Desain Jembatan Komposit 30 Meter Mini Pile 250x250 mm L = 12 Meter K-400 DWG
Table of Contents
Desain Jembatan Komposit 30 Meter Mini Pile 250x250 mm L = 12 Meter K-400 DWG
Dokumen teknis ini memaparkan rancangan rinci Detailed Engineering Design (DED) sekaligus berfungsi sebagai gambar kerja konstruksi (Shop Drawing/For Construction) untuk jembatan komposit bentang 30 meter. Struktur atas menggunakan sistem gelagar baja profil I yang disatukan dengan pelat lantai beton bertulang melalui shear connector, menciptakan aksi komposit yang efisien sebagai satu kesatuan struktur pemikul beban. Struktur bawah ditopang oleh fondasi dalam berupa mini pile beton pracetak ukuran 250x250 mm dengan panjang efektif 12 meter dan mutu beton K-400. Desain ini mengintegrasikan elemen pendukung vital seperti abutment tipe dinding penuh, wing wall melengkung untuk stabilitas oprit, pelat injak (approach slab), serta sistem drainase dan proteksi tebing sungai menggunakan pasangan batu kali dan cerucuk kayu. Keseluruhan konfigurasi direkayasa untuk mengakomodasi beban lalu lintas jembatan kelas 1 (Standar Bina Marga) sekaligus memitigasi risiko hidrologis pada sungai Benasar Pendek.
Ringkasan Spesifikasi Teknis
| Komponen | Spesifikasi Teknis |
|---|---|
| Jenis Konstruksi | Jembatan Komposit (Baja & Beton) |
| Panjang Bentang | 30 Meter (30.000 mm) |
| Lebar Total Jembatan | 4,5 Meter (4.500 mm) |
| Jarak Antar Gelagar | 1.250 mm |
| Tebal Pelat Lantai | 200 mm |
| Jenis Pondasi | Mini Pile (Tiang Pancang) |
| Dimensi Tiang | 250 x 250 mm |
| Panjang Efektif Tiang | 12 Meter |
| Mutu Beton Tiang | K-400 |
| Mutu Beton Abutment | K-225 |
| Elevasi Muka Air Banjir (MAB) | +31.50 |
| Elevasi Lantai Kendaraan | +33.95 / +34.20 |
| Gradien Jalan Pendekat | 8% pada Oprit |
| Penghubung Geser | Shear Connector Diameter 16 mm |
| Proteksi Tebing | Pasangan Batu Kali & Cerucuk Kayu Ø120 mm |
Informasi Umum File
Dokumen gambar kerja ini menyajikan representasi vektor presisi tinggi (proyeksi ortogonal) yang mencakup seluruh aspek geometri, dimensi, material, dan metode konstruksi jembatan. Set gambar disusun secara sistematis mulai dari tata letak situasi, profil vertikal dan horizontal, hingga detail penulangan komponen struktural.
- Klasifikasi Dokumen Teknis
Mengidentifikasi berkas ini sebagai gambar perencanaan infrastruktur jembatan dan Shop Drawing dengan standar visualisasi teknis yang lengkap. - Spesifikasi Visual Grafis
Menampilkan detail lineweight, dimensi milimeter, notasi elevasi, dan simbol material standar teknik sipil pada setiap lembar kerja. - Struktur Konten Dokumentasi
Meliputi denah situasi, potongan memanjang, potongan melintang, detail pembesian (rebar), denah fondasi, dan data survei topografi. - Total Lembar Gambar
Terdiri dari 13 halaman yang menyajikan hierarki informasi dari tinjauan umum hingga detail spesifik elemen konstruksi.
Uraian Teknis Per Halaman
1. Layout Denah Situasi Jembatan
Lembar ini menampilkan tata letak horizontal (plan view) jembatan dengan skala 1:150, memperlihatkan bentang total 30.000 mm yang menghubungkan dua sisi tebing. Gambar ini mendefinisikan geometri jembatan yang tegak lurus terhadap aliran sungai, dilengkapi dengan dinding sayap (wing wall) berbentuk lengkung untuk mengarahkan aliran air dan menahan tanah timbunan oprit. Terlihat pula posisi pelat injak dan saluran drainase pipa 3 inci yang terintegrasi dengan balok tepi.
