Desain Dermaga Jetty DWG
Table of Contents
Desain Dermaga Jetty DWG
Dokumen ini merupakan representasi teknis dari As Built Drawing untuk proyek reparasi dan desain dermaga jetty pada struktur Concrete Jetty yang berlokasi di area Demta Bulking. Gambar kerja ini menyajikan detail rekayasa sipil yang komprehensif, mencakup tata letak (layout) dermaga berbentuk T yang terdiri dari Dock 1, 2, dan 3, serta jembatan penghubung atau Trestle.
Secara struktural, dokumen ini menguraikan spesifikasi elemen beton bertulang mulai dari deck slab, balok induk (main beam), balok anak, hingga detail fondasi tiang pancang (pile) dan pile cap (poer) yang mendukung beban operasional dermaga. Utilitas pendukung seperti Bollard, Kanstin, dan Pedestal Piperack juga terpetakan secara presisi untuk memfasilitasi operasional sandar kapal dan distribusi logistik.
Ringkasan Spesifikasi Teknis
| Komponen | Spesifikasi Teknis |
|---|---|
| Konfigurasi Struktur | Dermaga T-Shape (Dock 1, 2, 3) & Trestle |
| Dimensi Total | Panjang 81.700 mm (81,7 m) |
| Elevasi Lantai (TOC) | +2.90 Meter (dari LWS ±0.00) |
| Tiang Pancang | Steel Pipe Pile Ø16 Inci (Eksisting) |
| Grid Tiang | Tipikal 5.000 mm (Center-to-Center) |
| Mutu Beton | K-350 (Pile Cap & Struktur Utama) |
| Tulangan Utama | BJTD-40 (Ulir/Deform) & BJTP-24 (Polos) |
| Proteksi Korosi | HDPE Jacketing System & Concrete Coating (JOTUN) |
| Fender | Rubber Fender Type Cell SUC 1000H + Frontal Panel |
| Dilatasi (Joint) | 50 mm (5 cm) dengan Profil Siku L 100x100x10 |
Apa itu Jetty dan Dermaga?
Secara terminologi teknis rekayasa pantai, jetty adalah struktur bangunan air yang menjorok jauh ke arah laut (tegak lurus garis pantai) dengan tujuan utama mencapai kedalaman perairan yang cukup bagi kapal untuk bersandar. Konstruksi jetty pada dokumen ini menggunakan sistem tiang pancang terbuka (open piled structure) yang memungkinkan arus air tetap mengalir di bawahnya, meminimalkan gangguan terhadap sedimentasi pantai sekaligus menyediakan akses yang kokoh menuju area sandar utama.
Sementara itu dalam konteks operasional pelabuhan, dermaga adalah sarana atau tempat bagi kapal untuk ditambatkan guna melakukan aktivitas bongkar muat barang atau menaik-turunkan penumpang. Dalam desain ini, dermaga direpresentasikan oleh area Dock 1, 2, dan 3 yang berupa pelat lantai beton bertulang masif, dilengkapi dengan sistem fender untuk menyerap energi benturan kapal dan bollard untuk penambat, memastikan keamanan kapal selama proses berthing berlangsung.
Informasi Umum File
Berkas ini adalah kumpulan gambar teknik engineering drawing yang merekam kondisi terbangun (as-built) dari infrastruktur dermaga pasca-reparasi atau konstruksi. Dokumen ini berfungsi sebagai referensi utama untuk pemeliharaan, audit struktur, dan pengembangan fasilitas pelabuhan di masa depan.
- Karakteristik Visual Gambar: Menggunakan standar penggambaran teknik sipil dengan notasi dimensi milimeter (mm), simbol material beton, garis potongan (section marks), dan label elevasi (spot height).
- Struktur Konten Dokumentasi: Dimulai dari denah makro (layout plan), dilanjutkan dengan potongan struktural (sections), denah perletakan komponen, detail penulangan balok (beam reinforcement), hingga detail kompleks pile cap.
- Total Lembar Gambar: Dokumen mencakup total 39 halaman yang saling terintegrasi, di mana setiap halaman memiliki nomor referensi dan skala gambar spesifik (misal 1:350, 1:75, 1:30).
Analisis Dokumen Teknis dan Detail Konstruksi
1. Denah Layout Dermaga, Trestle, dan Tampak Depan
Halaman ini menyajikan pandangan makro dari konfigurasi dermaga beton (Concrete Jetty) yang dibagi menjadi tiga segmen operasional utama: Dock 1, Dock 2, dan Dock 3, serta dihubungkan ke darat melalui struktur Trestle. Denah ini memperlihatkan integrasi antara struktur jembatan penghubung dan area bongkar muat utama dengan penggunaan Plat Injak sebagai transisi. Tampak depan (Front Elevation) memberikan informasi vertikal mengenai susunan tiang pancang yang menopang struktur atas, menunjukkan distribusi beban yang merata sepanjang 81.700 mm dimensi total dermaga.
- Zonasi Area Dermaga: Pembagian area kerja menjadi Dock 1 (sisi kanan), Dock 2 (sisi kiri), dan Dock 3 (area tengah) untuk optimalisasi fungsi sandar.
- Sistem Dilatasi Struktur: Penerapan 5 cm Dilatation pada sambungan antara Dock 1-3 dan Dock 2-3 untuk mengakomodasi ekspansi termal dan pergerakan struktur.
- Elevasi Lantai Dermaga: Penentuan elevasi permukaan lantai kerja (Top of Concrete) pada level +2.90 meter di atas datum referensi (±0.00).
- Grid Tiang Pancang: Konfigurasi tiang pancang (pile) disusun dengan jarak tipikal 5.000 mm antar as (center-to-center) untuk stabilitas longitudinal.
- Utilitas Tambat Kapal: Penempatan Bollard pada sisi tepi dermaga sebagai titik penambatan tali kapal yang strategis.
- Infrastruktur Perpipaan: Identifikasi lokasi Pedestal Piperack yang memanjang di area Dock 2, mengindikasikan jalur distribusi fluida atau utilitas.
- Skala Representasi Denah: Penggunaan skala 1:350 pada cetakan A3 untuk memvisualisasikan dimensi total dermaga sepanjang 81,7 meter secara proporsional.
2. Potongan Melintang dan Memanjang Struktur (Section A, B, C)
Bagian ini memperdalam analisis spasial melalui potongan teknis (sections) yang membelah struktur pada sumbu kritis. Section C memperlihatkan profil hubungan antara Trestle dan dermaga utama, termasuk detail kemiringan dan elevasi bahu jalan. Potongan memanjang (Potongan A dan B) menguraikan anatomi vertikal dermaga, menampilkan hubungan antara tiang pancang miring (battered piles) dan tiang tegak dengan balok dermaga. Detail ini krusial untuk memahami respons struktur terhadap gaya lateral akibat sandar kapal dan beban gravitasi.
- Profil Transisi Trestle: Section C (Skala 1:200) mengilustrasikan geometri pertemuan antara akses jalan jembatan (Trestle) dengan struktur utama dermaga.
- Variasi Elevasi Struktur: Visualisasi perubahan level dari elevasi jembatan menuju elevasi lantai dermaga (+2.90) secara mendetail.
- Detail Tepi Bangunan: Penggunaan Kanstin pada tepi dermaga sebagai pembatas fisik untuk keamanan operasional kendaraan atau forklift.
- Konfigurasi Tiang Miring: Potongan A memperlihatkan penggunaan tiang pancang miring pada as tepi untuk menahan gaya horizontal (lateral force).
- Area Bahu Jalan: Identifikasi area "Bahu Jalan" pada sisi kiri dan kanan Trestle untuk aksesibilitas dan drainase.
- Dimensi Potongan Melintang: Potongan B memberikan informasi lebar total area kerja dan posisi balok memanjang terhadap as tiang.
