Desain Jembatan Girder Baja 16 Meter Abutment Beton Bertulang Cerucuk Kayu DWG

Table of Contents

Desain Jembatan Girder Baja Lantai Kayu 16 Meter Abutment Beton Bertulang Cerucuk Kayu

Dokumen teknis ini menyajikan rincian desain komprehensif untuk struktur jembatan girder baja lantai kayu 16 meter abutment beton bertulang cerucuk kayu komposit dengan bentang 16 meter, yang mengintegrasikan gelagar baja profil WF sebagai struktur utama dan lantai papan kayu sebagai jalur lalu lintas. Desain ini dirancang untuk memenuhi standar pembebanan Kelas 2 (70% Bina Marga), didukung oleh struktur bawah berupa abutment beton bertulang mutu K-175 yang diperkuat dengan pondasi cerucuk kayu ulin. Kumpulan gambar kerja ini mencakup tata letak umum (General Arrangement), denah pembalokan (framing plan), detail sambungan baja (steel connections), sistem perletakan (elastomeric bearing), serta variasi detail pondasi untuk kondisi tanah mineral dan tanah gambut. Seluruh elemen visual disajikan dalam proyeksi ortogonal presisi untuk keperluan fabrikasi dan konstruksi sipil.

Ringkasan Spesifikasi Teknis


Komponen Spesifikasi
Bentang Bersih 16.000 mm (16 Meter)
Lebar Jalur 3.200 mm (Total 4.000 mm)
Gelagar Induk WF 700x250x12x20
Gelagar Melintang WF 248x124x5x8
Lantai Papan Kayu Kelas II (5/20)
Abutment Beton Bertulang K-175
Pondasi Cerucuk Kayu Ulin 150x150

Informasi Umum File

Dokumen PDF ini merupakan representasi digital dari gambar kerja teknik (engineering drawing) yang diekspor dari format DWG, berfungsi sebagai acuan utama dalam pelaksanaan proyek infrastruktur jembatan.

  • Identifikasi Berkas Utama
    Dokumen ini adalah representasi format dari perangkat lunak Computer-Aided Design (CAD), berisi informasi vektor presisi untuk keperluan fabrikasi dan konstruksi jembatan tipe semi-permanen atau composite bridge.
  • Karakteristik Visual Gambar
    Visualisasi disajikan dalam proyeksi ortogonal standar teknik sipil, mencakup denah (plan view), potongan memanjang (longitudinal section), potongan melintang (cross section), serta detail-detail struktural (structural details) dengan skala bervariasi dari 1:10 hingga 1:100.
  • Struktur Konten Dokumentasi
    Urutan gambar disusun secara hierarkis, dimulai dari tata letak umum (general arrangement), diikuti dengan denah struktur baja, detail sambungan elemen kayu, detail fabrikasi baja (sambungan dan diafragma), perletakan, hingga detail pondasi beton bertulang.
  • Total Lembar Gambar
    Dokumen terdiri dari 8 (delapan) lembar gambar kerja yang saling terintegrasi, dengan kop gambar resmi yang mencantumkan identitas proyek, skala, dan status revisi.

Uraian Teknis Per Halaman

1. Tata Letak Umum dan Spesifikasi Jembatan


Potongan memanjang jembatan bentang 16 meter menampilkan elevasi gelagar baja WF 700 dan lapisan lantai papan kayu ganda.

Halaman pertama menampilkan profil memanjang dan data teknis utama jembatan bentang 16.000 mm (16 meter). Struktur utama menggunakan Main Girder profil WF 700x250x12x20 (ASTM A36/JIS SS400) yang menopang Cross Girder WF 248x124x5x8. Lantai kendaraan selebar 3.200 mm (total lebar jembatan 4.000 mm termasuk bahu) menggunakan papan kayu kelas II ukuran 5/20. Abutment beton diposisikan dengan setback 1,5 hingga 2,0 meter dari bibir sungai untuk stabilitas lereng, didukung oleh tiang pancang cerucuk kayu ulin 150/150 dengan panjang 6 meter.

  • Geometri Global Struktur
    Visualisasi elevasi samping jembatan yang menunjukkan bentang bersih, elevasi muka air (banjir dan normal), serta kedalaman pemancangan pondasi.
  • Spesifikasi Material Utama
    Daftar material mencakup baja profil mutu SS400, beton bertulang K-175, dan kayu ulin untuk cerucuk, sesuai standar Kelas 2 Bina Marga.
  • Profil Melintang Jalan
    Dimensi lebar jalur lalu lintas dan bahu jalan yang ditentukan untuk mengakomodasi kendaraan standar, dilengkapi dengan papan lantai tebal 5 cm.
  • Parameter Stabilitas Lereng
    Catatan teknis mengenai jarak aman penempatan kepala jembatan dari tepi sungai guna mencegah kegagalan struktur akibat gerusan air.

2. Denah Pembalokan dan Potongan Melintang


Tata letak rangka pembalokan baja dengan jarak antar gelagar 1500mm lengkap dengan posisi bracing siku 50x50x5.