- Geometri Alinyemen Horizontal
Menetapkan sumbu jembatan yang lurus dengan lebar total struktur mencapai 4500 mm untuk jalur lalu lintas, dirancang mengakomodasi kendaraan standar Bina Marga. - Konfigurasi Dinding Sayap
Memperlihatkan desain wing wall melengkung yang berfungsi aerodinamis terhadap aliran air dan estetika struktur oprit. - Posisi Pelat Injak
Menunjukkan area transisi perkerasan kaku di kedua ujung jembatan untuk mencegah penurunan tanah tiba-tiba (differential settlement). - Sistem Drainase Permukaan
Mengidentifikasi letak pipa buangan air hujan berdiameter 3 inci sepanjang sisi jembatan untuk mencegah genangan air (aquaplaning). - Integrasi Balok Tepi
Menggambarkan batas struktural pelat lantai yang berfungsi juga sebagai dudukan railing pengaman. - Orientasi Bentang Jembatan
Memberikan referensi spasial panjang total 30 meter yang menjadi acuan utama fabrikasi gelagar. - Batas Area Konstruksi
Mendelineasi area kerja efektif termasuk posisi abutment dan perlindungan tebing sungai.
2. Potongan Memanjang dan Elevasi Vertikal
Halaman ini menyajikan profil vertikal (longitudinal section) skala 1:150, mengilustrasikan hubungan elevasi antara Muka Air Banjir (MAB) +31.50 dan elevasi lantai kendaraan +34.20. Gambar memvisualisasikan sistem fondasi mini pile 250x250 mm L=12 meter yang menembus tanah keras, serta penggunaan cerucuk kayu diameter 120 mm L=4 meter di bawah pasangan batu kali untuk stabilitas lereng. Gradien jalan pendekat sebesar 8% diterapkan untuk kenyamanan akses.
- Analisis Elevasi Hidrologis
Menetapkan freeboard aman di atas elevasi muka air banjir +31.50 untuk mencegah benturan hanyutan. - Spesifikasi Fondasi Dalam (Battered Piles)
Merinci penggunaan tiang pancang tegak dan miring (battered piles) beton K-400 sepanjang 12 meter untuk menahan beban aksial dan gaya lateral (rem/gempa). - Stabilisasi Tanah Lunak
Menjelaskan fungsi cerucuk kayu sebagai perbaikan tanah dasar di bawah struktur pelindung tebing. - Profil Timbunan Oprit
Memperlihatkan lapisan tanah urug yang dipadatkan di belakang abutment untuk mendukung struktur jalan pendekat. - Gradien Vertikal Jalan
Menetapkan kemiringan 8% yang memerlukan perhitungan jarak pandang henti yang memadai. - Konstruksi Pelindung Tebing
Menggambarkan pasangan batu kali yang melindungi abutment dari gerusan aliran sungai. - Dimensi Bentang Antar Pilar
Memvalidasi jarak tumpuan gelagar baja sepanjang 30 meter di atas bearing pad.
3. Potongan Melintang Struktur Utama
Bagian ini menampilkan irisan melintang (transverse section) skala 1:125, memperlihatkan susunan gelagar baja profil I yang dihubungkan dengan cross bracing rangka siku. Lebar bersih jalur lalu lintas adalah 4500 mm, diapit oleh trotoar/kerb selebar 750 mm di kedua sisi. Detail ini juga menunjukkan posisi pipa drainase PVC 2 inci (weep holes) pada dinding abutment untuk mereduksi tekanan hidrostatis tanah di belakangnya.
