Desain Jembatan Girder Baja 9 Meter Abutment Beton Bertulang Cerucuk Kayu DWG

Table of Contents

Desain Jembatan Girder Baja Lantai Kayu 9 Meter Abutment Beton Bertulang Cerucuk Kayu

Dokumen ini menyajikan rincian teknis komprehensif mengenai desain jembatan girder baja lantai kayu 9 meter abutment beton bertulang cerucuk kayu dengan bentang 9 meter yang mengintegrasikan struktur utama baja profil Wide Flange (WF) dengan lantai kendaraan berbahan kayu. Desain ini dirancang khusus untuk kondisi tanah lunak atau gambut, terlihat dari penggunaan sistem pondasi cerucuk kayu ulin dan struktur bawah berupa abutment beton bertulang mutu K-175. Gambar kerja mencakup konfigurasi superstructure yang terdiri dari main girder dan cross girder, sistem sambungan baut mutu tinggi (HTB), detail bracing atau ikatan angin, hingga mekanisme perletakan menggunakan elastomeric bearing. Dokumentasi ini juga memperlihatkan detail penulangan abutment dan skema pemancangan cerucuk yang disesuaikan dengan karakteristik tanah mineral maupun tanah gambut, menjadikannya referensi lengkap untuk pelaksanaan konstruksi jembatan kelas 2 (70% Bina Marga).

Ringkasan Spesifikasi Teknis


Komponen Spesifikasi
Tipe Jembatan Girder Baja Lantai Kayu
Bentang Bersih 9.000 mm (9 Meter)
Lebar Jalur 3.200 mm (3,2 Meter)
Gelagar Induk WF 500x200x10x16
Gelagar Melintang WF 248x124x5x8
Lantai Kayu Kelas I
Abutment Beton Bertulang K-175
Pondasi Cerucuk Kayu Ulin

Informasi Umum File

Berikut adalah spesifikasi teknis mengenai dokumen digital yang menjadi acuan analisis konstruksi ini:

  • Identifikasi Berkas Utama
    File Desain Jembatan Girder Baja Lantai Kayu 9 Meter Abutment Beton Bertulang Cerucuk Kayu ini merupakan output cetak digital dari perangkat lunak Computer-Aided Design (CAD) yang berfungsi sebagai gambar kerja utama (shop drawing).
  • Karakteristik Visual Gambar
    Dokumen ini menyajikan visualisasi teknis dalam format 2D yang mencakup denah (plan view), potongan memanjang (longitudinal section), potongan melintang (cross section), serta detail konstruksi (detailed engineering drawing) dengan skala bervariasi mulai dari 1:10 hingga 1:50.
  • Struktur Konten Dokumentasi
    Urutan gambar disusun secara sistematis mulai dari gambaran umum denah dan potongan jembatan, dilanjutkan dengan detail struktur baja dan lantai kayu, detail sambungan dan perletakan, hingga diakhiri dengan detail struktur bawah dan pondasi untuk dua kondisi tanah berbeda.
  • Total Lembar Gambar
    Dokumen terdiri dari 7 (tujuh) lembar halaman teknis yang saling terintegrasi membentuk satu kesatuan desain infrastruktur jembatan.

Uraian Teknis Per Halaman

1. Denah & Potongan Memanjang


Potongan memanjang jembatan bentang 9 meter yang menampilkan elevasi gelagar baja WF 500 dan posisi abutment beton.

Halaman pertama memberikan gambaran global mengenai geometri dan spesifikasi material jembatan. Pada tampilan ini, terlihat konfigurasi elevasi memanjang jembatan bentang 9.000 mm dengan lebar total 3.200 mm. Struktur utama menggunakan profil baja WF 500x200x10x16 sebagai gelagar induk dan WF 248x124x5x8 sebagai gelagar melintang. Gambar ini juga mendefinisikan posisi muka air banjir dan normal, serta elevasi oprit timbunan tanah. Spesifikasi teknis menegaskan penggunaan kayu Kelas I untuk lantai dan Kelas II untuk struktur pelengkap, serta beton K-175 untuk struktur abutment.

