Desain Jembatan Bailey 18 Meter Panel Rangka Baja DWG
Table of Contents
Desain Jembatan Bailey 18 Meter Panel Rangka Baja DWG
Dokumen ini merupakan kompendium teknis yang menyajikan detail rekayasa untuk Jembatan Bailey bentang 18 meter, mengintegrasikan sistem struktur atas (superstructure) berbasis panel rangka baja modular dengan struktur bawah (substructure) beton bertulang. Lingkup pembahasan gambar kerja ini mencakup konfigurasi geometri jembatan, detail fabrikasi panel rangka batang (truss), sistem lantai kendaraan berbahan kayu, serta desain pondasi yang diperkuat dengan cerucuk. Informasi ini vital sebagai acuan dalam proses fabrikasi komponen baja, perakitan di lapangan, serta pengecoran struktur beton abutment dan wing wall, dengan spesifikasi material yang mencakup profil baja WF, UNP, pelat buhul, serta mutu beton struktural K-175.
Ringkasan Spesifikasi Teknis
| Komponen | Spesifikasi |
|---|---|
| Tipe Jembatan | Bailey (Panel Rangka Baja) |
| Bentang Efektif | 18.000 mm (18 Meter) |
| Lebar Jalur | 3.000 mm (Bersih) |
| Gelagar Melintang | WF 346x174x6x9 |
| Gelagar Memanjang | WF 198x99x4.5x7 |
| Lantai | Kayu Rangkap 5x20 cm |
| Mutu Beton | K-175 |
| Pondasi | Telapak Beton & Cerucuk |
Informasi Umum File
Berikut adalah spesifikasi administratif dan visual dari dokumen teknis ini:
- Identifikasi Berkas Utama
Merujuk pada file citra beresolusi tinggi yang diekspor dari data vektor DWG asli untuk mempertahankan presisi garis dan dimensi. - Karakteristik Visual Gambar
Menampilkan variasi representasi ortogonal meliputi denah (plan), tampak elevasi, potongan melintang (section), dan detail fabrikasi (shop drawing). - Struktur Konten Dokumentasi
Disusun secara sistematis mulai dari tata letak umum (General Arrangement), detail struktur beton, hingga gambar kerja komponen baja per item. - Total Lembar Gambar
Terdiri dari 10 halaman dokumen yang saling terintegrasi membentuk satu kesatuan desain jembatan standar 18 meter.
Uraian Teknis Per Halaman
1. Tata Letak Denah dan Potongan Memanjang Jembatan
Halaman pertama menyajikan gambaran global geometri jembatan dengan bentang total 18.000 mm. Gambar ini mendefinisikan elevasi struktur terhadap muka air banjir (MAB) dan muka air normal (MAN), serta konfigurasi oprit dengan kemiringan (slope) 8-10% pada tanah timbun.
- Geometri Elevasi Samping
Memperlihatkan susunan panel rangka (PF1, PF2, PF3) yang membentuk bentang jembatan di atas tumpuan abutment dan pilar cerucuk kayu keras. - Konfigurasi Grid Struktur
Menampilkan denah dengan jarak antar gelagar melintang sebesar 3.000 mm yang membagi jembatan menjadi segmen-segmen modular. - Spesifikasi Dimensi Lebar
Menguraikan lebar jalur lalu lintas bersih 3.000 mm dan lebar total jembatan termasuk struktur samping. - Layout Lantai Kendaraan
Menunjukkan arah pemasangan lantai kayu 5x20 cm yang disusun melintang dan memanjang sebagai wearing surface.
2. Potongan Melintang dan Detail Profil Baja
Halaman ini membedah struktur melalui Potongan A-A dan B-B untuk memperlihatkan hubungan antara gelagar baja, lantai kayu, dan tumpuan beton. Terlihat jelas spesifikasi profil baja yang digunakan untuk elemen utama.