- Konfigurasi Gelagar Baja
Menampilkan susunan balok induk yang memberikan kekakuan lentur utama bagi jembatan komposit. - Sistem Pengaku Lateral
Menjelaskan fungsi cross bracing dalam mencegah tekuk torsi lateral (lateral torsional buckling) pada gelagar. - Manajemen Drainase Subsurface
Menguraikan peran pipa PVC 2 inci per jarak tertentu untuk membuang air infiltrasi dan mengurangi tekanan hidrostatis di belakang dinding. - Dimensi Lebar Manfaat
Mendefinisikan ruang gerak kendaraan selebar 4,5 meter yang sesuai untuk jembatan kelas standar. - Detail Proteksi Lereng
Memperlihatkan lapisan pasangan batu kali tipe gravitasi yang diperkuat cerucuk kayu pada kaki lereng sungai, dan dilengkapi filter geotekstil/ijuk di belakang lubang drainase. - Posisi Tiang Pancang
Memvisualisasikan kemiringan tiang batter pile (jika ada) atau posisi vertikal tiang terhadap pile cap. - Lapisan Lantai Kerja
Menunjukkan spesifikasi beton cor 1:2:3 setebal 5 cm di bawah pondasi sebagai perata beban.
4. Denah Pelat Lantai dan Konektor Geser
Lembar teknis ini fokus pada detail pelat lantai beton (deck slab) dan shear connector diameter 16 mm. Skala 1:20 dan 1:100 digunakan untuk memperlihatkan pembesian lantai dengan tulangan D16-200 dan D10-150. Penggunaan plate deck (bondek) sebagai bekisting tetap terlihat jelas, dengan kemiringan melintang lantai sebesar 2% untuk aliran air permukaan. Jarak antar gelagar ditetapkan sebesar 1250 mm.
- Mekanisme Aksi Komposit
Menjelaskan fungsi shear connector D16 dalam mentransfer gaya geser horizontal antara baja dan beton. - Detail Penulangan Lantai
Menyajikan spesifikasi tulangan rangkap untuk menahan momen lentur negatif dan positif pada pelat beton setebal 200 mm. - Geometri Kemiringan Lantai (Camber)
Menetapkan cross-fall 2% agar air hujan mengalir efektif ke pipa drainase samping. - Efisiensi Bekisting Tetap
Mengindikasikan penggunaan plate deck yang berfungsi ganda sebagai bekisting dan tulangan positif tambahan. - Distribusi Jarak Gelagar
Mendetailkan spasi 1250 mm antar balok induk yang mempengaruhi desain tebal pelat lantai. - Sistem Pipa Pembuangan
Memperlihatkan pipa drainase diameter 3 inci dengan spasi 4 meter sepanjang jembatan. - Dimensi Kereb Beton
Menggambarkan pembesian balok tepi yang berfungsi sebagai pembatas jalur kendaraan dan dudukan pagar.
5. Denah Rencana Pondasi Tiang Pancang
Dokumen ini memuat rencana titik pancang (piling plan) skala 1:25 untuk struktur abutment. Pondasi dirancang menggunakan kelompok tiang (pile group) mini pile 250x250 mm mutu beton K-400. Tata letak tiang diatur dalam grid dengan jarak antar as 700 mm, yang dirancang untuk mendistribusikan beban aksial vertikal dan momen guling secara merata ke tanah keras.
- Konfigurasi Grup Tiang (Group Efficiency)
Menjelaskan susunan matriks tiang pancang untuk memaksimalkan efisiensi daya dukung grup tiang dan menghindari kegagalan daya dukung. - Spesifikasi Material Tiang
Menetapkan mutu beton tinggi K-400 dan ukuran 25x25 cm untuk menahan tegangan tekan tinggi saat pemancangan dan masa layan. - Jarak Spasi Minimal
Menentukan jarak 700 mm antar pusat tiang untuk mencegah overlapping tegangan tanah. - Geometri Pile Cap
Memberikan acuan dimensi tapak pondasi yang mengikat seluruh kepala tiang menjadi satu kesatuan kaku. - Toleransi Posisi Tiang
Menjadi panduan pelaksanaan survei untuk deviasi maksimum titik pancang di lapangan. - Kapasitas Dukung Aksial
Menyiratkan perhitungan beban vertikal maksimum (Kapasitas Dukung Ijin) yang dapat dipikul oleh setiap elemen tiang pancang. - Dimensi Blok Pondasi
Menunjukkan ukuran total area tapak 2000 mm lebar dasar untuk kestabilan struktur.