- Konsistensi Grid Struktural: Konfirmasi ulang jarak antar tiang (5.000 mm) pada pandangan potongan untuk memverifikasi kesesuaian dengan denah.
3. Denah Penempatan Balok, Pile Cap, dan Potongan D-F
Halaman ini berfungsi sebagai panduan konstruksi elemen struktur bawah dan tengah, berfokus pada tata letak Pile Cap (poer) dan balok beton (Beam). Denah ini memetakan posisi setiap balok induk dan anak berdasarkan grid as kolom, serta menetapkan tipe penulangan yang digunakan. Terdapat juga detail potongan D, E, dan F yang memberikan pandangan spesifik terhadap dimensi balok (seperti 25x68 dan 30x68) serta detail penutup beton (concrete cover).
- Identifikasi Grid Balok: Pemetaan sistem balok struktural pada As 10, 11, dan 12 dengan skala detail 1:75.
- Dimensi Balok Utama: Spesifikasi dimensi penampang balok beton bertulang ukuran 30x68 cm dan 25x68 cm.
- Spesifikasi Tulangan Utama: Penggunaan tulangan deform (ulir) diameter 22 mm (D22) sebagai tulangan utama balok.
- Detail Sengkang (Stirrup): Konfigurasi sengkang diameter 10 mm dengan jarak variatif 100 mm di tumpuan dan 150 mm di lapangan (D10-100/150).
- Selimut Beton: Penetapan tebal selimut beton (Concrete Cover) sebesar 50 mm untuk perlindungan terhadap korosi air laut.
- Potongan Penampang Kritis: Detail Potongan D dan E (Skala 1:50) yang menunjukkan susunan tulangan vertikal dan horizontal secara eksplisit.
- Konektivitas Pile Cap: Representasi visual posisi Pile Cap yang mengikat tiang pancang dengan sistem balok lantai.
4. Detail Penulangan Balok As 3–19 dan Potongan Penampang
Fokus teknis beralih ke detail fabrikasi besi tulangan (bar bending schedule visual) untuk balok-balok yang melintang pada As 3 hingga As 19. Gambar ini sangat teknis, menampilkan elevasi samping balok (longitudinal section) yang menjelaskan panjang penyaluran, sambungan lewatan, dan pembengkokan tulangan. Halaman ini juga menyajikan "Beam Typical (Balok Anak)" yang menjadi standar untuk balok sekunder di seluruh area dermaga.
- Pengelompokan Tipe Balok: Klasifikasi penulangan yang seragam untuk Balok As 3, 4, 5, 6, 16, 17, 18, & 19 untuk efisiensi konstruksi.
- Detail Balok Anak: Spesifikasi penulangan tipikal untuk balok anak dengan dimensi 25x68 cm menggunakan tulangan utama D19.
- Zona Tumpuan dan Lapangan: Pembagian zona penulangan sengkang yang lebih rapat (jarak 100 mm) di area tumpuan dekat kolom/pile cap.
- Detail Potongan 11 & 12: Cross-section spesifik Balok As 9 & 13 (Dimensi 30x78) yang memperlihatkan susunan tulangan rangkap.
- Dimensi Balok Khusus: Identifikasi balok dengan ketinggian 78 cm (30x78 Beam) pada area beban berat tertentu.
- Tulangan Pinggang: Penggunaan tulangan pinggang (2D22) pada balok tinggi untuk mengontrol retak dan stabilitas sengkang.
- Simbol Pemotongan: Penggunaan simbol garis potong (break line) untuk memadatkan gambar elemen linear yang panjang.
5. Detail Penulangan Balok Utama As A–C dan Balok Anak
Halaman ini menguraikan detail penulangan untuk balok-balok induk memanjang (longitudinal beams) yang terletak pada As A, B, dan C, mencakup area Dock 1, 2, dan 3. Balok-balok ini memiliki dimensi yang jauh lebih besar (misalnya 35x100 cm dan 35x93 cm) karena berfungsi sebagai girder utama yang menopang beban dermaga dan mentransfernya ke tiang pancang. Kompleksitas penulangan terlihat dari jumlah batang tulangan utama yang lebih banyak (hingga 6D22 di satu sisi).
- Balok Girder Raksasa: Detail penulangan Balok As A (Dock 1 & 2) dengan dimensi penampang 350x1000 mm (35x100 Beam).
- Variasi Dimensi Balok: Penggunaan dimensi balok 35x93 cm pada segmen tertentu, menunjukkan optimasi desain berdasarkan analisis beban.
- Kepadatan Tulangan Tinggi: Penerapan tulangan utama 6D22 pada sisi tarik (bawah/atas tumpuan) untuk menahan momen lentur ekstrem.
- Sengkang Kaki Ganda: Indikasi penggunaan sengkang dengan kaki majemuk atau susunan rapat untuk menahan gaya geser pada balok tinggi.
- Penulangan Balok As C: Detail spesifik untuk jalur tepi dermaga (As C) yang mengakomodasi beban dari fender atau bollard.
- Potongan Melintang 13-16: Detail penampang yang menunjukkan posisi tulangan lapis atas dan bawah serta sela-sela agregat.
- Tulangan Ekstra: Penambahan tulangan ekstra pada area sambungan balok-pile cap untuk mencegah kegagalan simpul.
6. Detail Penulangan Balok As D, B1, dan Area Dock 3
Lembar ini melanjutkan detail struktur atas dengan fokus pada Balok As D (Dock 1 & 2), Balok As B1, dan variasi balok di area Dock 3. Halaman ini juga menyajikan detail penampang (Section 21-32) yang memberikan gambaran jelas mengenai konfigurasi tulangan sengkang dan tulangan utama pada berbagai tipe balok, termasuk dimensi 25x68 dan 35x93.
- Detail Balok Tepi As D: Spesifikasi penulangan untuk balok tepi As D dengan dimensi 35x100 cm, krusial untuk menahan beban tepi dermaga.
- Balok As B1: Detail penulangan khusus untuk Balok As B1 (Skala 1:75) yang menggunakan dimensi 25x68 cm dan 35x93 cm.
- Variasi Dock 3: Penulangan spesifik untuk Balok As C dan D di area Dock 3, menyesuaikan dengan geometri dermaga yang melebar/menyempit.
- Potongan Penampang 21-32: Kumpulan potongan melintang (Skala 1:30) yang memvisualisasikan posisi tulangan 3D22, 4D22, hingga 6D22 dalam selimut beton.
- Tulangan Torsi: Pada balok tepi (As D), konfigurasi tulangan dirancang untuk mengantisipasi gaya torsi akibat beban eksentris dari operasional dermaga.
- Detail Sengkang Tertutup: Gambar potongan menunjukkan penggunaan sengkang tertutup penuh untuk pengekangan inti beton yang optimal.
- Konsistensi Material: Seluruh detail menegaskan penggunaan mutu beton dan baja tulangan yang konsisten dengan standar As Built.
7. Detail Penulangan Balok As E, F, dan Balok Tambahan
Halaman ini menyajikan spesifikasi teknis untuk balok-balok transversal dan longitudinal tambahan yang berada pada As E dan F, serta balok-balok suplemen dengan kode 9a, 10a, 11a, dan 12a. Gambar kerja ini memperlihatkan variasi dimensi penampang balok yang signifikan, mulai dari 25x68 cm hingga 35x100 cm, yang dirancang untuk mengakomodasi beban lokal yang berbeda-beda di area dermaga. Detail potongan (Section 35–42) memberikan visualisasi clear cover dan konfigurasi sengkang yang rapat, mengindikasikan area ini menerima gaya geser yang substansial.
- Balok As E & F: Penulangan balok grid E dan F menggunakan dimensi bervariasi (30x76 dan 35x100) dengan tulangan utama 4D22 hingga 6D22 untuk menahan momen positif dan negatif.
