Desain Jembatan Bailey 15 Meter Panel Rangka Baja DWG
Table of Contents
Desain Jembatan Bailey 15 Meter Panel Rangka Baja DWG
Dokumen teknis ini memuat rincian desain rekayasa untuk Jembatan Bailey dengan bentang standar 15 meter, yang mengadopsi sistem struktur panel rangka baja semi-permanen atau permanen. Lingkup pembahasan dalam gambar kerja ini mencakup analisis visual terhadap struktur atas (superstructure) yang terdiri dari rakitan panel rangka batang (truss), sistem lantai kendaraan berbahan kayu, serta konfigurasi gelagar baja profil WF. Selain itu, dokumen ini juga menyajikan detail struktur bawah (substructure) meliputi desain pondasi beton bertulang, abutment, dan wing wall, lengkap dengan spesifikasi penulangan dan mutu bahan. Dokumentasi ini berfungsi sebagai referensi teknis fabrikasi dan instalasi komponen modular jembatan, sistem perletakan (bearing), serta detail sambungan baut dan las yang krusial untuk integritas struktural jembatan di area infrastruktur perkebunan atau akses pedesaan.
Ringkasan Spesifikasi Teknis
| Komponen | Spesifikasi |
|---|---|
| Tipe Jembatan | Bailey (Panel Rangka Baja) |
| Bentang Efektif | 15.000 mm (15 Meter) |
| Lebar Total | 4.050 mm |
| Gelagar Melintang | WF 346x174x6x9 |
| Gelagar Memanjang | WF 198x99x4.5x7 |
| Lantai | Kayu Rangkap 5x20 cm |
| Mutu Beton | K-225 |
| Pondasi | Telapak Beton Bertulang |
Informasi Umum File
Berkas ini merupakan representasi digital dari gambar teknik presisi yang lazim digunakan dalam proyek konstruksi sipil. Dokumen menyajikan data visual yang terstruktur mulai dari tinjauan umum hingga detail komponen terkecil.
- Identifikasi Berkas Digital
Merepresentasikan keluaran dari berkas Computer-Aided Design (DWG) yang dilampirkan, dengan visualisasi yang telah dipotong dan disajikan dalam format JPG untuk keperluan identifikasi, distribusi, dan peninjauan teknis. - Klasifikasi Visual Gambar
Mencakup variasi tampilan ortogonal seperti denah layout (plan view), potongan melintang dan memanjang (sections), serta detail fabrikasi (shop drawings) yang terukur. - Sistematika Dokumentasi Teknis
Disusun secara hierarkis, dimulai dari gambaran global geometri jembatan, dilanjutkan dengan detail struktur baja, desain pondasi, hingga metode pemasangan lantai kayu. - Volume Lembar Kerja
Terdiri atas 10 halaman gambar teknik yang masing-masing memuat informasi spesifik terkait elemen jembatan standar Sinar Mas Group Divisi Agribusiness.
Uraian Teknis Per Halaman
1. Tata Letak Denah dan Potongan Memanjang Jembatan
Halaman pertama menyajikan gambaran umum geometri jembatan yang melintasi sungai dengan bentang efektif hingga 15 meter. Gambar ini mendefinisikan hubungan elevasi antara struktur jembatan, muka air banjir, muka air normal, dan dasar sungai, serta rencana oprit dengan kemiringan tertentu.
- Geometri Elevasi Samping
Memperlihatkan potongan memanjang jembatan yang mengilustrasikan susunan panel rangka baja (PF1, PF2, PF3) di kedua sisi, serta posisi abutment yang tertanam pada tanah timbun dengan slope 8%-10%. - Konfigurasi Planar Struktur
Menampilkan denah jembatan yang memperjelas jarak antar gelagar melintang (3000 mm) dan total panjang bentang 15000 mm, serta pembagian segmen lantai kerja. - Parameter Hidrologi Sungai
Memberikan informasi visual mengenai elevasi muka air banjir (MAB) dan muka air normal (MAN) sebagai acuan penentuan tinggi bebas (freeboard) jembatan minimal 1 meter. - Spesifikasi Lantai Kendaraan
Mengindikasikan penggunaan pelat lantai kayu dengan arah pemasangan melintang dan memanjang, serta penggunaan pelat strip baja sebagai jalur roda kendaraan.
2. Potongan Melintang A-A dan B-B Struktur Atas
Halaman ini membedah struktur jembatan melalui potongan melintang untuk memperlihatkan susunan elemen pemikul beban dan transfer beban dari lantai ke pondasi. Detail ini krusial untuk memahami dimensi ruang bebas lalu lintas dan komposisi material penyusun gelagar.