Halaman ini menguraikan tata letak grid struktur baja dan detail pemasangan lantai. Denah rangka baja (skala 1:100) memperlihatkan susunan balok melintang (cross girder) dengan jarak antar balok bervariasi (1.000 mm - 2.000 mm) serta sistem pengaku (bracing) siku 50x50x5. Potongan melintang (skala 1:20) memperlihatkan hubungan elevasi antara main girder WF 700 dan balok lantai, serta metode pengikatan papan kayu menggunakan pelat strip besi 3x30 mm dan paku ulin/baja 4 inci.

  • Konfigurasi Grid Lantai
    Pola penempatan balok anak dan balok induk yang membentuk diafragma kaku untuk distribusi beban lantai ke tumpuan.
  • Metode Fiksasi Lantai Kayu
    Detail penggunaan pelat strip sebagai pengikat papan lantai untuk mencegah pergeseran dan melentingnya kayu akibat beban dinamis.
  • Dimensi Profil Struktural
    Informasi dimensi penampang baja WF 700x250 sebagai balok utama dan WF 248x124 sebagai balok pembagi beban.
  • Detail Balok Ganjal
    Penggunaan balok kayu ukuran 10/25 dan 15/25 di atas profil baja sebagai dudukan papan lantai untuk penyesuaian elevasi permukaan jalan.

3. Detail Sambungan Balok Kayu


Detail teknis sambungan balok memanjang kayu ukuran 10/25 menggunakan pelat pengapit dan baut diameter 5/8 inci.

Lembar ini fokus pada teknis penyambungan elemen kayu struktural (balok 10/25 dan 15/25) yang digunakan sebagai ganjalan atau elemen pendukung. Detail perpanjangan balok (skala 1:20) menunjukkan penggunaan pelat sambung kayu (ukuran 5/25 atau 8/25) yang diapitkan pada sisi balok utama menggunakan baut diameter 5/8 inci.

  • Mekanisme Sambungan Kayu
    Teknik penyambungan balok memanjang menggunakan pelat pengapit kayu (splice plate) untuk meneruskan gaya aksial dan momen lentur minor.
  • Pola Pengeboran Baut
    Konfigurasi jarak lubang baut yang spesifik (100-150-100 mm) untuk mencegah pecahnya serat kayu dan memaksimalkan kekuatan geser sambungan.
  • Spesifikasi Elemen Pengapit
    Dimensi pelat penyambung kayu yang disesuaikan dengan dimensi balok induk (tebal 5 cm untuk balok 10/25 dan 8 cm untuk balok 15/25).
  • Komponen Pengencang
    Penggunaan baut diameter 5/8 inci lengkap dengan ring untuk memastikan kekencangan sambungan tanpa merusak permukaan kayu.

4. Detail Ikatan Angin dan Pengaku Badan


Ilustrasi perakitan ikatan angin profil siku pada badan gelagar yang diperkuat pelat stiffener tebal 10mm.

Halaman ini menyajikan detail fabrikasi (shop drawing) untuk komponen sekunder baja. Detail A dan B (skala 1:10) menggambarkan simpul pertemuan antara ikatan angin (bracing) siku 50x50x5, diafragma WF 248x124, dan main girder. Sambungan menggunakan pelat buhul (gusset plate) tebal 8-10 mm dan baut mutu tinggi (HTB) A325. Terdapat pula detail pelat pengaku vertikal (stiffener) pada badan gelagar untuk mencegah tekuk lokal.

  • Detail Simpul Bracing
    Geometri pelat buhul yang menghubungkan batang diagonal siku dengan badan gelagar utama, menggunakan baut HTB diameter 1/2 inci.
  • Integrasi Diafragma
    Sambungan balok diafragma ke gelagar utama menggunakan profil siku 70x70x7 dan baut HTB diameter 5/8 inci untuk kekakuan torsional.
  • Perkuatan Badan Gelagar
    Penempatan pelat pengaku vertikal tebal 8 mm dan 12 mm pada area tumpuan dan beban terpusat untuk meningkatkan kapasitas geser pelat badan.
  • Spesifikasi Las Konstruksi
    Indikasi penggunaan las sudut untuk menyatukan pelat pengaku dan pelat buhul ke profil baja utama.

5. Detail Sambungan Momen Girder Utama


Skema sambungan lewatan momen gelagar WF 700 menggunakan pelat buhul badan tebal 12mm dan baut mutu tinggi A325.

Dokumen ini menampilkan detail sambungan lewatan (splice joint) untuk main girder WF 700x250x12x20. Sambungan dirancang sebagai sambungan momen penuh menggunakan pelat penyambung pada sayap (flange) dan badan (web). Baut yang digunakan adalah HTB A325 diameter 1 inci dengan pola grid rapat (jarak antar baut 90 mm) untuk memastikan transfer beban yang efisien antar segmen gelagar.

