Desain Jembatan Girder Baja 20 Meter Pondasi Cor Beton Batu Mangga DWG

Table of Contents

Desain Jembatan Girder Baja Lantai Kayu 20 Meter Pondasi Cor Beton Batu Mangga

Dokumen ini memuat rangkaian gambar kerja teknis (engineering drawing) untuk konstruksi jembatan girder baja dengan bentang utama 20 meter. Desain struktur atas mengandalkan konfigurasi steel girder (gelagar baja) profil IWF yang dikombinasikan dengan sistem lantai kendaraan berbahan kayu, memberikan solusi struktur yang ringan namun kaku. Secara spesifik, dokumen ini merinci spesifikasi profil baja utama, sistem sambungan baut tegangan tinggi (HTB), detail bracing (ikatan angin), serta mekanisme perletakan menggunakan bantalan elastomer. Pada bagian struktur bawah, desain menerapkan sistem abutment beton bertulang yang ditumpu oleh pondasi siklopean (campuran beton dan batu belah/mangga), yang dirancang untuk stabilitas pada kondisi tanah yang relevan. Keseluruhan gambar menyajikan data teknis mulai dari tata letak umum (general arrangement) hingga detail penulangan sub-struktur.

Ringkasan Spesifikasi Teknis


Komponen Spesifikasi
Bentang Utama 20.000 mm (20 Meter)
Lebar Total 4.300 mm
Gelagar Utama Built-up Girder 900x250x14x20
Gelagar Pendukung WF 248x124x5x8
Lantai Papan Kayu 5/20
Abutment Beton Bertulang K-175
Pondasi Beton Siklop (Batu Mangga)

Informasi Umum File

Berikut adalah rincian administratif dan karakteristik fisik dari dokumen gambar kerja yang tersedia:

  • Identifikasi Berkas Utama
    Merupakan representasi digital dari gambar kerja format DWG yang mendokumentasikan desain jembatan struktur baja-kayu, diterbitkan di bawah identitas proyek infrastruktur.
  • Karakteristik Visual Gambar
    Dokumen visual mencakup denah (plan view), potongan memanjang dan melintang (sections), detail sambungan baja (steel connections), serta detail penulangan beton (reinforcement details) dengan skala bervariasi antara 1:10 hingga 1:75.
  • Struktur Konten Dokumentasi
    Terdiri dari lembar arsitektural umum yang dilanjutkan dengan lembar struktural spesifik, meliputi elemen super-struktur (gelagar dan lantai) hingga sub-struktur (abutment dan pondasi).
  • Total Lembar Gambar
    File ini memuat 6 (enam) halaman gambar teknis yang disusun secara sekuensial berdasarkan hierarki konstruksi.

Uraian Teknis Per Halaman

1. Tata Letak Umum dan Denah Struktur Jembatan


Potongan memanjang jembatan bentang 20 meter menampilkan elevasi girder built-up dan susunan papan lantai kayu.

Halaman pertama menyajikan gambaran global dari geometri jembatan dengan bentang teoritis 20.000 mm (20 meter). Visualisasi mencakup potongan memanjang yang memperlihatkan elevasi gelagar di atas muka tanah dan muka air, serta denah yang mengatur jarak antar gelagar utama. Terlihat penggunaan profil baja WF sebagai balok utama yang ditumpu oleh abutment beton batu kali, serta susunan papan kayu sebagai lantai kendaraan. Diagram chamber disertakan untuk mengantisipasi lendutan jangka panjang.

  • Konfigurasi Geometri Global
    Menjelaskan dimensi total bentang 20 meter dengan pembagian segmen tumpuan dan lapangan, serta elevasi relatif terhadap muka tanah asli.
  • Spesifikasi Profil Utama
    Mengidentifikasi penggunaan profil Built-up Girder dimensi 900x250x14x20 dan profil WF pendukung 248x124x5x8 sebagai elemen pemikul beban utama.
  • Sistem Lantai Kendaraan
    Memvisualisasikan susunan papan kayu ukuran 5/20 yang dipasang tegak lurus terhadap arah lalu lintas di atas struktur baja.
  • Diagram Elevasi Chamber
    Menampilkan prakiraan lawan lendut (camber) yang diperlukan pada fabrikasi gelagar untuk mengkompensasi beban mati struktur.