- Komposisi Profil Gelagar
Merinci penggunaan WF 346x174x6x9 sebagai Gelagar Melintang dan WF 198x99x4.5x7 sebagai Gelagar Memanjang (Stringer). - Sistem Dek Kayu Rangkap
Menjelaskan susunan lantai yang terdiri dari dua lapis kayu 5x20 cm dan balok pengapit (kanstin) ukuran 10x15 cm. - Detail Rangka Batang Atas
Memperlihatkan konstruksi tiang vertikal dari profil UNP 200x80x7.5x11 dan batang diagonal siku L 70x70x7. - Konstruksi Kepala Abutment
Menggambarkan dimensi beton bertulang mutu K-175 dengan lebar dasar 5.850 mm sebagai penopang beban jembatan.
3. Detail Frame Utama dan Sambungan Abutment
Fokus halaman ini adalah pada detail sambungan antara struktur baja dengan pondasi beton, serta konstruksi rangka ujung. Gambar ini penting untuk memastikan transfer beban yang efektif ke tanah.
- Spesifikasi Base Plate
Mendetailkan pelat landasan baja ukuran 300x300x20 mm yang berfungsi mendistribusikan beban dari rangka ke beton. - Elemen Pelat Injak
Menunjukkan keberadaan pelat beton bertulang tebal 150 mm sepanjang 1.750 mm di belakang abutment sebagai transisi jalan. - Konfigurasi Rangka Ujung
Memperlihatkan penggunaan profil Dobel UNP 200x80 dengan pelat penyambung besi tebal 50 mm. - Detail Pelat Buhul
Menguraikan penggunaan pelat simpul (gusset plate) tebal 10 mm dengan sistem las penuh untuk menyatukan batang-batang rangka.
4. Rencana Pondasi dan Cerucuk
Dokumen ini menyajikan desain teknis struktur bawah yang mengandalkan pondasi dangkal dengan perkuatan cerucuk kayu untuk tanah lunak. Terdapat detail penulangan yang komprehensif.
- Skema Penulangan Pondasi
Menampilkan penggunaan besi beton diameter 10 mm (D10-150) untuk tulangan pokok dan sengkang pada struktur beton K-175. - Sistem Perbaikan Tanah
Merinci penggunaan cerucuk kayu keras dengan diameter minimum 150 mm dan panjang 4 meter yang ditanam di bawah telapak pondasi. - Dimensi Telapak Beton
Menguraikan ukuran pondasi P1 (lebar 4.050 mm) dan P2 (lebar 2.050 mm) sesuai dengan beban yang dipikul. - Integrasi Stek Kolom
Memperlihatkan detail penyaluran gaya melalui stek besi diameter 10 mm yang tertanam ke dalam beton pondasi.
5. Detail Panel Frame PF-1 dan Bukaan
Halaman ini merupakan gambar fabrikasi (shop drawing) untuk modul Panel Frame tipe PF-1. Gambar ini memuat dimensi presisi untuk pemotongan dan pelubangan profil baja.
- Dimensi Fabrikasi Panel
Menyajikan ukuran luar panel rangka dengan panjang modul 3.000 mm dan tinggi bersih sekitar 1.595 mm. - Detail Sambungan Baut
Menunjukkan posisi lubang baut diameter 38 mm pada pelat sambung untuk koneksi antar panel (male-female system). - Komponen Pelat Pengaku
Mendetailkan penambahan pelat stiffener dan pelat tambahan tebal 30 mm pada area kritis untuk mencegah tekuk. - Spesifikasi Las Konstruksi
Memberikan simbol pengelasan sudut (fillet weld) pada pertemuan antara profil UNP dan pelat buhul.
6. Perletakan dan Potongan Lantai Kayu
Bagian ini memberikan panduan instalasi sistem lantai jembatan. Fokus utamanya adalah pada metode pengikatan papan kayu ke struktur baja untuk mencegah pergeseran.
- Pola Pemakuan Lantai
Menginstruksikan penggunaan Paku 5" dan Paku 3" dengan jarak tertentu untuk menyatukan lapisan papan kayu. - Metode Jepit Kanstin
Memperlihatkan detail balok tepi (gapit) ukuran 10x15 cm yang dikunci menggunakan baut/paku tembus ke struktur bawah. - Susunan Lapisan Papan
Menggambarkan stratifikasi papan kayu arah melintang (lapis bawah) dan arah memanjang (lapis atas) untuk distribusi beban roda. - Jarak Tumpuan Gelagar
Menunjukkan posisi gelagar melintang WF 346 yang menjadi tumpuan utama sistem lantai kayu setiap jarak 3.000 mm.
