Detail Titi Panen Beton Tulangan Kawat 3, 4, 5, 6 m DWG
Table of Contents
Detail Titi Panen Beton Tulangan Kawat 3, 4, 5, 6 m DWG
Penggunaan konstruksi beton bertulang dengan wire reinforcement (tulangan kawat) merupakan solusi alternatif untuk infrastruktur perkebunan, khususnya jembatan panen (Titi Panen). Dokumen teknis ini menguraikan desain "Alternatif Titi Panen Beton Tulangan Kawat" yang dirancang untuk menggantikan struktur kayu konvensional demi meningkatkan durabilitas dan efisiensi biaya perawatan jangka panjang.
Desain ini menggunakan beton mutu K-175 dengan rasio campuran 1:2:3, yang dipadukan dengan tulangan kawat mutu U-40 berdiameter 2.2mm. Keunikan struktural pada desain ini terletak pada metode bundling (pengikatan), di mana beberapa batang kawat kecil disatukan menggunakan kawat bendrat untuk mencapai luas penampang tulangan yang dibutuhkan dalam menahan momen lentur pada bentang pendek hingga menengah (3 s.d. 6 meter).
Ringkasan Spesifikasi Teknis
| Parameter | Data Teknis |
|---|---|
| Jenis Struktur | Jembatan Balok T (T-Beam) |
| Variasi Bentang | 3.0 m, 4.0 m, 5.0 m, 6.0 m |
| Dimensi Profil | Lebar Sayap (Flange) 200mm, Lebar Badan (Web) 50mm |
| Mutu Beton | Min. K-175 (Rasio 1 Semen : 2 Pasir : 3 Kerikil) |
| Material Tulangan | Kawat Polos Ø2.2mm (Mutu U-40) |
| Metode Rakitan | Bundled Wire (Diikat kawat bendrat per 20 cm) |
| Tebal Selimut Beton | ±25mm (Disesuaikan agregat halus) |
Analisis Teknis Variasi Bentang
Berikut adalah breakdown spesifikasi teknis untuk setiap variasi bentang berdasarkan gambar kerja (Shop Drawing) yang tersedia. Struktur utama didesain dengan profil Balok T (T-Beam) untuk mengoptimalkan inersia terhadap berat sendiri struktur.
1. Detail Struktur Titi Panen Bentang 3 Meter
Pada bentang terpendek ini, struktur dirancang untuk mengakomodasi beban lalu lintas panen dengan efisiensi material yang maksimal namun tetap memperhatikan faktor keamanan.
- Dimensi Profil
Penampang berbentuk T dengan lebar sayap atas (flange) total 200mm (75+50+75) dan lebar badan (web) 50mm. - Konfigurasi Tulangan Utama
Menggunakan kawat Ø2.2mm yang diikat menjadi satu kesatuan. Pada zona tarik, digunakan kombinasi bundel 2 kawat (2x2.2mm) dan bundel 4 kawat (4x2.2mm). - Tulangan Geser (Sengkang)
Menggunakan bundel 2 kawat (2Ø2.2mm) dengan jarak spasi 75mm sepanjang balok untuk menahan gaya geser. - Metode Bundel
Kawat diikat menggunakan bendrat setiap jarak 20 cm untuk menjaga kesatuan bundel saat pengecoran. - Mutu Material
Kawat disyaratkan memiliki tegangan leleh karakteristik U-40 sesuai standar desain. - Larangan Sambungan
Dokumen secara eksplisit melarang penggunaan kawat sambungan (splicing) pada tulangan utama untuk menghindari kegagalan tarik. - Aplikasi Lapangan
Sangat cocok diterapkan untuk parit drainase tersier dengan beban dinamis rendah.
2. Detail Struktur Titi Panen Bentang 4 Meter
Peningkatan bentang menjadi 4 meter disertai dengan penyesuaian pada jumlah lapisan tulangan untuk menahan momen positif yang lebih besar di tengah bentang.