- Detail Rakitan Gelagar
Menunjukkan integrasi antara Gelagar Melintang (Cross Girder) profil WF 346x174x6x9 dengan Gelagar Memanjang (Stringer) profil WF 198x99x4.5x7 yang diikat menggunakan baut HTB. - Komposisi Lapisan Lantai
Menguraikan susunan lantai kayu rangkap (lapis bawah melintang, lapis atas memanjang) berdimensi 5x20 cm serta balok kayu kanstin pengapit ukuran 10x15 cm. - Dimensi Lebar Efektif
Menetapkan lebar total jembatan sebesar 4050 mm dengan lebar bersih jalur lalu lintas yang dibatasi oleh siku pengaku (stiffener) dan rangka utama. - Spesifikasi Komponen Penumpu
Menggambarkan posisi tumpuan elastomer atau pelat landasan di atas beton bertulang mutu K-225 yang berfungsi sebagai bearing pad.
3. Detail Frame Utama dan Sambungan Abutment
Fokus halaman ini adalah pada detail fabrikasi rangka ujung dan transisi antara struktur baja dengan struktur beton (abutment). Terdapat informasi rinci mengenai pelat landasan (base plate) dan mekanisme sambungan pada ujung jembatan.
- Konstruksi Rangka Panel
Memperlihatkan penggunaan profil baja kanal ganda (Double UNP 150x75x6.5x10) sebagai batang tepi atas dan bawah, serta profil siku L 70x70x7 untuk batang diagonal. - Mekanisme Pelat Landasan
Merinci dimensi Base Plate ukuran 250x250x16 mm yang dilengkapi lubang angkur, berfungsi mendistribusikan beban dari rangka baja ke struktur beton. - Detail Sambungan Las
Menunjukkan simbol-simbol pengelasan penuh pada pelat buhul (gusset plate) tebal 8 mm yang menyatukan elemen-elemen rangka batang. - Integrasi Pelat Injak
Mengilustrasikan pelat beton pendekat (approach slab) tebal 15 cm yang menghubungkan jalan akses dengan struktur jembatan untuk meminimalisir penurunan tanah.
4. Rencana Denah dan Penulangan Pondasi Beton
Dokumen ini beralih ke spesifikasi struktur bawah, menyajikan desain teknis pondasi dangkal yang mendukung beban jembatan. Gambar kerja mencakup denah penggalian dan detail penulangan beton untuk menjamin stabilitas tanah dasar.
- Konfigurasi Telapak Pondasi
Menampilkan dimensi pondasi P1 dan P2 dengan lebar dasar bervariasi (misalnya 3450 mm dan 1550 mm) sesuai beban yang dipikul pada titik tumpu. - Skema Penulangan Struktur Bawah
Mendetailkan penggunaan besi tulangan ulir (D) dan polos dengan notasi seperti D12-150 untuk tulangan pokok dan diameter 10 mm untuk sengkang atau pembagi. - Spesifikasi Beton dan Lantai Kerja
Menegaskan penggunaan mutu beton K-225 untuk struktur utama dan lapisan beton kurus (lean concrete) setebal 5 cm di bawah telapak pondasi. - Detail Angkur Perletakan
Memperlihatkan posisi penanaman baut angkur pada pedestal beton untuk mengikat pelat landasan rangka baja agar tidak bergeser.
5. Geometri Detail Panel Rangka Baja PF-1 dan PF-2
Halaman ini merupakan gambar fabrikasi (shop drawing) untuk modul panel rangka baja tipe PF-1 dan PF-2. Informasi ini vital bagi bengkel konstruksi untuk memotong dan merakit elemen baja dengan presisi tinggi sebelum mobilisasi ke lapangan.
- Pola Diagonal Batang
Menggambarkan susunan batang diagonal profil siku yang membentuk pola segitiga untuk menahan gaya geser pada rangka utama. - Dimensi Profil Ganda
Memberikan spesifikasi teknis batang horizontal (chord) yang terdiri dari dua profil UNP yang disatukan secara back-to-back. - Titik Buhul Sambungan
Merinci pertemuan antar batang pada pelat buhul, lengkap dengan koordinat posisi lubang baut diameter 39 mm untuk pin penyambung antar panel. - Spesifikasi Pelat Pengaku
Menunjukkan penambahan pelat-pelat penguat (stiffener) pada titik-titik kritis di dalam profil kanal untuk mencegah tekuk lokal (local buckling).
6. Detail Lanjutan Panel Frame dan Pelat Penyambung
Melanjutkan detail sebelumnya, halaman ini memperbesar bagian tertentu dari panel rangka untuk memperjelas metode penyambungan antar segmen panel (sistem male-female atau pelat kopel) dan perkuatan tambahan.
- Rakitan Modul Rangka
Menyajikan tampak elevasi panel dengan label dimensi yang presisi untuk setiap segmen batang vertikal dan horizontal. - Komponen Pelat Kopel
Mendetailkan pelat sambung (splice plate) dan pelat tambahan tebal 12 mm pada flange profil untuk meningkatkan kapasitas momen pada sambungan. - Presisi Lubang Baut
Memberikan data jarak antar pusat lubang (pitch) dan jarak ke tepi (edge distance) yang harus dipatuhi untuk menjamin kemudahan pemasangan pin di lapangan. - Hierarki Elemen Vertikal
Membedakan dimensi dan ketebalan pelat pada tiang vertikal panel dibandingkan dengan elemen diagonal, sesuai distribusi gaya aksial.