  • Geometri Global Jembatan
    Menjelaskan dimensi utama bentang jembatan sepanjang 9 meter dengan pembagian segmen lantai dan posisi balok memanjang yang proporsional.
  • Spesifikasi Material Struktur
    Menguraikan data teknis material yang digunakan, termasuk baja ASTM A36/JIS SS400 untuk girder dan kayu ulin untuk cerucuk.
  • Elevasi Potongan Memanjang
    Menampilkan pandangan samping jembatan yang memperlihatkan hubungan vertikal antara girder baja, abutment beton, dan kedalaman pemancangan cerucuk.
  • Zonasi Area Timbunan
    Menggambarkan area timbunan tanah di belakang abutment serta level muka tanah asli dan muka air sungai sebagai referensi hidrologi dasar.
  • Sistem Papan Lantai
    Memperlihatkan susunan papan kayu ukuran 5/20 yang dipasang tegak lurus terhadap arah lalu lintas di atas struktur baja.

2. Potongan Melintang, Detail Perpanjangan Balok & Denah Rangka Baja


Konfigurasi grid rangka balok anak WF 248 yang menopang struktur lantai kayu kelas satu dengan jarak antar gelagar presisi.

Lembar kedua berfokus pada detail konstruksi lantai jembatan dan tata letak balok baja. Potongan melintang skala 1:20 memperlihatkan susunan lapis lantai yang terdiri dari balok kayu 10/25 dan 15/25 yang diklem pada flange atas WF. Denah rangka baja menggambarkan grid struktur yang terbentuk dari pertemuan gelagar induk dan anak balok (cross girder). Selain itu, terdapat detail khusus mengenai teknik penyambungan atau perpanjangan balok kayu menggunakan baut diameter 5/8 inci untuk memastikan kontinuitas struktural lantai.

  • Konfigurasi Rangka Grid Baja
    Memvisualisasikan pola penempatan gelagar induk WF 500 dan gelagar melintang WF 248 yang membentuk sistem struktur utama penahan beban.
  • Detailing Lapisan Lantai Kayu
    Menjelaskan metode penyusunan balok kayu dan papan lantai, termasuk penggunaan baut klem dan pelat strip sebagai pengikat.
  • Teknik Sambungan Memanjang Kayu
    Menguraikan detail takikan dan perbautan pada sambungan balok kayu (tipe bibir miring berkait atau sejenis) untuk mencapai panjang bentang yang diinginkan.
  • Dimensi Profil Struktural
    Menyajikan ukuran eksak dari setiap elemen baja dan kayu yang digunakan, termasuk ketebalan pelat badan dan sayap profil baja.
  • Pola Jarak Balok Melintang
    Menunjukkan spasi antar cross girder yang seragam (jarak 1.592 mm dan 1.800 mm) untuk mendistribusikan beban lantai secara merata.

3. Detail Bracing (Ikatan Angin)


Detail sambungan ikatan angin profil siku 70x70x7 yang terhubung ke badan gelagar menggunakan pelat buhul dan baut A325.

Halaman ini secara spesifik menampilkan detail sistem stabilitas lateral jembatan melalui ikatan angin (wind bracing). Menggunakan profil siku L 50x50x5 dan L 70x70x7, bracing dipasang secara diagonal di antara gelagar induk untuk mencegah tekuk torsi lateral. Gambar kerja menyajikan potongan detail (Detail A, Detail B, Potongan 1-1, Potongan 2-2) yang memperlihatkan mekanisme sambungan pelat buhul (gusset plate) dengan baut HTB A325 diameter 1/2 inci dan 5/8 inci pada badan girder.