- Balok Suplemen (9a-12a): Detail khusus untuk balok sisipan (9a, 10a, 11a, 12a) yang berfungsi sebagai pengaku tambahan pada struktur lantai dermaga.
- Zona Tulangan Tumpuan: Peningkatan densitas tulangan pada area tumpuan balok 35x93 dengan konfigurasi lapis atas yang lebih padat untuk melawan momen negatif.
- Detail Sengkang Geser: Penggunaan sengkang diameter 10 mm dengan jarak 100 mm (D10-100) secara konsisten pada zona kritis dekat kolom untuk mencegah kegagalan geser.
- Konfigurasi Tulangan Pinggang: Penerapan tulangan pinggang (2D22) pada sisi balok tinggi (seperti 35x100) untuk stabilitas sengkang dan pengendalian retak susut.
- Rasio Dimensi Balok: Proporsi dimensi balok yang ramping namun dalam (deep beam) pada tipe 25x68, mengoptimalkan inersia terhadap lendutan vertikal.
- Potongan Melintang 35-42: Seksi potong yang menunjukkan posisi akurat tulangan terhadap selimut beton setebal 50 mm, memastikan durabilitas terhadap lingkungan laut.
8. Detail Standar Pile Cap (Poer) Tipe P-1, P-2, P-3
Bagian ini merupakan referensi utama untuk pekerjaan struktur bawah, menampilkan detail standarisasi Pile Cap (Poer) tipe P-1, P-2, dan P-3 yang mengikat tiang pancang baja eksisting berdiameter 16 inci. Gambar ini sangat krusial karena menjelaskan metode "Concrete Jetty Reparation", di mana struktur baru dicor menyatu dengan tiang pancang lama yang telah diberi proteksi tambahan. Spesifikasi material beton ditetapkan pada mutu K-350, dan baja tulangan menggunakan BJTP-24 serta BJTD-40.
- Tipologi Pile Cap: Klasifikasi poer berdasarkan jumlah tiang: Tipe P-1 (tiang tunggal/baris), Tipe P-2 (dua tiang), dan Tipe P-3 (tiga tiang/kelompok).
- Integrasi Struktur Eksisting: Detail penyambungan (bonding) antara tiang pancang baja 16" eksisting dengan beton poer baru melalui rebar overlapped.
- Proteksi Korosi Tiang: Penerapan sistem HDPE Jacketing dan proteksi katodik pada tiang pancang baja di zona pasang surut untuk mencegah korosi air laut.
- Spesifikasi Tulangan Poer: Penggunaan jaring tulangan atas dan bawah (D22-160) pada seluruh tipe poer untuk menahan momen lentur dua arah.
- Dimensi Geometri Poer: Standarisasi dimensi poer (misalnya 1200x1200 mm atau 800 mm lebar) untuk efisiensi bekisting dan pelaksanaan.
- Coating Beton: Instruksi pemberian lapisan pelindung (concrete coating) ex JOTUN pada bagian bawah beton untuk perlindungan ekstra terhadap uap klorida.
- Wiremesh Selimut: Penggunaan wiremesh M10 atau spesifikasi U-50 pada komponen tertentu untuk mengontrol retak permukaan beton.
9. Detail Pile Cap Tipe P-4 dan Isometrik Instalasi Jacketing
Halaman ini memberikan fokus khusus pada Pile Cap Tipe P-4 dan menyajikan pandangan isometrik yang sangat instruktif mengenai metode instalasi pelindung tiang. Tipe P-4 dirancang untuk kelompok tiang yang lebih kompleks. Gambar isometrik secara visual menguraikan urutan kerja perbaikan, mulai dari kondisi tiang baja eksisting, penggantian selimut beton, hingga pemasangan sistem jaket HDPE.
- Pile Cap Tipe P-4: Detail penulangan dan dimensi untuk poer tipe P-4 yang mendukung beban lebih besar atau konfigurasi tiang spesifik.
- Visualisasi Isometrik: Gambar 3D isometrik yang menjelaskan lapisan-lapisan perbaikan pada tiang pancang, memudahkan pemahaman visual bagi pelaksana lapangan.
- Sekuens Perbaikan Tiang: Uraian tahapan kerja: Existing Concrete Cover -> To Be Replaced With HDPE Jacketing System.
- Detail Tulangan Seksi D: Potongan D yang menunjukkan konfigurasi tulangan vertikal dan horizontal secara mendetail pada poer P-4.
- Spesifikasi Jacketing: Penegasan penggunaan material HDPE sebagai lapis pelindung utama terhadap lingkungan korosif laut.
- Integrasi Balok-Poer: Hubungan struktural yang jelas antara poer dengan balok pengikat (tie beam) yang masuk ke dalam sistem poer.
- Konsistensi Dimensi: Penetapan jarak bersih dan tebal selimut beton yang konsisten pada seluruh elemen poer untuk durabilitas jangka panjang.
10. Detail Teknis Pemasangan Fender dan Posisi Angkur
Dokumen ini beralih ke elemen mekanikal-struktural dermaga, yaitu detail pemasangan Rubber Fender tipe Cell SUC 1000H. Gambar ini sangat presisi dalam menentukan geometri beton dudukan fender yang berbentuk trapesium (tapered) untuk mengakomodasi reaksi tumbukan kapal. Detail posisi angkur (anchor bolts) dan panel frontal (frontal panel) disajikan dengan dimensi milimeter yang akurat untuk memastikan kompatibilitas saat instalasi.
- Tipe Fender Spesifik: Spesifikasi penggunaan Fender Type Cell SUC 1000H lengkap dengan Frontal Panel sebagai sistem penyerap energi sandar.
- Geometri Dudukan Fender: Desain beton poer fender dengan profil miring (trapesium) untuk distribusi gaya tumbukan yang optimal ke struktur dermaga.
- Pola Baut Angkur: Detail presisi posisi lubang angkur (PCD 110) dan sudut kemiringan (19 derajat, 30 derajat) untuk pemasangan base plate fender.
- Integrasi Balok Penahan: Hubungan antara dudukan fender dengan balok 25x68 dan 35x100 yang berfungsi menyalurkan gaya tumbukan ke struktur utama.
- Elevasi Pemasangan: Informasi elevasi vertikal pemasangan fender terhadap muka air atau lantai dermaga (tampak potongan D').
- Frontal Panel: Ilustrasi posisi panel depan baja (frontal panel) yang berfungsi memperluas bidang kontak dengan lambung kapal.
- Dimensi Detail Angkur: Dimensi jarak antar angkur (275 mm, 550 mm) yang krusial untuk fabrikasi mal/template angkur sebelum pengecoran.
11. Denah Penempatan Fender, Bollard, dan Dilatasi Slab
Halaman ini adalah peta koordinasi untuk perlengkapan dermaga (marine fixtures). Denah skala 1:350 menunjukkan titik-titik eksak pemasangan Bollard (penambat) dan Fender di sepanjang sisi dermaga. Selain itu, terdapat detail struktural penting mengenai Slab Dilatation (sambungan siar muai) yang menggunakan profil baja BJ-37 untuk menjembatani celah antar segmen dermaga, serta detail tulangan penguat di bawah bollard.
- Layout Utilitas Dermaga: Pemetaan posisi Bollard dan Fender di sepanjang Dock 1, 2, dan 3 untuk operasional penyandaran kapal yang efisien.
- Detail Penulangan Bollard: Potongan detail pondasi Bollard (850x850 mm) dengan perkuatan tulangan ekstra dan angkur high tensile steel.
- Sistem Sambungan Dilatasi: Detail Slab Dilatation Section menggunakan profil siku L 100x100x10 dan pelat baja untuk menutup celah 5 cm antar struktur.
- Spesifikasi Material Angkur: Catatan teknis yang mewajibkan angkur Bollard dan Fender menggunakan baja tegangan tarik tinggi (High Tensile Steel).
