dan masif.
  • Elevasi Hidrologis dan Tanah
    Informasi mengenai level muka tanah dan fluktuasi muka air sungai yang menjadi acuan penentuan elevasi lantai jembatan (freeboard).
  • Sistem Balok Utama
    Visualisasi posisi vertikal profil baja WF utama yang menopang seluruh beban mati dan beban hidup jembatan.

2. Potongan Melintang dan Denah Rangka Baja


Tampilan melintang konstruksi lantai kayu kelas I yang dijepit baut pada girder baja profil WF 600x200.

Halaman ini memuat Potongan Melintang (Skala 1:20) dan Denah Rangka Baja (Skala 1:50). Lebar jalur lalu lintas jembatan adalah 3.200 mm, dibatasi oleh papan lantai kayu 5/20. Struktur lantai terdiri dari balok kayu 15/25 dan 10/25 yang ditumpu oleh cross girder WF 248. Stabilitas lateral struktur dijaga oleh ikatan angin (bracing) siku 50x50x5 yang dipasang dengan pola silang (X) di antara gelagar utama. Detail perpanjangan balok kayu menggunakan baut diameter 5/8".

  • Konfigurasi Penampang Melintang
    Rincian susunan vertikal material lantai mulai dari papan pijak, balok kayu pembagi beban, hingga profil baja penopang.
  • Tata Letak Rangka Bidang
    Pola distribusi bracing horizontal pada denah yang berfungsi memberikan kekakuan terhadap gaya lateral angin dan gempa.
  • Detail Sambungan Kayu Memanjang
    Metode penyambungan balok kayu struktural menggunakan pelat sisi dan baut untuk mencapai panjang bentang yang diperlukan.
  • Dimensi Elemen Kayu Struktural
    Spesifikasi ukuran penampang kayu yang digunakan untuk berbagai fungsi, termasuk bantalan dan struktur lantai utama.

3. Detail Penulangan Abutment dan Pondasi Siklop


Detail pembesian abutment menggunakan beton mutu K-175 dengan perkuatan angkur besi ulir diameter 16mm.

Fokus halaman ini adalah rekayasa struktur bawah jembatan. Detail Pondasi (Skala 1:20) menampilkan kombinasi dua jenis beton: beton bertulang K-175 (campuran 1:2:3) untuk dinding abutment dan beton siklop (1:3:5 + 30% Batu Mangga) untuk bagian dasar pondasi. Penulangan dinding menggunakan besi diameter 10 mm dengan jarak 100 mm (D10-100) dan diameter 16 mm (D16). Angkur D16-250 dipasang untuk mengikat beton struktural ke massa pondasi batu mangga.

  • Spesifikasi Beton Kombinasi
    Pemisahan zona pengecoran antara beton struktural bertulang di bagian atas dan beton massa (siklop) di bagian bawah pondasi.
  • Detail Pembesian Dinding
    Konfigurasi tulangan utama dan sengkang pada abutment untuk menahan tekanan tanah lateral dari timbunan.
  • Geometri Tapak Pondasi
    Bentuk trapesium pada bagian dasar pondasi batu mangga yang dirancang untuk stabilitas terhadap guling dan geser.
  • Sistem Pengangkuran Vertikal
    Penggunaan stek besi angkur yang menghubungkan lapisan beton siklop dengan struktur beton bertulang di atasnya.

4. Detail Sambungan Ikatan Angin dan Pelat Buhul


Konfigurasi pengaku horizontal rangka jembatan memakai profil baja siku 50x50x5 yang disatukan pelat buhul.

Halaman ini menyajikan shop drawing untuk fabrikasi sambungan bracing (ikatan angin). Detail A dan B (Skala 1:10) memperlihatkan pertemuan antara batang diagonal profil siku 50x50x5 dengan profil utama melalui pelat buhul (gusset plate) tebal 8 mm dan 10 mm. Sambungan menggunakan Baut HTB A325 diameter 1/2" dan 5/8". Terdapat juga profil siku 70x70x7 yang digunakan pada titik simpul tertentu untuk perkuatan.

