Desain Konstruksi Beton Menara Tandon Air Kapasitas 15 Ton DWG

Table of Contents

Desain Konstruksi Beton Menara Tandon Air Kapasitas 15 Ton DWG

Dokumen teknis ini memaparkan rekayasa struktur komprehensif mengenai Desain Konstruksi Beton Menara Tandon Air Kapasitas 15 Ton yang dirancang menggunakan sistem beton bertulang monolit. Struktur atas terdiri dari tangki air persegi dimensi 3x3 meter dengan ketebalan dinding dan lantai 150 mm untuk menahan tekanan hidrostatis. Beban struktur disalurkan melalui sistem portal rangka kaku (rigid frame) yang terdiri dari balok beton 250/300 dan kolom utama 300/300 menuju struktur bawah. Stabilitas pondasi dijamin oleh kombinasi telapak beton bertulang dan perkuatan tanah menggunakan cerucuk kayu keras, yang dirancang khusus untuk kondisi tanah dengan daya dukung rendah. Seluruh elemen beton dicor menggunakan campuran mutu tinggi dengan rasio 1:1,5:2,5 untuk mencapai kekuatan tekan dan kekedapan air yang optimal.

Informasi Umum File


  • Identifikasi Dokumen Perencanaan
    Menyajikan satu set lengkap gambar kerja standar yang mencakup denah, tampak, potongan, serta detail penulangan elemen struktural utama menara air.
  • Klasifikasi Visual Gambar
    Mencakup proyeksi ortogonal denah, tampak, potongan melintang, serta detail penulangan elemen struktural utama dalam format garis CAD.
  • Lingkup Komponen Struktur
    Meliputi spesifikasi pondasi telapak, tiang pancang kayu, kolom dan balok beton bertulang, serta detail pembesian dinding tangki.
  • Volume Data Teknis
    Terdiri dari 3 lembar gambar teknik yang menyajikan hierarki konstruksi dari elevasi tanah hingga puncak tangki air.

Data Teknis & Spesifikasi Material

Data ini dikelompokkan berdasarkan komponen struktur untuk memudahkan referensi teknis dan perhitungan volume material.

Kategori PekerjaanKomponen / ItemSpesifikasi Teknis & Dimensi
I. STRUKTUR BETONMutu Beton UtamaCampuran 1 : 1,5 : 2,5 (Setara K-225/K-250)
Lantai Kerja (Lean Concrete)Beton Campuran 1 : 3 : 5
Kolom Struktur (K1)Dimensi 300 x 300 mm
Balok StrukturDimensi 250 x 300 mm
Dinding TangkiBeton Bertulang Tebal 150 mm
Lantai Dasar TangkiBeton Bertulang Tebal 150 mm
II. PONDASI & GEOTEKNIKTipe PondasiPondasi Telapak Setempat (Pad Footing)
Dimensi Tapak (P1)1000 x 1000 mm (Estimasi dari skala gambar)
Perkuatan TanahCerucuk Kayu Keras Ø 10 cm, Panjang 3 m
Jarak CerucukSetiap jarak 500 mm
III. PENULANGAN (BESI BETON)Tulangan Kolom (300/300)Utama: 8 D16
Sengkang KolomBesi Polos Ø10 - Jarak 150 mm
Tulangan Balok (250/300)Utama: 4 D16
Sengkang BalokØ10-100 (Tumpuan) / Ø10-200 (Lapangan)
Tulangan Pondasi (P1)Jaring Ø12 - Jarak 200 mm
Tulangan Dinding TangkiBesi Ø10 - Jarak 150 mm
Stek Kolom (Starter Bar)8 D16
IV. GEOMETRI & DIMENSIKapasitas Tangki15 Ton (15.000 Liter)
Grid Kolom (As ke As)3000 x 3000 mm
Tinggi Elevasi Atas+10.000 (10 Meter)
Kedalaman Pondasi-0.350 m (Top Pondasi)

Uraian Teknis Per Halaman

1. Geometri Struktur dan Tata Letak Tangki


Tampak depan struktur menara air beton bertulang kapasitas 15 ton dengan sistem portal kolom 30x30 cm yang kokoh.

Halaman ini mendefinisikan dimensi global dan konfigurasi arsitektural-struktural menara. Struktur utama dibentuk oleh empat kolom beton 300x300 mm yang disusun dalam grid as-ke-as 3000 x 3000 mm. Tangki air ditempatkan pada elevasi atas dengan dinding beton setebal 150 mm. Balok pengikat (tie beam) 250/300 ditempatkan pada level pondasi dan dasar tangki untuk mengikat kolom agar bekerja sebagai satu kesatuan portal yang kaku terhadap beban vertikal dan lateral.