- Koneksi Pipa Baja: Detail potongan yang memperlihatkan integrasi pipa baja diameter 16" (tebal 12.7 mm) dengan pelat baja 12 mm pada struktur fender.
- Dimensi Joint: Celah dilatasi selebar 50 mm (5 cm) yang dirancang untuk mengakomodasi pergerakan termal tanpa merusak beton.
- Koordinat Grid: Penempatan bollard dan fender yang terikat pada grid as struktur (jarak 10 meter dan 5 meter) untuk kemudahan setting out.
12. Denah dan Detail Kanstin, Pondasi Lampu, serta Piperack
Lembar ini fokus pada elemen sipil pendukung di atas lantai dermaga. Terdapat denah layout dan detail potongan untuk Kanstin (kerb beton), pondasi tiang lampu penerangan, dan pondasi Piperack (rak pipa). Gambar ini juga menampilkan struktur rangka batang (truss) untuk jembatan pipa sepanjang 15 meter, mengindikasikan adanya jalur distribusi fluida (minyak/air/gas) yang disangga oleh struktur ini.
- Layout Pondasi Utilitas: Denah penempatan titik-titik Pondasi Tiang Lampu dan Pedestal Piperack yang terkoordinasi dengan jalur lalu lintas dermaga.
- Struktur Rangka Piperack: Elevasi samping jembatan pipa (bentang 15.000 mm) yang menggunakan struktur rangka baja untuk menyangga pipa di atas dermaga.
- Detail Pondasi Piperack: Potongan pondasi beton (900x1000 mm) dengan sistem angkur D16-160 untuk menahan beban struktur rak pipa.
- Geometri Kanstin: Detail potongan Kanstin (ukuran dasar 400 mm, tinggi 300 mm) dengan tulangan stek D16 dan D10 untuk pengaku pada pelat lantai.
- Pondasi Penerangan: Detail pondasi tiang lampu (400x400 mm) yang dilengkapi dengan angkur 4 diameter 5/8 inci untuk mendirikan tiang PJU.
- Sistem Angkur Tanam: Penggunaan Embedment Length yang cukup pada besi stek kanstin dan angkur pondasi untuk memastikan ikatan kuat dengan beton lantai lama/baru.
- Elevasi Utilitas: Informasi elevasi Top of Concrete (TOC) +3.85 untuk kanstin dan pondasi, lebih tinggi dari lantai dermaga (+2.90) untuk perlindungan.
13. Detail Abutment, Plat Injak, dan Bearing Pad
Halaman ini menguraikan detail konstruksi pada area transisi antara daratan dan struktur jembatan (abutment), mencakup spesifikasi Plat Injak dan sistem perletakan (bearing pad). Gambar ini menampilkan potongan memanjang "Potongan A" dan detail tumpuan balok (Beam Support) yang menggunakan bantalan karet elastomer untuk mengakomodasi pergerakan termal dan beban dinamis.
- Sistem Plat Injak: Detail konstruksi pelat injak beton bertulang yang menghubungkan jalan pendekat dengan struktur jembatan untuk mencegah penurunan tanah mendadak.
- Spesifikasi Bearing Pad: Penggunaan Elastomeric Rubber sebagai bantalan perletakan antara balok beton (35x100 atau 35x93) dan struktur abutment.
- Profil Siku Pengaman: Pemasangan profil baja siku L 100x100x10 mm pada sudut beton abutment sebagai pelindung tepi (edge protection) dari benturan.
- Angkur Penahan: Detail angkur diameter 12 mm dengan panjang 500 mm (Anchor Ø12-500) yang tertanam pada beton untuk mengikat profil siku.
- Dimensi Balok Tumpuan: Visualisasi dimensi balok tumpuan tipe 93x35 dan 100x35 yang duduk di atas bantalan elastomer.
- Tulangan Utama Plat: Identifikasi penggunaan tulangan D19 (4D19) pada balok tumpuan untuk menahan gaya geser dan lentur lokal di area perletakan.
- Geometri Miring: Gambar potongan memperlihatkan geometri plat injak yang memiliki kemiringan (slope) dengan ketebalan bervariasi (200 mm di ujung) untuk drainase dan transisi halus.
14. Detail Tipikal Pile Cap Tipe P6.1 dan Koneksi Tiang Pancang
Bagian ini menyajikan "Pilecap Type P6.1 Typical Detail", sebuah komponen vital yang menunjukkan metode penyambungan antara struktur beton baru dengan tiang pancang baja eksisting. Fokus utama adalah pada detail pengelasan besi tulangan tambahan (additional anchored rebar) ke kepala tiang pancang baja untuk memastikan transfer beban yang monolitik.
- Metode Koneksi Tiang: Prosedur penyambungan menggunakan 6 batang tulangan D22 (panjang 300 mm) yang dilas langsung ke pipa baja eksisting (welded to existing steel pipe pile).
- Integrasi Balok Utama: Detail hubungan antara Pile Cap dengan Main Beam berukuran 350x930 mm yang monolit.
- Spesifikasi Slab Dermaga: Informasi ketebalan pelat lantai dermaga (Dock Slab) setebal 180 mm yang diperkuat dengan 2 lapis Wiremesh M10.
- Tulangan Utama Poer: Spesifikasi tulangan utama Pile Cap menggunakan D22-160 (diameter 22 mm jarak 160 mm) untuk menahan momen lentur.
- Tulangan Sayap (Wing Rebar): Detail penulangan pada bagian sayap (Wing) poer dengan spesifikasi D22-160 yang saling bertumpuk (overlapped).
- Sengkang Balok: Indikasi posisi Beam Stirrup yang masuk ke dalam area simpul pertemuan balok dan tiang pancang.
- Dimensi Area Kerja: Jarak bersih antar sisi tiang dan tepi beton yang ditetapkan sebesar 1600 mm untuk memastikan selimut beton yang memadai.
15. Detail Khusus Pile Cap Tipe A7 dan Zona Tulangan
Halaman ini menampilkan detail teknis untuk Pilecap A7, yang memiliki konfigurasi geometri dan penulangan khusus. Gambar ini membagi area poer menjadi "Zona 1" dan "Zona 2", mengindikasikan adanya perbedaan perlakuan beban atau geometri pada satu kesatuan struktur.
- Zonasi Struktur: Pembagian area kerja menjadi ZONA 1 dan ZONA 2 pada denah tampak atas untuk membedakan detail penulangan.
- Dimensi Vertikal: Informasi tinggi total struktur poer/balok yang mencapai 2186 mm dan 1330 mm pada segmen berbeda.
- Kepadatan Tulangan: Penampang potong ("Cross-C", "Cross-D", "Cross-E") memperlihatkan kepadatan tulangan D22-160 yang sangat tinggi di seluruh sisi beton.
- Profil Pelindung Sudut: Penggunaan profil baja siku L 100x100x10 mm yang tertanam pada sudut beton untuk perlindungan fisik.
- Tulangan Geser: Konfigurasi tulangan sengkang tertutup (closed stirrups) D22-160 untuk menahan gaya geser yang besar pada poer tipe A7.
- Lebar Efektif: Dimensi lebar poer yang bervariasi (1250 mm dan 1750 mm) menyesuaikan dengan posisi as tiang pancang di bawahnya.
- Detail Pengait: Ujung tulangan dibengkokkan (kait standar) untuk panjang penyaluran tegangan yang optimal di dalam inti beton.
16. Jadwal dan Detail Penulangan Pile Cap Tipe P-1 (Varian B2–B20)
Halaman ini berfungsi sebagai lembar jadwal (schedule) untuk varian Pile Cap Tipe P-1, yaitu poer untuk tiang tunggal atau baris tunggal. Terdapat detail spesifik untuk kode lokasi B2, B15, B20, D2, D7, dan D15, yang masing-masing memiliki penyesuaian dimensi atau tulangan minor.