  • Sistem Stabilitas Lateral
    Menggambarkan susunan batang diagonal profil siku yang berfungsi menahan gaya lateral akibat angin dan menjaga kesidatan struktur.
  • Detail Sambungan Pelat Buhul
    Memperlihatkan geometri pelat simpul (tebal 8mm dan 10mm) yang dilas pada badan profil WF sebagai dudukan batang bracing.
  • Spesifikasi Baut Mutu Tinggi
    Menentukan penggunaan baut tipe A325 dengan diameter spesifik untuk setiap titik hubung pada sistem rangka pengaku.
  • Hierarki Profil Baja Pengaku
    Membedakan ukuran profil siku yang digunakan untuk bracing horizontal dan pengaku vertikal sesuai kebutuhan beban.
  • Visualisasi Potongan Detail
    Menyajikan irisan vertikal pada titik buhul untuk memperjelas posisi baut, jarak tepi, dan ketebalan pelat sambung.

4. Detail Sambungan


Tampak samping sambungan lewatan gelagar induk WF 500 memakai pelat penyambung tebal 12mm dan perkuatan stiffener vertikal.

Fokus halaman ini adalah pada detail sambungan kritis elemen baja utama. Terdapat detail sambungan lewatan (splice) untuk profil WF 500x200x10x16 menggunakan pelat penyambung badan (web plate) dan pelat penyambung sayap (flange plate) dengan baut HTB A325 diameter 3/4 inci. Selain itu, ditampilkan pula detail pertemuan antara gelagar induk dan gelagar melintang (WF 248x124x5x8) yang diperkuat dengan stiffener plate atau pelat pengaku vertikal untuk mencegah tekuk lokal pada badan gelagar induk.

  • Mekanisme Sambungan Gelagar Induk
    Menguraikan konfigurasi pelat sambung tebal 12mm pada sayap dan 8mm pada badan untuk menyatukan segmen balok utama.
  • Pola Lubang Baut Struktural
    Menunjukkan layout pengeboran lubang baut yang presisi, termasuk jarak antar pusat lubang (pitch) dan jarak ke tepi pelat.
  • Interkoneksi Balok Induk-Anak
    Menjelaskan bagaimana cross girder menumpu atau terhubung pada main girder menggunakan pelat siku dan baut mutu tinggi.
  • Penggunaan Pelat Pengaku Vertikal
    Memvisualisasikan penempatan stiffener pada titik-titik pembebanan terpusat untuk meningkatkan kapasitas geser badan profil.
  • Anotasi Material Penyambung
    Memberikan keterangan rinci mengenai ketebalan setiap pelat baja tambahan yang digunakan dalam simpul konstruksi.

5. Detail Sambungan & Perletakan Baja


Mekanisme tumpuan jembatan yang menggunakan bantalan elastomer ukuran 400x240x30 mm dan angkur tanam diameter 3/4 inci.

Lembar ini menyajikan detail antarmuka antara struktur baja, lantai kayu, dan struktur beton. Detail sambungan kayu dan baja memperlihatkan penggunaan klem pelat L yang dibaut ke sayap atas WF untuk menjepit balok kayu tanpa perlu melubangi profil baja. Bagian bawah menampilkan detail base plate ukuran 400x240x20 mm yang dilas keliling pada ujung girder, duduk di atas bantalan elastomer (elastomeric bearing pad) ukuran 400x240x30 mm, dan diangkur ke abutment menggunakan 4 buah angkur diameter 3/4 inci.

  • Sistem Klem Lantai Kayu
    Menjelaskan metode pengikatan non-destruktif antara balok ganjal kayu dengan struktur baja utama menggunakan pelat jepit.
  • Komponen Perletakan Elastomer
    Menguraikan spesifikasi bantalan karet jembatan yang berfungsi meredam getaran dan mengakomodasi pergerakan termal struktur.
  • Detail Angkur Dudukan
    Memperlihatkan panjang penyaluran dan diameter angkur besi yang tertanam dalam beton abutment untuk menahan gaya angkat (uplift).
  • Konfigurasi Pelat Landasan
    Menyajikan dimensi dan ketebalan pelat dasar baja yang menjadi transisi beban dari gelagar ke tumpuan beton.
  • Posisi Pengelasan Profil
    Menunjukkan simbol dan lokasi pengelasan sudut (fillet weld) yang menghubungkan profil WF dengan pelat landasan.