7. Denah Bracing dan Detail Ikatan Angin
Untuk menjamin stabilitas lateral jembatan terhadap gaya angin, halaman ini menyajikan desain sistem bracing bawah. Komponen ini vital untuk mencegah deformasi struktur.
- Konfigurasi Silang Bracing
Menampilkan pola ikatan angin tipe X yang dipasang pada setiap segmen bentang 2.400 mm - 3.000 mm. - Komponen Batang Tarik
Merinci penggunaan besi beton polos RB diameter 16 mm yang dilengkapi dengan turnbuckle untuk pengaturan kekencangan. - Detail Koneksi Las
Memperlihatkan pelat buhul tebal 8 mm yang dilas pada badan profil UNP sebagai titik tangkap gaya ikatan angin. - Spesifikasi Baut Penyambung
Menyebutkan penggunaan Baut HTB (High Tension Bolt) A325 diameter 5/8" untuk sambungan bracing.
8. Detail Gelagar Memanjang dan Melintang
Halaman ini berisi gambar kerja fabrikasi untuk elemen balok penopang lantai, yaitu Stringer (PF-4, PF-5) dan Cross Girder (PF-6). Presisi dimensi sangat ditekankan di sini.
- Fabrikasi Stringer Tepi
Menampilkan detail gelagar memanjang PF-4 profil WF 198x99 dengan pelat siku L 70x70x7 sebagai dudukan. - Geometri Cross Girder
Merinci gelagar melintang PF-6 profil WF 346x174 sepanjang 5.250 mm lengkap dengan posisi lubang baut HTB. - Posisi Stiffener Vertikal
Menunjukkan pengelasan pelat pengaku tebal 8 mm pada badan gelagar melintang untuk menahan gaya geser terpusat. - Lubang Baut Elips
Memberikan detail lubang slotted (elips) untuk mengakomodasi toleransi pemasangan dan ekspansi termal.
9. Detail Tiang Tumpu (PF-3) dan Potongan Rangka
Bagian ini membahas komponen End Post atau tiang tumpu yang menerima beban terbesar pada ujung jembatan. Komponen ini dirancang lebih kaku dan kuat.
- Konstruksi Tiang Solid
Memperlihatkan fabrikasi tiang PF-3 menggunakan profil Dobel UNP 200 dengan pelat penguat internal. - Detail Pelat Kupingan
Menggambarkan bentuk pelat sambung khusus dengan lubang diameter 38 mm untuk koneksi pin ke rangka utama. - Potongan Rangka Horizontal
Menyajikan irisan profil Dobel UNP yang diperkuat pelat 125x80x8 mm yang dilas penuh. - Mekanisme Dudukan
Memperjelas hubungan antara tiang tumpu dengan base plate melalui pelat stiffener tebal 16 mm.
10. Detail Panel Frame PF-2 dan Bukaan
Halaman terakhir menyajikan variasi panel rangka tipe PF-2. Meskipun mirip dengan PF-1, panel ini memiliki detail spesifik pada pelat dudukan gelagar.
- Geometri Simpul Rangka
Menampilkan pertemuan batang diagonal dan vertikal pada pelat buhul dengan dimensi las yang terukur. - Pelat Dudukan Gelagar
Merinci pelat khusus ukuran 310x177x8 mm yang dilas pada batang bawah sebagai tumpuan Cross Girder. - Potongan Profil Dobel
Memperlihatkan detail Potongan D-D dan E-E yang menjelaskan jarak celah antar profil UNP (back-to-back). - Perkuatan Sudut Panel
Menunjukkan pelat tambahan tebal 30 mm pada sudut-sudut panel untuk menahan konsentrasi tegangan.
File DWG
Bagian ini menyediakan akses langsung ke berkas sumber asli dalam format CAD. File ini memuat seluruh layer, properti garis, dan blok atribut yang diperlukan oleh insinyur struktur untuk analisis lebih lanjut atau modifikasi desain.










Post a Comment