6. Detail Penulangan Abutment (Potongan A & B)
Halaman ini merinci pembesian struktur abutment beton bertulang mutu K-225. Potongan A dan B memperlihatkan susunan tulangan vertikal utama D13-150 dan D13-200, serta angkur diameter 22 mm untuk koneksi ke pile cap. Detail pertemuan antara dinding badan dan pondasi diperjelas untuk memastikan penyaluran gaya momen yang efektif dan mencegah keruntuhan geser pons.
- Kontinuitas Penulangan
Menjelaskan sambungan lewatan antara tulangan tiang pancang yang masuk ke pile cap (embedment). - Tulangan Dinding Badan
Merinci pembesian sisi muka dan belakang abutment untuk menahan tekanan tanah lateral aktif. - Detail Angkur Pondasi
Menunjukkan penggunaan besi D22 sebagai pasak utama yang menghubungkan dinding dengan pile cap. - Sengkang Pengikat Lateral & Geser Pons
Memperlihatkan penggunaan tulangan bagi untuk mengekang beton inti, memegang tulangan utama, dan menahan gaya geser pons. - Lapisan Dasar Konstruksi
Menspesifikasikan lantai kerja 5 cm dan pasir urug 10 cm di bawah pile cap. - Koneksi Kepala Tiang
Menggambarkan detail stek besi tiang pancang yang monolit dengan beton pile cap. - Dimensi Efektif Struktur
Memvalidasi ketebalan dinding dan lebar pondasi sesuai perhitungan stabilitas guling dan geser.
7. Detail Pembesian Dinding Sayap
Lembar ini menyajikan detail penulangan Wing Wall (Potongan D) skala 1:25. Dinding penahan tanah bersayap ini menggunakan beton K-225 dengan tulangan utama D13-200 dan D13-250. Struktur ini dirancang untuk menahan beban tanah timbunan oprit yang bervariasi tingginya, dengan tulangan ikat diameter 10 mm jarak 40 cm, serta berfungsi sebagai penyeimbang (counterweight).
- Fungsi Penahan Tanah
Menguraikan peran wing wall dalam menjaga kestabilan geometri tanah timbunan jalan pendekat. - Variasi Jarak Tulangan
Menjelaskan pengaturan kerapatan tulangan yang disesuaikan dengan distribusi momen lentur dinding. - Koneksi Struktural Sudut
Mendetailkan pertemuan tulangan antara wing wall dan badan abutment utama. - Tulangan Susut dan Suhu
Menunjukkan besi pembagi horizontal untuk mencegah retak permukaan beton akibat termal. - Geometri Dinding Miring
Memperlihatkan profil dinding yang mengikuti kemiringan talud tanah rencana 1:1.5 (implisit). - Perlindungan Selimut Beton
Menjamin ketebalan selimut beton yang memadai untuk durabilitas terhadap korosi tanah. - Spesifikasi Mutu Material
Mengonfirmasi penggunaan beton K-225 yang konsisten dengan struktur abutment.
8. Tampak Atas Kepala Jembatan dan Dudukan Bearing
Bagian ini menampilkan denah Abutment Seat skala 1:50, mengatur posisi dudukan elastomer (bearing pad) dan penahan gempa (seismic stop). Terlihat blok beton bertulang (pedestal) berukuran 550x550 mm yang berfungsi mendistribusikan beban gelagar. Penulangan pedestal menggunakan sengkang D13 untuk menahan gaya bursting akibat beban terpusat.
- Posisi Elastomeric Bearing
Menentukan titik tumpu gelagar baja yang memungkinkan rotasi dan translasi termal struktur atas. - Fungsi Pedestal Beton
Menjelaskan peran peninggian beton bertulang untuk mencapai elevasi bearing yang presisi. - Mekanisme Penahan Lateral (Seismic Stopper)
Menguraikan fungsi blok penahan beton (shear key) untuk mencegah pergeseran jembatan saat gempa. - Jarak Antar Tumpuan
Memberikan dimensi eksak jarak antar pusat bearing 1250 mm sesuai spasi gelagar. - Detail Penulangan Pedestal
Memperlihatkan sengkang rapat untuk meningkatkan daktilitas dan kapasitas dukung beban terpusat. - Fleksibilitas Desain
Mencatat bahwa dimensi final akan disesuaikan dengan spesifikasi supplier baja dan bearing. - Geometri Backwall
Menunjukkan dinding belakang abutment yang menahan tanah dan pelat injak di belakang siar muai.