  • Mekanisme Simpul Bracing
    Visualisasi teknik penyambungan batang rangka pengaku ke badan (web) gelagar utama atau balok melintang.
  • Spesifikasi Baut dan Pelat Buhul
    Data teknis mengenai ketebalan pelat sambung dan jenis baut mutu tinggi yang digunakan untuk transfer gaya tarik/tekan.
  • Konfigurasi Profil Siku Pengaku
    Penggunaan profil baja siku sebagai elemen batang diagonal yang membentuk sistem rangka batang horizontal.
  • Dimensi Geometris Sambungan
    Ukuran presisi jarak antar baut dan jarak tepi pada pelat buhul untuk memenuhi syarat kekuatan sambungan.

5. Detail Sambungan Baut Gelagar Utama dan Balok Melintang


Teknik sambungan antara cross girder WF 248 dan balok utama WF 600 menggunakan baut mutu tinggi HTB A325.

Lembar ini berisi detail sambungan (splice) profil baja WF 600x200x11x17 dan koneksi balok anak WF 248x124x5x8. Sambungan momen pada girder utama menggunakan pelat badan tebal 8 mm dan pelat sayap tebal 12 mm. Pengencang yang digunakan adalah Baut HTB A325 diameter 3/4" untuk girder utama dan 5/8" untuk komponen sekunder. Pola baut diatur dengan jarak spesifik (misalnya 70 mm, 50 mm) untuk menjamin distribusi tegangan yang merata.

  • Pola Sambungan Baut Girder
    Tata letak lubang baut pada pelat penyambung badan dan sayap profil WF 600 untuk menyatukan segmen jembatan.
  • Spesifikasi Pelat Sambung
    Ketebalan dan dimensi pelat baja yang digunakan untuk mengembalikan kapasitas momen dan geser pada titik sambungan.
  • Koneksi Balok Anak ke Induk
    Detail pertemuan tegak lurus antara cross girder WF 248 dengan main girder WF 600 menggunakan pelat siku dan baut.
  • Standardisasi Jarak Baut
    Informasi dimensi jarak antar pusat lubang baut (pitch) dan jarak ke tepi pelat sesuai standar konstruksi baja.

6. Detail Perletakan Elastomer dan Klem Lantai Kayu


Pemasangan bantalan karet elastomer tebal 30mm di bawah base plate baja ukuran 308x240x16mm.

Halaman terakhir menjelaskan sistem tumpuan jembatan dan metode pengikatan lantai kayu. Detail Perletakan Baja (Skala 1:10) menunjukkan penggunaan Elastomeric Bearing Pad (Karet) ukuran 400x240x30 mm. Bantalan ini diletakkan di atas Base Plate baja 308x240x16 mm yang diangkur ke abutment dengan 4 buah angkur diameter 3/4". Selain itu, terdapat detail klem yang menghubungkan balok kayu 15/25 ke sayap atas profil WF menggunakan pelat baja 10 mm dan baut.

  • Sistem Perletakan Elastomerik
    Spesifikasi bantalan karet jembatan yang berfungsi meneruskan beban vertikal sekaligus mengakomodasi rotasi dan deformasi termal.
  • Detail Pengangkuran Base Plate
    Konfigurasi pelat landasan baja dan angkur tanam yang menghubungkan superstruktur dengan struktur beton abutment.
  • Metode Fiksasi Lantai Kayu
    Teknik pengikatan balok kayu lantai ke struktur baja menggunakan pelat klem untuk mencegah pergeseran posisi.
  • Layout Balok Kayu Tumpuan
    Posisi dan jarak pemasangan balok kayu 15/25 dan 10/23 di atas gelagar baja sebagai dudukan papan lantai.

File DWG

Bagian ini menyediakan akses menuju file sumber DWG asli yang menjadi referensi utama pembuatan dokumen ini. File CAD tersebut mengandung seluruh data vektor dan layer teknis yang diperlukan untuk analisis struktural lebih lanjut atau proses konstruksi.

Tito Reista
Tito Reista project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Older Posts Newer Posts

Post a Comment