- Dimensi Profil
Lebar flange tetap 200mm, namun tinggi efektif balok dipertahankan proporsional terhadap bentang untuk kekakuan. - Peningkatan Tulangan
Terdapat penambahan jumlah lapis tulangan pada badan balok (web). Tulangan lentur bawah menggunakan formasi bundel 2x4Ø2.2mm dan 2x3Ø2.2mm yang disusun vertikal. - Tulangan Sayap
Bagian sayap atas diperkuat dengan tulangan bagi 5x3Ø2.2mm untuk menahan retak susut dan momen negatif pada tumpuan jepit. - Shear Reinforcement
Sengkang tetap menggunakan 2Ø2.2mm dengan jarak rapat 75mm untuk stabilitas geser. - Crack Control
Distribusi tulangan kawat bundel yang rapat membantu mengontrol lebar retak (crack width) lebih baik daripada tulangan tunggal diameter besar. - Fabrikasi
Kawat 3Ø2.2mm terdiri dari 3 batang kawat yang diikat jadi satu kesatuan yang kaku. - Defleksi
Desain ini mengandalkan kekakuan balok T untuk membatasi lendutan di tengah bentang 4000mm.
3. Detail Struktur Titi Panen Bentang 5 Meter
Bentang 5 meter merupakan titik kritis di mana spesifikasi tulangan geser mengalami peningkatan signifikan untuk mencegah kegagalan shear.
- Upgrade Tulangan Geser
Berbeda dengan bentang 3m dan 4m, bentang 5m menggunakan sengkang bundel 3 kawat (3Ø2.2mm) dengan jarak 75mm. - Kapasitas Lentur
Momen inersia ditingkatkan melalui penambahan layer tulangan tarik di bagian bawah balok (Bottom reinforcement) menggunakan bundel 4 kawat. - Concrete Cover
Konsistensi tebal selimut beton (sekitar 25mm dari tepi) sangat krusial untuk melindungi kawat diameter kecil dari korosi. - Triple Wire Stirrups
Penggunaan 3 batang kawat untuk sengkang mengindikasikan antisipasi gaya geser yang signifikan pada tumpuan. - Wire Grade
Konsistensi penggunaan mutu U40 memastikan kawat kecil ini memiliki kuat tarik yang memadai. - Handling Pracetak
Panjang 5000mm memerlukan kehati-hatian ekstra saat pengangkatan (lifting) jika dicetak pracetak untuk menghindari retak rambut. - Ikatan Bendrat
Kualitas ikatan kawat bendrat setiap 20cm menjadi kritikal untuk memastikan 3 batang kawat sengkang bekerja bersamaan.
4. Detail Struktur Titi Panen Bentang 6 Meter
Bentang maksimum dalam seri desain ini, memerlukan densitas tulangan tertinggi untuk menahan lendutan dan momen lentur ekstrim pada struktur ramping.
- Konfigurasi Tulangan Masif
Bagian badan balok (web) dipadati dengan deretan tulangan bundel. Terdapat setidaknya 5 lapis tulangan vertikal. - Dominasi Tulangan Tarik
Area tarik maksimal didominasi oleh bundel 4 kawat (2x4Ø2.2mm) untuk menahan momen positif terbesar. - Spesifikasi Sengkang
Menggunakan spesifikasi tinggi 3Ø2.2-75mm (bundel 3 kawat jarak 75mm) sepanjang bentang kritis. - High Density Reinforcement
Kepadatan tulangan pada lebar badan 50mm memerlukan pengawasan ketat saat pemadatan beton agar tidak terjadi keropos (honeycombing). - Slenderness Ratio
Rasio kelangsingan balok pada panjang 6000mm sangat tinggi, risiko buckling lateral harus dimitigasi saat pemasangan. - Camber
Disarankan memberikan camber (lawan lendut) saat bekisting untuk mengkompensasi lendutan akibat beban mati. - Detail Angkur
Detail kait ujung (Hook Detail) krusial untuk mencegah slip pada tulangan utama.
File DWG
Untuk keperluan gambar kerja, analisis struktur lebih lanjut, atau modifikasi desain sesuai kondisi lapangan, Anda dapat mengakses file asli dalam format DWG yang mencakup seluruh detail potongan dan daftar tulangan untuk keempat variasi bentang di atas.




Post a Comment