2. Potongan Melintang dan Detail Sambungan Lantai Kayu


Irisan melintang struktur lantai kendaraan berbahan kayu ukuran 15/25 yang diklem menggunakan baut diameter 5/8 inci.

Lembar ini berfokus pada irisan melintang jembatan yang memperlihatkan komposisi material lantai dan interaksinya dengan gelagar baja. Gambar kerja merinci metode penyambungan elemen kayu menggunakan baut berdiameter 5/8 inci, serta detail perpanjangan balok kayu. Skala gambar diperbesar menjadi 1:20 dan 1:50 untuk memperjelas posisi baut, pelat penyambung, dan susunan lapisan kayu (ukuran 10/25 dan 15/25) yang membentuk jalur roda kendaraan.

  • Komposisi Penampang Melintang
    Menguraikan susunan vertikal jembatan mulai dari bracing siku, gelagar utama, hingga lapisan lantai kayu yang diklem menggunakan baut.
  • Mekanisme Sambungan Balok Kayu
    Menunjukkan detail teknis penyambungan memanjang balok kayu menggunakan pelat pengapit dan pola baut yang simetris.
  • Dimensi Komponen Lantai
    Merinci ukuran nominal kayu yang digunakan, termasuk balok ganjal dan papan lantai, serta jarak antar baut (100mm, 150mm).
  • Teknik Penguncian Elemen
    Menggambarkan metode fiksasi mekanis antara struktur kayu dan baja untuk mencegah pergeseran lateral maupun longitudinal.

3. Detail Perletakan Elastomer dan Base Plate Baja


Skema pemasangan bantalan elastomer tebal 40mm dan base plate baja 400x300mm yang ditanam pada beton abutment.

Halaman ini secara spesifik menguraikan detail bearing atau perletakan jembatan yang berfungsi mentransfer beban dari super-struktur ke sub-struktur. Terdapat detail fabrikasi base plate baja yang dilengkapi dengan stiffener (pengaku) serta angkur. Gambar juga menunjukkan spesifikasi bantalan elastomerik murni yang ditempatkan di antara pelat dasar baja dan beton abutment untuk mengakomodasi rotasi dan pergerakan termal struktur.

  • Spesifikasi Perletakan Jembatan
    Menjelaskan penggunaan Elastomeric Bearing Pad dimensi 400x300x40 mm sebagai media transfer beban yang fleksibel.
  • Konstruksi Base Plate
    Memvisualisasikan pelat landasan baja ukuran 400x300x20 mm yang diperkuat dengan las keliling dan pelat pengaku vertikal.
  • Sistem Pengangkuran Struktur
    Merinci penggunaan angkur berdiameter 3/4 inci yang tertanam ke dalam beton abutment untuk menahan gaya angkat dan geser.
  • Interaksi Girder dan Tumpuan
    Menggambarkan posisi akhir gelagar utama di atas tumpuan, termasuk jarak bebas ke tepi beton dan posisi pengaku badan (web stiffener).

4. Detail Ikatan Angin dan Pengaku Badan Girder


Visualisasi ikatan angin silang dari profil siku 50x50x5 yang memperkaku badan girder utama terhadap gaya lateral.

Fokus teknis pada halaman ini adalah sistem stabilitas lateral jembatan. Gambar kerja menampilkan detail sambungan bracing (ikatan angin) tipe silang (X-bracing) yang menggunakan profil siku. Selain itu, terdapat detail sambungan antara sayap (flange) dan badan (web) gelagar, serta detail pelat pengaku vertikal yang dipasang pada jarak tertentu untuk mencegah tekuk lokal pada badan gelagar. Sambungan menggunakan kombinasi las dan baut mutu tinggi (HTB A325).