- Varian P-1(B2): Detail poer tipe B2 dengan dimensi 1280x1100 mm dan tulangan D22-160 lapis rangkap.
- Sistem Jacketing HDPE: Catatan standar pada setiap detail yang mewajibkan penggantian selimut beton eksisting dengan sistem HDPE Jacketing.
- Tiang Eksisting: Referensi visual tiang pancang baja 16 inci (Steel Pipe Pile Ø16" Existing) yang menjadi inti dukungan struktur.
- Varian P-1(B15): Detail poer tipe B15 dengan dimensi memanjang 1300 mm, sedikit lebih besar dari tipe standar.
- Konsistensi Tulangan: Penggunaan seragam tulangan D22-160 pada sisi atas, bawah, dan samping untuk semua varian P-1 di halaman ini.
- Dimensi Sisi Pendek: Lebar standar sisi pendek poer ditetapkan sebesar 800 mm untuk efisiensi bekisting pada tipe tiang tunggal.
- Detail Potongan A: Referensi ke "Section A" (skala 1:30) yang berlaku umum untuk memvisualisasikan elevasi vertikal poer.
17. Jadwal dan Detail Penulangan Pile Cap Tipe P-1 (Varian D20–C13)
Lanjutan dari katalog teknis poer tipe P-1, halaman ini mencakup varian lokasi D20, B8, C9, D9, B1 9a, dan C13. Meskipun tipikalnya sama, gambar ini menegaskan posisi grid yang berbeda membutuhkan verifikasi dimensi di lapangan.
- Varian P-1(D20): Detail poer tipe D20 dengan dimensi persegi panjang 1280x1100 mm dan tulangan D22-160.
- Varian P-1(B8): Detail poer tipe B8 dengan dimensi serupa namun memiliki kode lokasi spesifik untuk manajemen konstruksi.
- Kodefikasi Grid: Penamaan tipe poer (misal: B1 9a) yang mengacu langsung pada koordinat grid struktur untuk memudahkan pelacakan lokasi pemasangan.
- Tulangan Sengkang: Indikasi tulangan sengkang/keliling D22-160 yang mengikat tulangan utama vertikal.
- Tebal Selimut Beton: Visualisasi jarak bersih (clear cover) sebesar 50-80 mm antara tulangan terluar dan tepi beton.
- Elevasi Top Poer: Elevasi permukaan atas poer yang seragam (tersirat dari potongan tipikal) untuk meratakan level balok yang menumpu di atasnya.
- Detail Tiang Terbungkus: Representasi grafis tiang pancang yang masuk sebagian ke dalam beton poer (stek tiang) untuk transfer beban geser.
18. Jadwal dan Detail Penulangan Pile Cap Tipe P-1 & P-2 (Varian F90–D14)
Halaman ini menampilkan campuran varian Pile Cap, termasuk transisi ke tipe yang lebih besar atau lokasi khusus seperti F90, B1 120, F120, serta tipe P-2 (dua tiang) pada kode B14. Perbedaan dimensi mulai terlihat signifikan pada tipe-tipe ini.
- Varian Panjang P-1(F90): Poer tipe F90 memiliki dimensi panjang 1200 mm, disesuaikan dengan beban lokal di area tersebut.
- Varian Besar P-1(F120): Tipe F120 memiliki dimensi panjang 1400 mm, mengindikasikan kapasitas dukung yang lebih besar atau deviasi posisi tiang.
- Tipe P-2(B14): Kemunculan tipe P-2 (dua tiang) pada kode B14 dengan dimensi 1000 mm, menunjukkan awal dari seri poer ganda.
- Varian P-1(D14): Tipe D14 dengan dimensi 900x1280 mm, menunjukkan variasi lebar poer pada grid tertentu.
- Detail Siku Tulangan: Detail pembengkokan tulangan sudut (L-bar) yang jelas pada setiap sudut pertemuan tulangan horizontal dan vertikal.
- Grid Tulangan: Penggambaran grid tulangan (posisi 1, 2, 3, 4, 5) yang sistematis untuk panduan perakitan besi di lapangan.
- Keterangan Proteksi: Pengulangan catatan penting mengenai penggantian selimut beton eksisting dengan HDPE pada setiap detail untuk jaminan mutu.
19. Jadwal dan Detail Penulangan Pile Cap Tipe P-2 (Varian B3–B6)
Dokumen ini khusus menampilkan varian Pile Cap Tipe P-2, yaitu poer yang menaungi dua tiang pancang. Varian yang ditampilkan meliputi B3, B6, C2, B4, C3, dan B5. Dimensi poer pada halaman ini umumnya lebih besar dan memanjang untuk mengakomodasi jarak antar dua tiang.
- Varian P-2(B3): Detail poer tipe B3 dengan dimensi 1400 mm, dirancang untuk dua tiang pancang.
- Varian P-2(B6) & P-2(B5): Tipe B6 dan B5 dengan dimensi panjang 1200 mm, menunjukkan standarisasi dimensi untuk kelompok tiang jarak dekat.
- Varian P-2(C2): Tipe C2 dengan dimensi 1300 mm, sedikit lebih panjang untuk toleransi atau jarak tiang yang berbeda.
- Varian P-2(B4): Tipe B4 yang paling panjang di halaman ini, mencapai 1600 mm, mengindikasikan jarak antar tiang yang lebih lebar atau momen guling yang lebih besar.
- Konfigurasi 2 Tiang: Visualisasi jelas dua kepala tiang pancang (lingkaran) di dalam denah poer pada setiap varian.
- Tulangan Utama P-2: Penggunaan tulangan D22-160 yang konsisten, namun dengan panjang potong yang menyesuaikan dimensi poer yang membesar.
- Potongan Melintang P-2: Detail potongan yang memperlihatkan dua tiang pancang masuk ke dalam satu kesatuan beton poer.
20. Jadwal dan Detail Penulangan Pile Cap Tipe P-2 (Varian C4–B16)
Melanjutkan katalog tipe P-2, halaman ini mencakup varian C4, C7, C5, C6, D3, B16, dan B11. Varian pada halaman ini menunjukkan rentang dimensi yang sangat beragam, mulai dari 1200 mm hingga 2223 mm, mencerminkan adaptasi desain terhadap kondisi tiang terpasang (as-built piles).
- Varian Panjang Ekstrem P-2(D3): Tipe D3 memiliki dimensi sangat spesifik yaitu 2223 mm, kemungkinan besar untuk mengakomodasi tiang pancang miring atau jarak tiang yang lebar.
- Varian P-2(C4) & P-2(C7): Tipe C4 dan C7 dengan dimensi standar 1600 mm, tipe umum untuk poer dua tiang.
- Varian P-2(C6) & P-2(B11): Tipe dengan dimensi 1400 mm (C6) dan 1413 mm (B11), menunjukkan presisi pengukuran as-built hingga satuan milimeter.
- Varian P-2(C5) & P-2(B16): Tipe kompak dengan dimensi 1200 mm untuk efisiensi pada beban yang lebih ringan.
- Tulangan Ekstra Panjang: Pada tipe D3 (2223 mm), tulangan utama horizontal memerlukan panjang penyaluran yang lebih signifikan.
- Detail Angkur Tiang: Ilustrasi angkur/stek dari tiang pancang yang masuk ke dalam poer dengan sudut kemiringan tertentu pada visualisasi potongan.
- Kodefikasi Varian: Penggunaan kode alfanumerik (misal B16, C7) yang merujuk pada koordinat grid denah untuk presisi lokasi instalasi.
21. Jadwal dan Detail Penulangan Pile Cap Tipe P-2 (Varian O4–B19)
Halaman ini mendetailkan varian P-2 lainnya termasuk O4, B17, D5, B18, D6, dan B19. Dimensi pada halaman ini mencakup ukuran-ukuran non-standar seperti 2090 mm dan 1845 mm, yang menegaskan sifat "As Built" dari gambar kerja ini yang mengikuti kondisi lapangan aktual.