9. Tampak Samping dan Detail Drainase Abutment
Halaman ini mengilustrasikan tampak samping abutment beserta sistem drainase dinding penahan tanah. Terlihat penggunaan pipa rembesan PVC diameter 2 inci dengan jarak vertikal dan horizontal 150 cm. Gambar juga memperlihatkan konstruksi pasangan batu kali berjenjang di sisi abutment yang diperkuat cerucuk diameter 120 mm panjang 4 meter setiap jarak 500 mm.
- Sistem Drainase Dinding
Menjelaskan fungsi weep holes berjarak teratur untuk mencegah kejenuhan air tanah dan mengurangi tekanan pori air di belakang dinding. - Stabilisasi Lereng Samping
Menguraikan penggunaan pasangan batu kali berundak untuk menahan tanah di sisi jembatan. - Perkuatan Tanah Dasar
Menunjukkan peran cerucuk kayu dalam meningkatkan daya dukung tanah di bawah struktur pasangan batu. - Lapisan Filter Drainase
Mengindikasikan penggunaan ijuk dan kerikil di belakang lubang drainase untuk mencegah penyumbatan. - Elevasi Tanah Asli
Memberikan referensi level permukaan tanah eksisting +26.10 dan +26.60. - Geometri Tembok Penahan
Memperlihatkan kemiringan dan lebar dasar pasangan batu yang bekerja sebagai dinding gravitasi. - Integrasi Struktur Komposit
Menggambarkan hubungan visual antara struktur beton abutment dan struktur batu pelindung.
10. Detail Proteksi Lereng dan Saluran
Lembar ini fokus pada detail teknis "Heling" atau pelindung lereng dan saluran drainase kaki. Proteksi lereng menggunakan pasangan batu kali dengan kemiringan yang dilengkapi pipa rembesan. Detail saluran drainase (U-ditch cor di tempat) menggunakan beton cor 1:2:3 tebal 8 cm dengan tulangan wiremesh M6. Detail kepala cerucuk memperlihatkan stek besi (dowels) diameter 10 mm yang dibor ke dalam kayu untuk ikatan dengan beton.
- Konstruksi Saluran Drainase
Menetapkan spesifikasi saluran beton bertulang wiremesh untuk mengalirkan air permukaan secara cepat. - Teknik Pengikatan Cerucuk (Dowels)
Menjelaskan detail koneksi komposit antara tiang kayu dan struktur beton pengunci di atasnya menggunakan stek besi yang dibor. - Manajemen Air Tanah Lereng
Menekankan pentingnya pipa drainase PVC 2 inci per 150 cm untuk stabilitas lereng jangka panjang. - Detail Filter Geotekstil
Menunjukkan penggunaan ijuk dan kerikil sebagai media penyaring air tanah sebelum keluar lubang drainase. - Spesifikasi Beton Lining
Mensyaratkan beton mutu praktis 1:2:3 tebal 8 cm untuk lantai dan dinding saluran. - Lapisan Pemisah Plastik
Memperlihatkan membran plastik cor untuk menjaga kadar air beton saat pengecoran di atas tanah. - Geometri Penahan Kaki
Menggambarkan struktur batu kali di kaki lereng sebagai kunci kestabilan terhadap longsoran.
11. Detail Pelat Injak dan Isometri Struktur
Halaman ini memvisualisasikan bentuk tiga dimensi abutment melalui gambar isometrik (tanpa skala) dan detail pelat injak (approach slab). Pelat injak bertulang D10-150 diletakkan di atas tanah urug padat, berfungsi menjembatani perbedaan kekakuan antara jembatan dan jalan. Detail sambungan siar muai (expansion joint) menggunakan siku baja L50x50x5 dan aspal dilatasi 2 cm.
