Desain Jembatan Girder Baja 9 Meter Pondasi Cor Beton Batu Mangga DWG

Table of Contents

Desain Jembatan Girder Baja Lantai Kayu 9 Meter Pondasi Cor Beton Batu Mangga

Dokumen teknis ini menyajikan rincian desain konstruksi jembatan komposit bentang 9 meter yang menggabungkan struktur atas gelagar baja (steel girder) dengan sistem lantai kendaraan berbahan kayu. Fitur pembeda utama dari desain ini terletak pada struktur bawahnya, yang menggunakan pondasi tipe gravitasi masif berupa cor beton siklop (cyclopean concrete), didefinisikan dalam gambar sebagai campuran beton 1:3:5 dengan substitusi 30% Batu Mangga. Konfigurasi ini dirancang khusus untuk kondisi tanah yang mendukung sistem tumpuan langsung tanpa tiang pancang. Gambar kerja mencakup spesifikasi lengkap profil baja Wide Flange (WF), detail sambungan baut mutu tinggi (HTB), konfigurasi penulangan abutment beton bertulang, serta mekanisme perletakan elastomer yang mengakomodasi pergerakan termal struktur.

Ringkasan Spesifikasi Teknis


Komponen Spesifikasi
Bentang Bersih 9.000 mm (9 Meter)
Lebar Jalur 3.200 mm (3,2 Meter)
Gelagar Induk WF 500x200x10x16
Gelagar Melintang WF 248x124x5x8
Lantai Papan Kayu 5/20 & Balok Ganjal
Struktur Bawah Beton Bertulang K-175
Pondasi Beton Siklop (1:3:5 + 30% Batu Mangga)

Informasi Umum File

Berikut adalah spesifikasi administratif dan teknis dari dokumen gambar kerja yang dianalisis:

  • Identifikasi Berkas Utama
    File Desain Jembatan Girder Baja Lantai Kayu 9 Meter Pondasi Cor Beton Batu Mangga ini yang merupakan cetak digital dari perangkat lunak CAD.
  • Karakteristik Visual Gambar
    Dokumen menampilkan proyeksi teknis 2D yang meliputi Denah, Potongan Memanjang, Potongan Melintang, serta Detail Pembesian dan Sambungan dengan skala 1:10 hingga 1:50.
  • Struktur Konten Dokumentasi
    Rangkaian gambar disusun mulai dari tata letak umum jembatan, dilanjutkan dengan detail struktur rangka baja, detail pondasi beton siklop, detail ikatan angin (bracing), hingga detail perletakan dan sambungan.
  • Total Lembar Gambar
    Dokumen terdiri dari 6 (enam) lembar gambar kerja yang diterbitkan pada tanggal 12 Januari 2026.

Uraian Teknis Per Halaman

1. Denah & Potongan Memanjang


Potongan memanjang jembatan bentang 9 meter dengan gelagar baja WF 500 menumpu pada pondasi masif tanpa tiang pancang.

Halaman pertama menyajikan pandangan global jembatan dengan bentang bersih 9.000 mm dan lebar 3.200 mm. Potongan memanjang memperlihatkan elevasi struktur baja WF 500x200x10x16 sebagai gelagar utama yang menumpu pada abutment beton. Informasi geoteknik dan hidrologi dasar ditampilkan melalui elevasi muka tanah asli, muka air normal, dan muka air banjir minimal 1.000 mm dari soffit balok.

  • Geometri Bentang dan Elevasi
    Menjelaskan dimensi longitudinal jembatan sepanjang 9 meter yang disesuaikan dengan lebar sungai eksisting antara 5 hingga 7 meter.
  • Spesifikasi Material Utama
    Mengidentifikasi penggunaan profil baja WF 500 sebagai balok induk dan papan kayu ukuran 5/20 sebagai lapisan lantai kendaraan.
  • Konstruksi Pondasi Masif
    Menampilkan penggunaan material isian pondasi berupa cor beton campuran 1:3:5 dengan 30% batu mangga sebagai struktur penahan beban gravitasi.
  • Zonasi Oprit dan Timbunan
    Menggambarkan posisi timbunan tanah di belakang dinding abutment untuk akses jalan pendekat ke jembatan.
  • Grid Balok Melintang
    Memperlihatkan posisi cross girder WF 248 yang dipasang dengan jarak antar as bervariasi antara 1.592 mm hingga 1.800 mm.