- Varian P-2(O4): Tipe O4 memiliki dimensi panjang 2090 mm, salah satu yang terpanjang, mengindikasikan deviasi posisi tiang yang signifikan.
- Varian P-2(D5): Tipe D5 dengan dimensi 1845 mm, memerlukan volume beton dan tulangan yang lebih besar.
- Varian P-2(B18): Tipe B18 dengan dimensi 1260 mm, ukuran yang sangat spesifik dan presisi.
- Varian P-2(B17) & P-2(B19): Tipe B17 (1250 mm) dan B19 (1750 mm) menunjukkan variasi dimensi yang luas dalam satu kategori tipe poer.
- Varian P-2(D6): Tipe D6 dengan dimensi 1440 mm, mengisi celah dimensi menengah.
- Fleksibilitas Tulangan: Penggunaan tulangan D22-160 yang dapat disesuaikan panjang potongnya di lapangan mengikuti dimensi poer yang bervariasi.
- Konsistensi Tinggi: Tinggi poer dan selimut beton (50 mm) tetap dijaga konsisten meskipun panjang dan lebar poer berubah-ubah.
22. Jadwal dan Detail Penulangan Pile Cap Tipe P-2 (Varian C15–C17)
Bagian ini mencakup varian C15, C18, C19, C16, C20, dan C17. Terdapat keunikan dimensi seperti 1273 mm pada tipe C20, yang sekali lagi menunjukkan akurasi pencatatan kondisi terbangun.
- Varian P-2(C15) & P-2(C16): Tipe standar dengan dimensi 1600 mm, umum digunakan pada grid C.
- Varian P-2(C19): Tipe C19 dengan dimensi 1450 mm, penyesuaian lokal pada grid ujung.
- Varian P-2(C18): Tipe C18 dengan dimensi 1300 mm.
- Varian Presisi P-2(C20): Tipe C20 mencatat dimensi 1273 mm, angka yang sangat spesifik hasil pengukuran lapangan.
- Varian P-2(C17): Tipe C17 dengan dimensi 1620 mm, sedikit lebih besar dari standar 1600 mm.
- Tulangan Lapangan: Detail tulangan lapangan dan tumpuan yang seragam (D22-160) menyederhanakan manajemen logistik besi meskipun dimensi beton berbeda.
- Verifikasi Grid: Semua varian ini berada pada jalur grid "C", yang mungkin merupakan jalur balok utama dermaga dengan beban seragam.
23. Jadwal dan Detail Penulangan Pile Cap Tipe P-2 (Varian D16–C8)
Halaman ini menampilkan varian D16, O19, O17, C8, O18, dan B9. Dimensi bervariasi dari 1300 mm hingga 1950 mm.
- Varian Besar P-2(D16): Tipe D16 memiliki dimensi 1950 mm, mendekati 2 meter, memerlukan perhatian khusus pada momen lentur tengah bentang.
- Varian P-2(C8): Tipe C8 dengan dimensi 1600 mm, konsisten dengan mayoritas tipe C lainnya.
- Varian P-2(B9) & P-2(O18): Tipe B9 dan O18 dengan dimensi 1600 mm dan 1400 mm.
- Varian P-2(O19): Tipe O19 dengan dimensi 1300 mm.
- Varian P-2(O17): Tipe O17 dengan dimensi 1343 mm, dimensi non-modular lainnya.
- Detail Potongan: Potongan B pada setiap gambar mengkonfirmasi posisi tulangan D22-160 (No. 4 dan 3) yang mengelilingi struktur.
- Skala Gambar: Semua detail digambar dengan skala 1:30 untuk kejelasan pembacaan tulangan di lapangan.
24. Jadwal dan Detail Penulangan Pile Cap Tipe P-2 (Varian B10–B11)
Halaman ini berisi varian B10, D90, B1 100, E90, C90, dan B11 (duplikasi atau varian dekat). Dimensi berkisar antara 1350 mm hingga 2300 mm.
- Varian Terpanjang P-2(C90): Tipe C90 memiliki dimensi 2300 mm, merupakan salah satu poer 2 tiang terpanjang, mengindikasikan jarak tiang yang sangat lebar.
- Varian P-2(B1 100): Tipe B1 100 dengan dimensi 1850 mm.
- Varian P-2(E90): Tipe E90 dengan dimensi 1840 mm.
- Varian P-2(D90): Tipe D90 dengan dimensi 1450 mm.
- Varian P-2(B10) & P-2(B11): Tipe B10 (1350 mm) dan B11 (1413 mm).
- Implikasi Struktural: Panjang poer yang mencapai 2300 mm (C90) memerlukan verifikasi geser pons (punching shear) yang ketat di sekitar tiang pancang.
- Layout Tulangan: Pada poer panjang seperti C90, tulangan memanjang menjadi elemen kritis untuk menahan momen positif yang besar.
25. Jadwal dan Detail Penulangan Pile Cap Tipe P-2 (Varian C100–F100)
Halaman ini mencakup varian C100, E100, D100, B1 110, F100, dan C110. Dimensi berkisar antara 1200 mm hingga 1780 mm.
- Varian P-2(C100): Tipe C100 dengan dimensi 1780 mm.
- Varian P-2(E100): Tipe E100 dengan dimensi 1680 mm.
- Varian P-2(D100): Tipe D100 dengan dimensi 1580 mm.
- Varian P-2(F100): Tipe F100 dengan dimensi 1700 mm.
- Varian P-2(C110): Tipe C110 dengan dimensi 1300 mm.
- Varian P-2(B1 110): Tipe B1 110 dengan dimensi 1200 mm.
- Pola Distribusi: Terlihat pola di mana poer pada grid angka "100" (C100, D100, E100, F100) memiliki dimensi yang relatif besar (1580-1780 mm), mungkin terkait area beban berat.
26. Jadwal dan Detail Penulangan Pile Cap Tipe P-2 (Varian D110–D120)
Bagian ini menutup seri varian P-2 di halaman ini dengan tipe D110, B12, E110, F110, dan D120. Terdapat dimensi besar 2400 mm pada tipe D120.
- Varian Raksasa P-2(D120): Tipe D120 mencapai panjang 2400 mm, menjadi poer dua tiang terbesar yang tercatat, membutuhkan tulangan masif.
- Varian P-2(F110): Tipe F110 dengan dimensi 1800 mm.
- Varian P-2(E110): Tipe E110 dengan dimensi 1797 mm, sangat presisi.
- Varian P-2(B12): Tipe B12 dengan dimensi 1500 mm.
- Varian P-2(D110): Tipe D110 dengan dimensi 1400 mm.
- Tulangan Masif: Pada tipe D120 (2400 mm), integritas tulangan D22-160 sangat krusial untuk mencegah keretakan akibat momen lentur yang tinggi.
- Konsistensi Simbol: Penggunaan simbol potongan "D" dan "B" secara konsisten memudahkan navigasi antar gambar varian.
27. Jadwal dan Detail Penulangan Pile Cap Tipe P-2 (Varian E120–B13)
Halaman ini menutup rangkaian detail untuk Pile Cap tipe P-2 (dua tiang) dengan menampilkan varian E12a, C10a, D10a, E10a, B1 11a, C12a, C14, dan B13.
Varian pada halaman ini menunjukkan penyesuaian dimensi yang sangat spesifik, seperti penggunaan sufiks "a" (misal E12a) yang mengindikasikan revisi atau kondisi khusus di lapangan.
- Varian Lebar P-2(C12a): Tipe C12a memiliki dimensi panjang 2000 mm, memberikan area transfer beban yang luas.
- Varian P-2(E12a): Tipe E12a dengan dimensi 1570 mm, ukuran non-modular yang presisi.
- Varian P-2(C10a): Tipe C10a dengan dimensi 1780 mm.