7. Detail Tiang Tumpu PF-3 dan Dudukan Base Plate
Bagian ini secara khusus membahas komponen End Post atau tiang tumpu (PF-3) yang merupakan elemen paling ujung dari rangkaian jembatan Bailey. Elemen ini bertugas mentransfer seluruh beban jembatan ke tumpuan.
- Konstruksi Tiang Ujung
Memperlihatkan fabrikasi khusus tiang vertikal dengan profil ganda yang lebih kaku dan dilengkapi kupingan untuk lifting (pengangkatan). - Mekanisme Tumpuan Sendi
Menguraikan sistem pin connection pada bagian bawah tiang yang memungkinkan rotasi kecil pada tumpuan di atas base plate. - Fabrikasi Pelat Solid
Menjelaskan penggunaan material baja pejal atau pelat tebal yang dibubut (machined) untuk memastikan kontak bidang yang rata dan presisi. - Detail Buka-an Profil
Menunjukkan adanya modifikasi pemotongan atau pelubangan pada badan profil (web) untuk akses pemasangan baut atau keperluan drainase mikro.
8. Detail Fabrikasi Gelagar Memanjang dan Melintang
Halaman ini berfokus pada sistem lantai jembatan (floor system), khususnya balok-balok baja yang menopang lantai kayu. Gambar ini memuat dimensi pemotongan dan pelubangan untuk profil WF (Wide Flange).
- Profil Gelagar Stringer
Menampilkan detail balok memanjang (PF-4, PF-5) dari WF 198x99 yang dilengkapi pelat siku penyambung di bagian badan (web) untuk koneksi ke gelagar melintang. - Spesifikasi Cross Girder
Merinci dimensi gelagar melintang (PF-6) dari WF 346x174 yang berfungsi menyalurkan beban dari stringer ke rangka utama (main truss). - Pemasangan Stiffener Pengaku
Menunjukkan posisi pengelasan pelat pengaku vertikal pada badan gelagar di titik-titik tumpuan beban terpusat untuk mencegah kegagalan geser. - Koneksi Baut Mutu Tinggi
Memberikan notasi penggunaan baut HTB (High Tension Bolt) diameter 1/2 inchi untuk merangkai sistem lantai ini agar kaku dan monolit.
9. Denah Layout dan Detail Ikatan Angin
Untuk menjaga stabilitas lateral jembatan terhadap gaya angin dan gaya samping lainnya, halaman ini menyajikan desain sistem bracing. Gambar ini mencakup denah penyebaran ikatan angin di sepanjang bentang jembatan.
- Sistem Bracing Horizontal
Memperlihatkan konfigurasi silang (X-bracing) pada bidang bawah lantai jembatan menggunakan besi beton polos (RB). - Mekanisme Turnbuckle
Mendetailkan penggunaan jarum keras (turnbuckle) pada setiap batang tarik untuk memungkinkan pengaturan kekencangan (tensioning) batang ikatan angin. - Koneksi Rod Besi Polos
Spesifikasi penggunaan besi diameter 16 mm (RB 16) yang ujungnya dilas ke pelat penyambung atau dikaitkan pada baut. - Penyebaran Titik Simpul
Menggambarkan bagaimana gaya lateral disalurkan ke titik-titik buhul utama rangka jembatan melalui pelat simpul (gusset) yang terintegrasi.
10. Pola Pemasangan dan Potongan Lantai Kayu
Halaman terakhir menyajikan panduan instalasi permukaan jalan (wearing surface) yang terbuat dari kayu. Ini mencakup tata cara penyusunan papan, penguncian, dan detail potongan untuk memastikan kerataan dan kekuatan lantai.
- Susunan Papan Lantai
Menginstruksikan pemasangan papan kayu ukuran 5x20 cm dalam dua lapis: lapisan bawah melintang dan lapisan atas memanjang (searah lalu lintas). - Teknik Penggapit Kanstin
Memperlihatkan detail balok kayu tepi (10x15 cm) yang diikat dengan baut ke struktur bawah untuk menjepit susunan lantai kayu agar tidak bergeser. - Spesifikasi Paku Pengikat
Memberikan notasi jenis dan ukuran paku (Paku 3", Paku 5") serta pola pemakuan yang disyaratkan untuk menyatukan lapisan-lapisan papan. - Modul Arah Serat Kayu
Visualisasi yang menekankan pentingnya orientasi pemasangan kayu untuk mendistribusikan beban roda secara optimal ke gelagar baja di bawahnya.
File DWG
Bagian ini menyediakan akses langsung ke berkas sumber asli dalam format CAD. File ini memuat seluruh layer, properti garis, dan blok atribut yang diperlukan oleh drafter atau insinyur struktur untuk melakukan peninjauan mendalam, ekstraksi volume material (bill of quantities), atau modifikasi desain lebih lanjut sesuai kebutuhan proyek.










Post a Comment