2. Potongan Melintang, Detail Perpanjangan Balok & Denah Rangka Baja


Detail susunan balok ganjal kayu 15/25 di atas profil baja WF 248 yang menopang papan lantai kendaraan.

Lembar ini merinci susunan struktur lantai dan rangka baja dalam pandangan melintang skala 1:20 dan denah skala 1:50. Terlihat jelas stratifikasi lantai jembatan yang terdiri dari balok kayu ganjal ukuran 15/25 dan 10/25 di atas profil baja, ditutup dengan papan lantai 5/20. Denah rangka baja menunjukkan sistem stabilitas lateral menggunakan bracing siku yang dipasang secara diagonal antar gelagar utama.

  • Stratifikasi Lantai Komposit
    Menguraikan susunan lapis lantai mulai dari balok tumpuan kayu di atas flange baja hingga papan permukaan jalan.
  • Konfigurasi Rangka Bidang
    Menjelaskan tata letak gelagar induk WF 500 dan gelagar melintang WF 248 yang membentuk grid struktur utama.
  • Teknik Sambungan Memanjang Kayu
    Menyajikan detail sambungan bibir miring pada balok kayu ukuran 10/25 dan 15/25 menggunakan baut diameter 5/8 inci untuk kontinuitas elemen.
  • Sistem Pengaku Lateral
    Memperlihatkan pola pemasangan ikatan angin (bracing) profil siku 50x50x5 pada bidang horizontal rangka baja.
  • Dimensi Jalur Lalu Lintas
    Menunjukkan lebar bersih jalur kendaraan dan posisi roda yang didukung oleh perkuatan balok kayu tambahan.

3. Detail Pondasi


Penampang teknis abutment tipe gravitasi menggunakan cor beton campuran 1:3:5 dengan isian 30 persen batu mangga.

Fokus halaman ini adalah desain teknis struktur bawah (substructure) tipe gravitasi. Pondasi dirancang menggunakan beton siklop (beton mutu rendah dengan isian batu besar) yang efisien untuk tanah keras dangkal. Bagian atas abutment menggunakan beton bertulang mutu K-175 dengan detail penulangan besi ulir untuk mengikat base plate struktur baja.

  • Material Pondasi Siklop
    Mendeskripsikan spesifikasi campuran beton 1:3:5 yang dikombinasikan dengan 30% batu mangga untuk volume pondasi yang besar.
  • Detail Penulangan Abutment
    Menggambarkan skema pembesian dinding abutment menggunakan besi diameter 10 mm dengan jarak 100 mm dan 150 mm.
  • Integrasi Angkur Struktur Atas
    Menunjukkan posisi pemasangan angkur besi diameter 16 mm sepanjang 250 mm yang tertanam pada beton kepala abutment.
  • Dimensi Dinding Penahan
    Menyajikan ukuran geometris abutment selebar 4.000 mm dengan sayap (wing wall) untuk menahan tanah timbunan.
  • Lapisan Penutup Beton
    Menentukan tebal selimut beton dan mutu beton K-175 yang digunakan pada bagian cap atau kepala pondasi.

4. Detail Bracing (Ikatan Angin)


Sambungan pelat buhul bracing ikatan angin profil siku 70x70x7 pada badan gelagar menggunakan baut mutu tinggi A325.

Halaman ini menyediakan rincian fabrikasi untuk sistem ikatan angin. Terdapat potongan detail (Detail A dan Detail B) yang memperlihatkan sambungan buhul antara bracing diagonal dan gelagar utama. Sambungan dirancang menggunakan pelat simpul (gusset plate) yang dilas ke badan (web) profil WF dan dibaut ke profil siku.