6. Denah dan Potongan Pondasi Detail Cerucuk (Mineral)


Potongan struktur pondasi abutment beton K-175 pada lokasi tanah mineral dengan perkuatan cerucuk kayu sedalam 4 meter.

Halaman ini menggambarkan desain struktur bawah (substructure) untuk kondisi tanah mineral. Denah pondasi memperlihatkan konfigurasi abutment tipe gravitasi/kantilever dengan tulangan besi ulir. Pondasi menggunakan cerucuk kayu keras dengan diameter minimal 150 mm dan panjang 4 meter. Jarak antar tiang pancang diatur rapat (250-500 mm) untuk mendukung beban jembatan. Detail penulangan pile cap (telapak) dan dinding abutment ditampilkan dengan notasi diameter besi 10mm dan 16mm.

  • Desain Pondasi Tanah Mineral
    Menguraikan adaptasi panjang tiang pancang (4 meter) yang disesuaikan dengan kedalaman tanah keras pada area non-gambut.
  • Skema Penulangan Abutment
    Menampilkan susunan besi tulangan pokok dan sengkang pada dinding serta telapak beton bertulang mutu K-175.
  • Matriks Pemancangan Cerucuk
    Memvisualisasikan pola grid penempatan tiang kayu dalam denah untuk memaksimalkan daya dukung kelompok tiang.
  • Dimensi Elemen Struktur Bawah
    Menyajikan ukuran geometris telapak, dinding, dan wing wall (sayap jembatan) secara presisi.
  • Detail Stek Besi Kolom
    Menunjukkan panjang penyaluran besi starter bars yang menghubungkan cerucuk (dibor ke dalam kayu) dengan struktur beton di atasnya.

7. Denah Pondasi & Cerucuk dan Potongan Pondasi & Cerucuk (Gambut)


Desain pondasi tapak lebar di lahan gambut yang menggunakan tiang pancang kayu ulin sepanjang 6 meter untuk stabilitas ekstra.

Halaman terakhir menyajikan variasi desain pondasi khusus untuk lokasi dengan kondisi tanah gambut. Meskipun bentuk abutment serupa dengan halaman sebelumnya, spesifikasi pondasi ditingkatkan menggunakan Cerucuk Kayu Ulin dengan panjang minimal 6 meter (dibandingkan 4 meter pada tanah mineral) untuk mencapai lapisan tanah yang lebih stabil. Konfigurasi jumlah dan jarak cerucuk disesuaikan untuk mengantisipasi daya dukung tanah gambut yang rendah dan potensi penurunan (settlement) yang besar.

  • Adaptasi Struktur Tanah Lunak
    Menjelaskan peningkatan spesifikasi panjang tiang pancang menjadi 6 meter untuk menembus lapisan gambut yang tebal.
  • Pola Tulangan Struktur Bawah
    Menggambarkan detail pembesian dinding penahan tanah dan fondasi telapak yang dirancang menahan tekanan tanah lateral.
  • Konstruksi Lantai Kerja
    Memperlihatkan lapisan beton rabat (lean concrete) setebal 5 cm di bawah telapak pondasi sebagai perata beban.
  • Integrasi Kepala Tiang Kayu
    Menunjukkan detail masuknya kepala tiang kayu ke dalam beton telapak (embedment) untuk memastikan kesatuan gerak struktur.
  • Geometri Sayap Jembatan
    Menyajikan denah dinding sayap yang berfungsi mengarahkan aliran air dan menahan timbunan oprit pada kondisi tanah labil.

File DWG

Bagian ini menyediakan akses langsung ke berkas sumber asli dalam format DWG. File ini adalah referensi teknis utama yang memungkinkan insinyur, arsitek, dan drafter untuk meninjau lapisan (layer), dimensi presisi, dan properti objek CAD yang digunakan dalam proses perancangan jembatan ini.

Tito Reista
Tito Reista project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Older Posts Newer Posts

Post a Comment