  • Konfigurasi Pelat Sambung
    Penggunaan pelat penyambung badan ganda (615x520x12 mm) dan pelat penyambung sayap berlapis (250x795x12 mm luar, 100x795x12 mm dalam).
  • Grid Baut Mutu Tinggi
    Susunan baut diameter 1 inci dengan jarak spasi 90 mm dan jarak tepi 60 mm untuk memenuhi syarat kekuatan geser dan tumpu baut.
  • Kontinuitas Penampang
    Desain sambungan yang menjamin kontinuitas inersia penampang gelagar baja di area sambungan segmen.
  • Posisi Diafragma Dekat Sambungan
    Penempatan diafragma WF 248 dekat area sambungan untuk menjaga kestabilan lateral balok saat terjadi transfer tegangan tinggi.

6. Detail Perletakan dan Sambungan Kayu-Baja


Potongan tumpuan jembatan yang menunjukkan elastomerik bantalan karet ukuran 400x300x40mm di atas beton abutment.

Halaman ini menguraikan sistem tumpuan jembatan dan interaksi material berbeda. Detail perletakan baja (skala 1:20) menunjukkan penggunaan elastomeric bearing pad ukuran 400x300x40 mm yang duduk di atas base plate 400x300x20 mm. Pelat landasan diangkur ke beton abutment menggunakan 4 buah angkur diameter 3/4 inci. Juga ditampilkan detail klem/baut untuk memegang balok kayu pada sayap baja.

  • Sistem Bantalan Elastomer
    Spesifikasi dimensi karet perletakan yang berfungsi mengakomodasi rotasi ujung balok dan deformasi termal struktur atas.
  • Detail Pengangkuran Tumpuan
    Konfigurasi base plate baja yang dilas keliling pada stopper dan diangkur kuat ke dalam beton kepala jembatan.
  • Interface Struktur Kayu-Baja
    Metode pengikatan balok kayu 10/25 dan 15/25 ke sayap atas gelagar baja menggunakan pelat klem dan baut untuk mencegah uplift.
  • Geometri Dudukan Girder
    Informasi posisi as perletakan relatif terhadap tepi beton dan jarak antar baut angkur.

7. Denah dan Potongan Pondasi (Tanah Mineral)


Struktur pondasi abutment beton mutu K-175 yang ditopang cerucuk kayu ulin sepanjang 4 meter untuk tanah keras.

Gambar kerja ini menyajikan desain struktur bawah khusus untuk lokasi dengan tanah dasar mineral (tanah keras dangkal). Pondasi menggunakan abutment beton bertulang tipe dinding penuh dengan perkuatan cerucuk kayu keras diameter 150 mm, panjang 4 meter. Denah pondasi (skala 1:25) menunjukkan pola pemancangan cerucuk dengan jarak rapat (pusat-ke-pusat 500 mm).

  • Desain Abutment Tanah Keras
    Dimensi dan bentuk abutment beton yang dirancang untuk kondisi tanah mineral, dengan lebar dasar footing 2.050 mm.
  • Konfigurasi Cerucuk Pendek
    Penggunaan tiang pancang kayu panjang 4 meter (L=4M) yang efektif untuk mentransfer beban ke lapisan tanah keras yang tidak terlalu dalam.
  • Detail Penulangan Pondasi
    Skema pembesian beton menggunakan tulangan pokok diameter 10 mm jarak 150 mm (D10-150) pada seluruh elemen dinding dan telapak.
  • Lapisan Lantai Kerja
    Penerapan lantai kerja beton setebal 5 cm di bawah pile cap untuk meratakan permukaan tanah sebelum pengecoran.

8. Detail Cerucuk dan Pondasi (Tanah Gambut)


Konfigurasi khusus pondasi lahan gambut menggunakan tiang pancang kayu sedalam 6 meter untuk mencapai stabilitas friksi.

Halaman terakhir menyediakan variasi desain pondasi untuk kondisi tanah lunak atau gambut. Perbedaan utama terletak pada panjang cerucuk kayu yang ditingkatkan menjadi 6 meter (L=6M) untuk mencapai daya dukung friksi yang memadai. Detail cerucuk (skala 1:10) memperlihatkan mekanisme penyatuan kepala tiang kayu dengan beton menggunakan stek besi diameter 10 mm yang dibor masuk ke dalam kayu.

  • Adaptasi Pondasi Tanah Lunak
    Modifikasi kedalaman pemancangan menjadi 6 meter untuk mengatasi karakteristik kompresibilitas tinggi pada tanah gambut.
  • Teknik Sambungan Komposit
    Detail pemasangan stek besi ("dowel") pada kepala cerucuk untuk memastikan ikatan geser yang monolit antara kayu dan beton pile cap.
  • Layout Pemancangan Intensif
    Pola grid cerucuk yang dirancang untuk menahan beban vertikal jembatan serta gaya lateral akibat tekanan tanah aktif pada dinding abutment.
  • Spesifikasi Tulangan Struktur Bawah
    Konsistensi penggunaan besi beton D10-150 yang memberikan kapasitas momen lentur memadai untuk dinding penahan tanah setinggi 1 meter lebih.

File DWG

Bagian ini menyediakan akses langsung ke file sumber asli dalam format DWG (CAD). File ini berisi seluruh data vektor, layer, dan properti geometris yang diperlukan untuk analisis struktural lanjutan, perhitungan volume material (BoQ), atau penyesuaian desain.

Tito Reista
Tito Reista project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Older Posts Newer Posts

Post a Comment