  • Modul Grid Struktur
    Menetapkan jarak antar kolom sejauh 3000 mm yang memberikan luas dasar tangki efektif untuk kapasitas 15 ton.
  • Dimensi Elemen Vertikal
    Menggunakan kolom beton bertulang 300/300 mm dari elevasi pondasi hingga ring balok atas tangki.
  • Spesifikasi Dinding Tangki
    Mensyaratkan ketebalan dinding beton 150 mm dengan campuran 1:1,5:2,5 untuk mencegah rembesan air.
  • Elevasi Balok Penumpu
    Menempatkan balok utama 250/300 pada dasar tangki untuk menahan beban mati struktur dan beban hidup air.
  • Rasio Campuran Beton
    Menegaskan penggunaan proporsi semen, pasir, dan kerikil 1:1½:2½ pada seluruh elemen struktural.
  • Konfigurasi Balok Sloof
    Menghubungkan kaki-kaki kolom pada level pondasi dengan balok beton untuk mencegah penurunan diferensial.
  • Geometri Tampak Samping
    Memperlihatkan ketinggian total struktur dan posisi balok-balok pengikat horizontal secara proporsional.

2. Detail Pondasi dan Pembesian Tangki


Detail pondasi telapak P1 yang diperkuat cerucuk kayu keras diameter 10 cm panjang 3 meter untuk stabilitas tanah lunak.

Bagian ini menguraikan rekayasa geoteknik dan detail penulangan sudut tangki yang krusial. Pondasi menggunakan tipe telapak setempat (pad footing) P1 dimensi 1000x1000 mm yang didukung oleh cerucuk kayu keras untuk transfer beban ke tanah keras. Detail 1 memperlihatkan skema penulangan pertemuan antara dinding, lantai tangki, dan balok, menggunakan besi ulir utama dan sengkang rapat untuk menahan momen jepit pada sudut tangki.

  • Konstruksi Pondasi P1
    Menggunakan tapak beton bertulang ukuran 1000 x 1000 mm dengan kedalaman penanaman yang diperhitungkan.
  • Sistem Perbaikan Tanah
    Menerapkan cerucuk kayu keras diameter 10 cm panjang 3 meter dengan jarak spasi 500 mm.
  • Penulangan Tapak Pondasi
    Merinci penggunaan besi beton diameter 12 mm dengan jarak 200 mm (12-200) sebagai tulangan tarik bawah.
  • Detail Penulangan Dinding
    Menggunakan tulangan rangkap diameter 10 mm jarak 150 mm (10-150) pada sisi dalam dan luar dinding tangki.
  • Pertemuan Sudut Tangki
    Memperkuat sambungan lantai dan dinding dengan tulangan ekstra untuk menahan gaya geser dan momen lentur.
  • Lapisan Lantai Kerja
    Menspesifikasikan beton lean concrete campuran 1:3:5 di bawah pondasi sebagai dudukan kerja yang rata.
  • Tulangan Utama Balok
    Mengindikasikan penggunaan 4 buah besi ulir diameter 16 mm (4 D16) pada balok penumpu tangki.

3. Detail Penulangan Balok dan Kolom


Skema penulangan kolom utama menggunakan 8 batang besi ulir D16 dan sengkang diameter 10mm jarak 150mm.

Halaman ini menyajikan jadwal pembesian (reinforcement schedule) dan potongan melintang elemen rangka. Kolom 300/300 diperkuat dengan 8 batang besi ulir D16 dan sengkang diameter 10 mm. Balok 250/300 menggunakan tulangan utama D16 dengan pengaturan jarak sengkang yang bervariasi antara daerah tumpuan (jarak 100 mm) dan lapangan (jarak 200 mm) untuk mengakomodasi gaya geser yang berbeda.

  • Konfigurasi Tulangan Kolom
    Menggunakan 8 buah besi ulir diameter 16 mm (8 D16) sebagai tulangan longitudinal utama kolom 300/300.
  • Penulangan Geser Kolom
    Menetapkan sengkang diameter 10 mm dengan jarak 150 mm (10-150) sepanjang tinggi kolom.
  • Spesifikasi Balok Struktur
    Merinci balok dimensi 250x300 mm dengan tulangan utama 4 D16 pada sisi atas dan bawah.
  • Variasi Jarak Sengkang
    Mengatur jarak begel balok menjadi 100 mm di area tumpuan dan 200 mm di area lapangan (10-100/200).
  • Denah Tata Letak Balok
    Memetakan posisi balok B1 yang menghubungkan keempat kolom utama dalam sistem grid.
  • Selimut Beton Tulangan
    Memperlihatkan jarak bersih antara tulangan terluar dengan permukaan beton untuk perlindungan korosi.
  • Detail Kait Tulangan
    Menggambarkan pembengkokan ujung sengkang untuk penjangkaran yang optimal ke dalam inti beton.

File DWG

Untuk keperluan studi kelayakan, perhitungan ulang struktur, atau referensi penggambaran teknik sipil, file gambar kerja asli dalam format CAD (DWG) yang menjadi dasar analisis teknis ini dapat diakses melalui tautan berikut.

Tito Reista
Tito Reista project engineer in civil engineering, sharing formulas, calculator tools, and scientific insights, while embracing personal philosophy as guidance for growth
Newer Posts Older Posts

Post a Comment