- Varian P-2(D10a): Tipe D10a dengan dimensi 1580 mm.
- Varian P-2(C14): Tipe C14 dengan dimensi 1500 mm.
- Varian P-2(B13): Tipe B13 dengan dimensi kompak 1200 mm, digunakan pada area beban standar.
- Konsistensi Penulangan: Seluruh varian tetap mempertahankan konfigurasi tulangan utama D22-160, memudahkan fabrikasi massal meski dimensi beton berbeda.
28. Jadwal dan Detail Penulangan Pile Cap Tipe P-3 (Varian A8–A14)
Bagian ini memperkenalkan Pile Cap Tipe P-3, yang dirancang untuk mengikat kelompok tiga tiang pancang. Varian yang ditampilkan meliputi A8, A7, A15, dan A14. Geometri poer ini dirancang untuk mendistribusikan beban dari kolom tunggal ke tiga titik dukung tiang pancang.
- Varian P-3(A8): Detail poer tipe A8 dengan dimensi 1200 mm.
- Varian P-3(A7): Tipe A7 dengan dimensi 1520 mm, dilengkapi dengan tulangan D22-160 pada seluruh sisi.
- Varian P-3(A15): Tipe A15 yang juga memiliki dimensi 1520 mm, identik dengan A7 namun berbeda lokasi grid.
- Varian Besar P-3(A14): Tipe A14 memiliki dimensi panjang 2000 mm, mengindikasikan jarak antar tiang yang lebih lebar atau momen guling yang besar.
- Potongan Melintang C: Detail "Section C" digunakan untuk memvisualisasikan elevasi dan susunan tulangan vertikal pada tipe P-3.
- Konfigurasi Tulangan: Penggunaan tulangan D22-160 (lapis 1 hingga 5) menjamin integritas struktur terhadap gaya geser dan lentur.
- Beban Terpusat: Desain P-3 umumnya digunakan di bawah kolom struktur utama yang menerima beban aksial signifikan.
29. Jadwal dan Detail Penulangan Pile Cap Tipe P-4 (Varian A3–A10)
Halaman ini memuat detail untuk Pile Cap Tipe P-4, yang mengikat empat tiang pancang dalam satu grup. Varian yang dibahas adalah A3, A5, A12, dan A10. Struktur ini biasanya berbentuk persegi atau persegi panjang dan digunakan untuk menahan beban vertikal dan lateral yang besar.
- Varian P-4(A3): Tipe A3 dengan dimensi 1400x1600 mm, menunjukkan geometri persegi panjang.
- Varian P-4(A5): Tipe A5 dengan dimensi bujur sangkar 1200x1200 mm.
- Varian P-4(A12): Tipe A12 dengan dimensi 1200 mm, konsisten dengan tipe A5.
- Varian P-4(A10): Tipe A10 dengan dimensi 1200 mm.
- Denah Tiang: Ilustrasi denah memperlihatkan posisi 4 tiang pancang yang tersusun simetris di dalam poer.
- Detail Potongan D: Penggunaan referensi "Section D" (Skala 1:30) untuk detail penulangan vertikal tipe P-4.
- Jarak Tepi: Jarak bersih (edge distance) dari as tiang ke tepi beton diperhitungkan dengan cermat untuk mencegah pecahnya beton tepi (spalling).
30. Jadwal dan Detail Penulangan Pile Cap Tipe P-4 (Varian A17–A19)
Melanjutkan tipe P-4, halaman ini menampilkan varian A17 dan A19 yang memiliki dimensi jauh lebih besar dibandingkan varian sebelumnya, mengindikasikan fungsinya sebagai penumpu beban utama atau berada di zona dengan kondisi tanah yang membutuhkan jarak tiang lebar.
- Varian Raksasa P-4(A19): Tipe A19 memiliki dimensi mencapai 2300x2400 mm, merupakan salah satu poer 4 tiang terbesar dalam dokumen.
- Varian P-4(A17): Tipe A17 dengan dimensi 1600 mm, ukuran menengah untuk kategori P-4.
- Volume Beton: Dimensi A19 yang besar mengimplikasikan volume pengecoran beton masif yang memerlukan kontrol suhu hidrasi.
- Tulangan Ekstra: Pada tipe A19, panjang bentang tulangan D22-160 memerlukan sambungan lewatan (lap splice) yang memenuhi standar teknis.
- Elevasi Galian: Kedalaman galian untuk poer A19 akan lebih dalam mengingat dimensi dan tebal poer yang proporsional dengan luasnya.
- Kestabilan Lateral: Dimensi 2400 mm memberikan lengan momen yang besar untuk melawan gaya guling (overturning moment) pada struktur.
- Potongan D: Detail potongan memperlihatkan susunan tulangan rangkap (atas-bawah) yang dihubungkan dengan sengkang vertikal.
31. Detail Penulangan Pile Cap Tipe P-6 (Kode A2)
Halaman ini memulai seri detail untuk Pile Cap Tipe P-6, sebuah struktur masif berbentuk trapesium terbalik (tapered) yang mengikat 6 tiang pancang miring (battered piles). Struktur ini kemungkinan besar berfungsi sebagai Breasting Dolphin atau titik sudut dermaga yang menerima gaya tumbukan kapal terbesar.
- Geometri Trapesium: Penampang poer berbentuk trapesium dengan lebar atas 3467 mm dan lebar bawah 1600 mm.
- Tiang Miring: Gambar potongan memperlihatkan 6 tiang pancang yang dipasang miring untuk menahan gaya horizontal ekstrem.
- Koneksi Las: Detail "Additional Anchored" berupa 6 batang D22 panjang 300 mm yang dilas ke tiang pancang baja eksisting.
- Dimensi Top: Lebar total bagian atas poer adalah 3467 mm, memberikan area kerja yang luas di atasnya.
- Tulangan Masif: Penggunaan tulangan D22-160 secara menyeluruh (kode 1-8) membungkus seluruh volume beton.
- Tinggi Efektif: Tinggi struktur dari dasar poer hingga lantai dermaga mencapai 2500 mm, memberikan kekakuan luar biasa.
- Pipa Baja: Integrasi pipa baja 40 mm (40 DIA) yang tertanam dalam struktur, kemungkinan untuk utilitas atau drainase.
32. Detail Penulangan Pile Cap Tipe P-6 (Kode A4)
Detail untuk varian P-6 kode A4. Struktur ini memiliki dimensi atas yang lebih lebar dibandingkan tipe A2, menunjukkan adaptasi desain terhadap posisi spesifik di dermaga.
- Dimensi Lebar: Lebar atas poer mencapai 3933 mm, lebih lebar dari tipe A2.
- Lebar Dasar: Lebar dasar poer adalah 1600 mm, konsisten dengan tipe P-6 lainnya untuk efisiensi bekisting bawah.
- Tulangan Balok: Catatan "Reinforcement Detail Refer Beam As A" menunjukkan integrasi penulangan poer dengan balok utama dermaga.
- Elevasi Referensi: Menampilkan elevasi +1.300 (Ex. Elevation) dan +/- 0.000 (LWS), memberikan konteks posisi vertikal terhadap muka air.
- Tiang Miring: Konfigurasi tiang miring (raked piles) terlihat jelas untuk stabilitas lateral.
- Detail Pengelasan: Instruksi pengelasan tulangan tambahan ke tiang pancang baja eksisting untuk transfer beban geser.
- Sayap Poer: Bagian sayap poer (cantilever) diperkuat dengan tulangan miring untuk menahan momen negatif.
33. Detail Penulangan Pile Cap Tipe P-6 (Kode A6)
Varian P-6 kode A6 dengan dimensi yang semakin membesar, mencapai lebar lebih dari 4 meter. Ini adalah salah satu struktur poer terbesar dalam sistem dermaga ini.
- Dimensi Ekstrem: Lebar atas poer mencapai 4227 mm dengan lebar dasar 1938 mm.