  • Komponen Sambungan Buhul
    Menjelaskan penggunaan pelat baja tebal 8 mm dan 10 mm sebagai media penyambung batang ikatan angin.
  • Hierarki Profil Pengaku
    Membedakan dimensi profil siku 70x70x7 untuk pengaku utama dan siku 50x50x5 untuk elemen sekunder.
  • Spesifikasi Baut Penyambung
    Menguraikan penggunaan baut mutu tinggi (HTB) tipe A325 dengan diameter 5/8 inci dan 1/2 inci pada titik simpul.
  • Geometri Pelat Penguat
    Menampilkan dimensi dan bentuk pelat penyambung yang disesuaikan dengan sudut kemiringan batang diagonal.
  • Posisi Vertikal Elemen
    Menunjukkan elevasi pemasangan bracing relatif terhadap tinggi profil gelagar induk WF 500.

5. Detail Sambungan


Tampak samping sambungan lewatan balok induk WF 500 menggunakan pelat badan tebal 8mm dan pengaku vertikal presisi.

Lembar ini berfokus pada detail sambungan struktural kritis, khususnya sambungan lewatan (splice) gelagar induk dan hubungan antara gelagar induk dengan gelagar melintang. Gambar teknik memperlihatkan penggunaan pelat penyambung badan dan sayap serta susunan baut yang presisi untuk mentransfer momen dan gaya geser.

  • Mekanisme Splice Gelagar
    Merinci sambungan segmen balok WF 500 menggunakan pelat sayap tebal 12 mm dan pelat badan tebal 8 mm.
  • Konfigurasi Baut Struktural
    Menampilkan pola lubang dan jumlah baut HTB A325 diameter 3/4 inci pada sambungan utama gelagar.
  • Hubungan Balok Induk-Anak
    Menjelaskan detail pertemuan tegak lurus antara WF 500 dan WF 248 menggunakan profil siku 70x70x7 sebagai dudukan.
  • Perkuatan Pelat Badan
    Menunjukkan penambahan pelat pengaku vertikal (stiffener) tebal 10 mm pada titik beban terpusat di badan gelagar.
  • Dimensi Pelat Kopel
    Menyajikan ukuran pemotongan pelat baja penyambung yang presisi (misalnya 400x725 mm) untuk fabrikasi.

6. Detail Sambungan & Perletakan Baja


Mekanisme perletakan jembatan menggunakan bantalan elastomer ukuran 400x240x30 mm yang diangkur ke kepala abutment beton bertulang.

Halaman terakhir memuat detail antarmuka material yang berbeda: baja ke beton (perletakan) dan kayu ke baja (lantai). Detail perletakan menunjukkan penggunaan bantalan elastomer dan base plate. Detail sambungan kayu memperlihatkan metode klem untuk mengikat balok kayu ke flange baja tanpa pengelasan atau pengeboran yang merusak profil utama.

  • Sistem Tumpuan Elastomerik
    Menguraikan spesifikasi bantalan karet ukuran 400x240x30 mm sebagai perletakan sendi/rol jembatan.
  • Detail Angkur Landasan
    Menampilkan konfigurasi 4 buah angkur diameter 3/4 inci yang mengikat base plate 308x240x16 mm ke beton abutment.
  • Metode Pengikatan Lantai
    Menjelaskan penggunaan pelat klem tebal 10 mm yang dibaut untuk menjepit balok kayu 15/25 ke sayap atas profil baja.
  • Pengelasan Pelat Dasar
    Memberikan instruksi pengelasan keliling (fillet weld) antara ujung profil WF 500 dengan pelat landasan baja.
  • Jarak Tepi Perletakan
    Menentukan posisi as perletakan sejauh 255 mm dari ujung jembatan dan jarak ke tepi beton.

File DWG

Bagian ini menyediakan tautan untuk mengunduh file sumber asli dalam format DWG. File ini diperlukan bagi praktisi teknik untuk mempelajari layer, properti objek, dan data geometris presisi yang digunakan dalam gambar kerja ini.

Tito Reista
Tito Reista project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Older Posts Newer Posts

Post a Comment