- Fungsi Transisi Pelat Injak
Menjelaskan peran slab beton dalam mencegah differential settlement di sambungan jembatan-jalan. - Visualisasi 3D Struktur
Memberikan pemahaman spasial mengenai geometri kompleks wing wall, back wall, dan lateral stop. - Detail Siar Muai
Menunjukkan konstruksi celah gerak yang dilindungi baja siku untuk mengakomodasi pergerakan termal struktur. - Landasan Pelat Transisi
Menspesifikasikan tumpuan pelat pada console abutment di satu sisi dan tanah padat di sisi lain. - Penulangan Pelat Injak
Merinci besi D10-150 rangkap untuk menahan beban lalu lintas di area transisi. - Persiapan Tanah Dasar
Mensyaratkan pasir urug padat 100 mm dan lantai kerja 50 mm di bawah pelat injak. - Komponen Penahan Gempa
Memperlihatkan bentuk fisik blok beton penahan pergerakan lateral pada gambar isometrik.
12. Data Stationing dan Referensi Koordinat
Bagian ini berisi tabel data numerik yang merepresentasikan titik-titik koordinat atau stationing (STA) sepanjang alinyemen proyek. Data ini meliputi jarak per segmen (10.000 meter) dan koordinat referensi (As 1 hingga As 15), yang krusial untuk kegiatan stake-out dan pengukuran lapangan.
- Referensi Sistem Koordinat
Menyediakan basis data spasial untuk penentuan posisi elemen struktur secara presisi di lapangan. - Stationing Alinyemen
Memberikan informasi jarak kumulatif untuk pelaporan kemajuan fisik dan lokasi segmen kerja. - Titik Kontrol Horizontal
Menetapkan simpul-simpul utama (As 1 - As 15) sebagai acuan pengukuran geometri jembatan. - Basis Pengukuran Linear
Menyajikan data interval jarak 10 meter yang konsisten untuk profil memanjang. - Presisi Data Survei
Menjadi acuan toleransi pemasangan bekisting dan pemancangan tiang fondasi. - Verifikasi Panjang Bentang
Memvalidasi total panjang proyek berdasarkan akumulasi segmen pengukuran. - Dokumentasi Titik Ikat
Berfungsi sebagai arsip teknis untuk pemeliharaan dan pengecekan deformasi di masa depan.
13. Profil Melintang Sungai dan Data Hidrologi
Halaman terakhir menyajikan profil irisan melintang sungai (river cross section) berdasarkan data survei. Grafik ini memplot elevasi tanah dasar sungai (terdalam sekitar +20.175) terhadap elevasi referensi dan posisi jembatan. Level Air Banjir rencana tercatat pada elevasi +31.500, yang menjadi parameter penentu elevasi soffit balok jembatan.
- Analisis Kapasitas Penampang
Menggambarkan area basah sungai di bawah jembatan untuk perhitungan debit banjir rencana. - Penentuan Elevasi Kritis
Memvalidasi jarak aman (freeboard) antara muka air banjir +31.500 dan struktur bawah jembatan. - Profil Dasar Sungai
Menyajikan data batimetri untuk mengestimasi panjang tiang pancang yang terekspos gerusan (scour depth). - Evaluasi Risiko Gerusan
Mengidentifikasi titik-titik terdalam sungai yang memerlukan perlindungan ekstra pada fondasi. - Posisi Pilar Terhadap Aliran
Memplot lokasi struktur abutment relatif terhadap palung sungai utama. - Referensi Datum Elevasi
Menetapkan garis referensi +10.00 M untuk konsistensi pembacaan elevasi vertikal. - Data Topografi Tebing
Menjadi dasar perhitungan volume galian dan timbunan untuk konstruksi jalan pendekat.
File DWG
Bagian ini menyediakan akses ke berkas sumber Computer-Aided Design (DWG) yang memuat seluruh layer, properti objek, dan metadata asli dari gambar teknis di atas. File ini diperuntukkan bagi keperluan analisis struktur lanjutan, pemodelan BIM, atau referensi detail konstruksi.













Post a Comment