- Tinggi Struktur: Tinggi total poer tetap 2500 mm, menjaga keseragaman elevasi dermaga.
- Pola Tulangan: Grid tulangan yang sangat rapat (D22-160) untuk mengatasi volume beton yang besar dan mencegah retak termal.
- Tiang Kelompok: Mengikat 6 tiang pancang baja diameter 16 inci dalam satu kesatuan monolitik.
- Detail Sengkang: Penggunaan sengkang tertutup dan cross-ties untuk mengekang tulangan utama pada volume beton yang luas.
- Perlindungan Korosi: Tiang pancang eksisting di bawah poer dilindungi, dan koneksi beton-baja diperkuat dengan las.
- Posisi Grid: Kode A6 menunjukkan lokasi spesifik pada grid struktur, kemungkinan di area tengah atau dilhatasi.
34. Detail Penulangan Pile Cap Tipe P-6 (Kode A9)
Varian P-6 kode A9. Dimensi sedikit berbeda dari A6, menunjukkan presisi penyesuaian as-built di lapangan.
- Dimensi Spesifik: Lebar atas poer 3934 mm dan lebar dasar 1600 mm.
- Rasio Geometri: Rasio kemiringan dinding poer yang curam untuk mentransfer beban dari lebar 3,9 m ke dasar 1,6 m.
- Detail Potongan D: Potongan D menampilkan detail tulangan 6 lapis yang saling mengikat.
- Elevasi Pasang Surut: Referensi elevasi LWS (Low Water Spring) sebagai datum nol untuk pekerjaan tiang pancang.
- Proteksi Tiang: Sistem Additional Anchored dengan las memastikan tiang lama dapat bekerja sama dengan beton baru.
- Tulangan Sayap: Penulangan khusus pada bagian sayap miring poer untuk menahan gaya tarik akibat momen lentur.
- Integrasi Fender: Struktur P-6 seringkali menjadi dudukan untuk fender, sehingga kekakuan struktur ini sangat vital.
35. Detail Penulangan Pile Cap Tipe P-6 (Kode A11)
Varian P-6 kode A11 dengan dimensi lebar 4133 mm. Variasi dimensi yang terus menerus ini menegaskan bahwa setiap poer P-6 dicor menyesuaikan kondisi posisi tiang pancang aktual di lapangan (tailor-made).
- Lebar Atas: Dimensi 4133 mm pada bagian atas.
- Lebar Dasar: Dimensi dasar 1800 mm, lebih lebar dari varian standar 1600 mm.
- Volume Beton: Peningkatan lebar dasar mengindikasikan volume beton yang lebih besar pada bagian kaki poer.
- Detail Las: 6 batang D22 panjang 300 mm dilas ke tiang eksisting sebagai shear connector.
- Tulangan Horizontal: Tulangan horizontal D22-160 (kode 4 dan 2) berjalan sepanjang lebar poer.
- Tulangan Miring: Tulangan sisi miring (kode 7) mengikuti bentuk trapesium poer.
- Posisi Tiang: Tiang pancang diposisikan pada jarak 700 mm dari tepi dasar poer.
36. Detail Penulangan Pile Cap Tipe P-6 (Kode A13)
Varian P-6 kode A13 dengan dimensi terbesar dalam seri ini, yaitu 4333 mm. Struktur ini kemungkinan berada di lokasi dengan beban terbesar atau jarak antar tiang yang paling lebar.
- Dimensi Maksimum: Lebar atas mencapai 4333 mm, rekor terlebar untuk tipe P-6.
- Lebar Dasar: Lebar dasar 2000 mm, memberikan kestabilan dasar yang lebih baik.
- Kapasitas Momen: Dimensi yang besar memberikan lengan momen internal yang panjang untuk menahan gaya guling.
- Tulangan Utama: Menggunakan 8 batang D22-160 di lapis atas dan 6 batang D22-160 di lapis samping.
- Detail Section D: Memperlihatkan kompleksitas anyaman tulangan di dalam volume beton yang besar.
- Stabilitas Tiang: Tiang pancang miring memberikan kontribusi signifikan terhadap kekakuan lateral struktur raksasa ini.
- Elevasi: Konsisten menggunakan referensi +1.300 dan +/- 0.000 LWS.
37. Detail Penulangan Pile Cap Tipe P-6 (Kode A16)
Varian P-6 kode A16, kembali ke dimensi menengah 3933 mm. Gambar ini menegaskan pola desain yang konsisten namun adaptif secara dimensi.
- Dimensi Atas: Lebar 3933 mm.
- Lebar Dasar: Lebar dasar 1600 mm.
- Referensi Balok: Merujuk pada "Beam As A" untuk detail tulangan yang tersambung.
- Simbol Potongan: Simbol potongan D mengarahkan pada detail penulangan vertikal yang tipikal.
- Angkur Tambahan: Detail Additional Anchored tetap menjadi prosedur standar untuk semua tipe P-6.
- Lubang Utilitas: Keberadaan lubang 40 mm (40 DIA) untuk fungsi drainase atau <i>ducting</i> kabel.
- Tiang Eksisting: Konfirmasi posisi tiang baja 16 inci eksisting di bawah struktur.
38. Detail Penulangan Pile Cap Tipe P-6 (Kode A18)
Varian P-6 kode A18 dengan dimensi 4031 mm.
- Dimensi Presisi: Lebar atas 4031 mm dan lebar dasar 1800 mm.
- Tinggi Samping: Tinggi sisi vertikal poer adalah 1000 mm sebelum mulai miring ke bawah.
- Tinggi Miring: Bagian miring (tapered) memiliki tinggi vertikal 1500 mm.
- Total Tinggi: Total tinggi struktur adalah 2500 mm (1000 + 1500).
- Besi D22: Dominasi penggunaan besi ulir D22 untuk seluruh komponen tulangan utama.
- Jarak Tulangan: Jarak antar tulangan 160 mm (D22-160) memberikan celah yang cukup untuk pemadatan beton vibrator.
- Posisi Grid: Terletak pada grid A18, mendekati ujung dermaga.
39. Detail Penulangan Pile Cap Tipe P-6 (Kode A2 - Alternatif)
Halaman terakhir ini menampilkan kembali detail P-6 kode A2. Berdasarkan perbandingan dimensi dengan halaman 31, gambar ini kemungkinan adalah detail pelengkap, revisi, atau potongan dari sudut pandang berbeda untuk tipe A2.
- Konfirmasi Dimensi: Lebar atas 3467 mm dan lebar dasar 1600 mm, identik dengan halaman 31.
- Detail Tiang: Memperjelas posisi 6 tiang pancang miring di bawah poer.
- Detail Las: Penegasan metode pengelasan 300 mm pada sambungan tiang ke beton.
- Elevasi: Menampilkan elevasi poer yang terbenam sebagian di bawah lantai dermaga.
- Kelengkapan Dokumen: Halaman ini melengkapi set gambar As Built dengan memastikan detail tipe A2 terdokumentasi dengan jelas.
- Tulangan Sayap: Detail tulangan sayap (kode 6 dan 7) yang menahan gaya tarik pada bagian miring.
File DWG
Tautan berikut ini memberikan akses langsung ke file DWG asli yang berfungsi sebagai sumber data vektor primer untuk proyek Dermaga Demta Bulking. Dokumen ini sangat esensial bagi insinyur struktur dan praktisi sipil yang ingin meninjau kondisi as-built secara presisi, mencakup detail variasi dimensi pile cap hingga spesifikasi sambungan tiang pancang. Keakuratan data di dalamnya memfasilitasi berbagai kebutuhan teknis tingkat lanjut, mulai dari pengukuran digital (dimension takeoff), analisis ulang struktur, hingga pengembangan pemodelan 3D.







































Post a Comment