  • Konfigurasi Ikatan Angin
    Menjelaskan desain cross bracing menggunakan profil siku 50x50x5 yang diikat pada pelat buhul (gusset plate) di badan gelagar.
  • Detail Pelat Pengaku Vertikal
    Memperlihatkan dimensi dan posisi pelat stiffener tebal 8mm dan 10mm yang berfungsi memperkaku badan gelagar terhadap gaya geser.
  • Sambungan Baut Tegangan Tinggi
    Merinci spesifikasi penggunaan baut HTB A325 diameter 1/2 inci dan 5/8 inci pada titik-titik sambungan kritis rangka pengaku.
  • Penyambungan Sayap dan Badan
    Visualisasi teknis pertemuan antara pelat sayap dan pelat badan gelagar, termasuk spesifikasi las sudut yang digunakan.

5. Detail Sambungan Utama Girder Baja


Konfigurasi sambungan baut HTB A325 diameter 1 inci pada pelat badan dan sayap untuk menyatukan segmen girder built-up.

Lembar ini adalah shop drawing untuk sambungan lewatan (splice) gelagar baja utama. Karena keterbatasan panjang material atau kebutuhan transportasi, gelagar disambung menggunakan pelat penyambung (splice plates) pada bagian badan dan sayap. Gambar menampilkan matriks pengeboran lubang baut yang padat dan presisi untuk menjamin kontinuitas momen dan gaya geser antar segmen gelagar.

  • Mekanisme Sambungan Pelat
    Menguraikan penggunaan pelat penyambung ganda pada badan (web splice) dan pelat penutup pada sayap (flange splice) untuk kontinuitas struktur.
  • Pola Pengeboran Baut
    Menunjukkan grid penempatan baut HTB A325 diameter 1 inci dengan jarak antar pusat lubang (misal 90mm, 75mm) yang seragam.
  • Spesifikasi Pelat Penyambung
    Merinci dimensi pelat baja penyambung, seperti pelat badan ukuran 615x720x12 mm dan pelat sayap ukuran 250x795x12 mm.
  • Kontinuitas Profil Baja
    Menggambarkan bagaimana profil built-up 900x250x14x20 disambung secara rigid agar berperilaku sebagai satu kesatuan balok menerus.

6. Detail Penulangan Abutment dan Pondasi Batu Kosong


Penulangan abutment beton mutu K-175 yang ditumpu di atas pondasi siklop campuran batu mangga dan cor beton 1:3:5.

Halaman terakhir menyajikan detail konstruksi struktur bawah (sub-structure). Meskipun kop gambar mencantumkan variasi bentang, detail teknis secara visual menunjukkan potongan melintang abutment beton tipe gravitasi/kantilever pendek. Struktur ini ditumpu oleh pondasi kombinasi beton dan batu belah (siklopean). Gambar merinci konfigurasi tulangan utama dan sengkang, serta dimensi galian dan urugan tanah di belakang abutment.

  • Stratifikasi Material Pondasi
    Menjelaskan penggunaan beton siklopean (campuran beton 1:3:5 dengan 30-50% batu mangga/kali) sebagai massa dasar pondasi.
  • Detail Penulangan Abutment
    Mengidentifikasi penggunaan besi tulangan ulir (D16) dan polos (diameter 10) dengan jarak pasang 100mm hingga 250mm pada pile cap dan dinding.
  • Dimensi Geometris Sub-Struktur
    Merinci lebar dasar pondasi (misal 2600mm hingga 4000mm) dan ketinggian elemen beton untuk menahan beban vertikal dan lateral tanah.
  • Komposisi Campuran Beton
    Mencatat spesifikasi mutu beton K-175 (campuran 1:2:3) untuk pengecoran struktur utama abutment dan wing wall.

File DWG

Bagian ini menyediakan akses langsung ke file sumber DWG asli yang digunakan untuk menghasilkan dokumentasi teknis di atas. File ini berisi data vektor presisi yang dapat diedit menggunakan perangkat lunak CAD.

Tito Reista
Tito Reista project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Older Posts Newer Posts

Post a Comment